cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
ISSN : 25483447     EISSN : 25484176     DOI : -
Core Subject : Education,
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains is a national journal which published by the Institute of Islamic Studies (IAIN) of Ponorogo managed by Its PGMI department. Ibriez journal, has been publishing both online and print since December 2016. The journal published to facilitate publication of the research result to improve quality and quantity of science. Ibriez journal publishes in twice a year around June and December. This journal also invites the Author who has opus which focus on education, Islam and science to submitted the research result.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami" : 10 Documents clear
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Kuliah Kewirausahan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Damayanti, Susi; Surindra, Bayu
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.573 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.49

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa baik sebelum maupun sesudah penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang memiliki tujuan  untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Yang menjadi subjek penelitian ini yaitu Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Nusantara PGRI Kediri tingkat IV kelas E yang berjumlah 33 mahasiswa, sedangkan objek dalam penelitian ini yaitu hasil belajar mahasiswa PGSD mata kuliah kewirausahaan. Teknik analisis data yang dipakai yaitu analisi deskriptif untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPSS terdapat peningkatan hasil belajar mahasiswa, serta dari hasil uji signifikansi didapatkan data nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan ada perbedaan yang signifikan. Selanjutnya dari hasil ketuntasan belajar mahasiswa juga mengalami peningkatan dari siklus 1 dengan nilai rata-rata sebesar 68%, meningkat pada siklus 2 dengan nilai rata-rata sebesar 85,7%.
Higher-Order Thinking Skills: Strategi Kontra Radikalisme Santri Pesantren Ardiansyah, Mochammad Zaka
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.455 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.51

Abstract

Radikalisme yang merasuki pesantren menurut Tan dapat dicegah dengan mendorong pesantren menerapkan educative tradition guna mengembalikan pesantren pada wajah aslinya, Islamic school with a smiling face, lembaga pendidikan Islam berwajah ramah. Meski beberapa parameter educative tradition kontradiktif dengan tradisi pesantren yang menjunjung tinggi kepatuhan total pada kiai, namun beberapa lainnya penting untuk diterapkan, seperti mendorong santri-siswa pesantren berpikir kritis dan kreatif. Untuk mewujudkan keduanya santri-siswa, pengelola lembaga pendidikan di bawah holding institution pesantren seyogyanya mendesain pembelajaran yang dapat menghasilkan siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS), yakni tidak hanya puas pada hafalan dan pemahaman, namun juga mengarahkan pembelajaran untuk menganalisis masalah dan konsep, mengevaluasi realitas lapangan dan merumuskan problem solving atas masalah sosial. Ikhtiar ini diharapkan menjadi solusi mencegah tekstualisme-fanatisme berpikir yang dapat menjangkit santri dan alumni pesantren.
Penerapan Pembelajaran CLIS dengan Menggunakan Alat Peraga Sederhana Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Pemecahan Masalah Faradita, Meirza Nanda
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.613 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.50

