cover
Contact Name
Rina Setiana
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 14104490     EISSN : 23549203     DOI : https://doi.org/10.7454/jki
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI, or Nursing Journal of Indonesia) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JKI is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JKI adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2002): March" : 7 Documents clear
Angka Kejadian Flebitis dan Tingkat Keparahannya di Ruang Penyakit Dalam di Sebuah Rumah Sakit di Jakarta Hening Pujasari; Made Sumarwati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 6, No 1 (2002): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v6i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi angka kejadian flebitis di ruang rawat penyakit dalam di Rumah Sakit di Jakarta, mengetahui waktu rata-rata terjadinya flebitis, dan tingkat keparahannya ketika flebitis tersebut diidentifikasi. Sebanyak 109 pasien yang mendapat terapi cairan intravena diobservas pada penelitian ini. Parameter yang digunakan adalah cairan intravena yang digunakan, tempat pemasangan kanul, waktu pemasangan dan waktu flebitis diidentifikasi. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan 11 kasus flebitis, dengan rata-rata kejadian 2 hari setelah pemasangan, area pemasangan di vena metacarpal, dan jenis cairan yang digunakan adalah kombinasi antara Ringer Laktat dan Dekstrosa 5%. The objective of this research is to identify the number of phlebitis cases at an Internal Surgical of a Hospital in Jakarta and to describe the equal of time phlebitis including its grade when it is found. There were 109 clients who have intravenous therapy be observed in this research. Intravenous fluid, the area of canula insertion, the period of therapy, and the time of phlebitis, are used as parameters. It is shown that 11 of phlebitis cases are occurred, the equal of time is around the second day after insertion, the punctured area is metacarpal venous, and the intarvenous fluid is a combination of Ringer Lactate and 5% Dextrose.
Analisa dan Aplikasi Konsep Risiko pada Populasi Wanita Hamil Wiwin Wiarsih
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 6, No 1 (2002): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v6i1.117

Abstract

Angka kematian ibu ditentukasn oleh tingkat kesejahteraan individu wanita hamil dalam keluarga. Kondisi ini akan menentukan tingkat kesehtan dan perkembangan anak sebagai satu faktor yang menentukan kesehatan dan menjadi satu indicator dari keejahteraan suatu Negara. Penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Negara-negara berkembang adalah belum optimalnya penanganan kasus-kasus berisiko. Penatalaksanaan kasus-kasus berisiko dilakukan terlambat karena kurangnya kesadaran klien untuk mengatasi masalah-masalah kesehatannya, kurangnya informasi, kurangnya jangkauan pelayanan kesehata, dan kurang berkualitasnya sumber daya manusia khususnya pada petugas pelayan kesehatan. Wanita hamil adalah salah satu populasi yang seharusnya diberikan perhatian lebh karena setiap wanita hamil mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan penanganan masalah-masalah kesehatan. Faktor-faktor risiko memungkinkanseorang wanita hamil menjadi berisiko tinggi untuk mempunyai masalah-masalah kesehatan, termasuk status sosial ekonomi dan sosio demografi, stress dan gaya hidup, dan praktek kesehatan personal. Untuk menurunkan pengaruh label atau stigma “risiko’ dalam masyarakat adalah suatu tantangan untuk profesi kesehatan mengembangkan pendekatan yang efektif dalam pelayanan kesehatan sehingga akan didapatkab suatu hasil yang optimal. The level of individual well being in a family determines the maternal mortality rate. This condition will determine the level of child health and development as an important determinant of health that is an indicator of well being in a country. The main cause of high levels of of maternal mortality in developing countries as a lack of case management of the “at risk’ individual or population; management of “at risk” cases is too late. This is because of lack awareness of “at risk” client in overcoming the problems, lack of information, lack of access to health services, and lack of quality of human resource especially of health care every pregnant woman has the same probability of developing problems. The risk factors enable of pregnant women to become hig risk to have the health problems including socioeconomic status, sociodemographic status, life style and life events, and personal health practices. To decrease the impact of the “at risk” label or stigma in the community, a challenge for the health professional is to develop partnership and multisectoral approach with community so that an optimal outcome will be attained.
Gambaran Kemampuan (Pengetahuan, Sikap, dan Praktik) Lanjut Usia dalam Pemenuhan Perawatan Diri di Panti Tresna Wredha Budi Mulya Jakarta Timur Etty Rekawati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 6, No 1 (2002): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v6i1.112

