cover
Contact Name
Rina Setiana
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 14104490     EISSN : 23549203     DOI : https://doi.org/10.7454/jki
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI, or Nursing Journal of Indonesia) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JKI is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JKI adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 7 (1999): September" : 6 Documents clear
Dimensi Spiritual dalam Asuhan Keperawatan Widyatuti Widyatuti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 7 (1999): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i7.301

Abstract

Perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan manusia di era modernisasi dan globalisasi dapat menyebabkan kekecewaan dan keputusasaan pada manusia baik yang sehat maupun sakit. Manusia yang terdiri dari dimensi fisik, emosi, intelektual, social, dan spiritual dimana setiap dimensi harus dipenuhi kebutuhannya. Dari berbagai penelitian menunjukkan dimensi spiritual mempengaruhi penyembuhan pada klien yang sakit. Perawat yang bekerja digaris terdepan harus mampu memnuhi semua kebutuhan manusia termasuk juga kebutuhan spiritual klien. Berbagai cara perawat untuk memenuhi kebutuhan klien mulai dari pemenuhan makna dan tujuan spiritual sampai dengan memfasilitasi klien untuk mengekspresikan agama dan keyakinannya. Dalam memenuhi kebutuhan spiritual tersebut perawat memperhatikan tahap perkembangannya, sehingga asuhan yang diberikan dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. Abstract  The development of aspects in human life in the area of globalization may lead to disappointment and frustration for either healthy people or for people who suffered from illness. A man composed of physical, emotional, social and spiritual dimension. An individual needs to fulfil every dimension to maintain an equilibrium in his/her life. Studies show that spiritual dimension influenced the healing process of the sick person. Nurses as the front-line staff should help the clients to meet their needs including their spiritual need. There are many ways to meet the client’s needs, such as assisting them to understand the meaning in life spiritually and the purpose of spiritual needs; facilitating the clients to express their religiosity. In order to meet the spiritual need, nurses should consider the developmental tasks of their clients, so the nursing care given will achieve the goal of nursing care.Keywords: Spirit, spiritual, development tasks, nurse’s roles.
Asuhan Keperawatan pada Anak Penderita Renjatan Elfi Syahreni
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 7 (1999): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i7.299

Abstract

Renjatan merupakan sindrom klinis yang ditandai oleh “prostrasion” dan gangguan perfusi jaringan. Gangguan ini akan mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan metabolism tubuh. Penyebab renjatan pada anak adalah perdarahan, kehilangan cairan, plasma serta trauma ganda yang menyebabkan gangguan sirkulasi dan respirasi. Dampak lanjut dari renjatan ini dapat menimbulkan kematian atau gejala sisa. Mengingat dampak tersebut maka diperlukan asuhan keperawatan yang intensif, khususnya untuk anak penderita renjatan. Abstract Shock is a clinical syndrome characterized by a prostrasion and an alteration in tissue perfusion. This problem will lead to inadequacy of body metabolism requirements. The main causes of shock in children are bleeding, loss of fluid or plasma and multiple trauma that yield to alteration in circulation and respiration. Further negative impact of shock is squelae or death. Considering the facts above, it is really necessary to provide an intensive nursing care to children who are experiencing shock.Keywords: Shock syndrome, hemodynamic pattern, vasodilation, vasoconstriction.
Korelasi Pasang Surut dan Kelahiran Bayi Maria A Wijayarini; Eugenius A Renjaan
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 7 (1999): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i7.297