Abstract

ABSTRACT This study aims to improve thinking skills in solving problems of science subjects in fifth grade students at Tawangsari Elementary School. This study uses Classroom Action Research. The research subjects in this study were all students of V Tawangsari Taman-Sidoarjo class. With a total of 46 students, consisting of 25 men and 21 women. This class action research will be conducted at Tawangsari Elementary School Taman-Sidoarjo. In the first cycle, the average thinking problem solving skills of students is 68.47. The average value for the Daily Evaluation process (LKS) is 80.67 with very good criteria, and for Daily Evaluation the product (evaluation) is 68.02 with sufficient criteria. In the second cycle, the average value of students' problem solving thinking skills was 76.8. The average value for the process Daily Evaluation (LKS) and product (evaluation) is 94.35 and 76.49. Thus, it can be concluded that the response of students in learning science by applying CLIS learning by using simple teaching aids can improve thinking skills of problem solving and improve the completeness of student learning outcomes both in process and product. Keywords: CLIS Learning, Simple Props, Problem Solving Thinking Skills
PERAN KESENIAN TRADISIONAL DONGKREK SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN NILAI MORAL Pahlevi, Farida Sekti
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang peran kesenian tradisional dongkrek sebagai media pendidikan nilai moral. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Alat pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data dengan mereduksi, menyajikan, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) kesenian tradisional Dongkrek tetap menjaga keaslian Kesenian tradisional Dongkrek; (b) Tata cara pagelaran kesenian tradisional Dongkrek di bagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pra acara, tahap acara inti dan tahap penutupan; (c) Nilai moral yang terkandung dalam kesenian tradisional Dongkrek diantaranya adalah nilai kebersamaan/gotong royong, nilai keindahan, nilai kebenaran,nilai kebaikan, nilai tanggung jawab,nilai ketaatan, nilai keburukan atau kejahatan, nilai kejujuran, nilai kepercayaan; (d) Kesenian tradisional Dongkrek yang ada di Sanggar Krido Sakti tidak hanya sebagai ritual dan hiburan saja, tetapi dapat dijadikan sebagai media pendidikan pada waktu mengadakan latihan ataupun pagelaran; (e) Masyarakat Desa Mejayan sangat mendukung dikarenakan fungsi kesenian tradisional Dongkrek dinilai sangat potensial sebagai tontonan dan tuntunan bagi masyarakat. Kata kunci: kesenian tradisional dongkrek, media pendidikan, nilai, moral
PENALARAN ADAPTIF SISWA MI KELAS RENDAH PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT Hadi, Sofwan
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.87

Abstract

Penalaran merupakan suatu proses siswa untuk memahami pengetahuan yang dipahami. Konsep penalaran sangat penting diketahui oleh guru terutama untuk siswa kelas rendah. Pada penelitian ini kelas rendah adalah kelas 3 MI. Penalaran adaptif perlu dikaji untuk mengetahui kemapuan siswa ketika menalar pemahaman tentang matematika dan proses siswa mengadaptasi pemahaman baru dengan cara pemikiran yang mereka punyai. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Studi Kasus. Sampel pada penelitian ini akan di golongkan berdasarkan kemampuan kognitif, yang terdiri dari kognitif tinggi, sedang dan rendah.  Sedangkan subjek dalam penelitian ini sebanyak 20 siswa. Penelitian ini menghasilkan ada 4 faktor aktifitas penalaran adaptif siswa.
Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Menulis Arab Melalui Ekstrakurikuler Kaligrafi di MIN 6 Ponorogo Chusna, Aliba'ul; Hidayah, Chamila Kurnia
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.962 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.54

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dan fasilitator, faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan keterampilan menulis arab melalui ekstrakurikuler kaligrafi bagi siswa kelas 3 MIN 6 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data menggunakan teknik Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data ditemukan : Peran guru sebagai motivator dalam mengembangkan keterampilan menulis Arab melalui ekstrakurikuler kaligrafi bagi siswa kelas 3 MIN 6 Ponorogo adalah guru memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa yang tidak menyukai kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi dengan cara memberikan hadiah atau penghargaan, memberi peringatan dan memberi angka atau penilaian pada siswa yang bisa menulis kaligrafi dengan benar. Sedangkan Peran guru sebagai fasilitator adalah menyediakan sumber belajar seperti buku dan gambar-gambar kaligrafi, memberi bantuan teknis atau arahan kepada siswa-siswi yang mengalami kesulitan cara menulis kaligrafi dengan benar. Faktor pendukungnya adalah dukungan dari pihak sekolah dengan cara menyediakan pensil khat, tenaga pengajar yang kompeten, sarana dan prasarana, dan dukungan dari orang tua dengan mengajari latihan menulis kaligrafi. Adapun faktor penghambatnya adalah perhatian dan semangat siswa yang kurang karena kurang konsenterasi, dan terdapat siswa siswi yang belum lancar menulis Arab.
Keefektifan Kalimat pada Lembar Jawaban UAS Mahasiswa IAIN Ponorogo dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Puspidalia, Yuentie Sova
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.72 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.55

