cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2020): Maret" : 11 Documents clear
Peningkatan Kemampuan Menghafal Anak Usia Sekolah Dasar melalui Metode Pair Check Nur Nafisatul Fithriyah; Lailatul Mamluchah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.772 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.570

Abstract

The purpose of this study is to improve the ability to memorize early childhood through the pair check method in class IV-B even semester 2017-2018 MINU Berbek Surabaya. Pair check method is a method to strengthen memorization by listening to each other in turn. Specifically, the ability to memorize referred to in this study is that children are able to memorize correctly. This research is a classroom action research method that follows the lewin kurt model. This research consists of two cycles. Each cycle includes 4 stages, namely, 1) planning (planning), 2) action (acting), 3) observation (observing), 4) reflection (reflecting). The time of the study is 1 month, from November 2017 with the subject of research in class IV-B, while the data were collected through non-test assessments, observations, interviews, and documentation. The results showed that there was a significant increase in the ability to memorize in fourth grade students. This can be proven by increasing the results of quantitative calculations starting from the average results of the ability to memorize pre-cycle, cycle 1 to cycle 2, namely the results of the average pre-cycle = 71, cycle 1 = 79, cycle 2 = 87 and the interview results concluded that the method pair check can improve the ability to memorize early childhood optimally. This study concludes that the ability to memorize with the pair check method can improve the ability to memorize early childhood.
The Effectivenes of Minidiorama Media on the Student’s Learning Motivation in Theme Cita-Citaku Silviana Nur Faizah; Ummu Khairiyah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.638 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.496

Abstract

Minidiorama media is a miniature learning media that is equipped with background, lighting, and audio. This media helps describe abstract knowledge into concrete by giving students a direct learning experience. This research used quantitative experimental approach to the design of the pre-test post-test design of one group (One Group Pre-test Post-test Design) to determine the effectiveness of minidiorama media on students’ learning motivation on the theme of sub-themes of hebatnya cita – citaku in MI Kutukan Salafiyah of Blora, amounting to 31 students. Data on student motivation was obtained using a questionnaire consisting of 15 statements on the Guttman scale. The results showed the average motivation to learn before using mindiorama media (pre-motivation) was 60 with less motivated criteria and the average motivation to learn after using minidiorama media (post-motivation) was 81 with motivated criteria.Paired samples test analysis using SPSS 25 was used to test the research hypothesis. The results of the analysis will be tested with the criteria Ha accepted and H0 rejected if Sign. <0.05, then based on the results of Sig. (2-tailed) of 0,000 <0.05 so Ha is accepted. So it is concluded that the proposed Ha is accepted, namely minidiorama media effective in increasing learning motivation on the theme of Cita - citaku, the subtheme of Hebatnya cita - citaku in Class IV MI Salafiyah Kutukan Blora.
Metode Maternal Reflektif (MMR) Sebagai Solusi Kesulitan Membaca Anak Tunarungu Auliya Fia
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.198 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.540

Abstract

Anak tunarungu cenderung memiliki kemampuan membaca yang kurang karena keterbatasan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan agar guru dapat menghadapi anak tunarungu yang kesulitan membaca dengan metode Maternal Reflektif yaitu metode pertukaran gagasan, informasi, perasaan, atau pikiran melalui percakapan antara dua orang atau lebih untuk mengajarkan bahasa secara sederhana pada anak tunarungu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Maternal Reflektif dapat digunakan sebagai solusi kesulitan membaca pada anak tunarungu. Manfaat metode MMR yaitu tidak hanya sebagai sarana maupun media untuk menyampaikan materi pelajaran namun juga sebagai tujuan pengajaran itu sendiri. Selain itu sebagai sarana belajar untuk bersikap secara spontan, reaktif, dan empati terhadap orang lain.
Analisis Teori Behavioristik (Edward Thordinke) dan Implementasinya dalam Pembelajaran SD/MI Hermansyah Hermansyah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.5 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.547

