cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 113 Documents
KETAHANAN JENIS KEMASAN BENIH KEDELAI TERHADAP SERANGAN HAMA CALLOSOBRUCHUS MACULATUS Destiana, Irna Dwi
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12401

Abstract

Penggunaan jenis kemasan yang tepat dapat mempertahankan kualitas benih, sehingga tetap baik pada saat akan ditanam. Jenis kemasan yang tidak mampu mempertahankan kadar air pada kondisi aman akan mempermudah serangan hama gudang. Hama gudang Callosobruchus maculatus F. merupakan salah satu hama primer yang menyerang kedelai dalam penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ketahanan dua jenis kemasan yaitu kemasan platik HDPE dan plastik Hermetik dari serangan hama Callosobruchus maculatus selama penyimpanan di dalam gudang. Tahapan penelitian yang dilakukan terdiri dari penyediaan serangga Callosobruchus maculatus, pemilihan, pengemasan, infestasi Hama pada kedelai, penyimpanan dan pengamatan. Parameter yang diamati diantaranya adalah kandungan gas O2 dan CO2, persentase kematian Callosobruchus maculatus, dan persentase biji yang terinfestasi telur. Kadar oksigen dalam plastik hermetik lebih rendah dibandingkan dengan kemasan plastik HDPE, sedangkan kadar karbondioksida dalam kemasan hermetik lebih tinggi dibandingkan dengan kemasan HDPE. Kondisi penurunan oksigen dan peningkatan karbondioksida yang cepat pada kemasan hermetik menyebabkan serangga yang diinfestasi ke dalam kemasan dengan cepat mengalami kematian dan penurunan kemampuan bertelur (fekunditas). Kemasan hermetik memiliki ketahanan terhadap serangga lebih baik dibandingkan kemasan HDPE. Kemasan hermetik memberikan pengaruh nyata terhadap parameter konsentrasi gas CO2 dan O2 yang menyebabkan kematian C. maculatus mencapai 100% pada hari keempat penyimpanan. Persentase biji yang terinfestasi telur pada kemasan hermetik sebesar 5.4%, lebih rendah dibandingkan kemasan HDPE yaitu 26.23%.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA SETELAH MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE SPOT Meilani, Dini; Cakrawati, Dewi
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor self regulated learning dominan pada mahasiswaPendidikan Teknologi Agroindustri setelah menggunakan Sistem Pembelajaran On line Terpadu (SPOT) danmengetahui kemampuan self regulated learning mahasiswa setelah menggunakan SPOT. Metode penelitianyang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Instrument yang digunakan yaitu angket mengenai selfregulated learning dan angket mengenai penggunaan SPOT. Aspek yang dinilai pada angket self regulatedlearning terdiri dari (A) goal setting and planning, (B) rehearsing and memorizing, (C) organizing andtransforming, (D) self evaluating, (E) self consequence, (F) seeking social assistance, (G) environmentalstructuring, (H) keeping records and monitoring, (I) seeking information, (J) reviewing records dan (K) other(help seeking). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 102responden. Hasil penelitian menunjukkan kebanyakan mahasiswa menggunakan SPOT karena dosenpengampu mata kuliah juga menggunakan spot dan mahasiswa menggunakan SPOT untuk mengunduhmateri perkuliahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SPOT UPI dapat mengembangkan duakemampuan dari self regulated learning yaitu organizing and transforming (pengorganisasian danpentransformasian) sebesar 70,59%. dan seeking information (mencari informasi) sebesar 70,59%. Faktorperilaku merupakan faktor yang paling dominan pada mahasiswa Pendidikan Teknologi Agroindustri setelahmenggunakan aplikasi SPOT UPI dengan persentase sebesar 65,33%. Hasil penelitian menunjukkan bahwaaplikasi SPOT UPI dapat mendukung atau menunjang dua kemampuan self regulated learning yaituorganizing and transforming dan seeking information.
PENGARUH BIMBINGAN GURU PAMONG TERHADAP PENERAPAN KOMPETENSI GURU KEJURUAN Syadiah, Essa Annisa; Handayani, Sri
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12412

Abstract

Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa program sarjana kependidikan. Mahasiswa perlu memahami kompetensi guru kejuruan dalam menjalani perannya sebagai guru praktikan PPL. Penerapan kompetensi guru kejuruan pada praktikan PPL dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan guru pamong pada praktikan PPL terhadap penerapan kompetensi guru kejuruan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling jenis sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan guru pamong memiliki pengaruh positif terhadap penerapan kompetensi guru kejuruan. Hal ini mengandung implikasi jika semakin baik bimbingan guru pamong maka penerapan kompetensi guru kejuruan juga semakin baik
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TALAS BELITUNG (Xanthosoma sagittifolium) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKA, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN PADA ROTI TAWAR Lestari, Amalia Dwi; Maharani, Shinta
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12439

