cover
Contact Name
Josef Keladu
Contact Email
yosaya_25@yahoo.com
Phone
+6282144748122
Journal Mail Official
jurnalledalero@gmail.com
Editorial Address
Ledalero, Maumere 86152, Sikka, NTT
Location
Kab. flores timur,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Ledalero
ISSN : 14125420     EISSN : 25034316     DOI : 10.31385
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ledalero: Wacana Iman dan Kebudayaan (Discourse on Faith and Culture) was first published in hard-copy form in June, 2002., with ISSN 1412-5420. Since June, 2015, it has also been published electronically, with ISSN 2503-4316. Since it began the journal has been published twice each year, in June and in December. Jurnal Ledalero: Wacana Iman dan Kebudayaan (Discourse on Faith and Culture) is published by Ledalero Catholic School of Philosophy, Maumere, Flores, NTT, Indonesia. It presents articles of critical analysis and the results of research in the fields of philosophy, theology, and in the social sciences such as sociology, politics, psychology, language, anthropology, art and cultural studies.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2017): SAMPAH" : 6 Documents clear
PERSOALAN SAMPAH DALAM TERANG PEMIKIRAN ISLAM (Sebuah Catatan Evaluatif terhadap Status Manusia sebagai Abdi Allah dan Khalifah) | THE PROBLEM OF GARBAGE IN THE LIGHT OF ISLAMIC THOUGHT (Notes on the Status of Men and Women as Servants of God and as Caliphs) Hendrikus Maku
Jurnal Ledalero Vol 16, No 2 (2017): SAMPAH
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.889 KB) | DOI: 10.31385/jl.v16i2.102.184-203

Abstract

Abstract: The problem of garbage is the issue of how human beings understand and bring alive the concept of himself or herself. Islam as a Gospel of Action has a certain perspective about human beings and the environment. Human beings, as written in some letters and hadith, are the most perfect part of God’s creation (kāmil) to whom two status are attributed, namely servant of God and Caliph. As servant of God and as Caliph, human beings are God’s chosen creation who are entrusted to take care of the universe. If so, then the problem of garbage which arises from the brutality of humans is a provocation attacking the status of human beings as the servant of God and Caliph. Keywords: Garbage, Islam, God, the servant of God, Caliph, human beings. Abstrak: Persoalan sampah adalah persoalan tentang bagaimana manusia memahami dan menghidupi konsep tentang dirinya. Islam sebagai agama amal memiliki perspektif tertentu mengenai manusia dan lingkungannya. Manusia, sebagaimana tersurat dalam beberapa surat dan hadit adalah ciptaan Allah yang paling sempurna (kāmil), padanya diatributkan status sebagai Abdi Allah dan Khalifah. Sebagai Abdi Allah dan Khalifah, manusia adalah ciptaan pilihan Allah yang dipercayakan untuk merawat alam semesta. Kalau demikian, maka persoalan sampah yang lahir dari rahim kebiadaban manusia adalah sebuah gugatan terhadap jati diri manusia sebagai Abdi Allah dan Khalifah. Kata-kata kunci: sampah, Islam, Allah, abdi Allah, Khalifah, lingkungan hidup, manusia.
REFLEKSI ATAS REALITAS DAN PARADIGMA MASALAH SAMPAH | REFLECTION ABOUT REALITY AND PARADIGM PROBLEMS OF TRASH Agustina Utami Ningsih
Jurnal Ledalero Vol 16, No 2 (2017): SAMPAH
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.01 KB) | DOI: 10.31385/jl.v16i2.101.163-183

Abstract

Abstract: Human activities always produce trash. The amount of trash continues to grow in line with population growth and technological developments. Trash has become an environmental crisis due to a lack of awareness and in Indonesia little serious effort has been made to process trash properly. The importance of a serious effort of trash management and self-development as a real human being is nothing other than a struggle to restore harmony between Creator, human beings, and the whole of creation. This paper reflects on the reality of trash as well as taking up the views and habits of people who are little concerned about handling trash although they already feel the adverse impact of trash on the environment. This study analyses data and the information obtained through observation of the trash problem, supported by data from written sources . Keywords: Trash, environment, human development, ecological repentance Abstrak: Kegiatan manusia selalu menghasilkan sampah. Peningkatan jumlah sampah terus bertambah seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan teknologi. Sampah telah menjadi krisis lingkungan hidup karena kurangnya kesadaran dan belum seriusnya usaha pengolahan sampah dengan tepat. Pentingnya upaya serius pengolahan sampah yang tepat dan pengembangan diri sebagai manusia sejati adalah upaya mengembalikan harmoni antara Pencipta, manusia, dan semua ciptaan. Tulisan ini ingin merefleksikan realitas keberadaan sampah serta pandangan dan kebiasaan masyarakat yang kurang peduli terhadap penanganan sampah. Kajian ini dilakukan dengan metode interpretatif, yang menafsirkan dan memberi arti kepada data dan informasi yang didapatkan, berdasarkan dengan pengamatan masalah sampah dan keadaan faktual yang terjadi di dalam kebiasaan masyarakat terhadap sampah, didukung dengan fakta dari sumber literatur sebagai data dan informasi. Kata-kata kunci: sampah, lingkungan, pengembangan manusia, pertobatan ekologi
MASALAH SAMPAH DAN BUDAYA PEMISKINAN (Studi Kasus Sampah di Maumere) | WASTE AND THE CULTURE OF IMPOVERISHMENT (Case Study on Waste in Maumere) Amandus Benediktus Seran Klau
Jurnal Ledalero Vol 16, No 2 (2017): SAMPAH
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.392 KB) | DOI: 10.31385/jl.v16i2.100.145-162

