cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
ISSN : 14116618     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur KOMPOSISI adalah wadah menghimpun dan mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dan konsep-konsep ilmiah serta pengetahuan dalam bidang arsitektur dan lingkungan buatan berwujud artikel yang ditulis berdasarkan penelitian: artikel hasil penelitian, artikel tentang ide-ide (gagasan konseptual), tinjauan tentang proses penelitian, tinjauan buku-buku baru, paparan tokoh arsitek dan pemikirannya, serta karya ilmiah lain yang berhubungan dengan fenomena arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi" : 7 Documents clear
ANALISIS EMISI KARBON RUMAH TIPE-45 DI KOTA PALANGKARAYA DENGAN SINGLE-SUBJECT EXPERIMENTAL Pandu, Aria Zabdi Alias Dian; Purwanto, LMF
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v14i2.4610

Abstract

Abstraksi: Karbon adalah salah satu penyumbang Gas Rumah Kaca (GHG/Green-house Gases) yang signifikan. Peningkatan jumlah karbon di udara menyebabkan peningkatan suhu global dan perubahan iklim yang terjadi. Industri adalah salah satu penyumbang emisi karbon terbesar, termasuk di dalamnya industri perumahan yang menghasilkan emisi karbon yang besar mulai dari tahapan pra-konstruksi, konstruksi hingga pasca-konstruksi. Rumah tipe-45 merupakan tipikal rumah cukup diminati di Kota Palangka Raya. Lahan gambut merupakan salah satu penyimpan karbon terbesar di dunia . Kebutuhan perumahan di Kota Palangka Raya sebagian besar mengalihfungsikan lahan gambut menjadi permukiman. Proses pengeringan lahan gambut melepaskan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer. Penelusuran literatur, pengamatan lapangan dan analisis perhitungan pada subyek tunggal dilakukan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa emisi karbon selama proses pra konstruksi sebesar 13,33 kgCO2 atau sebesar 0,05 %, emisi konversi lahan gambut sebesar 1.182,50 kgCO2 atau sebesar 2,54% emisi karbon selama tahapan konstruksi adalah 22.179,01 kgCO2 atau sebesar 92,24 %, dan emisi karbon dalam tahapan pasca-konstruksi adalah sebesar 2413,47 kgCO2 atau sebesar 5,19 %. Setelah penggunaan bangunan selama 25 tahun, terjadi perubahan proporsi emisi karbon secara signifikan pada tahapan konstruksi (menjadi 41,08%) dan pasca konstruksi (menjadi 57,78%).Kata kunci: jejak karbon, emisi karbon, rumah tipe 45, konversi lahan gambut, perubahan iklimTitle: Analysis of Carbon Emissions for Type-45 Houses in Palangkaraya City with Single-Subject ExperimentalAbstract: Carbon is a significant contributor to Greenhouse Gases (GHG). The increase of carbon concentration in the air causes an increase in global temperature and promoting climate change. The industry is one of the most significant contributors to carbon emissions, including the housing industry, which produces significant carbon emissions from pre-construction to post-construction stages. The type-45 house is a typical house that is quite popular in Palangka Raya City. Peatlands are one of the largest carbon stores in the world. Most of the housing needs in Palangka Raya City have converted peatlands into settlements. The process of draining peatlands releases large amounts of carbon into the atmosphere. Literature search, field observation, and calculation analysis on a single subject were carried out in this study. In this study, the results showed that carbon emissions during the pre-construction process were 13.33 kgCO2 or 0.05%, peatland conversion emissions were 1,182.50 kgCO2 or 2.54% carbon emissions during the construction stage were 22,179.01 kgCO2 or amounted to 92.24%, and carbon emissions in the post-construction stage amounted to 2413.47 kgCO2 or 5.19%. After using the building for 25 years, there was a significant change in the proportion of carbon emissions at the construction stage (to 41.08%) and post-construction (to 57.78%).Keywords: carbon footprint, carbon emission, type-45 house, peatland conversion, climate change
KAJIAN LIVABILITY SPACE PADA KORIDOR KOMERSIAL, Studi Kasus: Jalan Urip Sumoharjo, Kota Yogyakarta Ratriningsih, Desrina; Natalia, Dita Ayu Rani; Zulfa, Ardhini
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v14i2.4603

