cover
Contact Name
Berta Bekti Retnawati
Contact Email
praxis@unika.ac.id
Phone
+6282223137973
Journal Mail Official
praxis@unika.ac.id
Editorial Address
Jl.Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Duwur Semarang 50234
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring
ISSN : -     EISSN : 26229137     DOI : 10.24167
PRAXIS: Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Jurnal Praxis merupakan jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata dan merupakan jurnal peer reviewed dan Open-Acces. Jurnal Praxis menerima artikel hasil penelitian murni ataupun hasil penelitian yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dan artikel belum pernah dimuat di media lainnya. Fokus artikel yang diterbitkan berkaitan dengan Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring. Adapun topik-topik artikel yang dipublikasikan di jurnal Praxis mencakup Semua topik yang tercakup dalam ilmu Sains dan Teknologi meliputi berbagai bidang : - Teknologi Pangan - Elektro - Teknik Sipil - Arsitektur - Desain Komunikasi Visual - Komputer - Teknologi Informasi - Kimia - Biologi - Matematika - Teknologi Rekayasa - Farmasi - serta bidang-bidang lain yang relevan Semua topik yang berkaitan dengan Masyarakat dan Jejaring - Manajemen - Psikologi - Hukum - Komunikasi - Bahasa dan Sastra - Akuntansi - Struktur Sosial Kemasyarakatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 59 Documents
Kiasan Citra Binatang Dalam Bahasa Ritual Orang Sumba Retang Wohangara
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 1, No 2: Maret 2019
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v1i2.1886

Abstract

Abstract: The use of figurative speech is pervasive in many cultures both in work of literature and day-to-day communication. This specific use of language is one of the many strategies of communication which is imaginative and indirect in nature. Since its meaning is culturally-bounded, then the maning of a particular figurative speech varies from one culture to another. The goals of this paper are a) presenting figurative speeches of animal used in ritual communication, delivered in the local languge, Kambera and then translated into Indonesian; b) explaining the meaning of the figurative speeches in the contexts of Sumbanese culture; c) categorizing the animal metaphors or similes in terms of its positive or negative meanings. Data of ritual couplets are obtained from a library study and interviews with some informatns from eastern Sumba. To understand the meanings of the couplets, the writer conducted interviews and discussion with the informants. The research shows that there are 26 kinds of animal involved in 64 collected couplets. Figurarive speeches using animals generally portray the undesirable traits working against the living norms in the Sumbanese society. They function as a social control over people’s behaviors. Keywords: figurative speech, ritual language, Eastern Sumba Abstrak: Penggunaan bahasa kiasan (atau majas) sangat umum dalam banyak kebudayaan, baik dalam dunia kesustraan sastra maupun komunikasi sehari-hari. Bahasa kiasan adalah salah satu strategi komunikasi yang bersifat imaginatif dan tidak langsung yang menggambarkan bagaimana pengguna memahami dunianya. Karena pemaknaannya berkaitan erat dengan konteks budaya orang yang menggunakannya, maka arti bahasa ini bervariasi dari satu budaya ke budaya yang lain. Tujuan tulisan ini adalah a) menghadirkan majas binatang dalam bahasa ritual yang terucap dalam bahasa lisan lokal, Kambera. Bahasa ritual Kambera juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia; b) menguraikan makna bahasa ritual tersebut dalam kaitannya dengan pengambaran realitas kehidupan, dan c), yang berkaitan dengan tujuan kedua, menjelaskan apakah potret manusia melalui majas tersebut berkonotasi positif atau negatif. Data diperoleh melalui convenience sampling dari studi pustaka dan wawancara dengan nara sumber dari Sumba Timur. Pemaknaan majas juga dilakukan melalui wawancara dan diskusi dengan beberapa nara sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 26 jenis binatang dalam 64 bait ritual yang dikumpulkan. Citra binatang pada umumnya mengambarkan perilaku yang bertentangan dengan tatanan norma atau kepatutan dalam kehidupan bermasyarakat. Majas binatang dalam bahasa ritual orang Sumba menjadi semacam kontrol sosial terhadap perilaku anggota masyarakatnya. Kata kunci: majas, bahasa ritual, Sumba Timur
Efektivitas BI7DRR dalam Kerangka Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter untuk Pengendalian Inflasi MG Westri Kekalih Susilowati; Retno Yustini Wahyuningdyah
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 1, No 1: September 2018
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v1i1.1627

