cover
Contact Name
Ni Wayan Sri Darmayanti
Contact Email
wyndarmayanti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wyndarmayanti@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : -
Jurnal Selaparang merupakan Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Diterbitkan dua kali dalam 1 tahun pada bulan November dan Mei oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UM Mataram). Jurnal Selaparang berisi tulisan yang diangkat dari hasil pengabdian masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 760 Documents
PEMBERIAN PENGAYAAN MATERI PELAJARAN FISIKA UNTUK SISWA MELALUI KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR DI LUAR JAM SEKOLAH DI DESA GONTORAN, KECAMATAN LINGSAR, LOMBOK BARAT N.W. S. Darmayanti; Zulkarnain Zulkarnain; Nursina Sari
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.188 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v1i2.454

Abstract

Penyampaian materi pelajaran belum optimal karena alokasi waktu di sekolah terbatas dan didalam kelas guru dihadapkan dengan sejumlah karakterisktik siswa yang beraneka ragam. Siswayang memahami materi dengan cepat perlu diberikan waktu untuk pengayaan materi sehinggadapat menambah pemahaman materi. Begitu juga dengan siswa yang dalam kegiatan belajarnyamengalami kesulitan juga perlu diberikan pemantapan dan pengayaan materi sehingga nantinyadapat meningkatkan pemahaman konsep dan lancar dalam kegiatan belajarnya. Hal tersebut bisadilakukan melalui bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah. bimbel di luar sekolah merupakanprogram bimbingan belajar yang dilakukan oleh pihak di luar sekolah.Kegiatan ini bertujuanuntuk memberikan pengayaan materi pelajaran fisika untuk siswa smp melalui kegiatanbimbingan belajar di luar jam sekolah. Bimbel ini dilaksakan di desa gontoran, kecamatan lingsar,lombok barat. Hasil kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan dapat mengatasi kesulitanbelajar siswa di sekolah serta dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait konsep fisika.Pelaksanaan kegiatan ini secara teknis berjalan cukup lancar tanpa ada hambatan yang cukupberarti. Namun ada sedikit masalah, di mana ada beberapa siswa yang jarang datang bimbeldikarenakan cuaca yang kurang mendukung (setiap sore terjadi hujan).
PELATIHAN PEMASANGAN LAMPU LISTRIK BERSAKLAR DI RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN KONSEP EWB (ELECTRONICS WORKBENCH) BAGI SISWA SMKN I BATU KLIANG UTARA DESA AIK BERIQ KECAMATAN BATU KLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2017 Islahudin Islahudin; Johri Sabaryati
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.487 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v1i2.455

Abstract

Pengetahuan tentang listrik merupakan salah satu sarana untuk mengerti tentang perkembanganteknologi yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, peranan guru dalam mengajarkan siswa tentangrangkaian listrik sangat penting. Guru terutama guru sains fisika harus mampu mengerti tentangrangkaian listrik baik secara teoritis maupun praktik. Salah satu cara agar guru dan siswa mengertidan menguasai tentang rangkaian listrik adalah dengan mengadakan pelatihan pemasangan lampulistrik di rumah tangga menggunakan media EWB (Electronics Workbench) sehingga dapatdigunakan dalam memahami rangkaian listrik di dalam rumah tangga. Tujuan diadakan kegiatanpelatihan ini adalah untuk memberikan pelatihan pemasangan lampu bersaklar listrik menggunakanmedia EWB yang dapat membantu siswa maupun guru dalam membuat rangkaian listrik dan untukmeningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam mengikuti perkembangan software simulasi yangada saat ini. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 1 Batu Kliang Utara Desa Aiq Beriq,Kecamatan Batu Kliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 19 orang pesertayang merupakan siswa/i SMKN 1 Batu Kliang Utara Desa Aiq Beriq. Kegiatan pelatihan iniberlangsung selama dua hari dan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan dengan antusiasmepeserta untuk mengikuti pelatihan ini yang sangat besar terlihat dari kehadiran yang lengkap mulaidari acara pembukaan sampai penutupan pelatihan.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEDESAAN MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA Nurin Rochayati; Agung Pramunarti; Mas’ad Mas’ad; Suryani Suryani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.718 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v1i2.456

