cover
Contact Name
Rina Setiana
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 14104490     EISSN : 23549203     DOI : https://doi.org/10.7454/jki
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI, or Nursing Journal of Indonesia) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JKI is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JKI adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 8 (1999): December" : 6 Documents clear
Gambaran Pelaksanaan sistem komunikasi RS-Puskesmas-Keluarga pada Bayi Resiko Tinggi Yeni Rustina; Wiwin Wiarsih; Elfi Syahreni
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 8 (1999): December
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i8.99

Abstract

Sistem komunikasi merupakn suatu sistem sarana yang menunjang kesinambungan asuhan keperawatan bayi risiko tinggi di komunitas setelah bayi pulang dari rumah sakit. Perawatan di rumah merupakan tanggung jawa keluarga dan dipantau oleh perawat puskesmas melalui kunjungan rumah. Perawatan lanjutan dapat dilaksanakan secara optimal apabila terjalin komunikasi yang baik antara RS-Puskesmas-Keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bermaksud untuk mengevaluasi sistem komunikasi RS-Puskesmas-Keluarga dan keluarga yang ada saat ini dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sampel terdiri dari 3 kelompok yaitu ibu-ibu dengan bayi risiko tinggi berjumlah 61 orang, perawat RS dan perawat Puskesmas yang merawat bayi risiko tinggi masing-masing berjumlah 66 orang dan 15 orang. Lokasi penelitian dilakukan di RSUPN Ciptomangunkusumo, RS Persahabatan, dan 6 puskesmas kecamatan di wilayah Jakarta Timur (Duren Sawit, Kramat Jati, makasar, Pasar Rebo, Cipayung, Cakung).Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem komunikasi RS-Puskesmas-Keluarga yang ada saat ini kurang begitu baik. Hal ini digambarkan oleh rendahnya kunjungan rumah perawat Puskesmas (6,56%), sementara itu ibu-ibu bayi risiko tinggi (83,61%) menyatakan perlunya kunjungan rumah perawat Puskesmas. Kurangnya kesadaran ibu-ibu bayi risiko tinggi akan pentingnya surat rujukan terlihat melalui survey ini, karena hanya 26,67% perawat Puskesmas yang menerima surat rujukan. Materi penyuluhan yang didapat ibu-ibu bayi risiko tinggi dari perawat (RS dan Puskesmas) kurang memenuhi kebutuhan karena hanya mencakup perawatan umumdan pencegahan penyakit, serta sistem rujukan, tidak mencakup pertumbuhan dan perkembangan anak. One of the important facilities in the community health care services for the high risk babies is improvement of the communication system. Home visit and care have to be done and it’s the responsibility of the Community Health Nurses and families. Home care It can be effective if there is a good communication system between Hospital, Community Health Centre and the families. This study is a descriptive research design which has a purpose to evaluate the communication system in Indonesian’s Health care  institution and the families.The sample consist of three group, namely mothers with high risk babies, nurses in the hospital and community health service in East Jakarta.The result shown in this study is that most of the mother’s of high risk perceived that there is lack home careservice and they received lack of information (health education materials).
Perawatan Nyeri pada Pasien Paska Operasi Herniotomi: Studi Kasus Tuti Nuraini; Enie Novieastari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 8 (1999): December
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i8.98

