cover
Contact Name
Dewi Muliyati
Contact Email
dmuliyati@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dmuliyati@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika
ISSN : 24610933     EISSN : 24611433     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika (JPPPF) is dedicated to all physics education practitioners. The coverage of JPPPF includes: experimental research, action research, qualitative research, quantitative research, and development research (model, media, and learning evaluation) aimed to improving the quality and building innovation in Physics Education.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian " : 18 Documents clear
Back Matter JPPPF Volume 1 Nomor 1, Juni 2015 Editor JPPPF
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.901 KB) | DOI: 10.21009/1.011111

Abstract

Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Web Menggunakan Pendekatan Guided Discovery Learning Sherly Kalatting; Vina Serevina; I Made Astra
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.86 KB) | DOI: 10.21009/1.01101

Abstract

AbstractThe development of physics web based approach using a guided discovery learning has done on SMAK 5 Penabur at XI science class from March until May 2015. Development of the model is based on Borg & Gall with comparative descriptive data. Development of this web-based physical media is expected to assist students in understanding the substance of Physics in 2013 curriculum. After passing through the planning process, judicial review by experts of material and test media by media experts, the revision, the product tested on students are welcomed. Similarly, when disseminated to teachers. Web-based learning media is considered to overcome the limitations of the learning process and can facilitate the learners in understanding physics.Keywords: web-based, Guided Discovery Learning, development researchAbstrakPengembangan media pembelajaran fisika berbasis web menggunakan pendekatan Guided Discovery learning telah dilakukan di SMAK 5 Penabur untuk kelas XI IPA pada bulan Maret sampai Mei 2015. Pengembangan yang digunakan mengacu pada model Borg & Gall dengan data deskriptif komparatif. Pengembangan media fisika berbasis web ini diharapakan dapat membantu siswa dalam memahami substansi Fisika pada kurikulum 2013. Setelah melewatiproses perencanaan, uji materi oleh ahli materi, dan uji media oleh ahli media, revisi, produk diujicobakan pada peserta didik dengan hasil baik. Begitu pula ketika disosialisasikan ke guru se-Penabur. Media pembelajaran berbasis web dinilai dapat mengatasi keterbatasan pada proses belajar mengajar dan dapat memfasilitasi peserta didik dalam memahami materi fisika.Kata-kata kunci : Berbasis Web, Guided Discovery learning, penelitian pengembangan
Model Pembelajaran Problem Based Instruction untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Adam Malik
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.462 KB) | DOI: 10.21009/1.01102

Abstract

AbstractThis research aims to increase student mastery of concepts, mastery of science process skills increase student mastery of concepts and relationships of students with his science process skills as applied to problem based learning model instruction in Basic Physics courses. The method used was quasi-experimental. The instrument used consisted of tests mastery of concepts and observation sheet for observing the mastery of science process skills. Subjects were students of the second semester of Chemical Education study program 2012/2013 forces were attending basic physics consists of two classes of 80 students with a number of people. The sample was selected using sampling techniques saturated. The results show there is an increasing mastery of the concept of the N-gain of 0.33 with moderate interpretation, an average of 82.28 students process skills with excellent interpretation and the relationship between student mastery of concepts and skills of its scientific processes (rxy) at a very low 0,042 to interpretation so neglectful. It can be concluded that problem based learning model instruction can improve mastery of concepts and science process skills of students in Basic Physics courses.Keywords: Problem based instruction, mastery of concepts, science process skillsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa, penguasaan keterampilan proses sains mahasiswa dan hubungan peningkatan penguasaan konsep mahasiswa dengan keterampilan proses sainsnya setelah diterapkan model pembelajaran problem based instruction pada mata kuliah Fisika Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes penguasaan konsep dan lembar observasi untuk mengamati penguasaan keterampilan proses sains. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester II prodi Pendidikan Kimia angkatan 2012/2013 yang mengontrak mata kuliah Fisika Dasar, terdiri dari dua kelas dengan jumlah mahasiswa 80 orang. Sampel yang terpilih menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan penguasaan konsep dengan N-gain sebesar 0,33 dengan interpretasi sedang, ratarata keterampilan proses mahasiswa sebesar 82,28 dengan interpretasi baik sekali dan hubungan antara penguasaan konsep mahasiswa dan keterampilan proses sainsnya (rxy) sebesar 0,042 dengan interpretasi sangat rendah sehingga diabaikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based instruction dapat meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains mahasiswa pada mata kuliah Fisika Dasar.Kata-kata kunci: Problem based instruction, penguasaan konsep, keterampilan proses sains
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA Izzah Imaniyah; Siswoyo Siswoyo; Fauzi Bakri
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.747 KB) | DOI: 10.21009/1.01103

