cover
Contact Name
Rina Setiana
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 14104490     EISSN : 23549203     DOI : https://doi.org/10.7454/jki
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI, or Nursing Journal of Indonesia) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JKI is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JKI adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2011): March" : 10 Documents clear
Penurunan Stres Fisik dan Psikososial Melalui Meditasi Pada Lansia Dengan Hipertensi Primer Harmilah Harmilah; Elly Nurachmah; Dewi Gayatri
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.58

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang menyebabkan kematian. Tindakan keperawatan pada klienhipertensi primer salah satunya adalah meditasi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi penurunan rerata stres fisik dan psikososiallansia dengan hipertensi primer setelah melakukan meditasi di Panti Sosial Tresna Werdha A dan B, Yogyakarta. Penelitiandengan desain kuasi eksperimen dengan kontrol ini melibatkan 22 sampel untuk masing-masing kelompok. Kelompok intervensimelakukan meditasi sehari sekali selama empat minggu. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Dengan uji t,hasilnya menunjukkan penurunan rerata stres fisik dan psikososial setelah meditasi pada kelompok intervensi lebih banyakdibanding dengan kelompok kontrol. Meditasi dapat menurunkan stres fisik dan psikososial pada lansia dengan hipertensiprimer secara signifikan. Disarankan agar meditasi diterapkan dalam rangka pemberian asuhan keperawatan pada pasien denganhipertensi primer minimal sehari sekali selama 30 menit.
Peningkatan Fungsi Ventilasi Oksigenasi Paru Pada Klien Pasca Ventilasi Mekanik Dengan Deep Breathing Exercise Priyanto Priyanto; Dewi Irawaty; Luknis Sabri
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.53

Abstract

Deep breathing exercise (DBE) merupakan latihan aktifitas paru dengan teknik nafas dalam dan batuk efektif untuk meningkatkanventilasi oksigenasi. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh DBE terhadap fungsi ventilasi oksigenasi(VO) paru pada klien paska ventilasi mekanik. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen nonequivalent control groupyang melibatkan 26 responden untuk kelompok intervensi dan kontrol yang diseleksi dengan metode consecutive sampling.Kelompok intervensi melakukan DBE selama lima hari. Instrumen yang digunakan bedside monitor, peak flowmeter, danpulse oximetry. Penelitian dilaksanakan di ICU rumah sakit di wilayah Semarang. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaanbermakna fungsi VO paru setelah melakukan DBE pada hari ke-4 dan 5 (p= 0,018, p= 0,004, α= 0,05). Penelitian inimerekomendasikan penerapan DBE dalam praktik keperawatan kritis untuk meningkatkan pelayanan keperawatan.Profesionalisme keperawatan ditunjukkan melalui intervensi keperawatan yang bersifat mandiri terutama pada penangananklien post ventilasi mekanik.
Penurunan Perilaku Kekerasan Pada Klien Skizoprenia Dengan Assertiveness Training Dyah Wahyuningsih; Budi Anna Keliat; Sutanto Priyo Hastono
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.57

Abstract

Perilaku kekerasan adalah perilaku mencederai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Ini menjadi alasan utama klien dirawat dirumah sakit. Salah satu terapi klien dengan perilaku kekerasan yaitu Assertiveness Training. Penelitian ini bertujuan mengetahuipengaruh Assertiveness Training terhadap perilaku kekerasan pada klien skizoprenia. Desain penelitian ini kuasi eksperimen prepost tes with control group. Sampel sebesar 72, diambil secara random sampling. Perilaku kekerasan meliputi respon perilaku,sosial dan fisik diukur melalui observasi, serta kognitif dengan kuesioner. Perbedaan perilaku kekerasan dianalisis dengan t test.Hasil penelitian menunjukkan perilaku kekerasan pada respon perilaku, kognitif, sosial dan fisik pada kelompok yang mendapatkanAssertiveness Training dan terapi generalis menurun secara bermakna (p= 0,00, α= 0,05). Assertiveness Training terbuktimenurunkan perilaku kekerasan klien Skizoprenia. Penelitian tentang penerapan Assertiveness Training pada kasus selainperilaku kekerasan diperlukan untuk melengkapi informasi tentang manfaat terapi ini.
Pengalaman Spiritual Perempuan dengan Kanker Serviks Dwi Dahlia Susanti; Achir Yani S Hamid; Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.52

Abstract

Studi kualitatif fenomenologi ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pengalaman spiritualperempuan dengan kanker serviks dalam konteks asuhan keperawatan kanker serviks dan bagaimana perempuan dengan kankerserviks memaknai pengalaman tersebut. Partisipan dipilih dengan metode purposif sebanyak enam perempuan dengan kankerserviks yang dirawat di sebuah RS di Jakarta. Data diperoleh dengan melalui wawancara mendalam dan dilengkapi catatanlapangan. Analisis data dengan teknik Colaizzi menghasilkan sepuluh tema. Hasil penelitian ini mengungkapkan kehidupanperempuan dengan kanker serviks diawali dengan ketidakpastian dan mengalami penderitaan sepanjang hidupnya tetapisemangat, keyakinan akan Tuhan, dan harapan menjadikan kehidupannya lebih pasti. Hasil penelitian ini memberikan implikasiterhadap pelayanan keperawatan untuk meningkatkan pelaksanaan asuhan keperawatan yang holistik terhadap klien dengankanker serviks.
Peningkatan Suhu Bayi Baru Lahir Dan Ibu Melalui Inisiasi Menyusu Dini Yuyun Setyorini; Yeni Rustina; Yusron Nasution
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.56