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian library research yaitu menganalisis teori behavioristik berdasarkan literatur berupa buku, jurnal dan teori-teori pendukung lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana implementasi teori belajar Thorndike dalam pembelajaran SD/MI, Thorndike menganggap bahwa yang menjadi dasar belajar ialah asosiasi antara kesan pancaindra (Sense Impresion) dengan impuls untuk bertindak. Asosiasi yang demikian itu disebut Connectio yaitu Pembentukan hubungan S-R dilakukan secara berulang-ulang dengan prinsip coba dan salah (trial and error). Hasil penelitian bahwa dalam empat hukum yang ditawarkan oleh thorndike yaitu: pertama law of readines (hukum kesiapan), Kedua law of effect (hukum akibat), dan Ketiga law of exerciser (hukum latihan), keempat hukum sikap (law of attitude), dapat diterapkan dengan baik dan sistematis makan proses pembelajara dapat berjalan efektif dan membuat siswa mudah menyerap materi yang telah disampaikan oleh guru serta dapat menumbuhkan sikap berani dengan cara trial and error. Dalam pembelajaran guru dapat menerapkan empat hukum itu agar siswa dapat ikut terlibat secara maksimal dalam pembelajaran, sehingga tujuan dapat tercapai.
Relevansi dan Implementasi Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an Mahasiswa (Analisis pada Jurusan PAI dan UPI IAIN Metro) Muhammad Ali; Andree Tiono Kurniawan
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.854 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v5i1.606

