cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology
ISSN : 20895690     EISSN : 24069272     DOI : -
Squalen publishes original and innovative research to provide readers with the latest research, knowledge, emerging technologies, postharvest, processing and preservation, food safety and environment, biotechnology and bio-discovery of marine and fisheries. The key focus of the research should be on marine and fishery and the manuscript should include a fundamental discussion of the research findings and their significance. Manuscripts that simply report data without providing a detailed interpretation of the results are unlikely to be accepted for publication in the journal.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2007): December 2007" : 5 Documents clear
PROSPEK PRODUKSI AGAROSA DAN AGAR MIKROBIOLOGI DI INDONESIA Dina Fransiska; Murdinah Murdinah
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 2 (2007): December 2007
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v2i2.139

Abstract

Rumput laut selain sebagai penghasil agar untuk makanan juga dapat menghasilkan agarosa dan agar mikrobiologi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selama ini di Indonesia agar telah digunakan secara luas dalam industri pangan namun belum banyak dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi. Seiring dengan perkembangan penelitian di bidang bioteknologi, permintaan pasar internasional untuk agar mikrobiologi terus meningkat. Bahan baku yang cukup tersedia dan tumbuh tersebar di wilayah perairan Indonesia sangat potensial dalam mendukung produksi agarosa dan agar mikrobiologi.
Teknologi Penanganan dan Transportasi Lobster Air Tawar Theresia Dwi Suryaningrum; Syamdidi Syamdidi; Diah Ikasari
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 2 (2007): December 2007
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v2i2.135

Abstract

Lobster air tawar yang diperdagangkan dalam keadaan hidup, memerlukan serangkaian kegiatan yang meliputi penanganan pascapanen, penampungan dan pengemasan sebelum  dilakukan transportasi.  Penanganan pascapanen ditujukan untuk sortasi, dengan memisahkan lobster berdasarkan ukuran dan kebugarannya.  Penampungan dilakukan bila lobster yang akan dipasarkan jumlahnya tidak mencukupi atau lobster perlu dibugarkan terlebih dahulu sebelum dikirim. Penampungan dapat dilakukan dengan menggunakan rak bertingkat yang dilengkapi dengan sistem filtrasi dengan sistem aliran tertutup.  Lobster sebelum dikirim dilakukan imotilisasi dengan suhu dingin (12oC), kemudian dikemas dalam plastik mika yang pada bagian dasarnya diberi spon basah. Plastik mika kemudian dimasukkan ke dalam kotak styrofoam yang pada bagian dasar dan atasnya diberi es yang dibungkus dalam plastik.  Kotak styrofoam kemudian direkatkan dengan lakban dan dimasukkan ke dalam karton untuk dikirim. Dengan kemasan seperti ini transportasi lobster air tawar dapat dilakukan sampai dengan 6 hari dengan sintasan 97%. Ketahanan lobster yang cukup lama di luar media memungkinkan lobster dapat diekspor dalam keadaan hidup ke berbagai negara dimana peluang pasar lobster air tawar masih sangat terbuka. 
PENGALENGAN IKAN TUNA KOMERSIAL Hari Eko Irianto; Teuku Muamar Indra Akbarsyah
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 2 (2007): December 2007
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v2i2.136

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor produk ikan tuna dalam kaleng.  Terdapat berbagai jenis ikan tuna di perairan Indonesia yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pengolahan produk ikan tuna kaleng.  Secara garis besar pengolahan tuna kaleng yang dilakukan oleh pabrik pengalengan ikan di Indonesia adalah penerimaan bahan baku, penyiangan, penyusunan dalam rak, pemasakan pendahuluan, pendinginan, pembuangan kepala dan kulit ikan, pembersihan daging, pemotongan, pengisian ke dalam kaleng, penambahan medium, penutupan kaleng, sterilisasi, pendinginan dan pemeraman kaleng, pelabelan, dan pengepakan.  Standar Nasional Indonesia yang harus diikuti di dalam pengolahan produk ikan tuna kaleng adalah SNI 01-2712-1992: Tuna dalam Kaleng, SNI 01-2712.1-1992: Bahan Baku Tuna dalam Kaleng, dan SNI 01-2712.2-1992: Penanganan dan Pengolahan Ikan Tuna dalam Kaleng.
PROTEIN DARI BIOTA LAUT DAN POTENSINYA DALAM INDUSTRI YANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI NANO-SILIKA Chasanah, Ekowati
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 2 (2007): December 2007
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v2i2.137