Abstract

Abstrak: Ruang publik merupakan wadah yang dapat memenuhi aktivitas penggunanya berinteraksi. Ruang publik pada koridor Urip Sumoharjo saat ini tidak seperti seharusnya. Koridor ini memiliki fungsi sangat kompleks dan tercampur aktivitas ekonomi, sehingga membatasi pergerakan dan visibilitasnya. Konsep Livability Space dianggap dapat menyelesaikan permasalahan dengan konsep ruang bersama ramah dan layak dalam sisi activity, accessibility, security dan environmental quality. Penelitian ini dapat menjadi arahan desain konfigurasi setting fisik jalan Koridor Komersial terhadap pejalan kaki dengan pendekatan Livability Space. Penelitian ini menggunakan kerangka rasionalistik kualitatif, fokus pada persepsi individu mengenai Livability Space yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna untuk beraktivitas.Kata kunci: ruang publik; koridor komersial, livability space;Title: Livability Space Study On Commercial Corridors, Case Study: Urip Sumoharjo Road in Yogyakarta CityAbstract: Public space is a container that can fulfill the activities of its users to interact. The public space in the Urip Sumoharjo corridor is not what it should be. This corridor has a very complex function and is mixed with economic activities, limiting its movement and visibility. The concept of Livability Space is considered to solve problems with the concept of a friendly and appropriate shared space in terms of activity, accessibility, security, and environmental quality. This research can be a design direction for the physical setting configuration of Commercial Corridor roads for pedestrians using the Livability Space approach. This study uses a qualitative rationalistic framework, focusing on individual perceptions of Livability Space which is expected to increase user comfort and safety for activities.Keywords: public spaces; commercial corridors; livability space;
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR HIBRID (TRADISIONAL DAN FUTURISTIK); Studi Kasus: Gedung Rektorat Universitas Muhamadiyah Surakarta, Indonesia Naufalamas, Rafi; Prayogi, Lutfi
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v14i2.4611

Abstract

Abstrak:Konsep arsitektur hibrid merupakan salah satu bentuk dari arsitektur kontemporer, yang merupakan penggabungan antar dua atau lebih teori fungsi dan bentuk yang berbeda menjadi fungsi dan bentuk yang baru. Arsitektur hibrid memiliki metode yang berbeda diantara nya persilangan, pencampuran dan penggabungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode arsitektur hibrid dengan konsep tradisional dan futuristik pada bangunan pendidikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan mengamati fenomena secara lebih rinci tentang suatu keadaan. Penelitian ini akan menganlisi metode arsitektur hibrid pada studi kasus gedung rektorat universitas Muhamadiyah Surakarta. Ditemukan bahwa di kasus gedung rektorat universitas Muhamadiyah Surakarta menerapkan arsitektur hibrid secara persilangan, yang merupakan persilangan dari arsitektur tradisional bryzantium dengan arsitektur futuristik.Kata kunci: Arsitektur Hibrid, ArsitekturKontemporer, Arsitektur tradisional, Arsitektur futuristikTitle: Study of The Concept of Hybrid Architecture (Traditional And Futuristic), Case Study: Muhammadiyah University Rectorate Building, Surakarta, IndonesiaAbstract: The concept of hybrid architecture is a form of contemporary architecture that combines two or more different functions and forms into new functions and forms. Theory Hybrid architecture has three different methods out of crossing, mixing, and combining. This study aims to determine the hybrid architectural method with traditional and futuristic concepts in educational buildings. The method used is descriptive qualitative, by observing the phenomenon in more detail about a situation. This study will analyze the hybrid architectural method in the Muhammadiyah rectorate building, Surakarta. The Rectorate Building of the Muhamadiyah University Surakarta implements cross-cutting hybrid architecture, a cross between traditional Byzantine architecture and futuristic architecture.Keywords: Hybrid Architecture, Contemporary Architecture, Traditional Architecture, Futuristic Architecture
STUDI GERAK ERGONOMI PADA RUANG DOSEN PRODI ARSITEKTUR DAN PRODI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS DENGAN THE SIMS 4 Anggraeni, Dhita Wahyu
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v14i2.4612

