cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Techne : Jurnal Ilmiah Elektroteknika
ISSN : 14128292     EISSN : 26157772     DOI : -
urnal Ilmiah Elektroteknika Techné (p-ISSN: 1412-8292, e-ISSN: 2615-7772) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer, Universitas Kristen Satya Wacana. Kajian ilmu yang tercakup dalam Jurnal Ilmiah Elektroteknika Techné adalah bidang-bidang Elektronika dan Komputer, baik yang menyangkut perangkat keras maupun perangkat lunak. Jurnal Ilmiah Elektroteknika Techné terbit online pertama kali tahun 2010. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. Jurnal Ilmiah Elektroteknika Techné menganut prinsip Open Access, sehingga semua artikel yang dipublikasikan dapat diakses secara bebas oleh setiap pengunjung.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 1 (2022)" : 10 Documents clear
Analisis Kinerja Transformator Distribusi 50 kVA di Lembang Bori’ Ranteletok Yasman Sanda; Yusri Ambabunga; Ishak Pawarangan
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.281

Abstract

Energi listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Pertambahan beban harus seiring dengan ketersediaan sumber energi listrik. Dalam sistem tenaga listrik transformator distribusi memilki peran penting dalam menurunkan tegangan menengah 20 kV menjadi 220/380 V. Keandalan sistem tenaga listrik harus memiliki persentase pembebanan tidak lebih dari 80%, persentase drop tegangan tidak lebih dari 10% dan ketidakseimbangan beban tidak lebih dari 20%. Telah terjadi penggantian transformator distribusi 50 kV di Lembang Bori’ Ranteletok dari 1 fasa menjadi 3 fasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformator terpasang memiliki pembebanan minggu pertama 45,97%, minggu kedua 46,99%, minggu ketiga 52,55% dan minggu keempat 46,37%. Sesuai syarat kehandalan sistem tenaga listrik beban penuh atau pembebanan transformator tidak melebihi 80%. Persentase drop tegangan didapatkan sesuai dengan syarat kehandalan sistem tenaga listrik yang tidak melebihi 10%. Persentase faktor ketidakseimbangan beban minggu pertama 11,76 %, minggu kedua 31,47 %, minggu ketiga 14,94 % dan minggu keempat 23,53 %. Minggu pertama dan ketiga sesuai syarat kehandalan sistem tenaga listrik, untuk minggu kedua dan keempat tidak sesuai syarat kehandalan sistem tenaga listrik karena persentase ketidakseimbangan beban lebih dari 20%.
Sistem Kendali Level Ketinggian Air Berbasis Fuzzy Control Menggunakan Simulink Fani Kurniawan; Yulian Zetta Maulana; Risa Farrid Christianti
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.287

Abstract

Today's technology shows very significant developments in automation systems. Filling water in a tank is a process that is widely used in the oil industry. The process of filling and draining water in a closed water tank will raise difficulty for the operator to control the water level in the tank. Therefore, we will create a system to control the water level using a fuzzy controller. To get the value of fuzzification from the difference in the value of the set point and defuzzification connected to the motor pump. Fuzzy design system was obtained by making methods, fuzzification, defuzzification, and rules. The use of ultrasonic sensors during the experiment caused a spike in value because the ultrasonic sensor had not detected water but had no significant effect on the response to altitude levels. When the valve is opened, the controller has an effect on the resulting response. The more the valve is opened, the worse the response will be but the system remains stable. The fuzzy output will be connected to the PLC which will be connected to the Kepserver and tank to regulate the flow rate to the tank. Matlab is connected with PLC devices using Kepserver. The best performance is found in the 2× reduction valve opening response test with a fuzzification range of 8000-24000 while the performance value of time rise is 66.458 s, settling time is 110 s, steady state error is -2%, and overshoot is 9%.
Rancang Bangun Sistem Keamanan Sepeda Motor Menggunakan Fingerprint dan GPS Tracker Berbasis IoT Imelda Uli Vistalina Simanjuntak; Lilik Bagus Puja Asmara
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.305

