cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022): Agustus" : 26 Documents clear
KESANTUNAN BERBAHASA GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP NEGERI 7 MUARO JAMBI Lisa Ananda Wijaya; Akhyaruddin Akhyaruddin; Hilman Yusra
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 7 Muaro Jambi. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, subjek ini guru dan siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Muaro Jambi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data yang dikumpulkan melalui teknik simak, rekam, dan catat. Hasil penelitian ini menujukan bentuk dari kesantunan berbahasa guru dan siswa yang muncul pada pertuturan guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar kelas VII di SMP Negeri 7 Muaro Jambi, yaitu maksim kearifan/kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian/penghargaan, maksim kerendahan hati/kesederhanaan, maksim pemufakatan/kesepakatan, dan maksim kesimpatian.Kata kunci: kesantunan berbahasa, sekolah menengah pertama, pembelajaran bahasa Indonesia This study aims to describe the politeness of teachers and students in learning Indonesian of seventh grade at SMP Negeri 7 Muaro Jambi. This research approach is descriptive qualitative, the subject is a teacher and student of seventh grade at SMP Negeri 7 Muaro Jambi. The data collection are through listening, recording, and flied note. The results of this study indicates the forms of politeness in the language of teachers and students that appear in the speech of teachers and students in seventh grade teaching and learning activities at SMP Negeri 7 Muaro Jambi, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise/appreciation, the maxim of humility/simplicity, the maxim of agreement, and the maxim of sympathy.Keywords: The politeness of language, junior High School, Indonesian language learning
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER PADA TOKOH-TOKOH NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA: KAJIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN Muhamad Hambalie Anshor
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter adalah segala usaha yang dapat untuk memengaruhi karakter peserta didik. Hakikat pembentukan karakter dalam konteks pendidikan Indonesia terletak pada pembentukan nilai-nilai, yaitu pembentukan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, yaitu pengembangan kepribadian bangsa Indonesia dan generasi muda.Karakter bangsa kita seiring dengan berkembangnya zaman semakin tidak bisa dikontrol, banyak sekali kenakalan-kenalan remaja yang dilakukan seperti tawuran, pelecehan seksual, melawan guru, melawan orang tua dan lain-lain. Maka dari itu pendidikan karakter sangat penting untuk bisa dilaksanakan dengan baik di setiap pembelajaran di kelas. Penggunaan sastra dalam pembelajaran di kelas bertujuan untuk memberikan pelajaran tentang pendidikan karakter kepada peserta didik karena dalam sastra berisi tentang kisah hidup masyarakat yang banyak sekali karakter yang baik untuk dipelajari. Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata salah satu karya yang membahas atau berisi tentang pendidikan karakter yang dapat dipahami peserta didik dalam belajar. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu Psikologi Pendidikan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dianalisis novel Laskar Pelangi memiliki 18 pendidikan karakter yang dapat dipelajari oleh peserta didik diantaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, persahabatan, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Sastra, Novel Character education is any effort that can influence the character of students. The essence of character formation in the context of Indonesian education lies in the formation of values, namely the formation of noble values originating from the culture of the Indonesian nation itself, namely the development of the personality of the Indonesian nation and the younger generation. once juvenile delinquency committed such as brawls, sexual harassment, against teachers, against parents and others. Therefore character education is very important to be carried out properly in every learning in the classroom. The use of literature in classroom learning aims to provide lessons about character education to students because literature contains the life stories of people who have lots of good characters to learn. The novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata is one of the works that discusses or contains character education that can be understood by students in learning. The approach used in the study is Educational Psychology with qualitative descriptive research methods. The results of the research that have analyzed the novel Laskar Pelangi have 18 character education that can be learned by students including: religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democracy, curiosity, national spirit, love for the homeland, respect for achievement, friendship, love of peace, love to read, care for the environment, care for social, responsibility.Keywords: Character Education, Literature, Novel
STRUKTUR INTRINSIK NOVEL LEMBATA KARYA F. RAHARDI Alexander Bala
