cover
Contact Name
Rina Setiana
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 14104490     EISSN : 23549203     DOI : https://doi.org/10.7454/jki
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI, or Nursing Journal of Indonesia) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JKI is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JKI adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2004): March" : 7 Documents clear
Penerapan Gaya Editorial “APA” Edisi Ke-5 pada Penulisan Ilmiah Keperawatan Indonesia Sitti Syabariyah
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 8, No 1 (2004): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v8i1.145

Abstract

AbstrakSaat penulis atau editor berbicara mengenai gaya pada tulisan ilmiah, maka yang dimaksud adalah gaya editorial, bukan gaya penulisan. Gaya editorial adalah aturan-aturan atau petunjuk penulisan suatu tulisan ilmiah yang akan diterbitkan, sehingga tersaji dengan jelas dan konsisten (APA, 2001). Pemilihan gaya editorial saat ini masih merupakan kesepakatan antara penulis bidang keilmuan tertentu dan editor. Hal penting yang dicermati pada gaya editorial ini adalah keseragaman penyajian komponen-komponen penulisan. Sampai saat ini penulisan ilmiah keperawatan di Indonesia belum memiliki standar penggunaan gaya editorial. Karena penerapan gaya editoral bersifat sangat teknis, maka pembahasan gaya editorial APA ini akan dimodifikasi dan disesuaikan dengan penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. AbstractWhen editors or typesetters refer to style, they usually do not mean writing style; they mean editorial style – the rules or guidelines a publisher observes to ensure clear, consistent presentation of the printed word (APA, 2001). The current choices of editorial style result from concensus between scientific writes of certain fields and editors. The crucial point of editorial style is the uniformity of writing components. Until recently, scientific writing of nursing science in Indonesia has no standard of editorial style. This paper will discuss the APA editorial style with some modifications to keep up with the revised Indonesia language spelling regulation.
Gula Povidine-Iodine 1%: Alternatif Pengobatan Luka Tekan Amelia Kurniati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 8, No 1 (2004): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v8i1.140

Abstract

AbstrakLuka tekan (luka akibat penekanan yang terus menerus) adalah masalah yang umum terjadi pada kelompok klien tertentu seperti klien usia lanjut, klien kritis, dan klien yang menderita kelumpuhan. Luka tekan ini menimbulkan banyak masalah: tingginya biaya yang dikeluarkan untuk mengobati luka, menurunnya kualitas hidup klien, lamanya dirawat di rumah sakit, dan meningkatnya angka kematian klien. Penelitian dilakukan untuk membandingkan efektivitas pemakaian balutan modern (hydrocolloid) dan gula povidine-iodine 1% di 4 rumah sakit di Jakarta selama 2 bulan dengan menggunakan desain non-equivalent control group pre dan posttest. Didapat total sampel sebanyak 25 klien, dibagi secara random ke dalam 2 kelompok; kelompok hydrocolloid dan kelompok gula povidine-iodine 1%. Setiap sampel dilakukan pretest, kemudian dirawat selama 3 minggu, dan setiap minggu perawatan dilakukan posttest oleh peneliti. Hasil yang didapat adalah tidak ada perbedaan yang bermakna untuk pengecilan area luka tekan - walaupun ketika membandingkan kecepatan penghancuran jaringan mati dan kecepatan pertumbuhan granulasi, terlihat bahwa kedua keadaan ini lebih cepat terjadi di kelompok gula povidine-iodinee 1%-. Untuk biaya perawatan lebih tinggi di kelompok hydrocolloid, sedangkan untuk lamanya waktu perawatan luka lebih cepat. AbstractPressure ulcers (ulcers which caused by body pressure) are common problems in some sub-specific patients, such as, elderly patients, critical-ill and para paraplegia patients. Pressure ulcers induces problems: the costs involved, patients’ quality of life and mortality rate. Research purposed to compare the efectivity hydrocolloid dressing and sugar Povidine-iodine (1%) dressing. Research has been conducted within the 4 selected hospitals in 2 months period of time using non equivalen control group; pre and post test. Total sample was 25 patients, which divided onto 2 groups: hydrocolloid group and sugar povidineiodinee group. Pre-test was also done to obtain initial data to be used for further treatments with hydrocolloid dressing and sugar Povidine-iodine (1%) dressing. Each patient was treating for 3 weeks, and in each week was conducted a post-test. Results from processing the data obtained, indicating that there was no significant difference on wound size reduction. The cost involved was higher in the hydrocolloid group while the nursing time consumption was lower.
Hipertensi Pada Kehamilan: Analisis Kasus Imami N. Rachmawati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 8, No 1 (2004): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v8i1.144