Abstract

Pada daerah-daerah terpencil dimana keterbatasan peralatan dan tenaga kesehatan merupakan kendala dalam memperbaiki angka kematian maternal dan perinatal, dibutuhkan antisipasi terhadap masalah-masalah sulit yang berkaitan dengan aspek kehidupan penduduk khususnya kelahiran bayi. Kenyataan bahwa 2/3 wilayah Indonesia merupakan areal laut, memberikan kontribusi yang besar terhadap seluruh aspek kehidupan penduduknya. Salah satu fenomena laut yang dominan yang mempengaruhi aspek kehidupan penduduk khususnya kelahiran bayi adalah fenomena pasang surut, yang besar dan kecilnya ditentukan oleh gaya pembangkit pasang. Studi kasus ini merupakan suatu kajian ilmiah untuk melihat hubungan antara fenomena pasang surut dengan frekuensi serta tipe kelahiran bayi. Dari 332 kelahiran bayi di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo pada bulan April 1993 ternyata 54,22% merupakan kelahiran yang terjadi pada saat pasang. Dengan uji statistic kai-kuadrat diketahui bahwa frekuensi kelahiran bayi memiliki keterikatan dengan kondisi pasang surut yang ditunjukkan dengan nilai X2 hitung 9,828 > X2 tabel 6,635 dengan α = 0,001. Analisi regresi linear terhadap keeratan hubungan antara gaya pembangkit pasang dan frekuensi kelahiran pada tipe persalinan spontan untuk usia ibu 16-35 tahun dinyatakan dengan persamaan Y= 3,439 + 0,55 X dengan r= 0,66. Rata-rata periode pasang memberikan harapan terjadinya kelahiran bayi yang relative lebih tinggi dibandingkan dengan surut pada hampir keseluruhan umur bulan terutama pada usia ibu antara 16-35 tahun. Untuk usia 16-35 tahun pada tipe persalinan spontan pasang memberikan peluang jumlah persalinan lebih tinggi terutama pada bulan penuh 22 (6,627%) dan bulan baru 36 (10,843%). Sedangkan kelahiran tipe persalinan nonspontan (tipe 2) umumnya terjadi pada saat periode pasang surut dan terutama pada usia <16 dan >35 tahun. Kenyataan ini berkaitan dengan irama biologis ibu, sedangkan bagaimana terjadinya proses secara kimiawi ataupun fisis akibat irama biologis tersebut merupakn teka-teki yang harus dijawab melalui penelitian selanjutnya. Abstract In the rural and remote areas where the health care facilities as well health care providers are limited, are thought as obstacle in decreasing the maternal mortality and perinatal mortality. There is a need to anticipate the problems related to the livelihood of its people, especially labor process. In fact, two-third of the area of Indonesia consists of the sea. This is a major contributor to the live of its people. One of the sea dominant phenomenon, especially to the labor process is the tide phenomenon. The magnitude of this phenomenon is determined by the tide producing forces. The case study was a scientific assessment to determined the correlation between the tide phenomenon and type of birth as well as frequency of birth. At Cipto Mangunkusumo Hospital in April 1993, showed that 54,22% births, out of 332 births, occur at the spring tide. Chi-square statistical analysis shows that the frequency of birth correlated with the tide phenomenon (X2 9.828 > X2 table 6.635 (α= 0.001)). The analysis of linear regression demonstrated that there is a significant spontaneous type of labor, of the group of 16-35 year-old mother (Y=3,439 +0,55X, where r=0,66). In average, the spring tide are higher probability of births when it was compared to the neap tide, at the all moon period, especially among the group of 16-35 years-old mother. In the same group, the spring tide are relatively higher births events of the spontaneous labor, in the full moon [22 (6,62%)] and new moon [36 (10,843%)]. Generally, the non-spontaneous labor occurred during the neap tide, especially among the group of <16 and 35 years-old mother. The data is suspected to be related to the biologic rhythms of the mother. Its chemical and physic processes are still questioned and need to be investigated.Keywords: Tide, births, biological rhythms.
A Brief history of the Care of Children in Hospital Linda Shields
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 7 (1999): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i7.298

