cover
Contact Name
Rina Setiana
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 14104490     EISSN : 23549203     DOI : https://doi.org/10.7454/jki
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI, or Nursing Journal of Indonesia) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JKI is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JKI adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2006): March" : 7 Documents clear
Keberadaan Pengawas Minum Obat (PMO) Pasien Tuberkulosis Paru di Indonesia Murtiwi Murtiwi
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 10, No 1 (2006): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v10i1.167

Abstract

AbstrakTuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang menyebabkan kematian, dan merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, TBC merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit kardiovaskular dan penyakit saluran pernafasan pada semua kelompok usia, bahkan peringkat pertama penyebab kematian penyakit menular. Jumlah pasiennya sekitar 500.000 orang/tahun dengan kematian sekitar 175.000/tahun, khususnya di daerah pedesaan miskin dan daerah kumuh perkotaan yang rawan kuman (Depkes RI, 2005). Sampai saat ini di seluruh Indonesia program penanggulangan penyakit TBC masih jauh dari yang diharapkan. Salah satu penyebab utama adalah ketidakpatuhan berobat pasien masih tinggi. Oleh karena itu, masalah kepatuhan pasien dalam menyelesaikan program pengobatan merupakan prioritas paling penting. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan pasien TBC tentang peran dan tugas PMO. Desain penelitian adalah penelitian analitik dengan teknik potong lintang. Pada desain penelitian ini informasi mengenai perilaku kepatuhan pasien tuberkulosis paru diperoleh secara bersamaan dengan data perilaku yang lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan PMO terhadap kepatuhan berobat pasien TBC paru tidak efektif, hal ini ditunjukkan oleh data 66,6% pasien tidak pernah diingatkan minum obat, 98,5% pasien tidak diawasi saat menelan obat. Pasien berpendapat tidak perlu ada PMO. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pasien memiliki potensi untuk diberdayakan oleh karena itu, temuan ini membuktikan pentingnya pemberdayaan masyarakat yang dapat diawali dengan memfasilitasi terbentuknya kelompok pasien TBC atau self-help group. AbstractTuberculosis (TBC) as a contagious disease that can lead to death is the third cause of death in Indonesia. The Home Health Survey ( Survei Kesehatan Rumah Tangga-SKRT) in 2001 stated that TBC is the third cause of death after the cardiovascular and respiratory disease in all of age groups and that TBC is the first cause of death in the infectious diseases. The number of the patients is approximately 500.000 people/year with the death incident of 175.000 people/year, especially in poor village area and dense city area (DepKes RI, 2005). Until recently, the TBC eradication programme in Indonesia is still far away from expected outcomes. One of the main cause is the high rate of incompliance to treatment. Therefore, the compliance to treatment still becomes the most important priority. This reseach aims to identify clients’ knowledge about roles of the health care provider. This reseach uses cross sectional design. In this design, the information about the TBC clients’ compliance is included in the other data on attitudes. The study shows that the role of supervisor for administering medication to Lung TBC clients’ compliances is ineffective. This result is enhanced by the data that 66.6% clients are never reminded to take the medication. Clients stated that they do not need supervisor for administering medication. These findings showed that clients have the potency for empowerment, therefore, these results revealed that it is important to start empowering the community which can be started by facilitating the self help group of TBC client.
Etnografi Sebagai Metode Pilihan dalam Penelitian Kualitatif di Keperawatan Setyowati Setyowati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 10, No 1 (2006): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v10i1.171

Abstract

AbstrakEtnografi merupakan salah satu metode kualitatif yang tertua dari riset sosial. Metode ini sangat tepat untuk meneliti masalah budaya, dan biasanya selalu terpilih sebagai metode penelitian bidang sosial khususnya antrpologi. Makalah ini akan menjelaskan latar belakang etnografi dengan mendiskusikan sedikit tentang penggunaannya pada penelitian kesehatan khususnya keperawatan. AbstractEthnography is one of the famous and oldest qualitative method that used in social research. This method is very precise to research about culture, and is commonly used in the social especially anthropology researches. This paper will discuss about the use of ethnography in the health research especially in nursing.
Hubungan Waktu Penggunaan Seragam Klinik dengan Peningkatan Jumlah Mikroorganisme Hanny Handiyani; Yasephin Megapurwara
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 10, No 1 (2006): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v10i1.166

