cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Arsitektur KOMPOSISI
ISSN : 14116618     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur KOMPOSISI adalah wadah menghimpun dan mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dan konsep-konsep ilmiah serta pengetahuan dalam bidang arsitektur dan lingkungan buatan berwujud artikel yang ditulis berdasarkan penelitian: artikel hasil penelitian, artikel tentang ide-ide (gagasan konseptual), tinjauan tentang proses penelitian, tinjauan buku-buku baru, paparan tokoh arsitek dan pemikirannya, serta karya ilmiah lain yang berhubungan dengan fenomena arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi" : 5 Documents clear
OPTIMALISASI PENGHAWAAN ALAMI RUSUNAWA BERTINGKAT TINGGI PASKA PANDEMI Suwarno, Natalia; Prayitno, Budi
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 15, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v15i1.4769

Abstract

Abstrak: Kepadatan penduduk di Indonesia karena terjadinya pertumbuhan jumlah penduduk, khususnya di Jakarta memicu pembangunan gedung hunian bertingkat tinggi untuk memaksimalkan penangkap nilai lahan. Pembangunan berimbang didengungkan untuk mengimbangi kebutuhan dan menumbuhkan daya beli masyarakat dengan memberi pilihan perumahan yang terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah. Rusunawa merupakan salah satu turunan dari kebijakan rumah berimbang, yaitu dari kebijakan KotaKU untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Awal tahun 2020 dihebohkan dengan munculnya kasus pertama COVID-19 di Indonesia sehingga menyebabkan perubahan pada pola kehidupan, tidak terkecuali di Rusunawa. Perubahan pola kehidupan dari hunian horizontal ke hunian vertikal membutuhkan adaptasi dari penghuni dan adanya COVID-19 ini menyebabkan bertambahnya variabel penyebab perubahan pola kegiatan dalam hunian. Kegiatan bersama dalam bangunan perlu diawasi untuk mengurangi kepadatan sehingga dapat mengurangi kemungkinan penularan dalam bangunan/terjadinya kluster baru. Virus COVID-19 ini penularannya diketahui utamanya melalui droplet dan dibawa angin dan apabila penghawaan dalam ruang kurang baik akan menyebabkan virus ini mudah menyebar. Karena rusunawa menurut standar diharuskan untuk menggunakan penghawaan alami, dalam perancangan perlu dipikirkan cara memaksimalkan penggunaan penghawaan alami. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui cara identifikasi kepadaatan dalam ruang dengan space syntax dan pengaruh pengahwaan alami dalam mitigasi COVID-19 dalam bangunan rusunawa bertingkat tinggi.Kata kunci: penghawaan alami, kepadatan dalam ruang, COVID-19Abstract: Population density in Indonesia due to the population growth, especially in Jakarta, triggered the construction of high-rise residential buildings to maximize land value capture. Balanced development is buzzed to offset the needs and grow the community's purchasing power by providing affordable housing options for the lower middle class. Rusunawa is one of the derivatives of balanced housing policy, namely from Kotaku policy, to meet these needs. The beginning of 2020 was horrendous with the emergence of the first case of COVID-19 in Indonesia, causing changes in life patterns, not least in rusunawa. Changes in life patterns from horizontal to vertical settlements require adaptation from residents, and the presence of COVID-19 leads to increasing variables causing changes in activity patterns in the settlement. Joint activities in buildings need to be supervised to reduce density to reduce the possibility of transmission in buildings/occurrence of new clusters. The COVID-19 virus is mainly transmitted through droplets and carried by the wind, and if the air conditioning in the room is not good, it will cause the virus to spread quickly. Because rusunawa, according to standards, is required to use natural air conditioning, in design, it is necessary to think about how to maximize the use of natural air conditioning. This paper aims to find out how to identify the nature of space with space syntax and the influence of natural awareness in the mitigation of COVID-19 in high-rise rusunawa buildings. Keywords: natural ventilation, indoor density, COVID-19
MODEL PENGEMBANGAN DAN PERLINDUNGAN KONSTRUKSI BAMBU PASCA BENCANA, STUDI KASUS: HUNTARA SUDIMORO, GEREJA ST. YAKOBUS BANTUL, MASJID JUMOYO MUNTILAN Pradipto, Eugenius
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 15, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v15i1.4770

