cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2015): Maret" : 8 Documents clear
Pengaruh Metode Multisensori dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan pada Anak Kelas Awal Sekolah Dasar Sri Utami Soraya Dewi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.077 KB)

Abstract

Membaca dan menulis merupakan kemampuan dasar akademis yang penting. Meskipun demikian, ternyata cukup banyak siswa sekolah dasar di Indonesia yang belum menguasainya. Kemampuan anak untuk mengenali kata saat membaca dipengaruhi oleh cara pengajaran atau metode mengajar yang digunakan oleh guru. Penelitian ini didasarkan pada pendapat bahwa ketika murid diajar dengan menggunakan teknik atau metode yang sesuai dengan gaya belajarnya, maka mereka akan belajar lebih mudah, cepat, dan dapat mempertahankan serta menerapkan konsep-konsep lebih mudah untuk pembelajaran selanjutnya. Subyek dalam penelitian ini adalah tiga orang murid kelas satu SD yang menunjukkan prestasi membaca kurang dibanding teman-teman sebayanya. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif yang menyajikan secara rinci perubahan subjek setelah mendapat intervensi. Intervensi menggunakan metode multisensori diberikan secara klasikal selama tujuh kali pertemuan dengan durasi 60 menit di setiap sesi. Hasil perlakuan diukur dengan dengan menggunakan ERSI (The Early Reading Screening Instrument) hasil adaptasi. Kemampuan membaca permulaan anak diukur dengan meminta anak membaca wacana yang diambil dari buku pelajaran kelas satu SD yang telah dinyatakan layak sebagai buku teks oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Hasil deskripsi data menunjukkan, terdapat peningkatan kemampuan anak dalam mengenal kata secara akurat walaupun tidak signifikan. Meskipun tidak terlalu tinggi peningkatannya, namun hal ini dapat menjadi hasil yang positif.
Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Siswa Tunarungu di SLB B/C Yeni Fitria Wijaya
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.333 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa penerapan motode pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa tunarungu kelas V di SLB B/C Bina Bangsa Ngelom Taman Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain subyek tunggal (single subject design) desain A – B. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknik grafik statistic deskriptif sederhana dengan menggunakan metode analisis visual suatu grafik yang meliputi analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa tunarungu kelas V SLB B/C Bina Bangsa Nelom Taman Sidoarjo dengan jumlah subyek sebayak 2 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode test dan metode observasi. Hasil penelitian dalam kondisi dan antar kondisi serta grafik menunjukkan bahwa terlihat adanya perubahan perilaku dengan indikator siswa dapat menggunakan benda-benda sekitar untuk kegiatan pembelajaran, keaktifan bertanya, kualitas inkuiri siswa, keaktifan siswa dalam melakukan percobaan serta kuantitas menirukan pemodelan terhadap hasil belajar IPA dengan penerapan pembelajaran CTL dengan hasil penelitian menunjukkan peningkatan dengan panjang kondisi 5 pada baseline (A) dan 7 pada intervensi (B) secara stabil dengan arah trend yang sama-sama positif (+), kecenderungan stabilitas kedua subyek mencapai 86% dan dn data overlapdari analisis antar kondisi kedua subyek adalah 0% sehingga adanya pengaruh intervensi terhadap target perilaku yaitu hasil belajar IPA.
Implementasi Strategi Pembelajaran Aktif Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Nadhifah Nadhifah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.154 KB)

Abstract

Upaya implementasi strategi pembelajaran aktif berbasis TIK dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD diperlukan persiapan yang optimal sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Strategi pembelajaran aktif yang kemudian diaplikasikan dalam TIK diperlukan penelitian mendalam yang menerapkan strategi tersebut yakni di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi strategi pembelajaran aktif berbasis TIK dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD, serta bagaimana kekuatan dan kelemahan implementasi tersebut. Untuk memperoleh jawaban tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data, diperoleh melalui observasi partisipasi, analisis dokumen, wawancara mendalam, dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan koleksi data, reduksi data, trianggulasi data, dan penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi strategi pembelajaran aktif berbasis TIK dalam perencanan dan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya terealisasi dengan baik karena kesesuaian pelaksanan pembelajaran terhadap perencanaan pembelajarannya. Sedangkan dalam pengevaluasian pembelajaran terdapat kesenjangan dengan perencanaan yang tidak mengevaluasi proses belajar siswa yang terdapat dalam perencanaan pembelajaran. Kekuatan pembelajaran ini semua aspek mendukung pembelajaran dari silabus, RPP, sumber belajar, dan pelaksanaan pembelajaran itu sendiri. Sedangkan kelemahan terdapat pada pengevaluasian yang kurang optimal dalam penilaian hasil dan tidak dilakukan remidi bagi siswa yang belum mencapai nilai minimal belajar. Selain penilaian, kelemahan terdapat pada pengolahan waktu pada RPP dan keterbatasan waktu penggunaan laboratorium komputer pada materi selain TIK.
Pembelajaran Tematik yang Ideal di SD/MI Sun Haji
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.42 KB)