Abstract

Dalam ujian tulis, tidak sedikit mahasiswa IAIN Ponorogo yang  cara menjawab dan menjelaskan gagasan-gagasannya membingungkan dan tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.  Hal ini menyebabkan dosen dalam mengoreksi menjadi gagal paham karena gagasan yang disampaikan sulit dimengerti. Salah satu penyebabnya  adalah ketidakefektifan kalimat yang digunakan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan  menjelaskan keefektifan kalimat berdasarkan tinjauan fonologi, morfologi, sintaksis/ gramatikal, semantik, dan leksikal serta menjelaskan kebermanfaatannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia  di IAIN Ponorogo.  Untuk menyelesaikan penelitian ini, digunakan pendekatan kuali­ta­tif desktriptif. Teknik analisis data berupa analisis tekstual dan deskriptif. Hasilnya, ditemukan ketidakefektifan kalimat hampir pada semua aspek kebahasaan, baik dari ciri fonologis berkaitan dengan tanda baca (13, 96%) dan ejaan (67,69%), ciri morfologis (8,94%), ciri sintaksis (1,40%), ciri gramatikal (14,52%), ciri semantik (27,69%) maupun ciri leksikal (1,40%). Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dosen pengampu dalam menerapkan pembelajaran bahasa Indonesia pada pokok bahasan kalimat efektif. Sebab, selama ini pembelajaran bahasa Indonesia di IAIN Ponorogo dirasa belum berhasil seratus persen. Hal ini dari kalimat-kalimat yang digunakan mahasiswa untuk menjawab soal-soal ujian akhir semester masih banyak yang tidak efektif.
Mengenal Pluralisme Disintegratif Menuju Pluralisme Integratif Masyarakat Beda Agama di Kelurahan Karang, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri Sakirin, Ahmad
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1354.277 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.56

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangas yang plural. Hal ini ditunjukkan dari berbagai macam suku, agama etnis serta beragam budaya yang menjadi simbol ciri khas bangsa kita. Kepluralan ini hendaknya mampu kita sikapi dan eksplor menjadi sebuh komoditi kekayaan, dimana secara subtantif keberadaannya ini bisa menjadikan nilai-nilai investasi yang patut diperhitungkan sebagai asset non fisik untuk bisa dilestaraikan sehingga menjadi modal devisa pariwisata yang luar biasa. Salah satu alasan yang mendasar adalah terbinanya kelestaraian berbagai macam budaya atau simbol-simbol budaya tetap lestari hingga sekarang, tanpa adanya konflik yang berkepanjangan yang kerap kali menjadi penyebab persoalan hancurnya (disintegratif) suatu peradaban. Model-model pluralitas yang kerap kali menjadi momok hancur/lunturnya bahkan hilangnya suatu peradaban menjadi biang keladi sebagai tuduhan klasik penyebab disintegratif sering kali di patahkan dan tidak bisa dibuktikan dimasyarakat kita, terutama masyarakat Karang, Slogohimo, Wonogiri. Peran serta warga serta para tokoh masyarakat menjadi kunci bagaiman terbina ukhuwah dalam kehidupan keberagaman agama, budaya, serta sikap teleransi tinggi yang lebih mengedepankan keharmonisan hidup. Sikap atau nilai-nilai ini terlebur dalam kebiasaan sehari-hari masyarakat dengan terus menjalin rasa tali silaturrahmi demi menjaga setiap perbedaan yang komplek, baik perbedaan agama, budaya, sikap, doktrin-doktrin agama (aliran konsep doktrin NU dan Muhammadiyah atau doktrin/ajaran Protestan dan Katolik) serta ajaran lain yang masih hidup dalam masyarakat disana. Corak dan model kehidupan yang penuh kebhinekaan ini yang tetap menjaga nilai-nilai luhur ini sangat jarang kita temui dalam suatu sistem masyarakat lain disuatu bangsa. Hal ini tentu pantas mendapatkan nilai apresiasi yang tinggi, karena tidak semudah itu melihat kenyataan suatu masyarakat yang multi kultur tanpa di temui adanya percikan atau gesekan berarti. Sepintas mata memandang, masyarakat Karang tak jauh beda dengan masyarakat lainnya yang ada di sekitarnya. Dari segi kehidupan, mata pencaharian, ekonomi, potensi-potensi lain nampak tak berarti bahkan tak layak mempunyai nilai lebih, karna itulah, dengan penulisan ini akan memberikan perspektik informasi lain yang nantinya bisa menjadi rujukan (metode) membangun suatu masyarakat sipil bangsa ini yang penuh kepluraris dengan tetap mengedepankan sikap keharmonis yang lentur. Konsep edukasi seperti diatas tentu akan menjadi ikon dalam mengedepankan upaya penyelesain konflik/isu yang berkepanjangan. Isu-isu publik yang sering kali menawarkan perpecahan bukan hal yang selama ini tidak dapat diselesaikan dengan jalan damai. Akan tetapi, kita sepakat sebut bahwa ajaran atau konsep diatas yang lebih menekankan sikap pluralisme disintegratif (perpecahan) bisa membuahkan hasil dalam wacana sikap plurarisme integratif yaitu penyatuan dan keutuhan kehidupan sosial dengan tetap mengedepan sikap toleransi kemajemukan.
Pembelajaran Kontekstual Learning dalam Strategi Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Abrasi Pada Materi Mitigasi Bencana di Kelas X IPS SMA Negeri 1 Kragan Ronggowulan, Lintang
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.862 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.57

