cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 97 Documents
KETAHANAN JENIS KEMASAN BENIH KEDELAI TERHADAP SERANGAN HAMA CALLOSOBRUCHUS MACULATUS Destiana, Irna Dwi
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12401

Abstract

Penggunaan jenis kemasan yang tepat dapat mempertahankan kualitas benih, sehingga tetap baik pada saat akan ditanam. Jenis kemasan yang tidak mampu mempertahankan kadar air pada kondisi aman akan mempermudah serangan hama gudang. Hama gudang Callosobruchus maculatus F. merupakan salah satu hama primer yang menyerang kedelai dalam penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ketahanan dua jenis kemasan yaitu kemasan platik HDPE dan plastik Hermetik dari serangan hama Callosobruchus maculatus selama penyimpanan di dalam gudang. Tahapan penelitian yang dilakukan terdiri dari penyediaan serangga Callosobruchus maculatus, pemilihan, pengemasan, infestasi Hama pada kedelai, penyimpanan dan pengamatan. Parameter yang diamati diantaranya adalah kandungan gas O2 dan CO2, persentase kematian Callosobruchus maculatus, dan persentase biji yang terinfestasi telur. Kadar oksigen dalam plastik hermetik lebih rendah dibandingkan dengan kemasan plastik HDPE, sedangkan kadar karbondioksida dalam kemasan hermetik lebih tinggi dibandingkan dengan kemasan HDPE. Kondisi penurunan oksigen dan peningkatan karbondioksida yang cepat pada kemasan hermetik menyebabkan serangga yang diinfestasi ke dalam kemasan dengan cepat mengalami kematian dan penurunan kemampuan bertelur (fekunditas). Kemasan hermetik memiliki ketahanan terhadap serangga lebih baik dibandingkan kemasan HDPE. Kemasan hermetik memberikan pengaruh nyata terhadap parameter konsentrasi gas CO2 dan O2 yang menyebabkan kematian C. maculatus mencapai 100% pada hari keempat penyimpanan. Persentase biji yang terinfestasi telur pada kemasan hermetik sebesar 5.4%, lebih rendah dibandingkan kemasan HDPE yaitu 26.23%.
Pengaruh Ragi Tradisional Indonesia dalam Proses Fermentasi Santan Terhadap Karakteristik Rendemen, Kadar Air, dan Kadar Asam Lemak Bebas Virgin Coconut Oil (VCO) Mujdalipah, Siti
EDUFORTECH Vol 1, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v1i1.3969

Abstract

VCO adalah minyak kelapa yang diproses dari kelapa segar dengan atau tanpa pemanasan dan tidak melalui pemurnian dengan bahan kimia. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembuatan VCO, antara lain yaitu enzimatis, fermentasi, pengasaman, sentrifugasi dan cara pancingan. Indonesia memiliki beberapa jenis ragi tradisional yang telah lama digunakan dalam menghasilkan produk fermentasi. Pada penelitian ini VCO dibuat dengan cara fermentasi menggunakan tiga jenis ragi tradisional Indonesia, yaitu ragi tempe, ragi roti, dan ragi tape. Rendemen VCO berkisar antara 20,83 – 23,08%. Kadar air VCO berkisar antara 0,22 – 0,36% dan kadar FFA VCO berkisar antara 0,424 – 0,766% mg KOH/g sampel. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam, jenis ragi berpengaruh signifikan (p0,05) terhadap kadar air dan kadar asam lemak bebas VCO. Sementara itu, jenis ragi tidak menunjukan pengaruh signifikan (p0,05) terhadap rendemen VCO. Rendemen, kadar air dan kadar asam lemak bebas terbaik diperoleh pada VCO yang dihasilkan dari proses fermentasi menggunakan ragi roti. 
Penerapan Model Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Agroindustri Politeknik Negeri Subang Destiana, Irna Dwi; Rahayu, Wiwik Endah; Mukminah, Nurul; Yudianto, Oyok
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19371

