cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology
ISSN : 20895690     EISSN : 24069272     DOI : -
Squalen publishes original and innovative research to provide readers with the latest research, knowledge, emerging technologies, postharvest, processing and preservation, food safety and environment, biotechnology and bio-discovery of marine and fisheries. The key focus of the research should be on marine and fishery and the manuscript should include a fundamental discussion of the research findings and their significance. Manuscripts that simply report data without providing a detailed interpretation of the results are unlikely to be accepted for publication in the journal.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2009): May 2009" : 5 Documents clear
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN PEMPEK PALEMBANG Theresia Dwi Suryaningrum; Ijah Muljanah
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): May 2009
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v4i1.145

Abstract

Pempek merupakan makanan khas Palembang yang sudah dikenal luas secara nasional sebagai makanan yang gurih dan bergizi. Pempek pertama kali dibuat dengan menggunakan ikan belida (Notopterus sp) atau ikan gabus (Ophiocephalus sp), yaitu  ikan asli sungai Musi yang mempunyai daging putih dan rasa gurih yang khas. Namun karena sumberdaya kedua jenis ikan tersebut semakin langka, sekarang pempek dibuat dari ikan sungai maupun ikan laut. Di pasaran ada 2 jenis pempek yaitu pempek basah dan pempek kering. Pada prinsipnya pengolahan pempek terdiri atas pembersihan dan pemfiletan ikan, pelumatan daging, pengadukan adonan,  pencetakan dan pemasakan, sedangkan untuk pempek kering diperlukan satu tahap lagi yaitu pengeringan dengan menggunakan alat pengering mekanik. Alat pengering mekanik pempek yang dirancang oleh Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Jakarta berupa kabinet yang  dilengkapi dengan rak dan sumber panas berasal dari gas elpiji. Kelemahan dari pempek kering adalah perlu direhidrasi (direndam dalam air) dan direbus kembali sebelum disajikan. Usaha pengolahan pempek cukup prospektif, pangsa pasarnya cukup luas karena digemari oleh sebagian besar masyarakat, teknologi pengolahannya sederhana, bahan bakunya mudah diperoleh serta keuntungan yang diperoleh cukup menjanjikan.  Oleh karena itu pengembangan usaha pengolahan pempek Palembang merupakan alternatif sebagai mata pencaharian dalam krisis ekonomi global saat ini.
TEKNIK ZYMOGRAM DAN APLIKASINYA DALAM RISET ENZIM Ekowati Chasanah
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): May 2009
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v4i1.151

Abstract

Teknik zymogram merupakan pengembangan dari teknik elektroforesis yang di dalam gel elektroforesis disisipkan substrat sehingga protein/enzim yang telah dipisahkan sekaligus dapat dipelajari kemampuannya dalam mendegradasi substrat tersebut. Teknik elektroforesis sendiri merupakan teknik yang biasa digunakan dalam bidang biokimia untuk memisahkan campuran yang berisi biomolekul seperti enzim sehingga enzim yang ada akan terpisah berdasarkan muatan dan berat molekulnya. Teknik zymogram telah luas digunakan, diantaranya  untuk deteksi jenis-jenis enzim yang disekresikan oleh mikroba dan mempelajari karakteristiknya. Dengan semakin berkembangannya peran protein/enzim dalam berbagai bidang kesehatan, teknik zymogram semakin populer dan diperluas aplikasinya.
PROSPEK PEMANFAATAN RUMPUT LAUT SEBAGAI BAHAN PUPUK ORGANIK Jamal Basmal
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): May 2009
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v4i1.141

Abstract

Rumput  laut tidak  hanya  dapat  digunakan  sebagai  bahan pangan tetapi juga dapat digunakan sebagai pupuk organik karena rumput laut  banyak  mengandung trace mineral (Fe, B, Ca, Cu, Cl, K, Mg, dan Mn) dan juga zat  pengatur  tumbuh (ZPT) seperti auksin, sitokinin, dan giberilin yang berguna untuk memacu pertumbuhan dan meningkatkan produksi tanaman. Kandungan ZPT tersebut banyak terdapat pada thallus (batang) rumput laut dan juga di dalam SAP (konsentrat cair yang mengandung ZPT dan mineral yang berasal dari dalam thallus/xylemcells tanaman) rumput laut. Keistimewaan rumput  laut sebagai pupuk  organik adalah kandungan ZPT nya yang dapat meningkatkan produksi buah, sayuran, bunga, serta memperpanjang usia tanaman. Di samping itu, ZPT juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman dari kekeringan, serangan serangga, dan memperbaiki struktur tanah. Penggunaan rumput laut sebagai bahan dasar pupuk saat ini belum banyak dimanfaatkan, sementara estimasi produksi rumput laut Sargassum sp. dan Eucheuma sp. sebesar 482.400 ton/thn. Apabila produksi tersebut terdiri dari 50% Sargassum sp. yang selama ini belum dimanfaatkan dan digunakan sebagai pupuk maka akan dapat mensubstitusi pupuk kimia sebanyak 242.200 Metric Ton (MT), sedangkan  dari rumput laut Eucheuma sp. dengan estimasi produksi 242.200 MT dapat menghasilkan 30% cairan SAP atau setara dengan 72.660 L pupuk cair.
PENGURANGAN CEMARAN LOGAM BERAT PADA PERAIRAN DAN PRODUK PERIKANAN DENGAN METODE ADSORBSI Tuti Hartati Siregar
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): May 2009
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v4i1.153