Abstract

AbstrakArtikel ini menggali aspek-aspek yang berkontribusi terhadap Angka Kematian Ibu (AKI). Pemaparan sebuah kasus hipertensi dalam kehamilan yang terjadi di salah satu kota besar akan menekankan bahwa ada dua penyebab kematian ibu yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Artikel ini mendiskusikan isyu persamaan jender yang berhubungan dengan AKI dan juga membahas program-program penurunan AKI saat ini. Sudahkah semuanya memandang perempuan sebagai individu yang holistik? Jika belum sudah saatnyalah kita mempertimbangkannya untuk hasil yang lebih baik. AbstractThis article explores what aspects contributing the maternal mortality rate (MMR). A case description regarding hypertensive disorders in pregnancy that happen in a big city will emphasize that cause of maternal death is direct and indirect factors. This article also discusses the gender issue due to MMR. Through this article we need to re-thinking regarding current programs to reduce MMR, have they view women as holistic individual.
Analisis Masalah Keperawatan pada Klien Keganasan Hematologi yang Mendapatkan Terapi Medik Kemoterapi Agung Waluyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 8, No 1 (2004): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v8i1.139

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menggali masalah/ diagnosa keperawatan yang sering ada pada klien keganasan hematologi yang mendapatkan kemoterapi. Desain penelitian qualitatif ini phenomenology. Peneliti mengeksplorasi bagaimana klien kanker yang mendapatkan kemoterapi menyampaikan pengalaman dan masalah seputar dampak pemberian kemoterapi. Responden (n=10) berpendidikan SMP sampai perguruan tinggi. Mereka semua pria berusia 14-61 tahun. Diagnosa medis dari pasien tersebut adalah limfoma malignum hodgkin, limfoma malignum non hodgkin, anemia aplastik, dan leukemia limfoblastik akut. Penelitian ini menemukan tujuh masalah/ diagnosa keperawatan. Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah bahwa informasi yang ada dapat digunakan sebagai data dasar bagi penelitian selanjutnya, khususnya penelitian tentang bentuk asuhan keperawatan yang diberikan pada klien kanker yang mendapatkan kemoterapi. Selain itu perlu juga dilakukan penelitian yang membahas persepsi perawat yang merawat klien kanker yang mendapatkan kemoterapi, sehingga diperoleh persepsi yang berimbang. Penelitian yang sama dengan setting ruangan atau rumah sakit yang berbeda diperlukan juga untuk memperkaya hasil yang didapatkan tentang masalah keperawatan klien kanker dengan pemberian kemoterapi. AbstractThe purpose of this study was to identify the nursing problem of patient with hematology cancer who were undergoing chemotherapy. The design of this qualitative research was phenomenology, which was useful to get the pure & broad perspective on how patients experience to the chemotherapy & what were the problems arise from the side effect of chemotherapy. Ten respondents participated the study, and some of them were well educated from some universities and the remain were only graduated from junior high school (SMP). All respondents were male with the range of age from 14 years old to 61 years old. They have been diagnosed with Lymphoma Malignum non Hodgkin, Lymphoma Malignum Hodgkin, Anemia Aplastic and Acute Leukemia Lymphoblastic. The findings identified 7 nursing problem/ diagnoses. Some recommendation of the study were proposed that this study should be followed by another one especially those which related to the nursing care plans of the hematology cancer patient who undergone chemotherapy. It might be better to do the same study with broader area of hospital and more respondents that could increase the validity of this study. The study of nurse perception on the hematology cancer patient on how they perceive patient problem could enriched the result of this study
Aspek Psikososial pada Korban Tindak Kekerasan dalam Konteks Keperawatan Jiwa Achir Yani S. Hamid
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 8, No 1 (2004): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v8i1.143