Abstract

Blended learning adalah model pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka (face- to- face) dengan e-learning. Tujuan dari penerapan model pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa Agroindustri khususnya pada mata kuliah Teknologi Pascapanen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan berbasis deskriptif kualitatif dan data kualitatif dengan membandingkan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran konvensional dan dengan berbasis e-learning (google classroom). Penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel yang digunakan adalah mahasiswa kelas Agroindustri 1 semester 2 pada mata kuliah Teknologi Pascapanen. Langkah-langkah penelitian terdiri dari persiapan, pembelajaran secara konvensional, diseminasi blended learning, pembukaan kelas online, pertemuan tatap muka, dan evaluasi penerapan blended learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang cukup tinggi antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis blended. Peningkatan nilai N gain dari pembelajaran konvensional (0,42), Blended 1 (0,69) dan blended 2 (0,87). Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa penerapan blended learning dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Agroindustri pada mata Kuliah Teknologi Pascapanen serta mahasiswa merasa puas dan setuju bahwa Blended Learning efektif dan efisien untuk diterapkan.
KARAKTERISASI DIETARY FIBER DAN SIRUP GULA HASIL KONVERSI ONGGOK MELALUI PERLAKUAN ASAM DAN PANAS Pramana, Yanuar Sigit; Sunarti, Titi Candra; Purwoko, Purwoko
EDUFORTECH Vol 3, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v3i2.13581

Abstract

Ketersediaan onggok yang melimpah di Indonesia serta tingginya kandungan pati dan serat merupakan potensi onggok yang belum dimanfaatkan secara optimal. Proses konversi onggok menjadi dietary fiber dan sirup gula dapat meningkatkan nilai tambah secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik produk dietary fiber dan sirup gula yang dihasilkan dari proses konversi onggok, serta mengetahui pengaruh ukuran partikel dietary fiber terhadap karakteristik sifat fisikokimianya. Konversi onggok dilakukan dengan perlakuan asam dan panas. Dietary fiber yang dihasilkan mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari total dietary fiber 96-97%, kadar pati 2,7%, kadar abu 1,3% serta nilai water holding capacity 10,68-11,52 g/g dan oil holding capacity 3,44-3,72 g/g. Semakin kecil ukuran partikel dietary fiber, semakin besar nilai water holding capacity dan oil holding capacity. Sirup gula yang dihasilkan mempunyai reducing sugar 5,6%,total sugar 18,7%, dextrose equivalent 30 dan derajat polimerisasi 3,32. Jenis gula yang dihasilkan terdiri dari dekstrin 7,2%, maltosa 2,43%, glukosa 5,24%, dan arabinosa 0,79%. Dietary fiber yang dihasilkan dapat diaplikasikan sebagai pangan fungsional aditif dalam industri pangan (roti, sosis, dan pengganti lemak), sedangkan sirup gula dapat diaplikasikan untuk industri confectionary
Modifikasi Nugget Ayam Dengan Penambahan Pati Resisten Ubi Jalar Sebagai Serat Pangan Ekowati, Bangun Ambar; Cakrawati, Dewi
EDUFORTECH Vol 1, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v1i1.3974

Abstract

Kecenderungan masyarakat perkotaan yang begitu sibuk sehingga mengkonsumsi makanan siap saji dengan rata-rata tingkat konsumsi serat penduduk Indonesia sebesar 10,5 gram/orang/hari, baru mencapai sekitar separuh dari kecukupan serat yang dianjurkan berkisar antara 20-35 gram/hari. Hal ini yang menyebabkan tingginya kasus penyakit-penyakit degeneratif, maka untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan memperbaiki pola makan terutama konsumsi serat pangan. Pati resisten merupakan salah satu serat pangan yang dapat diperoleh dari ubi jalar karena memiliki kandungan pati yang tinggi dan produktifitasnya yang baik. Pati resisten yang dihasilkan tersebut akan ditambahkan kedalam produk siap saji yaitu nugget dengan konsentrasi yang belum diketahui. Oleh karena itu, diperlukan penelitian panambahan pati resisten ubi jalar pada nugget ayam yang dapat menjadi alternatif serat pangan yang memberikan karakteristik produk yang baik dan dapat diterima oleh panelis. Penelitian ini dilakukan penambahan pati resisten ubi jalar sebesar 5%, 10%, dan 15% dengan 3 kali ulangan dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan taraf signifikan α=0,05. Analisis yang dilakukan yaitu analisis organoleptik, analisis fisik, dan analisis proksimat. Hasil analisis organoleptik dengan uji mutu hedonik menunjukkan bahwa nugget ayam yang ditambahkan 15% pati resisten ubi jalar merupakan formulasi terbaik yang paling diterima oleh panelis. Uji cooking loss didapatkan hasil bahwa semakin banyak pati resisten ubi jalar ditambahkan maka semakin besar cooking loss yang terjadi. Selain itu, hasil analisis proksimat yaitu kadar air 58,8%, kadar abu 1,75%, protein 20,71%, lemak 3,21%, karbohidrat 15,68%, dan serat pangan 5,41%. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY PADA KOMPETENSI DASAR PENGEMASAN DI SMK NEGERI 1 KUNINGAN Handayani, Sri
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19376

