cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Health : Jurnal Kesehatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Window of Health is a media publication of scientific works in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information system, medical record, health law, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (April, 2018)" : 20 Documents clear
Pengaruh Peran Ganda terhadap Upaya Kelangsungan Hidup Anak bagi Keluarga Berpenghasilan Rendah di Kota Makassar Arifin, Nurbaeti
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.431 KB)

Abstract

Angka morbiditas dan mortalitas anak di Makassar secara umum masih tinggi, khususnya pada keluarga berpenghasilan rendah. Salah satu faktor penyebab yang dicurigai adalah rendahnya ukelangsungan hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai peran ganda ibu,jumlah penghasilan Suami, pendidikan ibu dan tingkat pengetahuan ibu tentang upaya kesehatan akan  kelangsungan hidup anak pada keluarga berpenghasilan rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross-sectional study. Sampel yang dteliti adalah ibu rumah tangga pada keluarga berpenghasilan rendah (dibawah UMP/UMK) yang memiliki anak Balita. Besar sampel semuanya 92 orang yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan bantuan komputer. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji T independen, uji korelasi dan Anova. Faktor determinan  kelangsungan hidup anak dinilai berdasarkan hasil analisis regressi ganda. Pengujian statistik menggunakan tingkat kemaknaan 0,05. Dapat disimpulkan bahwa kelangsungan hidup anak pada keluarga berpenghasilan rendah di Makassar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu pendidikan dan pengetahuan ibu tentang KIA, namun yang dominan adalah pengetahuan ibu. Disarankan instansi terkait (khsusnya dinas kesehatan) lebih meningkatan upaya promosi dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak pada keluarga berpenghasilan rendah . 
Analisis Mikroorganisme Udara Terhadap Gangguan Kesehatan Dalam Ruangan Administrasi Gedung Menara Universitas Muslim Indonesia Makassar Putra, Isharyadi; Ikhtiar, Muhammad; Emelda, Andi
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.396 KB)

Abstract

Ruang Administrasi Gedung Menara Universitas Muslim Indonesia merupakan ruangan tertutup dan menggunakan sistem pengaturan udara dengan Air Conditioner (AC) untuk mengurangi panas udara di dalam ruang kerja, Kondisi gedung dan ruang kerja dengan ventilasi tertutup, furniture dan bahan bangunan yang bervariasi serta aktifitas perkantoran di ruangan tersebut yang cukup padat serta keberadaan alat-alat perkantoran dalam ruangan dapat memicu timbulnya kontaminan mikrobiologis pada udara dalam ruang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas mikroorganisme udara  dalam ruang adsministrasi  gedung menara Universitas Muslim Indonesia. dalam hal ini jumlah angka kuman berupa bakteri dan jamur di udara terhadap gangguan kesehatan dalam ruang adsministrasi gedung menara  Universitas Muslim Indonesia. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Penentuan sampel menggunakan tekhnik total sampling. Sampel objek dalam penelitian ini berjumlah 6 ruangan sedangkan sampel subjek dalam penelitian ini sebanyak 37 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan  jenis mikroorganisme yang teridentifikasi yaitu ; bakteri acinotobacter calcoaceticus dan jamur Aspergilus niger, Aspergilus flavus, dan Penicilium,terdapat hubungan antara suhu ruang dengan angka total mikroorganisme udara terhadap gangguan kesehatan  dengan nilai p-value 0,001(0,001<0,05), terdapat hubungan antara kelembaban ruang dengan angka total mikroorganisme udara terhadap gangguan kesehatan dengan nilai p-value 0,001(0,001<0,05), tidak ada  hubungan antara pencahayaan  ruang dengan angka total mikroorganisme udara terhadap gangguan kesehatan dengan nilai p-value 0,156(0,156>0,05), ada hubungan antara angka total mikroorganisme udara terhadap gangguan kesehatan dengan nilai p-value 0,001(0,001<0,05). Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pemahaman akan gangguan kesehatan yang diakibatkan mikroorganisme di udara pada pihak manajemen dan pegawai.
Pengaruh Senam Aerobik Terhadap Penurunan Berat Badan Remaja Obesitas Di SMP Katolik Rajawali Makassar Tahun 2017 Pratiwi, Indriani; Masriadi, Masriadi; Basri, Muhammad
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.449 KB)