Abstract

Al-Qur’an adalah salah satu fondasi keimanan yang tidak bisa ditawar[1] dan merupakan kitab suci yang sakral. Untuk dapat memahami al-Qur’an dengan baik, mahasiswa harus mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah ilmu tajwid dan memahami artinya Untuk itu, Jurusan PAI telah melaksanakan serangkaian kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa dengan pemberian mata kuliah kependidikan secara umum maupun keagamaan, salah satunya mata kuliah baca tulis al-Qur’an. Selain kegiatan baca tulis al-Qur’an di Jurusan PAI, mahasiswa juga diberikan pembinaan baca tulis al-Qur’an di unit pengembangan ke-Islaman (UPI) selama 2 semester. Tujuanya untuk membina mahasiswa agar mampu membaca al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah ilmu tajwid. Fenomena yang terjadi di Jurusan PAI, masih terdapat mahasiswa semester akhir yang belum mampu membaca Al-Qur’an dan menulis ayat-ayat pendek dengan benar. Hal ini berdasar pada hasil evaluasi ujian komprehensif dan skripsi. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penelitian ini dipandang sangat penting dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi kegiatan pembinaan baca tulis Al-Qur’an baik pada Jurusan PAI maupun UPI dan sebagai refleksi dalam peningkatan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro Jenis penelitian ini penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Sifat penelitian dan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Jika ditinjau dari karakteristiknya penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Dari penelitian ini akan dideskripsikan relevansi dan implementasi pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an pada Jurusan PAI dan UPI IAIN Metro, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanannya. Adapun relevansi pembinaan baca tulis al-Qur’an pada Jurusan PAI maupun UPI terletak pada materi yang disampaikan dan tujuan pembinaan yang sama, yaitu sama-sama membimbing mahasiswa agar mampu membaca al-Qur’an yang baik, benar dan lancar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan juga bertujuan agar mahasiswa dapat menuliskan ayat-ayat al-Qur’an, baik dengan cara menyalin maupun dengan cara imla’, serta mahasiswa dapat menghafal beberapa surat al-Qur’an (khususnya surat-surat pada juz 30). Selain relevan pada materi dan tujuan, kerelevanan juga terdapat pada metode yang digunakan dalam pembinaan baca tulis al-Qur’an. Metode yang digunakan sangat menentukan keberhasilan dalam pembinaan BTQ. Hal ini didasarkan interview pada beberapa informan dan dokumentasi yang telah disebutkan pada hasil temuan sebelumnya. Adanya relevansi materi, tujuan dan metode yang relatif sama pada kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an Jurusan PAI dan UPI, ini akan dapat menunjang mahasiswa dalam menguasai ilmu baca tulis al-Qur’an secara baik, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal. Berdasar pada pengumpulan data yang peneliti lakukan dapat diketahui bahwa faktor pendukung dalam pembinaan BTQ baik pada Jurusan Pendidikan Agama Islam maupun Unit Pembina ke-Islaman antara lain: Tersedianya tenaga dosen di Jurusan PAI yang ahli dibidangnya (Qiratul Sab’ah), Tersedianya Tutor BTQ (UPI) yang ahli dibidangnya, Tersedianya sarana prasarana pembelajaran yang memadai sehingga dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an, Dukungan lembaga melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki prestasi dalam bidang tahfidz Qur’an, Dukungan lembaga dalam mendelegasikan Qiroatul Qur’an maupun Sab’ah serta tahfdz Qur’an dalam MTQ , Di dalam mata kuliah BTQ diajari menulis kaligrafi, membaca bersama-sama hafalan, dan dapat memahami tentang ilmu tajwid, Mahasiswa yang tidak pernah menghafal Al Quran jadi terpaksa menghafal, ditambah lagi mahasiswa jadi lebih mengerti tentang hafalan shalat. Adapun faktor penghambat dalam pembinaan BTQ baik pada Jurusan Pendidikan Agama Islam maupun Unit Pembina ke-Islaman antara lain: Jumlah pertemuan pembinaan baca tulis al-Qur’an sangat minim, yakni hanya 16 kali pertemuan dengan durasi yang sangat pendek (90 menit pembinaan di UPI dan 100 menit pembinaan BTQ di jurusan PAI), Belum adanya silabus UPI yang dibagikan ke mahasiswa dan mahasiswa hanya dikasih secara lisan target yang harus dicapai dari UPI, Pelatihan tutor terlalu singkat yaitu hanya 1 hari sehingga metode yang dipelajari menjadi kurang dan pelatihan mulai jam 07.30 sampai jam 17.30 wib, Masih rendahnya SDM mahasiswa (faktor input) dalam baca tulis al-Qur’an, Kurang selektifnya penjaringan calon mahasiswa dalam program penerimaan mahasiswa baru, terlebih program SPAN-PTIKN yang tidak mensyaratkan kemampuan BTQ dalam persyaratannya, Adanya perbedaan cara dan materi pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing dosen pengampu mata kuliah BTQ pada jurusan PAI antar kelas sehingga menyebabkan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara maksimal, Kurang disiplinnya mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an, Belum ada pembinaan lanjutan Qiro’a dan Qiroatul Sab’ah bagi yang sudah bisa membaca al Qur’an, Belum ada pembinaan lanjutan bagai mahasiswa dalam menulis ayat- ayat pendek maupun Kaligrafi. Berdasar pada data yang peneliti peroleh di lapangan dan pada analisis yang peneliti lakukan, dapat disimpulkan bahwa: Terdapat relevansi materi antara pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an pada Jurusan PAI dan UPI hal ini terlihat dari materi tajwid yang diajarkan terdapat pada silabus, Implementasi Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an pada Jurusan PAI dilaksanakan pada semester 2, sedangkan pada UPI dilaksanakan pada semester 1 dan 2 dengan jumlah tatap muka sebanyak 16 kali pertemuan dengan durasi pertemuan 100 menit untuk BTQ di Jurusan PAI dan 90 menit untuk BTQ pada UPI, Faktor pendukung kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an meliputi; a) Tersedianya tenaga dosen di Jurusan PAI yang ahli dibidangnya (Qiratul Sab’ah). b) Tersedianya Tutor BTQ (UPI) yang ahli dibidangnya. c)Tersedianya sarana prasarana pembelajaran yang memadai sehingga dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an. d) Dukungan lembaga melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki prestasi dalam bidang tahfidz Qur’an. e) Dukungan lembaga dalam mendelegasikan Qiroatul Qur’an maupun Sab’ah serta tahfdz Qur’an dalam MTQ. f) Di dalam mata kuliah BTQ diajari menulis kaligrafi, membaca bersama-sama hafalan, dan dapat memahami tentang ilmu tajwid. g) Mahasiswa yang tidak pernah menghafal Al Quran jadi terpaksa menghafal, ditambah lagi mahasiswa jadi lebih mengerti tentang hafalan shalat, Sedangkan faktor penghambatnya; a) jumlah tatap muka dan durasi pembinaan sangat minim, Jumlah pertemuan pembinaan baca tulis al-Qur’an sangat minim, yakni hanya 16 kali pertemuan dengan durasi yang sangat pendek (90 menit pembinaan di UPI dan 100 menit pembinaan BTQ di jurusan PAI). b) Belum adanya silabus UPI yang dibagikan ke mahasiswa dan mahasiswa hanya dikasih secara lisan target yang harus dicapai dari UPI. c)Pelatihan tutor terlalu singkat yaitu hanya 1 hari sehingga metode yang dipelajari menjadi kurang dan pelatihan mulai jam 07.30 sampai jam 17.30 wib. d) Masih rendahnya SDM mahasiswa (faktor input) dalam baca tulis al-Qur’an. e) Kurang selektifnya penjaringan calon mahasiswa dalam program penerimaan mahasiswa baru, terlebih program SPAN-PTIKN yang tidak mensyaratkan kemampuan BTQ dalam persyaratannya. f) Adanya perbedaan cara dan materi pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing dosen pengampu mata kuliah BTQ pada jurusan PAI antar kelas sehingga menyebabkan tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara maksimal. g)Kurang disiplinnya mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembinaan baca tulis al-Qur’an. h) Belum ada pembinaan lanjutan Qiro’a dan Qiroatul Sab’ah bagi yang sudah bisa membaca al Qur’an. I)Belum ada pembinaan lanjutan bagai mahasiswa dalam menulis ayat- ayat pendek maupun Kaligrafi.
Development of Moral Intelligence Students Through the Honesty Canteen Program in the Context of Citizenship Education (Case Study in SMAN 8 Bandung) Faisal Sadam Murron; Kokom Komalasari
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.703 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.607

