cover
Contact Name
Zaini Tamin AR
Contact Email
zainitamim@gmail.com
Phone
+6285732024211
Journal Mail Official
zainitamim@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wedoro PP No. 66, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, 61253
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
ISSN : 20874820     EISSN : 25798995     DOI : https://doi.org/10.54180/elbanat
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus of this paper is an attempt to actualize a better understanding of the science of islam and Islamic thought, both locally and internationally through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE This journal Contains Islamic studies included education , legal, political , economic , social and cultural
Articles 81 Documents
Metode Qisas sebagai Upaya Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Akhlaq Taman Sidoarjo Moh Ridhoi; Abdul Halim
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.72 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.262-281

Abstract

Realitas berbicara bahwa di awal proses belajar mengajar, siswa dapat fokus mengikuti pelajaran di dalam kelas. Namun, ketika di tengah proses belajar mengajar, siswa merasa bosan, sehingga timbul keinginan untuk mengobrol dengan teman sebangku, atau bahkan siswa mengantuk dan tertidur di kelas. Karena itu, al-Qur’an menawarkan berbagai pendekatan dan metode dalam pendidikan, khususnya dalam menyampaikan materi pendidikan. Di antara beragam metode yang ada, metode qisas al-Qur’an diterapkan dalam rangka mengembalikan konsentrasi siswa di MI Tarbiyatul Akhlaq Taman Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode qisas al-Qur’an sebagai upaya meningkatkan konsentrasi siswa di lembaga tersebut. Penulis menggunakan metode kualitatif agar mendapatkan sebuah data yang lebih mendalam dengan menggali informan penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode qisas al-Qur’an dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan kemampuan menghafal siswa di MI Tarbiyatul Akhlaq Taman Sidoarjo. Ada dua tolak ukur yang dapat penulis temukan: pertama, kisah dalam al Qur’an mempunyai hubungan erat dengan permasalahan emosi melalui karakter yang ditampilkan oleh para tokoh dalam cerita, sehingga siswa menjadikannya role model dalam berprilaku. Kedua, bercerita dapat mengundang dan merangsang proses kognisi, sehingga siswa dapat berimajinasi, mengembangkan kesiapan dasar bagi perkembangan bahasa, serta dapat berfungsi untuk membangun hubungan akrab.
Tinjauan Filosofis tentang Kebutuhan dan Tanggung Jawab Peserta Didik Imam Syafi'i
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.631 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.282-300

Abstract

Dalam pendidikan, peserta didik merupakan individu yang memiliki potensi untuk berkembang. Dalam perkembangan peserta didik, secara hakiki memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi dan tanggungjawab yang harus diemban. Penelitian pustaka ini berupaya untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan dan tanggung jawab anak didik yang merupakan instrumen penting bagi perkembangan karakternya. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa peserta didik memiliki beragam potensi yang perlu dikembangkan oleh guru melalui proses pendidikan. Kebutuhan peserta didik yang harus dipenuhi di antaranya : kebutuhan fisik, kebutuhan sosial, kebutuhan mendapatkan status, kebutuhan mandiri, kebutuhan berprestasi, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan untuk saling memberikan masukan, dan kebutuhan beragama. Sementara tanggung jawab peserta didik adalah sebagai berikut: Pertama, harus mensucikan jiwanya dari kotoran dan penyakit jiwa. Kedua, selalu konsentrasi terhadap ilmu yang sedang dipelajarinya dan mengurangi kesibukan duniawi. Ketiga, menuntut ilmu secara bertahap dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Keempat, mengetahui nilai ilmu yang dipelajarinya. Kelima, selalu berusaha untuk mendapatkan ridha dari guru dan dan selalu menghormati gurunya. Pemenuhan kebutuhan dan tanggung jawab peserta didik tersebut merupakan bagian dari proses anak didik untuk memiliki akhlak yang mulia. Akhlak yang mulia merupakan modal utama untuk mencari pengetahuan dan mencapai keberhasilan.
Peran Ibu Single Parent dalam Membentuk Kepribadian Anak; Kasus dan Solusi Warsito Hadi
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.542 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.301-320

