cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MAJALAH ILMIAH GLOBE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
KAJIAN SOSIAL EKONOMI PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP DI PERAIRAN DANAU TEMPE Muliawan, Irwan
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1889.509 KB)

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya danau secara multiguna telah memberi manfaat besar, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar danau. Pola ekstrasi yang digunakan dalam tiap jenis pemanfaatan sumberdaya pun beragam. Sayangnya, tidak semua metode tersebut justru memperparah degradasi lingkungan perairan danau. Dampak terparah akibat menurunnya kualitas lingkungan danau terjadi di subsektor perikanan, berupa penurunan produksi tangkapan. Kajian ini bertujuan mengungkap pengelolaan danau untuk pengembangan perikanan di Danau Tempe. Kajian ini menganalisis nilai manfaat langsung sumberdaya Danau Tempe, kelayakan usaha di danau serta mengurai distribusi manfaat dari masyarakat pemanfaatan sumberdaya tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai ekonomi sumberdaya danau terlihat distribusi manfaat dari subsektor perikanan tidak merata. Penyebabnya adalah dominasi pemanfaatan ruang oleh salah satu metoda penangkapan ikan (bungka toddo). Oleh karena itu regulasi mengenai penangkapan ikan diberlakukan melalui Peraturan Daerah No. 5/2000 oleh Pemerintah Kabupaten Wajo. Kemudian direkomendasikan agar pondasi bungka toddo terbuat dari bahan beton dengan jumlah yang telah ditentukan sesuai aturan yang berlaku.ABSTRACTLake resources have many usages which bring great benefits, especially for the community who live around it. The methods people make use of the resources are varied. However, not all of those methods concern with the sustainability of the resources. Some has contributed direct impact to worsen the lake water environmental degradation. The worst impact of the degradation is the decrease in fishery catch. The objective of this study was to show the lake management for fisheries development in Lake Tempe. This study analyzed direct use value technique, benefit value distribution from the user community of the resource. The study shows that benefit value distribution in fisheries sub sector is not well distributed. lt is caused by the spatial use is dominated by bungka toddo. Therefore, regulation toward fishing technique should be applied through the Local Regulation No.5/2000 by Government of Wajo Regency. Thus, it is proposed that bungka toddo base is made from solid materials and the total number of bungka toddo is restricted based on the regulation.Kata Kunci : Perikanan, Nilai Manfaat Langsung, Distribusi Manfaat Keywords : Fisheries, Direct Use Value, Benefit Distribution
PEMETAAN LOKASI PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA Sudarmadji, Bambang Wahyu; Munaiati, Sri Lestari
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 1, No 2 (1999)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2072.99 KB)

Abstract

Sistem lnformasi Geografis merupakan suatu perangkat yang sampai saat ini banyak dimanfaatkan oleh institusi-institusi untuk berbagai kepentingan, terutama di bidang pemetaan. Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu dari pemerintah daerah yang menggunakan perangkat tersebut untuk kepentingan pemetaan pengembangan budidaya perikanan darat. Dengan diketahuinya lokasi-lokasi untuk pengembangan budidaya perikanan, diharapkan pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk perencanaan yang akan diambil.ABSTRACTGeographic Information System is a tool that is commonly utilized by institutions for various usages especially in the field of mapping. North Lampung Regency is one of local governments that use GIS for mapping outgrowth of land fisheries. By knowing the distribution of potential areas, Regional Government of north Lampung Regency can make appropriate policies for the next development planning.
KEGIATAN SURVEI DAN PEMETAAN BIDANG KEHUTANAN MENUJU OTONOMI DAERAH Djajono, Ali
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 2, No 1 (2000)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1384.03 KB)