Abstract

AbstrakTindak kekerasan dan dampaknya telah menjadi masalah global dan sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa korban dan keluarganya. Teori biologik, teori psikologik, dan teori sosiokultural menjadi landasan teoritis yang menjelaskan tentang factor predisposisi tindak kekerasan dan model ekologi yang membagi empat tingkat tindak kekerasan. Tindak kekerasan pada umumnya dilakukan terhadap perempuan, anak-anak, dan lanjut usia yang dapat berupa penganiayaan fisik, seksual, emosional, dan penelantaran. Respons yang dimanifestasikan oleh korban dapat berupa respons fisik, biologik, prilaku, interpersonal, serta psikologik. Respons psikologik yang dialami terdiri dari harga diri rendah, rasa bersalah dan malu, serta marah. Penanganan masalah tindak kekerasan harus dilakukan perawat secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan selalu memberikan sentuhan manusiawi dan professional dalam asuhan keperawatan yang dilakukan. AbstractViolence and its impact had been a global issu and strongly affecting the mental health status of the victims and their family. Biological, psychological and socicultural theories have been used as theoretical foundation to explain about the predisposing factors of violence behavious as well as the ecological model which divide violence into four levels. In general, the victims of violence are women, children, and elderly in the forms of physical, sexual, emotional violences and neglected. The manifested responses by the victim can be classified as physical, biological, behavioral, interpersonal, and psychological. The psychological responses include low self esteen, guilty feeling shame, and anger. The treatmen of problems related to violence should be addressed by nurses comprehensively and continuously through the provision of human touch and professional nursing care.
Perbandingan Beberapa Rumus untuk Memprediksi Berat Badan Lahir Berdasarkan Pengukuran Tinggi Fundus Uteri Dewi Gayatri; Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 8, No 1 (2004): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v8i1.142

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini membandingkan rumus Niswander, Johnson, SML, SFH, dan modifikasi Niswander untuk mengestimasi berat badan janin yang akan lahir pada populasi Jakarta.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah potong lintang, dimana pengambilan data dilakukan dengan menggunakan catatan rekam medik. Penelitian ini melibatkan 223 responden di Puskesmas Pembina Tebet, Jakarta. Hasil temuan penelitian ini adalah diketahui bahwa rumus Niswander, Johnson, SML, dan SFH tidak cukup valid untuk estimasi berat badan lahir janin untuk populasi ibu hamil di Indonesia (p=0,000). Hanya rumus modifikasi Niswander (dari Farid dan Sukarya) yang cukup valid untuk melakukan estimasi berat badan lahir janin untuk populasi tersebut (p=0,205). Kesimpulan dari studi ini adalah rumus-rumus untuk memperkirakan berat-badan lahir janin yang berasal dari penelitipeneliti Barat tidak sesuai digunakan untuk populasi ibu hamil di Indonesia. AbstractThe purposes of the research were to compare Niswander, Johnson, SML, SFH, and Niswander’s modified rules in estimating fetal birth weight on the Population in Jakarta. The design of this study was a cross-sectional that using the medical record. 223 respondens were participated in the study at Puskesmas Pembina Tebet, Jakarta. The result of this study showed that the Niswander’s rule, Johnson’s rule, SML’s rule, and SFH’s rule are not valid to estimate the fetal birth weight for the Indonesian pregnant population (p=0.000) and only the modified Niswander’s rule that enough to be valid on this population (p=0.205). The conclusion of this study showed that the rules from the westerns researchers for estimating the fetal birth weight is not appropriate to be used the Indonesian pregnant.
Pengaruh Manajemen Stres Terhadap Kesiapan Pasien Stroke dan Keluarga dalam Merencanakan Perilaku Adaptif Pasca Perawatan di Rumah Sakit Rr. Tutik Sri Hariyati; Made Sumarwati; Hanny Handiyani
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 8, No 1 (2004): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v8i1.141