Abstract

Salah satu manfaat inisiasi menyusu dini (IMD) adalah mempertahankan suhu tubuh bayi. Tujuan penelitian ini adalahmengidentifikasi pengaruh IMD terhadap suhu tubuh bayi dan suhu tubuh ibu. Penelitian yang menggunakan desain kuasieksperimen nonequivalent with control group melibatkan 35 responden untuk setiap kelompok. Tindakan yang dilakukanadalah IMD sampai bayi menemukan puting dan menyusu sendiri. Hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara suhutubuh bayi sebelum dan sesudah tindakan (p= 0,000, α= 0,05), dan antara suhu tubuh ibu sebelum dan sesudah tindakan (p=0,000, α= 0,05). Terdapat perbedaan bermakna pada suhu tubuh bayi pada kedua kelompok (p= 0,000, α= 0,05), dan suhu tubuhibu pada kedua kelompok (p= 0,005, α= 0,05). Penelitian ini memperkuat fakta bahwa IMD mempengaruhi suhu tubuh ibusehingga stabilitas suhu tubuh bayi dapat dipertahankan.
Pengalaman Perempuan dalam Memperoleh Hak Reproduksi pada Masa Kehamilan Dan Nifas Awatiful Azza; Achir Yani S Hamid; Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.51

Abstract

Studi fenomenologi ini dilakukan untuk menggali pengalaman perempuan dalam memperoleh hak reproduksinya selama masakehamilan dan nifas. Data diperoleh melalui wawancara mendalam yang dilengkapi catatan lapangan terhadap delapan partisipanyang pernah hamil dan melahirkan di Desa A, Jember. Hasil penelitian ini melaporkan bahwa ada beberapa hak reproduksi yangbelum diperoleh perempuan diantaranya hak menentukan pilihan pendamping hidup, hak membuat keputusan dalam menentukanjumlah dan jarak kelahiran anak, belum menikmati hubungan seks, serta belum mempunyai kebebasan berpikir dan membuatkeputusan dalam mencari bantuan kesehatan. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa sepanjang masa kehamilannya perempuanbanyak mendapat dukungan dari keluarga. Pelayanan preventif dan promotif hendaknya dapat memenuhi hak tersebut.
Peningkatan Kemampuan Keluarga Merawat Klien Gangguan Jiwa Melalui Kelompok Swabantu Tantri Widyarti Utami; Budi Anna Keliat; Dewi Gayatri; Ria Utami
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.55

Abstract

Gangguan jiwa dialami 81 jiwa dari 13764 jiwa penduduk di Kelurahan Sindang Barang, Bogor. Pelayanan kesehatan jiwamasyarakat melalui puskesmas belum berjalan optimal dan belum ada kelompok swabantu (self help group). Kelompok swabantumerupakan satu pendekatan untuk mempertemukan kebutuhan keluarga dan sebagai sumber penting untuk keluarga klien dengangangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh kelompok swabantu terhadap kemampuan keluarga dalammerawat klien gangguan jiwa. Desain penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test without control group inimelibatkan 18 keluarga yang diberikan intervensi berupa kelompok swabantu. Analisis menggunakan t paired, Anova danindependent t test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor keluarga dalam merawatklien gangguan jiwa secara bermakna. Direkomendasikan membentuk dan melaksanakan kelompok swabantu bagi keluargayang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa.
Kemampuan Keluarga Merawat Usia Lanjut Berdasarkan Karakteristik Keluarga dan Usia Lanjut Siti Nur Kholifah; Krisna Yetti; Besral Besral
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.50

Abstract

Sebuah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mempunyai banyak usia lanjut. Tetapi belum diketahui kemampuankeluarga merawat usia lanjut. Penelitian analitik observasional ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik keluarga danusia lanjut dengan kemampuan keluarga merawat usia lanjut. Populasi penelitian adalah keluarga dengan usia lanjut, jumlahsampel sebanyak 319 keluarga yang ditentukan dengan two stage cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan 48,3% keluargamampu merawat usia lanjut. Sub variabel yang paling dominan berhubungan dengan kemampuan keluarga yaitu sikap keluarga.Selanjutnya, perlu pengembangan Posyandu Usia Lanjut dengan melibatkan keluarga dan pembentukan paguyuban keluargadengan usia lanjut. Penelitian dengan jenis action research tentang model perawatan usia lanjut yang mengaplikasikankeperawatan transkultural sebagai kerangka konsep penelitian perlu dilakukan.
Penurunan Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Primer Melalui Terapi Hypnosis Eko Winarto; Krisna Yetti; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.59