Abstract

Hutan adalah sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan hutan sekaligus merupakan sumber berbagai barang dan jasa untuk menunjang pembangunan nasional. Oleh karena itu pengelolaannya harus optimal dan lestari. Untuk mendukung pengelolaan tersebut diperlukan data/informasi mengenai hutan dan kehutanan. Salah satu sumber untuk mendapatkan data/informasi tersebut adalah melalui kegiatan survei dan pemetaan hutan. Dengan berlakunya UU No.22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah terbuka peluang bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan kegiatan survei dan pemetaan hutan sendiri sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya. Namun demikian pelaksanaan sendiri kegiatan tersebut memerlukan dana, SDM, peralatan, organisasi dan manajemen yang baik dan memadai. Adanya peluang pendaerahan kegiatan survei dan pemetaan serta kondisi faktor pendukung yang diperlukan menjadi bahasan dalam penulisan ini.ABSTRACTForest is a renewable natural resources which also has produced many things and services to support national development programs. Therefore, forest should be managed in sustainable and optimal manner.  ln order to achieve a sustainable forest management, data and information about forest resources are required. Forest survey and mapping are a part of activities to collect forest data and information. Law No. 22/1999 concerning Local Government will give opportunities to the local government to explore and develop their own forest survey and mapping activities fitted with proper local conditions. Nevertheless, those activities need proper budgeting, professional human resources, equipment, good organization and management. This article discusses about the opportunity of forest survey and mapping activities done by local government and those supported factors.Kata Kunci : Survei, Pemetaan, Hutan/Kehutanan, Pemerintah DaerahKeyword: Survey, Mapping, Forest/Forestry, Regional Government
HUBUNGAN KEMAMPUAN LAHAN DENGAN KESESUAIAN LAHAN Suryono, Suryono
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 2, No 1 (2000)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2166.744 KB)

Abstract

Lahan kritis terjadi sebagai akibat tidak sesuainya antara penggunaan lahan dengan kemampuan lahan. Hal ini akan mengalami atau dalam proses kerusakan fisik, kimia dan biologis yang akan membahayakan produksi pertanian.Tulisan ini mencoba mempelajari hubungan antara kemampuan lahan terhadap kesesuaian lahan. Daerah penelitian adalah di Kecamatan Piyungan dan sekitarnya karena daerah ini merupakan daerah yang kompleks dalam hal fisik dan telah diusahakan sebagai tanah pertanian dengan berbagai tanaman pertanian, sehingga daerah ini memadai untuk studi tentang sumberdaya lahan. Studi ini dilakukan dengan metode gabungan antara penginderaan jauh, evaluasi lahan dan analisis statistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan yang positif antara kemampuan lahan dengan kesesuaian lahan pada bentuk lahan Dataran Fluvio Kaki Gunungapi, sedang pada beutuk lahan lainnya yaitu pada Dataran Banjir, Dataran Fluvio Koluvium Kaki Lereng Perbukitan dan Perbukitan tidak signifikan. Hasil studi ini dapat dipakai sebagai bahan pembanding untuk pengembangan potensi wilayah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah.ABSTRACTCritical lands occur in areas where landuse do not correspond with land capability. This condition will affect physical, chemical and biological conditions and can reduce agriculture product. This paper tries to study the corresponding between land capability and land suitability. Piyungan Sub District is a complex area in term of physical condition. This area is an agricultural land: therefore, this area is appropriate for land resources study. The study uses an integrated approach, by using remote sensing technology, land evaluation as well as statistical analysis. The result of this study shows the positive correlation between land capability and land suitability in Fuvio Vulcanic Food Plain, white in other landform such as Flood Plain, Fuvio Collovium Hillock Food Slope Plain and Hill areas the correspond between land capability and land suitability are not significant. The writer hopes that the result of the study can be used as a comparative study in regional development, especially in the program of regional autonomy.Kata Kunci : Bentuk lahan, kemampuan lahan, kesesuaian lahan, hubunganKeyword: Landform, land capability, land suitability, relationship
INVENTARISASI AREAL POTENSIAL TRANSMIGRASI DI KABUPATEN PONTIANAK DENGAN BANTUAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Nahib, Irmadi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2319.938 KB)

Abstract

Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, maka terdapat kecenderungan aktivitas manusia untuk mengubah fungsi ruang guna mengakomodasi dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal tersebut akan memicu teriadinya kompetisi untuk mendapatkan ruang atau tumpang tindih penggunaan ruang yang saling merugikan. Guna mencegah dampak negatif tersebut, maka telah dilakukan perencanaan peruntukan kawasan budidaya dan kawasan lindung melalui penyususnan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi / Kabupaten (RTRWP/K). Dalam rangka mengatasi kendala penyediaan lahan akibat semakin tingginya laju pembangunan, maka perlu dilakukan inventariasi status tanah dan penggunaan tanah. Kegiatan penelitian ini bertujuan mengevaluasi lokasi-lokasi transmigrasi yang berada didalam pencadangan Areal (PA) dan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Kabupaten Pontianak serta menginventarisasi areal potensial yang dapat dikembangkan untuk pemukiman Transmigrasi dengan bantuan sistem infomasi geografis (SIG).ABSTRACT With the increasing number of population there are trends of human activities to convert land function to accommodate and meet their needs. That condition will cause a competition among people to occupy space. To avoid those negative impacts, it has been planned to allocate cultivated areas and protected areas through physical spatial plan. To overcome constrains of land appropriation in the aftermath of rapid developments, lt needs to have inventory land status and land use. This research intends to evaluate transmigration locations within reserved area and land management rights in Pontianak Regency and to take inventory of the potential areas to be developed for transmigration settlement by using geographic information system.Kata Kunci : Peruntukan Lahan, Areal Transmigrasi, Sistem lnformasi GeografiKeywords: Land Use, Transmigration Area, Geographic Information System
ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM DIREKTORI PULAU BAKOSURTANAL DAN UNEP Pramono, Gatot H.; Rahadiati, Ati
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1974.949 KB)