Abstract

AbstrakPengelolaan seragam klinik perlu mendapatkan perhatian, mengingat pengelolaan seragam klinik yang tidak tepat dapat menyebabkan penyebaran infeksi nosokomial (IN). Pencegahan infeksi nosokomial dapat dilakukan melalui pengaturan penggunaan seragam klinik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi sejauh mana hubungan waktu penggunaan seragam klinik dengan peningkatan jumlah mikroorganisme. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Penelitian ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut terhadap tiga sampel seragam dengan membandingkan jumlah koloni pada seragam sebelum penggunaan, penggunaan hari pertama, dan setelah penggunaan hari kedua. Berdasarkan analisis data menggunakan rumus ANOVA didapatkan data terjadi peningkatan yang bermakna terhadap jumlah koloni pada penggunaan seragam pada hari kedua dibandingkan dengan jumlah koloni sebelum penggunaan seragam (p value 0,012). Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kesadaran mahasiswa dalam mengelola seragam kliniknya sebagai upaya mengontrol terjadinya infeksi nosokomial (IN) dengan cara mengganti seragam klinik setiap hari. AbstractThe clinical uniform management needs more attention since its’ inappropriate clinical management may increase the insident of nosocomial infection. The prevention of nosocomial infection can be done by an appropriate clinical uniform management. This study aimed to measure the correlations between the lenghts of use the uniform and the increase in the number of microorganism. This study used the decriptive correlation design. This study was done three days in rows to three uniform samples by comparing the number of microorganism before it was used, after the first day of its usage and after the second day of its usage. Based on the ANOVA analysis, the study found that there is a significant increase in the number of microorganism of the second days of its usage compared with before its usage (p value 0,012). This study recommends that the students’ awareness should be increase on clinical uniform management as a way to reduce the risk of nosocomial infection by changing the uniform everyday.
Pemanfaatan Proses Pembelajaran Berbasis Teknologi Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Tenaga Keperawatan Rr. Tutik Sri Hariyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 10, No 1 (2006): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v10i1.170

Abstract

AbstrakTujuan penelitian fenomenologi ini adalah mengidentifikasi persepsi perawat dan keluarga pasien HIV/AIDS tentang pengetahuan yang diperlukan perawat dan keluarga yang merawat untuk merawat pasien HIV/AIDS di rumah sakit dan di rumah. Sejumlah 5 perawat & 5 keluarga pasien berpartisipasi dalam penelitian ini. Dari hasil analisis didapatkan 6 hal yang harus diketahui perawat. Persepsi perawat tentang pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki perawat saat merawat pasien HIV/AIDS adalah: (1) pengetahuan dan keterampilan tentang konseling, (2) ARV & efek sampingnya, (3) Universal Precaution, (4) symptom management, (5) dukungan mental, dan (6) penanganan jika terpapar HIV. Sedangkan dari keluarga ada 4 hal yang harus diketahui oleh keluarga saat mereka merawat pasien di rumah, yaitu: (1) pengetahuan tentang HIV/AIDS & cara penularannya, (2) pengetahuan tentang tanda & gejala HIV/AIDS, (3) pengetahuan dan keterampilan tentang pencegahan penularan (Universal Precaution) dan (4) symptom management. Rekomendasi penelitian ini adalah perlu ada penelitian lanjut pada jumlah responden yang lebih luas. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan efektifitas asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS dan juga kualitas hidup pasien saat mereka di rumah. AbstractThe purpose of this phenomenology study was to identify the nurse’s and relative’s perception on knowledge and skill needed by the nurses & relatives in caring patient in the hospital and in their house. Ten respondents (5 nurses and 5 relatives of the patients) participated the study. The findings identified knowledge & skill needed by nurses are: (1) knowledge & skill on counseling, (2) Anti Retro Viral therapy & its side effect, (3) universal precaution, (4) symptom management, (5) mental support, and (6) treatment standard on occupational exposure to HIV. The findings from the relative’s are: (1) knowledge on HIV/AIDS and how it spreads (2) knowledge on signs & symptoms of HIV/AIDS, (3) knowledge & skill on universal precaution and (4) symptom management. Some recommendations of the study were proposed that this study should be continued to have some other respondents. The result of these studies could be beneficial to improve the nursing care to the HIV/AIDS patient and their quality of life during AIDS stage, and it could be beneficial to the improvement the effectively of the nursing care of patient with HIV/AIDS.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Menstruasi dengan Derajat Dismenore pada Siswi Sekolah Menengah Atas di Padang Tahun 2005 Nelwati Nelwati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 10, No 1 (2006): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v10i1.165