Abstract

Nyeri pada pasien paska operasi merupakan nyeri akut yang belum banyak dimengerti dan tidak selalu dikelola dengan baik. Nyeri akibat operasi ini tidak hanya memiliki komponen sensori berhubungan dengan rusaknya jaringan, tetapi juga dipengaruhi oleh komponen psikososial dari pasien tersebut. Banyak pasien dan anggota tim kesehatan cenderung menganggap analgesik sebagai metoda yang penting dalam mengurangi rasa nyeri paska operasi. Padahal banyak aktifitas yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri dengan didasari pada teori pola dan “gate control theory”. Tulisan ini merupakan hasil studi kasus seorang pasien pska operasi herniotomi di sebuah Rumah sakit rujukan nasional yang berlangsung selama 3 hari. Penulisan melakukan perawatan nyeri yang meliputi pendidkan kesehatan kepada pasien tentang rasa nyeri dan cara mengatasinya seperti mengalihkan perhatian dari rasa nyeri (distraksi), meningkatka relaksasi, menggunakan panduan imaginasi; perawat berada dekat pasien saat nyeri berlangsung, menceritakan pengalaman nyeri dan cara mengatasinya pada pasien lain; dan membantu pasien memadukan pengalaman yang sangat menyakitkan dengan nyeri yang dialaminya saat ini. Pada evaluasi didapatkan hasil yang positif dimana aktivitas untuk mengatasi yeri dapat berhasil yang ditunjang oleh data antara lain : pasien mengatakan nyeri berkurang, pasien kelihatan lebih tenang dalam menghadapi rasa nyerinya, ekspresi wajah tidak menunjukkan nyeri, dan pasien termotivasi melakukan aktivitas penurunan nyeri. Post operative pain is classified as an acute pain, which sometimes has not been managed and understood well. Pain which is caused by surgery, has sensory component related to the destruction of the tissue and also influenced by psychosocial components of the patient. Most patient and health workers have a tendency to use to relieve or reduce pain based on ‘pattern theory’ and ‘gate control theory’. This paper was based on one case study of a patient undergone herniotomy who experienced post operation pain. During the study, as his nurses, the writer provided nursing interventions to reduce his pain during his three days hospitalization. In include distraction and relaxation technique, guided imagery, and also health education. This study has positive result which derived from the evaluation phase in which the patient was more relax during his pain, no pain seen on his expression, the pain score reduced, and he had strong motivation to conduct pain reduction activities.
Aspek Legal Perawatan Sebagai Salah Satu Upaya Menyiasati Era Globalisasi Rr. Tutik S. Hariyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 8 (1999): December
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i8.97

Abstract

Pada awalnya pelayanan asuhan keperawatan merupakan tindakan yang berdasarkan insting dan pengalaman. Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan asuhan keperawatanyang dilakukan oleh seorang perawat harus berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. Pelayanan keperawatan mempunyai implikasi terhadap hokum, untuk itu perlu adanya tanggung jawab dan tanggung gugat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan. Menurut UU Kesehatan No.23 Tahun 1992, perawat merupakan salh satu tenaga kesehatan professional, sehingga perawat mempunyai hak dan juga dapat diminta tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Perawat yang lalai, ceroboh, dan salah dalam melaksanakan tugasnya dapat dimintai tanggung jawab dan tanggung gugatnya. Untuk menjaga dari masalah tersebut di atas diperlukan pengetahuanaspek hukum pada perawat. Historically, nursing care is provided based on instinct and experience. In accordance with the development of science and technology, specifically in nursing care is provided by a nurse based on nursing science and art. Legal aspects of nursing include responsibility and accountability of care providers in providing nursing care to the clients. According to Health Acts No.23, 1992, a nurse is a professional health them member. Further, she/he has rights and responsibilities to do her/his job. For those who conduct their job in appropriately and in accurately will be asked to be responsible and accountable for their wrong doing or negligence. To prevent such problems, every nurse needs to know and to consider aspect of law in nursing.
Pengembangan Daftar Pengungkap Sumber Stress dan Proses Koping bagi Mahasiswa Keperawatan Depkes/DAS di Jawa Barat Endeh Nurgiwiati; Desmaniarti Z.
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 8 (1999): December
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i8.96

