cover
Contact Name
Agung Ari Wibowo
Contact Email
agung.ari.wibowo@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agung.ari.wibowo@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan
ISSN : 25798537     EISSN : 25799746     DOI : -
This journal is an open access journal with the frequency of 2 (two) times a year, published by Department of Chemical Engineering, Politeknik Negeri Malang (State Polytechnic of Malang). The journal publishes original research results, literature reviews and short communications relevant to the fields of chemical and environmental engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018): April 2018" : 6 Documents clear
Sintesis Asam Oksalat Dari Limbah Serbuk Kayu Jati (Tectona Grandis L.F.) Dengan Proses Hidrolisis Alkali Mufid Mufid; Agung Ari Wibowo; Ade Sonya Suryandari; An Nisaa’ Fithriasari; Pravianti Anindita Nastiti
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.331 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i1.57

Abstract

Selulosa adalah polisakarida rantai panjang penyusun serat pada tumbuhan. Hidrolisis selulosa dengan alkali kuat menghasilkan asam oksalat, asam asetat dan asam formiat. Limbah serbuk kayu jati berpotensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan asam oksalat karena kandungan selulosa yang cukup tinggi. Hidrolisis yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan natrium hidroksida (NaOH) sebagai zat penghidrolisis. Purifikasi asam oksalat dilakukan dengan penambahan kalsium klorida dan asam sulfat. Penelitian ini mempelajari pengaruh konsentrasi natrium hidroksida dan waktu reaksi terhadap yield asam oksalat. Produk tertinggi dengan yield 20% dicapai pada penggunaan serbuk kayu jati kasar dengan waktu hidrolisis 60 menit dan konsentrasi NaOH 1 N.Cellulose is a long chain fiber polysaccharide contained in plants. Hydrolysis of cellulose with strong alkali produces oxalic acid, acetic acid and formic acid. Waste from teak wood in powder formhas the potential to be used as raw material for the manufacture of oxalic acid because the content of cellulose is high enough. Sodium hydroxide (NaOH) as a hydrolysis agent was used in this study. Purification of formed oxalic acid was carried out by addition of calcium chloride and sulfuric acid. Our research studied the effect of sodium hydroxide concentration and reaction time on oxalic acid yield. The highest product with a yield of 20% was achieved on the use of coarse powder of teak wood waste with a hydrolysis time of 60 minutes and the concentration of NaOH 1 N.
Study Pembuatan Durable Cement dengan Penambahan Pozzolan Silica Fume Nanik Hendrawati; Endah Dwi Rahmayanti; Evi Dyah Priapnasar
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.072 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i1.68

Abstract

Selama ini silica fume dikenal sebagai bahan campuran pembuatan beton karena dapat meningkatkan kuat tekan beton, menurunkan permeabilitas beton dan memiliki ketahanan sulfat yang tinggi. Dalam penelitian ini mencoba mengaplikasikan silica fume pada pembuatan durable cement. Silica fume dijadikan sebagai bahan pozzolan karena didalamnya mengandung silica tinggi yang bersifat reaktif agar dapat meningkatkan ketahanan terhadap sulfat. Bahan pozzolan ini dapat bereaksi dengan Ca(OH)2 pada suhu biasa untuk membentuk senyawa bersifat semen. Pada penelitian ini silica fume divariasikan mulai dari 0; 7,5; 15; 22,5; 30; 37,5%. Durable cement ini akan diuji ketahanan sulfatnya dengan menggunakan metode pengujian kuat tekan. Hasil percobaan menunjukkan terjadinya penururan nilai kuat tekan sampel pada umur 7 dan 28 hari jika dibandingkan dengan blanko. Hal ini disebabkan lambatnya reaksi pozzolan (silica fume). Namun proses peningkatan kuat tekannya akan terus berlanjut hingga setelah umur 360 hari. Jika dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (15-0302-2004) semen PPC tipe IP-K, hasil sampel durable cement masih memenuhi standar untuk variabel dengan penambahan silica fume antara 7,5% sampai 22,5%. Silica fume is known as a mixture of concrete manufacturing since it can increase the compressive strength of concrete, decrease the permeability of concrete and have a high resistance to sulfates. In this research, try applying silica fume to make durable cement. Silica fume is converted to pozzolan because it contains highly reactive silica to increase sulfate resistance. This pozzolan material can react with Ca (OH)2 at a  room temperature to form a cement compound. In this study, silica fume  was varied from 0; 7.5; 15; 22.5; 30; 37.5%. The durable cement will be tested for its resistance to sulfates by using a compression resistance test method. The results showed that the compressive strength of the sample was decreased at 7 and 28 days compared to the blanks. This is due to the slow reaction of pozzolan (silica fume). But the process of increasing the resistance to compression will continue until after 360 days. Compared with Indonesia cement national standard (15-0302-2004) of PPC type IP-K, the durable cement sample still meets the standard for variables with the addition of silica fume between 7.5% and 22.5%.
Efektifitas Penggunaan Co immobilized - Lipase pada Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Hasil Hidrolisis Minyak Kelapa Sigit Hadiantoro; Dwina Moentamaria; Muchamad Syarwani
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.365 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i1.60