Abstract

Bank Indonesia launched BI 7DRR replacing the BI Rate in order for banks to withdraw their reserves in 7 days' tenure. Thus, banks do not have to wait for 365 days to withdraw their reserves. This study aimed to determine the effectiveness of BI 7DRR in controlling inflation. By using Partial Least Square model estimation (PLS) approach to generate multiple relationships model between factors to the schemes, this research found that on BI Rate scheme BI Rate has a negative effect on credit disbursement and positive effect on interest rate, expectation has negative effect on inflation, consumption has positive effect to GDP, exchange rate has negative effect to export, GDP has negative effect to Inflation, and credit has a positive effect on consumption. Meanwhile, on BI7DRR estimated model shows that BI7DRR has negative effect on expectation and exchange rate but has positive effect on interest rate, exchange rate has positive effect on export, and interest rate has negative effect on investment and credit disbursement. This research also found that the paired samples T Test indicates a significant difference between two mean of inflation according to the two schemes. Therefore, it can be concluded that BI7DRR effective to control the inflation
Perkembangan Industri Furnitur Kabupaten Jepara Serta Kaitannya Dengan Potensi Penerimaan Pajak Shandy Jannifer Matitaputty; Westri Kekalih; Agnes Arie M. Christie; Paulina Rini Hastuti
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 2, No 2: Maret 2020
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v2i2.2500

Abstract

Jepara Regency is one of the areas that is the center of the furniture industry in Indonesia. The development of the furniture industry is expected to increase regional income and tax revenue. This study discusses to look at the development of the furniture industry in Jepara Regency, asking for the development of the furniture industry with Jepara Regency revenue as well as potential tax revenues related to the development of the Jepara Regency furniture industry. This research uses quantitative descriptive analysis method. The quantitative descriptive analysis used includes trend analysis, analysis of the furniture industry tax, and Input-Output (I-O) analysis. The results showed; 1. Furniture Industry in Jepara Regency still has an upward trend of development from year to year both in terms of the number of business units, production volume and number of workers, 2. The Furniture Industry has an important role in developing Jepara Regency in terms of labor, 3 The role / relationship of the furniture / wood material industry in Jepara Regency to other sectors to input suppliers or related future links above the regional average. 4. Increase in taxes in accordance with government taxes, but the potential for tax revenue from the furniture business industry in Jepara Regency shows a positive trend.
Peran Motor Listrik pada Transportasi Ramah Lingkungan Slamet Riyadi
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 1, No 1: September 2018
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v1i1.1626

Abstract

The fossil based fuel crisis and environmental degradation issues have caused the transportation system to use electric motors as an alternative to combustion engines. The emergence of electric hybrid vehicles and electric vehicles has been a sign that the revolution in the field of transportation has reached the implementation stage. DC motors that are capable to generate large torque becomes an option at first, but due to its limitations then other types of motors which have advantages such as DC motor but eliminating the its weakness are developed. BLDC (Brushless Direct Current) motors and switched reluctance motors are priority in implementation. This paper describes the characteristics and performance of the three motors which can be used as the background for developing environmentally friendly transportation system
Perlawanan Peran Kultural Perempuan dalam film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Vincentia Ananda Arum Permatasari
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 2, No 2: Maret 2020
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v2i2.2494

Abstract

The system of patriarchal prevents women from leaving the domestic sphere. However, that does not mean women cannot fight. This study aims to find the discourse of resistance offered by the film Marlina The Murderer in Four Acts. This research uses descriptive qualitative research methods with the discourse analysis approach. Based on the results of the study found that two cultural roles performed by women, namely activities on the bed and activities in the kitchen. Through discourse analysis that sees meaning through text and images based on the themes of the film, it has several conclusions. The cultural role that women have can be used as a force against male domination. Furthermore, women use the way men do to against, which is to be masculine. Abstrak Kuatnya sistem patriarki membuat perempuan tidak bisa keluar dari wilayah domestik. Namun, bukan berarti perempuan tidak bisa melawan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat wacana perlawanan yang ditawarkan oleh film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan dua peran kultural yang dilakukan oleh perempuan, yaitu aktivitas di atas kasur dan aktivitas di dalam dapur. Melalui analisis wacana yang melihat makna melalui teks dan gambar berdasarkan tema yang ditawarkan film maka memiliki beberapa kesimpulan. Peran kultural yang dimiliki perempuan dapat digunakan sebagai kekuatan untuk melawan dominasi laki-laki. Selanjutnya, perempuan menggunakan cara yang dilakukan laki-laki untuk melakukan perlawanan, yaitu menjadi maskulin.
Hubungan Antara Gegar Budaya Dengan Penyesuaian Sosial Siswa Papua di Magelang Inosensia Dini Pramudiana; Theresia Dewi Setyorini
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 1, No 2: Maret 2019
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v1i2.1631

