cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
ISSN : 14116618     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur KOMPOSISI adalah wadah menghimpun dan mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dan konsep-konsep ilmiah serta pengetahuan dalam bidang arsitektur dan lingkungan buatan berwujud artikel yang ditulis berdasarkan penelitian: artikel hasil penelitian, artikel tentang ide-ide (gagasan konseptual), tinjauan tentang proses penelitian, tinjauan buku-buku baru, paparan tokoh arsitek dan pemikirannya, serta karya ilmiah lain yang berhubungan dengan fenomena arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI" : 5 Documents clear
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM REKONSTRUKSI RUMAH PASCA GEMPA YOGYAKARTA 2006 DI DUSUN NGIBIKAN, BANTUL Setyonugroho, Gregorius Agung
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.859 KB) | DOI: 10.24002/jars.v10i3.1113

Abstract

Abstract: Ngibikan Village is located approximately 10 kilometers from the Yogyakarta 2006 earthquake’s epicenter. Through design development by Eko Prawoto ̶ a professional architect who has a concern in humanitarian relief ̶ compromised by beneficiaries agreements and also “Kompas” Humanitarian Funds as the funding donor, they started the Ngibikan Village houses reconstruction one week after earthquake and finished only in four months. Flexibility design in structure module configuration and layout allowed community to decide their needs with their own initiatives. Ngibikan Village reconstruction brought a new experience in reconstructing a timber structure house by their community. This new ‘knowledge’ contributed to the sustainability development of their houses. There are many houses’ improvements that visible in five years post-reconstruction at this village. These improvements are in the transformation of their existed core houses’ structure module configurations, extension or additional buildings that added, and other additional developments. All these improvements were built in order to accommodate their additional needs since the priority need of a core house as their permanent shelter has been completed. Nowadays, houses physical condition and its various transformations are still in a progress of sustainability development for present time and in the future.Keywords: reconstruction, transformation, design development, core houseAbstrak: Dusun Ngibikan berlokasi kurang lebih 10 kilometer dari pusat gempa besar yang pernah terjadi di Yogyakarta pada tahun 2006 yang lalu. Melalui pengembangan desain yang dilakukan oleh Eko Prawoto ̶ seorang arsitek profesional yang peduli dalam hal kemanusiaan̶   bersama-sama dengan para korban gempa penerima bantuan serta melalui donasi dari Dana Kemanusiaan Kompas, dimulailah proses rekonstruksi rumah warga Dusun Ngibikan yang dimulai seminggu setelah terjadinya gempa bumi hingga selesai dalam kurun waktu empat bulan. Fleksibilitas desain pada konfigurasi modul struktur dan pengaturan “layout” keruangan memberikan kesempatan bagi para penduduk untuk berinisiatif mengembangkan desain “layout” serta tampak rumah mereka masing-masing. Proses rekonstruksi rumah warga Dusun Ngibikan telah memberikan pengalaman baru bagi para warganya dalam hal membangun rumah dengan menggunakan struktur kayu sebagai material rangka utamanya. Pengalaman baru ini telah memberikan kontribusi yang positif dalam konsep pengembangan rumah yang berkelanjutan. Dalam kurun waktu lima tahun pasca rekonstruksi, dapat dijumpai beberapa kondisi rumah yang telah berkembang dari kondisi morfologi awalnya. Transformasi yang terjadi pada dasarnya ditujukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan-kebutuhan utama dari anggota penghuni rumah warga Dusun Ngibikan tersebut. Kondisi saat ini pun masih merupakan suatu proses pengembangan berkelanjutan yang memungkinkan adanya transformasi-transformasi lain pada masa yang akan datang.Kata kunci: rekonstruksi, transformasi, pengembangan desain, core house 
FENOMENA PERUBAHAN BENTUK BANGUNAN RUMAH TINGGAL DI DESA SODO PALIYAN, GUNUNG KIDUL Wati, Dwi Wahjoeni Soesilo
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.621 KB) | DOI: 10.24002/jars.v10i3.1114

Abstract

Abstract: Dynamic changes will always occur. The aim of this research, which concerns about the phenomenon of the changes of new house form in Sodo village, is to find factors which influence changes of the building form and the varieties of changes. This research uses qualitative method. The result of this research shows that the changes of the house are affected by livelihood, limited size of the land, stages in building construction, people involved in the construction, and the openness of communication and information. Types of changes are the orientation of buildings, building form, the form of verandah, the location and shape of the main door and windows, as well as materials and building colors.Keywords: phenomenon of change, house, Sodo, Paliyan, Gunung KidulAbstrak: Perubahan merupakan dinamika yang akan selalu terjadi. Penelitian ini adalah tentang fenomena perubahan bentuk rumah baru yang terjadi di Desa Sodo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan faktor-faktor yang berpengaruh pada perubahan bentuk dan menemukan bentuk perubahannya. Penelitian menggunakan metoda kualitatif. Hasil penelitian menemukan adanya beberapa faktor yang berpengaruh pada perubahan bentuk bangunan rumah tinggal, antara lain: mata pencaharian, keterbatasan luas lahan untuk bangunan, tahapan membangun, cara membangun, dan keterbukaan komunikasi dan informasi dengan dunia luar. Perubahan yang terjadi selain pada arah hadap bangunan, juga terjadi pada sosok bangunan, bentuk serambi, bentuk dan letak pintu dan jendela, material bangunan, dan warna bangunan.Kata Kunci: fenomena perubahan,bangunan rumah tinggal, Sodo, Paliyan, Gunung Kidul
PERKEMBANGAN ARSITEKTUR VERNAKULAR ATONI; KASUS STUDI: KAWASAN ISTANA KERAJAAN AMARASI DI TEUNBAUN, KABUPATEN KUPANG El Boru, Jeky
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.857 KB) | DOI: 10.24002/jars.v10i3.1115