Abstract

Kinerja enzim immobilisasi dapat ditingkatkan dengan penambahan co immobilizer, hal ini dilakukan agar ikatan kovalen antara enzim dan matriks lebih kuat dan mempermudah reaksi dari gugus fungsional yang ada pada matriks sehingga tidak diperlukan penambahan bahan kimia sebagai pembawa. Pada penelitian ini digunakan matriks polyurethane foam (PUF) dengan penambahan co immobilizer yang terdiri dari gelatin, lesitin, MgCl2, dan polyethyleh glycol (PEG) 6000. Penelitian ini difokuskan untuk melihat efektivitas co immobilized-lipase pada reaksi hidrolisis-esterifikasi. PUF direndam dalam larutan co immobilizer dengan perbandingan 1:15; 1:20 dan 1:25 (b/b) selama satu jam setelah itu dipanaskan dalam oven selama satu jam pada suhu 30°C. Selanjutnya,  matriks PUF direndam dalam lipase selama 24 jam dan dikeringkan dalam oven pada suhu 30°C selama 24 jam sehingga terbentuk matriks lipase terko-immobilisasi pada PUF dengan yang digunakan untuk reaksi hidrolisis-esterifikasi sebagai biokatalis. Pada reaksi hidrolisis digunakan 10 gram minyak yang diemulsikan dalam air dengan variabel rasio minyak-air 1:0,6; 1:1; 1:3 dan 1:5 (b/b) dan waktu reaksi 5, 10, 15 dan 20 jam. Kadar FFA minyak kelapa awal sebesar 0,21%. Produk terbaik reaksi hidrolisis adalah asam lemak bebas dengan kenaikan kadar FFA menjadi 1,18% pada kondisi perbandingan minyak/air 1:5 (b/b). Reaksi esterfikasi dilakukan dengan cara mereaksikan asam lemak hasil terbaik hidrolisis dengan sitronelol dan co immobilized-lipase sebagai biokatalis. Reaksi ini dilakukan dengan variabel asam lemak: sitronelol 1:0,8 ; 1:1 dan 1:3 (b/b) serta waktu reaksi: 5, 10, 15 dan 20 jam. Produk yang dihasilkan adalah perisa alami sebagai ester. Analisis kadar sitronelol awal dan akhir reaksi esterifikasi dilakukan dengan menggunakan GC-FID. Hasil terbaik dari penelitian ini yaitu konversi sebesar 92,88% diperoleh pada ratio massa asam lemak/sitronelol 1:3.Immobilized enzyme performance can be enhanced by the addition of co-immobilizer, this is done so that the covalent bond between the enzyme and the matrix can become stronger and also to ease the reaction of the functional groups present in the matrix so that no addition of chemical as carrier is required. This study used Polyurethane Foam (PUF) as matrix with the addition of co-immobilizer which contain gelatin, lecithin, MgCl2, and PEG 6000. This study focused on looking at the effect of co-immobilized lipase on hydrolysis-esterification reactions. PUF is immersed in an co-immobilizer solution of 1:15; 1:20 and 1:25 ratio (w/w) for one hour and heated for another hour at 30°C. After that, PUF is immersed in the lipase for 24 hours, after which is heated at 30°C also for 24 hours. This research was conducted in 2 stages of reaction, which is hydrolysis then continued by esterification. In the hydrolysis reaction, we used variables such as oil-water ratio for 1:0.6; 1:1; 1:3 and 1:5 (w/w); the reaction time 5, 10, 15 and 20 hours; and also PUF:co-immobilized ratio in 1:15; 1:20 and 1:25 (w/w). The best fatty acid obtained from hydrolysis results in oil-water ratio of 1:5 (w/w), with FFA 1.18%.  Next is esterification reaction which is done by reacting  fatty acid from hydrolyzed coconut oil with citronellol, with the addition of immobilized lipase (as a biocatalyst). This reaction was carried out with variables like mass ratio of fatty acids-citronellol 1:0.8; 1:1 and 1:3 and reaction time: 5, 10, 15 and 20 hours. The resulting product is the flavor enhancer as ester. The analysis of the percentage of initial and final citronellol on the end of esterification reaction were performed using GC-FID. The best results of this study, conversion percentage respectively 92.88% obtained at mass ratio of fatty acid-citronellol 1:3.