Abstract

AbstractThis research aimed to know the effect of Learning Cycle 7E towards student’s study result. The research is conducted in the 107 Senior High School Jakarta. The subjects are students of 11th grade of Science 2 as experiment class (Learning Cycle 7E) and Science 3 as control class (5M Cycle). The research is about Dynamic Fluid concept. The method and design are Quasi Experimental and Nonequivalent Control Group Design. The instrument of study result is multiple choice in cognitive area. The result of normality test by Chi Square showed distributions of data is normal. The result of homogenity test by F-test showed the class is homogen. Hyphothesis test used t-test with α = 0,05 and dk = 65. The result are tvalue = 4,994 and ttable = 1,671, so tvalue > ttable, so there is positive effect of Learning Cycle 7E toward study result of 11th grade.Keywords: learning model, learning cycle 7E, study resultAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap hasil belajar fisika. Sampel dari penelitian ini adalah siswa SMAN 107 Jakarta yaitu XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen (Learning Cycle 7E) dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol (siklus 5M). Penelitian dilakukan dalam pembelajaran konsep Fluida Dinamis. Metode dan desain yang digunakan adalah quasi eksperimen dan Nonequivalent Control Group Design. Instrumen hasil belajar berupa tes pilihan ganda dalam ranah kognitif yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Hasil perhitungan normalitas data dengan menggunakan Chi Kuadrat diperoleh data kedua kelompok terdistribusi normal. Hasil perhitungan homogenitas dengan menggunakan uji F diperoleh data kedua kelompok homogen. Uji hipotesis menggunakan uji t dengan taraf signifikansi α = 0,05 dan dk = 65. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 4,994 dan ttabel = 1,671, yang berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA pada taraf signifikansi 5%.Kata-kata kunci: model pembelajaran, siklus belajar 7E, hasil belajar
Penerapan Five Stage Conceptual Teaching Model untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Konsistensi Ilmiah pada Siswa SMA Resta Krishnayanti; Selly Feranie; I Made Padri
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.47 KB) | DOI: 10.21009/1.01104