Abstract

Roti tawar merupakan olahan pangan yang berasal dari tepung terigu yang diberi ragi dan bahan tambahanlainnya dengan melalui proses pengadonan, fermentasi (pengembangan) dan proses pemanggangan.Konsumsi tepung terigu untuk olahan pangan di Indonesia semakin meningkat dan sebagian besar tepungterigu diperoleh secara impor dari negara lain, sehingga perlu alternatif pengganti tepung terigu denganmenggunakan tepung umbi lokal. Pada penelitian ini, roti tawar diolah dengan menggunakan substitusi tepungTalas Belitung (Xanthosoma sagittifolium) dengan tingkat substitusi 20, 30 dan 40%. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui rendemen tepung Talas Belitung serta pengaruh substitusi tepung Talas Belitung terhadapkarakteristik fisik, kimia dan tingkat kesukaan konsumen. Metode penelitian ini menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) dengan 1 faktorial yaitu substitusi tepung Talas Belitung (0%, 20%, 30%, 40%). Data dianalisis dengan analisis DMRT dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendementepung Talas Belitung adalah 20,76%. Berdasarkan hasil pengujian karakteristik fisik, roti tawar substitusitepung Talas Belitung 20% memiliki karakteristik fisik lebih baik dibandingkan dengan roti tawar substitusitepung Talas Belitung 30% dan 40%. Roti tawar dengan substitusi tepung Talas Belitung 20% menghasilkanpersentasi pengembangan, warna dan tekstur yang lebih baik. Roti tawar substitusi tepung Talas Belitung20% memiliki kadar air 36%, kadar abu 1,07%, kadar lemak 6,22%, kadar protein 0,75% dan kadarkarbohidrat 55,97%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa roti tawar susbtitusi tepung Talas Belitung 20%merupakan roti tawar yang disukai panelis
PENAMBAHAN TEPUNG PRA-MASAK BUAH SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) PADA PEMBUATAN SAUS TOMAT Azizah, Dewi Nur
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12440

Abstract

Saus merupakan salah satu bahan penyedap dan penambah rasa pada makanan. Saus tomat adalah produkyang dihasilkan dari campuran bubur tomat atau pasta tomat atau padatan tomat yang diperoleh dari tomatmasak, yang diolah dengan bumbu-bumbu, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahantambahan pangan yang diizinkan. Beberapa jenis bumbu yang sering digunakan adalah garam, gula, cuka,bawang putih, dan rempah-rempah, seperti cengkeh dan kayu manis. Tepung pra-masak buah sukun memilikikandungan gizi cukup tinggi dan kandungan amilopektin sebesar 77,48%. Tepung pra-masak dapatmembentuk larutan kental yang stabil. Oleh karena itu, tepung pra-masak buah sukun dapat dimanfaatkansebagai bahan pengental pada saus tomat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi tepung pra-masak buah sukun yang tepat untuk menghasilkan saus tomat dengan karakteristik yang baik dan disukaipanelis. Pada penelitian ini digunakan metode percobaan (eksperimental method) dengan menggunakanRancangan Acak Kelompok yang diulang sebanyak tiga kali dengan empat perlakuan konsentrasi tepung pra-masak buah sukun, yaitu A = 1%; B = 2%; C = 3%; dan D = 4%. Pengujian yang dilakukan meliputi analisiskimia, yaitu pH dengan menggunakan pH meter dan Total Padatan Terlarut (TPT) dengan menggunakanrefraktometer; analisis fisik, yaitu viskositas dengan menggunakan viskometer; dan uji organoleptik denganmetode hedonik terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasitepung pra-masak buah sukun sebesar 1% menghasilkan saus tomat dengan karakteristik yang baik dandisukai panelis dari segi warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan rata-rata derajat keasaman (pH) 4,20; TotalPadatan Terlarut (TPT) 16,33oBrix, dan viskositas 6436,67 mPa.s.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN DASAR PENGAWETAN PADA OLAHAN SUSU SEGAR Liawati, Lia; Rahayu, Dwi Lestari
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan sintak dan hasil belajar siswa dari penerapan model pembelajaran Project Based Learning pada kompetensi dasar melakukan dasar pengawetan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Objek penelitian ini adalah peserta didik kelas X TPHP 3 jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK Negeri 1 Kuningan. Hasil belajar siswa diukur menggunakan tes objektif (pre-test dan post-test), lembar observasi sikap, lembar penilaian keterampilan, lembar observasi proses pembelajaran, dan wawancara. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terlaksana dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh: (1) keterlaksanaan proses pembelajaran berjalan dengan sangat baik, (2) ketercapaian KKM pada aspek kognitif yaitu 76% pada siklus 1, 88% pada siklus II, dan 100% pada siklus III, (3) rata-rata nilai afektif pada indikator spiritual, jujur, tanggung jawab, disiplin, percaya diri, dan sopan santun mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II dan III, (4) rata-rata nilai psikomotorik siswa termasuk ke dalam katagori “sangat baik”.
PENGARUH HASIL BELAJAR TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA DALAM MELAKSANAKAN RISET Rahayu, Ayuni Damayani; Sugiarti, Yatti
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Hasil belajar mata kuliah keahlian pilihan; (2) Kesiapan pelaksanaan Riset Agroindustri mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri; (3) Pengaruh hasil belajar mata kuliah keahlian pilihan terhadap kesiapan pelaksanaan Riset Agroindustri mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel Penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri yang akan atau sedang melaksanakan Riset Agroindustri dan telah mengontrak mata kuliah keahlian pilihan yaitu sebanyak 48 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu dokumen dan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji linieritas, analisis deskriptif data dan persamaan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar mahasiswa prodi pendidikan teknologi agroindustri angkatan 2013 pada mata kuliah keahlian pilihan berada pada kategori baik (39,6%), baik sekali (29,2%), cukup baik (14,6%), hampir istimewa (8,3%), lebih dari cukup (6,3%), dan istimewa (2%); (2) Mayoritas mahasiswa prodi pendidikan teknologi agroindustri angkatan 2013 terkategori tinggi dan sangat tinggi dalam kesiapan pelaksanaan Riset Agroindustri baik dari aspek mental, emosional maupun pengetahuan; (3) Hasil belajar mata kuliah keahlian pilihan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan Riset Agroindustri dengan konstribusi sebanyak 57,4 %.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR TEKNIK KIMIAWI DALAM PROSES PENGOLAHAN PANGAN DI SMK NEGERI 1 CIDAUN Annisa, Siti; Mujdalipah, Siti
EDUFORTECH Vol 2, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v2i2.12443

