cover
Contact Name
Panji Suroso
Contact Email
panjisuroso@unimed.ac.id
Phone
+6289518044056
Journal Mail Official
gondang@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl.Willem Iskandar Ps. V, Medan Estate.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya
ISSN : 25990594     EISSN : 25990543     DOI : https://doi.org/10.24114/gondang.v5i2
Gondang is a Journal of Art and Cultural for information and communication resources for academics, and observers of Art and Culture, Performing Arts, Educational Arts, Methodology of Art and Cultural. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of Art and Culture. All papers are peer-reviewed by at least two referees. The scope of Gondang is the Science of Art and Culture. Published twice a year (June and December) and first published for print edition in June 2017.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018): Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, Juni 2018" : 5 Documents clear
Makna Pesta Kerja Tahun pada Masyarakat Karo Siosar Pasca Bencana Alam Gunung Sinabung Agung Suharyanto; Dandy Yosafat Ginting; Kristina Maria Br. Rajagukguk; Nopita Pebrianti; Rabinra M Panggabean; Syafriyenni Tanjung
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.478 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v2i1.9765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kerja tahun dan bentuk perubahan kerja tahun serta untuk mengetahui aturan baru yang ditetapkan dalam pelaksanaan kerja tahun bagi masyarakat karo pasca relokasi ke siosar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskrptif dengan pendekatan kualitatif. Kerja Tahun atau dalam bahasaa Karo Merdang merdem merupakan suatu pesta adat yang dilakukan secara turun temurun oleh kalak Karo di seluruh wilayah taneh Karo dengan tujuan menjaga ketentraman dan keseimbangan bermasyarakat serta membangun komunikasi dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu (Brahmana et al., 2009). Saat ini perubahan yang terjadi pada perayaan pesta tahun pasca relokasi ke siosar itu tidak terlalu tampak yakni Kerja Tahun hanya dijadikan sebagai suatu kebiasaan dan formalitas belaka, tarian adat karo yang sakral sedikit berubah menjadi hiburan biasa bagi kalangan muda maupun tua, kemudian beberapa alat musik pun berubah dan diminimalisir jumlah menjadi alat musik kibot karo yang mencakup suara dari beberapa alat musik. peraturan yang Ditetapkan dalam Pelaksanaan Kerja Tahun Pasca Relokasi ke Siosar tersebut masih tetap seperti semula.
Analisis Bahan Ajar Instrumen Gitar Persiapan Program Studi Pendidikan Musik Universitas Negeri Medan Adina Sastra Sembiring; Uyuni Widiastuti
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.679 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v2i1.9761

Abstract

Bahan Ajar merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pembelajaran, baik dalam pembelajaran teori maupun praktek.  Bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran instrumen gitar persiapan terdiri dari tangga nada, etude dan lagu. Namun bahan ajar tersebut perlu dianalisis kembali untuk mengetahui kesesuaian bahan ajar dengan mahasiswa semester awal, bahan ajar yang diberikan ter-update dan sesuai dengan grade (tingkatan) pada pembelajaran gitar.Hasil analisis yang telah dilakukan pada bahan ajar gitar persiapan ternyata banyak materi yang ada pada bahan ajar kurang sesuai dengan tingkat kemampuan mahasiswa, karena mahasiswa yang masih dikategorikan pada tingkat pemula. Tangga nada yang diberikan terlalu sedikit padahal tangga nada tersebut mendukung dalam permainan etude dan lagu, sedangkan etude dan lagu yang banyak yang sulit untuk dimainkan karena tingkatannya yang tidak sesuai dengan pemula. Oleh sebab itu perlu adanya revisi bahan ajar agar mahasiswa dapat bermain gitar sesuai dengan tingkatannya (grade).
Estetika Antologi Puisi-Puisi Pujangga Baru Afrilia Wahyuni Eka Pertiwi; Fahira Zhazha Madinah; Ririn Wulandari
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.529 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v2i1.9762