Abstract

AbstractFive Stage Conceptual Teaching Model has been applied to improve learning achievement and scientific consistency of the static fluid material. Material fluid static decomposed into 8 subconcepts ie, the hydrostatic pressure (the relationship with depth), the hydrostatic pressure (the relationship of density), the principal legal hydrostatics, the principle of Pascal, buoyancy,floating, floating and sinking, surface tension, and capillarity. The method used is one group pretest-posttest design with a sample of one class X of SMAN 9 Bandung consisting of 36 students. Unuk form of a test used to measure scientific consistency is using Three Tier Test based multi representasion where each theme using 3 different representations, namely verbal,images, and mathematical. The tests used to measure student achievement using a multiplechoice test. Results from this study were obtained value gain (<g>) scientific consistency of 0.53 which are in the moderate category and value gain (<g>) the learning achievement of 0.69 and be in the medium category. The highest increase in the number of students who are in the scientific consistency sub concept of hydrostatic pressure. This is because during the learning process of students conduct experiments on these concepts so that students explore their own knowledge and students use many representations. While the lowest increase is in sub concept of floating, floating and sinking.Keywords: scientific consistency, academic achievement, Five Stage Teaching Conceptual,Three Tier TestAbstrakFive Stage Conceptual Teaching Model telah diterapkan untuk meningkatkan prestasi belajar dan konsistensi ilmiah pada materi fluida statis. Materi fluida statis diuraikan ke dalam 8 subkonsep yaitu, tekanan hidrostatis (hubungan dengan kedalaman), tekanan hidrostatis (hubungan dengan massa jenis), hukum pokok hidrostatika, prinsip Pascal, gaya apung,terapung, melayang, dan tenggelam, tegangan permukaan, dan kapilaritas.Metode penelitian yang digunakan yaitu one group pre test-post test design dengan sampel salah satu kelas X di SMAN 9 Bandung yang terdiri dari 36 siswa. Bentuk tes yang digunakan unuk mengukur konsistensi ilmiah adalah menggunakan Three Tier Test berbasis multirepresentasi dimana setiap tema menggunakan 3 representasi yang berbeda, yaitu verbal, gambar, dan matematis. Tes yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa menggunakan tes pilihan ganda. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai gain (<g>) konsistensi ilmiah sebesar 0,53 yang berada dalam kategori sedang dan nilai gain (<g>) prestasi belajar sebesar 0,69 dan berada dalam kategori sedang. Peningkatan jumlah siswa paling tinggi yang konsistensi ilmiah berada pada sub konsep tekanan hidrostatis. Hal ini dikarenakan saat proses pembelajaran siswa melakukan percobaan mengenai konsep-konsep tersebut sehingga siswa menggali sendiri pengetahuannya dan siswa menggunakan banyak representasi. Sedangkan peningkatan paling rendah ada pada sub konsep terapung, melayang, dan tenggelam.Kata-kata kunci: konsistensi ilmiah, prestasi belajar, Five Stage Conceptual Teaching, ThreeTier Test
Pengaruh Pendekatan Multi Representasi dalam Pembelajaran Fisika Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa SMA Laras Widianingtiyas; Siswoyo Siswoyo; Fauzi Bakri
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.433 KB) | DOI: 10.21009/1.01105

Abstract

AbstractThe aim of this research is to know the effect of multiple representations approach in teaching physics towards cognitive ability of senior high school students. Multiple representations have five advantages such 1) Accomodate the difference of intelligence capabilities, 2)Visualization of brain, 3) Help to construct other forms of representation, 4) Some of representations are useful for qualitative reasoning, and 5) Abstract mathematical representation is used to qualitative reasoning. The multiple representations which are used in this research are verbal representation, visual representation and mathematical representation. The research was carried out using a quasi-experimental methode with non-randomized control group pretest-posttest design. The sample was taken by purposive sampling technique. This research was conducted at SMAN 7 Bekasi with the subject of the research are studenst of X MIA 3 as the experimental class and the X MIA 1 as the control class. Data collection techniques were a multiple choice objective test to determine students’s cognitive abilities. The cognitive abilities that will be examinde according to Anderson taxonom. Based on the result of hypothesis test ( test - T ) with a significance level of 5 % and dk = 86 obtained tcount at 6.11 and ttable at 1.671, so that it can be seen that Ho is refused and H1 is accepted . It can be concluded that the multiple representation approach give a positive effect on students' cognitive abilities.Keywords: multiple representations approach, cognitive ability, Anderson taxonomyAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan multi representasi dalam pembelajaran fisika terhadap kemampuan kognitif siswa SMA. Pendekatan multirepresentasi memberikan 5 manfaat, yaitu 1) Mengakomodasi kemampuan intelegensi yang berbeda; 2) Visualisasi bagi otak; 3) Membantu mengkonstruksi bentuk lain dari representasi; 4) Beberapa representasi berguna untuk penalaran kualitatif; dan 5) Representasi matematik yang abstrak digunakan untuk penalaran kuantitatif . Multirepresentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah representasi verbal, representasi visual dan representasi matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonrandomized control group pretestposttest. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 7 Bekasi dengan subjek penelitian siswa kelas X MIA 3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X MIA 1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes objektif pilihan ganda untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa. Adapun kemampuan kognitif yang akan diteliti menurut taksonomi Anderson. Berdasarkan hasil uji hipotesis (uji-T) dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 86 didapatkan nilai thitung sebesar 6,11 dan ttabel sebesar 1,671 sehingga dapat diketahui bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan multi representasi memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan kognitif siswa.Kata-kata kunci: Pendekatan Multirepresentasi, Kemampuan Kognitif, Taksonomi Anderson
Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran Koperatif Tipe Investigasi Kelompok untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Fisika Kelas X: Penelitian Tindakan Kelas Septian Efendi; Irwan Koto
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.452 KB) | DOI: 10.21009/1.01106

