cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281296890687
Journal Mail Official
jurnal.konvergensi@paramadina.ac.id
Editorial Address
Jalan Gatot Subroto Kav. 96-97, Mampang Prapatan, RT.4/RW.4, Mampang Prpt., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12790
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Paramadina
ISSN : 2086342X     EISSN : 25280546     DOI : https://doi.org/10.51353/kvg.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina. Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi memilik e-ISSN 2528-0546 dan p-ISSN 2086-342X. Hasil-hasil penelitian yang disajikan dalam Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan intelektual, namun kami berharap dapat memberikan inspirasi untuk pengembangan kajian-kajian komunikasi selanjutnya. Dukungan dan kontribusi nyata pembaca sekalian sangatlah kami harapkan untuk terbitan Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi selanjutnya. Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi terbit dalam setahun dua kali yaitu pada bulan Juni dan Desember. Pengiriman artikel dapat dilakukan melalui daring dengan melakukan registrasi terlebih dahulu pada website ini. Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi menerima artikel pada bidang kajian komunikasi
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022" : 11 Documents clear
KHALAYAK MEDIA SOSIAL: ANALISIS RESEPSI STUART HALL PADA KESEHATAN SEKSUAL ORANG MUDA Ken Ariestyani; Adisa Ramadhanty
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/kvg.v3i2.704

Abstract

Media sosial berfungsi untuk beragam bentuk komunikasi sesuai kebutuhan penggunanya. Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan seksual bagi orang muda yang terhubung dengan internet. Yayasan Tabu Indonesia Berdaya melalui akun Instagram @tabu.id menyampaikan pesan-pesan yang berfokus pada intervensi kesehatan seksual dan reproduksi untuk kaum muda. Dengan menggunakan teori resepsi Stuart Hall, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi khalayak dari sisi dominant hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position terhadap pesan-pesan edukasi seksual di Instagram @tabu.id. Hasil penelitian menunjukkan khalayak yang mengonsumsi informasi edukasi seksual di akun @tabu.id memiliki resepsi yang berbeda-beda. Terdapat 14 decoding pesan dominant hegemonic, tiga negotiated position, dan satu oppositional position. Mayoritas informan memberikan tanggapan positif terhadap konten yang ada pada akun Instagram @tabu.id karena informan menyesuaikan pesan media dengan budaya, sudut pandang, dan pengalaman mereka. Secara umum, informan sepakat dengan isi pesan yang disampaikan oleh akun Instagram @tabu.id, namun di sisi lain terdapat beberapa bagian pesan yang tidak sejalan dengan pandangan informan. Informan sebagai khalayak akun Instagram @tabu.id menganggap bahwa pernyataan konten yang diunggah tidak sesuai dengan hal-hal yang terjadi di Indonesia, informan dengan tanggapan negatif juga mengatakan bahwa tidak ada dampak yang terjadi kepada dirinya dalam aktivitas sehari-hari setelah melihat konten pada akun Instagram @tabu.id, hanya melihat saja.
PERSEPSI TENTANG PERSELINGKUHAN PADA PENONTON FILM SERI LAYANGAN PUTUS Atika Budhi Utami; Rahelia Dita Kirana
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/kvg.v3i2.705

Abstract

Film merupakan bagian dari penerapan komunikasi persuasif yang dapat mempengaruhi opini publik terhadap isu tertentu. Film layangan putus adalah salah satu film yang mengangkat kisah tentang perselingkuhan dalam kehidupan rumah tangga. Film ini viral ditengah-tengah banyaknya isu orang ketiga dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian terkait persepsi khalayak tentang film tersebut. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan persepsi antara individu yang satu dengan individu yang lain. Faktor tersebut yakni faktor personal dan faktor struktural. Faktor personal terdiri dari faktor kebutuhan, faktor suasana emosional, faktor mental, faktor latar belakang budaya, dan faktor kerangka rujukan. Faktor struktural terdiri dari faktor persamaan, faktor kedekatan, dan faktor kelengkapan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Metode ini digunakan karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi khalayak terhadap suatu film. Oleh karena itu, metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dipilih untuk menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi khalayak tentang perselingkuhan yang terdapat di dalam film Layangan Putus. Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti ini memperoleh hasil sebagai berikut: Kedua informan yang ada di dalam penelitian ini memiliki persepsi atau pandangan yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh faktor personal dan faktor struktural yang mempengaruhi keduanya. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi informan begitu kuat sehingga menghasilkan persepsi atau pandangan yang sangat berbeda, dan adapula faktor yang mempengaruhi informan tidak terlalu kuat sehingga menghasilkan persepsi atau pandangan yang hanya sedikit berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor personal dan faktor struktural memiliki pengaruh terhadap perbedaan persepsi oleh kedua informan. Adapun faktor personal yang sangat mempengaruhi perbedaan persepsi adalah faktor kerangka rujukan atau frame of reference, sedangkan dari faktor struktural yang paling berpengaruh adalah prinsip kesamaan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa faktor personal dan faktor struktural mempengaruhi terbentuknya persepsi pada diri seseorang.