Abstract

Faktor pendidikan keperawatan, keluarga dan tugas perkembangan berkontribusi terhadap proses koping mahasiswa dan akan berpengaruh terhadap penampilan akademik. Insidensi kasus terjadi di Akper dr. Otten Bandung (3%) pada tahun 1996 dan kecenderungan akan terjadi di Akper lain serta hal ini akan meningkat jika institusi pendidikan tidak melakukan pencegahan. Sampai saat ini belum ada daftar pengungkap/inventori yang bersifat diagnostic untuk mengidentifikasi sumber-sumber stress dan koping berdasarkan kultur Indonesia.Keperawatan di Jawa Barat berdasarkan kultur Indonesia. Penelitian ini juga merupakan studi lanjutan dari pilot studi di Akper se Jawa barat (1996) dengan jumlah responden 400 orang dan memiliki reliabilitas 0,65 – 0,77 untuk stress inventori dan 0,72 – 0,83 untuk koping inventori, dan diharapkan dapat mencapai reliabilitas pada bats yang memadai (≥0,80). Studi psikometrik ini mrnggunakan metodologikal desain dan sampel purposive dengan jumlah responden 1255.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang terdiri dari dua bagian; bagian pertama untuk mengungkapkan sumber-sumber strss terdiri dari 45 pertanyaan dan bagian kedua untuk mengungkapkan proses koping terdiri dari 31 pertanyaan. Data di analisis untuk menguji reliabilitas dengan menggunakan teknik Cronbach (alpha).Sedangkan untuk validitas analisis, validitas konstruk menggunakan faktor analisis, dan validitas konten melalui judgment oleh tiga orang ahli berdasarkan pengukuran normatik.Hasil penelitian menunjukkan reliabilitas alat pengungkap sumber-sumber stress 0,87 – 0,88 dan reabilitas alat pengungkap proses koping 0,81. Sedangkan validitas konstruk alat dari hasil faktor analisis didapatkan faktor loading berkisar antara 0,30 sampai dengan 0,73 untuk sumber stress dan 0,41 sampai dengan 0,84 untuk proses koping, selanjutnya validitas konten melalui tiga orang ahli diperoleh hasil 0,98 untuk sumber stress dan 0,90 untuk proses koping.Daftar pengungkap ini diharapkan membantu para pembimbing akademik dalam proses bimbingan kepada mahasiswa keperawatan di Indonesia. Factors such as nursing education program, family and development task contribute coping process if the students and may after their academic performance. The incidence rate of the students perceived stress in the Academy of nursing, Dr Otten Bandung in 1996 was 3%. This cold be occurred approximately the same in another similar academic in Indonesia. The Rate is tending to increase unless the institution intervene the situation and provide some strategies for students to deal with stress effectively. The strategies should be culturally relevant.This study examined a stress and coping process inventory for Nursing Students in West java which was considered culturally relevant. The study was conducted to contrive the preliminary I pilor study on the same topic. The previous study showed that the inventory 400 respondents from Academy of Nursing in West Java in 1996. The result of the previous study showed that the inventory had 0,65 – 0,77 reliability for stress inventory, and 0,72 – 0,83 for coping inventory. The present study is expected to achieve the reliability of  ≥ 0,80 the study utilized a methodological design with purposive sampling of 1255. A questionnaire consisted of two parts. First part comprised of 45 items asked about stress resources, and second part comprised of 31 items explored coping process. A Cronbach (alpha) tech nigue was used to test the reliability. In addition, the study analyzed the validity, a factor analysis to measure construct validity and expert judgment to determine content validity were employed. The result demonstrated that the reability of the instrument of stress resource was 0,87 – 0,88, and of coping process was 0,81. The construct validity of the instrument showed loading factors 0,30 to 0,71 for stress resources and of 0,41 to 0,84 for coping process. The content validity from 3 experts showed 0,98 for stress resources and 0,90 for coping process. It is expected that the instrument would assist academic supervisors to improve their ability to detect stress related problems among Nursing Student in Indonesia.
Perkembangan Manajemen Perawatan Luka : Dulu dan Kini Dewi Gayatri
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 8 (1999): December
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i8.100

Abstract

 Manajemen keperawatan luka mengalami pasang surut dalam perkembangannya. Pada awalnya, penanganan luka berdasarkan pengalaman dan kepercayaan yang dianut. Dahulu, perawatan luka bertujuan untuk mengontrol perdarahan dan menutupinya dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh seperti lumpur, dedaunan, lumut, dll. Dan dalam proses penyembuhan turut melibatkan ahli agama dan astronom. Pemberian zat-zat topical dan besi panas sehingga luka menjadi infeksi terus berlangsung hingga adanya penemuan Lister dan Pasteur. Penemuan Lister dan Pasteur menyebabkan penggunaan antiseptic meningkat secara pesat selama Perang Dunia (PD) I untuk meminimalkan kejadian infeksi. Perkembangan balutan modern dimulai pada pertengahan abad 20 mengubah konsep yang sebelumnya dianut, dan sejak itu terjadi banyak penemuan baru yang menghasilkan balutan oklusif. Hingga saat ini penelitian-penelitian terus dilakukan untuk mencari alternative balutan baru. Wound management expands from time to time and changes rapidly. In the old time, people used variety of different treatments in managing wounds based on experience and belief. Historically, wound management aimed to control bleeding and to cover the wound with dressing made by available materials such as mud, leaves, lichen, etc. the treatments involved priests and astronomer. Covering wound with topical agent and hot iron had made the wound to be infectied. The situation continued until the discoveries of Pasteur and Lister. The discoveries of Lister and Pasteur resulted an increase used of antiseptic in order to minimize wound infection.The development of modern wound dressing which started in the mind 20th century has changed the conventional dressing. Since then many new discoveries has resulted in occlusive dressing. Nowdays, the research has focused on the development of new dressing technology.
Pengaruh Model Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) terhadap Kemampuan Komunikasi Verbal dan Non Verbal Pada Klien Menarik Diri di Rumah sakit Jiwa Budi Anna Keliat; Ria Utami Panjaitan; Mustikasari Mustikasari; Novy Helena C.D.
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 8 (1999): December
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i8.95

