cover
Contact Name
Panji Suroso
Contact Email
panjisuroso@unimed.ac.id
Phone
+6289518044056
Journal Mail Official
gondang@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl.Willem Iskandar Ps. V, Medan Estate.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya
ISSN : 25990594     EISSN : 25990543     DOI : https://doi.org/10.24114/gondang.v5i2
Gondang is a Journal of Art and Cultural for information and communication resources for academics, and observers of Art and Culture, Performing Arts, Educational Arts, Methodology of Art and Cultural. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of Art and Culture. All papers are peer-reviewed by at least two referees. The scope of Gondang is the Science of Art and Culture. Published twice a year (June and December) and first published for print edition in June 2017.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021" : 18 Documents clear
UPAYA GURU DALAM PROSES KREATIF TEATER ANAK USIA TK DI ART FOR CHILDREN YOGYAKARTA Dinda Assalia Avero Pramasheilla
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.722 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.28175

Abstract

Art For Children (AFC) adalah sebuah program yang bentuk oleh Taman Budaya Yogyakarta. Tercatat sebanyak 7 cabang seni yang diajarkan di dalamnya, salah satunya ialah teater. Proses kreatif teater pada AFC ini cukup menarik karena tidak menggunakan teks.  Penelitian ini mencoba melihat upaya yang dilakukan guru selama proses kreatif teater di kelas AFC. Peran tersebut tidak hanya tentang otoritas guru dalam kelas teater, tetapi juga cara guru memaknai dan melaksanakan perannya pada setiap tahapannya. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif, dengan metode pengumpulan data wawancara semi terskturktur, dokumen, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanannya, guru membagi dua tahapan yakni training dan rehearsal. Training yang berarti melatih keterampilan dasar anak dengan cara melakukan observasi di lingkungan sekitar, olah tubuh dan olah rasa. Kemudian berlanjut pada tahapan inti proses kreatif yakni rehearsal yang berarti melatih dengan mencapai tujuan tertentu atau dalam hal ini ialah mencipta naskah bersama-sama.
Nilai Budaya Panji dalam Wayang Topeng Jombang dan Relevansinya pada Pendidikan Karakter Setyo Yanuartuti; Joko Winarko; Jajuk Dwi Sasanadjati
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.053 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.29295

Abstract

Media sosial yang telah menjadi konsumsi bagi anak-anak setiap hari, Media sosial memiliki pengaruh terhadap sikap moral anak-anak. Nilai-nilai kearifan lokal sangat dibutuhkan untuk membangun karakter anak-anak di masa ini. Wayang Topeng Jombang merupakan seni pertunjukan rakyat yang menyimpan nilai Panji. Tujuan penulisan ini adalah mengkaji nilai-nilai Panji dalam Wayang Topeng di Jombang serta relevansinya bagi Pendidikan katrakter saat ini. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif analitis dengan pendekatan fenomenologi. Pertunjukan Wayang Topeng Jombang ini merupakan onjek material, sementara kajian nilai merupakan objek formal dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis fenomenologi Creswell digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya Panji yang masih relevan dalam Pendidikan karakter saat ini adalah nilai kepahlawanan, nilai nilai pengabdian dan perjuangan, nilai kesuburan dan nilai asketis. Nilai-nilai Panji tersebut masih sangat relevan untuk ditanamkan kepada anak-anak sebagai penerus bangsa. Nilai-nilai Panji ini dapat dijadikan sebagai media pendidikan karakter yang berfungsi sebagai pengimbang lajunya teknologi khususnya media sosial yang sudah tidak dapat dibendung lajunya dalam kehidupan saat ini.
PENCIPTAAN GITAR ELEKTRIK UKIR BAKAR BERBASIS PENGEMBANGAN DESAIN ORGANOLOGI DAN MOTIF UKIR TRADISI SUMATERA UTARA Panji Suroso; Mukhlis Mukhlis; Inggit Prastiawan; Pulumun Peterus Ginting; Octaviana Br. Tobing
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.109 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.30793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model instrumen gitar elektrik kedalam bentuk prototipe yang lebih inovatif yaitu model gitar elektrik ukir bakar. Penelitian penciptaan inovasi gitar elektrik ukir bakar ini berbasis pada pengembangan organologi dan motif ukir tradisi Sumatera Utara, dilakukan dengan cara mengeksplorasi secara mendalam unsur-unsur organologi instrumen gitar elektrik yang akan di kolaborasikan dengan unsur motif-motif ukir tradisional Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and Depelopment atau penelitian pengembangan. Perolehan data-data penelitian yang dikumpulkan berasal dari dua sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data-data primer diperoleh melalui teknik wawancara mendalam (depth interview) dan pengamatan berperanserta (participant observation) yang bertujuan untuk pengumpulan data yang diikuti diskusi kelompok terfokus (focus group discussion). Hasil analisis yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: 1) Dalam proses penciptaan model desain Gitar elektrik ukir bakar berbasis motif ukir tradisi Sumatera Utara di lakukan dengan beberapa tahap seperti : tahap persiapan penciptaan Gitar elektrik ukir bakar berbasis motif ukir tradisi Sumatera Utara, tahap pengumpulan data primer dan data skunder, tahap analisis dan perumusan konsep prototype penciptaan gitar elektrik ukir bakar berbasis motif tradisi Sumatera Utara, tahap uji coba dan penyempurnaan rumusan konsep prototype penciptaan Gitar elektrik ukir bakar berbasis motif ukir tradisi Sumatera Utara. tahap finising. 2) Dalam penelitian ini diciptakan desain model Gitar elektrik ukir bakar berbasis motif ukir tradisi Sumatera Utara dengan dua corak yaitu corak gorga dalian natolu dan corak Tapak Sulaiman.
Alat Musik Tradisional Di Masa Modern (Sape’ Dayak Kayaan Dalam Kajian Nilai Budaya) Cornelius Kiki Hartanto; Diaz Restu Darmawan; Cristo Rodento Manalu; Ackenesiana Lenny
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.096 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.29311