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan teknik survey yang bertujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan, sikap dan praktek lanjut usia dalam melakukan perawatan kebersihan diri di Panti Tresna Wredha Budi Mulia Jakarta Timur. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur mengenai kemampuan (pengetahuan, sikap dan praktek) lanjut usia dalam memenuhi perawatan kebersihan dirinya serta pemeriksaan fisik terkait dengan kebersihan diri lanjut usia. Data dianalisa dari pernyataan pengetahuan, sikap dan praktek yang dikelompokkan dalam variable pengetahuan, sikap dan praktek. Kemudian berdasarkan skala penilaian yang sudah ditetapkan, hasil pengitungan dikelompokkan untuk menilai level/tingkatannya. Penelitian dilaksanakan di Panti Tresna Wredha Jakarta Timur dengan jumlah responden sebanyak 36 lanjut usia yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,22% (n=36) responden memiliki tingkat pengetahuan sangat baik, 13,89% (n=36) memiliki sikap cukup dan 11,11% (n=36) bersikap acuh tak acuh terhadap perawatan kebersihan dirinya. Praktek terhadap kebersihan diri yang dilakukan lanjut usia relatif sudah cukup baik. Hal ini ditunjukkan dari data yang diperoleh yaitu lansia yang melakukan praktek kebersihan diri sangat baik sebesar 19,44% (n=36) , lansia yang melakukan praktek kebersihan diri baik sebesar 27,78% (n=36), lanjut usia yang melakukan perawatan diri cukup sebesar 41,67% (n=36) namun masuh ada lanjut usia yang masih kurang dalam melakukan praktek terhadap kebesihan dirinya yaitu sebesar 11,11% (n=36). Hasil data diatas ternyata tidak sejalan denga hasil pemeriksaan fisik mengenai kebersihan diri lanjut usia. Oleh karena itu, penelitian ini perlu sekali ditindaklanjuti dengan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi semua faktor yang mempengaruhi lanjur usia dalam pemenuhan perawatan kebersihan diri. This study used a descriptive method with a survey technique. The purpose of this study was to identify knowledge, attitude, and practice of the elderly people in conducting their personal hygiene in Panti Tresna WredhaBudi Mulya, East Jakarta. Data collection was done through an interview on elderly ability (knowledge, attitude and practice) to meet their personal hygiene. In addition, a physical examination related to the personal hygiene was conducted. Data analysis was done based on their personal hygiene’s knowledge, attitude and practice. Based on the determined scale, the calculation results were grouped to determine the level of ability. The study was conducted at Panti Tresna wredha Budi Mulya, East Jakarta. The sample was 36 elderly people who randomly chosen. The result of the study showed that the level knowledge on personal hygiene is 72,22% excellent, 13,8% well, and 8,33 good. The level of attitude toward their personal hygiene indicates that 58,33% well, 30,56% good, and 11,11% fairly good. Their personal hygiene are fairly good. This is indicated by the data that the level of personal hygiene practice of elderly people are 19,44% excellent, 27,78% well, 41,67% good, and 11,11% fairly good. Actually, those results were not relevant with the result of physical examination about their personal hygiene. Furthermore, it is needed to conduct further continued research to identify all factors that contribute to the elderly people in meeting their personal hygiene.
Pendidikan Kesehatan pada Klien TBC Paru Ditinjau dari Teori Keperawatan Transkultural Sudiharto Sudiharto
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 6, No 1 (2002): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v6i1.116

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular-kronis yang dapat mengganggu fisik maupun mental klien. Gangguan tersebut dapat berupa gangguan pada kehidupan social, cultural dan spiritualklien. Kondisi seperti ini dapat dicegah bila klien memliki pandangan positif terhadap status kesehatannya. Untuk meningkatkan sikap dan pandangan klien yang positif perawat mempunyai peranan penting dalam memberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan pendekatan keperawatan transkultural yang dikembangkan oleh Leininger (1970). Metode ini diyakini dapat menolong klien mengembangkan kemampuan melakukan evaluasi mandiri melalui belajar secara selektif, aktif dan mandiri. Lung Tuberculosis as a chronic-infectious disease more often producing negative impact to the client such as physically and mentally disturbance as well as disturbing his social, cultural and spiritual belief. Those conditions will be able to e prevented if the client has positive attitude toward his health status. To improve client’s attitude, nurses has the important role in conducting health education using transcultural-nursing approach that developed by Leininger (1970). This method will be able to help the client’s ability in evaluating his health condition by selective, active and independent learning.
Pengetahuan, Sikap, dan Penilaian Remaja Terhadap AIDS Nur Agustin; Hayuni Rahmah; Nani Nurhaeni
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 6, No 1 (2002): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v6i1.115