Abstract

Abstract: Waste is generated by humans from a production process, both industrial and household. Waste is what’s left over from daily activities and is considered useless. However, when waste is recycled and reprocessed into something useful, waste obtains an economic value again. And so, piles of waste are simultaneously changed not only into arenas where the poor compete, but also into arenas where humans prey on each other. On piles of waste, we find never-ending poverty, which is prepared by the state and permitted by the Church. On piles of waste, we find an enduring culture of poverty.Using qualitative methods and a case-study approach, this study aims to uncover the practice of enduring poverty in the town of Maumere. Keywords: waste, scavengers, culture of impoverishment. Abstrak: Sampah adalah buangan yang dihasilkan manusia dari suatu proses produksi, baik industri maupun rumah tangga. Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia yang dianggap sudah tidak berguna. Namun, ketika sampah harus didaur ulang dan diolah kembali menjadi sesuatu yang berguna, sampah pun kembali mempunyai nilai ekonomis. Ketika itu, tumpukan sampah serentak berubah tidak saja menjadi arena adu nasib, tetapi juga arena saling memangsa. Di atas tumpukan sampah, kita temukan praktik pemiskinan tanpa akhir, yang dikondisikan oleh negara dan dibiarkan oleh Gereja. Di atas tumpukan sampah, ditemukan budaya pemiskinan yang langgeng di Kota Maumere. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini bertujuan menjelaskan praktik pemiskinan tanpa akhir tersebut. Kata-kata kunci: sampah, pemulung, budaya pemiskinan.
KRITIK KONSUMSI MURNI: MAKANAN BUKANLAH SAMPAH | CRITIQUE OF PURE CONSUMPTION: FOOD IS NOT WASTE Fidelis Regi Waton
Jurnal Ledalero Vol 16, No 2 (2017): SAMPAH
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.019 KB) | DOI: 10.31385/jl.v16i2.99.130-144

Abstract

Abstract: One crucial problem that has not yet been solved is the eradication of hunger, despite the fact that our world is able to produce sufficient food for each and every inhabitant of the earth. In various parts of the world food is more than abundant, indeed it is so abundant that it is degraded as waste and thrown away. Throwing food away is clearly immoral in a world where hundreds of millions go hungry each day. It is time for such negative behaviour be eliminated. Food is life and everyone has a right to this fundamental need; if we understand that, then food would never be reduced to waste. Keywords: food, foodsharing, critique, consumption, waste. Abstrak: Pemberantasan kelaparan masih dikategorikan sebagai salah satu persoalan krusial, terlepas dari fakta bahwa bumi kita telah mampu menghasilkan pangan untuk mengenyangkan semua penghuninya setiap hari. Di beberapa bagian dunia, terdapat makanan begitu melimpah, dan saking limpahnya, makanan didegradasi sebagai sampah dan dibuang. Membuang makanan merupakan sikap tidak bermoral di tengah satu dunia, di mana yang didomisili oleh jutaan yang masih kelaparan. Sudah waktunya tabiat negatif tersebut harus dieliminasi. Makanan itu hidup dan setiap orang berhak untuk memenuhi kebutuhan fundamental yang satu ini. Andaikan kita menyadari, makanan adalah hidup, ia tidak pernah boleh direduksikan sebagai sampah. Kata-kata Kunci: Makanan, berbagi makanan, kritik konsumsi, sampah.
LATAR BELAKANG, WARNA DASAR, DAN PENGARUH REFORMASI PROTESTAN TAHUN 1517 | BACKGROUND, BASIC CONTOURS AND IMPACT OF THE 1517 PROTESTANT REFORMATION George Ludwig Kirchberger
Jurnal Ledalero Vol 16, No 2 (2017): SAMPAH
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.763 KB) | DOI: 10.31385/jl.v16i2.98.226-242