Abstract

Abstract: This research concerns about the development of vernacular Atonian architecture in an architecture and urban context. The samples were taken from some villages that are still applying Atonian architecture and still have been changed until now. The method used in data collecting are observation, interview, and from the literature sources. The analytical method used is qualitative description which is concern about any sources of research in vernacular Atonian culture. It is compared to the current condition of Atonian culture by using the categorization of cultural forms which were mentioned by Koentjaraningrat. This research aims is to find out the changes of architecture and urban context in the development of vernacular Atonian architecture, The result of this research is the changes on cultural forms which can be seen in three manifestation, that are the changes in idea (cultural system), activities, and artifacts as physical things in building and urban planning context.Keywords: development, architecture and urban, vernacular Atonian architectureAbstrak: Tulisan ini membahas mengenai perkembangan arsitektur vernakular Atoni dilihat dari sisi arsitektur dan kawasan. Kasus studi penelitian ini menekankan pada kawasan kampung yang masih mengunakan arsitektur Atoni dan juga yang telah mengalami perubahan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan melihat berbagai sumber pustaka, sedangkan metode analisis yang diterapkan, yakni deskripsi kualitatif dengan melihat berbagai sumber penelitian kebudayaan vernakular Atoni yang kemudian dibandingkan dengan perubahan yang terjadi pada kebudayaan Atoni saat ini dengan mengacu pada kategorisasi wujud kebudayaan yang diungkapkan oleh Koentjaraningrat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan arsitektur dan kawasan dalam perkembangan arsitektur vernakular Atoni, dan hasil dari penelitian ini adalah perubahan kebudayaan dilihat dari tiga wujud yakni perubahan  pada tata cara, aktivitas, dan benda-benda berupa bangunan dan tata kawasan.Kata kunci: perkembangan, arsitektur dan kawasan, arsitektur vernakular Atoni
EVALUASI PERFORMA VENTILASI ALAMI PADA DESAIN BUKAAN RUANG KELAS UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA Seputra, Jackobus Ade Prasetya
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1608.348 KB) | DOI: 10.24002/jars.v10i3.1111

Abstract

Abstract: Education is an important sector of a nation toward better future. Conducive classroom with well designed room ventilation would encourage occupants in implementing effective teaching and learning activities. Research was conducted to figure out classroom performance and optimization of natural ventilation which was occurred in Engineering Faculty of UAJY represented by the classroom number 2406 as case study. Research is focused on classroom ventilation elements by examining window’s dimension, occupant’s adaptive behavior, opening types, and glass type at windward side. This research implements rationalistic method by utilizing computer simulation software DesignBuilder complemented with CFD in order to analyze and deduce information obtained primarily by field measurement and other relevant literatures. Results generated by DesignBuilder show that changes in ventilation area at external windows have significant influence over room’s ventilation performance. CFD (Computational Fluid Dynamics) experiments were conducted by examining opening types shown on room’s vertical section drawing, opening positions, overhangs, and external louvre types. Results show that experiments conducted by replacing the bottom layer of fixed windows with operable windows has significant effect in improving ventilation performance. Variation on overhangs only produce little impact, yet experiments on external louvres prove that the best type is horizontal louvre. Optimization done by studying above variables is capable to increase ventilation performance up to 800% in examined classroom.Keywords: ventilation, optimization, room openings, computer simulationAbstrak: Sektor pendidikan adalah tulang punggung suatu bangsa demi menuju masa depan yang lebih baik. Ruang kelas yang berkualitas dan kondusif dengan perencanaan sistem ventilasi dalam ruang yang baik bagi kegiatan belajar mengajar akan membantu tercapainya tujuan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana performa ventilasi alami ruang dengan studi kasus Ruang Kelas 2406 Gedung Fakultas Teknik UAJY dan bagaimana bentuk optimasinya. Penelitian berfokus pada elemen bukaan dengan berbagai dimensi jendela, pengaturan adaptif penghuni, jenis bukaan ventilasi pada jendela, serta jenis kaca jendela pada sisi windward (angin datang). Metode simulasi komputer diperkuat dengan pengukuran lapangan menjadi alat bantu menakar dan mengoptimalisir kebutuhan ventilasi alami melalui berbagai variasi desain bukaan. Hasil studi dengan DesignBuilder memperlihatkan bahwa variabel luasan ventilasi pada jendela (“external window open”) memiliki pengaruh besar terhadap performa ventilasi alami dalam ruang. Studi dengan CFD (Computational Fluid Dynamics) berfokus pada model bukaan ruang, yaitu model bukaan pada potongan vertikal ruang, posisi bukaan, tipe teritisan (“overhang”) serta kerai (“louvre”) eksternal. Eksperimen pada posisi bukaan inlet menunjukkan bahwa perubahan jendela mati menjadi jendela hidup pada lapis bawah menghasilkan performa ventilasi lebih baik. Studi teritisan tidak memiliki pengaruh besar, sedangkan studi kerai membuktikan bahwa jenis kerai terbaik adalah kerai horisontal. Optimasi ini mampu meningkatkan performa ventilasi hingga 800% pada studi kasus.Kata kunci: ventilasi, optimasi, bukaan ruang, simulasi komputer
SIMULASI PENCAHAYAAN ALAMI DAN BUATAN DENGAN ECOTECT RADIANCE PADA STUDIO GAMBAR; KASUS STUDI: STUDIO GAMBAR SEKOLAH TINGGI TEKNIK MUSI PALEMBANG Chandra, Tiffany; Amin, Abd. Rachmad Zahrial
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.786 KB) | DOI: 10.24002/jars.v10i3.1112

