cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Civil Engineering Dimension
ISSN : 14109530     EISSN : 1979570X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
The Civil Engineering Dimension (Dimensi Teknik Sipil) is a refereed journal, published twice a year, in March and September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (1999): MARCH 1999" : 8 Documents clear
PENGGUNAAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DALAM MENGANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA KE KAMPUS Kardi Teknomo
Civil Engineering Dimension Vol. 1 No. 1 (1999): MARCH 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.836 KB) | DOI: 10.9744/ced.1.1.pp. 31-39

Abstract

Limitation of parking spaces in Petra Christian University need to be solved by deterring private cars usage. However, the factors that affect students to choose their mode to campus are unknown. Determination of factors that influence mode choices may support alternatives and policy that could be proposed. Analytic Hierarchy Process was used to analyze the factors. Trips characteristics data of the students was collected by questionnaires interview. The results of the analysis show that the main factors that influence student to choose their mode to campus is security (49,3%) and time (27,3%). Walking from student dormitory was the best alternative (33.2%), while carpool (16%) is slightly lower than private cars usage (18%). Vanpool (12.4%) is lower than carpool. Abstract in Bahasa Indonesia : Lahan parkir di Universitas Kristen Petra yang terbatas, memerlukan solusi alternatif yang mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi. Permasalahannya, faktor-faktor apa yang menyebabkan mahasiswa memilih menggunakan mobil pribadi daripada alternatif moda yang lain belum diketahui. Dengan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda, serta besar pengaruhnya, berbagai alternatif dan kebijakan untuk menurunkan kebutuhan akan lahan parkir, dapat diusulkan dengan lebih efektif. Metoda Analytic Hierarchy Process (AHP) dapat dipergunakan untuk menentukan faktor-faktor pemilihan moda. Data karakteristik perjalanan dilakukan dengan wawancara berkuisioner kepada mahasiswa Universitas Kristen Petra yang mempunyai kemungkinan untuk melakukan pilihan terhadap alternatif-alternatif moda yang ada. Hasil analisa menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi pemilihan moda untuk berangkat kuliah adalah faktor keamanan (49,3%) dan faktor waktu (27,3%). Ditinjau dari berbagai faktor, alternatif jalan kaki dari pondokan merupakan alternatif yang terbaik (33,2%), sedangkan carpool (16%), sedikit lebih rendah daripada penggunaan mobil pribadi (18%). Angkutan kampus (antar jemput) justru lebih rendah daripada carpool (12.4%). Kata kunci : Analytic Hierarchy Process, parkir, faktor pemilihan moda.
MODEL STRATEGI PENAWARAN UNTUK PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA Harry Patmadjaja
Civil Engineering Dimension Vol. 1 No. 1 (1999): MARCH 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.134 KB) | DOI: 10.9744/ced.1.1.pp. 1-7