Abstract

Obesitas merupakan penyakit multifaktorial yang diduga bahwa sebagian besar obesitas disebabkan oleh karena interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan, antara lain aktivitas fisik, gaya hidup, sosial ekonomi dan nutrisional yaitu perilaku makan dan pemberian makanan padat terlalu dini pada bayi. Obesitas atau yang biasa dikenal sebagai kegemukan merupakan suatu masalah yang cukup merisaukan dikalangan remaja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap penurunan berat badan remaja yang mengalami obesitas di kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental pre-post test dengan melibatkan kelompok kontrol dan intervensi. Sampel pada penelitian ini terdiri dari kasus dan kontrol, sampel kasus yakni remaja yang berjumlah 17 orang yang berada di sekolah, sampel kontrol yakni remaja yang berjumlah 17 orang yang berada di sekolah. Hasil uji nomalitas diperoleh nilai signifikan kelompok intervensi yakni pretest-postest sebesar 0.571 (p>0.05), nilai signifikan untuk kelompok kontrol pretest-postest sebesar 0.115 (p>0.05), p value kelompok intervensi yaitu 0.000  (p<0.05) dan p value kelompok kontrol yaitu 0.000 (p<0.05), artinya kedua kelompok tidak homogen (ada perbedaan) berat badan saat pretest-postest. hasil analisis paired t test menunjukan bahwa terdapat pengaruh aktivitas fisik (senam aerobic) pada kelompok intervensi terhadap penurunan berat badan remaja dengan p value 0.045 (p<0.05) dan nilai t hitung (2.170) > t tabel (17; 0.05) adalah 1.730, pada kelompok kontrol tidak  terdapat pengaruh terhadap penurunan Berat badan pada remaja karena diperoleh p value 0.230 (p>0.05) dan nilai t hitung (1.246) < t tabel (17; 0.05) adalah 1.730. Dapat disimpulkan secara garis besar penelitian ini terdapat pengaruh penurunan berat badan  remaja pada kelompok intervensi atau yang diberikan senam aerobik, sedangkan untuk kelompok kontrol tidak terdapat pengaruh terhadap penurunan berat badan.
Faktor Risiko Kejadian Katarak pada Pasien Pria Usia 40-55 Tahun di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan Sari, Andi Dewi; Masriadi, Masriadi; Arman, Arman
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.48 KB)

Abstract

Katarak terjadi akibat kekeruhan pada lensa mata yang mengakibatkan tergantungnya cahaya masuk ke dalam bola mata, sehingga penglihatan menjadi kabur dan lama kelamaan dapat menyebabkan kebutaan. Salah satu penyebab kebutaan terbanyak di seluruh dunia adalah katarak. Kejadian katarak berhuungan dengan penyebab diabetes mellitus, status ekonomi, kebiasaan merokok, pekerjaan terpapar UV, dan kebiasaan konsumsi protein. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya faktor risiko dengan kejadian katarak pada pasien pria usia 40-55 tahun di rumah sakit pertamina Balikpapan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan desain case control study. Sampel pada penelitian ini terdiri dari kasus dan control, sampel kasus yakni pasien pria usia 40-55 katarak yang berobat maupun screening di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan Tahun 2017. Sampel kontrol penelitian ini adalah pasien pria usia 40-55 yang tidak menderita katarak yang berobat maupun screening di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diabetes mellitus (OR=4.419;95%Cl:1,991-9,809), Status ekonomi (OR=2.852;95%Cl:1,346-6,042), Kebiasaan merokok (OR=3,850; 95%Cl:1,785-8,304), Pekerjaan terpapar UV (OR=3.217; 95%Cl:1.523-6.795) merupakan faktor risiko terhadap kejadian Katarak. Sedangkan Konsumsi protein (OR=0.110; 95%Cl:0,046-0,264) merupakan faktor protektif kejadian katarak. Berdasarkan analisis multivariat menemukan bahwa Faktor risiko yang paling berpengaruh yaitu diabetes mellitus (sig 0,000) dan pekerjaan terpapar UV (sig 0,001) terhadap kejadian katarak.
Analisis Manajemen Perawatan Luka pada Kasus Luka Diabetik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Arifin Numang Kabupaten Sidrap Ungke, Damsir Eni
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.614 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui efektifitas perawatan luka menggunakan balutan moderen (Metcofazin) terhadap proses penyembuhan luka diabetik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Arifin Nu’mang Kabupaten Sidrap, (2) untuk mengetahui efektifitas perawatan luka menggunakan balutan konvensional (Cairan normal salin NaCl 0,9% dan balutan kasa) terhadap proses penyembuhan luka diabetik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Arifin Nu’mang Kabupaten Sidrap.Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 21 nopember sampai dengan 21 desember Tahun 2014 di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Arifin Nu’mang Kabupaten Sidrap.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien dengan luka diabetik  di Rumah Sakit Arifin Nu’mang Kabupaten Sidrap dengan tehnik pengambilan sampel secara puposive sampling.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan luka menggunakan balutan moderen (metcofazin) lebih efektif dibandingkan dengan perawatan luka menggunakan balutan konvensional (cairan normal salin NaCl 0,9% dan balutan kasa) terhadap proses penyembuhan luka diabetik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Arifin Nu’mang Kabupaten Sidrap.
Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Stunting Remaja Akhir Rahmawati, Rahmawati; Fauziah, Aimmatul; Tanziha, Ikeu; Hardinsyah, Hardinsyah; Briawan, Dodik
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.432 KB)

