cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022): Februari" : 31 Documents clear
CERITA REALISTIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL-NOVEL ANAK: KAJIAN SASTRA ANAK Risma Khairun Nisya; Pipik Asteka
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.42 KB)

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa sastra memiliki peran penting dalam kehidupan terutama anak-anak yang harus belajar mengenai nilai-nilai kehidupan sejak dini. Melalui sastra, anak dapat belajar nilai-nilai kehidupan dengan lebih menyengkan yang dapat diperolehnya melalui bahasa yang mudah dipahami dan cerita yang ringan seputar dunia anak-anak. Pembaca dalam hal ini anak-anak dapat memahami dan belajar cara bersikap, etika dan moral yang digambarkan melalui peran tokoh dalam cerita yang dibacanya. Cerita prosa anak yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini adalah novel-novel anak dengan memfokuskan penelitian pada analisis tokoh utama. Adapun cerita realistik merupakan cerita yang mengangkat kehidupan sehari-hari, sehingga melalui analisis tokoh cerita dalam novel anak, pembaca dalam hal ini anakanak dapat dengan mudah menyerap, memahami etika dan moral yang digambarkan penulis melalui tokoh dalam cerita. Novel-novel anak yang menjadi objek dalam penelitian ini berjudul Creepy Case Club: Kasus Pohon Pemanggil Karya Rizal Iwan, Duo Detektif: Komplotan Pencuri Hewan Peliharaan Karya Wiwien Wintarto, dan Anak Penangkap Hantu Karya Adam Putra Firdaus. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan cerita realistik tokoh utama protagonis sebagai pelaku cerita dan nilai-nilai karakter tokoh utama dalam novel-novel anak tersebut. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan mimesis yang menitikberatkan kajiannya terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan di luar karya sastraKata Kunci: sastra anak, realistik, novel anak It is undeniable that literature has an important role in life, especially children who must learn about the values of life from an early age. Through literature, children can learn the values of life with more fun which can be obtained through language that is easy to understand and light stories about the world of children. Readers, in this case, children can understand and learn how to behave, ethics and morals which are depicted through the roles of characters in the stories they read. The children's prose stories that were studied in this study were children's novels by focusing the research on the analysis of the main character. The realistic story is a story that raises everyday life, so that through the analysis of the story characters in children's novels, readers in this case children can easily absorb, understand the ethics and morals described by the author through the characters in the story. The children's novels that are the object of this research are entitled Creepy Case Club: The Case of the Summoning Tree by Rizal Iwan, The Detective Duo: A Pet Thief Conspiracy by Wiwien Wintarto, and The Ghost Catcher Child by Adam Putra Firdaus. The purpose of this study is to describe the realistic story of the main protagonist as the actor in the story and the character values of the main character in the children's novels. The method in this research is descriptive qualitative with a mimetic approach that focuses on the study of the relationship between literary works and realities outside of literary works.Keywords: children's literature, realistic, children's novel
VARIASI BAHASA MELALUI WHATSAPP DI KALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA ANGKATAN 2018 Veronika Oktavia