Abstract

Abstrak: Indonesia terletak di antara dua benua, yaitu Asia dan Australia dan dua Samudra, yaitu Hindia dan Pasifik. Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana, seperti gunung berapi, gempa tektonik, banjir, dan tanah longsor. Kesiapan bangunan sementara untuk korban bencana masih kurang dapat memenuhi kebutuhan dan juga kuran dapat cepat dalam pembangunan. Bamboo merupakan pilihan utama untuk bangunan pasca bencana karena mudah didapat dan mudah dikerjakan. Namun banyak kualitas bangunan huntara bambu banyak yang tidak dihuni karena kurang layak huni. Untuk itu diperlukan peningkatan kualitas konstruksi juga nilai fungsinya supaya penghuni tidak menjadi korban kedua dari bangunannya, dengan memperhatikan standart minimum konstruksi yang baik rumus 4S+1D yaitu stabil, strenght, safe, sinergi dan durability. Contoh model pengembangan bangunan dan perlindungan konstruksi pada Huntara bambu di atas sawah, Gereja St. Yakobus Bantul, dan Mushola di tengah sawah.Kata kunci: Pasca Bencana, Konstruksi, Bambu, HuntaraTitle: Development and Protection Model of Post-Disaster Bamboo Construction, Abstract: Indonesia is located between two continents, namely Asia and Australia, and two oceans, the Indian and Pacific Oceans. Region Indonesia is a disaster-prone area, such as volcanoes, tectonic earthquakes, floods, and landslides. The readiness buildings against disasters still do not meet the standards of good construction. Post-disaster shelter building with bamboo material already many tried to cope with the disaster because the bamboo material is easily available and easy to do. Quality of bamboo shelters, many unoccupied for less livable. It is necessary for improved functioning of shelters by taking into account the minimum standards of good construction, 4S + 1D formula that is stable, strong, safe, synergies, and durable. If building shelters already have a foundation of good construction, the shelter would be uninhabitable and last a long time: Examples Bamboo church buildings, Huntara, and Mushola in the middle of rice fields.Keywords: Post-disaster, Construction, Bamboo, Temporary shelter 
KARAKTERISTIK POLA PENATAAN RUANG DALAM SHOPHOUSE DI KAWASAN PECINAN BAGANSIAPIAPI, RIAU Rangkuty, Gladies Imanda Utami
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 15, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v15i1.5168

Abstract

Abstrak: Kawasan pecinan pada suatu wilayah identik dengan keberadaan shophouse sebagai sebuah identitas. Shophouse di kawasan Pecinan Bagansiapiapi merupakan salah satu kawasan yang bersinggungan dengan kawasan perdagangan berciri akulturasi budaya Cina dan Melayu. Penggunaan kata ruang pada shophouse di Bagansiapiapi untuk memperjelas perbedaan karakteristik penataan pola ruang dengan shophouse pada umumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretive historical research dalam melihat karakteristik pola penataan ruang pada objek penelitian, mencakup tata ruang, orientasi, sirkulasi, hubungan dan hirarki ruang. Tujuan dalam melihat karakteristik diperoleh dengan mengolah dan memproses tata ruang pada shophouse berdasarkan 3 modul tipologi pada kawasan Bagansiapiapi yang di pilih dengan pendekatan snowball sampling. Hasilnya, ditemukan karakteristik pola penataan ruang dalam Shophouse di kawasan Bagansiapiapi dirancang terutama dalam memenuhi aspek fungsionalitas. Hal ini terlihat dengan lorong yang menghubungkan antara bangunan inti dan bangunan servis. Temuan yang terdapat pada pola penataan ruang dalam shophouse di Bagansiapiapi tidak memiliki Courtyard di tengah ruang dalam, namun Altar sebagai ruang sakral tetap dipertahankan dengan fungsi sebagai tempat ibadah dan identitas penghuni.Kata kunci: Karakteristik Ruang, Shophouse, Bagansiapiapi, Interpretive Historical Research Title: Characteristics of Spatial Patterns in Shophouses in Chinatown Area of Bagansiapiapi, RiauAbstract: The Chinatown area in an area is identical to the existence of shophouses as an identity. Shophouses in the Chinatown area of Bagansiapiapi are one of the areas that intersect with a trading area that has acculturated Chinese and Malay cultures. The use of the word space in the shophouses in Bagansiapipi is to clarify the differences in the characteristics of its spatial arrangement with shophouses in general. This study uses a historical interpretation approach in looking at the characteristics of the spatial pattern found in the object of research which includes spatial planning, orientation, circulation, and relationships and hierarchies in space. The purpose of looking at these characteristics is obtained by processing and processing the spatial layout of the shophouse three typology modules in the Bagansiapiapi area, which was selected with a snowball sampling approach. Greetings, it is known that the characteristics of the spatial planning pattern in the Ruko in the Bagansiapiapi area are designed to fulfill the functionality aspect. This can be seen in the hallway that is connected between the main building and the service building. The findings found in the pattern of spatial planning in shophouses in Bagansiapiapi do not have a courtyard in the middle of the interior space, but the Altar as a sacred space is maintained with the function of a place of worship and the identity of the occupants.Keywords: Spatial Characteristics, Shophouse, Bagansiapiapi, Interpretive Historical Research 
AKULTURASI ARSITEKTUR PADA GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ) MANAHAN SURAKARTA Kesumasari, Diana; Anjarwulan, Sidha Pangesti
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 15, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v15i1.5169

