cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni)
ISSN : 24600830     EISSN : 26152940     DOI : -
INVENSI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal INVENSI memuat semua tulisan yang berobjek materi seni, baik seni pertunjukan, seni rupa, maupun seni media rekam dan bersifat multidimensional. INVENSI bermaksud untuk memberikan ruang mewadahi berbagai macam ide, gagasan, atau kritik yang merupakan hasil penelitian empiris kuantitatif dan kualitatif terkait dengan seni pertunjukan, seni rupa, dan seni media rekam yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk apapun.
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
LUKISAN KANVAS JAKA TARUB KARYA WIYADI DALAM KAJIAN FEMINISME PERIODE AWAL (EARLY FEMINISM) Probosiwi Probosiwi
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.406 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1583

Abstract

Jaka Tarub adalah salah satu cerita rakyat berasal dari Jawa Tengah yang menceritakan seorang pemuda yang mengintip bidadari yang sedang mandi di hutan lalu mengambil selendang salah satu bidadari hingga menjadikannya seorang istri. Pada umumnya cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Penggambaran cerita rakyat dikemas dalam susunan teks (uraian) berupa dongeng dan biasanya dilengkapi dengan ilustrasi. Versi cerita Jaka Tarub beragam tetapi inti cerita sama, selain itu penggambaran pun juga beragam ada yang dilukiskan dalam figur manusia realis, kartun dan wayang. Salah satu penggambaran cerita ini yaitu menggunakan figur wayang Beber Panji dengan media kanvas. Versi cerita tersebut menjadi modal awal penulis ingin mengkaji lebih jauh lukisan Jaka Tarub karya Wiyadi, karena penulis melihat ada pembacaan lain terkait figur-figur yang ditampilkan kemudian menghadirkan contoh lukisan karya Basuki Abdullah dengan judul yang sama. Lukisan Jaka Tarub ini dibuat dengan cita rasa lukisan tradisional dapat dilihat dari penggunaan figur wayang Beber Panji, gradasi pewarnaan, penambahan atribut pada figur dan hiasan berupa ornamen, isen-isen dan bentuk hayati yang distilisasi. Wiyadi ialah seorang pelukis wayang Beber yang menggambarkan Jaka Tarub dengan figur wayang beber. Wiyadi masih produktif hingga saat ini, tidak hanya wayang beber dan cerita rakyat yang dibuatnya, tetapi juga penggambaran wuku Jawa (perlintangan) atau lebih biasa dikenal dengan zodiak (Barat) dan shio (Timur). Semua hasil karya seni lukisnya mengacu pada figur wayang baik Beber Panji maupun Purwa gaya Surakarta. Penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh melalui pembacaan visual karya ini dengan menggunakan sudut pandang Feminisme Periode Awal (Early Feminism) dikarenakan terkait dengan penggambaran figur tokoh-tokohnya. Jaka Tarub is one of folklore from Central Java who tells a young man peeking nymph bathing in the woods and take shawl one angel to make him a wife. In general folklore tells of an incident in a place or origin somewhere. Depiction of folklore packed in the arrangement of text (description) in the form of fairy tales and usually equipped with an illustration. Jaka Tarub diverse versions of the story, but the core story of the same, but it was also a variety of existing depictions portrayed in realistic human figures, cartoons and puppets. One depiction of this story is to use a Wayang Beber figure on canvas. The story version became the start authors wanted to examine further “Jaka Tarub” painting which created by Wiyadi, because the authors saw no other reading of the relevant figures shown then presents examples of paintings by Basuki Abdullah with the same title. Jaka Tarub painting was made with flavors of traditional painting can be seen from usage the figure of Wayang Beber, gradation of color, adding attributes and ornament to the figure, Isen-Isen and biological stylized form. Wiyadi is a Wayang Beber painter who depicts Jaka Tarub with the figure of Wayang Beber. Wiyadi still productive today, not only Wayang Beber and folklore are made, but also depictions Javanese wuku (perlintangan) or more commonly known as the zodiac (the West) and the zodiac (the East). All the works of his art refers to Wayang Beber Panji figure either Wayang Beber Purwa in Surakarta style. Authors interested to study further through a visual reading of this work by using the viewpoint of Early Feminism studies due to the depiction of figures associated with the characters.
KAJIAN IKONOGRAFI DAN IKONOLOGI LUKISAN A. ARIFIN MALIN DEMAN II Nessya Fitryona
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.96 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1584