Abstract

Masalah gizi utama remaja di negara berkembang salah satunya adalah gizi kurang yang tercermin salah satunya dari stunting (Fatmah, 2010). Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi stunting remaja kelompok umur 16-18 tahun sebesar 31,4% (Balitbangkes, 2013). Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear yang diakibatkan oleh multifaktor yang kemungkinan besar dapat mengganggu metabolisme. Tujuan penelitian adalah mengetahui prevalensi stunting di remaja akhir, dan menganalisis pengaruh  faktor resiko yaitu karakteristik sosial ekonomi, konsumsi susu dan minuman berkarbonasi, serta aktivitas fisik terhadap kejadian stunting remaja akhir. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2014 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Jumlah sampel penelitian adalah 488 orang mahasiswa TPB IPB 2014/2015. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan kriteria mahasiswa TPB-IPB usia 17-19 tahun, mengkonsumsi susu secara rutin minimal 1 kali per minggu, sehat (tidak sedang sakit atau memiliki penyakit), dan bersedia untuk dijadikan responden penelitian. Data karakteristik sosial ekonomi, frekuensi konsumsi susu, dan konsumsi minuman berkarbonasi dengan kuesioner. Data antropometri tinggi badan diukur secara langsung. Data-data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan diagram.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi remaja stunting yang didapatkan dari penelitian ini adalah 16,4%, lebih rendah jika dibandingan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 untuk usia remaja 16-18 tahun skala nasional (Balitbangkes, 2013). Faktor resiko yang berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah pendidikan ayah dengan nilai odds ratio (OR) 1,912; CI 95% (1,119-3,268). Diharapkan faktor resiko stunting remaja akhir dapat mengalami penurunan dengan meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting untuk generasi selanjutnya. Diharapkan faktor resiko stunting remaja akhir dapat mengalami penurunan dengan meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting untuk generasi selanjutnya.
Pengaruh Waktu Penundaan Pengkleman Tali Pusat Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Uddin, Rafika
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.588 KB)

Abstract

Penjepitan dan pemotongan tali pusat merupakan prosedur standar yang selalu dilakukan saat bayi dilahirkan. Waktu yang tepat untuk melakukan penjepitan tali pusat sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para ahli. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh waktu penundaan pengkleman tali pusat terhadap kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental dengan rancangan posttest control group design. Lokasi penelitian dilakukan di Bidan Praktik Mandiri Marsatia wilayah Puskesmas Kamonji kota Palu pada bulan September-Oktober 2017. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir di BPM Marsatia. Sampel penelitian diperoleh sebanyak 40 bayi baru lahir. Pengambilan sampel dilakukan secara random dengan membagi 2 kelompok yaitu 18 bayi kelompok kontrol (waktu klem tali pusat 2 menit) dan 22 bayi kelompok eksperimen (waktu klem tali pusat 3 menit). Pengambilan darah setelah tali pusat diklem dan digunting diambil dari vena umbilikalis sebanyak 2 cc dan dilakukan pemeriksaan di laboratorium dengan menggunakan alat Hematology Autoanalyzer. Analisa data dilakukan uji beda rerata menggunakan T-test independent. Hasil penelitian nilai rata-rata kadar hemoglobin kelompok 2 menit sebesar 14,5 gr/dl dan kelompok 3 menit sebesar 15,9 gr/dl. Berarti ada perbedaan kadar Hb antara waktu 3 menit lebih tinggi dibandingkan 2 menit. Dari hasil uji  T-test independent  diperoleh nilai p=0,000, maka nilai p= 0,000 < α = 0,05. Disimpulkan waktu penundaan pengkleman tali pusat  berpengaruh terhadap kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Saran penelitian ini perlunya petugas kesehatan memperhatikan dan mengaplikasikan waktu penundaan pengkleman tali pusat yang lama agar pertumbuhan dan perkembangan bayi lebih baik di awal kehidupannya.    
Terapi Aktivitas Kelompok terhadap Kemampuan Sosialisasi Lansia Jama, Fatma
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.348 KB)