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.812 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk variasi bahasa dan faktor-faktor yang melatarbelakangi timbulnya variasi bahasa mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2018 Universitas Singaperbangsa Karawang. Variasi bahasa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keragaman bahasa yang digunakan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2018 saat berkomunikasi di grup WhatsApp. WhatsApp Messenger sendiri merupakan media pengirim pesan instan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pustaka yakni membaca percakapan atau dialog tertulis yang terdapat dalam obrolan WhatsApp grup yang mengandung variasi bahasa antar mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2018, percakapan didokumentasikan melalui tangkapan layar sehingga obrolan tersebut dapat terekam secara visual. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) identifikasi data, (2) klarifikasi data, (3) penyajian data dan (4) penarikan kesimpulan.
PERBANDINGAN MAKNA PUISI "PERINGATAN" KARYA WIJI THUKUL DAN PUISI "CAGED BIRD" KARYA MAYA ANGELOU DENGAN PENDEKATAN MIMETIK Fairly Fabiola Hendrik Fernanda; Abdillah Nugroho
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.776 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis perbandingan makna pada puisi Peringatan karya Wiji Thukul dan puisi Caged Bird karya Maya Angelou dengan pendekatan mimetik sastra. Yang mana dalam puisi yang berjudul Peringatan ini berisikan penindasan terhadap rakyat kecil oleh pemerintah dan rakyat kecil ini tidak bisa mengaspirasikan pikirannya karena dianggap rendah dan hak asasi manusianya di rampas. Dengan adanya permasalahan tersebut, Wiji Thukul yang berani mengeluarkan aspirasi masyarakat kecil ke dalam sebuah karya sastranya yaitu puisi. Sedangkan puisi Caged Bird karya Maya Angelou ini berisikan tentang rasisme terhadap orang berkulit hitam oleh oleh berkulit putih, orang berkulit putih menganggap orang yang berkulit hitam tidak sepadan dengan orang yang berkulit putih dan dikucilkan. Dengan begitu, si Maya Angelou juga termasuk orang berkulit hitam dan tidak terima jika di rendahkan begitu saja dan tidak memiliki hak yang sama dengan orang berkulit putih. Dengan adanya permasalahan tersebut, Maya juga membuat puisi yang berisikan penyindiran terhadap ketidakadilan yang dirasakan oleh orang berkulit hitam. Yang intinya kedua puisi tersebut sama-sama meminta keadilan dalam kehidupannya, dan kedua judul puisi tersebut juga akan dikaji dengan pendekatan mimetik sastra yang menitik beratkan kajiannya terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan di luar sastra.Kata Kunci: puisi, wiji thukul, maya angelou, pendekatan mimetik  The purpose of this study is to analyze the comparison of meanings in the memorial poem by Wiji Thukul and the Caged Bird poem by Maya Angelou with a literary mimetic approach. Which in the poem entitled warning contains the oppression of the small people by the government and these small people cannot aspire to their thoughts because they are considered low and their human rights are taken away. With these problems, Wiji Thukul who dared to express the aspirations of the small community into a literary work, namely poetry. While Maya Angelou's Caged Bird poem is about racism against black people by white people, white people think that black people are not commensurate with white people and are ostracized. That way, Maya Angelou is also a black person and doesn't accept being humiliated and doesn't have the same rights as white people. With these problems, Maya also wrote a poem that contained satire on the injustice felt by black people. The point is that the two poems both ask for justice in their lives, and the two titles of the poems will also be studied with a literary mimetic approach that focuses on the study of the relationship between literary works and realities outside of literature.Keywords: poetry, wiji thukul, maya angelou, mimetic approach
ANALISIS CERPEN "RUMAH TUHAN" KARYA ARIS KURNIAWAN BASUKI DALAM CERPEN PILIHAN KOMPAS 2013 MELALUI PENDEKATAN STRUKTURALISME GENETIK Asep Firmansyah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.224 KB)