Abstract

This research is motivated by the lack of facilities for students to do moral action as part or the output of learning Citizenship Education in order to develop their moral intelligence, especially in schools. This study aimed to get information about the development of moral intelligence of learners through honesty canteen program in the context of civic education that includes planning, implementation, advantages and disadvantages of honesty canteen program, the achievement of moral intelligence of learners up its sustainability efforts. The approach used in this study is a qualitative study with the case study method. The process of data collection is done in three ways: observation, interviews and documentation study. Location of the study were used as a case study is SMAN 8 Bandung. The parties are the subject of research is the Civics teachers, principals and students. Based on the results of this study concluded that 1) Increasing the moral intelligence of learners achieved through planning optimal collaboration with stakeholders from government elements that integrate with the concept of honesty canteen program Widyatama school; 2) Moral action will be effective learners developed using honesty canteen media in the context of Civics that engage learners in schools .; 3) Excess honesty canteen program in supporting the development of moral intelligence of learners such as civics laboratory for students in school so that they are able to apply the material Civics that they can be in the classroom, but unfortunately not all the schools are able to understand the role of honesty canteen itself; 4) Through honesty canteen These indicators moral intelligence such as empathy, conscience kotrol self, respect, kindness, tolerance and justice showed a positive development as learners are facilitated to take responsibility for their actions (moral action) unsupervised anyone; 5) In keeping with a program that is good, socialization is needed both to internal and external school by attending various events to keep the existence of this honesty canteen program that moral intelligence that learners can continue to grow.
Peningkatan Kompetensi Sosial Emosi dalam Pembelajaran Tematik Wiwin Luqna Hunaida
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.641