KOMUNIKASI POLITIK PATRONASE NU DALAM PILKADA KABUPATEN PURBALINGGA 2020 Lasria Sinambela; Muhammad Nurdiyansyah; Astiningtyas Hanum Wardani
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebebasan dalam berkomunikasi yang mewarnai kehidupan politik, berdampak terhadap tuntutan demokratisasi bernegara yang faktual melalui pemilihan umum yang berkeadilan dan menghasilkan pemimpin daerah yang berpihak kepada rakyat. Pemilihan umum bertujuan untuk memberi gambaran tentang dinamika komunikasi politik dalam rangka menghadapi Pilkada. Penelitian ini menganalisis pengaruhnya terhadap kecenderungan memilih masyarakat pada Pilkada Purbalingga 2020, dan kriteria seperti apa yang tepat untuk Patron NU agar dapat mempengaruhi kecenderungan memilih masyarakat terhadap kandidat tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei dan sampel 440 pemilih di Kabupaten Purbalingga. Penentuan sampel menggunakan teknik multistage random sampling dan data dianalisis mengunakan analisis CART. Terdapat 7 dari 17 peubah independen yang menjadi penciri utama terpilihnya kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Purbalingga. Temuan penelitian mencakup, tokoh NU yang berasal dari golongan pemuda, santri, guru non formal, perangkat desa, perangkat daerah kabupaten, karyawan, buruh, organisasi masyarakat dan partai politik. Golongan tokoh NU tersebut efektif untuk menyampaikan pesan-pesan politik dalam kurun waktu setiap hari atau beberapa kali dalam sebulan terhadap masyarakat. Pendekatan dilakukan melalui kesamaan organisasi atau kesamaan partai politik dalam kelompoknya. Berdasarkan hasil analisis CART masyarakat Purbalingga menganggap tindakan tidak wajar ketika tokoh NU yang berpolitik mendukung secara langsung kandidat yang diusung partai PKB.
PENGARUH STRATEGI KOMUNIKASI PEMBERIAN AIR SUSU IBU PADA DINAS KESEHATAN KOTA TERNATE TERHADAP PERILAKU (SURVEI PADA PARA IBU DI KOTA TERNATE) Deden Jaelani
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian memiliki tujuan terkait pengaruh strategi komunikasi pemberian Air Susu Ibu pada Dinas Kesehatan Kota Ternate terhadap perilaku. Responden yang didapat adalah para ibu menyusui sebagai ibu rumah tangga, karyawan, serta abdi negara. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner awal kepada 30 responden para ibu menyusui. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh strategi komunikasi pemberian Air Susu Ibu pada Dinas Kesehatan Kota Ternate terhadap perilaku para ibu (berkarir dan rumah tangga) di Kota Ternate secara signifikan sebesar 85,10%. Dibalik hasil kembali kepada para sikap ibu dalam hal menerima kegiatan terkait pemberian air susu ibu pada Dinas Kesehatan Kota Ternate dengan program yang dilakukan sosialisasi secara berkala serta manfaat yang didapatkan dari pemberian air susu ibu kepada anaknya.