Abstract

AbstrakDismenore merupakan gangguan ginekologi yang paling sering ditemukan pada remaja wanita. Dismenore dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu hormonal, psikis, neurologis, dan alergi. Pada keadaan yang berat, dismenore dapat menyebabkan gangguan terhadap aktivitas harian dan sekolah. Telah dilakukan penelitian korelatif pada bulan Maret 2005 dengan 245 responden siswi Sekolah Menengah Atas di Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan proportional random sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang menstruasi dengan derajat dismenore. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa 30% responden yang mempunyai pengetahuan kurang mengalami dismenore berat. Setelah dilakukan uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan siswi tentang menstruasi dengan derajat dismenore dengan nilai p = 0,00 Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang menstruasi dengan derajat dismenore, oleh karena itu pemberian informasi tentang menstruasi sangat penting bagi remaja yang dapat dilakukan oleh orang orang tua, guru, konselor maupun tenaga kesehatan. Pengetahuan tentang menstruasi akan memberikan kesiapan psikis pada remaja dalam menghadapi menstruasi khususnya yang disertai dismenore. AbstractDysmenorrhea is the gynaecologic disorder that mostly experienced by female adolescents. Dysmenorrhea can be influenced by some factors like hormones, psycologic, neurologic and alergic. In severe condition, dysmenorrhea could cause daily and school activities disturbance. A correlation research had been conducted on March 2005 toward 245 female adolescent at Senior High School in Padang. Sampling was based on propotional random sampling. This research was aimed to identify correlation between knowledge about menstruation and grading of dysmenorrhea. This research showed that 30% of respondent who have not adequate knowledge experience severe pain. After statistic testing with chi square, there are correlation between knowledge about menstruation and grading of dysmenorrhea with p value = 0,00. Conclusion of this researh is there was correlation between knowledge about menstruation with grading of dysmenorrhea. Providing information related to menstruation is very important for female adolescents by parents, teachers, conselors, as well as health care providers. Knowledge about menstruation will give readiness psychologically for female adolescents when they experienced menstruation disorders included dysmenorrhea.
Validasi Rumus Taksiran Berat Janin (TBJ) untuk Prediksi Berat Badan Lahir Berdasarkan Tinggi Fundus Uterus Ibu Hamil Dewi Gayatri; Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 10, No 1 (2006): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v10i1.169

Abstract

AbstrakKetersediaan fasilitas dan sarana pelayanan pemeriksaan ultrasonografi di rumah sakit masih terbatas. Hal ini berarti diperlukan suatu cara alternatif untuk memantau pertumbuhan berat janin jika fasilitas USG tidak tersedia. Salah satu cara yang mudah dan sederhana untuk memperkirakan berat janin adalah mengukur Tinggi Fundus Uteri (TFU). Studi ini menguji validitas penggunaan rumus TBJ Gayanti dalam memprediksi berat badan lahir berdasarkan tinggi fundus uteri ibu hamil. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah potong lintang dimana pengambilan data dilakukan satu kali pengukuran yang dilakukan sesaat sebelum melahirkan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa rumus TBJ dapat dipakai untuk memprediksi berat badan lahir. Setelah dianalisis lebih lanjut, diketahui bahwa korelasi antara rumus TBJ dengan berat lahir aktual sebesar 0,793, hasil yang sama ditemukan antara rumus Modifikasi Niswander dengan berat lahir aktual. Hasil korelasi ini bermakna pada alpha 5%. Ditemukan bahwa ada hubungan yang cukup kuat antara hasil prediksi dengan memakai rumus baik TBJ maupun Modifikasi Niswander dengan berat lahir aktual namun bila ditinjau dari kemudahan penggunaan rumus maka rumus TBJ lebih mudah diingat dibandingkan dengan rumus Modifikasi Niswander. Rekomendasi untuk penelitian berikutnya perlu dilakukan validasi terhadap rumus TBJ dengan menggunakan desain, jumlah sampel dan teknik penarikan yang lebih baik untuk meningkatkan validitas dan reliabitas hasil penelitian sehingga hasil yang diperoleh dapat digeneralisir untuk populasi Indonesia. AbstractAvailability of USG facility is still limited at hospital. It is necessary the alternative way on monitoring fetal birth weight, however, the USG is not available. Measurement height of the fundus is the simple way in estimating the fetal birth weight. This study was to examine the validity of using estimated fetal birth weight in predicting fetal birth weight that based on height of fundus. The design of this study was a cross-sectional. The collection of data was carry out in one way measurement while before the birth of baby. Generally, it can be concluded that TBJ rule can be used to predict the fetal birth weight. The result of the study revealed that there is the significant correlation between the prediction using TBJ and the Niswander’s modified rules (p = 0.793, = 0.05). However, TBJ rule is easier to be reminded than the Niswander’s rule. For further study, it is recommended to validate TBJ rule using better design, number of sample, and data collection. It is important to increase validity and reliability of the result study so that this result study can be generalized for all Indonesian population
Persepsi Perawat dan Keluarga Pasien Tentang Pengetahuan yang Diperlukan untuk Merawat ODHA di Rumah Sakit dan di Rumah Agung Waluyo; Lestari Sukmarini; Rosakawati Rosakawati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 10, No 1 (2006): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v10i1.168