Abstract

This research is a study on certain bidding strategy models, based on the maximum expected profit, as often used in developed countries. The models chosen for this research are: the Friedman model, the Gates model and the Ackoff & Sasieni model. Probability models to win were analyzed using discrete and normal distribution, and also with multi and single distribution. Bidding strategy models are rarely used or even discussed by the Indonesian contractors, though it will be the contractors' need in the coming globalization era in 2000. The chosen models were applied in various constructions tenders data obtained within the period 1994 - 1998. Two data sets were reserved for comparison purpose. It was concluded that the Friedman model gave the lowest bid, especialy when used with the multi discrete distribution. On the other hand, the Gates model and the Ackoff & Sasieni model could give higher optimum mark up. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini melakukan studi atas berbagai model strategi penawaran yang didasarkan pada expected profit maximum yang pernah muncul dan digunakan di negara maju. Dari antaranya dipilih model-model dari Friedman, Gates dan Ackoff & Sasieni. Model-model didekati dengan berbagai bentuk distribusi diskrit maupun normal, serta distribusi tunggal maupun ganda. Model strategi penawaran selama ini belum banyak dibicarakan dan dibahas oleh pihak-pihak yang terlibat pada proyek konstruksi di Indonesia, padahal akan merupakan kebutuhan kontraktor dalam menghadapi tender terbuka pada era globalisasi di tahun 2000. Model-model tersebut kemudian diterapkan pada sejumlah data tender konstruksi di Indonesia yang berhasil diperoleh dari tahun 1994 sampai 1998. Hasil perhitungan diuji dengan dua data yang memang disisihkan untuk pengujian model tersebut. Dapat disimpulkan bahwa model yang menghasilkan penawaran paling rendah adalah oleh model Friedman, dan khususnya dengan distribusi diskrit yang berganda. Sebaliknya, model Gates atau Ackoff & Sasieni menghasilkan mark up optimum yang lebih tinggi. Kata kunci : probabilitas menang, penawaran, expected profit, mark up.
ANALISA OVERRUNS BIAYA PADA BEBERAPA TIPE PROYEK KONSTRUKSI Indriani Santoso
Civil Engineering Dimension Vol. 1 No. 1 (1999): MARCH 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.49 KB) | DOI: 10.9744/ced.1.1.pp. 40-45

Abstract

This research studied the occurrence of cost overruns in several type of construction projects, the causes of cost overruns, the dependency between cost overruns and projects type, cost overruns and time overruns, the causes of cost overruns and project type in several type of construction projects. Questionaires were distributed to contractors with qualification A and B in Surabaya, to get data relating to cost overruns. It is shown that the main causes in cost overruns were insufficient data and information of the project, rise of materials price, and government monetary policy. Less cost overruns happened in industrial building compared with comercial buildings and public facilities. It was also shown that cost overruns not necessarily be accompanied by time overruns and vise versa. For several type of construction projects there were no differences in the causes of cost overruns. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini membahas terjadinya overruns biaya untuk beberapa tipe proyek konstruksi, penyebab terjadinya overruns biaya, ketergantungan antara overruns biaya dan tipe proyek, ketergantungan antara overruns biaya dan overruns waktu, ketergantungan antara penyebab overruns biaya dan beberapa tipe proyek konstruksi. Penelitian ini dilakukan terhadap kontraktor dengan kualifikasi kelas A dan B yang berkedudukan di Surabaya dengan cara mendistribusikan kuesioner untuk mendapatkan data proyek yang berhubungan dengan terjadinya overruns biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab yang dominan dari overruns biaya adalah data dan informasi proyek yang kurang lengkap, kenaikan harga material, kebijaksanaan keuangan dari pemerintah. Tipe proyek konstruksi berupa bangunan industri mengalami overruns biaya lebih sedikit dibandingkan tipe proyek berupa bangunan komersial maupun fasilitas umum. Proyek yang mengalami overruns biaya tidak selalu mengalami overruns waktu, demikian juga sebaliknya. Untuk beberapa tipe proyek konstruksi penyebab terjadinya overruns biaya berpengaruh sama atau hampir tidak terjadi perbedaan. Kata kunci : Overruns Biaya, Tipe Proyek, Proyek Konstruksi, Kontraktor
KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KLASIFIKASI DAN PERINGKAT DARI PENYEBAB-PENYEBABNYA Budiman Proboyo
Civil Engineering Dimension Vol. 1 No. 1 (1999): MARCH 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.242 KB) | DOI: 10.9744/ced.1.1.pp. 46-58