HUBUNGAN KOMUNIKASI PEMBELAJARAN MELALUI METODE BLENDED LEARNING DENGAN SIKAP SISWA (Survei pada Siswa SMK Yadika 6 Bekasi) Ferwindus Rajesh Mahaga; Tri Wahyuti
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wabah virus Covid-19 menjadi alasan diterapkannya metode pembelajaran jarak jauh. Kebijakan pembelajaran jarak jauh dimulai setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Diterapkannya pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, dunia pendidikan berusaha untuk mengembangkan sistem pembelajaran yang paling efektif digunakan di masa tersebut. Metode blended learning menjadi salah satu metode yang dapat diterapkan selama masa pandemi. Blended learning dapat dikatakan sebagai sebuah kombinasi dan berbagai strategi di dalam suatu pembelajaran. Metode pembelajaran ini menggabungkan dua atau lebih metode dan strategi dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan dari proses komunikasi pembelajaran. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi pembelajaran melalui metode blended learning terhadap sikap siswa SMK Yadika 6. Metodologi Penelitian: Pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang bersifat deskriptif kuantitatif. Peneliti memilih menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel “Non Probability Sampling” yang disebarkan kepada 88 responden. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil pengembangan indikator variabel X dan variabel Y menunjukkan korelasi dimensi X1 dengan variabel Y adalah 0,491 (sedang), korelasi dimensi X2 dengan variabel Y adalah 0,471 (sedang), korelasi dimensi X3 dengan variabel Y adalah 0,549 (sedang), korelasi dimensi X4 dengan variabel Y adalah 0,670 (kuat), korelasi dimensi X5 dengan variabel Y 0,6 (kuat), korelasi dimensi X6 dengan variabel Y 0,646 (kuat). Hasil analisa korelasi antara metode blended learning dengan sikap siswa, menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif dan signifikan antara variabel X (blended learning) dengan variabel Y (sikap siswa) berada dalam level 0,771, terletak pada wilayah antara 0,60 – 0,799 yang berarti ada hubungan yang kuat dan arah hubungannya positif. Kesimpulan: Hal ini dapat diartikan bahwa dengan diterapkannya komunikasi pembelajaran melalui metode blended learning, maka akan mampu menciptakan sikap siswa yang baik. Selain itu, hasil analisa menunjukkan bahwa hubungan metode blended learning mempunyai kontribusi sebesar 59,4% dalam upaya pembentukan sikap siswa. Selebihnya, sebesar 40,6% dipengaruhi oleh fakor-faktor lainnya diluar dari konsep-konsep operasional penelitian ini. Jadi, dapat disimpulkan berdasarkan hasil olah data, bahwa terdapat hubungan positif signifikan yang kuat antara metode blended learning dengan sikap siswa.
GERAKAN RASA WASTRA INDONESIA Kurniawaty Yusuf; Abdul Qadir Jaelani
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wastra berasal dari bahasa Sansekerta yang bermakna kain tradisional. Sebagai negara yang memiliki 37 provinsi, Indonesia memiliki beragam kekayaan Wastra. Setiap Wastra memiliki nilai filosofis dan mencerminkan karakter-karakter budaya bangsa. Ada Songket dari Padang, Tenun Sutra dari Sengkang, Ulos dari Batak, Tapis dari Lampung, Blongket dari Palembang, Grising dari Desa Tenganan Bali, Batik Jumputan dari Jawa, Tenun Tolaki dari Kendari, Batik dari Jawa, dan masih banyak lagi. Hanya tak semua masyarakat Indonesia menyadari kekayaan Indonesia akan Wastra. Keprihatinan dan kecintaan Monique pada Wastra Indonesia, membuatnya fokus pada gerakan cinta Wastra Indonesia. Banyak kegiatan yang dilakukan Monique untuk mengenalkan dan mengangkat kedudukan Wastra, bukan hanya sebagai Wastra yang digunakan pada upacara adat. Tetapi dapat digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Kegiatan seperti membuat Ruang Rasa Kumpul, Ruang Rasa Belajar, Ruang Rasa Pamer Kreasi, dan Ruang Rasa Kasih melibatkan berbagai kalangan, mulai dari penggiat Wastra, penikmat Wastra, bahkan sebagai pemerhati Wastra, berkumpul semua untuk memahami dan mencintai Wastra Indonesia. Monique berharap melalui gerakan cinta Wastra yang dibaginya pada media Instagram @rasaWastraindonesia, masyarakat mulai mengenal bahkan berubah cinta pada Wastra Indonesia. Monique juga menyasar generasi muda, gen Z dan Milenial sebagai pewaris kekayaan Wastra Indonesia. Sehingga kelak Wastra Indonesia menjadi ciri khas bangsa Indonesia dan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda menjadi bangga memiliki dan menggunakannya. “Karena siapa lagi yang mampu menghargai Wastra Indonesia kalau bukan bangsa itu sendiri,” imbuh Monique di setiap kesempatan berbicara mengenai Wastra Indonesia.