Abstract

Pengarang pada hakikatnya adalah anggota masyarakat. Karya sastra yang dihasilkannya pun merupakan gambaran kehidupan yang lahir dari realitas sosial yang dirasakannya. Melalui sastra pengarang menyampaikan hal-hal yang umum sampai ke hal-hal yang khusus serta menguak hal-hal yang tabu; yang tak sempat diperbincangkan oleh khalayak seolah menjadi makanan lezat bagi pembaca. Sastra dapat menyentuh keadaan yang tak terjamah oleh pandangan fisik yang terkadang mengelabui orang-orang yang memandang. Ia mampu menerobos ke dalam hal-hal sensitif yang tak mampu dipandang oleh mata telanjang. Berangkat dari pijakkan di atas, penulis tertarik untuk menganalisis cerpen yang berjudul Rumah Tuhan karya Aris Kurniawan Basuki sebagai cerpen pilihan Harian Kompas 2013 yang sudah dibukukan. Dalam kajian ini, penulis akan menganalisis cerpen tersebut dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik sebagai alat untuk memahami isi cerpen yang dihubungkan dengan dunia pengarang sebagai latar belakang proses penciptaan karya tersebut. Dalam kajian ini, penulis membahas strukturalisme genetik yaitu fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia, dan dialektika pemahaman-penjelasan. Di bagian penjelasan fakta kemanusiaan, penulis menjelaskan bertandang kepada orang sakit dari pandangan keyakinan dan kemanusiaan/sosial, fakta psikologis remaja dan kepatuhan seorang anak kepada orang tuanya, wanita dan karakternya serta laki-laki dan karakternya, dan gangguan dalam rumah tangga. Dalam pembahasan subjek kolektif, dinyatakan keadaan sosial dari suatu individu dalam anggota masyarakatnya. Dalam cerpen ini, tokoh ibu adalah sosok yang penuh gairah dalam mengamalkan ajaran agamanya, sekaligus memiliki rasa kemanusiaan terhadap sesamanya yakni menengok orang sakit. Sementara itu dalam pembahasan pandangan dunia, kebiasaan menengok orang sakit merupakan keadaan yang biasa orang-orang lakukan. Seperti sudah menjadi tradisi tersendiri ketika mendengar orang yang dikenal jatuh sakit, baik itu keluarga, saudara, tetangga, tokoh masyarakat, teman, dan lainnya maka orang akan menengoknya. Adapun pembahasan terakhir, yakni dialektika pemahaman-penjelasan, cerpen Rumah Tuhan karya Ak Basuki ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa sebagai hamba Tuhan yang beriman kepada-Nya kita diharuskan untuk menjaga hubungan baik dengan Tuhan kita (habluminallah) maupun dengan sesama manusia (habluminannas).Kata Kunci: Cerpen Rumah Tuhan, strukturalisme genetik Authors are essentially members of society. His literary work is a description of life that is born from the social reality. Through literature, the author conveys general matters to specific matters and reveals taboo matters; which the audience does not discuss as if it becomes delicious dish for the reader. Literature can observe conditions that are not touched by physical views which sometimes deceive those who look. It is able to break through into sensitive matters that cannot be seen by the naked eye. Departing from the above steps, I am interested in analyzing the short story entitled Rumah Tuhan by Aris Kurniawan Basuki as the short story chosen by Kompas Daily 2013 which has been recorded. In this study, the author will analyze the short stories using a genetic structuralism approach as a tool of analysis in the short story content which is applied to the world of the author as the background for the development process of the work. In this study, the authors discuss genetic structuralism, namely human facts, collective subjects, world views, and the dialectic of understanding-explanations. In the part of human facts' explanation, the writer explains visiting the sick from the viewpoint of belief and humanity, the psychological and mental facts of a child to his parents, women and their characters, men and their characters, and domestic disturbances. In the discussion of the collective subject, it is stated the social condition of an individual in the story are members of society. In this short story, the mother character is a figure who is passionate about practicing her religious teachings, as well as a sense of humanity towards others, namely visiting the sick. Meanwhile, in discussing the world view, the habit of visiting the sick is in the circumstances that people usually do. As it has become an independent tradition when hearing people who are known to be sick, be it family, relatives, neighbors, community leaders, friends, and others, people will visit them. As for the final discussion, namely the dialectic of understanding, the short story Rumah Tuhan by Ak Basuki gives us an understanding that as servants of God who believe in Him we are required to maintain good relations with our Lord (habluminallah) and with fellow humans (habluminannas).Keywords: short stories of the House of God, genetic structuralism
PENGUATAN SASTRA MULTIKULTURAL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DI SEKOLAH DASAR Winda Amelia; Nurlinda Safitri; Arita Marini; Arifin Maksum
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.536 KB)

