cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2022): Maret" : 11 Documents clear
Pengembangan Instrumen Tes Keterampilan Berpikir Komputasi pada Pelajaran Matematika Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtida’iyah (MI) Khanif Maksum; Ni’mah Afifah; Martalia Ardiyaningrum; Sukati Sukati
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1038

Abstract

Penelitian ini mengembangkan instrumen untuk mengukur, menganalisis validitas dan reliabilitas instrumen dan meninterpretasikan hasil pengukuran keterampilan berpikir komputasi pada mata pelajaran matematika siswa sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan prosedur pengembangan Borg dan Gall. Validitas instrumen tes ketrampilan berpikir menggunakan validitas isi indeks Aiken. Hasil Indeks Aiken dari masing-masing butir telah menunjukkan kriteria tinggi yaitu memenuhi indeks minimal 0,80. Seluruh butir telah memenuhi kriteria valid. Sedangkan, uji reliabilitas yang digunakan terhadap instrumen tes kerampilan berpikir komputasi adalah dengan rumus Cronbach’s Alpha. Hasil perhitungan ini menunjukkan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,933. Jika hasil ini dibandingkan dengan kriteria keputusan reliabilitas maka instrumen pengukuran ketrampilan berpkir komputasi dapat dinyatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat aspek keterampilan berpikir komputasi ini (dekomposisi, perancangan, pengenalan pola, dan generalisasi pola dan abstraksi), aspek yang masih rendah adalah aspek generalisasi pola dan abstraksi. Aspek ini menunjukkan persentase terkecil dalam mencapai skor 2, dan memiliki persentase tertinggi untuk skor 0. Berdasarkan hasil penelitian ini, aspek generalisasi pola dan abstraksi inilah yang perlu perhatian khusus. Untuk meningkatkan kemampuan generalisasi pola dan abstraksi diperlukan penguatan kemampuan dekomposisi, perancangan, dan pengenalan pola
Penerapan Metode Snowball Throwing untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar dalam Pembelajaran Matematika Kelas V di SD Muhammadiyah Lubuklinggau Argista Rahmaini; Siti Fatonah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1071

Abstract

This study aims to improve learning outcomes and activeness in the fifth grade Mathematics subject at SD Muhammadiyah Lubuklinggau by applying a snowball throw. This type of research is classroom action research conducted in two cycles, there are several stages, namely observation, observation, and planning. The subject of this study was to find fifth grade students at SD Muhammadiyah Lubuklinggau who reached 20 students. The results of this study stated that the low learning outcomes in Mathematics as seen in the mastery of students who achieved the KKM were 6 students (30%) in the first cycle with an average value of 62.5 while the second cycle experienced an increase in learning outcomes, there were 11 students ( 55%) which was completed with an average score of 74 which also resulted in an increase in student activity. Also affecting the activeness of students in the application of the snowball throw method there were 12 students (60%) in the first cycle while the second cycle experienced an increase which was also found in 26 students (77%). Keywords: Snowball Throwing Method, Activity, Learning Outcomes
Pembelajaran Pendidikan Karakter dalam Paradigma Tasawuf Akhlaqi Perspektif Al-Qur’an Muhammad Sirojuddin Cholili; Abd. Haris
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1108

Abstract

Pembelajaran Pendidikan karakter dalam paradigma tasawuf akhlaqi dilihat dari sudut pandang al-Qur’an mengusung model pembelajaran kepribadian religius. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengamalan maqamat dalam tasawuf akhlaqi dari sudut pandang Al-Qur’an memberikan sumbangan besar terhadap pembelajaran pendidikan karakter, sebagaimana pada maqam taubat yang mendidik karakter tentang komitmen dan loyalitas, maqam sabar yang mendidik karakter tentang konsep pengendalian diri, maqam zuhud yang dapat menjadi bekal bagi diri terhadap pencegahan diri terhadap karakter yang terlalu cinta duniawi, maqam tawakal mengajarkan tentang ikhlas, maqam syukur mendidik karakter solidaritas dan kepekaan sosial masyarakat, maqam fakir mencegah karakter yang bersifat materialistis, dan maqam rida pendidikan karakter kerelaan hati. Penelitian ini mendukung pandangan Muhammad ash Shaikhani (1999), berpendapat bahwa untuk meningkatkan kualitas pribadi yang mulia, diperlukan pendidikan kepribadian yang bersifat sufistik/kesufian, Sayyed Hossein Nasr (2001), juga mengatakan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama harus menjadikan tasawuf sebagai pendekatan, serta mendukung pandangan Abuddin Nata (2017), yang mempertegas bahwa upaya mengatasi krisis dimensi moral adalah pengembangan kehidupan moral tasawuf. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui penelitian kepustakaan. Metode tafsir Al-Qur’an yang digunakan adalah metode tafsir almaudu’i versi Abd alHayy al Farmawi. Metode ini digunakan untuk memahami kembali tasawuf Akhlaqi dari perspektif Al-Qur’an.
Pengaruh Metode SAVI pada Mata Pelajaran Fiqih untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III MI Nuurul Fallah Tangunan Puri Mojokerto (The Influence of Savi for Fiqih to Increase the Result of Learning for III Grade MI Nuurul Fallah Tangunan Puri Mojok Arif Efendi; Yasinta Harma Nurery
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1122