Abstract

Peserta didik SMKN 1 Kuningan kurang antusias dalam proses belajar mengajar sehingga hasil belajar siswa rendah dengan presentase ketuntasan 42,8% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal yaitu 2,67. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran pada kompetensi dasar pengemasan penerapan model pembelajaran Guided Inquiry (inkuri terbimbing) dan hasil belajar peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc Taggart dengan tiga siklus. Subjek penelitian pada penelitian yang telah dilaksanakan adalah peserta didik SMK Negeri 1 Kuningan kelas X-2 jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Instrumen penelitian berupa tes objektif (pre-test dan post-test) untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif, lembar penilaian antar peserta didik dan lembar penilaian diri peserta didik untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada aspek afektif, lembar tes keterampilan untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada aspek psikomotor, dan pedoman observasi berupa lembar pengamatan proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) implementasi pembelajaran pada kompetensi dasar pengemasan dengan penerapan model pembelajaran Guided Inquiry terlaksana dengan baik, 2) penerapan model pembelajaran Guided Inquiry pada kompetensi dasar pengemasan meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan mencapai nilai ketuntasan 100% pada siklus 3.
FAKTOR FAKTOR PENGHAMBAT PENYELESAIAN RISET AGROINDUSTRI DAN RENCANA PENANGANANNYA Mukrivah, Mukrivah; Handayani, Sri
EDUFORTECH Vol 3, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v3i2.13586

Abstract

Mata kuliah Riset Agroindustri merupakan salah satu mata kuliah wajib yang termasuk dalam kategori Mata Kuliah Keahlian Program Studi (MKK Prodi) dengan bobot 4 SKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan penghambat penyelesaian Riset Agroindustri dan mengetahui strategi coping dalam rencana penanganan penghambat penyelesaian RA. Penelitian ini menggunakan angket sebagai teknik pengambilan data. Pengambilan data tersebut dilakukan kepada 24 responden. Sampel yang digunakan pada penelitian ini diambil dengan menggunakan simple random sampling kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri FPTK UPI angkatan 2012, 2013, dan 2014 yang telah menyelesaikan Riset Agroindustri (RA) lebih dari satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan penghambat penyelesaian RA dengan kategori tinggi yaitu indikator: 1) kurang fokus ketika mengerjakan RA; 2) fasilitas alat alat laboratorium di prodi tidak lengkap untuk melakukan pengujian produk RA; 3) jadwal pengerjaan RA yang tidak teratur; 4) tidak merasa senang ketika mengerjakan RA; 5) bahan-bahan kimia di laboratorium prodi tidak lengkap untuk pengujian produk RA; dan 6) ketidakmampuan melakukan pengujian produk RA tanpa bantuan laboran/dosen. Mahasiswa mengatasi hambatan dalam penyelesaian RA yaitu dengan menggunakan strategi coping. Rencana penanganan penyelesaian RA direncanakan oleh peneliti yang disarankan untuk mahasiswa, dosen prodi PTAG dan tim manajemen PTAG.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN DASAR PENGAWETAN PADA OLAHAN SUSU SEGAR Liawati, Lia; Rahayu, Dwi Lestari
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan sintak dan hasil belajar siswa dari penerapan model pembelajaran Project Based Learning pada kompetensi dasar melakukan dasar pengawetan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Objek penelitian ini adalah peserta didik kelas X TPHP 3 jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK Negeri 1 Kuningan. Hasil belajar siswa diukur menggunakan tes objektif (pre-test dan post-test), lembar observasi sikap, lembar penilaian keterampilan, lembar observasi proses pembelajaran, dan wawancara. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terlaksana dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh: (1) keterlaksanaan proses pembelajaran berjalan dengan sangat baik, (2) ketercapaian KKM pada aspek kognitif yaitu 76% pada siklus 1, 88% pada siklus II, dan 100% pada siklus III, (3) rata-rata nilai afektif pada indikator spiritual, jujur, tanggung jawab, disiplin, percaya diri, dan sopan santun mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II dan III, (4) rata-rata nilai psikomotorik siswa termasuk ke dalam katagori “sangat baik”.
Faktor-faktor Internal yang Mempengaruhi Mahasiswa Pendidikan Teknologi Agroindustri dalam Pemilihan Karir Putri, Mega Kusumah; Handayani, Mustika Nuramalia
EDUFORTECH Vol 2, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i1.6170