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) bentuk estetika pada kumpulan puisi pujangga baru. (2) fungsi estetika dalam kumpulan puisi pujangga baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan estetika filosofis teori Alexander Baumgartenn. Sumber data penelitian ini kumpulan puisi pujangga baru dengan beberapa objek yaitu; puisi Aku karya Chairil Anwar, puisi Bahasa, Bangsa karya Moh. Yamin, dan puisi Do’a karya Amir Hamzah. Data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Teknik pengumpulan data dengan cara membaca dan memahami bait puisi. Teknik analisis data yang digunakan model analisis isi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teori. Metode yang di dapatkan melalui buku dan jurnal, serta diskusi teman sejawat. Sumber data dan data berwujud bait puisi kumpulan puisi pujangga baru. Hasil penelitian diklasifikasikan menjadi; (1) bentuk estetika puisi Aku karya Chairil Anwar menggunakan diksi, sehingga menghasilkan bentuk bebas, bentuk estetika dalam sajak puisi Bahasa, Bangsa ditunjukan dalam pemakaian majas personifikasi. Bentuk estetika dalam sajak Do’a, yaitu penggunaan bentuk ekspresi syair panjang. (2) fungsi estetika kumpulan puisi pujangga baru dalam setiap objeknya yaitu: Puisi Aku memiliki fungsi estetika menggambarkan semangat perjuangan dengan bentuk yang menarik, puisi Bahasa, Bangsa memiliki fungsi estetika sebagai imajinasi pembaca dalam suatu bangsa dan puisi Do’a memiliki fungsi estetika dalam pemilihan kata yang indah.
Pengembangan Musikalitas Melalui Bunyi-Bunyi Alam pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik Universitas Negeri Medan Wiflihani Wiflihani; Uyuni Widiastuti; Adina Sastra Sembiring
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.711 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v2i1.9763

Abstract

Pengembangan musikalitas melalui bunyi-bunyi alam sangat membantu mahasiswa dalam mengembangkan musikalitas yang dimilikinya, khususnya dalam mengembangkan melodi, irama dan harmoni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan musikalitas mahasiswa Prodi Pendidikan Musik melalui bunyi-bunyi alam yang ada di sekitarnya. Bunyi-bunyi alam tersebut terlebih dahulu diobservasi, diidentifikasi, kemudian membuat imitasi berdasarkan unsur-unsur musikalitasnya (melodi, irama, harmoni), memainkan dan mengkreasikannya menjadi satu komposisi musik. Melalui pengembangan musikalitas dengan bunyi-bunyi alam, kemudian mahasiswa mengeluarkan ide-ide kreatifnya dengan mewujudkan bunyi-bunyi yang didengarnya. Kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan bunyi-bunyi alam dapat dilihat dari menemukan topik atau gagasan, menemukan suara alam sebagai sumber bunyi, mengkomposisikannya menjadi enak untuk didengar dan diapresiasikan kepada orang lain. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada khazanah ilmu pengetahuan khususnya di bidang kajian Pendidikan musik.
Tradisi Ritual Bulan Suro pada Masyarakat Jawa di Desa Sambirejo Timur Percut Sei Tuan Ayu Lusoi M Siburian; Waston Malau
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.872 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v2i1.9764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa ritual bulan suro begitu memiliki makna dan filosopi yang penting pada Suku Jawa dengan mengambil daerah penelitian di Desa Sambirejo Timur Kecamatan Percut Sei Tuan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif. Penelitian ini memaknai subjek dan objek penelitian sebagai pengganti dari sampel dan populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi pustaka.Teori yang digunakan Peneliti dalam penelitian ini adalah Teori Religi dan Kebudayaan. Hasil penelitian ini adalah bahwa tradisi ritual bulan suro pada masyarakat jawa  merupakan suatu upacara adat yang diwariskan secara turun temurun pada masyarakat jawa. Ritual bulan suro ini bertujuan untuk menghindari kesialan, bencana, musibah, malapetaka serta untuk mendekatkan diri kepada Tuhan agar mendapatkan keselamatan , rahmat dan meminta ampun atas segala kesalahan yang dilakukan. Pelaksanaan tradisi ritual ini tidak terlepas dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan suro. Proses ritual bulan suro dimulai pada pagi hari yaitu kegiatan kenduri dan mengadakan pengajian oleh warga masyarakat Desa Sambirejo Timur, kegiatan malam di isi dengan permainan atau pergelaran wayang semalam suntuk. Dalam pergelaran wayang kulit, semua warga masyarakat yang ada di Desa Sambirejo Timur ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5