Abstract

Peran protein dalam proses pembentukan biosilika yang terjadi di dalam tubuh beberapa biota laut telah menginspirasi peneliti untuk mempelajari dan meniru teknologi tersebut untuk aplikasi industri. Dengan proses biologi biasa, protein dari spikula spons dan dinding sel diatom dapat berfungsi menjadi cetakan dan mendirect proses biosilika berskala nano. Isolasi dan identifikasi protein tersebut, yang dilanjutkan dengan uji coba proses biosilika secara in vitro, memperlihatkan potensi protein tersebut sebagai biokatalis/agen biologi dalam sintesis silika. Sintesis silika secara kimia, seperti dalam produksi bahan resin, katalis, dll, selama ini dikenal merupakan proses yang tidak ramah lingkungan dan boros energi (diperlukan suhu, pH dan tekanan tinggi). Karena itu, eksplorasi dan riset lebih lanjut mengenai protein ini dirasa sangat penting mengingat bahan dasar silika, termasuk didalamnya teknologi nano, telah dipergunakan dalam berbagai bidang industri termasuk diantaranya industri pangan, elektronika, otomotif, dan lain-lain. Perkembangan riset tentang protein ini, baik yang telah dilakukan oleh peneliti luar negeri maupun yang dilakukan di Indonesia, serta aplikasi teknologi nano-silika akan disampaikan pada makalah ini.
TEKNOLOGI DNA REKOMBINAN DAN APLIKASINYA DALAM EKSPLORASI MIKROBA LAUT Dedi Noviendri
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 2 (2007): December 2007
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v2i2.138

Abstract

Teknologi DNA rekombinan merupakan teknik penggabungan DNA dari spesies yang berbeda sehingga akan diperoleh organisme baru dengan sifat-sifat yang diinginkan. Pada pengembangan bioteknologi kelautan dan perikanan, teknik DNA rekombinan ini dapat digunakan antara lain untuk melakukan eksplorasi potensi dan biodiversitas organisme laut, seperti mikroba laut. Mikroba laut yang sebelumnya hanya merupakan kekayaan alam laut yang potensial dan belum memberikan nilai tambah, maka dengan teknologi DNA rekombinan dapat ditingkatkan nilai tambahnya untuk menghasilkan produk yang sangat prospektif. Secara garis besar, teknologi DNA rekombinan (rekayasa genetika) melibatkan penyisipan informasi genetik baru ke dalam organisme, biasanya bakteri, untuk memberikan kemampuan baru. Metode ini tidak mengikuti rangkaian prosedur yang pasti. Pemilihan metode bergantung kepada gen mana yang akan dipindahkan dan jenis organisme mana yang akan menerima informasi genetik baru. Pilihan tersebut bergantung pada sampai sejauh mana keterlibatan pilihan pribadi ilmuwan yang bersangkutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2022): May 2022 Vol 16, No 3 (2021): December 2021 Vol 16, No 2 (2021): August 2021 Vol 16, No 1 (2021): May 2021 Vol 15, No 3 (2020): December 2020 Vol 15, No 2 (2020): August 2020 Vol 15, No 1 (2020): May 2020 Vol 14, No 3 (2019): December 2019 Vol 14, No 2 (2019): August 2019 Vol 14, No 1 (2019): May 2019 Vol 13, No 3 (2018): December 2018 Vol 13, No 2 (2018): August 2018 Vol 13, No 1 (2018): May 2018 Vol 12, No 3 (2017): December 2017 Vol 12, No 2 (2017): August 2017 Vol 12, No 1 (2017): May 2017 Vol 12, No 3 (2017): December 2017 Vol 12, No 2 (2017): August 2017 Vol 12, No 1 (2017): May 2017 Vol 11, No 3 (2016): December 2016 Vol 11, No 2 (2016): August 2016 Vol 11, No 1 (2016): May 2016 Vol 11, No 2 (2016): August 2016 Vol 10, No 3 (2015): December 2015 Vol 10, No 2 (2015): August 2015 Vol 10, No 1 (2015): May 2015 Vol 10, No 2 (2015): August 2015 Vol 10, No 1 (2015): May 2015 Vol 9, No 3 (2014): December 2014 Vol 9, No 2 (2014): August 2014 Vol 9, No 1 (2014): May 2014 Vol 9, No 1 (2014): May 2014 Vol 8, No 3 (2013): December 2013 Vol 8, No 2 (2013): August 2013 Vol 8, No 1 (2013): May 2013 Vol 8, No 1 (2013): May 2013 Vol 7, No 3 (2012): December 2012 Vol 7, No 2 (2012): August 2012 Vol 7, No 1 (2012): May 2012 Vol 7, No 3 (2012): December 2012 Vol 6, No 3 (2011): December 2011 Vol 6, No 2 (2011): August 2011 Vol 6, No 1 (2011): May 2011 Vol 6, No 1 (2011): May 2011 Vol 5, No 3 (2010): December 2010 Vol 5, No 2 (2010): August 2010 Vol 5, No 1 (2010): May 2010 Vol 5, No 1 (2010): May 2010 Vol 4, No 3 (2009): December 2009 Vol 4, No 2 (2009): August 2009 Vol 4, No 1 (2009): May 2009 Vol 4, No 3 (2009): December 2009 Vol 4, No 2 (2009): August 2009 Vol 3, No 2 (2008): December 2008 Vol 3, No 1 (2008): June 2008 Vol 2, No 2 (2007): December 2007 Vol 2, No 2 (2007): December 2007 Vol 1, No 1 (2006): December 2006 Article in Press More Issue