Abstract

Children are unique human beings who need attention from an adult including their parents in order to assist him/her to deal with problems in their childhood period. An unhealthy child needs more attention from adult person including a nurse in order to assist him/her to deal with experiences during his/her period. Children’s hospital was not always as a convenient place for unhealthy children. They were thought as places which could detach children from their parents. However, considering the history of development of children’s hospitals is important for those who are involved in nursing care for children. This article discuss about a history of children’s hospitals and focuses on how important to prepare unhealthy child to face a separation process. The article also discusses about stages through which children who are separated from their parents go.Keywords: Children, hospital, separation, health care delivery system. Abstrak Anak-anak adalah makhluk unik yang membutuhkan perhatian dari orang dewasa termasuk orang tua dalam rangka membimbing menghadapi masalah-masalah selama masa anak-anak. Seorang anak yang sakit membutuhkan lebih banyak perhatian dari orang-orang dewasa termasuk perawat dalam rangka membantunya menghadapi pengalaman selama sakit. Di masa lalu, rumah sakit anak tidak dilihat sebagai tempat yang nyaman untuk anak-anak yang sedang sakit. Rumah sakit ini telah dianggap sebaga tempat pemisah antara anak-anak dan orang tuanya. Beberapa tahun terakhir, rumah sakit di negara-negara yang sedang berkembang telah berubah citranya dari “sebuah tempat untuk: naughty boy” menjadi sebuah tempat dimana seorang anak dapat melanjutkan kegiatan hariannya dengan atau tanpa orang tua. Mempertimbangkan sejarah perkembangan rumah sakit-rumah sakit anak amat penting bagi mereka yang terlibat dalam pelayanan/asuhan keperawatan pada anak-anak. Artikel ini mendiskusikan tentang rumah sakit anak, dan berfokus pada betapa pentingnya mempersiapkan anak-anak yang sakit untuk menghadapi proses perpisahan. Artikel ini juga membahas tentang fase-fase yang harus dilalui oleh anak-anak yang dipisahkan dari orang tua selama sakit.Kata kunci: Anak-anak, rumah sakit, perpisahan, sistem pemberian asuhan keperawatan. 
Konsep Penulisan Ilmiah Elly Nurachmah
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 7 (1999): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i7.302

Abstract

Artikel ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan data dan fakta yang sahih serta ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Menulis artikel ilmiah memerlukan suatu upaya dan waktu yang memadai agar dapat menghasilkan suatu tulisan yang sahih dan akurat, serta layak dibaca. Beberapa tahapan penulisan diawali dengan menentukan permasalahan, menentukan judul tulisan, membuat regangan kerja, mengumpulkan bahan-bahan tulisan, dan mempertahankan sistem retrieval. Pengorganisasian materi dan pemeriksaan kembali hasil penulisan diperlukan untuk menjamin bahwa tulisan sudah mengikuti kaidah-kaidah penulisan yang berlaku. Tujuan penulisan artikel ini adalah sebagai masukan bagi penulis artikel ilmiah pemula agar dapat menghasilkan tulisan ilmiah yang baik. Abstract A scientific article is an academic paper that is written according to a valid data and facts based on appropriate methodology. Writing a scientific paper needs some efforts and appropriate time in order to produce a valid, accurate and readable article. A writer need to go through some phases begin with determining a problem, deciding a topic of the article, developing an outline, collecting materials, and maintaining retrieval system. Organizing materials and re-examining the product of writing need to be done in order to ensure that the article is written according to an appropriate writing rule. The aim of this article is to provide some input for the beginner in order to produce a good scientific article.Keywords: Scientific article, outline, retrieval system.
Peran Keluarga dalam Meningkatkan Kesehatan Jiwa Lansia di Rumah Wiwin Wiarsih
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 7 (1999): September
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i7.300