Abstract

Penyalahgunaan obat dan narkotika merupakan masalah yang serius di kalangan remaja. Hal ini menyebabkan tingginya risiko terjadi AIDS pada kelompok ini. Masa pertumbuhan dan perkembangan remaja dimana kondisi psikologisnya belum stabil untuk menemukan jati dirinya mendukung terjadinya kasus AIDS. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang pengetahuan, sikap, dan penilaian remaja terhadap AIDS. Data dianalisa dengan menghitung nilai mean (rata-rata) dari pernyataan yang dikelompokkan dalam variable pengetahuan, sikap, dan penilaian. Kemudian berdasarkan skala penilaian yang sudah ditetapkan, hasil perhitungan nilai mean dikelompokkan untuk menilai level/tingkatannya. Penelitian dilakukan di empat SMU di wilayah Jakarta Utara yang ditentukan secara acak untuk mendapatkan responden sebanyak 160 orang. Dari data yang ada didapatkan nilai mean 2,694 untuk variable pengetahuan yang dilihat dari skala menunjukkan berada pada tingkat sangat baik. Sedang nilai mean untuk variable sikap didapatkan 3,327 dan variable penilaian dengan mean 3,516, sesuai skala yang ditetapkan menggambarkan berada pada tingkat baik. Hasil penelitian ini kurang mendukung fenomena yang ada sekarang ini, yaitu bahwa kejadian kasus AIDS cenderung terjadi peningkatan, padahal secara kognitif sudah menunjukkan tingginya pemahaman, sikap, dan penilaian remaja terhadap AIDS. Maka untuk menindaklanjuti penelitian ini diharapkan aka nada penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi remaja dalam kaitannya dengan perilaku menyimpang dan peningkatan kasus AIDS. Drug abused and narcotics are the big problem that occurs in adolescent group. Its cause of high risk the incidence of AIDS cases in this group. Growth and development period in adolescent that are still unstable psychologically to find out their self-identity support in increasing the incidence of AIDS. The purpose of this study is to describe the knowledge, attitude, and value of adolescent toward AIDS. This study uses means of the knowledge, attitude, and value statement variables to analyze the data. Based on the score scale, the mean is used to assess level of value. This study is conducted in four senior high school in North Jakarta District . Random sampling is used in this study to choose 160 students as respondent. The result of this study indicated that the mean of knowledge variable is 2,694 and this shows a very good level. Furthermore, the mean of attitude and value variables that describes a high of incidence of AIDS in adolescent group. In fact, this study cognitively indicated a high level of knowledge, attitude, and value variables in adolescent group due to AIDS. It needs to identify the risk factors that affect the adolescent in relation to behavior and increase of AIDS cases.
Persepsi Lansia Terhadap Asuhan Keperawatan Gerontik yang Dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia di Kelurahan Rawa Bunga Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur Henny Permatasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 6, No 1 (2002): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v6i1.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana persepsi lansia terhadap asuhan keperawatan gerontik yang diberikan oleh mahasiswa FIK-UI di Kelurahan Rawa Bunga Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur. Metoda yang digunakn adalah deskriptif eksploratif. Sampel yang diambil sebagai responden adalah lansia yang telah dibina mahasiswa pada saat melakukan praktek keperawatan gerontik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lansia dapat merasakan manfaat dilakukannya asuhan keperawatan gerontik dengan skor rata-rata 4,04. Untuk menindaklanjuti penelitian ini direkomendasikan untuk melakukan penelitian tentang lansia terhadap asuhan keperawatan gerontik dengan menggunakan metode kualitatif, karena persepsi merupakan penjelasan tentang pengalaman yang perlu dipelajari secra lebih mendalam sehingga tidak cukup hanya menggunakan metode kuantitatif. The purpose of this research was to identify how to elderly perception of the nursing care of elderly that was given by the students of Faculty of Nursing University of Indonesia. The area of this research was in 3 sub districts of Rawa Bunga district, East Jakarta. The research utilized explorative of descriptive design. Sample that was taken as the respondent were elderlies who have been cared by the student while they do their gerontological clinical practice. The result of this research showed that elderlies got the benefit from gerontic from gerontic nursing care by score 4,04. This research recommend to conduct the same research using qualitative method to gain more information related to perception and experience of elderlies.
Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer di Indonesia, Sudah Perlukah? Rr. Tutik Sri Hariyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 6, No 1 (2002): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v6i1.118