Abstract

Sepeda motor merupakan alat transportasi penting di bidang kontruksi. Pengawas kontruksi lebih cepat menuju lapangan kerja yang jaraknya jauh dari kantor pusat atau tidak dapat diakses menggunakan kendaraan roda empat. Saat pengawas kontruksi meninjau pekerjaan di lapangan, sepeda motor diparkir di tempat terbuka dan jauh dari pandangan pengawas sehingga diperlukan sistem keamanan guna melindungi sepeda motor dari tindakan pencurian. Sistem ini terdiri dari perangkat keras seperti sensor fingerprint, GPS U-Blox Neo-6M, NodeMCU sebagai pengendali utama, buzzer sebagai alarm, dan dilengkapi dengan tombol bypass sebagai kunci rahasia, sedangkan perangkat lunaknya yaitu Blynk untuk menampilkan peta melalui Android. Berdasarkan pengujian didapatkan response time sistem untuk mengenali sidik jari, yaitu 0,83 detik, delay time relay dengan metode fingerprint dan metode tombol bypass masing-masing sebesar 1,07 detik dan 0,97 detik. Delay time sangat dipengaruhi oleh kecepatan internet dan kecepatan proses dari nodeMCU. Delay time pada buzzer bila terdapat percobaan menyalakan kendaran yang tidak dikenali sistem, yaitu 0,56 detik. Sedangkan rata-rata akurasi antara modul GPS dengan GPS ponsel adalah 3,85 meter.
A Prototype of an IoT-based Production Performance and Quality Monitoring System Using NodeMCU ESP8266 Erwin Sitompul; Trias Wulandari; Mia Galina
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.306

Abstract

A production process requires performance and quality monitoring to maintain the product quantity and quality to a prescribed standard. With the product quality classified into three categories (OK, Repair, and Scrap), the quantity count in a finishing process of a car door rubber seal production at PT. XYZ is still done manually. This count is conducted by an operator during the work and is prone to inaccuracies. Furthermore, the count result must be manually processed by an administrator at the end of a work shift. This slow recapitulation process makes optimal production performance and quality monitoring (PPQM) not possible. In this paper, a prototype of an IoT-based system for PPQM is proposed as the solution. The prototype provides three pushbuttons for the operator to directly record the quality of each product, while the quantity is automatically added up. NodeMCU microcontroller sends the production data to Blynk IoT-platform via internet connection. The quasi-real-time data can later be monitored through Blynk mobile application. The application also displays a performance-and-quality rate (PQ rate) as a monitoring indicator. One infrared sensor is utilized to detect the work objects. The operator consistency to enter the data is maintained by the use of a clamp mechanism. Test results show that the infrared sensor works very well within the detection range of 8 mm. The pushbuttons must be pressed for at least 0.98 second, so the input can be correctly relayed by NodeMCU to the server. An MS Excel macro is developed so that the production data can be processed automatically and quickly. The simulation results show that the proposed system can successfully simplify and increases the accuracy of the production data record. Besides, it makes a quasi-real-time PPQM possible.
Perancangan dan Realisasi Antena Mikrostrip Persegi Panjang MIMO pada Frekuensi 15 GHz Adiono Dwi Satya; Eva Yovita Dwi Utami; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.307

Abstract

Pada komunikasi nirkabel generasi kelima, penggunaan spektrum frekuensi baru yang lebih tinggi dan pemanfaatan teknik MIMO menjadi teknologi kunci untuk memenuhi kebutuhan bandwidth dan data rate yang tinggi. Salah satu kandidat frekuensi untuk 5G adalah 15 GHz. Pada makalah ini dirancang antena mikrostrip berbentuk persegi panjang array dua elemen pada struktur MIMO empat port dengan frekuensi kerja 15 GHz. Antena disimulasikan dan direalisasikan menggunakan bahan substrat Duroid yang memiliki nilai permitivitas relatif sebesar 2,2 dan ketebalan 1,57 mm, sedangkan patch peradiasi dan ground plane menggunakan bahan tembaga. Rancangan antena pada software simulasi memberikan hasil terbaik untuk koefisien refleksi sebesar -25,639 dB, VSWR bernilai 1,11, mutual coupling mencapai -30,955 dB, gain sebesar 8,59 dB pada frekuensi 15 GHz, dan bandwidth sebesar 1,3 GHz. Hasil pengukuran antena yang telah difabrikasi menunjukkan nilai koefisien refleksi sebesar -36,592 dB, VSWR bernilai 1,03, mutual coupling sebesar -28,137 dB, dan gain sebesar 13,18 dB pada frekuensi 15 GHz. Bandwidth terukur mencapai 2,69 GHz.
Perencanaan Penggunaan Wireless kWh Meter Untuk Monitoring Pemakaian Daya Listrik dan Instalasi Kabel Listrik di Rumah Sakit Mardiansyah
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.308