Studi Fluidisasi dan Pembakaran Batubara Polydisperse di Dalam Fluidized Bed Berbasis Simulasi CFD (Computational Fluid Dynamic) Mochammad Agung Indra Iswara; Tantular Nurtono; Sugeng Winardi
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.137 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i1.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena pembakaran batubara dimana dimensi alat, distribusi ukuran partikel, dan jenis kualitas batubara menggunakan validasi dari penelitian Wang. Penelitian ini mengarahkan pada simulasi berbasis CFD. Kondisi operasi pada saat simulasi pembakaran dilakukan pada kecepatan bubbling. Metode yang digunakan sebelum melakukan simulasi pembakaran merupakan kelanjutan dari simulasi fluidisasi dimana masih menggunakan geometri 2-D fluidized bed lalu dilakukan meshing, selanjutnya memasukkan persamaan energi. Geometri fluidized bed yang digunakan berbentuk tabung dengan panjang silinder fluidized bed 1370 mm, diameter silinder 152 mm. Bahan yang digunakan pada penelitian ini berupa pulverized coal dengan jenis batubara Bituminous dimana ukuran partikel dianggap polydisperse dengan ukuran partikel 1 mm dan 1,86mm yang masing-masing sebesar 50% fraksi massa dengan kecepatan 0,2 Kg/s dan suhu 1200 K, dan udara luar yang diinjeksikan dengan kecepatan 0,8 m/s dan suhu 300 K. Analisa pengambilan data adalah berupa kontur fase padatan, kontur temperatur pada fase-1 dan fase padatan, fraksi massa produk pembakaran, massa padatan awal dan akhir simulasi dengan time step sebesar 0,0001 detik dan number of time step sebesar 300000. Selanjutnya data tersebut diplot menjadi grafik temperatur terhadap time step dan disajikan dalam setiap 1 menit simulasi selama 5 menit simulasi.This research aims to determine coal combustion’s phenomenon, where the device’s dimension, particle size distribution, and the quality of rank coal  which validated Wang’s reseach. This reseach leads on CFD simulation. The operation condition has did in bubbling velocity. This method is a continuation from fluidization simulation which is use 2-D Geometry and then used the meshing method, and enter the energy equation. The geometry of fluidized bed used was tubular cylinder with 1370 mm length and 152 mm. Materials used in this study was pulverized coal with Bituminous coal type which the particle size was considered as monodispers with particle size was 1.43 mm and polydispersed with particle size was 1 mm with 50% mass fraction and 1.86 mm with 50% mass fraction with flow rate 0,2 Kg/s and the temperature is 1200 K, and the outside air are injected in 0,8 m/s and 300 K. The analysis of data retrieval is solid phase contour, temperature contours in phase-1 and solid phase, mass fraction of combustion product, initial solid mass and final solid mass simulation with time step 0,0001 s and the numberof time step 300000. Then the data is plotted into a graph temperature vs time step and presented in 1 minute simulation for 5 minute simulation.
Prediksi Solubilitas (Absorpsi) Gas CO2 Dalam Larutan Potassium Karbonat (K2CO3) dan MDEA Menggunakan Simulasi ASPEN Yuni Kurniati; Lailatul Qomariyah
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.005 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i1.19