Abstract

Pemberdayaan merupakan suatu usaha kegiatan untuk meningkatkan dan mengembangkanpotensi yang ada pada individu-masyarakat sehingga dapat meningkatkan harkat dan martabatmanusia secara maksimal. Pemberdayaan perempuan sebagai upaya untuk mengembangkanpotensi wanita dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu contoh dengan mengadakanpelatihan pengolahan sampah rumah tangga. Tujuan diadakan kegiatan pelatihan ini untukmeningkatkan skill Perempuan pedesaan tentang manfaat daur ulang sampah rumah tangga(sampah plastik), untuk mengurangi sifat konsumtif sehingga dapat minimalisir sampah rumahtangga. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di desa Langko kecamatan Lingsar KabupatenLombok Barat Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini diikuti oleh ibu rumah tangga, remaja putri yangberjumlah 21 orang (dari 7 dusun). Meskipun kegiatan ini berlangsung selama 2 hari (yangsingkat) perempuan desa Langko sangat antusias dan termotivasi dalam mengikuti kegiatantersebut. Pelatihan pengolahan sampah ini difokuskan untuk mengolah sampah plastik dijadikanasesoris, hiasan dinding,pot bunga dll.
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN BADAN USAHA MILIK DESA MELALUI PELATIHAN ADMINISTRASI PROGRAM SIMPAN PINJAM DI SELEBUNG BATUKLIANG LOMBOK TENGAH Ibrahim Ibrahim; Mas,ad Mas,ad; Kamaluddin Kamaluddin; Achmad Djunaidi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.582 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v1i2.457

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraanmasyarakat perdesaan. Keberadaan BUMDes terutama program simpan pinjam memberikan nilailebih dalam memberikan peluang akses lebih cepat dan mudah dalam meminjamkan uangsebagai modal usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan badanusaha milik desa melalui pelatihan administrasi program simpan pinjam pada Desa SelebungBatukliang Lombok Tengah. Metode Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan pihak desa, pengelola BUMDesdan masyarakat penerima manfaat program. Analisis data dalam penelitian ini menggunakanmodel analisis interaktif yaitu analisis dengan menggunakan reduksi data, display data, danverifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa keberadaan pelatihanadministrasi pada program simpan pinjam memberikan dampak positif dalam pengembanganusaha. Hal ini dibuktikan dari sebelumnya pengolahan admnistrasi masih bersifat administrasimanual dan berubah menggunakan komputerisasi dengan sistem yang teratur.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK GURU KECAMATAN BUSUNGBIU K. A. Hendra Pujawan; M. P. Restami
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.014 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v1i2.458

Abstract

Pelatihan pengembangan media pembelajaran multimedia dengan pemanfaatan programSwishmax bertujuan untuk memberikan ketrampilan dalam pembuatan media pembelajaranmultimedia yang menarik dengan cara yang relatif mudah. Dengan dikuasainya mediapembelajaran multimedia oleh para guru SMP diharapkan akan pemicu minat siswa untuk lebihbersemangat dalam mengikuti pelajaran, dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitaspembelajaran secara keseluruhan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah MetodePresentasi mengenai pengenalan software, kemanfaataannya, dan penerapannya dalampembuatan media pembelajaran interaktif, Metode Demonstrasi mengenaipengoperasionalisasian program dan Metode Praktik yaitu pembuatan media pembelajaransecara langsung oleh peserta sesuai dengan mata pelajaran masing-masing denganpemanfaatan program Swishmax. Metode evaluasi dengan mengamati perbedaan kemampuanguru sebelum dan setelah pelatihan. Dari hasil yang dicapai terlihat peningkatan kemampuanyang cukup signifikan dibanding dengan sebelum dilatih, sehingga dapat disimpulkan bahwakegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan peserta . Evaluasi hasil dilihat dari penilaiantugas praktik yang menggambarkan keberhasilan materi yang telah disajikan. Selain itu jugadicermati kinerja dan partisipasi para peserta. Di akhir kegiatan Tim menjaring datakebermaknaan program pada para peserta. Diharapkan agar program pelatihan ini terus diadakankarena sangat dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
PELATIHAN BAHASA INGGRIS BAGI WARGA BELAJAR PAKET C TIGAWASA PKBM WIDYA AKSARA N. P. A. Hervina Sanjayanti; P. Bayoe Mahaputra
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.325 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v1i2.459

Abstract

Pelatihan bahasa Inggris bagi warga Desa Tigawasa bertujuan untuk mengembangkankankemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris yang diarahkan kepada kepiawaian pesertanyamelakukan berbicara dan menulis dalam Bahasa Inggris. Setiap peserta dilatih untuk berbicaradan menulis dengan menggunakan Bahasa Inggris. Metode yang digunakan yaitu penugasan danlatihan, dimana para peserta ditugaskan untuk berlatih berbicara bahasa Inggris mengenaipercakapan dengan wisatawan asing dan menulis dalam Bahasa Inggris. Pelatihan BahasaInggris ditekankan pada kemampuan peserta menyatakan ide dengan kata-kata, atau kemampuanmengingat suatu konsep, atau prinsip tertentu dan menyatakan kembali dengan kata-kata yangterangkai dalam sebuah kalimat.
KKN-PPM (OH-BISA) OLAHAN BUAH PISANG “MANURUN” BERNILAI EKONOMI DAN BERBASIS TEKNOLOGI ADAFTIF LAHAN RAWA DI DESA MADUREJO KECAMATAN SAMBUNG MAKMUR KABUPATEN BANJAR Nurul Huda; Akhmad Yusuf
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.522 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v1i2.460