Abstract

Sistem direktori pulau adalah salah satu cara dalam menyimpan dan menampilkan data dari pulau secara digital. Di dalam sistem tersebut tersimpan informasi yang berkaitan dengan suatu pulau seperti lokasi, luas, panjang garis pantai, jumlah penduduk, jenis ekosistem dan sebagainya. Dengan adanya sistem ini, pengguna dapat mencari informasi yang terkait dengan pulau secara mudah. BAKOSURTANAL telah membangun suatu sistem direktori pulau. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk membandingkan sistem direktori pulau ini dengan yang telah dikembangkan oleh UNEP. Diharapkan dengan mengetahui kelebihan dari sistem UNEP dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan sistem BAKOSURTANAL. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem BAKOSURTANAL perlu diperbaiki dari segi kelengkapan data dan pengembangan ke aplikasi berbasis internet.ABSTRACTThe island directory system is a digital approach to store and display island data. Various information stored in the database are island location, area, shoreline, population and ecosystem. This system enables users to search and retrieve data efficiently. BAKOSURTANAL has developed such system. The paper is aimed to compare between BAKOSURTANAL and UNEP island directories. The positive aspects of TJNEP system will be used to improve BAKOSURTANAL system. The study recommends two points to be implemented: data completeness and web based system.Kata Kunci: Sistem Direktori Pulau, BAKOSURTANAL, UNEP Keywords: Island Directory, BAKOSURTANAL, UNEP
REMOTE SENSING AND GIS FOR DETERMINING LANDSLIDE SENSITIVITY AREAS Fitrianto, Anggoro Cahyo; Hidayatullah, Taufik; Nahib, lrmadi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.545 KB)

Abstract

The objectives of this research were to (1) define the landslide sensitivity area based on evaluation of physical parameter of land from result of satellite image interpretation using Geographic Information System (GlS); (2) provide landslide sensitivity map to Banggai district, Central Sulawesi Province. This research used four physical parameters of land to define landslide sensitivity rates. Physical parameters used in the research were (1) slope derivable from result of SRTM image analysis; (2) landuse derivable from result of satellite image and thematic map analysis; (3) geology factor derivable from geological map; (4) rainfall data. Each of the parameters was weighted/evaluated so that obtainable result indicated that areas having highest value were sensitive to landslide; whereas, areas having lower value were insensitive to landslide. The result of GIS analysis with all overlapping parameters indicated that the Banggai District is dominated by lower landslide sensitivity rate. Medium and high landslide sensitivity rate are distributed to mountain areas having limestone geological structures. Whereas, the lowest landslide sensitivity rate is located in coastal areas having flat slope.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendefinisikan tanah longsor wilayah sensitivitas berdasarkan penilaian parameter fisik tanah dari hasil interpretasi citra satelit menggunakan Sistem Informasi Geografis (GlS); (2) menyediakan peta untuk kepekaan tanah longsor Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan empat parameter fisik lahan untuk menentukan tingkat kepekaan tanah longsor. Fisik parameter yang digunakan dalam penelitian adalah (1) kemiringan dapat diturunkan dari hasil analisis citra SRTM; (2) landuse diturunkan dari hasil analisis imge satelit dan peta tematik; (3) faktor geologi diturunkan dari peta geologi; (4) data curah hujan. Setiap paramaters dibobot / dievaluasi sehingga hasil diperoleh menunjukkan bahwa daerah-daerah yang memiliki nilai tertinggi yang peka terhadap longsor, padahal daerah-daerah yang memiliki nilai lebih rendah yang tidak sensitif terhadap longsor. Hasil analisis menggunakan GIS dengan semua parameter yang tumpang tindih menunjukkan bahwa Kabupaten Banggai didominasi oleh rendahnya tingkat kepekaan tanah longsor. Menengah dan tinggi tingkat sensitivitas longsor didistribusikan ke daerah pegunungan kapur yang memiliki struktur geologi. Padahal, yang terendah tingkat kepekaan tanah longsor terletak di daerah pantai memiliki kemiringan datar.Keywords : Landslide, Remote Sensing, Geographical lnformation System.Kata Kunci : Tanah Longsor, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi
OBSERVASI PENGARUH ENSO TERHADAP PRODUKTIVITAS PRIMER DAN POTENSI PERIKANAN DENGAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT DI LAUT BANDA Suniada, komang lwan; Sukresno, Bambang
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 10, No 2 (2008)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2245.526 KB)