Abstract

The unity of harmony which forms the strains leads people to consider music as a means to lead, enliven entertainment as well as certain ritual ceremonies. Music that is increasingly developing turns into a tool that regulates relations between human relationships, life and its environment. In Indonesia, music is categorized into two types, namely traditional music (archipelago music) and modern music. These to types of music have different types of genre. However, nowadays, they have been packed a lot in combined ways. Traditional music consists of rhythm adaptation and tools that develop in a particular culture, so that, in this case, the presence of traditional music is lifted from everyday life which forms a certain characteristic for a culture. One of them is traditional musical instrument. An ethnic group named Dayak Kayaan who is located in Datah Dian village, Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan, also has a traditional musical instrument.  The instrument is known as Sape'.  The method used in this study was qualitative research method with ethnographic approach. This approach was used to see how the people of Dayak Kayaan in Datah Dian village played and produced Sape’. In line with the development of modern music, Sape' music also flows with developments, its various functions divide the types of Sape'. These include the Kayaan Traditional Sape' music which functions as ritual and traditional ceremonies and Modern Sape' music which is played only for personal use.
ANALISIS STRUKTUR MUSIKOLOGIS ARANSEMEN LAGU O INA NI KEKE UNTUK ORKESTRA Joko Suprayitno; Ayub Prasetiyo
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.679 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.28890