Abstract

Sastra multikultural berhubungan dengan perubahan masyarakat global dan lokal yang menjadi pluralistik. Pada bacaan sastra multikultural merespons kondisi pluralistik tersebut dan menginterpretasikannya dalam karya sastra, khususnya, pada bacaan sastra anak yang merujuk pada peningkatan kemampuan literasi dan komunikasi. Sastra multikultural berpotensi menjadi media komunikasi dan pendidikan karakter bangsa di Sekolah, yang mana, saat ini, para guru, pemerintah, dan penulis mengembangkannya. Lebih dari itu, sastra multikultural mampu melampaui batasan agama, etnis, bahasa, budaya, dan bangsa. Secara praktis, aktivitas kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler bisa menjadi medium untuk menyosialisasikan nilai-nilai multikultural melalui sastra. Lebih khusus lagi, sastra multikultural berpotensi menjadi media yang mempersatukan dan menggabungkan substansi lokal, nasional secara damai.Kata kunci: sastra, multikultural, sekolah dasar Novel literary works became one of the media for the author to channel ideas and ideas about the social conditions of the community in his day, because the novel is one of the works that can reflect the social conditions in society in detail. One issue that surfaced during the Dutch colonial period in Indonesia was racism. Pramoedya Ananta Toer's novel Bumi Manusia, one of the masterpiece literary works that discusses racism in colonial times. Research needs to be done to determine the extent of the practice of racism against Indonesian society by the Dutch colonizers. The approach used in the study is the Sociology of Literature with descriptive qualitative research methods. The results obtained, racism carried out by the Dutch colonials was not limited to just differentiating people based on skin color. However, the form of racism that appears in the novel up to the rights of people who are restricted by the colonial.Keywords: novels, bumi manusia, literary sociology, racism
ANALISIS NARATIF TERHADAP ALUR DAN PENOKOHAN DALAM CERPEN "KADO ISTIMEWA" KARYA SUWADJI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS XI Ade Nurhasanah; Any Budiarti; Desti Fatin Fauziyyah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.3 KB)

Abstract

Cerpen merupakan karya sastra berbentuk prosa yang berisi cerita ringkas, karena ceritanya ringkas cerpen dapat dibaca dalam waktu 15 menit saja.  Berdasarkan data yang ditemukan, dalam pembelajaran cepen peserta diidik kesulitan menentukan alur dan penokohan. Penelitian ini bertujun untuk menganalisis unsur alur dan penokohan dalam cerpen Kado Istimewa karya Suwadji, sekaligus mengetahui kebermanfaatannya sebagai alternatif bahan ajar pada peserta didik kelas XI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam analisis alur, cerpen Kado Istimewa karya Suwadji memuat orientasi, komplikasi, pencapaian konflik, puncak konflik, resolusi dan koda. Selain itu juga, memuat kaidah plausibilitas, suspen, surprise, dan kepaduan. Cerpen ini beralur  progresif, berjumlah tunggal, dan bersifat padat, dan dalam analisis penokohan, Berdasarkan peran terdapat 2 tokoh utama, 1 tokoh bawahan, 5 tokoh tambahan.  Berdasarkan fungsi penampilan, semua tokoh (8 tokoh) merupakan protagonis. Berdasarkan perwatakan, semua tokoh berwatak sederhana, dan berdasarkan berkembang atau tidaknya, semua tokoh adalah statis. Kemudian, semua tokoh dalam cerpen ini dilukiskan secara dramatik. Selanjutnya, cerpen ini dapat dijadikan sebgai alternatif pemilihan bahan ajar bahasa Indonesia di kelas XI, bahan ajar yang dibuat berdasarkan pada karakter dan kelayakan bahan ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian bukan berupa angka, melainkan narasi atau deskripsi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kumpulan cerpen Kado Istimewa karya Suwadji yang diterbitkan oleh Telaga Ilmu dan buku penunjang lainnya. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui telaah pustaka, wawancara, dokumentasi dan analisis.                 Kata Kunci: Analisis, cerpen, alur, penokohan, bahan ajar
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM KOLABORATIF BERBANTUAN APLIKASI PENGOLAHAN KATA DARING Yeni Rostikawati; Restu Bias Primandhika; Aurelia Sakti Yani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.194 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam memahami mata kuliah Isu-Isu Global Pendidikan Bahasa dalam mempersiapkan isu-isu yang diminati untuk penelitian masing-masing mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Pada penelitian ini, flipped classroom didefinisikan sebagai salah satu metode pengajaran yang mengutamakan mahasiswa mempelajari materi pembelajaran terlebih dahulu kemudian didiskusikan pada saat jam mata kuliah berlangsung. Materi yang diberikan adalah berupa bab dari buku sumber, video presentasi kelompok dan video pembelajaran lainnya. Pada saat kelas tatap maya, pengajar meninjau kembali (review) materi, membahas tugas atau latihan, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa yang masih belum mengerti tentang materi yang diberikan. Sedangkan mahasiswa datang ke kelas diharapkan sudah mendapatkan pemahaman mengenai materi yang disampaikan. Metode ini dicoba diterapkan untuk mengatasi keterbatasan waktu yang diberikan untuk mata kuliah ini, yaitu hanya 1x seminggu selama 2 SKS perkuliahan (50 menit). Diharapkan dengan diimplementasikannya metode ini keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar di kelas meningkat dan dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARANN MENULIS TEKS EKSPLANASI Ima Siti Rahmawati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.254 KB)