Abstract

Observasi pengaruh ENSO terhadap produktifitas primer dan potensi perikanan dengan menggunakan data satelit di Laut Banda telah dilakukan. Data yang digunakan adalah data satelit yang dianalisis untuk mendapatkan nilai suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a dan PAR. ENSO di representasikan oleh index ENSO. Sedangkan data penangkapan ikan didapat dari laporan bulanan dinas perikanan provinsi Maluku. Data timeseries di tampilkan dalam bentuk grafik untuk mengetahui pengaruh musim terhadap fluktuasi parameter lingkungan. Produktifitas primer di kalkulasi dengan Vertically Generalized Production Model (GPM). Penghitungan dugaan potensi perikanan dilakukan dengan Fish Production Model. Dari hasil analisa didapati bahwa SST dan Chl-a di Laut Banda saling berkorelasi dengan koefisien korelasi- 0.918, dan berfluktuasi dipengaruhi oleh musim. Rata-rata produktifitas primer bulanan mulai meningkat pada bulan Juni yaitu pada musim timur dan mencapai puncak pada bulan Agustus. Produktifitas primer mempunyai korelasi yang kuat dengan chl-a dengan koefisien 0.999), sedangkan korelasinya dengan ENSO 0.331083. Dugaan potensi perikanan di Laut Banda pada tahun 2004 adalah 426.790,47 ton, pada tahun 2005 adalah 380.468.70 ton dan tahun 2006 adalah 445.103,29 ton. Tingkat pemanfaatan potensi perikanan di Laut Banda pada tahun 2004 adalah 54.63%, lalu menigkat tajam menjadi 96.20% pada tahun 2005 dan pada 2006 menjadi 98.22%, Koefisien korelasi antara hasil tangkapan dan perubahan musiman menunjukkan nilai yang kecil yang berarti bahwa potensi perikanan tidak dipengaruhi oleh perubahan musim sehingga dapat dikatakan bahwa potensi perikanan selalu tersedia dan dapat ditangkap sepanjang tahun di Laut Banda.Kata Kunci: ENSO, Produktifitas Primer, Potensi Perikanan, Data SatelitABSTRACTObservation on the influence of ENSO to fishery primary productivity and potency using satellite data at Banda Sea has been done. Data used were satellite data that were analized get sea surface temperature, chlorophyl-a concentrate and PAR. ENSO was represented by ENSO index while fish catch data were gathered from the monthly report of the Fishery agency of Maluku Province. Time series data were displayed in graphs to see the influence of seasons to the fluctuation of environment parameter. Primary productivity were calculated using Vertically Generalized Production Model (VGPM). The prediction of fishery production were done using Fish Production Model. The analysis showed that SST and Chl-a at Banda Sea were correlated with coefficient of 0.918, and it was fluctuated depending on the seasons. The average monthly primary productivity started to rise in June, which is in east season, and reached its peak in August. The primary productivity had strong correlation with Chl-a with coefficient of 0.999, while its correlation with ENSO only 0.331083. The fisher potency at Banda Sea in 2004 was predicted 426,790.47 tons, in 2005 was 380,468.70 tons and in 2006 was 445,103.29 tons. Utilization of the fishery potency at Banda Sea in 2004 was 54.63%, then significantly rised to 96.20% in 2005 and became 98.22% in 2006. Correlation coefficient between fish catchment and season change showed a small value which means that the fishery potency was not influence by season change. Therefore it could imply that the fishes are always available at Banda Sea all year long.Keyword: ENSO, Primary Productivity, Fishing Potential, Satellite Data
A PRELIMINARY STUDY OF NON USE VALUE OF THE SIAK RIVER BASIN Priyatna, Fatriandi Nur; Muliawan, Irwan
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 10, No 2 (2008)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.049 KB)