Abstract

Penilaian kompetensi sikap sosial dan emosi dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang disusun sebagai alat mengukur nilai-nilai atau pandangan hidup yang diperoleh peserta didik sebagai hasil suatu program pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bagian dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik secara individual. Berangkat dari latar belakang di depan, kurikulum 2013 pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Sidoarjo sudah diimplementasikan sejak tahun ajaran 2014/2015. Sehingga pengembangan kompetensi sosial dan emosi dalam pembelajaran tematik MI Thoriqussalam Kabupaten Sidoarjo menarik untuk diteliti dan dapat dijadikan salah satu alternatif bagi pengembangan Madrasah Ibtidaiyah lainnya. Sehingga proses dan model yang dikembangkan oleh Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Sidoarjo dapat dipublikasikan. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan (1) Guru merencanakan pembelajaran tematik dengan merumuskan kompetensi Emosional dan kompetensi sosial dengan merencanakan daftar kegiatan yang harus dilakukan siswa selama di kelas dan di luar kelas sesuai dengan tema pembelajaran. (2) Guru melakukan penanaman moral kepada siswa melalui pembiasaan yang sudah direncanakan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. (3) Guru melakukan pengevaluasian pembelajaran melalui penilaian individu dan teman sejawat. (4) Kekuatan perencanaan pemebelajaran dan perumusan kompetensi emosional dan kompetensi sosial menjadikan pelaksanaan pembelajran yang dinamis dan sesuai dengan tahap-tahap pembelajaran. Kelemahan pada pelaksanaan yang kurang dikondisikan dari penilaian terhadap individu yakni memiliki penilaian subyektif terhadap siswa.
Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab dalam Pendidikan Islam di Indonesia Kusaiyin Kusaiyin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.644

Abstract

Arabic learning is one of the implementations in Islamic education in Indonesia. Arabic is used as a foreign language in schools as one of the languages ​​used in Foreign Language subjects. With the existence of Islamic education in learning Arabic, it will improve Islamic writing such as Al-Qur'an, Hadith, Tafsir, Tawawuf and others. This study aims to explain the implementation of Arabic language learning in Islamic education in Indonesia while the research method used in this research is descriptive research which is able to explain the discussion to be studied. The results of this study are Arabic as one of the languages ​​that has a big role in Islamic education in Indonesia. Thus, in its implementation, Islamic education in Indonesia, especially in Arabic, is able to improve the skills and abilities of students in carrying out their activities.
Strategi Pembelajaran Bahasa Arab dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Peserta Didik Nur Syahid
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.645

Abstract

Strategy is one thing that must be done in carrying out every action. Because by doing a strategy will get results in accordance with what will be achieved. Strategies in learning can increase motivation and effectiveness in learning so that in such situations and conditions learning strategies can make students gain both cognitive and intellectual abilities. This study aims to explain the Arabic language learning strategies that are carried out to improve students' cognitive abilities so that students are able to follow the lessons being implemented. The method in this research uses qualitative methods with descriptive analysis so that in this method the researcher will explain and analyze the learning strategies carried out. The results in this study indicate that an effective Arabic learning strategy is taught directly, followed by question practice and reading together so that in this learning process students will interact actively and will improve the existing cognitive system. In addition, students also train their self-confidence.
Penggunaan Media Montase dalam Meningkatkan Kreativitas Anak di Kelompok B RA Miftahul Ulum II Jatigunting Wonorejo Pasuruan Muhsinin Muhsinin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas anak dan mengetahui penggunaan media montase di RA MIFTAHUL ULUM II Jati gunting kecamatan Wonorejo Kabupaten pasuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menggambarkan fakta lokasi secara objektif. Untuk memperoleh informasi yang aktual maka dilakukan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak meningkat setelah dilakukan kegiatan media montase yaitu berada pada kriteria berkembang sangat baik, karena anak mengalami peningkatan setelah diberikan kegiatan montase menggunakan bahan bekas dari buku, majalah, koran bekas dan memilih gambar yang sesuai tema alam semesta mengenai perubahan alam yang sesuai serta lancar dalam menggunting dan menempel. Penggunaan bahan bekas buku, majalah, koran dan kertas pada media Montase juga mampu menstimulasi berbagai aspek kreativitas meliputi: kelancaran, kelenturan, keaslian pada anak. Penelitian ini dilakukan pada kelompok B yang terdiri dari 10 siswa, 5 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan di RA Miftahul Ulum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar bukan angka-angka. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan media montase terbukti dapat mengembangkan kreativitas anak dini pada siswa B di RA Miftahul Ulum II Wonorejo Tahun Ajaran 2019-2020.

Page 1 of 2 | Total Record : 11