Abstract

Terapi aktifitas kelompok sangat penting dan dilakukan untuk melatih kemampuan sosialisasi khususnya lansia yang tinggal di Panti Sosial. Pada lansia yang kemampaun sosialisasinya` baik akan lebih mudah dan mampu berintreaksi sosial ke masyarakat serta lingkungan sekitarnya sedangkan pada lansia yang mengalami gangguan sosialisasi maka lansia tersebut akan mengalami kesulitan dalam melakukan sosialisasi ke lainnya, masyarakat serta lingkungan sekitarnya. Lansia pada umumnya akan mengalami masalah dalam kehidupannya  yang dimana permasalahan tersebut salah satunya perubahan status dan peranannya daalam kelompok atau masyarakat, serta kurangnya sosialisasi antara lansia satu ke lansia lainnya. Lansia yang mengalami permasalahan tersebut akan sangat berdampak pada perubahan psikososialnya sehingga dapat mengakibatkan lansia mengaalami perubahan perilaku dimana perubahan perilaku dimaksudkan berkaitan dengan ketidakmampuan lansia bersosialisasi ke sesama lansia lainnya Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi aktifitas kelompok terhadap kemampuan sosialisasi lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kab. Gowa tahun 2017.jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimen dengan One Group Pre-Test dan Post-test. Metode sampling yang digunakan adalah Acidental sampling dimana Sampel penelitian yang didapatkan yaitu sebanyak 32 orang. Hasil penelitian ini diperoleh dengan menggunakan kuesioner pada pre-post dan observasi langsung pada post-test. Pengolahan data/uji statistik menggunakan uji T Paired.. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa penelitian dengan uji T berpasangan yang menununjukan p value  (p= 0,000) hal ini berarti secara signifikan pemberian terapi aktifitas kelompok dengan bermain, ketrampilan sosial, kerja bakti dapat meningkatkan kemampuan sosialisasi lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kab. Gowa tahun 2017.
Pengaruh Health Education terhadap Perilaku Personal Higiene pada Murid Sekolah Dasar yang Mengalami Kecacingan di SD Insp Pampang I Kota Makassar Sunarti, Sunarti
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.931 KB)

Abstract

Pendahuluan : Masalah kesehatan yang masih dianggap sepele dan kurang mendapatka perhatian ialah masalah kecacingan Tingginya prevalensi kecacingan dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang meliputi pengetahuan akan kebersihan perorangan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menilai pengaruh health education  terhadap perilaku Personal Hygiene Pada Murid Sekolah Dasar yang Mengalami Kecacingan di SD Inpres Pampang I Kota Makassar. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan Pra eksperimen  dengan rancangan one group pre and post test design dengan tekhnik sampling yaitu total sampling, jumlah sampel sebanyak 146 sampel, instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner penegetahuan dan sikap personal hygiene serta lembar observasi tindakan personal hygirne. Pengolahan data menggunakan uji statistik  uji T  dengan tingkat signifikan α = 0, 005. Hasil : Hasil penelitian yang didapatkan ada perubahan pengetahuan personal hygiene yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan health education dengan nilai signifikan  ρ = 0.001, tidak ada perubahan sikap personal hygiene yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan health education dengan nilai ρ = 1, 818, namun tetap ada peningkatan sikap positif yaitu sebelum intervensi sikap positif sebesar 18,8% meningkat menjadi 71,3% setelah intervensi dan ada perubahan personal hygiene yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan health education dengan nilai ρ = 0.001. Kesimpulan dan Saran Ada perubahan perilaku personal hygiene setelah diberikan health education dengan menjadi perilaku personal higiene yang lebih baik. Penelitian ini menjadi referesi dan bahan pembelajaran bagi mahasiswa keperawatan khususnya ilmu keperawatan anak dan epidemiologi keperawatan.
Hubungan Knowledge Management dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Unhas Makassar Halede, Nurhidayah
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 2 (April, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.387 KB)

Abstract

Knowledge management merupakan suatu cara yang efektif untuk menata dan mengatur pengetahuan yang beragam yang dimiliki oleh suatu organisasi yang bersumber dari SDM yang terdiri dari tacit knowledge dan explicit knowledge(Mardiana, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan knowledge management dengan kinerja perawat diruang rawat inap Rumah Sakit Pendidikan Unhas Makassar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan sampel sebanyak 73 perawat pelaksana yang diambil dari 182 populasi dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar kuesioner dengan skala pengukuran liker dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan Uji Korelasi. Hasil penelitian diperoleh nilai significancy 0,004 yang menunjukkan bahwa korelasi antara knowledge management dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Pendidikan Unhas Makassar adalah bermakna. Nilai korelasi spearman sebesar 0,336 menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang lemah.Kesimpulan penelitian ini adalah knowledge management yang terdiri dari akuisisi pengetahuan, penyimpanan dan pemeliharaan pengetahuan, pengembangan dan pemanfaatan, distribusi dan berbagi pengetahuan, pengembangan dan pemanfaatan pengetahuanmerupakan intangible asset yang dianggap mampu meningkatkan keunggulan bersaing yang dinamis, berharga dan langka. Knowledge managementsebaiknya menjadibudaya yang harus diterapkan di Rumah Sakit Khususnya di bidang keperawatan sehingga perawat mampu mengelola pengetahuan dan berbagi pengetahuan untuk mendukung tercapainya kinerja yang baik dalam memberikan pelayanan keperawatan.

Page 1 of 2 | Total Record : 20