Abstract

Successfully executing construction project within schedule is one of the most important aims, both for the owner and the contractor. Construction delay is a condition which is completely unwanted, because it will cause lost of money and time for both parties. Research in finding factors which are dominant or having great influences as the causes of delay, is intended to prepare and build the construction planning and scheduling more complete and accurate; so that delay can be avoided or controlled. Confirmation to the founded causes by site surveys using questionaire distributed to contractors, have shown that problems arisen from inaccurate workplan, lack of resources. lack of communication/coordination, were dominant factors for causing construction delay from contractor side. On the other hand, the owner side, problems arisen from incomplete and unclear design and scope of works, inspection and control system of the project were dominant for causing delay. Abstract in Bahasa Indonesia : Keberhasilan melaksanakan proyek konstruksi tepat pada waktunya adalah salah satu tujuan terpenting, baik bagi pemilik maupun kontraktor. Keterlambatan adalah sebuah kondisi yang sangat tidak dikehendaki, karena akan sangat merugikan kedua belah pihak dari segi waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan menemukan faktor-faktor yang sangat berperan atau mendominasi sebagai penyebab keterlambatan, dengan maksud agar proses perencanaan dan penjadwalan proyek konstruksi dapat dilakukan dengan lebih lengkap dan cermat; sehingga keterlambatan sedapat mungkin dihindarkan atau dikendalikan. Temuan penyebab-penyebab keterlambatan, yang dikonfirmasikan dengan sigi lapangan menggunakan kuesioner yang didistribusikan kepada kontraktor, menunjukkan bahwa masalah-masalah tidak seksamanya rencana kerja, tidak tersedianya sumber daya dan kurangnya komunikasi/koordinasi, merupakan faktor-faktor yang dominan sebagai penyebab keterlamabatan dari sisi kontraktor. Dari sisi pemilik proyek, masalah ketidaklengkapan dan ketidakjelasan desain dan lingkup pekerjaan, masalah sistim pengawasan dan pengendalian proyek, merupakan faktor yang dominan sebagai penyebab keterlambatan. Kata kunci : keterlambatan pelaksanaan, penyebab keterlambatan, perencanaan dan penjadwalan, kontraktor, pemilik
NUMERICAL MODELLING OF CHICKEN-FOOT FOUNDATION Vipman Tandjiria
Civil Engineering Dimension Vol. 1 No. 1 (1999): MARCH 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.451 KB) | DOI: 10.9744/ced.1.1.pp. 14-19

Abstract

This paper presents an analysis of the chicken-foot foundation using the finite element method. The foundation is considered as a reinforced concrete slab resting on a number of reinforced concrete pipes filled with and surrounded by in-situ soil. The soil and the pipes were modelled by isoparametric solid elements while the slab was modelled by isoparametric thick-plate elements. The study was intended to illustrate the basic mechanism of the chicken-foot foundation. Three cases have been considered for the parametric studies. The parameters investigated are thickness of slab, length of pipes and spacing between pipes. It is shown that such a foundation improves the behaviour of the raft foundation. It is also found that all the parameters used in the parametric studies influence the behaviour of the chicken-foot foundation.
HUBUNGAN PANJANG ANTRIAN KENDARAAN TERHADAP BERHENTINYA ANGKUTAN UMUM Bastian Wirantono; Fanny Judodihardjo; Prieska Prieska
Civil Engineering Dimension Vol. 1 No. 1 (1999): MARCH 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.397 KB) | DOI: 10.9744/ced.1.1.pp. 20-23

Abstract

Queue length of vehicles due to stopping of a public vehicle, cause traffic jam. To relate the influence of vehicle volume, by effective width of the road and public vehicle’s stopping time to queue length, linear regression model is used. The result of analysis by states that the best solution to reduce the queue length of vehicle is controlling the public vehicle to stop at the right place and setting a limit of stopping time. Abstract in Bahasa Indonesia : Panjangnya deretan kendaraan jalan raya akibat berhentinya angkutan umum adalah salah satu bentuk kemacetan di jalan raya. Analisa pengaruh panjang antrian ini terhadap volume kendaraan yang lewat, lebar efektif jalan dan waktu henti angkutan umum, menggunakan metode pendekatan dengan cara regresi linier. Hasil analisa mendapatkan solusi yang terbaik berupa penertiban angkutan umum agar berhenti pada tempatnya dan dengan cara yang benar, sekaligus pembatasan lamanya waktu berhenti angkutan kota. Kata Kunci: lebar efektif, panjang antrian, volume kendaraan, waktu henti kendaraan umum
GEMPA RENCANA UNTUK ANALISA RIWAYAT WAKTU Benjamin Lumantarna
Civil Engineering Dimension Vol. 1 No. 1 (1999): MARCH 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.567 KB) | DOI: 10.9744/ced.1.1.pp. 24-30

