cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 14112485     EISSN : 20877439     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri aims to: Promote a comprehensive approach to the application of industrial engineering in industries as well as incorporating viewpoints of different disciplines in industrial engineering. Strengthen academic exchange with other institutions. Encourage scientist, practicing engineers, and others to conduct research and other similar activities.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 1 (2017): JUNE 2017" : 7 Documents clear
Model Optimisasi Robust untuk Mengatasi Ketidaktentuan Estimasi Durasi Operasi pada Masalah Penjadwalan Ruang Operasi Rumah Sakit Diah Chaerani; Ija Royana; Elis Hertini
Jurnal Teknik Industri Vol. 19 No. 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.788 KB) | DOI: 10.9744/jti.19.1.55-66

Abstract

Masalah penjadwalan ruang operasi di rumah sakit merupakan masalah keragaman durasi operasi yang memerlukan penjadwalan untuk mengurangi tingkat kesibukan ruang operasi.  Masalah yang harus diselesaikan dalam penjadwalan ruang operasi adalah bagaimana menempatkan pasien ke dalam blok ruang operasi yang tersedia secara optimal untuk meminimumkan waktu tunggu pasien. Masalah ini dapat disajikan dalam sebagai masalah optimisasi dalam formulasi mixed integer linear programming (MILP). Pada prakteknya sering terjadi ketidaktentuan estimasi durasi operasi yang dapat mengakibatkan jadwal operasi tidak berjalan sesuai perencanaan awal, sehingga pasien tidak dapat dioperasi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam makalah ini dikaji pemodelan masalah optimisasi tak tentu dengan menggunakan teknik pemodelan Optimisasi Robust (OR) dalam hal mengatasi ketidaktentuan estimasi durasi operasi pada masalah penjadwalan ruang operasi rumah sakit. Dalam metodologi OR diperkenalkan Robust Counterpart (RC), dimana  tujuan utama yang ingin dicapai adalah menguji level robustness dengan cara menguji formulasi model robust counterpart yang dihasilkan apakah dapat direpresentasikan dalam jenis kelas masalah optimisasi yang dapat terjamin sebagai kelas masalah yang computationally tractable. Pemilihan jenis himpunan taktentu untuk merepresentasikan data taktentu yang terlibat dalam pemodelan sangat menentukan, untuk memastikan  apakah formulasi robust counterpart yang diperoleh merupakan masalah yang computationally tractable atau tidak. Dapat disimpulkan bahwa model RC yang diperoleh termasuk dalam kelas masalah yang computatioonally tractability, dalam hal ini model tak tentu dapat direpresentasikan dalam formulasi model optimisasi dalam bentuk linear programming (untuk box uncertainty set) dan conic quadratic programming (untuk ellipsoidal uncertainty set). 
Kontrol Optimal pada Model Economic Order Quantity (EOQ) dengan Inisiatif Tim Penjualan Abdul Latif Al Fauzi; Isnani Darti; Agus Suryanto
Jurnal Teknik Industri Vol. 19 No. 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.809 KB) | DOI: 10.9744/jti.19.1.21-28

Abstract

Pengendalian  tingkat persediaan stok suatu produk/barang merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam kelancaran penjualan, yang juga berakibat pada keuntungan yang akan diperoleh dari penjualan suatu produk/barang.  Model Economic Order Quantity (EOQ) merupakan salah satu model persediaan barang yang sering digunakan untuk pengendalian persedian barang. Pada artikel ini dibahas kontrol optimal pada model EOQ dengan inisiatif tim penjualan tidak hanya pada saat kondisi setimbang saja, tetapi kontrol optimal dengan usaha tim penjualan pada setiap saat. Strategi kontrol optimal dilakukan dengan meminimumkan biaya persediaan, biaya pembelian, biaya penjualan dan biaya usaha tim penjualan. Masalah kontrol optimal diselesaikan menggunakan prinsip maksimum Pontryagin. Solusi optimal yang diperoleh disimulasikan secara numerik menggunakan metode Sweep Maju-Mundur. Berdasarkan hasil simulasi numerik dapat diketahui bahwa semakin besar koefisien tingkat permintaan barang, maka proses persediaan barang akan lebih cepat berkurang. Selain itu semakin besar usaha tim penjualan, maka proses persediaan barang akan lebih sedikit bahkan lebih cepat habis.  
Pengembangan Model Persediaan Continuous Review dengan All-Unit Discount dan Faktor Kadaluwarsa Cherish Rikardo; Dharma Lesmono; Taufik Limansyah
Jurnal Teknik Industri Vol. 19 No. 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.499 KB) | DOI: 10.9744/jti.19.1.29-38