Abstract

Anak usia sekolah / 6-12 tahun disebut masa sekolah, karena anak sudah menamatkan taman kanak-kanak sebagai lembaga persiapan bersekolah yang sebenarnya. Disebut masa matang untuk belajar, Karena anak sudah berusaha untuk mencapai sesuatu, tetapi, perkembangan aktivitas bermain yang hanya bertujuan untuk mendapatkan kesenangan pada waktu melakukan aktivitas itu sendiri. Disebut masa matang untuk sekolah, karena anak sudah menginginkan kecakapan-kecakapan baru, yang dapat diberikan oleh sekolah (Nasution Noehi, 1993: 44). Menurut Banett, dkk., karakteristik anak usia SD, antara lain sebagai berikut. (1) Mereka secara alamiah memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan tertarik akan dunia sekitar yang mengelilingi diri mereka sendiri. (2) Senang bermain dan lebih suka bergembira. (3) Suka mengatur dirinya untuk menangani berbagai hal, mengeksplorasi suatu situasi dan mencoba usaha-usaha baru. (4) biasanya tergetar perasaannya dan terdorong untuk berprestasi sebagaimana mereka tidak suka mengalami ketidakpuasan dan menolak kegagalan-kegagalan. (5) Belajar secara efektif ketika merasa puas dengan situasi yang terjadi. (6) Belajar dengan cara bekerja, mengobservasi, berinisiatif dan mengajar anak-anak lainnya ( Mulyani Sumantri & Nana Syaodih, 2000: 12).
Madrasah Bermutu Berbasis Manajemen Mutu Terpadu (MMT) Didik Supriyanto
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.334 KB)

Abstract

Membahas tentang madrasah merupakan hal menarik di era kontemporer. Mengingat, madrasah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang lebih dekat dan familiar dengan rakyat daripada sistem pendidikan formal lainnya. Dalam analisis para pakar pendidikan, madrasah juga lebih strategis dalam pencapaian PUS-EFA (Pendidikan untuk Semua-Education for All), karena madrasah lebih murah dalam hal pembiayaan dan lebih mudah dijangkau oleh rakyat kebanyakan (grass root). Hal ini yang menjadikan madrasah semakin menemukan signifikansinya dalam kompetisi global saat ini, sehingga madrasah dapat dikatakan sebagai lembaga pendidikan Islam formal yang amat berkontribusi dalam pemberantasan buta huruf rakyat (Indonesia). Untuk tetap bisa eksis dalam percaturan global, maka madrasah perlu menerapkan berbagai strategi agar bisa tetap berdaya dan bermutu. Salah satu strategi di bidang manajemen (pengelolaan) yang bisa diterapkan madrasah untuk menuju ke arah lembaga (madrasah) yang bermutu adalah ”Manajemen Mutu Terpadu”. Dalam praksisnya, manajemen mutu terpadu berpijak pada pengelolaan berbagai sumber daya atau potensi yang dimiliki untuk dimanfaatkan secara total (terpadu) dan saling terkait -satu dengan yang lain- dalam memajukan dan mengembangkan madrasah agar menjadi lembaga pendidikan yang bermutu. Dalam penerapannya, manajemen mutu terpadu tidak selalu mengandalkan biaya yang besar, tetapi pemanfaatan secara optimal berbagai potensi yang dimiliki. Dalam kaitan ini, peran kepala sekolah/madrasah sangat diperlukan dalam mengarahkan pengelolaan berbagai potensi yang dimiliki lembaga (madrasah) dalam menuju keberdayaan dan kebermutuannya.
Pendekatan Sejarah dalam Studi Islam Mokh Fatkhur Rokhzi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.675 KB)