Abstract

Lukisan Malin Deman II adalah salah satu karya dari seniman A.Arifin yang memiliki visual yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif artistik, konsep dan tema serta nilainilai simbolik yang terdapat dalam lukisan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah ikonografi dan ikonologi Erwin Panofsky. Hasil penelitian menunjukkan motif artistik yang ada di dalam lukisan tersebut adalah kegairahan seniman untuk merepresentasikan bentuk estetik tubuh perempuan dengan gaya fantasi. Tema dalam lukisan tersebut adalah penindasan kaum laki-laki terhadap kaum perempuan dengan konsep dasar tentang konflik antar gender. Nilai simbolik yang terdapat pada karya tersebut adalah pergeseran posisi perempuan Minangkabau dan gejala penyimpangan moral. Painting Malin Deman II is one of the art works of artists, A.Arifin, who have a unique visual. This study aims to identify the artistic motifs, concepts and themes and symbolic values contained in the painting. The approach used iconography and iconology Erwin Panofsky. The results showed an artistic motif that is in the painting is excitement artist to represent form of female body aesthetic with fantasy style. Themes in the painting is the oppression of men and women with the basic concept of conflict between gender. Contained symbolic value of these works is a shift in the position of Minangkabau women and symptoms of moral aberration.
WARNA SEBAGAI LOOK DAN MOOD PADA VIDEOGRAFI FILM TELEVISI “PANCER” Mandella Majid Pracihara
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.441 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1585

Abstract

Manfaat warna dalam film mampu menciptakan look (nuansa) dan mood (suasana) serta memberikan bentuk tontonan baru terhadap masyarakat. Pancer dalam bahasa Jawa mempunyai arti jiwa, yang mana jiwa adalah unsur kelima pembentuk manusia. Dalam filosofi Jawa manusia terlahir dari 5 unsur yaitu "Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, Getih, Puser, Kang Limo Pancer". Pancer yang menjadi unsur terakhir inilah yang kemudian mampu menjadi jiwa dan terlahir sebagai manusia. Karya ini menitikberatkan pada teknis warnanya yang tidak konvensional untuk memunculkan pesan utama pada setiap proses hidup yang dialami manusia yaitu ingatan, perasaan, pikiran, dan kesadaran yang terjadi sepanjang hidup manusia Jawa. Film ini mencoba menjadi alternatif baru sebagai tontonan yang mengutamakan warna dan unsur visual sebagai pembawa pesan pada setiap adegannya.Warna yang digunakan dalam film merupakan warna dengan makna tertentu yang mampu menjelaskan filosofi Pancer. Warna tersebut mengambil dari struktur pohon kelapa gading yaitu : merah, kuning, putih, dan hitam. Kelapa gading dalam Jawa mempunyai filosofi semua bagian dari pohon kelapa mempunyai manfaat bagi kehidupan. Dalam teknis videografi warna dapat diciptakan melalui pencahayaan, artistik, properti dan kostum (tata busana). Color in the film is able to create the look and mood as well as giving a new shape to the public spectacle. Pancer in the Java language has meaning soul, which is the fifth element forming the soul of human. In Javanese philosophy humans are born of five elements, namely "Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, Getih, Puser, Kang Limo Pancer". Pancer who became the last element is then capable of being a soul and a human. This work focuses on the technical unconventional color to bring up the main message at every process of life that people experience are memories, feelings, thoughts, and consciousness that occurs throughout the life of Java man. This film tries to be a new alternative as a spectacle in which the color and visual elements as a messenger in every scene. Color used in the film is a color with a specific meaning that is able to explain the philosophy Pancer. The color take from the tree structure that ivory palm; red, yellow, white, and black. Kelapa Gading in Java has a philosophy all parts of the coconut tree has benefits for life. In technical videography colors can be created through lighting, artistic, props and costumes (fashion).
PROVOKASI VISUAL DALAM LUKISAN Fuad Ardi Nugraha
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.053 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1586