Abstract

In the absence of design earthquake accelerogram, to do time history analysis the Indonesian Seismic code required the use of a minimum of four earthquake accelerograms. This procedure gives some difficulty in research. One possibility is to use a spectrum consistent time history record in the analysis. Using an interactive program called RESMAT, four spectrum consistent time histories are created from, El-Centro, May 15, 1940 N-S, Denpasar 1981, Pacoima February 9, 1971 S16E and Parkfield June 27, 1966 N-E, earthquake records. The resulting time history records are applied to six (6) symmetrical buildings with five, ten, 15, 20, 25 and 30 story in a time history analysis. The story shears obtained are then compared with the story shear envelope of the four original earthquake records as specified in the code. It is shown that spectrum consistent time history obtained from Pacoima, February 9, 1971 S16E, in all cases gives conservative story shears compared with the envelope of the four original earthquake records as specified by the code Abstract in Bahasa Indonesia : Belum adanya riwayat waktu gempa rencana yang disetujui untuk dipakai di Indonesia, menyebabkan dalam analisa riwayat waktu harus digunakan minimal empat riwayat waktu gempa yang berbeda. Hal ini menyebabkan kesulitan-kesulitan tersendiri dalam melakukan penelitian. Salah satu pemecahan yang dapat diambil adalah memodifikasi rekaman riwayat waktu gempa yang sesungguhnya untuk menghasilkan suatu gempa rencana yang menghasilkan respons spektra yang konsisten dengan respons spektra yang ditentukan dalam peraturan gempa. Penelitian ini membandingkan gaya geser tingkat yang dihasilkan oleh gempa rencana yang diperoleh dari rekaman gempa El-Centro 15 Mei 1940 N-S, Denpasar 1981, Pacoima 9 Februari 1971 S16E dan Parkfield 27 Juni 1966 N-E, terhadap envelope gaya geser tingkat ke empat gempa tersebut sesuai dengan peraturan gempa. Untuk perbandingan ini dipakai enam buah model struktur sederhana dengan bentuk denah yang teratur dan simetris, dengan jumlah lantai 5, 10,15, 20, 25 dan 30 lantai. Sedangkan untuk mendapatkan gempa rencana digunakan suatu program interaktif yang dinamakan RESMAT Dari evaluasi yang dilakukan terhadap ke enam model struktur tersebut dapat disimpulkan bahwa gempa rencana yang didapatkan dari modifikasi Gempa Pacoima 9 Februari 1971 S16E, menghasilkan pembagian gaya geser yang setara dengan envelope gaya geser tingkat dari ke empat gempa tersebut diatas. Kata kunci : analisa riwayat waktu, accelerogram gempa rencana, spectrum consistent time history.
PREDIKSI PENGEMBANGAN VOLUME TANAH DI KAWASAN PIER Johanes Suwono
Civil Engineering Dimension Vol. 1 No. 1 (1999): MARCH 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.297 KB) | DOI: 10.9744/ced.1.1.pp. 8-13