Abstract

Paper ini membahas suatu model matematika untuk suatu sistem persediaan dengan mempertimbangkan adanya all-unit discount dan faktor kadaluwarsa. Permintaan barang bersifat deterministik yang merupakan fungsi dari waktu dan bergantung pada jumlah persediaan yang ada (inventory dependent demand), laju kadaluwarsa barang juga bergantung pada waktu dan tidak ada lead time. Model yang dibahas merupakan pengembangan dari Nagare dan Dutta [9] dengan menambah faktor all-unit discount dan laju kadaluwarsa yang bergantung pada waktu. Dari model yang dikembangkan akan ditentukan kuantitas pemesanan (economic order quantity) dan waktu antar pemesanan yang optimum yang meminimumkan total biaya persediaan tahunan. Algoritma penentuan solusi optimum dari model yang dikembangkan dan contoh numerik sebagai ilustrasi dari permasalahan persediaan ini diberikan. Analisis sensitivitas model dengan melihat pengaruh laju kadaluwarsa dan laju permintaan terhadap kuantitas dan waktu antar pemesanan yang optimal juga diberikan. Dari hasil analisis sensitivitas diperoleh bahwa semakin besar laju kadaluwarsa, maka waktu antar pemesanan menjadi semakin singkat dan kuantitas pemesanan menjadi semakin sedikit.  Hal yang sama terjadi jika laju permintaan barang semakin besar.   Kata kunci:  Persediaan, kadaluwarsa, all-unit discount.
Model Integrasi Keputusan Lokasi, Perutean Kendaraan, dan Pengendalian Persediaan Pada Sistem Rantai Pasok Tiga Eselon Nova Saragih; Senator Nur Bahagia; Suprayogi Suprayogi; Ibnu Syabri
Jurnal Teknik Industri Vol. 19 No. 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.31 KB) | DOI: 10.9744/jti.19.1.1-10

Abstract

Keputusan lokasi, perutean kendaraan, dan kebijakan persediaan merupakan keputusan yang saling terkait satu dengan yang lain. Keputusan pengendalian persediaan, seperti ukuran lot pemesanan dan frekuensi pemesanan akan mempengaruhi baik itu ongkos persediaan dan ongkos transportasi. Sebagai contoh, pengiriman dalam kuantitas yang sedikit dan frekuensi yang sering menyebabkan pengurangan ongkos persediaan tetapi membutuhkan tambahan ongkos transportasi. Selanjutnya, keputusan perutean dan keputusan pengendalian persediaan akan mempengaruhi keputusan pemilihan lokasi sebab pemilihan lokasi ditentukan berdasarkan kriteria ongkos sistem minimum. Kegagalan dalam melibatkan ongkos persediaan dan ongkos transportasi ke dalam pertimbangan ketika memilih lokasi dapat menyebabkan sub-optimalitas sebab keputusan pemilihan lokasi memiliki dampak yang besar pada ongkos persediaan dan ongkos transportasi. Oleh karena itu, bagaimana memilih lokasi, menentukan rute kendaraan, dan mengendalikan persediaan yang optimal menjadi isu yang penting dalam merancang sebuah sistem logistik. Penelitian ini mengembangkan model integrasi yang secara simultan mengoptimisasikan keputusan lokasi, rute kendaraan, dan pengendalian persediaan pada sistem rantai pasok tiga eselon yang belum pernah dikembangkan sebelumnya. Entitas yang terlibat dalam rantai pasok kajian terdiri dari satu Pemasok, multi Depot, dan multi Ritel. Karakteristik permintaan yang dipertimbangkan dalam penelitian ini bersifat probabilistik dan jumlah produk terdiri dari satu produk. Model integrasi yang dikembangkan selanjutnya dipecahkan dengan metode optimal dan metode heuristik. Setelah dilakukan perbandingan dengan model dekomposisi diperoleh kesimpulan bahwa model integrasi menghasilkan ongkos total sistem yang lebih kecil.
Model Optimasi Fixturing Benda-kerja dengan Prinsip 3-2-1 Klem Tunggal Isa Setiasyah Toha; Mohammad Yazid Diratama; Dadan Heryada Wigenaputra
Jurnal Teknik Industri Vol. 19 No. 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.548 KB) | DOI: 10.9744/jti.19.1.11-20

Abstract

Untuk memegang benda-kerja pada tempatnya, diperlukan penetap (fixture). Beberapa penelitian sebelumnya membahas keseimbangan gaya dan momen yang berbasis pada model kinematik penetap, teori ulir (screw theory), melibatkan gaya kontak serta kesalahan posisi. Permasalahan yang paling mendasar dalam desain penetap adalah menentukan koordinat lokator dan klem serta gaya klem, agar benda-kerja stabil selama proses pemesinan. Makalah ini membahas model optimasi untuk menentukan koordinat lokator dan klem serta gaya klem, dengan memperhatikan keseimbangan gaya dan momen. Secara spesifik, model optimasi yang dikembangkan untuk permasalahan penetapan (fixturing) benda-kerja dengan prinsip 3-2-1 menggunakan klem tunggal. Untuk menunjukkan operasionalisasi model, digunakan contoh numerik penetapan benda-kerja nyata yang diselesaikan menggunakan perangkat-lunak Exel/Solver.
Pricing and Warranty Level Decisions for New and Remanufactured Short Life-Cycle Products Gan Shu San; I Nyoman Pujawan
Jurnal Teknik Industri Vol. 19 No. 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.579 KB) | DOI: 10.9744/jti.19.1.39-46