Abstract

Praktik melukis selain dimaknai sebagai kebebasan berekspresi secara pribadi, terbuka suatu kemungkinan dapat mengemban fungsi sosial sebagai kepedulian pembelajaran dan penyadaran masyarakat. Fenomena kehidupan kehidupan sosial politik dengan berbagai penyimpangan nilainilai moral dan etika kemanusiaan merupakan realitas kegelisahan yang menarik untuk di respon sebagai ide penciptaan karya lukisan. Metode penciptaan karya lukisan dilakukan melalui beberapa prosedur yang diawali dengan proses pengamatan objek, eksplorasi pengolahan dan pencapaian bentuk-bentuk visual yang simbolik-provokatif kemudian divisualisasikan dengan menggunakan bahan tinta pada kanvas dengan teknik arsir. Proses interaksi antara seniman dan masyarakat terjadi melalui media lukisan. Melalui proses pengamatan, pemahaman dan penikmatan terhadap lukisan yang bernilai provokatif ada keterlibatan dan pemberdayaan sifat-sifat apresiatif, kritis, demokratis dan tanggung jawab yang bermakna sebagai proses pembelajaran dan penyadaran hidup bermasyarakat. The practice of painting can be interpreted as a personal, liberat form of expression, yet it can also be interpreted as serving a social function, to educate and to raise the awareness of the society. The driving force of this creative work is a personal concern with the socio-political issues riven with moral and ethical deviation. The process started from observations of the object, exploration of methods and production of visual objects in the forms of ink on canvass. The interaction between an artist and the society occured on the paintings. The provocations inscribed in these work were meant to involve and empower the viewers by confronting their appreciation, critical view and responsibilities as members of society.
RELASI PENGUASAAN ELEMEN-ELEMEN MUSIKAL BERNYANYI DAN KONDISI STRES DALAM KONTEKS KOMPETISI BERNYANYI : STUDI KASUS PADUAN SUARA MAHASISWA Tio Roby
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.089 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1587

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui relasi antara penguasaan elemen-elemen musikal bernyanyi dan kondisi stres personal dalam konteks kompetisi/ kontestasi bernyanyi. Alasan mendasar penelitian ini adalah, adanya salah satu manfaat positif aktivitas bernyanyi yaitu untuk mereduksi kondisi stres personal yang sedang dialami (hasil dari penelitian-penelitian ilmiah, serta pendapat pakar yang relevan); sementara di sisi lain beberapa penelitian ilmiah telah menghasilkan kesimpulan, bahwa kondisi stres menjadi tercipta ketika seseorang harus berpenampilan di depan umum, misalkan aktivitas bernyanyi dalam konteks kompetisi. Penelitian kualitatif ini akan dilakukan melalui pendekatan studi kasus pada paduan suara mahasiswa; aktivitas bernyanyi dalam konteks kompetisi sebagai objek material, sedangkan psikologi sosial sebagai objek formalnya; perolehan data dilakukan dengan FGD; analisis data dilakukan melalui pengelompokan data/mencari pola data; teori musikal bernyanyi dan konsep stres akan digunakan untuk mengiterpretasikannya. Hasil dari penelitian ini yaitu, bahwa ketidaksiapan individu terkait penguasaan elemen-elemen musikal bernyanyi dalam konteks kompetisi bernyanyi akan menciptakan kondisi stres pada pelakunya/ individu tersebut. The aim of this research is to know about the relation between mastery of singing musical elements and personal stress condition in singing competition context. The fundamental reason of this research is the fact that there’s one of the benefits of singing activity, that is to reduce the personal stress condition being experienced (scientific reaserches’s results, relevant expert opinion); in other side, many scientific researches have been concluded that stress condition will be produced while someone have to perform in public, as example is singing activity on competition context. This qualitative research used case study approach at college choir; singing activity on competition context as material object, social psychology as formal object; FGD was used-to get the datas; subdividing datas or look for the datas pattern was used-to analyse the datas; musical theory of singing and stress concept were used-to interpret the datas. The result of this research is, that individual’s unpreparedness with mastery of singing musical elements on singing competition context will creates stress condition on doers.
MEMBACA BUKU FOTO “ENCOUNTERS” KARYA RONY ZAKARIA Aji Susanto Anom Purnomo
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.288 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1603