Abstract

Abstract: Natural lighting comes from the sun, while the artificial lighting comes from artificial light (lamp). Lighting is needed to do the activities in a room, whether it is natural or artificial lighting. The amount of natural lighting depends on the location and the dimension of windows as well as the direction of the trajectory of the sun. Window, which has a larger opening, will allow much sun light. Artificial lighting depends on the types of lamp and the power of light transmission (watts). If the power of light transmission is greater, the light will be brighter. Certain activities will need different illumination level. The standard of illumination level for the studio of drawing is 750 lux because the activities require high precision. In the initial study to determine whether the lighting conditions in the studio has already met the requirement of illumination level, luxmeter is used to measure the illumination level for three days. The result of the measurement indicates that the natural lighting, which is available today, has not reached 750 lux. This study uses Ecotect Radiance Simulation Program to improve natural and artificial lighting in the studio of drawing. To achieve the actual results of the simulation of artificial lighting, the simulation uses Erco lights series LED White 72689.000 Opton which is placed 2.5 meters from the floor. The simulation shows that the average value of random samples is 1749, 7 lux. Simulation of the natural lighting uses the climate of Palembang city. Therefore, it is advisable to replace the existing artificial lighting with the lights.Keywords: natural lighting, artificial lighting, architectural drawing studioAbstrak: Pencahayaan alami adalah pencahayaan yang bersumber dari sinar matahari, sedangkan sumber pencahayaan buatan berasal dari sinar buatan (lampu). Sebuah ruang dengan segala aktivitas didalamnya membutuhkan pencahayaan, baik itu alami maupun buatan. Pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruangan dipengaruhi oleh letak dan ukuran jendela, serta arah lintasan matahari. Semakin besar bukaan pada jendela, maka cahaya yang masuk akan semakin besar pula. Pencahayaan buatan yang maksimal dipengaruhi oleh jenis lampu dan kekuatan daya pancar (watt). Semakin besar daya yang digunakan, maka lampu tersebut akan semakin terang. Fungsi ruang yang berbeda akan membutuhkan tingkat iluminasi yang berbeda. Tingkat iluminasi standar untuk ruang studio gambar adalah 750 lux karena termasuk aktivitas yang membutuhkan ketelitian tinggi. Pada penelitian awal, yang dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi pencahayaan pada ruang studio gambar telah memenuhi standar, dilakukan pengukuran dengan menggunakan luxmeter selama tiga hari. Hasil dari pengukuran tersebut menunjukkan bahwa pencahayaan alami yang ada saat ini belum mencapai 750 lux. Pada penelitian ini dilakukan simulasi dengan program Ecotect Radiance untuk memperbaiki pencahayaan alami dan buatan pada ruang studio gambar. Untuk mendekati hasil sebenarnya dalam simulasi pencahayaan buatan, digunakan lampu Erco seri Opton LED White 72689.000 yang diletakkan setinggi 2,5 meter dari lantai. Dari simulasi ini, diperoleh nilai rata-rata dari sampel acak sebesar 1749,7 lux. Simulasi pencahayaan alami menggunakan iklim kota Palembang. Oleh karena itu, disarankan untuk mengganti pencahayaan buatan yang ada saat ini dengan lampu tersebut.Kata kunci: pencahayaan alami, pencahayaan buatan, studio gambar

Page 1 of 1 | Total Record : 5