Abstract

Gas karbon dioksida (CO2) merupakan gas asam (acid gas), karena sifatnya yang asam. Karena sifat asamnya ini, CO2 tergolong gas impurities yang sangat merugikan. Kecenderungan proses removal gas CO2 dari gas proses yang banyak diaplikasikan di industri kimia adalah absorpsi CO2 dalam larutan yang disertai reaksi kimia dengan menggunakan pelarut potasium  karbonat (K2CO3) dengan penambahan amine sebagai promotor. Salah satu amine yang umum digunakan dalam industri kimia yaitu MDEA, dimana dikenal dengan proses Benfield. Data kesetimbangan fase uap-cair sistem CO2-K2CO3-MDEA-H2O dibutuhkan untuk perancangan yang rasional dan operasi yang optimal dari unit CO2 removal. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi data solubilitas gas CO2 di dalam larutan potasium  karbonat dengan promotor MDEA pada tekanan 1 atm  serta komposisi K2CO3-MDEA yaitu 30% massa K2CO3–2% massa MDEA pada temperatur 30, 50 dan 70oC dengan menggunakan model elektrolit-NRTL. Perhitungan ini menggunakan program ASPEN PLUS V7.3, kemudian selanjutnya digunakan untuk membandingkan hasilnya dengan penelitian terdahulu secara eksperimen dan  simulasi menggunakan MATLAB. Hasil prediksi dibandingkan dengan data eksperimen dengan ARD tekanan parsial CO2 22,5%. Pada penelitian ini, kenaikan CO2 loading pada rentang 0,0117-0,0187 menyebabkan kenaikan kelarutan CO2 dan tekanan parsial CO2 sebesar 2-3%. Selain itu, dengan adanya kenaikan temperatur dari 30-70°C  menyebabkan kenaikan tekanan parsial CO2 sebesar 2-3%.Carbon dioxide gas (CO2) is an acid gas, because of its acidic nature. CO2 is classified as a very harmful impurities gas. The tendency of CO2 removal process from process gas which is widely applied in chemical industry is chemical absorption using K2CO3 as solvent and amine as promoter. One of the amines that can be used is MDEA, which is known as Benfield process. The vapor-liquid phase data of the CO2-K2CO3-MDEA-H2O system are required for the rational design and optimal operation of the CO2 removal unit. This study aimed to predict solubility data of CO2 gas in potassium carbonate solution with MDEA promoter at 30% K2CO3-2% MDEA with various temperatures of 30, 50, and 70oC and 1 atm using the Electrolyte Non-Random Two Liquid (ENRTL) model. This calculation used ASPEN PLUS V7.3 program, then subsequently used to compare the results with previous experimental and simulated studies using MATLAB. The predicted results were compared with experimental data with ARD mole fraction CO2 22.5% by CO2 loading 0,0117-0.0187 . In this study, the increase of CO2 loading led to increased CO2 solubility and CO2 partial pressures . The increase in CO2 loading results in increased CO2 solubility and CO2 partial pressure 2-3%. Besides, in temperature rise causes an increase in CO2 partial pressure.
Penurunan Kandungan Polutan pada Lindi dengan Metode Elektrokoagulasi-Adsorbsi Karbon Aktif untuk Memenuhi Standar Baku Mutu Lingkungan Anang Takwanto; Asalil Mustain; Hadi Priya Sudarminto
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.86 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i1.37

Abstract

Sampah merupakan suatu masalah yang sering dialami oleh  penduduk di kota-kota besar di Indonesia, dimana dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk menyebkan volume sampah menjadi semakin meningkat. Salah satu dampak dari timbunan sampah adalah terbentuknya lindi, dimana lindi yang tidak diolah dengan baik akan menybakan terjadinya pencemaran air tanah.  Penelitian ini bertujuan untuk menurukan kandungan polutan dalam lindi dengan menggunakan metode kombinasi elektrokoagulasi-adsorbsi karbon aktif. Tahapan proses penelitian ini diawali dengan proses elektrogaulasi limbah lindi dengan elektrode besi dan varibabel peubah adalah rapat arus dan kandungan garam pada larutan elektrolitnya, selanjutnya hasil dari proses tersebut di proses lebih lanjut dengan proses adsorbsi menggunakan karbon aktif, parameter yang diuji pada produk adalah nilai TSS, BOD, turbidity, dan pH nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  proses elektrokoagulasi dapat menurunkan TSS (95% ) dari 24,375 mg/l menjadi 1,875mg/l dan BOD (91,60%) dari 893,25 mg/l menjadi 79,46 mg/l . Sedangkan metode kombinasi elektrokoagulasi dan adsorbsi karbon aktif ini dikatakan sangat efektif untuk mengurangi konsentrasi polutan pada lindi pada rapat arus 1,01 mA/cm2 dan kandungan garam 0,5% dihasilkan penurunan sebesar 77,49% dan setelah melewati proses adsorbsi karbon aktif dihasilkan penurunan sebesar 91,60%.Hasil tersebut sesuai dengan baku mutu lindi yang dsesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016Garbage is a problem that is often experienced by residents in big cities in Indonesia, where with the increasing number of residents increasing the volume of waste is increasing. One of the impacts of waste accumulation is the formation of leachate, where leachate that is not treated properly will cause the occurrence of groundwater contamination. This study aims to reduce pollutant content in leachate by using combination method of activated carbon electrocoagulation. Stages of this research process begins with electrogaulation process of leachate waste with iron electrode and variable variables is the current density and salt content in electrolyte solution, then the results of the process in the process further by adsorption process using activated carbon, the parameters tested on the product is the value of TSS, BOD, turbidity and pH. The results showed that electrocoagulation process could decrease TSS (95%) from 24.375 mg / l to 1.875 mg / l and BOD (91.60%) from 893.25 mg / l to 79.46 mg / l. While the combination method of electrocoagulation and adsorption of activated carbon is said to be very effective to reduce the concentration of pollutants in leachate at a current density of 1.01 mA / cm2 and 0.5% salt content produced a decrease of 77.49% and after passing the adsorption process of activated carbon produced a decrease of 91.60%. The results are in accordance with the leachate quality standard that is compatible with the Minister of Environment and Forestry Regulation of the Republic of Indonesia No. P.59 / Menlhk / Setjen / Kum.1 / 7/2016.

Page 1 of 1 | Total Record : 6