Abstract

Remanufacturing has become more prominent as a recovery process to mitigate the massive disposal of short life-cycle product at its end-of-use. However, remanufactured product is often perceived to be inferior to new product, and it has lower value in consumer’s willingness to pay. To increase the perceived quality of the remanufactured product, manufacturer offers a warranty, since one of the three roles possessed in warranty is being a signal to product reliability. This paper studies the pricing decisions and warranty level decision for new and remanufactured products in a closed-loop supply chain consists of a manufacturer and a retailer. The optimization modeling is performed under Stackelberg game with manufacturer as the leader. We found that higher expansion effectiveness coefficient would increase the supply chain profit. Also, there is an interval of demand’s speed of change, where the total profit would be at its highest. The optimum warranty level can be achieved regardless the initial warranty level set at the beginning of retailer’s optimization. Furthermore, the remanufactured product’s wholesale and retail prices are influenced by the expansion effectiveness coefficient.
Designing Indonesian Liner Shipping Network Armand Omar Moeis; Teuku Yuri Zagloel; Akhmad Hidayatno; Komarudin Komarudin; Sonny Guo
Jurnal Teknik Industri Vol. 19 No. 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.252 KB) | DOI: 10.9744/jti.19.1.47-54

Abstract

As the largest archipelago nation in the world, Indonesia’s logistics system has not shown excellence according to the parameters of logistics performance index and based on logistics costs percentages from overall GDP. This is due to the imbalances of trading on the western and eastern regions in Indonesia, which impacts the transportation systems costs to and from the eastern regions. Therefore, it is imperative to improve the competitiveness of Indonesian maritime logistics through maritime logistics network design. This research will focus on three levels of decision making in logistics network design, which include type of ships in the strategic level, shipping routes in the tactical level, and container allocation in the operational level with implementing butterfly routes in Indonesia’s logistics networking problems. Furthermore, this research will analyze the impact of Pendulum Nusantara and Sea Toll routes against the company profits and percentages of containers shipped. This research will also foresee how demand uncertainties and multi-period planning should affect decision making in designing the Indonesian Liner Shipping Network.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 1 (2022): June 2022 Vol. 23 No. 2 (2021): Dec 2021 Vol. 23 No. 1 (2021): June 2021 Vol. 22 No. 2 (2020): December 2020 Vol. 22 No. 1 (2020): June 2020 Vol. 21 No. 2 (2019): December 2019 Vol. 21 No. 1 (2019): June 2019 Vol. 20 No. 2 (2018): December 2018 Vol. 20 No. 1 (2018): June 2018 Vol. 19 No. 2 (2017): Desember 2017 Vol. 19 No. 1 (2017): JUNE 2017 Vol. 18 No. 2 (2016): DECEMBER 2016 Vol. 18 No. 1 (2016): JUNE 2016 Vol. 17 No. 2 (2015): DECEMBER 2015 Vol. 17 No. 1 (2015): JUNE 2015 Vol. 16 No. 2 (2014): DECEMBER 2014 Vol. 16 No. 1 (2014): JUNE 2014 Vol. 15 No. 2 (2013): DECEMBER 2013 Vol. 15 No. 1 (2013): JUNE 2013 Vol. 14 No. 2 (2012): DECEMBER 2012 Vol. 14 No. 1 (2012): JUNE 2012 Vol. 13 No. 2 (2011): DECEMBER 2011 Vol. 13 No. 1 (2011): JUNE 2011 Vol. 12 No. 2 (2010): DECEMBER 2010 Vol. 12 No. 1 (2010): JUNE 2010 Vol. 11 No. 2 (2009): DECEMBER 2009 Vol. 11 No. 1 (2009): JUNE 2009 Vol. 10 No. 2 (2008): DECEMBER 2008 Vol. 10 No. 1 (2008): JUNE 2008 Vol. 9 No. 2 (2007): DECEMBER 2007 Vol. 9 No. 1 (2007): JUNE 2007 Vol. 8 No. 2 (2006): DECEMBER 2006 Vol. 8 No. 1 (2006): JUNE 2006 Vol. 7 No. 2 (2005): DECEMBER 2005 Vol. 7 No. 1 (2005): JUNE 2005 Vol. 6 No. 2 (2004): DECEMBER 2004 Vol. 6 No. 1 (2004): JUNE 2004 Vol. 5 No. 2 (2003): DECEMBER 2003 Vol. 5 No. 1 (2003): JUNE 2003 Vol. 4 No. 2 (2002): DECEMBER 2002 Vol. 4 No. 1 (2002): JUNE 2002 Vol. 3 No. 2 (2001): DESEMBER 2001 Vol. 3 No. 1 (2001): JUNE 2001 Vol. 2 No. 2 (2000): DESEMBER 2000 Vol. 2 No. 1 (2000): JUNE 2000 Vol. 1 No. 1 (1999): JUNE 1999 More Issue