Abstract

A study on swelling behavior had been conducted on the soil within the PIER industrial estate. It appeared that the swelling was due to the moisture deficiency in the soil, and not because of the existence of expansive clay minerals. Swelling pressures were obtained from oedometer tests on undisturbed samples, whereas for the overall heave the moisture deficit method was applied. By this method, a heave of 5 cm in average could be expected when swelling occurs. Abstract in Bahasa Indonesia : Dari hasil penyelidikan tanah yang menyeluruh di kawasan PIER telah diteliti apakah tanahnya termasuk expansif, serta berapa besar pengembangan dan tekanan yang diakibatkan olehnya. Ternyata tanah di kawasan ini mengembang akibat adanya defisiensi kadar-air. Tidak ada indikasi akan adanya mineral-mineral expansif. Besarnya tekanan akibat pengembangan ini diperoleh dari pengujian dalam alat oedometer, sedangkan besarnya pengembangan diperkirakan berdasarkan perbedaan kadar-air volumetrik. Dari perbedaan kadar-air volumetrik dapat diprediksi rata-rata besar pengembangan yang akan terjadi adalah sekitar 5 cm. Kata kunci : tanah expansif, pengembangan, defisiensi kadar air.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

1999 1999


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 1 (2022): MARCH 2022 Vol. 23 No. 2 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol. 23 No. 1 (2021): MARCH 2021 Vol. 22 No. 2 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol. 22 No. 1 (2020): MARCH 2020 Vol. 21 No. 2 (2019): SEPTEMBER 2019 Vol. 21 No. 1 (2019): MARCH 2019 Vol. 20 No. 2 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol. 20 No. 1 (2018): MARCH 2018 Vol. 19 No. 2 (2017): SEPTEMBER 2017 Vol. 19 No. 1 (2017): MARCH 2017 Vol. 18 No. 2 (2016): SEPTEMBER 2016 Vol. 18 No. 1 (2016): MARCH 2016 Vol. 17 No. 3 (2015): SPECIAL EDITION Vol. 17 No. 2 (2015): SEPTEMBER 2015 Vol. 17 No. 1 (2015): MARCH 2015 Vol. 16 No. 2 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol. 16 No. 1 (2014): MARCH 2014 Vol. 15 No. 2 (2013): SEPTEMBER 2013 Vol. 15 No. 1 (2013): MARCH 2013 Vol. 14 No. 3 (2012): Special Edition Vol. 14 No. 2 (2012): SEPTEMBER 2012 Vol. 14 No. 1 (2012): MARCH 2012 Vol. 13 No. 2 (2011): SEPTEMBER 2011 Vol. 13 No. 1 (2011): MARCH 2011 Vol. 12 No. 2 (2010): SEPTEMBER 2010 Vol. 12 No. 1 (2010): MARCH 2010 Vol. 11 No. 2 (2009): SEPTEMBER 2009 Vol. 11 No. 1 (2009): MARCH 2009 Vol. 10 No. 2 (2008): SEPTEMBER 2008 Vol. 10 No. 1 (2008): MARCH 2008 Vol. 9 No. 2 (2007): SEPTEMBER 2007 Vol. 9 No. 1 (2007): MARCH 2007 Vol. 8 No. 2 (2006): SEPTEMBER 2006 Vol. 8 No. 1 (2006): MARCH 2006 Vol. 7 No. 2 (2005): SEPTEMBER 2005 Vol. 7 No. 1 (2005): MARCH 2005 Vol. 6 No. 2 (2004): SEPTEMBER 2004 Vol. 6 No. 1 (2004): MARCH 2004 Vol. 5 No. 2 (2003): SEPTEMBER 2003 Vol. 5 No. 1 (2003): MARCH 2003 Vol. 4 No. 2 (2002): SEPTEMBER 2002 Vol. 4 No. 1 (2002): MARCH 2002 Vol. 3 No. 2 (2001): SEPTEMBER 2001 Vol. 3 No. 1 (2001): MARCH 2001 Vol. 2 No. 2 (2000): SEPTEMBER 2000 Vol. 2 No. 1 (2000): MARCH 2000 Vol. 1 No. 2 (1999): SEPTEMBER 1999 Vol. 1 No. 1 (1999): MARCH 1999 More Issue