Abstract

Artikel ini menyoal problematika yang dihadapi seorang ibu sebagai orang tua tunggal (single parent) dalam mendidik anaknya. Idealnya, kolaborasi kedua orang tua berperan besar terhadap perkembangan anak. Masalah muncul ketika peran dua orang harus dihadapi oleh seorang ibu yang notabene bukan pemimpin dalam keluarga. Tulisan ini mencoba mengulas beberapa persoalan single parent dalam mendidik anaknya dengan menghadirkan data utama dari wawancara. Penelitian ini berargumen bahwa masalah pada keluarga single parent pada intinya terletak pada kurangnya perhatian dari orang tua. Hal ini melahirkan sikap yang dikendalikan. Solusi untuk masalah ini terletak pada cara menjadi ibu yang baik. Seorang ibu menjadi agen utama yang menciptakan pribadi anak. Oleh karena itu, kesadaran dalam diri orang tua menjadi elemen mendasar yang menentukan kualitas pendidikan di lingkungan keluarga.
Efektivitas Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Kemampuan Guru Menggunakan Metode Contextual Teaching And Learning Toha Machsun
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.862 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.321-341

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas supervisi akademik dalam meningkatkan kinerja guru menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam proses pembelajaran di MTs Muhammadiyah 1 Gresik. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2018-2019. Subjek penelitian adalah beberapa guru MTs Muhammadiyah 1 Gresik yang diidentifikasi mengalami kesulitan dalam menggunakan metode CTL. Data dikumpulkan melalui tes kinerja guru sebelum dan setelah dilakukan supervisi klinis. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan pendekatan kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan supervisi akademik dengan pendekatan klinis cukup efektif. Hal ini ditandai dengan rata-rata nilai kinerja guru dalam mengelola program pembelajaran menggunakan metode CTL setelah dilakukan supervisi akademik dengan pendekatan klinis sebesar 77,1%. Artinya, hasil tersebut telah melebihi batas minimal ketuntasan belajar kelas, yaitu nilai 75%. Terdapat 28 guru dari 30 guru (93,3%) yang telah dinyatakan tuntas dalam menggunakan metode belajar CTL dengan rata-rata nilai mencapai 75%/lebih.
Jendela Logika dalam Berfikir; Deduksi dan Induksi sebagai Dasar Penalaran Ilmiah Imron Mustofa
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.049 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.2.1-21

Abstract

Logika memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan pengetahuan serta pengkajian-pengkajian pengetahuan tertentu. Sebagai sebuah ilmu pengetahuan ia menjadi dasar yang menentukan pemikiran agar lurus, tepat dan sehat. Sebab fungsi logika menyelidiki, merumuskan serta menerapkan hukum-hukum yang ditepati. Logika merupakan ilmu yang memberikan prinsip-prinsip yang harus diikuti agar dapat berfikir valid menurut aturan yang berlaku. Ini dikarenakan, Penalaran ilmiah menghendaki pembuktian kebenaran secara terpadu. Antara kebenaran rasional dan factual ataupun deduktif dan induktif yang keduanya menggunakan hipotesa sebagai jembatan penghubungnya. Baik deduktif dan induktif bukan tanpa cacat, karenanya perlu sebuah identifikasi lebih jauh, guna mencapai suatu metode penalaran ilmiah yang mengamini pembuktian terpadu, antara rasional dan kebenaran factual.
Pemikiran Politik (Madilog) Tan Malaka Menuju Kemerdekaan Indonesia Muhammad Fajrul Islam
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.482 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.2.34-42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi apa yang menjadi pemikiran politik Tan Malaka menuju kemerdekaan Indonesia. Teori (pendekatan) yang digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini adalah teori tentang pemikiran, konsep ideologi, sosialisme dam marxisme. Sedangkan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yakni penelitian dimaksudkan untuk dapat memberikan gambaran yang sistematis tentang fenomena yang diamati.Berdasarkan hasil penelitian ini, Pemikiran Tan Malaka menuju kemerdekaan Indonesia dapat dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, konsep dasar pemikiran Tan Malaka yang dipengaruhi oleh Dialektika Hegel dan Materialisme Dialektika Marx-Engels, Madilog dan Perjuangan Tan Malaka menuju Kemerdekaan Indonesia. Kedua, filosofi negara menurut Tan Malaka dengan konsep penarikan sejarah dari zaman manusia purba sampai terbentuknya Indonesia. Ketiga, rancangan ekonomi sosialis dan negara merdeka.
Dinamika Ilmu Kalam Sunni Bahrul Ulum
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.79 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.2.22-33