Abstract

Desa Madurejo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sambung Makmur KabupatenBanjar Provinsi Kalimantan Selatan. Tanah Banjar yang sebagian berupa rawa-rawa yang subur danlahan perkebunan yang luas menjadikan Kabupaten Banjar terkenal sebagai penghasil pisang terbesarterutama pisang “Manurun” di Kalimantan Selatan. Panen buah pisang tidak mengenal musim. Namunketika masa panen besar, produksi buah pisang sangat melimpah. Permasalahan yang timbul darikondisi maraknya kebun buah pisang di Sambung Makmur Kab. Banjar adalah kesulitan dalammemasarkan produk buah pisang. Buah pisang setelah panen tidak dapat bertahan lama. Banyaknyapesaing menaikkan resiko buah pisang menjadi busuk ketika buah segar tersebut tidak habis terjual.Sebuah solusi menggunakan teknologi tepat guna diperlukan untuk mengolah buah pisang segartersebut menjadi suatu produk yang relatif bertahan lama, sehingga kerugian akibat tidak habisterjualnya buah pisang segar dapat dieliminasi. Hal inilah yang menjadi dasar tercetusnya hibahpengabdian dengan tema “KKN-PPM (OH-BISA) Olahan Buah Pisang “Manurun” Bernilai Ekonomi danBerbasis Teknologi Adaptif Lahan Rawa di Desa Madurejo Kecamatan Sambung Makmur KabupatenBanjar”. Tujuan umum dari pengolahan buah pisang segar ini,diharapkan program ini tidak hanya akanmenambah nilai (added value) dari buah pisang itu sendiri, namun juga meningkatkan taraf ekonomimasyarakat sekitar melalui potensi penciptaan lapangan kerja berbasis olahan buah pisang pascapanen. Adapun target capaian program ini adalah (1) Produksi olahan buah pisang(keripik, Sale, Selaidan dodol) dengan teknologi tepat guna, (2) Peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 50% daripendapatan sebelumnya, (3) Pembuatan manajemen pemasaran produk yang efektif dan inovatif (4)Peningkatan swadana dan swadaya masyarakat, serta mengajak mitra untuk meningkatkan perhatianterhadap masyarakat sekitar, khususnya di bidang peningkatan taraf ekonomi.(5) Peningkatan SoftSkill Mahasiswa
PKM: KELOMPOK USAHA KERIPIK PISANG “CINTA” DAN “ROMANTIS” MANURUN KHAS BANJAR DI BANJARBARU DAN MARTAPURA Thresye Thresye; Nurul Huda
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 1, No 2 (2018): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.622 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v1i2.461

Abstract

Desa Pesayangan , Kec. Martapura, Kab. Banjar merupakan salah satu penghasil buah pisang. Di DesaPesayangan terdapat beberapa UKM keripik Pisang sebagai usaha utama masyarakat. Selain diMartapura terdapat pula UKM keripik Pisang yang berada di desa Guntung Manggis KecamatanLandasan Ulin Kota Banjarbaru. Dua UKM diataranya yang menjadi mitra kegiatan PKM adalah UKMMawar penghasil keripik Pisang “CINTA” di Guntung Manggis Banjarbaru dan UKM Kenanga penghasilkeripik Pisang “ROMANTIS” di Pesayangan Martapura.Berdasarkan keterangan yang dihimpun daridua kelompok UKM keripik pisang terdapat beberapa masalah dan kendala dalam menjalankanusaha keripik pisang. Kendala dan masalah tersebut adalah proses produksi, belum adanyadiversifikasi rasa, belum adanya ijin usaha atau PIRT dan menejemen usaha. Pembuatan atau produksikeripik pisang masih menggunakan peralatan tradisional dan dilakukan secara manual, sehinggaproduksi tidak optimal dan berakibat tidak dapat memenuhi permintaan pasar, belum adanyadiversifikasi rasa, dan belum adanya nomor ijin usaha atau PIRT, selain itu menejemen usaha yangmasih konvensional, yaitu mencampurkan antara keuangan rumah tangga dan keuangan UKM,menyebabkan tidak diketahuinya untung rugi dari usaha keripik pisang tersebut. Hal ini menjadikanusaha keripik pisang di Guntung Manggis dan Pesayangan belum berkembang. Hal ini juga yangmenyebabkan daya saing keripik pisang produksi UKM Mawar desa Guntung Manggis dan UKMKenanga desa Pesayangan belum bisa bersaing dengan produk dari Jawa yang dikemas sangat bagusdan serta variasi rasa yang menarik.Hasil Luaran yang dicapai dari program PKM ini khususnya untukpihak mitra adalah: terdapat peralatan produksi keripik pisang, peningkatan produksi keripik pisanghingga 50% dari 4 tandon per minggu menjadi 6 tandon perminggu, meningkatkan pendapatan UKMkeripik pisang hingga 45% dari 1,5 Juta perbulan menjadi 2 Juta perbulan, terdapat variasi rasa keripik,terdapat ijin usaha atau PIRT (Proses), terdapat kemasan yang menarik untuk mengemas keripikpisang dan terdapat jalinan kerja sama dengan minimarket dan toko oleh-oleh untuk memperluasjaringan pemasaran.
PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS PRODUKSI PATUNG BERBASIS LIMBAH DI DESA SINGAPADU, GIANYAR, BALI Ni Putu Ayu Sintya Saraswati; Pande Ketut Ribek; Wayan Mudana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 2, No 1 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.77 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v2i1.555