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra merupakan karya universal interpretatif. Karya yang tidak membahasakan dan menyajikan sesuatu realitas secara matematis, tetapi justru memberikan ruang dan peluang yang bebas bagi para pembacanya untuk memahami dan menafsirkan apa yang tersurat pada karya sastra tersebut. Artikel ini membahas tentang potret lokalitas unsur intrinsik dalam novel Lembata, Sebuah Novel karya F. Rahardi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa novel Lembata, Sebuah Novel (a) bertemakan kemiskinan; (b) memiliki plot kausalis dan naratologi; (c) diperani oleh tokoh-tokoh cerita antara lain, Romo Pedro, Ola, Uskup, Romo Deken, Romo Alex, dan Ayah Ola; (d) memiliki setting semua daerah di Flores, pada area Keuskupan Larantuka, terutama Dekenat Lembata. Juga Jakarta dan beberapa tempat di Eropa dan Amerika; (e) memiliki amanat atau pesan kepada Gereja, LSM, dan pemerintah untuk berpihak kepada rakyat secara maksimal: merencanakan dan memulai pada apa yang sudah dipunyai rakyat; (f) sudut pandang menggunakan persona ketiga, yakni Dia dan Aku; dan (g) memiliki gaya bahasa hiperbola, retorik retisense, dan paradoks.Kata kunci: novel, Lembata, lokalitas, struktur, karya sastra Literary works are interpretive universal works. Works that do not discuss and present a mathematical reality, but instead provide free space and opportunities for the readers to understand and interpret what is written in the literary work. This article discusses the portrait of the locality of the intrinsic elements in the novel Lembata, A Novel by F. Rahardi. The research approach used is a qualitative descriptive approach. Data collection was obtained by reading and note-taking techniques. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the novel Lembata, A Novel (a) has the theme of poverty; (b) has a causal and narratological plot; (c) the characters of the story, among others, Father Pedro, Ola, Bishop, Father Deken, Father Alex, and Ayah Ola; (d) has the setting of all areas in Flores, in the area of the Diocese of Larantuka, especially the Dean of Lembata. Also Jakarta and some places in Europe and America; (e) has a mandate or message to the Church, NGOs, and the government to side with the people to the fullest: planning and starting on what the people already have; (f) point of view using the third person, namely He and I; and (g) have hyperbole, retaliatory rhetoric, and paradoxes.Keywords: novel, Lembata, locality, structure, literary works. 
PENGEMBANGAN MODEL DIGITALISASI REKAM JEJAK KARYA SASTRA SISWA SEKOLAH DASAR BERBASIS FLIPBOOK Iis Siti Salamah Azzahra; Yeni Rostikawati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan siswa di sekolah menjadi alat ukur keberhasilan belajar siswa selama proses pembelajaran, tidak terkecuali pada kemampuan anak membuat karya sastra. Perkembangan karya sastra anak harus dapat didokumentasikan sebagai wujud apresiasi pula terhadap kemampuan anak. Dokumentasi ini bisa dibuat menarik dan terdigitalisasi melalui produk teknologi berbasis Flipbook digital. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran cara untuk mencatat rekam jejak karya sastra anak sekolah dasar dalam bentuk digital Flipbook yang bisa dijalankan secara luring maupun dibagikan secara daring dan dapat dilihat kemudian hari oleh guru, orang tua maupun siswa itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah RnD (Reasearch and Development). Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, lembar observasi, angket, validasi produk, dan tes. Hasil validasi media terhadap media rekam jejak sastra anak berbasis flipbook menunjukkan persentase 97% dari kedua ahli dan 96% dari praktisi serta menunjukkan 96% dari hasil angket dan observasi yang didapat dari siswa. Luaran penelitian membuat pembelajaran sastra dan lebih luas pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas semakin menarik, meningkatkan minat untuk menciptakan karya sastra dan melatih siswa berteknologi.
REFLEKSI FEMINISME POSMODERN PADA PENGIMAJIAN DAN BAHASA FIGURATIF DALAM ALBUM “LM5” KARYA LITTLE MIX Deva Brenda Reheullah; Nurul Fitriani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini berisi analisis lirik lagu dengan menggunakan beberapa konsep, antara lain: pengimajian, bahasa figuratif, serta feminisme posmodern. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif, dengan metode deskriptif kualitatif, karena hasil data yang dianalisis berupa fenomena deskriptif seperti kata, kalimat dan bahasa. Objek penelitian ini adalah album “LM5” karya Little Mix. Data penelitian adalah bait lirik lagu dari album “LM5” karya Little Mix. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, pengimajian yang ditemukan dalam lirik lagu Little Mix adalah pengimajian penglihatan, pendengaran, pencecapan, perabaan, gerak, dan perasaan. Bahasa figuratif yang ditemukan dalam lirik lagu Little Mix yaitu simile, metafora, hiperbola, alusi, dan idiom. Refleksi feminisme posmodern yang terdapat dalam lirik lagu adalah emansipasi dan penerimaan diri. Dalam album ini, Little Mix hadir mewakili perempuan dan berjuang melawan ketidaksetaraan gender.Kata kunci: feminisme posmodern, lirik lagu, Little Mix, bahasa figuratif, pengimajian This study describes the analysis of song lyrics by using several concepts, such as: imagery, figurative language, and post-modern feminism. The research approach used is qualitative, and this study is conducted by using descriptive qualitative method because the result of the data analysed is in descriptive phenomenon such as words, sentence and language. The object of this research is “LM5” album by Little Mix. The data of this research are song lyrics of “LM5” album by Little Mix. The result of this research is as follows: first, the imagery found in song lyrics by Little Mix are visual, auditory, gustatory, tactile, kinaesthetic, and organic imageries. Second, figurative language found in song lyrics by Little Mix are simile, metaphor, hyperbole, allusion, and idiom. Third, the reflections of postmodern feminism found in song lyrics are emancipation and self-acceptance. In this album, Little Mix presents as the representative of women and fighting against gender inequalityKeywords: Postmodern feminism, song lyrics, Little Mix, figurative language, imagery
ANALISIS PENGGUNAAN KOSA KATA BAKU DAN TIDAK BAKU DALAM BAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN MAHASISWA UNIVERSITAS BINA BANGSA BANTEN Mahpudoh Mahpudoh; Diana Romdhoningsih
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika berkomunikasi antara satu dengan lainnya di lingkungan bermasyarakat, seringkali kita menggunakan berbagai Bahasa yang berbeda-beda. Dengan beragamnya Bahasa yang ada di Indonesia membuat bangsa ini menjadi kaya akan Bahasa dan budaya, dimana Bahasa itu sendiri merupakan identitas suatu bangsa. Metode penelitian dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif merupakan jenis penelitian dengan memberikan gambaran mengenai penggunaan kata baku dan tidak baku dan tidak baku di kalangan mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Bina Bangsa Banten dengan total 150 orang. Berdasarkan hal yang sudah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa kata baku adalah kata-kata yang sesuai atau terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata baku ini memiliki berbagai fungsi seperti pemersatu, pemberi kekhasan, pembawa kewibawaan, serta sebagai kerangka acuan. Kata baku dalam bahasa Indonesia membuat bahasa Indonesia menjadi kuat kedudukannya karena kata baku tidak mengubah struktur bahasa Indonesia sehingga mudah dijadikan alat komunikasi antar masyarakat atau antar suku di Indonesia. Akan tetapi, mahasiswa yang sering menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi malah kurang akan pengetahuan tentang kata baku sebagai dasar bahasa Indonesia yang baik dan benar
REPRESENTASI MUATAN BUDAYA YOGYAKARTA DALAM BAHAN AJAR BIPA: KAJIAN SEMIOTIKA Aulia Salsabilla; Sella Arsada Putri; Alifka Hardika Islami; Shohihuzzihni Shohihuzzihni; Hana Farida
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi muatan budaya Yogyakarta dalam bahan ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutr Asing). Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan teknik bac dan catat. Objek material dalam penelitian ini adalah Bahan Pendukung BIPA Menjelajah Kearifan Yogyakarta dan Budaya Jawa: Bahan Ajar Pendukung BIPA Bermuatan Budaya Lokal Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Objek formal dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotika dengan teori Piercean. Menurut teori Piercean, untuk merepresentasikan budaya Yogyakarta dalam kedua buku tersebut dapat dilihat berdasarkan tiga hal, yaitu indeks, ikon dan simbol. Data penelitian tersebut, kemudian dikategorikan dalam unsur budaya yang dirumuskan secara universal oleh Koentjaraningrat. Tujuh unsur budaya tersebut adalah sistem religi dan upacara keagamaan; sistem organisasi kemasyarakatan; sistem pengetahuan; bahasa; kesenian; sistem mata pencaharian hidup; dan sistem teknologi dan peralatan hidup. Hasil penelitian menunjukkan budaya Yogyakarta dari kedua bahan ajar belum direpresentasikan secara utuh dalam bentuk ikon dan indeks, sedangkan pada bentuk simbol sudah direpresentasikan secara utuh.Kata kunci: BIPA, Budaya, Semiotika
ILOKUSI DALAM FILM THOR: RAGNAROK Fridolini Fridolini; Rekha Ukrima Yagi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial; mereka tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. Bagaimana mereka berkomunikasi? Manusia dapat berkomunikasi dengan berbagai cara. Seperti dengan menggunakan bahasa, manusia dapat berinteraksi satu sama lain. Saat kita berinteraksi, kita bisa melakukan banyak hal mulai dari mencari konsonan, membuat klausa relatif, hingga menghina tamu. Ini adalah pra-teoretis, tindak tutur. Apa itu tindak tutur? Tindak tutur adalah suatu tindakan yang dilakukan dalam proses ketika kita sedang berbicara. Penelitian ini berfokus untuk menemukan tindak tutur ilokusi yang tersirat dalam tuturan tokoh. Saya menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menganalisis makalah ini dengan naskah film sebagai objek penelitian. Data yang saya kumpulkan dari dialog dari naskah film “Thor: Ragnarok”, dialog para tokoh ditandai sebagai dialog yang akan dianalisis