Abstract

Buku foto adalah salah satu bentuk produksi karya fotografi dengan komplektivitas yang tinggi.Penerbitan buku foto di Indonesia pada tahun 2012-2016 mengalami peningkatan yang signifikandan menjadi penanda baru dinamika karya fotografi di Indonesia. Salah satu judul buku foto yangterbit dalam periode ini adalah “Encounters” karya Rony Zakaria. “Encounters” menjadi salahsatu variabel unik dalam konstelasi buku foto Indonesia karena memiliki cara bercerita yangberbeda. Buku foto ini merupakan penafsiran ulang dari si fotografer dari film “Close Encountersof the Third Kind”. Kajian ini bertujuan memberikan pembacaan dan analisis buku foto“Encounters” melalui metode penelitian kualitatif interpretatif dengan teori utama membaca fotoRoland Barthes. Dengan adanya pembacaan ini, penulis berharap akan munculnya apresiasiapresiasilainterhadapkarya-karyabukufotoIndonesia yang masih sangat minim saat ini.  Title : Study of “Encounters” Photobook by Rony Zakaria Photobook is one of the way to presenta photography work which have a high complextivity. In 2012 to 2016, photobook publication inIndonesia growth with a big improvement in a terms of number which is very significant andbecame a milestone of photography history in Indonesia. One of the photobook that had beenpublished in this period is “Encounters” From Rony Zakaria. “Encounters become one of uniquevariable in Indonesian photobook constellation because of how unique and different thisphotobook deliver the narratives. “Encounters” photobook is a re-interpretation of “CloseEncounters of the Third Kind” movie. This study aim to construct an interpretative reading andstudy of “Encounters” photobook through an interpretative qualitative research method withRoland Barthes’s theory of reading a photograph.
AKULTURASI ESTETIKA SEBAGAI MODAL UNTUK MENGHADAPI PERTUKARAN KESENIAN DALAM MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (Sebuah Kajian Holistik Terhadap Perkembangan Kesenian Modern di Indonesia) Vedy Santoso
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.014 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1604

Abstract

Masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) adalah program kerjasama internasional yang menjadi usaha negara-negara anggota ASEAN untuk memperluas pasar. Dengan terjalinya kerjasama di segala bidang termasuk seni dan budaya, maka kesenian akan memasuki era konseptual “baru”. Sebuah era yang secara ekonomi penting dan berharga secara personal. Nilai keindahan seni (estetika) akan dihadapkan oleh tuntutan nuansa fantastis namun juga harus menarik secara emosional. Selain itu, masyarakat penyangga pada era konseptual ini memiliki corak maya yang hidup dalam dunia yang penuh dengan simulasi. Sehingga untuk menghadapi MEA diperlukan faktor daya modal sebagai benteng pertukaran seni. Metode holistik dalam penelitian ini digunakan untuk : (1) Menjelaskan konsep akulturasi estetika sebagai sebuah toleransi masyarakat dalam berbudaya dengan pendekatan sosio-historis, (2) Menganalisis hubungan perkembangan teknologi informasi dengan kesenian modern yang telah melampaui batas-batasnya dan menjalar keseluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat modern dari sudut pandang konvensi komunikasi massa. Data penelitian diperoleh dari pengamatan terhadap fenomena munculnya budaya populer di Indonesia, objek materi kesenian modern dan studi pustaka. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa akulturasi estetika dapat menjadi daya modal alternatif dalam proses pertukaran seni dan interaksi sosial masyarakat ekonomi ASEAN. Namun dengan catatan kerjasama internasional yang dilakukaan merupakan sebuah aktivitas pertukaran dalam perspektif pasar yang berarti tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan tujuan yang saling menguntungkan. Bukan sebuah perdagangan dengan tujuan untuk saling menguasai yang berpotensi pada penjajahan. ASEAN Economic Community (AEC) is a program of international cooperation into the business of ASEAN member countries to expand the market. With coop- eration in all fields including the arts and culture, it will enter the era of conceptual art “new”. An era which are economically important and valuable personal. The value of the beauty of art (aesthetics) to be confronted by the demands of the fantastic shades, but also must be emotionally appealing. In addition, public support on this conceptual era has a style of living in a virtual world filled with simulations. So, as to face the AEC required power factor capital as a bastion of art exchange. Holistic method in this study is used for: (1) explain aesthetics acculturation concept as a culture of tolerance in the society with the socio-historical approach, (2) analyze the relationship development of information technology and artistry that has gone beyond limits and spread throughout the joints of modern society from the standpoint of mass communication convention. Data were obtained from observations of the phenomenon of the rise of popular culture in Indonesia, material objects of art and literature. The study showed that acculturation aesthetics can be an alternative capital in the process of artistic exchange and social interaction ASEAN economic community. But with a record of international cooperation is an activity in the exchange market perspective, which means meeting place for sellers and buyers with mutually beneficial goals. Not a trade aimed at mutual control of potential colonization.
MASJID RAYA SUMATRA BARAT SEBAGAI SIMBOL PERSATUAN MUSLIM DI SUMATRA BARAT Nurhayatu Nufut Alimin
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.786 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1605