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki kekayaan lagu rakyat yang beragam sesuai keberadaan suku-suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Warisan budaya yang tak ternilai ini tidak hanya perlu dilestarikan, tapi juga diberi langkah strategis agar dapat berkembang dan dikenal lebih jauh. Dalam konteks ini, O Ina Ni Keke, sebuah lagu rakyat dari Sulawesi Utara, telah menjadi repertoar standar orkestra yang mendunia. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana komposisi struktur musikal yang diciptakan oleh Joko suprayitno untuk lagu sederhana khas lagu rakyat seperti O Ina Ni Keke mengubah lagu tersebut menjadi kelindan melodi, harmoni, tekstur, dan struktur elemen musikal lainnya dan pada akhirnya menjadi sebuah karya yang pernah dimainkan oleh Shanghai Philharmonic Orchestra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paparan deskriptif. Proses analisis menggunakan analisis teoretis musikologis atas bentukan struktur elemen musikal dalam aransemen lagu O Ina Ni Keke. Pendalaman proses analisis akan ditunjang oleh sumber-sumber tertulis seperti buku-buku komposisi musik dan juga notasi atau score hasil aransemen sebagai data pokok dalam proses analisis. Penelitian ini menemukan penggunaan variasi melodi kontrapungtal, penempatan melodi pokok di hampir semua instrumen musik yang memunculkan karakter bunyi yang berbeda-beda, dan penggunaan teknik pedal point.AbstractIndonesia has a wealth of folk songs that vary according to the existence of tribes that spread from Sabang to Merauke. This valueless cultural heritage should not only be preserved but also need strategic steps to strive for it to develop and be known further. From a folk song from North Sulawesi to a global standard orchestra repertoire. This study aims to find out how to composed the musical structure of simple songs typical of folk songs such as the song O Ina Ni Keke by Joko Suprayitno into a combination of melodies, harmonies, textures and other musical elements into a masterpiece that was once played by the Shanghai Philharmonic Orchestra during a concert at the Shanghai Philharmonic Orchestra. Simfonia Hall Jakarta in the framework of the Fundraising Concert for Palu & Donggala Tsunami Victims. This research uses qualitative research with descriptive exposure. The analysis process uses musicological theoretical analysis of the formation of musical elements in the arrangement of the song O Ina Ni Keke. The deepening of the analysis process will be supported by written sources such as music composition books and of course the notation or score of the arrangement as the main data in the analysis process. The results of the study found that the use of contrapuntal melody variations, the placement of the main melody in almost all instruments gave rise to different characters, and the use of the pedal point technique
“RAPAI” PROPERTY TARI MAHANGGU SEBAGAI POTENSI SENI DALAM INDUSTRI KREATIF Tuti Rahayu; Dilinar Adlin; Iskandar Muda
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.533 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.28160

Abstract

 Tujuan dari penelitan ini yaitu mengeksplor kembali tari tradisi Mahanggu yang mengarah pada sebuah produk property yaitu Rapai dari daerah Nias Utara. Dari proses ekplorasi tersebut kemudian muncul hasil pengembangan disain Rapai sebagai property tari dari budaya lokal Nias Sumatera Utara. Pada penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian dan pengamatan ( Research And Development atau R&D). Lokasi penelitian ini dilakukan dikota Medan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian akan dianalisis melalui paradigma kualitatif dengan menggunakan metode Project Based Reasearch, yang didapatkan dari reduksi data, penyajian dan menarik sebuah kesimpulan. Untuk mencari validitas (keabsahan) dari data yang didapatkan, akan dilakukan dengan model triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil pengembangan property tari ini dapat digunakan untuk pertunjukan tari Mahanggu pada event-event lokal, nasional maupun internasional. 
TARI GUEL IDENTITAS MASYARAKAT GAYO KABUPATEN ACEH TENGAH- BENER MERIAH Magfhirah Murni Bintang; Rika Wirandi
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.605 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.30965

Abstract

Tari Guel Salah satu Tarian Yang berasal dari Masyarakat Gayo Tari Guel sendiri merupakan simbol yang mewakili identitas masyarakat Gayo. Dalam setiap perpaduan gerak tari ini memiliki simbol yang memuat makna sikap masyarakat Gayo saat menjalin hubungan dengan orang lain dengan rasa hormat dan rukun.  Terciptanya sebuah tari tidak pernah lepas dari sebuah aktifitas yang ada di dalam masyarakatnya. Aktifitas yang terus menurus yang dilakukan menjadi kebiasan masyarakat dalam kegiatan sehari hari,  kemudian diolah menjadi  ungkapan gerak  dalam tari guel. Penelitian ini dilakukan di daerah takengon dan Bener Meriah sebagai tempat terciptanya tarian ini. Penelitian menggunakan penekatan kulitatif dengan pendekatan sosiologi Antropologi, identitas tari tari guel terlihat dari Bentuk pertunjukan tari Guel, meliputi tema, pelaku, gerak ,iringan, tata rias dan tatabusana, pola lantai, property. Dan karakter gerak dominan  hadir di beberapa bagian gerak, petongkok, munengon ku kuen ku kiri, gretik. teori.
Concept of Balance in the Hindu-Balinese Community for Sustainable Tourist Park Spatial Planning Muh. Fakhri Jamaluddin; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Awaludin Nugraha
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.679 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.29354