Abstract

AbstractThis paper addresses how to plan and implement the Group Investigation (GI) in an attempt to enhance the efectiveness of physics learning. It reports research with 30 Year-10 high school students studying temperature and heat transfer, during which the researchers employed a participatory action research approach. The research tools used to achieve the research aim were the written test, observations of teacher and student activities. To assess the students’ performance, a written test was administered following the validity and realibility of item test. Of 24 items was tried out, 18 items were valid with Cronbach Alpha reliabilities > 0.70. The teacher roles in learning activities were evaluated by using the classroom observation protocols conducted by three observers with ICC coefficient varrying above 0.71 to below 0.54. The results suggest that the GI instructional strategy can contribute positively to the efectiveness of physics learning (1) in terms of students’ performance on the test, and (2) by adaptating stage 1 (identifying the topics) and stage 2 (planning the investigation).Keywords: Group investigation, the efectivenss of physics learning.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran fisika di kelas Xd SMA Negeri 6 Kota Bengkulu melalui perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran koperatif tipe investigasi kelompok. (GI) yang melibatkan 30 siswa dan tiga pengamat. Penelitian tindakan partisipatori dilaksanakan dengan indikator efektifitas pembelajaran adalah daya serap dan ketuntasan belajar. Instrumen penelitian terdiri dari tes hasil belajar serta lembar observasiguru dan siswa. Melalui analisis butir tes, 18 butir tes diketahui valid dengan koefisien Alpha Cronbach >0,70. Lembar observasi guru dan siswa digunakan untuk menentukan efektivitas pembelajaran dengan koefisien ICC antar tiga pengamat (0,54) siklus I dan koefisien ICC (0,71) siklus II. Validasi internal dilakukan melalui Triangulasi. Simpulan menunjukkan bahwa model pembelajaran GI dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran fisika: (1) ditinjau daya serap dan ketuntasan belajar; dan (2) melalui modifikasi model pembelajaran koperatif tipe GI pada tahap menetapkan topik permasalahan (Tahap-1) dan merencanakan penyelidikan (Tahap-2).Kata-kata kunci: Investigasi kelompok, Efektivitas pembelajaran fisika.
Pengembangan Modul Berbasis Discovery-Inquiry untuk Fisika SMA Kelas XII Semester 2 Upik Rahma Fitri; Desnita Desnita; Erfan Handoko
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.963 KB) | DOI: 10.21009/1.01107