Abstract

Perawat mempunyai kontribusi yang sangat penting dalam melaksanakan pelayanan kesehatan pada umumnya dan keperawatan pada khususnya. Kondisi pelaksanaan suhan keperawatandan pelaksanaan dokumentasi keperawatan di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Dalam pelaksanaandokumentasi keperawatan perawat srring mengeluh terhadap dokumentasi yang memakan waktu, terlalu banyak memerlukan tulisan dan banyaj perawat belum sepenuhnya faham menuliskannya. Sistem informasi yang berbasis computer sangat praktis karena mampu menyimpan data yang sangat banyak dalam sebuah kotak kecil/hard disk yang berukurab 15x10x5 cm. sistem informasi juga dirancang untuk mengikuti era globalisasi sehingga perawat di Indonesia tidak tertinggal dengan perawat yang di luar negeri. Sistem informasi manajemen berbasis computer sangat banyak keuntungannya tapi perlu dipersiapkan dengan matang sehingga diperoleh sistem informasi yang efektif, handal, akurat dan terpercaya. Nurses have important contribution to deliver health care services in general and nursing care service in particular. Nursing care delivery system includes nursing documentation in Indonesia needs to be improved. In implementing the nursing documentation, many nurses complained of insufficient time, too wordy, and lack of understanding in writing the documentation. He proposed solution is to implement computer based management information system. Computer based management Information System (MIS) is very practical since it has capability to keep bunches of data in a small box/hard disk of 15x10x5 cm. computer based MIS is designed to empower Indonesian nurses in documentation, so they will not be left behind by their colleagues from other countries. Computer based MIS has many advantages, how ever it’s still to be comprehensively prepared in order to produce an effective, accurate, achievable, manageable and trusted information system.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): November Vol 24, No 2 (2021): July Vol 24, No 1 (2021): March Vol 23, No 3 (2020): November Vol 23, No 2 (2020): July Vol 23, No 1 (2020): March Vol 22, No 3 (2019): November Vol 22, No 2 (2019): July Vol 22, No 1 (2019): March Vol 21, No 3 (2018): November Vol 21, No 2 (2018): July Vol 21, No 1 (2018): March Vol 20, No 3 (2017): November Vol 20, No 2 (2017): July Vol 20, No 1 (2017): March Vol 19, No 3 (2016): November Vol 19, No 2 (2016): July Vol 19, No 1 (2016): March Vol 18, No 3 (2015): November Vol 18, No 2 (2015): July Vol 18, No 1 (2015): March Vol 17, No 3 (2014): November Vol 17, No 2 (2014): July Vol 17, No 1 (2014): March Vol 16, No 3 (2013): November Vol 16, No 2 (2013): July Vol 16, No 1 (2013): March Vol 15, No 3 (2012): November Vol 15, No 2 (2012): July Vol 15, No 1 (2012): March Vol 14, No 3 (2011): November Vol 14, No 2 (2011): July Vol 14, No 1 (2011): March Vol 13, No 3 (2010): November Vol 13, No 2 (2010): July Vol 13, No 1 (2010): March Vol 12, No 3 (2008): November Vol 12, No 2 (2008): July Vol 12, No 1 (2008): March Vol 11, No 2 (2007): September Vol 11, No 1 (2007): March Vol 10, No 2 (2006): September Vol 10, No 1 (2006): March Vol 9, No 2 (2005): September Vol 9, No 1 (2005): March Vol 8, No 2 (2004): September Vol 8, No 1 (2004): March Vol 7, No 2 (2003): September Vol 7, No 1 (2003): March Vol 6, No 2 (2002): September Vol 6, No 1 (2002): March Vol 5, No 2 (2001): September Vol 5, No 1 (2001): March Vol 2, No 8 (1999): December Vol 2, No 7 (1999): September Vol 2, No 6 (1999): May Vol 2, No 5 (1998): October Vol 1, No 4 (1998): July Vol 1, No 3 (1997): December Vol 1, No 2 (1997): July Vol 1, No 1 (1997): January More Issue