PELAYANAN PRIMA PADA PENERIMAAN MAHASISWA BARU DI UNIVERSITAS PARAMADINA Kurniawaty Yusuf; Lina Anggraeni
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap perusahaan penting untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan, karena itu dapat menghasilkan sikap loyal bagi pelanggan terhadap perusahaan. Universitas Paramadina sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan ikut merasakan pentingnya pelayanan prima untuk pelanggan, dalam hal ini mahasiswa. Berharap mahasiswa akan terkesan, loyal, akhirnya memberikan rekomendasi bagi calon mahasiswa. Hasil riset Direktorat Humas dan Pemasaran, menunjukkan bahwa sebagian besar calon mahasiswa baru memilih studi di Universitas Paramadina, karena rekomendasi mahasiswa maupun alumni Paramadina. Karena hal itu, penting untuk mengetahui sudah sejauhmana pelayanan prima di Universitas Paramadina. Pemilihan direktorat untuk melihat pelayanan prima yang dilakukan disesuaikan dengan peranan empat direktorat sebagai garda terdepan dalam melayani calon mahasiswa baru dan mahasiswa yang telah diterima di Universitas Paramadina. Keempat direktorat tersebut adalah Humas dan Pemasaran, Akademik, Keuangan, dan IT. Penelitian ini menggunakan metodologi kuatitatif dengan menggunakan metode survei deskriptif. Menggunakan 44 responden yaitu mahasiswa Ilmu Komunikasi di dua kelas yang berbeda. Menggunakan 10 kuestioner yang diambil dari kompetensi pelayanan prima dengan mengedepankan : kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan, kecepatan, ketepatan, keramahan, kenyamanan. Hasilnya penilaian secara keseluruhan, menunjukkan Direktorat Humas dan Pemasaran menempati posisi pertama, diikuti Direktorat Akademik, kemudian Direktorat IT, terakhir adalah Direktorat Keuangan. Penilaian menunjukkan bahwa pelayanan prima sudah dilakukan dengan baik, tetapi harus ditingkatkan lagi supaya kepuasan maksimal mahasiswa dapat tercapai. Ke depan diperlukan pelatihan kompetensi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memberikan pelayanan prima untuk setiap direktorat.
DEMOKRASI ASIMETRIS DAN SEMANGAT MENJAGA ENTITAS KEBERAGAMAN DI MALUKU Abubakar Solissa
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Maluku. Dahulu kekuasaan dipusatkan kepada segelintir orang melalui mekanisme pemilihan di DPRD, kini sebaliknya kekuasaan semakin terdesentralisasi, sehingga posisi rakyat sebagai pemegang amanat pemilihan kepala daerah sangat dibutuhkan bagi calon kepala daerah. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dinamika politik di Maluku dengan menggunakan teori demokrasi asimetris. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, untuk menganalisis bagaimana semangat Pela-Gandong menjadi kunci dalam konsolidasi politik di Maluku. Berdasarkan hasil analisis, Di Provinsi Maluku sendiri, mekanisme demokrasi pada level Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota beririsan dengan semangat Pela-Gandong yang merupakan basis politik moral di setiap perhelatan politik di Maluku. Sejak pertama kali diselenggarakan Pilgub langsung tahun 2008 - konfigurasi pasangan calon selalu mempertimbangkan aspek keterwakilan agama (Islam-Kristen) sebagai parameter untuk memutuskan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
GEGAR BUDAYA DAN STRATEGI ADAPTASI BUDAYA MAHASISWA PERANTAUAN MINANG DI JAKARTA Wahyutama; Safira Maulani
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa yang menempuh studi di perantauan memiliki tantangan ganda: yaitu sukses dalam studi sekaligus sukses dalam beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya yang baru yang berbeda budaya, norma, dan nilai-nilai pergaulannya. Penelitian ini berupaya menggali pengalaman mahasiswa perantauan asal Minang di Jakarta dalam beradaptasi secara budaya dengan lingkungan pergaulan dan tempat tinggalnya yang baru di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian dipilih dari mahasiswa rantau asal Minang yang menempuh studi di dua perguruan tinggi yang berbeda secara karakteristik pergaulan sosialnya di Jakarta. Hasil penelitian menemukan tema-tema utama terkait pengalaman gegar budaya, hambatan yang ditemui dalam beradaptasi, strategi adaptasi. Secara umum diperoleh bahwa kedua informan mengalami gegar budaya dalam berbagai bentuk dan tingkatan, serta menempuh strategi adaptasi yang berbeda dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
FENOMENA AKUN ANONIM DI KALANGAN MAHASISWA DAN MAHASISWI BROADCASTING FIKOM UNIVERSITAS MERCU BUANA: SEBUAH STUDI KASUS Wenny Pahlemy
Konvergensi Vol 3 No 2 (2022): Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi : Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research entitled Anonymous Account Phenomenon among College Students and Students of the Faculty of Communication, Mercu Buana University is driven by technological developments in this case Instagram social media. This study aims to find and analyze the factors that encourage informants to have anonymous accounts on Instagram by interviewing a number of informants. This study uses the Social Construction Theory of Technology which explains the attraction relationship between technology and social groups of its users. This research uses case study method with collection method by interview, literature study, and documentation. The results showed that first, the use of anonymous accounts was strongly influenced by peers. Second, that technology in this case Instagram answers the informant's need for validation and for freedom of expression among informants. Third, having and being active on anonymous accounts has become a practice or culture among informants.

Page 1 of 2 | Total Record : 11