Abstract

AbstractResearch aimed at developing the Discovery Inquiry-based module for high school physics class XII second half of this is a study that is based on that of high school students has not yet fully meet the needs of adequate facilities. The method used is a method of research and development. In the implementation of the study outlines the development of research carried out in two stages: Theoretical and Empirical. The result of this research is a module that has been developed and can be used by high school students or equivalent that will conduct independent study about the physics of atomic nuclei and radioactivity. From the results of the validation test results were obtained expert grouped into three, namely the assessment of media experts at 81%, 83.6% material experts, and validation of professional teachers with the results of 90%. Implementation of modules in SMAN 9 Jakarta indicate that the module has been able to boost the students' cognitive value with an increase of 10.23 points. Based on the results of this study concluded that, modules developed that is based Discovery Inquiry has met the criteria so that modules can be used in self-learning.Keywords: Learning, Modules, Development, Discovery InquiryAbstrakPenelitian yang bertujuan mengembangkan Modul berbasis Discovery Inquiry untuk fisika SMA kelas XII semester 2 ini merupakan penelitian yang didasarkan bahwa siswa SMA belum sepenuhnya mendapat fasilitas pemenuhan kebutuhan yang mencukupi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development). Dalam pelaksanaan penelitian secara garis besar penelitian pengembangan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu Teoritik dan Empiris. Hasil penelitian ini adalah sebuah modul yang sudah dikembangkan dan dapat digunakan oleh siswa SMA atau sederajat yang akan melakukan pembelajaran fisika secara mandiri tentang inti atom dan radioaktivitas. Dari hasil uji validasi ahli didapatkan hasil yang dikelompokan menjadi 3 yaitu penilaian dari ahli media sebesar 81%, ahli materi sebesar 83,6%, dan validasi guru profesional dengan hasil 90%. Implementasi modul di SMAN 9 Jakarta menunjukkan bahwa modul telah mampu menigkatkan nilai kognitif siswa dengan peningkatan sebesar 10,23 point. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, modul yang dikembangkan yaitu berbasis Discovery Inquiry telah memenuhi kriteria modul sehingga dapat digunakan pada pembelajaran mandiri.Kata-kata kunci: Pembelajaran, Modul, Pengembangan, Discovery Inquiry
Rancang Bangun Virtual Laboratory Pemuaian untuk SMP Novi Nurhayati; Ijang Rohman
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.554 KB) | DOI: 10.21009/1.01108

Abstract

AbstractThis paper describes the development of Virtual Laboratory for simulation lab expansion (VLExpansion) at Junior High School (SMP). The reason of building VL- Expansion is the demands science teaching in the schools which are able to construct mastery of concepts and critical thinking skills within an effective and an efficient. Based on the preliminary studies in several junior high school in Bandung found that: 1) the number of tools to support theexpansion practicum available in laboratories is still limited, 2) practical implementation of such material is infrequency performed, while the practical implementation can build mastery of concepts and critical thinking skills. On the other hand, schools (SMP) have a lots of the computer lab facilities. Nevertheless, in fact it was never done for the science lab. The development steps were conducted, there were: 1) analysis of the concept and indicators ofcritical thinking skills, 2) analysis of the working principle Muschenbroek, 3) extracting the fundamental concepts and phenomena of expansion for various metals, 4) design prototypes VL- Expansion. Thus, the results of the test to the teachers revealed that the VL-Expansion is feasible to be used to construct mastery of concepts and critical thinking skills junior high school students.Keywords: design, virtual laboratory, expansionAbstrakMakalah ini memaparkan pengembangan Virtual Laboratory untuk simulasi praktikum pemuaian (VL-Pemuaian) di Sekolah Menengah Pertama (SMP). VL-Pemuaian dibangun karena kebutuhan dalam pembelajaran IPA di sekolah yang mampu membangun penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis yang efektif dan efisien. Berdasarkan studi pendahuluan di beberapa SMP di kota Bandung diperoleh bahwa: 1) jumlah alat untuk mendukung praktikum pemuaian yang tersedia di laboratorium masih terbatas, 2) pelaksanaan praktikum untuk materi tersebut jarang dilakukan, sedangkan pelaksanaan praktikum dapat membangun penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis. Di sisi lain, sekolah-sekolah (SMP) sudah banyak yang memiliki fasilitas laboratorium komputer. Namun kenyataannya tidak pernah dilakukan untuk praktikum IPA. Langkah pengembangan yang dilakukan meliputi: 1) analisis konsep dan indikator keterampilan berpikir kritis, 2) analisis prinsip kerja Muschenbroek, 3) penggalian konsep dasar dan fenomena pemuaian untuk berbagai logam, 4) rancang bangun prototipe VL-Pemuaian. Dari hasil uji coba pada guru diperolah hasil bahwa VL-Pemuaian ini layak untuk digunakan untuk membangun penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa SMP.Kata-kata kunci: rancang bangun, virtual laboratory, pemuaian
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Dinamika Gerak Partikel Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Project Based Learning Vina Serevina; Dewi Muliyati
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.444 KB) | DOI: 10.21009/1.01109