Abstract

Sumber belajar pendidikan mengenai bencana abrasi masih kurang. Sumber belajar mengenai abrasi pantai diharapkan dapat meminimalisirkan resiko bencana abrasi, serta diharapkan pula dengan adanya sumber belajar mengenai bencana abrasi ini mampu menambah wawasan bagi para siswa dan pembaca. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kragan dan Kecamatan Sarang yang termasuk wilayah pesisir Kabupaten Rembang bagian timur. Uji coba suplemen penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Kragan Kabupaten Rembang. Pengembangan materi ajar dilakukan dengan menggunakan pendekatan Research and Development. Sebagai implementasi dalam pendidikan, penelitian ini kemudian diimplementasikan dalam modul pembelajaran berupa Modul Pembelajaran Kontekstual Stategi Adaptasi Bencana Abrasi yang dapat digunakan dalam Materi Mitigasi Bencana di kelas X semester 2 Kurikulum 2013. Hassil uji coba dilakukan di SMA N 1 Kragan dan respon yang diberikan oleh tim ahli, guru geografi dan siswa sangat layak.
Kesadaran Lingkungan Hidup Mahasiswa Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Fauziah, Hanin Niswatul
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.773 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran lingkungan hidup mahasiswa Jurusan Tadris IPA, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponrogo. Target penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Tadris IPA semester 3 dan 5 dengan sampel 30 mahasiswa. Pengambilan data dilakukan dengan membagikan kuisioner dan analisis data menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menujukkan bahwa mayoritas mahasiswa Jurusan Tadris IPA memiliki keasadaran lingkungan hidup yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis ketiga aspek kesadaran lingkungan hidup (pengetahuan, sikap dan perilaku) yang menyatakan bahwa 50% pengetahuan mahasiswa berada dalam kategori tinggi, 40% sikap mahasiswa berada dalam kategori tinggi, dan  43,33% perilaku mahasiswa berada dalam kategori tinggi. Tingginya kesadaran lingkungan hidup ini diharapkan dapat menjadi modal bagi mahasiswa sebagai calon guru IPA yang dapat mencetak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 10