dan diklasifikasikan ke dalam jenis-jenis tindak ilokusi. Ada 14 data dengan perwakilan, 10 data direktif, kemudian ekspresif dan komisif dengan masing-masing 5 data dan deklaratif hanya 1 data. Total ada 35 tuturan yang mengandung tindak ilokusi. Jenis penelitian ini juga dapat tersirat dalam percakapan sehari-hari, misalnya ketika kita sedang berbicara dengan orang-orang, mereka tidak hanya mengucapkan beberapa kata, tetapi, dalam ucapannya, itu mungkin menyiratkan tindakan ilokusi berdasarkan konteksnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kita dapat mempelajari lebih dalam tentang tindak ilokusi dan konteks dialog melalui naskah film khususnya mahasiswa linguistik.Kata kunci: Bahasa, Berkomunikasi, Tutur, Ilokusi, KualitatifHumans are social creatures; they cannot live alone and always need other people. How do they interact? Humans can communicate in various ways. With a language, people can interact with each other. When we interact, we can do all sort of things from aspirating a consonant, to constructing a relative clause, to insulting a guest. These are a pre-theoretically, speech acts. What are speech acts? Speech act are an act done in the process while we are talking. This research focuses on finding illocutionary speech acts implied in characters’ utterance. I use the qualitative approach with descriptive method to analyze this term paper with the movie script as object of the research. I collected the data from the characters’ utterances from the movie script “Thor: Ragnarok”, the dialogues of the characters are marked as the dialogues that going to be analyzed and classified into the types of illocutionary act. There are 14 data with representatives, 10 data directives, then expressives and commissives with 5 data each and declaratives with only 1 data. In total there are 35 utterances that implied illocutionary acts. This type of study also can be implied in daily conversation, for example when we are having a conversation with people, they are not just uttered some word, but, in their utterance, it might imply an illocutionary act based on the context. The conclusion of this studies we are able to learn more about illocutionary acts and context of dialogue through movie script especially the students of linguistics.Keywords: Language, Communicate, Speech, Illocutionary, Qualitative 
KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP TOKOH PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN YANG MEMESAN TAKDIR KARYA W. SANAVERO Rahma Aulia; Nani Solihati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerpen merupakan karya sastra yang terinspirasi dari realitas sosial atau fenomena yang dikembangkan melalui imajinasi yang dimiliki oleh pengarang. Salah satu fenomena yang belakangan ini ramai dibahas ialah mengenai ketidakadilan gender yang dialami oleh kaum perempuan. Kumpulan cerpen Perempuan yang Memesan Takdir karya W. Sanavero menceritakan berbagai macam problematika yang dialami oleh perempuan masa kini. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan bentuk ketidakadilan gender yang terdapat dalam kumpulan cerpen Perempuan yang Memesan Takdir dan mengetahui latar belakang terjadinya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis data untuk mendapatkan data Berdasarkan hasil analisis ditemukan kelima bentuk ketidakadilan gender yang terdiri dari marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan dan beban kerja ganda dalam kumpulan cerpen dengan adanya faktor sosial budaya dan faktor pendidikan yang melatarbelakangi terjadinya ketidakadilan gender tersebut.
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DAN APLIKASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Taufik Hidayat; Rina Agustini; Fahma Nurul Ilmiazrin; Ayu Lestari
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis media pembelajaran daring interaktif dan menyenangkan berbasis web dan aplikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi proses pembelajaran daring yang sering dikeluhkan kebanyakan pendidik dan peserta didik karena dianggap kurang efektif. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitik dan literature review. Objek yang diteliti yakni berbagai media pembelajaran daring berbasis web dan aplikasi yang dianggap dapat meningkatkan interaksi dan suasana belajar yang menyenangkan. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka terutama jurnal penelitian yang yang telah dipublis di internet, wawancara terhadapa guru, siswa dan ahli pendidikan. Berbagai media pembelajaran yang ada, satu persatu dianalisis secara mendalam tentang karakteristiknya dan keterkaintannya dengan materi bahasa Indonesia di sekolah. Adapun hasil penelitian ini adalah adanya inventarisasi media pembelajaran interaktif berbasis web dan aplikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Media pembelajaran daring yang dapat digunakan terbagi menjadi tiga kategori, 1) media pembelajaran daring untuk tatap maya, 2) media pembelajaran daring kolaboratif terpadu, 3) media pembelajaran daring belajar mandiri. Penggabungan berbagai media disarankan untuk meningkatkan interaksi pembelajaran daring.

Page 1 of 3 | Total Record : 26