Abstract

This study aims to determine 1) the influence of perceptions in career choice of agro-industrial technology education students; 2) the influence of motivational factors in career choice of agro- technology education students; 3) the influence of academic ability in career choice of agro- technology education students; 4) Which factor is most influential in career choice of agro-industrial technology education student. This research was descriptive with quantitative approach which examines the influence of relations independent and dependent variables. The study population is students of Agro-Industry Technology Education Study Program. These samples included 74 students of class 2012 and 2013. The data was collected by questionnaire and documentation of student GPA, data analysis using simple regression analysis and regression. The results showed that 1) the perception factors influence career choice of agro-industrial technology education students with contribution of 6.00%; 2) the motivational factors influence career choice of agro- industrial technology education students with contribution of 6.04%; 3) the academic abilities factors influence career choice of agro-technology career education students with 1.85% contribution; 4) The motivating factor is the most influential factor among the factor of perception and academic abilities factor in career choice of agro-industrial technology education students. 
PENENTUAN UMUR SIMPAN DODOL KACANG MERAH MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TEST (ASLT) MODEL ARRHENIUS Anzalina, Ghina; Rahayu, Dwi Lestari
EDUFORTECH Vol 5, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i1.23918

Abstract

Dodol merupakan salah satu makanan kudapan tradisional yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Terdapat beragam jenis dodol, salah satunya yakni dodol kacang merah yang diproduksi oleh IRT Pusaka di daerah Cililin-Bandung Barat. Terdapat kekurangan dalam label produk dodol kacang merah IRT Pusaka yaitu belum dicantumkannya tanggal kadaluwarsa. Belum dilakukannya pengujian pendugaan umur simpan dodol kacang merah Cililin secara ilmiah menjadi alasan belum dicantumkannya informasi saran penyimpanan dan batas tanggal masa penyimpanan yang baik untuk dikonsumsi pada label kemasan produk. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkiraan umur simpan dodol kacang merah IRT Pusaka menggunakan metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius. Pengujian ASLT Model Arrhenius menggunakan dua faktor yaitu suhu penyimpanan (250C dan 350C) dan waktu penyimpanan (15 hari). Dodol kacang merah disimpan dalam inkubator dan diambil setiap 3 hari hingga hari ke 15 untuk pengujian parameter mutunya. Parameter mutu yang diamati adalah analisis jumlah kapang dan analisis kimiawi kadar gula. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan respon jumlah kapang umur simpan dodol kacang merah yang disimpan pada suhu 25°C dan 35°C berturut-turut adalah 14.27 hari dan 16.20 hari, sedangkan berdasarkan respon kadar gula umur simpan dodol kacang merah yang disimpan pada suhu 25°C dan 35°C berturut-turut adalah 15.08 hari dan 16.68 hari.

Page 1 of 10 | Total Record : 97