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa buku ajar dengan judul Teknik Kimiawi dalam Proses Pengolahan Pangan. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian dan pengembangan (RD). Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Cidaun dengan subyek penelitian siswa kelas X dan XI program studi Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian tahun ajaran 2015/ 2016. Data hasil penelitian didapatkan berdasarkan pengolahan data dari istrumen berupa angket yang diberikan kepada validator dan siswa. Hasil penelitian didapatkan bahwa buku ajar teknik kimiawi dalam proses pengolahan pangan dinyatakan baik atau layak digunakan dengan revisi dengan persentase mencapai 74,2%. Hasil dari angket siswa yang disebarkan pada uji coba skala terbatas dan skala besar berturut-turut dihasilkan persentase sebesar 84,5% dan 84,1% yang dinterpretasikan ke dalam skala baik sekali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa buku ajar teknik kimiawi dalam proses pengolahan pangan telah sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dan sudah layak digunakan sebagai bahan ajar.
PEMANFAATAN PISANG DAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA ES KRIM Mujdalipah, Siti; Anjani, Bella
EDUFORTECH Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v3i1.13539

Abstract

Buah pisang mengandung nutrisi yang tinggi. Begitupun kulit pisang. Namun demikian, kulit pisang pada umumnya tidak banyak dimanfaatkan dan menjadi limbah. Pada penelitian ini akan dilakukan pemanfaatan buah pisang dan kulit buah pisang sebagai bahan tambahan pada produk es krim. Manfaat buah pisang dan tepung kulit pisang diamati dari karakteristik organoleptik es krim yang dibuat dengan menambahkan buah pisang dalam bentuk puree dan kulit pisang dalam bentuk tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi puree buah pisang dan tepung kulit pisang yang memberikan karakteristik organoleptik es krim terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu konsentrasi puree buah pisang dan konsentrasi tepung kulit pisang. Hasil analisis menunjukkan penambahan puree buah pisang dan tepung kulit pisang berpengaruh sangat nyata terhadap warna. Sementara itu, tepung kulit pisang berpengaruh nyata terhadap tekstur es krim. Perlakuan P1T1 menghasilkan es krim terbaik dengan tekstur dalam kategori agak lembut.
PENAMBAHAN TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) DALAM PEMBUATAN NUGGET NABATI Rahmah, Syarifah
EDUFORTECH Vol 3, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v3i1.13541

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penambahan konsentrasi tepung mocaf (modified cassava flour) pada pembuatan nugget nabati dari tepung tempe dan wortel dengan karakteristik yang dapat diterima panelis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu konsentrasi penambahan tepung mocaf pada 3 taraf yakni 10%, 15%, dan 20%. Analisis statistika menggunakan analysis of variance. Kriteria yang dianalisis meliputi karakteristik sensori menggunakan uji mutu hedonik dan karakteristik kimiawi berupa analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung mocaf tidak memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik kimia dan organoleptik nugget tempe. Nugget dengan penambahan tepung mocaf 20% dapat diterima oleh konsumen dan memiliki karakteristik kimiawi sebagai berikut: kadar air 56,07%, kadar abu 1,69%, kadar lemak 4,29%, kadar protein 7,01%, kadar karbohidrat 30,92, dan serat pangan 3,79%. Nugget nabati dengan penambahan 20% tepung mocaf memenuhi kriteria SNI sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Page 1 of 12 | Total Record : 113