Abstract

Menulis sebagai salah satu keterampilan dan penunjang kebutuhan ilmu pengetahuan yang merupakan hal vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Mengacu terhadap pembelajaran di sekolah, keterampilan menulis dijadikan sebagai salah satu keterampilan yang dikaitkan dalam materi ajar bahasa Indonesia. Salah satu materi yang mengasah kemampuan menulis peserta didik yaitu materi teks eksplanasi. Pada artikel ini penulis bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan media audio visual dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Metode yang digunakan dalam pembahasan artikel ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Pada pembahasan artikel akan disajikan tentang media pembelajaran, media audio visual, pembelajaran teks eksplanasi dan penerapan media aduio visual dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi. Adanya penelitian ini diharapkan dapat dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan inovasi dalam menyampaikan materi ajar khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia.Kata kunci: media audio visual, pembelajaran menlis, teks eksplanasi  Writing as one of the skills and supporting the needs of science which is vital for the survival of the community. Referring to learning at school, writing skills are used as one of the skills associated with Indonesian language teaching materials. One of the materials that hone students' writing skills is explanatory text material. In this article, the author aims to describe the application of audio-visual media in learning to write explanatory texts. The method used in the discussion of this article is a qualitative descriptive method. In the discussion of the article will be presented about learning media, audio visual media, explanatory text learning and the application of audio visual media in learning to write explanatory texts. The existence of this research is expected to be able to help students to increase innovation in delivering teaching materials, especially in learning Indonesian. Keywords: audio visual media, writing learning, explanatory text.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MODUL ELEKTRONIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN APLIKASI EXE LEARNING Rianto Rianto; Dede Endang Mascita
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1907.95 KB)