Abstract

Seseorang yang berusia lanjut akan mengalami perubahan-perubahan akibat penurunan fungsi sistem tubuh. Salah satu perubahan tersebut adalah perubahan kejiwaan. Masalah kesehtan jiwa lansia yang sering muncul adalah gangguan proses piker yang ditandai dengan lupa, pikun, bingung, dan curiga; gangguan perasaan diantaranya ditandai dengan kelelahan, acuh tak acuh, mudah tersinggung; gangguan fisik/somatic tanpa penyebab yang jelas meliputi gangguan pola tidur, gangguan makan dan minum; gangguan perilaku ditandai dengan enggan berhubungan dengan orang lain, dan ketidakmampuan merawat diri sendiri.Keluarga merupakan masyarakat terkecil dimana lansia berada. Perubahan kejiwaan pada lansia akan mempengaruhi status kesehatan keluarga. Oleh karena itu keluarga dan lansia perlu mengetahui perubahan kejiwaan pada lansia agar dapat mencegah terjadinya gangguan jiwa pada lansia. Keterlibatan keluarga akan menentukan keberhasilan perawatan kesehatan jiwa lansia yang digambarkan pada tulisan ini. Abstract Changing in physical and psychosocial in elderly associated with aging. The observed changes represent the cumulative effects of heredity, environment, nutrition, rest, activity and altered health state while the most observed changes in psychosocial state of the elderly such as forgetfulress, memory loss, norrowed, attention spans, confusional states and impairment of their mind and emotional states increased accompany with their physical state. Family is the closest person around the elderly, a caring attitude, calm conversation and promotion of the comfort contribute to the relief of confusional states, and also emotional support helps the family cope with the elderly persons disorientation and confusion. Family is the most important person to help the elderly in maintaining their health states physically and psychosocially.Keywords: Changing in physical and psychosocial states in elderly, family participation.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1999 1999


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): November Vol 24, No 2 (2021): July Vol 24, No 1 (2021): March Vol 23, No 3 (2020): November Vol 23, No 2 (2020): July Vol 23, No 1 (2020): March Vol 22, No 3 (2019): November Vol 22, No 2 (2019): July Vol 22, No 1 (2019): March Vol 21, No 3 (2018): November Vol 21, No 2 (2018): July Vol 21, No 1 (2018): March Vol 20, No 3 (2017): November Vol 20, No 2 (2017): July Vol 20, No 1 (2017): March Vol 19, No 3 (2016): November Vol 19, No 2 (2016): July Vol 19, No 1 (2016): March Vol 18, No 3 (2015): November Vol 18, No 2 (2015): July Vol 18, No 1 (2015): March Vol 17, No 3 (2014): November Vol 17, No 2 (2014): July Vol 17, No 1 (2014): March Vol 16, No 3 (2013): November Vol 16, No 2 (2013): July Vol 16, No 1 (2013): March Vol 15, No 3 (2012): November Vol 15, No 2 (2012): July Vol 15, No 1 (2012): March Vol 14, No 3 (2011): November Vol 14, No 2 (2011): July Vol 14, No 1 (2011): March Vol 13, No 3 (2010): November Vol 13, No 2 (2010): July Vol 13, No 1 (2010): March Vol 12, No 3 (2008): November Vol 12, No 2 (2008): July Vol 12, No 1 (2008): March Vol 11, No 2 (2007): September Vol 11, No 1 (2007): March Vol 10, No 2 (2006): September Vol 10, No 1 (2006): March Vol 9, No 2 (2005): September Vol 9, No 1 (2005): March Vol 8, No 2 (2004): September Vol 8, No 1 (2004): March Vol 7, No 2 (2003): September Vol 7, No 1 (2003): March Vol 6, No 2 (2002): September Vol 6, No 1 (2002): March Vol 5, No 2 (2001): September Vol 5, No 1 (2001): March Vol 2, No 8 (1999): December Vol 2, No 7 (1999): September Vol 2, No 6 (1999): May Vol 2, No 5 (1998): October Vol 1, No 4 (1998): July Vol 1, No 3 (1997): December Vol 1, No 2 (1997): July Vol 1, No 1 (1997): January More Issue