Abstract

Sampai saat ini terjadi pro kontra tentang Ilmu Kalam. Sebagain mengatakan ilmu ini tidak perlu dipelajari, sedang lainnya mengatakan perlu. Tentu untuk mendudukkan persoalan tersebut butuh kajian yang mendalam tentang ilmu satu ini. Mulai dari sejarahnya sampai manfaatnya. Lebih jauh perdebatan sengit antara para ulama dan tokoh-tokoh teologi timbul akibat perbedaan dalam menyikapi sifat-sifat Allah. Selain itu juga masuknya nilai-niai filsafat non Islam terutama dari Yunani. Dalam perkembangannya mazhab Asy`ariyah menjadi mazhab yang paling banyak dipeluk umat Islam secara tradisional dan turun temurun di dunia Islam. Ciri khas darinya adalah penilaian terhadap ilmu ini didasarkan pada kajian ilmiah bukan karena suka atau tidak suka.
Kritik Penilaian Menurut Perspektif Standar Nasional Pendidikan Warsito Hadi
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.136 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.2.43-52

Abstract

Standar penilaian merupakan salah satu bagian dari Standar Nasional Pendidikan (SNP) tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karenanya, setiap pendidik harus memahami landasan yuridis maupun filosofis yang melatarbelakangi munculnya standar penilaian, mekanisme, dan prosedur evaluasi. Termasuk dalam hal tersebut, bagaimana pendidik menetapkan indikator keberhasilan pembelajaran dan merancang pengalaman belajar siswa. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian merupakan bagian dari evaluasi. Penilaian mempunyai arti yang seringkali tertukar dengan istilah tes, karena pemakaian kedua istilah ini tidak mengandung arti evaluasi meliputi dua hal yaitu menilai dan mengukur. Menilai berasal dari kata nilai. Sedang pengukuran mengacu pada hal yang membandingkan sesuatu hal dengan satu ukuran tertentu, sehingga sifatnya kuantitatif.
Metodologi Kritik Hadits antara Muhaditsin vs Orientalis Edi Kuswadi
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.446 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.2.53-72

Abstract

Para ulama Islam telah melakukan kritik hadits untuk memastikan sebuah hadits berasal dari Rasul atau tidak. Kritik hadits bukan untuk menilai salah atau membuktikan ketidakbenaran sabda Rasulullah SAW, tetapi sekadar uji perangkat yang memuat informasi tentang beliau, termasuk uji kejujuran informatornya. Tujuannya untuk menguji dan menganalisis secara kritis apakah fakta sejarah kehaditsan itu dapat dibuktikan, termasuk komposisi kalimat yang tereskspos dalam ungkapan matan. Lebih jauh lagi, kritik hadits bergerak pada level menguji apakah kandungan ungkapan matan itu dapat diterima sebagai sesuatu yang secara historis benar. Ini berbeda dengan orientalis dan orang yang mengikuti mereka, yaitu mengkritik hadits dalam rangka meragukan hadits itu sendiri. Namun usaha mereka ini tidak berhasil karena metodologi kritik hadits ulama Islam lebih mapan daripada orientalis.
Konstruksi Sistem Pendidikan Pesantren Tradisional di Era Global; Paradoks dan Relevansi Nia Indah Purnamasari
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.162 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.2.73-91

Abstract

Pesantren tradisonal merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tradisional dengan tujuan utama pendidikan di dalamnya adalah membentuk kepribadian yang utuh (integrited). Sistem pendidikan pesantren tradisional hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam (kitab kuning) sebagai inti kurikulumnya, serta tidak mengajarkan pengetahuan umum. Kurikulum pesantren ditetapkan secara mandiri oleh kiai dan tidak memasukkan kurikulum negeri. Di era global - di mana dampak negatif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih besar dirasakan oleh masyarakat terutama dengan munculnya berbagai bentuk dekadensi moral/akhlak manusia - sistem pendidikan pesantren tradisional masih tetap relevan untuk dipertahankan. Pesantren masih dibutuhkan karena mampu memberikan pemenuhan terhadap kebutuhan spiritual manusia.