Abstract

Abstrak: Setiap dosen memiliki tugas utama terkait dengan tridharma yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dan Penunjang Tridharma. Dalam melaksanakan tugasnya, dosen membutuhkan ruang kerja, agar kinerja dosen dapat menjadi lebih baik. Ruang Dosen Prodi Arsitektur dan Prodi Teknik Industri di UKMC adalah ruang yang menjadi perhatian dalam kualitas sirkulasinya. Permasalahan karena ruang gerak yang terbatas. Tujuan peneltian adalah Menganalisis permasalahan ergonomi pada ruang kerja Dosen Arsitektur dan Teknik Industri, sebagai evaluasi agar dapat meningkatkan kualitas ruang Dosen berdasarkan aspek kenyamanan gerak yang dipengaruhi oleh aspek ergonomik, yang dapat memberikan konstribusi pada Universitas Katolik Musi Charitas dan Yayasan Musi. Metode peneltian yaitu Metode pemetaan perilaku (behavioral mapping) diaplikasikan sketsa atau grafis suatu area dan metode analisis pergerakan simulasi menggunakan software The Sims 4. Hasil analisis menjadi masukan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ruang dosen yang ergonomis yaitu penataan sirkulasi yang lebih baik.Kata kunci: kenyamanan gerak, ergonomi, ruang dosenTitle: Ergonomic Motion Study in the Lecturer Room of Architecture Study Program and Industrial Engineering Study Program at Musi Charitas Catholic University with The Sims 4Abstract: Each Lecturer has the primary task associated with the services, namely Education and Teaching, Research, Community service (PKM), and Supporting the services. In carrying out its duties, the Lecturer needs working space so that a lecturer's performance can be better. Space Lecturer Department of Architecture and Department of Industrial Engineering at the UKMC is the space of concern in circulation quality. Problems because space is limited. The purpose of the research is to Analyze the problems of ergonomics in the workspace Faculty of Architecture and Engineering Industry, as evaluation in order to improve the quality of the Lecturer's room based on the comfort aspects of the motion, which is influenced by the aspects of ergonomics, which can give a contribution to the Catholic Musi Charitas of University and Musi Institution. The methods of research, i.e., the Method of mapping the behavior (behavioral mapping), which was applied in the form of sketches or graphics for an area, and the Method of analyzing the movement of the simulation by using the software The Sims 4. The results of the analysis are expected to improve the quality of the Lecturer's room that is ergonomic, i.e., the arrangement of circulation that is better.Keywords: the comfort of motion, ergonomics, space lecturer
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR KANONIK, Studi Kasus: Bangunan MEETT Toulouse Exhibition and Convention Centre, Perancis Akmal, Muhamad Faiz; Ashadi, Ashadi
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v14i2.4613

Abstract

Abstrak: Keteraturan pada sebuah desain arsitektur sangatlah penting. Hal tersebut sudah menjadi hal yang sudah umum sejak zaman dahulu hingga sekarang. Konsep arsitektur yang sangat berkaitan erat dengan keteraturan dan bentuk adalah konsep arsitektur kanonik. Konsep arsitektur kanonik memiliki ciri perancangan bentuk melalui kaidah-kaidah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitan ini adalah jenis metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode kualitatif deskrptif/naratif disini maksudnya adalah metode penelitian dimana peneliti melihat kondisi nyata objek penelitian yang akan diteliti secara tidak langsung untuk selanjutnya dilakukan analisis dengan dideskripsikan dengan bentuk narasi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran kondisi dari kenyataan yang sesuai dan terjadi pada konsep arsitektur kanonik. Hasil dari penelitian ini adalah bangunan studi kasus gedung konvvensi yaitu MEETT Toulouse Exhibition and Convention Centre memiliki ciri arsitektur kanonik yaitu Geometris, Modular, Kekokohan dan Estetika.Kata kunci: Arsitektur Kanonik, Keterarturan, Gedung KonvensiTitle: Application Of Canonic Architecture Concepts, Case Study: MEETT Toulouse Exhibition and Convention Center Building, France.Abstract: Regularity in an architectural design is very important. This has become a common thing since ancient times until now. Architectural concepts that are closely related to order and form are canonical architectural concepts. The concept of canonical architecture has the characteristic of designing forms by means of rules. The research method used in this research is a descriptive qualitative research method. Descriptive / narrative qualitative method here means a research method where the researcher sees the real condition of the object of research to be studied indirectly for further analysis described in narrative form. The purpose of this study is to provide a description of the conditions of reality that are appropriate and occur in the concept of canonical architecture. The result of this research is that the case study building of a convention building, namely MEETT Toulouse Exhibition and Convention Center, has canonical architectural features, namely geometric, modular, robustness and aesthetics.Keywords: Canonical Architecture, regularity, Convention Center
SIMULASI ALIRAN ANGIN PADA GEDUNG YOSEPH, KAMPUS UNIKA MUSI CHARITAS PALEMBANG Amin, Abdul Rachmad Zahrial
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v14i2.4608