Abstract

Listrik menjadi salah satu energi vital dalam sistem pelayanan di rumah sakit. Pemadaman listrik secara tiba-tiba di rumah sakit akan mengakibatkan kerugian dari segi finansial, pelayanan, bahkan keselamatan. Pemadaman listrik di rumah sakit akan menimbulkan kerugian pendapatan dan psikologi pasien akibat tindakan operasi yang dibatalkan dan pemindahan pasien. Kualitas dan keandalan daya yang kurang baik akan menyebabkan penurunan pelayanan dan pengeluaran anggaran biaya listrik yang berlebihan pada. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat perencanaan power monitoring dengan menggunakan teknologi wireless kWh meter, untuk dapat menentukan wireless kWh meter yang paling baik secara kualitas dan ekonomis serta dapat menentukan kabel distribusi listrik yang tepat pada instalasi listrik rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian, wireless kWh meter dapat diterapkan pada beberapa alat dengan tegangan rendah, untuk tegangan menengah dan tinggi perlu melakukan survey produk lebih lanjut. Wireless kWh meter yang dapat diterapkan pada penelitian ini untuk satu fasa SonOff Pow R2 dan untuk tiga fasa TOMZN DTS238-7. Kabel distribusi listrik yang dapat diterapkan pada instalasi rumah sakit adalah kabel NYM dengan ukurannya disesuaikan dengan besar arus yang ada pada peralatan.
Sistem Pengatur Lebar Celah Roller pada Mesin Pemipih Adonan Mie Andreas Kurnia; Budi Harsono
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.309

Abstract

Mie merupakan makanan favorit orang Indonesia karena pengolahannya yang mudah dan dapat menggantikan nasi. Proses produksi mie oleh pedagang tradisional umumnya masih menggunakan mesin pembuat mie manual dengan tenaga manusia sebagai penggeraknya. Untuk menghemat tenaga dan meningkatkan efisiensi waktu dalam pembuatan mie, telah banyak dikembangkan mesin pembuat mie dengan penggerak motor. Pada mesin pembuat mie dengan penggerak motor ini, pengaturan lebar celah roller pemipih adonan mie masih dilakukan secara manual menggunakan sistem mekanik. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem pengatur lebar celah roller pada mesin pemipih adonan mie menggunakan sistem elektronik dengan memanfaatkan mekanisme lead screw untuk menggerakkan roller pemipih.  Sistem ini menggunakan sebuah motor stepper sebagai penggerak dan keypad serta LCD karakter sebagai antarmuka pengguna untuk memudahkan pengguna dalam mengatur lebar celah roller yang diinginkan. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa sistem yang telah dirancang dapat memipihkan adonan mie dengan ketebalan 5 mm hingga 1 mm dengan tingkat ketelitian ± 0,3 mm. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa adonan mie yang dipipihkan menggunakan jarak roller yang lebih kecil akan menghasilkan adonan mie yang lebih pulen.
Design of Behavior-Based Reactive System for Autonomous Stuff-Collecting Mobile Robot Eddy Wijanto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.310

Abstract

Recently, autonomous robots play an important role in many aspects. Autonomous robots help improve efficiency and productivity, further reduce errors, and risk rates. Employee safety in high-risk work environments is also becoming one of the benefits of autonomous robots. When designing an autonomous robot, two paradigms can be implemented, i.e., planning and reactive paradigm. A distinct feature of the reactive paradigm is that all activities are carried out through behavior. The benefits of the reactive paradigm include can be applied in limited inexpensive hardware resources, low complexity, goal convergence, easy adaptation to changing situations, and a completely unfamiliar environment with unpredictable mobile obstacles. In this paper, the behavior-based reactive system of an autonomous mobile robot is designed to collect stuff objects. Negotiators have been proposed to combine several behaviors into a system that can be implemented in a variety of situations and cases. The results show that a negotiator can be implemented to realize a fully autonomous mobile robot based on the behavior of the reactive system.
Perancangan Crossover Dua Jalur Pasif dan Aktif Orde Dua Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.311