Abstract

The rapid development of Bali tourism sector, especially in the tourist area of Lake Batur, lead to many changes in community cultural patterns. Several issues, such as the transition of space functions and the development of tourism designations, have not considered the environmental, economic, social and cultural conditions in the local area. Several regional policies were established in order to maintain the local wisdom of the Hindu-Balinese community and become the basis for organizing tourism in Bali. The availability of open space in a tourist attraction in an destination can be a supporting factor for tourists and local communities. This was a qualitative descriptive study. This method aims to obtain an in-depth description regarding the forms of local wisdom of the Hindu-Balinese community which contain the elements of balance which further be adjusted into spatial planning. A sustainable tourist park may be a site for the activities and interaction among local community, tourists, and also be able to become a forum for education regarding Balinese culture and the natural environment, both of which need to be preserved for the sustainability of Lake Batur tourist area which has a great potential in the development of tourism sector.
PENDAMPINGAN KELOMPOK SENIMAN JAWA DELI DALAM MENGELOLA INSTRUMEN MUSIK DODOK PADA PERTUNJUKAN SENI REOG Inggit Prastiawan; Panji Suroso; Uyuni Widiastuti; Ruth Hertami Dyah Nugrahaningsih; Tri Danu Satria
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.559 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.29799

Abstract

Kelompok seniman Reog yang berkiprah di Desa Helvetia dalam menjalankan kehidupan kebudayaan seni Reog kondisinya saat ini mulai memprihatinkan. Kelompok seniman tersebut memiliki berbagai persoalan dalam mempertahankan dan mengembangkan jenis kesenian yang memiliki nilai-nilai kearifan lokalnya. Perlu dilakukannya pendampingan serta pembimbingan untuk Perbaikan tata nilai pada masyarakat Jawa Deli dalam pertunjukan Seni serta terciptanya produk inovasi pengelolaan instrumen musik iringan Reog (dodok). Penelitian ini akan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu metode riset yang sifatnya memberikan penjelasan dengan menggunakan analisis. Hasil dari penelitian ini yakni masyarakat pelaku kesenian atau seniman Reog di Desa Helvetia Deli Serdang telah dapat menginovasi instrumen musik dodok dalam mengiringi kesenian Reog, masyarakat pelaku kesenian atau seniman Reog telah mampu membuat konsep baru dalam menciptakan komposisi musik iringan Reog, serta masyarakat pelaku kesenian atau seniman reog yang berada di Desa Helvetia Deli Serdang telah mampu membuat konsep baru pertunjukan Reog.
Konsep Metode Sariswara Ditinjau Dari Pendidikan Musik Dalam Upaya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Musik Berbasis Kebudayaan Nasional Indonesia Oriana Tio Parahita Nainggolan; Endang Ismudiati; Benadito Anchieto Manek
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.745 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.28290

Abstract

Metode Sariswara merupakan metode pendidikan yang dibuat oleh Ki Hadjar Dewantara. Metode ini dibuat sebagai refleksi Ki Hadjar Dewantara terhadap pendidikan nasional di Indonesia yang lebih mengutamakan intelektualitas saja. Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan yang hanya mementingkan intelektualitas saja akan merusakan tujuan pendidikan nasional yaitu menjadikan manusia Indonesia yang memiliki pribadi yang memiliki budi pekerti luhur dan berkarakter. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, maka Ki Hadjar Dewantara menggunakan konsep filosofisnya yaitu Amboeka Raras Angesti Widji yang artinya adalah kesenian merupakan landasan bagi pendidikan. Dengan landasan filosofisnya ini kemudian Ki Hadjar Dewantara menciptakan metode Sariswara yaitu metode pendidikan yang mengkombinasikan pelajaran bahasa, lagu dan cerita. Metode ini diinspirasi dari pelajaran tentang Sastra Gendhing yang digunakan Sultan Agung Mataram untuk mendidik anak-anak di Jawa. Landasan filosofis dan aktivitas pembelajaran dalam metode Sariswara memiliki kesamaan dengan metode-metode pendidikan musik barat yang hingga hari ini masih digunakan seperti metode Dalcroze, metode Orff, metode Kodály, dan metode Suzuki. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji metode Sariswara dari pandangan Pendidikan Musik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dari observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data penelitian, menyajika data, dan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa metode Sariswara memiliki unsur-unsur pembelajaran yang sama dengan metode-metode pendidikan musik yang digunakan hingga saat ini. Metode sariswara dapat dijadikan solusi bagi pengembangan kurikulum pendidikan musik di Indonesia yang berlandaskan kebudayaan nasional Indonesia.

Page 1 of 2 | Total Record : 18