Abstract

Masjid Raya Sumatera Barat merupakan masjid terbesar di Sumatera Barat, Indonesia. Masjid ini dirancang oleh Tim Khusus yang dibentuk oleh pemerintah Sumatra Barat. Berbeda dari kebanyakan masjid lainnya, masjid ini memiliki bentuk yang unik yaitu dengan menggabungkan unsur-unsur dari rumah gadang, dan unsur modern, bentuk yang unik menimbulkan persepsi yang bermacam-macam dari masyarakatnya sendiri, baik positif maupun negatif. Dari persepsi yang bermacam-macam tersebut penulis mencoba menelusuri apa makna yang muncul dari bentuk bangunan masjid tersebut. Pencarian makna pada desain masjid ini dilakukan dengan menganalisis bentuk visual, tema, dan esensi di balik itu. Penelitian ini meneliti bagian interior masjid yang menjadi ikon pada bangunan ini yang meliputi arsitektur dan interior bangunannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, masjid ini merupakan bangunan Neo-Vernakular, konsep yang diangkat adalah “Musyawarah dan Mufakat” yang dikenal sebagai filosofi masyarakat Minangkabau dalam mengambil keputusan. Melalui penelitian ini penulis menemukan bahwa masjid ini merupakan simbol pemersatu bagi umat Islam di Sumatera Barat. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan budaya masyarakat setempat bahwa umat Islam di Sumatera Barat memiliki beberapa aliran dan beberapa cara pandang yang berbeda terhadap Islam. Dengan demikian, secara tidak langsung masjid ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial dan psikologis yang mampu mewakili penyatuan umat Islam di Sumatera Barat. Masjid Raya Sumatra Barat is the largest mosque in West Sumatra, Indone- sia. This mosque was designed by Team elected based by the government of western Sumatra. Different from most other mosques, this mosque has a unique shape that is by incorporating elements of the rumah gadang and modern style. By the uniqe shape, thise mosque made many perception from people inWest Sumatra barat, even positif and negative. From that perception I want to find the meaning of that uniqe shape from arsitecture this mosque. Searching for the meaning on the design of this mosque was done by analyzing the visual form, theme, and the essence behind it. This study examines the parts of the interior of the mosque which became the icons on this building which includes acrhitecture and Interior. Based on research conducted by the author of this mosque is NeoVernacular buildings, theme pre- sented is compromise with icon word in Minangkabau is “musyawah and mufakat” that’s mean is discussion to reach an agreement. Through the study found that this mosque is a unifying symbol for Muslims in West Sumatra - see the development of cultural community, Muslims in the West Sumatra has some of the cult and perspective about Islam. Thus indirectly the mosque is expected to provide social and psychological effects are capable of representing the unification of Muslims in West Sumatra.
MENGUNGKAP REALITAS DENGAN PROYEK SENI SEBAGAI METODE PENCIPTAAN KARYA DALAM MEA Octalyna Puspa Wardany
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.124 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1607