Abstract

Penelitian ini ertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok: sosialisasi (TAKS) khususnya terhadap emampuan komunikasi verbal dan non verbal pada klien menari diri. Sampel terdiri dari 36 orang klien menarik diri di RSJP Jakarta dan 76 orang di RSJP Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bila dibandingkan dengan standar kemampuan yang diharapkan yaitu 75%, maka kemampuan kelompok intervensi melebihi standar sedang kelompok non intervensi kurang dari standar tersebut. Perbandingan kenaikan kemampuan komunikasi antarakelompok intervensi TAKS dan non TAKS berbeda bermaksa dengan p = 0,0001. The purpose of the research was to examine the influence of activity group therapy: socialization, particularly on the ability of verbal and non-verbal communication, to withdrawal clients. This study involved 36 withdrawal clients from RSJP Jakarta and 76 withdrawal clients from RSJP Bogor. Findings from this study revealed that compare to the standard of ability (75%), the ability of intervention group was higher than standard whilst the non-intervention group was less than standard. The achievement of communication skill’s between the intervention and non-intervention group was significantly different with p = 0,0001.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1999 1999


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): November Vol 24, No 2 (2021): July Vol 24, No 1 (2021): March Vol 23, No 3 (2020): November Vol 23, No 2 (2020): July Vol 23, No 1 (2020): March Vol 22, No 3 (2019): November Vol 22, No 2 (2019): July Vol 22, No 1 (2019): March Vol 21, No 3 (2018): November Vol 21, No 2 (2018): July Vol 21, No 1 (2018): March Vol 20, No 3 (2017): November Vol 20, No 2 (2017): July Vol 20, No 1 (2017): March Vol 19, No 3 (2016): November Vol 19, No 2 (2016): July Vol 19, No 1 (2016): March Vol 18, No 3 (2015): November Vol 18, No 2 (2015): July Vol 18, No 1 (2015): March Vol 17, No 3 (2014): November Vol 17, No 2 (2014): July Vol 17, No 1 (2014): March Vol 16, No 3 (2013): November Vol 16, No 2 (2013): July Vol 16, No 1 (2013): March Vol 15, No 3 (2012): November Vol 15, No 2 (2012): July Vol 15, No 1 (2012): March Vol 14, No 3 (2011): November Vol 14, No 2 (2011): July Vol 14, No 1 (2011): March Vol 13, No 3 (2010): November Vol 13, No 2 (2010): July Vol 13, No 1 (2010): March Vol 12, No 3 (2008): November Vol 12, No 2 (2008): July Vol 12, No 1 (2008): March Vol 11, No 2 (2007): September Vol 11, No 1 (2007): March Vol 10, No 2 (2006): September Vol 10, No 1 (2006): March Vol 9, No 2 (2005): September Vol 9, No 1 (2005): March Vol 8, No 2 (2004): September Vol 8, No 1 (2004): March Vol 7, No 2 (2003): September Vol 7, No 1 (2003): March Vol 6, No 2 (2002): September Vol 6, No 1 (2002): March Vol 5, No 2 (2001): September Vol 5, No 1 (2001): March Vol 2, No 8 (1999): December Vol 2, No 7 (1999): September Vol 2, No 6 (1999): May Vol 2, No 5 (1998): October Vol 1, No 4 (1998): July Vol 1, No 3 (1997): December Vol 1, No 2 (1997): July Vol 1, No 1 (1997): January More Issue