Abstract

Tulisan ini fokus membahas tentang karakteristik pendekatan sejarah sebagai salah satu pendekatan di dalam Studi Islam dengan didahului pembahasan seputar aspek Studi Islam. Islam telah menjadi kajian yang menarik minat banyak kalangan. Studi keislaman pun semakin berkembang. Islam tidak lagi dipahami hanya dalam pengertian historis dan doktriner, tetapi telah menjadi fenomena yang kompleks. Islam tidak hanya terdiri dari rangkaian petunjuk formal tentang bagaimana seorang individu harus memaknai kehidupannya. Islam telah menjadi sebuah sistem budaya, peradaban, komunitas politik, ekonomi dan bagian sah dari perkembangan dunia. Mengkaji dan mendekati Islam, tidak lagi mungkin hanya dari satu aspek, karenanya dibutuhkan metode dan pendekatan interdisipliner. Kajian agama, termasuk Islam, seperti disebutkan di atas dilakukan oleh sarjana Barat dengan menggunakan ilmu-ilmu sosial dan humanities, sehingga muncul sejarah agama, psikologi agama, sosiologi agama, antropologi agama, dan lain-lain. Dalam perjalanan dan pengembangannya, sarjana Barat bukan hanya menjadikan masyarakat Barat sebagai lapangan penelitiannya, namun juga masyarakat di negara-negara berkembang, yang kemudian memunculkan orientalisme. Sarjana Barat sebenarnya telah lebih dahulu dan lebih lama melakukan kajian terhadap fenomena Islam dari pelbagai aspek: sosiologis, kultural, perilaku politik, doktrin, ekonomi, perkembangan tingkat pendidikan, jaminan keamanan, perawatan kesehatan, perkembangan minat dan kajian intelektual, dan seterusnya.
Pengaruh Pendidikan Keagamaan Orangtua terhadap Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak Muhsinin Muhsinin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.437 KB)

Abstract

Abstrak Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah selama ini telah berusaha mengembangkan banyak program pendidikan yang melibatkan berbagai lembaga yang ada di dalam masyarakat, program pendidikan tersebut guna menjangkau seluruh warga masyarakat dari yang atas sampai lapisan paling bawah. Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan yang amat mendasar, karena pada masa usia dini merupakan masa emas (golden age) dan peletak dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Pengertian Anak usia dini secara umum adalah anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun. Anak pada usia 4 – 6 tahun atau usia Taman Kanak-kanak (pada jalur pendidikan formal sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini), merupakan masa peka bagi anak, karena masa ini merupakan masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi lingkungan dan menginternalisasikan ke dalam pribadinya. Masa ini merupakan masa awal perkembangan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan tercapai secara optimal (Kemendiknas, 2010). Salah satu sikap dasar yang harus dimiliki anak untuk menjadi manusia yang baik dan benar adalah memiliki sikap dan nilai moral yang baik dalam berprilaku sebagai umat Tuhan, anak, anggota keluarga dan anggota masyarakat. Usia di masa Pendidikan Anak Usia Dini adalah saat yang paling baik dan tepat untuk meletakkan dasar-dasar pendidikan nilai, moral, dan agama kepada anak. Walaupun peran orang tua sangatlah besar dalam membangun dasar moral dan agama bagi anak-anaknya, peran pendidik Pendidikan Anak Usia Dini juga tidaklah kecil dalam meletakkan dasar moral dan agama bagi seorang anak (Hidayat, 2007:38).
Pemikiran Pendidikan Moral Albert Bandura Qumruin Nurul Laila
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.34 KB)

Abstract

Albert Bandura dilahirkan pada tanggal 4 Desember 1925 di Mundare, sebuah kota kecil di barat daya Alberta, Kanada, sekitar 50 mil sebelah timur Edmonton. Berasal dari keluarga keturunan Eropa Timur. Ayahnya dari Krakow Polandia dan ibunya dari Ukraina. Pada tahun 1952 Albert Bandura menikah dengan Virginia Varns dan dikaruniai dua orang anak, Mary dan Carol. Bandura belajar bersama Robert Sears, salah satu perintis teori belajar sosial lainnya dan mengambil gelar diplomanya dari University of British Columbia dan gelar kesarjanaan psikologinya dari University of Iowa. Karena reputasinya, pada tahun 1974 dia dipercaya menjabat sebagai Presiden Asosiasi Psikologi Amerika (APA). Sebagai ahli dibidang psikologi, dia percaya bahwa proses transfer keilmuan atau pendidikan, tak lepas dari norma-norma moral yang berlaku di masyarakat hingga nilai-nilai dari norma tersebut diejawantahkan dalam prilaku siswa sehari-hari. Atas dasar asumsi tersebut, maka teori pembelajaran Albert Bandura disebut sosial kognitif karena proses kognitif dalam diri individu memegang peranan dalam pembelajaran, sedangkan pembelajaran terjadi karena adanya pengaruh lingkungan sosial. Proses tahapan-tahapan dalam pembelajaran social kognitif meliputi: Tahap perhatian (attentional phase), Tahap penyimpanan dalam ingatan (retention phase), Tahap reproduksi (reproduction phase) dan tahap motivasi (motivation phase). Teori pembelajaran sosial ini menekankan kepada proses bagaimana anak-anak belajar norma-norma kemasyarakatan. Jika pesan yang disampaikan bersifat positif, anak-anak menerimanya dengan baik dan pengaruh lainnya adalah sama positifnya, maka anak itu akan cenderung untuk membesar dengan nilai-nilai yang baik. Begitu juga sebaliknya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8