Abstract

Savi is a combination learning system between Anti-Phisycal Movement in learning process. The purpose of the research is to know the influence of Savi Method for increasing of learning result for III grade MI Nuurul Fallah students Tangunan Puri Mojokerto. The research used a quantitive desemi with pretest-posttest control group approachment. The research population are 24 respondents MI Nuurul Fallah of III grade in criterias below a. Registered students inclusive in 2020-2021. b. Healthy respondents and undisabled. c. Fail class respondents. The sampling technique used purposive sampling. Data analysis used non parametric test comparison Wilcoxom signed rank test wit P value is 0,005 so H2 is refused and H1 is accepted, it could be cloncluded that there was increasement for the learning result of III grade MI Nuurul Fallah after being learn using savi. The savi method is effective to increase the result learning due to its interesting presentment including application online video learning system which can be applicated in learning process increasement easily.
Peran Pembelajaran Blended Learning melalui Whatsapp pada Anak Madrasah Ibtidaiyah Normal Islam Rakha di Masa Pandemi Covid-19 Rif'atul Ajizah; Andi Prastowo
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1035

Abstract

This research highlights the role of blended learning through whatsapp for the children of the Islamic Normal Islamic Madrasah Rakha Amuntai. This research aims to find out how the role of blended learning through whatsapp during the covid-19 pandemic is, the author chose this problem because online learning is still rampant for school children, especially here elementary school age children. The approach used in this research is qualitative, with interview and observation methods. This research interviewed 10 students and 10 parents of MI Normal Islam Rakha students. In addition, the authors made observations during the learning period. The objectives to be achieved in this scientific idea are to describe the role of blended learning, to know WhatsApp as an alternative in learning, and to learn blended learning through WhatsApp. The final conclusion obtained by learning with blended learning via whatsapp during the covid-19 pandemic was very helpful, namely combining limited face-to-face learning and online learning via whatsapp.
Analisis Kebijakan Pendidikan Islam dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas) Syafira Masnuah; Nyayu Khodijah; Ermis Suryana
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1131

Abstract

Islamic education is an educational concept that has existed in Indonesia for a long time even before Indonesia's independence. The birth of UU No. 20 of 2003 concerning ‘Sistem Pendidikan Nasional’ is the starting point for the development of Islamic education in Indonesia. This study uses a type of literature study (library research) to analyze Islamic education and UU in UU No. 20 of 2003 concerning ‘Sistem Pendidikan Nasional’. In the UU Sisdiknas No. 20 of 2003, Islamic education has been recognized for its existence in the national education system. This is indicated by the existence of several positions of Islamic education in UU No. 20 of 2003, that is (1) Islamic education as an educational institution both formal, non-formal, and informal that is explicitly recognized; (2) Islamic education as a material or subject of religious education as one of the subjects that must be given at the elementary to tertiary level; (3) Islamic education as the values ​​of Islamic teachings (value), namely when Islamic values ​​are found in the education system. However, in its implementation there are still problems that make the implementation of Islamic education less than optimal. So that in its implementation, the existence of Islamic education in UU No. 20 of 2003 (Sisdiknas) needs to be supported or elaborated in other regulations.
Analisis Kebijakan Kurikulum 2013 Desti Nurholis; Nyayu Khodijah; Ermis Suryana
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1132

Abstract

Kurikulum merupakan alat yang penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari siswa disekolah atau perguruan tinggi untuk memperoleh Ijazah tertentu, sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan dalam suatu lembaga pendidikan atau jurusan. Kebijakan Kurikulum 2013 merupakan usaha pemantapan pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional yang salah satu kebijakannya berbunyi untuk penyempurnaan kurikulum pendidikan dasar dan menengah serta pembelajaran. Dasar kebijakan perubahan kurikulum 2013, elemen-elemen perubahan, dan implikasi perubahan kurikulum 2013 dalam sistem pembelajaran. kebijakan perubahan kurikulum 2013 didasarkan pada tantangan internal dan eksternal yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam rangka menyiapkan generasi yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif. Kebijakan kurikulum 2013 dimaksudkan untuk menyempurnakan berbagai kekurangan yang ada pada kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013 disusun dengan mengembangkan dan memperkuat sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara berimbang.
Analisis kebijakan Merdeka Belajar di Sekolah Sinta Irawati; Nyayu Khodijah; Ermis Suryana
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1133