Abstract

The objective of this paper is to study the intrinsic value or non-use value of the Siak River Basin, especially the existence value and the bequest value. The research used CVM (Contingent Valuation Method), with a survey conducted to have WTP (the willingness to pay). This method used total benefit technique as a base to calculate the willingness fo pay. The results showed that socio economic profile of Siak River was noted by 31 to 40 years old respondents with low educational level (mostly unfinished elementary degree), 11 to 20 years experience, and the average of annual income was IDR 8,600,748 per respondent. While total non-use value at the Siak River Basin was IDR 320,026,519 per year, with existence value was IDR 101,129,717 per year and bequest value was IDR 218,896,802 per year. The result also showed that development in the educational sector should be taken into account as a set of resource management option. Better educational level along with better resource condition will give better perception for the resource sustainability. Meanwhile, environmental degradation level is also indicated by the low existence value.Keywords: Non Use Value, CVM, Siak River.ABSTRAKTujuan dari tulisan ini adalah menghitung nilai intrinsik sumberdaya atau non use value dari sumberdaya Sungai Siak, terutama nilai keberadaan (existence) dan nilai pelestarian (bequest) sumberdaya. Penelitian menggunakan survey dan teknik CVM (contingent valuation method) untuk mendapatkan nilai kesediaan membayar dari responden atau WTP (willingness to pay). Metode ini menggunakan teknik total manfaat sebagai dasar dalam menghitung besaran kesediaan membayar. Hasil penelitian.menunjukkan karakteristik sosial ekonomi responden, ditandai sebagian besar responden berumur antara 31 hingga 40 tahun dengan tingkat pendidikan rendah (umumnya tidak tamat sekolah dasar). Pengalaman usaha responden berkisar antara 11 hingga 20 tahun dan pendapatan rala-rata responden sebesar Rp 8.600.748 per tahun. Hasil analisis juga menunjukkan besaran total-non use value sebesar Rp 320.026.519 per tahun, terdiri dari nilai keberadaan (existence) sebesar Rp 101.129.717 per tahun dan nilai pelestarian (bequest) sebesar Rp 218.896.802 per tahun. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan harus menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari opsi pengelolaan sumberdaya. Tingkat pendidikan yang lebih baik dan diiringi oleh lingkungan sumberdaya yang juga lebih baik akan memberikan persepsi yang lebih baik terhadap pentingnya keberlanjutan sumberdaya. Hal lainnya juga menjadi catatan bahwa rendahnya nilai keberadaan (existence) menjadi salah satu indikasi dari telah semakin terdegradasinya sumberdaya itu sendiri.Kata kunci : Nilai Non Use, CVM, Sungai Siak
TINJAUAN HIDROLOGIS MASALAH BANJIR M. Arsjad, A.B Suriadi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7022.31 KB)

Abstract

Pembalakan hutan belum tentu penyebab utama terjadinya banjir. Penyebab utama banjir adalah surah hujan yang tinggi dalam waktu yang relatif lama dan terjadi di daerah yang luas. Banjir tidak akan terjadi kalau tidak terjadi hujan dalam DAS dalam waktu yang relatif lama dengan intensitas yang tinggi. Penebangan liar (illegal logging) tidak selalu lebih buruk dampaknya terhadap banjir dari pada konversi hutang ke penggunaan lainnya, misalnya konversi hutan ke lahan pertanian. Biasanya konversi hutan ke penggunaan lain dimulai dengan perambahan (land clearing). Tahapan ini saja kemungkinan sudah akan menguraikan tentang proses runoff yang mempengaruhi terjadinya banjir secara rasional dengan contoh-contoh yang mudah dipahami.Kata Kunci: Banjir, Logging Curah Hujan Tinggi, Konversi Hutan. ABSTRACTLogging activity is not always a main cause of flood. The main cause of flood is heavy rainfall on relatively large area in long duration. The flood will not occur when there is no heavy rainfall occurred in a watershed. The illegal logging is not always more harmful than forest conversion to another use e.g conversion forest to agricultural land. It usually starts with land clearing. Just this step only can cause high runoff and triggering flood. This paper describes runoff process in relation with flood, and factors influenced rationally. Keywords: Flood, Logging, Highly Rainfall, Forest Conversion.

Page 1 of 29 | Total Record : 285