Abstract

AbstrakSerangan stroke di masyarakat sering dianggap bencana karena menimbulkan kegagalan fungsi tubuh. Hal ini berdampak pada kehidupan biologi, psikologi, sosial, ekonomi, dan spiritual. Stres juga dapat muncul pasca serangan akut stroke berupa penolakan diri, rendah diri, marah, depresi, dan dihantui bayang-bayang kegagalan fungsi atau kematian. Stres pada pasien dan keluarga umumnya disebabkan karena kecemasan dan ketidaktahuan tentang kondisi penyakitnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh manajemen stres terhadap kesiapan pasien stroke dan keluarga dalam merencanakan perilaku adaptif pasca perawatan di rumah sakit. Desain penelitian adalah eksperimental dengan post test control group di mana pasien dan keluarga mendapatkan manajemen stres yang dikembangkan dalam penelitian dan dinilai perencanaan perilaku adaptif pascaperawatan di rumah sakit. Data primer diperoleh dari 84 responden (42 pasien dan 42 keluarga) melalui kuisioner, pengkajian fisik, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan 93,1% partisipasi keluarga dan pasien saat perawatan di rumah sakit nilainya baik, hanya 6,9 % yang mempunyai partisipasi sedang, dan 0 % partisipasi kurang. Perencanaan perilaku adaptif menunjukan 50% mempunyai perencanaan yang baik dan sisanya punya perencanaan yang cukup serta 73,35% responden punya perilaku yang baik dalam mengantisipasi kekambuhan. Perbandingan koping terhadap stres pada kondisi sebelum dilakukan manajemen stres dengan kondisi setelah diberikan manajemen stres dari 78,9 % meningkat menjadi 88,9 %. Responden juga melaksanakan perencanaan perilaku adaptif sesuai dengan kondisinya. AbstractStroke attact is considered to be a serious problem since it affects human biology, psychology, social, economic, and spirituality. Stress after acute attack can be manifested by depression, self-rejection, low self confident, and anger. Many stroke client feel afraid of loss of their functional ability and death. Anxiety and lack of knowledge abaout the disease is a common source of stress. This study investigated the impact of stress management to readiness of client and family in order to plan adapting behaviors after hospitalization. The experimental design with posttest conrol group was chosen. Primary data were collected through questionnaire, interview, and physical assesment from 84 respondent (42 clients and 42 families). Finding indicate that the quality of clients and families paticipation are 93,1% good, 6,9% moderate and none low quality. Half of respondent develop a good plan of adaptive behavior and the rest of them are fair. Majority of respondents (73,3%) constructed a good plan in anticipating stroke recurrent. Coping stress ratio before and after intervention increase from 78,9% to 88,9%. Respondents implement their adaptive behavior plan according to their condition.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): November Vol 24, No 2 (2021): July Vol 24, No 1 (2021): March Vol 23, No 3 (2020): November Vol 23, No 2 (2020): July Vol 23, No 1 (2020): March Vol 22, No 3 (2019): November Vol 22, No 2 (2019): July Vol 22, No 1 (2019): March Vol 21, No 3 (2018): November Vol 21, No 2 (2018): July Vol 21, No 1 (2018): March Vol 20, No 3 (2017): November Vol 20, No 2 (2017): July Vol 20, No 1 (2017): March Vol 19, No 3 (2016): November Vol 19, No 2 (2016): July Vol 19, No 1 (2016): March Vol 18, No 3 (2015): November Vol 18, No 2 (2015): July Vol 18, No 1 (2015): March Vol 17, No 3 (2014): November Vol 17, No 2 (2014): July Vol 17, No 1 (2014): March Vol 16, No 3 (2013): November Vol 16, No 2 (2013): July Vol 16, No 1 (2013): March Vol 15, No 3 (2012): November Vol 15, No 2 (2012): July Vol 15, No 1 (2012): March Vol 14, No 3 (2011): November Vol 14, No 2 (2011): July Vol 14, No 1 (2011): March Vol 13, No 3 (2010): November Vol 13, No 2 (2010): July Vol 13, No 1 (2010): March Vol 12, No 3 (2008): November Vol 12, No 2 (2008): July Vol 12, No 1 (2008): March Vol 11, No 2 (2007): September Vol 11, No 1 (2007): March Vol 10, No 2 (2006): September Vol 10, No 1 (2006): March Vol 9, No 2 (2005): September Vol 9, No 1 (2005): March Vol 8, No 2 (2004): September Vol 8, No 1 (2004): March Vol 7, No 2 (2003): September Vol 7, No 1 (2003): March Vol 6, No 2 (2002): September Vol 6, No 1 (2002): March Vol 5, No 2 (2001): September Vol 5, No 1 (2001): March Vol 2, No 8 (1999): December Vol 2, No 7 (1999): September Vol 2, No 6 (1999): May Vol 2, No 5 (1998): October Vol 1, No 4 (1998): July Vol 1, No 3 (1997): December Vol 1, No 2 (1997): July Vol 1, No 1 (1997): January More Issue