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menelaah serta menganalisa perumusan kesimpulan kebijakan merdeka belajar dalam penerapan pembelajaran di era endemi covid-19. Kita ketahui bahwa wabah covid- 19 ni menhambat ruang aksi warga dalam beraktifitas paling utama cara penataran di sekolah. Alhasil dengan terdapatnya kebijaksanaan merdeka berlatih bisa membagikan tahap solutif buat menanggulangi cara penataran di era pandemic covid-19. Tata cara riset yang dipakai merupakan pendekatan analisis amatan pustaka dengan tata cara kualitatif deskriptif. Hasil riset membuktikan bahaya serta kelemahan sedang memimpin daya serta kesempatan yang terdapat, ketersediaan SDM, alat teknologi data serta sokongan penguasa yang berhak sedang dibenturkan dengan kenyataan alun- alun di warga yang sedang gelagapan dalam memahami teknologi dan keterbatasan perhitungan dalam mengatur serta mensupport suksesnya penerapan kebijaksanaan merdeka berlatih di era pandemic covid- 19. Dengan terdapatnya postingan ni yang menelaah kebijaksanaan merdeka berlatih di era pandemic covid- 19 diharapkan hendak terdapat riset sambungan yang langsung memantau di alun- alun buat mendapatkan cerminan yang lebih konkrit buat membagikan pemecahan pengganti dalam koreksi kebijaksanaan penguasa berikutnya.
Analisis Kebijakan Profesionalisme Guru dan Dosen Feni Yunita; Nyayu Khodijah; Ermis Suryana
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1135

Abstract

Profesionalisme guru dan dosen merupakan suatu kemampuan guru dan dosen dalam menerapkan dan konsisten terhadap kompetensi-kompetensinya ketika melaksanakan tugas, seperti kemampuan guru untuk dapat mengembangkan potensi dan membangkitkan minat peserta didik, memiliki rasa percaya diri, dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada peserta didik, visioner, inovatif terhadap pembelajaran, mampu mengendalikan diri, komitmen, serta tanggung jawab. Guru dan Dosen profesional bukanlah hanya untuk satu kompetensi saja yaitu kompetensi profesional, tetapi guru dan dosen profesional harus mampu memiliki keempat kompetensi sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 agar guru memahami, menguasai, dan terampil menggunakan sumber- sumber belajar baru dan menguasai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial sebagai bagian dari kemampuan guru. Kebijakan profesi guru di Indonesia ini diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (selanjutnya disebut UUGD). Undang-undang ini mengatur mengenai konsep-konsep, prinsip- prinsip dan ketentuan yang berkaitan dengan guru yang merupakan salah satu bagian dari kebijakan dalam bidang pendidikan. Untuk itu, adanya Undang-Undang Guru dan Dosen merupakan salah satu dasar hukum yang menjadi kajian dalam hukum pendidikan. Sejak adanya Undang-Undang Guru dan Dosen, guru diakui sebagai tenaga pendidik professional.
Analisis Kebijakan tentang Pedagogie dan Penilaian Pendidikan (AKM = Asesmen Kompetensi Minimum, Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar) Ade Raini; Nyayu Khodijah; Ermis Suryana
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i1.1136

Abstract

Asesmen nasional dilakukan bertujuan untuk mengubah paradigma evaluasi pendidikan di Indonesia sebagai upaya mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil bukan mengevaluasi capaian peserta didik yang sebelumnya digunakan dalam Ujian Nasional.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan tentang pedagogie dan penilaian pendidikan (akm = asesmen kompetensi minimum, survey karakter dan survey lingkungan belajar). Metode yang digunakan yaitu metode library research. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu Untuk meningkatkan mutu SDM di Indonesia, kementerian pendidikan dan kebudayaan telah membuat kebijakan baru yang dinamakan kebijakan “Merdeka Belajar”. Kebijakan ini dibuat guna untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia yang masih dikatakan rendah. Peningkatan mutu pendidikan ini dilakukan agar warga negara Indonesia dapat mengikuti perkembangan glo/balisasi dan juga dapat bersaing dengan beberapa negara maju. Jika peningkatan mutu pendidikan ini tidak dilakukan, maka negara Indonesia akan terus tertinggal dari negara lain. Mengingat hal ini tidak boleh terjadi, maka pemerintah Indonesia berusaha membuat beberapa kebijakan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu kebijakan terbaru di Indonesia saat ini yaitu, kebijakan merdeka belajar.

Page 1 of 2 | Total Record : 11