Abstract

Terapi hipnosis pada pasien hipertensi primer merupakan terapi non-farmakologis yang menarik untuk dikaji. Tujuan penelitianini untuk mengidentifikasi efek terapi hipnosis pada penurunan tekanan darah pada pasien rawat jalan dengan hipertensi primer.Penelitian kuasi eksperimen with pre-post control group ini menggunakan sampel yang dipilih secara acak sederhana, setiapkelompok 19 responden. 100mm Visual Analog Scale (VAS) digunakan untuk mengukur kecemasan, Stanford Hypnos-abilitySuggestibility Scale Form C (SHSS Form C) untuk observasi tingkat sugestibilitas dan sfignomanometer digital untuk tekanandarah. Hasil penelitian menunjukan tekanan darah sistolik turun secara bermakna 17,16 mmHg (p= 0,001, α= 0,05), diastolikturun secara bermakna 10,21 mmHg (p= 0,000, α= 0,05), sebelum dan setelah terapi hipnosis. Usia dan penurunan tekanan darahdiastolik setelah terapi hipnosis menunjukan hubungan yang kuat dan bermakna (r= 0,736, p= 0,000, α= 0,05). Riwayat merokokpasif menunjukan bahwa hubungan yang bermakna pada penurunan tekanan darah diastolik kelompok intervensi (p= 0,043,α= 0,05). Hasil ini berimplikasi pada penerapan terapi hipnosis sebagai intervensi keperawatan untuk membantu menurunkanhipertensi.
Peningkatan Fungsi Ventilasi Paru Pada Klien Penyakit Paru Obstruksi Kronis Dengan Posisi High Fowler Dan Orthopneic Nieniek Ritianingsih; Dewi Irawaty; Hanny Handiyani
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.54

Abstract

Salah satu tindakan mandiri keperawatan guna mempertahankan fungsi ventilasi paru klien PPOK (penyakit paru obstrruksikronis) adalah mengatur posisi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pengaruh antara posisi high fowler danorthopneic terhadap fungsi ventilasi paru pada klien PPOK. Penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan pre-test post-testgroup melibatkan 36 responden yang diambil secara consecutive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi high fowler danorthopneic dapat meningkatkan nilai arus puncak ekspirasi (APE) (p= 0,0005, α= 0,05). Fungsi ventilasi paru klien terlihatlebih baik dengan posisi orthopneic daripada posisi high fowler (p= 0,0005, α= 0,05). Ada hubungan antara usia dan fungsiventilasi paru. Tinggi badan, berat badan, dan jenis kelamin tidak mempengaruhi fungsi ventilasi paru. Berdasarkan hasiltemuan ini, direkomendasikan agar memberikan posisi orthopneic kepada klien PPOK dengan dispnea untuk meningkatkanfungsi ventilasi paru.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): November Vol 24, No 2 (2021): July Vol 24, No 1 (2021): March Vol 23, No 3 (2020): November Vol 23, No 2 (2020): July Vol 23, No 1 (2020): March Vol 22, No 3 (2019): November Vol 22, No 2 (2019): July Vol 22, No 1 (2019): March Vol 21, No 3 (2018): November Vol 21, No 2 (2018): July Vol 21, No 1 (2018): March Vol 20, No 3 (2017): November Vol 20, No 2 (2017): July Vol 20, No 1 (2017): March Vol 19, No 3 (2016): November Vol 19, No 2 (2016): July Vol 19, No 1 (2016): March Vol 18, No 3 (2015): November Vol 18, No 2 (2015): July Vol 18, No 1 (2015): March Vol 17, No 3 (2014): November Vol 17, No 2 (2014): July Vol 17, No 1 (2014): March Vol 16, No 3 (2013): November Vol 16, No 2 (2013): July Vol 16, No 1 (2013): March Vol 15, No 3 (2012): November Vol 15, No 2 (2012): July Vol 15, No 1 (2012): March Vol 14, No 3 (2011): November Vol 14, No 2 (2011): July Vol 14, No 1 (2011): March Vol 13, No 3 (2010): November Vol 13, No 2 (2010): July Vol 13, No 1 (2010): March Vol 12, No 3 (2008): November Vol 12, No 2 (2008): July Vol 12, No 1 (2008): March Vol 11, No 2 (2007): September Vol 11, No 1 (2007): March Vol 10, No 2 (2006): September Vol 10, No 1 (2006): March Vol 9, No 2 (2005): September Vol 9, No 1 (2005): March Vol 8, No 2 (2004): September Vol 8, No 1 (2004): March Vol 7, No 2 (2003): September Vol 7, No 1 (2003): March Vol 6, No 2 (2002): September Vol 6, No 1 (2002): March Vol 5, No 2 (2001): September Vol 5, No 1 (2001): March Vol 2, No 8 (1999): December Vol 2, No 7 (1999): September Vol 2, No 6 (1999): May Vol 2, No 5 (1998): October Vol 1, No 4 (1998): July Vol 1, No 3 (1997): December Vol 1, No 2 (1997): July Vol 1, No 1 (1997): January More Issue