Abstract

Abstrak: Aliran angin pada tingkat kawasan dibutuhkan untuk pemanfaatan penghawaan alami dalam gedung atau bangunan guna mencapai tingkat kenyamanan pengguna gedung sehingga produktifitas pengguna menjadi lebih baik. Aliran angin dipengaruhi oleh iklim setempat, musim dan tingkat kekasaran permukaan kulit bumi serta perbedaan tekanan udara. Hal ini dapat dijadikan konsep untuk merancang bangunan dengan pemanfaatan energi angin. Tentunya untuk maksimal penggunaan aliran angin juga dipengaruhi oleh bentuk jendela, arah bukaan jendela an besarnya bukaan jendela. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan arsitektur, hasil yang diperoleh diperoleh dari data primer dan sekunder yang di simulasikan dengan program Computational Fluids Dynamic (CFD). Hasil simulasi memperlihatkan bahwa aliran angin dari arah .lapangan bola (arah barat) melewati pepohonan dan menabrak dinding gedung Yoseph sehingga menimbulkan efek turbulen pada bagian atap yang memiliki kemiringan 30°.Kata kunci: Simulasi, aliran angin, Computational Fluids DynamicTitle: Simulation of Wind Flow at Yoseph Building Musi Charitas Catholic University Abstract: Wind flow at the area level is needed for the use of natural ventilation in buildings or buildings in order to achieve a level of comfort for building users so that user productivity becomes better. Wind flow is influenced by the local climate, seasons and the degree of roughness of the earth's crust as well as differences in air pressure. This can be used as a concept for designing buildings using wind energy. Of course, the maximum use of wind flow is also influenced by the shape of the window, the direction of the window opening and the size of the window opening. This study used a descriptive analysis method with an architectural approach, the results obtained were obtained from primary and secondary data simulated with the Computational Fluids Dynamic (CFD) program. The simulation results show that the wind flow from the direction of the ball field (west direction) passes through the trees and hits the wall of the Yoseph building, causing a turbulent effect on the roof which has a slope of 30 °.Keywords: Simulation, wind flow, Computational Fluids Dynamic
ARSITEKTUR INDISCHE EMPIRE ROEMAH MARTHA TILAAR, Gombong Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Widiari, Dyah Natalia Christ; Krismiyanto, Yosef Dwikora
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v14i2.4609

Abstract

Abstraksi: Warisan budaya yang ditinggalkan oleh bangsa Kolonial Belanda yang masih dapat terlihat hingga saat ini salah satunya berupa bangunan dengan berbagai macam tipologi dan tmenggunakan gaya arsitektur Kolonial Belanda. Tentunya, dalam pengaplikasian gaya arsitektur tersebut mempertimbangkan ketersediaan material dan keadaan lingkungan sekitar sehingga menghasilkan suatu karya akulturasi budaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik gaya arsitektur Indische Empire Roemah Martha Tilaar dan keoptimalan fungsi bangunan di masa sekarang dengan kondisi iklim yang kemungkinan sudah mengalami sedikit perbedaan dari dulu. Pemilihan objek penelitian berupa bangunan cagar budaya dengan tipologi Roemah Martha Tilaar Gombong dengan gaya arsitektur Indische Empire yang berlokasi di Jalan Sempor Lama Nomor 28 Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Metode pengumpulan data yang digunakan deksriptif kualitatif dengan cara observasi dan survey. Penggunaan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan riil di lapangan untuk menganalisis keoptimalan fungsi bangunan Roemah Martha Tilaar.Kata kunci: Arsitektur Indische Empire, Roemah Martha Tilaar, langgam arsitekturTitle: Indische Empire Architecture Roemah Martha Tilaar: Gombong Kebumen Regency, Central JavaAbstract: One of the cultural heritage left by the Dutch colonial people that can still be seen today is a building with various typologies and using the Dutch Colonial architectural style. Of course, in applying this architectural style, consider the availability of materials and the surrounding environment's conditions to produce a work of cultural acculturation. This research was conducted to determine the characteristics of the Indische Empire Roemah Martha Tilaar architectural style and the optimal function of the building in the present with climatic conditions that may have experienced a slight difference from the past. The research object was selected in a cultural heritage building with the Roemah Martha Tilaar Gombong typology with the Indische Empire architectural style located on Jalan Sempor Lama Number 28 Gombong, Kebumen, Central Java. The data collection method used is descriptive qualitative utilizing observation and survey. The qualitative descriptive method is used to describe the real situation in the field and to analyze the optimal function of the Roemah Martha Tilaar building.Keywords: Indische Empire architecture, Roemah Martha Tilaar, architecture style

Page 1 of 1 | Total Record : 7