Abstract

Sirkuit crossover pasif terdiri dari komponen pasif (induktor dan kapasitor) yang tidak mempunyai penguatan daya. Sirkuit crossover aktif terdiri dari komponen pasif (resistor dan kapasitor) serta komponen aktif (penguat operasi) yang mempunyai penguatan daya. Prinsip crossover ini memilah frekuensi audio menjadi dua rentang frekuensi yaitu rentang frekuensi rendah yang lewat tapis pelewat frekuensi rendah menuju woofer dan rentang frekuensi tinggi yang lewat tapis pelewat  frekuensi tinggi menuju tweeter. Pada penelitian ini dirancang crossover dua jalur pasif dan aktif order dua berdasarkan teori-teori dan perhitungan-perhitungan elektronika. Rentang  frekuensi rendah dan rentang frekuensi tinggi dipisah pada titik frekuensi persilangan 3 kHz. Crossover dirancang mempunyai tanggapan frekuensi datar. Nilai faktor kualitas Q tapis dipilih = 0,5 untuk mencapai tanggapan frekuensi datar. Pengukuran tanggapan frekuensi pada keluaran crossover adalah superposisi keluaran woofer dan tweeter. Hasil perancangan diukur dengan menggunakan Circuit Maker. Hasil simulasi menunjukkan tanggapan keluaran woofer dan tweeter adalah datar dengan pemisahan antara rentang frekuensi rendah dan rentang frekuensi tinggi pada frekuensi persilangan 3 kHz dan aras tegangan pada titik frekuensi kutub tapis turun menjadi setengahnya atau sebesar 6 dB. Crossover aktif diberi penguat operasi yang penguatan tegangannya diatur sebesar 3× dan hasil pengukuran menunjukkan tegangan keluarannya  meningkat 3× dari keluaran crossover pasif.
Perancangan Prototipe Alat Deteksi Asap Rokok dengan Sistem Purifier Menggunakan Sensor MQ-135 dan MQ-2 Ivanno Alexander Rombang; Lukas Bambang Setyawan; Gunawan Dewantoro
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.312

Abstract

Merokok di tempat umum seperti di pusat perbelanjaan, perkantoran, dan restoran merupakan kebiasaan yang sering dijumpai. Asap rokok merupakan salah satu bentuk pencemaran udara yang mengandung karbon monoksida, amonia, kadmium, nikotin, tar, arsenik, nitrosamina dan sianida. Zat-zat beracun ini berbahaya bagi orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut sehingga hal ini menimbulkan masalah kesehatan. Perancangan prototipe alat deteksi asap rokok yang dibuat memberikan solusi untuk pembersihan udara yang disebabkan oleh polutan asap rokok. Dalam penelitian ini, dirancang alat deteksi asap rokok berbasis Arduino menggunakan sensor MQ-135 dan MQ-2 sebagai pendeteksi kadar gas CO2 dan CO. Sistem purifier menggunakan exhaust fan yang dilengkapi dengan filter karbon aktif. Proses pengujian sistem yang dilakukan adalah pengujian waktu alat untuk membersihkan udara dalam ruangan prototipe dengan kategori polusi asap rokok yang sudah ditentukan yaitu kategori sedikit, sedang dan banyak. Setelah sensor mendeteksi kadar gas mencapai nilai ppm kategori yang ditentukan, hitungan waktu pembersihan mulai dilakukan dengan stopwatch. Hasil pengujian alat deteksi asap rokok sudah dapat membersihkan kualitas udara dalam ruang prototipe dengan rata-rata waktu pembersihan 34,52 menit (kategori sedikit), 40,4 menit (kategori sedang) dan 58,3 menit (kategori banyak).

Page 1 of 1 | Total Record : 10