Abstract

AbstrakKurangnya inovasi media pembelajaran saat pembelajaran jarak jauh saat pandemi yang dialami mahasiswa menjadi latar belakang penelitian ini. Kemajuan teknologi berbasis informasi dan teknologi memungkinkan pendidik dalam hal ini dosen untuk mengembangkan media pembelajaran jarak jauh bersifat mandiri lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menjelaskan pembuatan produk media pembelajaran jarak jauh yang bersifat pembelajaran mandiri berupa modul elektronik berbasis web menggunakan aplikasi Exe Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model luther-sutopo yaitu terdiri dari tahap pengonsepan, perancangan, pengumpulan bahan, pembuatan, pengujian serta pendistribusian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah modul elektronik berbasis web menggunakan aplikasi Exe Learning sangat layak digunakan untuk subbab pembelajaran tentang aplikasi Exe Learning pada mata kuliah digitalisasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. AbstractThe lack of innovation in learning media during distance learning during the pandemic experienced by students became the background of this research. Advances in information and technology-based technology allow educators, in this case, lecturers, to develop distance learning media that is independent and more attractive. This study aims to develop and explain the manufacture of distance learning media products that are independent learning in the form of web-based electronic modules using the Exe Learning application. The method used in this research is research and development with the luther-sutopo model which consists of the stages of conception, design, collection of materials, manufacture, testing, and distribution. The results obtained from this research are that the web-based electronic module using the Exe Learning application is very suitable to be used for the learning sub-chapter on the Exe Learning application in the digitalization course for learning Indonesian language and literature.
MEMBANGUN POLA BERPIKIR KRITIS DI KALANGAN GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS DALAM PEMBELAJARAN KREATIF Zulhafizh Zulhafizh
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.848 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi membangun pola berpikir kritis di kalangan guru sekolah menengah atas dalam pembelajaran kreatif. Cara ini sebagai upaya kreativitas guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Tindakan yang dilakukan untuk penelitian ini melalui metode deskripif terhadap berbagai fenomena yang ada pada data. Subjek penelitian merupakan guru-guru sekolah menengah atas yang berada di kota Pekanbaru dan kabupaten Kampar. Masing-masing wilayah diambil sampel yang seimbang, yaitu 54 guru sehingga total sampel 108 orang. Data dikumpulkan dengan angket berskala Likert. Hasil analisis menunjukkan pola berpikir kreatif di kalangan guru tingkat menengah melalui pembelajaran kreatif lebih banyak berorientasi pada usaha memberikan respon terhadap berbagai aktivitas dann masalah dalam pembelajaran, kemudian diikuti dengan membangun pemahaman dan pengetahuan siswa, berpikir yang dinamis, dan beradaptasi dalam menyelesaikan masalah. Kemudian, aspek menggunakan pemikiran literal, mencari alternatif kegiatan yang kreatif, dan melakukan hipotesis strategi pembelajaran tergolong rendah setingkat dibandingkan dengan empat poin sebelumnya. Namun demikian, sebagai orang yang berupaya mencerdaskan anak bangsa melalui bekal pengetahuan dan pengalaman, para guru sekolah menengah atas di kota Pekanbaru dan Kecamatan Kampar berada pada standar sangat tinggi dengan mean 4,14 dengan standar deviasi 0,628 dalam berpikir kritis. Keadaan ini menunjukkan para guru berupaya membangun pola berpikir kritis dalam menghadirkan pembelajaran kreatif.Kata kunci: berpikir kritis, guru, pembelajaran kreatif This study to describe strategies for building critical thinking patterns among high school teachers in creative learning. This method is an effort of teacher creativity in improving the quality of learning. Actions taken for this research are through descriptive methods of various phenomena that exist in the data. The research subjects were high school teachers in Pekanbaru city and Kampar district. Each region was taken with a balanced sample, namely 54 teachers so that the total sample was 108 people. Data were collected using a Likert scale questionnaire. The results of the analysis show that creative thinking patterns among middle-level teachers through creative learning are more oriented towards efforts to respond to various activities and problems in learning, then followed by building student understanding and knowledge, dynamic thinking, and adapting to solve problems. Then, the aspect of using literal thinking, looking for alternative creative activities, and hypothesizing learning strategies is low level compared to the previous four points. However, as people who seek to educate the nation's children through the provision of knowledge and experience, high school teachers in Pekanbaru City and Kampar District are at very high standards with a mean of 4.14 with a standard deviation of 0.628 in critical thinking. This situation shows the teachers are trying to build a pattern of thinking in presenting creative learning.Keywords: critical thinking, teacher, creative learning

Page 1 of 4 | Total Record : 31