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi akulturasi arsitektur yang terjadi di dalam Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan Surakarta dengan penekanan pada relasi bentuk, fungsi dan makna bangunan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, analitis dan interpretatif berdasarkan hasil studi di lapangan. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah aspek bentuk, fisik dan makna. Hasil pada penelitian ini adalah 1) arsitektur tradisional Jawa dan arsitektur gereja secara signifikan mempengaruhi wujud arsitektur GKJ Manahan Surakarta, 2) akulturasi arsitektur pada GKJ Manahan Surakarta diwujudkan dengan cara mengadaptasi bentuk dari arsitektur tradisional Jawa yang mempunyai kesamaan makna dengan arsitektur gereja, yaitu kesakralan ruang yang membantu jemaat untuk merasakan kehadiran Tuhan di dalam gereja, dan 3) akulturasi arsitektur yang terjadi tidak membuat GKJ Manahan Surakarta meninggalkan jati diri sebagai bangunan gereja yang dalam pelayanan ibadahnya tetap menggunakan tata cara/ liturgi yang sama dengan Gereja Kristen Jawa lainnya. Kata Kunci: akulturasi arsitektur, Gereja Kristen Jawa, bentuk, fungsi, maknaTitle: Architectural Acculturation in the Javanese Christian Churches (GKJ) Manahan Surakarta: Emphasis on the Building's Form, Function, and MeaningAbstract: The aim of this research is to investigate the architectural acculturation that occurred in the Javanese Christian Church (GKJ) Manahan Surakarta with an emphasis on the relationship of form, function and meaning of the building. The methodology used in this research is descriptive, analytical and interpretive based on the results of field studies. The indicators used in this research are the aspects of form, function and meaning. The results of this research are 1) the architectural form of GKJ Manahan Surakarta is substantially influenced by Javanese traditional architecture and church architecture, 2) architectural acculturation at GKJ Manahan Surakarta is achieved by adapting the traditional Javanese architecture forms that have the same meaning as church architecture, namely the sacredness of space that allows the congregation to feel God's presence in the church, and 3) the architectural acculturation that occurs does not cause GKJ Manahan Surakarta to lose its identity as a church building that uses the same liturgical procedures as other Javanese Christian churches in its worship services.Keywords: architecture acculturation, Javanese Christian Church, form, function, meaning
SIMBIOSIS DULU DAN KINI PADA PERANCANGAN FASAD GEDUNG LASIK RUMAH SAKIT MATA UNDAAN SURABAYA Fitriyanto, Dominikus Aditya
Jurnal Arsitektur Komposisi Vol 15, No 1 (2021): Jurnal Arsitektur Komposisi
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jars.v15i1.5170

Abstract

Abstrak: Rumah Sakit Mata Undaan adalah salah satu dari beberapa rumah sakit tertua di Surabaya yang masih beroperasi dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Kebutuhan ruang rumah sakit yang bertambah seiring dengan perkembangan jaman menuntut adanya perkembangan dan penambahan ruang, salah satunya berupa pembangunan gedung Lasik Center. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan fasad gedung baru agar selaras dengan fasad cagar budaya. Arsitektur simbiosis digunakan sebagai pendekatan untuk menemukan rancangan fasad yang mengkombinasikan unsur dulu dan kini. Metode penelitian yang digunakan adalah pattern based framework untuk mendapatkan tipologi elemen fasad dari bangunan cagar budaya. Hasil penelitian ini adalah rancangan fasad gedung Lasik Center dengan gaya arsitektur kolonial tropis yang dipadukan dengan gaya modern. Hasil penelitian diharapkan mampu menambah kajian mengenai arsitektur simbiosis dalam perancangan fasad rumah sakit yang selama ini belum banyak dikembangkan.Kata kunci: RS Mata Undaan, simbiosis, fasad, cagar budayaTitle: symbiosis of past and present in façade design of lasik building at undaan eye hospital surabayaAbstract: Undaan Eye Hospital is one of the oldest hospitals in Surabaya that is still running and served as heritage building. Increasing needs of hospital space demands for the new building development and additional space, which is new Lasik Center building. This study aims to achieve the harmony of the facade design between the new building and the heritage one. Symbiotic architecture is used as an approach to find facade designs that combine past and present elements. The research method used is a pattern-based framework to obtain a typology of facade elements from cultural heritage buildings. The results of this study are the facade design of the Lasik Center building with a tropical colonial architectural style combined with a modern style. The results hopefully can be an addition to the study of symbiotic architecture in the design of hospital facades, which so far have not been widely developed.Keywords: RS Mata Undaan; symbiosis; facade; heritage building

Page 1 of 1 | Total Record : 5