Abstract

Desa Singapadu Kaler, Sukawati, Gianyar merupakan salah satu jalur pariwisata yang sering dilewati bahkan dikunjungi oleh wisatawan yang membeli dan memesan patung (Mudana, 2007). Kerajinan seni patung yang masih dominan di sukai oleh konsumen adalah kerajinan seni patung yang berbasis massproduct atau yang sering di sebut sebagai patung casting yang berbahan dasar limbah paras putih. Mitra dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini berjumlah dua orang yaitu IRT Kadek Fernandes Kumara dengan nama usaha Payuk Jakan dan IRT I Ketut Sukarsana dengan nama usaha Mangku Alit.Berdasarkan hasil analisis situasi, usaha kedua mitra dalam memproduksi patung belum efektif dan efisien. Kurangnya alat penunjang berupa mesin menyebabkan kedua mitra belum mampu dalam menghasilkanpatung yang memadai, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tujuan dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pembinaan, pendampingan serta pengadaan alat-alat produksiyang dibutuhkan kedua mitra untuk memperlancar proses produksi. Pengadaan mesin molen mampu meningkatkan kualitas produksi patung serta memudahkan dalam pencampuran bahan material pembuat patung dengan estimasi waktu 30 menit (hemat waktu 2x lipat). Pengadaan troli memudahkan mitra dalammengangkut patung yang akan dijual. Pengadaan mesin bor mampu menghemat 5x lipat waktu yang diperlukan untuk membuka baut yang menempel pada patung.
POTENSI EKSPOR SENTRA KERAJINAN KERAMIK PEJATEN Ni Putu Yuria Mendra; Tjokorda Istri Praganingrum; Ni Putu Sintya Saraswati; I Made Suryawan
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 2, No 1 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.664 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v2i1.556

Abstract

Bali dikenal sebagai daerah seni dan tujuan wisata nasional maupun internasional memiliki beraneka ragam bentuk kerajinan seni salah satunya adalah usaha kerajinan keramik. Dewasa ini peminat keramik semakinbertambah, baik dari kalangan bawah maupun kalangan atas, sehingga hal ini mendorong UKM yang bergerak di bidang keramik berupaya meningkatkan usahanya agar dapat meraih pangsa pasar baik lokal maupun internasional. UKM dalam kegiatan ini yaitu Durya Keramik dan Mika Keramik. Berdasarkan hasilobservasi yang telah dilakukan tim ternyata kedua UKM memiliki permasalahan yaitu 1) Peralatan dalam proses produksi masih tradisional dan banyak peralatan yang rusak dan; 2) Minim dalam teknik pewarnaan keramik (glasir); 3) Tidak memiliki katalog; 4) Belum memiliki website; 5) Dalam tahapan produksi belummenerapkan sesuai standard operation procedur (SOP); dan 6) Tidak memperhatikan kesehatan dan kebersihan dalam bekerja. Solusi yang ditawarkan pada kedua mitra yaitu 1) Peremajaan peralatan denganmelakukan pembelian peralatan berupa mesin putar listrik dan plat oven; 2) Pelatihan teknik pewarnaan keramik (glasir); 3) Pembuatan katalog; 4) Pembuatan website; 5) Penerapan standard operation procedur(SOP); dan 6) Pengadaan masker dan apron (celemek) bagi pekerja. Melalui kegiatan ini dapat membantu UKM meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi yang akhirnya dapat meningkatkan profitabilitas dari usaha tersebut.

Page 1 of 76 | Total Record : 760