Abstract

AbstractThis study aims to determine improving student learning outcomes in learning physics by applying the Project Based Learning Model with Planning phases (planning), Creating (creation or implementation), and processing. The object of this research is the students of class X MIPA 3 SMA Negeri 68 Jakarta with 37 students. The research method used is Classroom Action Research with Model Chemish & Mc.Taggart which are the phases: planning (planning), action (acting), observation (observing) and reflection (reflecting), in collaboration with the teacher of the class. The study was conducted by two cycles, the first cycle consisted of two meetings, in the second cycle two meetings, too. Data collection been done from the results of Physics of student learning, interviews and field notes. The results of this research with the achievements in materials physics of Dynamics Motion Particle, respectively in the first cycle: Average of Affective score: Scientific Attitude and motivation of students is not optimal, Average of Cognitive score of Students: 43.7 and Average of Psychomotor score of student: 45.3. Results in cycle 1 is still below The Minimum Criteria Score for completeness (KKM) in Physics of SMAN 68 Jakarta = 75. In Cycle II: Average Affective score of students: Attitudes Scientific is high score with the student response was quick and student motivation was optimal with high residual enthusiasm, Average Cognitive score of student: 84.5 and Average Psychomotor score of students: 83.5. The result of this research showed that by applying the Project Based Learning Model can improve student learning outcomes (affective, cognitive and Psychomotor).Keywords: Project Based Learning Model, Result Study of Physics.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning dengan tahapan Planning (perencanaan), Creating (mencipta atau implementasi), dan Processing (pengolahan). Objek penelitian adalah siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 68 Jakarta sebanyak 37 siswa. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian tindakan kelas Model Kemis & Mc.Taggart dngan tahap: perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting), yang berkolaborasi dengan guru pengajar di kelas. Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus, pada siklus pertama terdiri dari dua kali pertemuan, pada siklus kedua dua kali pertemuan. Metode pengumpulan data dengan hasil belajar siswa, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini dengan capaian pada materi Fisika Dinamika Gerak Partikel, secara berturut-turut pada siklus I: Nilai Afektif Rata-rata: Sikap Ilmiah dan Motivasi siswa belum optimal, Nilai Kognitif Siswa rata-rata: 43.7 dan Nilai Naskah diterbitkan: 30 Juni 2015 DOI: doi.org/10.21009/1.01109 JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Volume 1 Nomor 1, Juni 2015p-ISSN: 2461-0933 | e-ISSN: 2461-1433 Halaman 62 e-Jurnal: http://jpppf.fisika-unj.ac.id Psikomotor siswa rata-rata: 45,3. Hasil pada siklus 1 masih di bawah Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Fisika SMAN 68 Jakarta = 75. Pada Siklus II: Nilai Afektif Rata-rata: Sikap Ilmiah yang tinggi dengan respon yang siswa cepat dan Motivasi siswa sudah optimal dengan antusiasme sisa yang tinggi, Nilai Kognitif Siswa rata-rata Hasil Test: 84.5 dan Nilai Psikomotor siswa rata-rata: 83.5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa (aspek afektif, kognitif dan Psikomotornya).Kata-kata kunci : Model pembelajaran Project Based Learning, Hasil Belajar Fisika.

Page 1 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 1 (2022): [Online First] JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volu Vol 7 No 2 (2021): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 7 Issue 2, D Vol 7 No 1 (2021): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 7 Issue 1, J Vol 6 No 2 (2020): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 6 Issue 2, D Vol 6 No 1 (2020): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 6 Issue 1, J Vol 5 No 2 (2019): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 5 Issue 2, D Vol 5 No 1 (2019): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 5 Issue 1, J Vol 4 No 2 (2018): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 4 Issue 2, D Vol 4 No 1 (2018): JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika), Volume 4 Issue 1, J Vol 3 No 2 (2017): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 3 Nomor 2, Des Vol 3 No 1 (2017): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 3 Nomor 1, Jun Vol 2 No 2 (2016): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 2 Nomor 2, Des Vol 2 No 1 (2016): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 2 Nomor 1, Jun Vol 1 No 2 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 2, Des Vol 1 No 1 (2015): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 1 Nomor 1, Jun More Issue