Abstract

AbstrakTujuan penelitian fenomenologi ini adalah mengidentifikasi persepsi perawat dan keluarga pasien HIV/AIDS tentang pengetahuan yang diperlukan perawat dan keluarga yang merawat untuk merawat pasien HIV/AIDS di rumah sakit dan di rumah. Sejumlah 5 perawat & 5 keluarga pasien berpartisipasi dalam penelitian ini. Dari hasil analisis didapatkan 6 hal yang harus diketahui perawat. Persepsi perawat tentang pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki perawat saat merawat pasien HIV/AIDS adalah: (1) pengetahuan dan keterampilan tentang konseling, (2) ARV & efek sampingnya, (3) Universal Precaution, (4) symptom management, (5) dukungan mental, dan (6) penanganan jika terpapar HIV. Sedangkan dari keluarga ada 4 hal yang harus diketahui oleh keluarga saat mereka merawat pasien di rumah, yaitu: (1) pengetahuan tentang HIV/AIDS & cara penularannya, (2) pengetahuan tentang tanda & gejala HIV/AIDS, (3) pengetahuan dan keterampilan tentang pencegahan penularan (Universal Precaution) dan (4) symptom management. Rekomendasi penelitian ini adalah perlu ada penelitian lanjut pada jumlah responden yang lebih luas. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan efektifitas asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS dan juga kualitas hidup pasien saat mereka di rumah. AbstractThe purpose of this phenomenology study was to identify the nurse’s and relative’s perception on knowledge and skill needed by the nurses & relatives in caring patient in the hospital and in their house. Ten respondents (5 nurses and 5 relatives of the patients) participated the study. The findings identified knowledge & skill needed by nurses are: (1) knowledge & skill on counseling, (2) Anti Retro Viral therapy & its side effect, (3) universal precaution, (4) symptom management, (5) mental support, and (6) treatment standard on occupational exposure to HIV. The findings from the relative’s are: (1) knowledge on HIV/AIDS and how it spreads (2) knowledge on signs & symptoms of HIV/AIDS, (3) knowledge & skill on universal precaution and (4) symptom management. Some recommendations of the study were proposed that this study should be continued to have some other respondents. The result of these studies could be beneficial to improve the nursing care to the HIV/AIDS patient and their quality of life during AIDS stage, and it could be beneficial to the improvement the effectively of the nursing care of patient with HIV/AIDS.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): November Vol 24, No 2 (2021): July Vol 24, No 1 (2021): March Vol 23, No 3 (2020): November Vol 23, No 2 (2020): July Vol 23, No 1 (2020): March Vol 22, No 3 (2019): November Vol 22, No 2 (2019): July Vol 22, No 1 (2019): March Vol 21, No 3 (2018): November Vol 21, No 2 (2018): July Vol 21, No 1 (2018): March Vol 20, No 3 (2017): November Vol 20, No 2 (2017): July Vol 20, No 1 (2017): March Vol 19, No 3 (2016): November Vol 19, No 2 (2016): July Vol 19, No 1 (2016): March Vol 18, No 3 (2015): November Vol 18, No 2 (2015): July Vol 18, No 1 (2015): March Vol 17, No 3 (2014): November Vol 17, No 2 (2014): July Vol 17, No 1 (2014): March Vol 16, No 3 (2013): November Vol 16, No 2 (2013): July Vol 16, No 1 (2013): March Vol 15, No 3 (2012): November Vol 15, No 2 (2012): July Vol 15, No 1 (2012): March Vol 14, No 3 (2011): November Vol 14, No 2 (2011): July Vol 14, No 1 (2011): March Vol 13, No 3 (2010): November Vol 13, No 2 (2010): July Vol 13, No 1 (2010): March Vol 12, No 3 (2008): November Vol 12, No 2 (2008): July Vol 12, No 1 (2008): March Vol 11, No 2 (2007): September Vol 11, No 1 (2007): March Vol 10, No 2 (2006): September Vol 10, No 1 (2006): March Vol 9, No 2 (2005): September Vol 9, No 1 (2005): March Vol 8, No 2 (2004): September Vol 8, No 1 (2004): March Vol 7, No 2 (2003): September Vol 7, No 1 (2003): March Vol 6, No 2 (2002): September Vol 6, No 1 (2002): March Vol 5, No 2 (2001): September Vol 5, No 1 (2001): March Vol 2, No 8 (1999): December Vol 2, No 7 (1999): September Vol 2, No 6 (1999): May Vol 2, No 5 (1998): October Vol 1, No 4 (1998): July Vol 1, No 3 (1997): December Vol 1, No 2 (1997): July Vol 1, No 1 (1997): January More Issue