Abstract

Kandungan logam berat yang terdapat dalam jumlah yang kecil di perairan dibutuhkan oleh makhluk hidup, tetapi dalam jumlah besar dapat menyebabkan berbagai masalah. Kehadiran industri berperan dalam meningkatkan cemaran logam berat. Berbagai cara telah dilakukan untuk mengurangi cemaran logam berat. Metode adsorbsi adalah cara yang banyak digunakan untuk mengurangi cemaran logam berat, karena aplikasinya yang cukup luas untuk berbagai jenis logam berat. Beberapa bahan alami yang ramah lingkungan seperti kitosan dan selulosa dapat digunakan sebagai adsorben. Baik kitosan maupun selulosa harus melewati tahap modifikasi untuk meningkatkan efektifitasnya sebelum digunakan sebagai adsorben.
MODEL PRODUKSI SENYAWA BIOAKTIF MELALUI KULTUR SEL PADA SPONS Dysidea avara Muhammad Nursid; Ekowati Chasanah
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): May 2009
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v4i1.142

Abstract

Spons merupakan hewan multiseluler yang paling sederhana sekaligus merupakan sumber senyawa bioaktif yang sangat berguna di dalam bidang farmasi. Senyawa-senyawa baru yang sangat beragam sudah banyak yang diisolasi dari spons. Kesulitan utama dalam memproduksi senyawa obat baru dari spons adalah kurang mencukupinya jumlah senyawa bioaktif yang dihasilkan spons untuk keperluan uji preklinis dan klinis karena rendemen yang dihasilkan sangat rendah. Artikel ini merupakan tinjauan terhadap metode kultur sel spons untuk memproduksi senyawa bioaktif  dalam rangka mengatasi masalah suplai senyawa bioaktif yang diuji.  Produksi senyawa avarol dari kultur primmorph spons Dysidea avara dibahas dalam review ini.  Avarol dilaporkan  memiliki bioaktivitas yang kuat sebagai substansi antitumor, antibakteri, dan antivirus. Model pendekatan melalui kultur primmorph dapat digunakan sebagai cara yang menjanjikan  untuk memproduksi senyawa bioaktif dari spons.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2022): May 2022 Vol 16, No 3 (2021): December 2021 Vol 16, No 2 (2021): August 2021 Vol 16, No 1 (2021): May 2021 Vol 15, No 3 (2020): December 2020 Vol 15, No 2 (2020): August 2020 Vol 15, No 1 (2020): May 2020 Vol 14, No 3 (2019): December 2019 Vol 14, No 2 (2019): August 2019 Vol 14, No 1 (2019): May 2019 Vol 13, No 3 (2018): December 2018 Vol 13, No 2 (2018): August 2018 Vol 13, No 1 (2018): May 2018 Vol 12, No 3 (2017): December 2017 Vol 12, No 2 (2017): August 2017 Vol 12, No 1 (2017): May 2017 Vol 12, No 3 (2017): December 2017 Vol 12, No 2 (2017): August 2017 Vol 12, No 1 (2017): May 2017 Vol 11, No 3 (2016): December 2016 Vol 11, No 2 (2016): August 2016 Vol 11, No 1 (2016): May 2016 Vol 11, No 2 (2016): August 2016 Vol 10, No 3 (2015): December 2015 Vol 10, No 2 (2015): August 2015 Vol 10, No 1 (2015): May 2015 Vol 10, No 2 (2015): August 2015 Vol 10, No 1 (2015): May 2015 Vol 9, No 3 (2014): December 2014 Vol 9, No 2 (2014): August 2014 Vol 9, No 1 (2014): May 2014 Vol 9, No 1 (2014): May 2014 Vol 8, No 3 (2013): December 2013 Vol 8, No 2 (2013): August 2013 Vol 8, No 1 (2013): May 2013 Vol 8, No 1 (2013): May 2013 Vol 7, No 3 (2012): December 2012 Vol 7, No 2 (2012): August 2012 Vol 7, No 1 (2012): May 2012 Vol 7, No 3 (2012): December 2012 Vol 6, No 3 (2011): December 2011 Vol 6, No 2 (2011): August 2011 Vol 6, No 1 (2011): May 2011 Vol 6, No 1 (2011): May 2011 Vol 5, No 3 (2010): December 2010 Vol 5, No 2 (2010): August 2010 Vol 5, No 1 (2010): May 2010 Vol 5, No 1 (2010): May 2010 Vol 4, No 3 (2009): December 2009 Vol 4, No 2 (2009): August 2009 Vol 4, No 1 (2009): May 2009 Vol 4, No 3 (2009): December 2009 Vol 4, No 2 (2009): August 2009 Vol 3, No 2 (2008): December 2008 Vol 3, No 1 (2008): June 2008 Vol 2, No 2 (2007): December 2007 Vol 2, No 2 (2007): December 2007 Vol 1, No 1 (2006): December 2006 Article in Press More Issue