Abstract

Abstract: This article illustrates the background of. and reasons for, the Reformation, the basic contours of Luther’s theology and the Reformation movement he initiated, and the influence of the Reformation movement on the present situation. A brief description of the post-Reformation inter-Christian Church controversies for approximately 400 years is also presented, highlighting the fact that the theology of the time was unaware of the contextual influence of a text as the deepest reason for the controversy. The hermeneutical consciousness of the twentieth century led theology to overcome various inter-Christian Church controversies by showing that different and seemingly contradictory formulas could express the same truth, provided that each was placed in its original context. The author proposes as an example of the influence of the events of the Reformation on the present situation, the very important issue of religious freedom in situations such as Indonesia with a variety of religions and beliefs. In concluding the author gives advice on how different Christian Churches can learn from each other, so that they remain active in renewing the Church according to the ecclesia semper reformanda principle. Keywords: Reformation, Martin Luther, ecumenical, interChristian Church relationship, World Council of Churches. Abstrak: Artikel ini menggambarkan latar belakang dan alasan peristiwa Reformasi, warna dasar teologi Luther dan gerakan Reformasi yang dibangunnya, serta pengaruh gerakan Reformasi terhadap situasi dewasa ini. Deskripsi singkat kontroversi antar-Gereja Kristen pasca-Reformasi selama kurang lebih 400 tahun juga dimuat di sini dengan menampilkan kenyataan bahwa teologi waktu itu tidak menyadari pengaruh konteks atas suatu teks sebagai alasan terdalam lahirnya kontroversi itu. Kesadaran hermeneutis membuat teologi pada abad XX itu sanggup mengatasi pelbagai kontroversi antar-Gereja Kristen dengan membuktikan, rumusan yang berbeda dan bertentangan bisa menyatakan kebenaran yang sama, asalkan masing-masing ditempatkan dalam konteksnya yang asli. Sebagai suatu contoh pengaruh peristiwa Reformasi atas situasi dewasa ini, pengarang mengemukakan kebebasan beragama yang sangat penting dalam situasi seperti di Indonesia dengan anekaragam agama dan kepercayaan. Pada tempat terakhir penulis memberikan anjuran tentang bagaimana Gereja-gereja Kristen yang berbeda bisa saling belajar, agar mereka tetap aktif membarui Gereja seturut prinsip ecclesia semper reformanda. Kata-kata kunci: reformasi, Martin Luther, ekumene, relasi antar-Gereja Kristen, World Council of Churches.
DAMPAK REFORMASI TERHADAP PERPECAHAN GEREJA DAN MAKNANYA BAGI UPAYA PENYATUAN GEREJA | IMPACT OF THE REFORMATION ON CHURCH DIVISION AND ITS MEANING FOR THE EFFORT TO UNITE THE CHURCHES Jan S. Aritonang
Jurnal Ledalero Vol 16, No 2 (2017): SAMPAH
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.019 KB) | DOI: 10.31385/jl.v16i2.103.204-225

Abstract

Abstract: There are at least two general impressions about Church Reform that took place 500 years ago, namely (1) the Reformation sought - and to some extent succeeded – in renewing the doctrine and life of the Church; and (2) the Reformation caused divisions within the Church. This article will examine whether and to what extent these two impressions are correct, and what impact and significance this is for the Church today, especially in Indonesia. To discuss these issues thoroughly, we certainly need more deep and detailed research. This paper is limited to several aspects and examples, while including several other points. Keywords: reformation, Church, theology, controversy of theology, base color, ecumenical, ecumenical movement. Abstrak: Sekurang-kurangnya ada dua kesan umum tentang Reformasi Gereja yang terjadi sejak 500 tahun yang lalu, yaitu (1) Reformasi itu berupaya – dan pada batas tertentu berhasil – membarui ajaran dan kehidupan gereja; dan (2) Reformasi itu menimbulkan perpecahan di dalam Gereja. Artikel ini akan mengkaji apakah dan sejauh mana kedua kesan itu benar, serta apa dampak dan maknanya bagi Gereja pada masa kini, khususnya di Indonesia. Untuk membahasnya secara tuntas, tentu dibutuhkan penelitian dan penulisan yang mendalam, panjang, dan rinci. Tulisan ini terbatas pada beberapa aspek dan contoh, sembari dikaitkan dengan beberapa aspek lain. Kata-kata kunci: reformation, Gereja, teologi, kontroversi teologi, warna dasar, ekumene, gerakan ekumene.

Page 1 of 1 | Total Record : 6