Abstract

The implementation acceleration of ASEAN Economic Community from 2020 to be 2015 is not only impacted on economic and politic. It also brings the impact on the freedom of cultural flow. This situation then need the method and tool to creating arts which enable the artists and the actors in arts to works in other countries or places within ASEAN scope which material is the community reality as fusion form between social and cultural (in this term is arts) and also possible with other fields. Through this paper, the researcher would like to propose a method of creating artworks that is the art project which reveals the reality in community as an effort to contribute in advance and develop Indonesia arts world and unearth the arts in terms of ideas of working, creating process, and artworks. This research method is case study of Tentang Hutan Art Project of gerimisUngu Production by reference review, field research and empirical experience, observation, and interview. Based on this case, it found that (1) The Art Project is a method of creating artworks which based on currently reality in the community that is already examined using scientific research; (2) The Art Project is able to be implemented at any location, including MEA context and for any type of arts; (3) The Art Project is enable arts including their artworks become unity with the live; (4) The Art Project does not abandon the aesthetic values as the content of the artworks.
KOMODIFIKASI AGAMA PADA VISUALISASI DESAIN KEMASAN “HILO SOLEHA” Monica Revias Purwa Kusuma
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.383 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1610

Abstract

Desain kemasan pada saat ini tidak hanya mempunyai fungsi melindungi produk tetapi juga mengkomunikasikan isi produk secara visual. Fenomena unik yang belakangan ini hadir di Indonesia yaitu menggunakan simbol-simbol agama pada desain kemasan produknya. Simbolsimbol agama yang digunakan dalam desain kemasan tersebut digunakan sebagai alat untuk mengubah nilai guna sebagai nilai jual. Hal tersebut biasa disebut sebagai komodifikasi agama. Salah satu contoh desain kemasan yang menggunakan simbol-simbol agama yaitu produk HiLo Soleha. Produk tersebut menggunakan simbol agama Islam pada desain kemasannya. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman tentang pemaknaan tanda-tanda komodifikasi agama yang muncul melalui simbol-simbol agama yang dimasukkan ke dalam visualisasi desain kemasan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa tanda-tanda komodifikasi agama yang terlihat pada sampel tersebut menggunakan model wanita berhijab, kata-kata, ornamen-ornamen, bentuk tulisan, serta warna yang merujuk pada agama Islam. Pada pemaknaan konotasi, tanda-tanda yang terdapat pada desain kemasan tersebut berguna untuk menunjukkan segmentasi pasar dan menjelaskan informasi produk secara lengkap. Selain itu, tanda-tanda komodifikasi agama Islam juga digunakan untuk membentuk mitos-mitos baru yang muncul. Mitos baru yang muncul juga didasari oleh mitosmitos lama yang telah ada sebelumnya dan diyakini oleh masyarakat Indonesia. Nowadays, Packaging design not only to protect the product in it, but also have another function like communicate the content visually. Unique phenomenon happen lately in Indonesia, many product using packaging design that have a religion symbol on it. The use of religion symbol on packaging design is a medium to change the original trade value of the product into sales value. The use of religion symbol on packaging design is called religion commodification. Example of this thing can be seen on HiLo Soleha product. The product use Islamic symbol on their packaging. This research can provide an understanding of purport signs religion commodification rose through symbols religion put in visualization design packaging. The result of this research is an evidence and critical description of the use of religion symbol that mark the commodification of the sample. The commodification reveal from the hijab woman illustration, words, patterns, shape and color that refer to Islam religion symbol. In the connotative meaning, the signs on the packaging design is use to show the target market and to give information of the product completely. Beside of that, the sign of commodification islam religion is also use to construct a new myth. New myth is emerging constituted by old myth which have pre-existed and believed by Indonesia’s society.

Page 1 of 10 | Total Record : 91