Abstract

Abstract: The efforts to improve the quality of education in Papua is done through education scholarship program, and one of them is by sending senior high school students in Papua to other regions for education. The movement of the students to other regions forces them to do social adjustments. In this situation, each individual often experiences shocks to the new cultures (culture shock). This research was conducted to empirically test the relationship of culture shock with social adjustment of Papuan students in Magelang. The hypothesis in this study is that there is a negative relationship between culture shock and the social adjustment of Papuan students who migrated to Magelang. The higher the culture shock is experienced, the lower the social adjustment ability is, and vice versa. The results of this study indicate that the proposed hypothesis is proved, that the culture shock is negatively correlated and very significant to social adjustment. The analysis between the culture shocks and social adjustments shows a strong relationship between the four aspects (stress reaction, cognitive fatigue, role shock, and personal shock) in culture shock with social adjustment. Among those four aspects, role shock aspect has the highest correlation coefficient. This shows that this aspect is the most closely related to the social adjustment of Papuan students in Magelang, and the least related is the stress reaction. Keywords: culture shock, social adjustment, Papuan students Abstrak: Papua merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia namun kualitas sumber daya di Papua masih rendah, tercatat Indeks Pembangunan Manusia di Papua tahun 2016 sebesar 57,25. Upaya untuk meningkatkan kulitas pendidikan di Papua dilakukan melalui program besiswa pendidikan, salah satunya dengan mengirim siswa SMA Papua keluar daerahnya untuk menempuh pendidikan. Pada masa ini siswa harus melakukan penyesuaian sosial. Penyesuaian sosial adalah kemampuan individu untuk berinteraksi secara sehat terhadap situasi sosial yang ada, sehingga mencapai kehidupan sosil yang menyenangkan. Dalam situasi ini, individu dapat mengalami kekagetan terhdap budaya yang baru (gegar budaya). Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiric hubungan gegar budaya dengan penyesuaian sosial siswa Papua di Magelang. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara gegar budaya dengan penyesuaian sosial. Semakin tinggi gegar budaya, semakin rendah penyesuaian sosial, dan sebaliknya. Subyek dari penelitian ini adalah siswa Papua kelas XII dan XII di Magelang. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi Product Moment dengan menggunakan program SPSS (Statistical Packages for Social Sciences) seri 23.0. Analisa data menunjukan nilai r = -0,548 dan p = 0,000 (p
Intensitas Penggunaan Pembungkus Makanan dan Minuman di Kantin Sekitar Universitas Katolik Soegijapranata Jesica Budi Priscilla; Devina Nathania Hamdoko; Debby Setyo
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 2, No 2: Maret 2020
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v2i2.2566

Abstract

The objective of this research is to find out how many packaging can be produced each day in canteens around Unika Soegijapranata (in terms of the packaging materials they use). Respondents in this study are sellers or owners of the canteens. The number of respondents in this study were 50 canteens around Unika Soegijapranata (inside and outside Unika Segijapranata). The research method is by conducting direct interviews with open-ended questions to respondents to analyze whether the canteen around Unika Soegijapranata is already green or no, then the results of the interview are processed into quantitative data. From the results it can be seen how much the number of wrappers issued by 50 canteens in 1 day. From this study it can also be concluded that there was no canteen around the university that actually implemented green pembungkus in its business with various causes (seller awareness, weak regulation, etc.). ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa banyak pembungkus yang dikeluarkan kantin di sekitar unika Seogijapranata dalam satu harinya (ditinjau dari bahan pembungkus yang digunakannya). Responden dalam penelitian ini adalah penjual atau owner dari kantin - kantin tersebut. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 50 kantin di sekitar unika (di dalam unika dan luar unika). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara secara langsung dengan pertanyaan terbuka kepada responden untuk menganalisis green atau tidaknya kantin yang berada di sekitar unika tersebut. kemudian dari hasil wawancara diolah menjadi data kuantitatif. Dari hasil dapat diketahui seberapa besar jumlah pembungkus yang dikeluarkan 50 kantin yang menjadi responden dalam 1 harinya. Dari penelitian ini pula dapat disimpulkan bahwa ternyata tidak ada kantin di sekitar unika yang benar - benar menerapkan green pembungkus dalam usahanya dengan berbagai faktor penyebabnya (kesadaran penjual, lemahnya regulasi, dan lain - lain).
Pemberdayaan Kelompok Nelayan Desa Bandengan Jepara Melalui Pengolahan Hasil Laut Mariana Kristiyanti; Siswadi Siswadi
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 1, No 1: September 2018
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v1i1.1611

Abstract

Abstract Bandengan are the village in addition to north of Jepara, where the majority people are fishermen fullfil life need to find fish in the sea .By being a fisherman, the rural communities Bandengan Jepara do not have skill other than look for fish .When fish catch up, so the sale of fish rose, but it was with increasing fish catch will not only fisher incomes are rising, but also the problems increasing fish catch not sold out.The majority of fishermen throw the catch the fish not salable sold. This is because fish decaying, although it is stored in cool box. For that the implementation team devotion the STIMART “AMNI” Semarang, an initiative to give management skills fish catch instant for products to minimize loss caused by membusuknya fish not salable sold. Some of these programs developed for fishing groups bandengan village in anticipation of the problem.Including by giving skills make “nuggets” of fish at once a method omnipresence through the online system. A special purpose is to be achieved in the community devotion this is given the faculty fishing groups to be able to offer the fish not actually sold, instant for products and marketing it through some media based on line. Keywords: fishing communities , bandengan village , process fisheries products , ready to eat products Abstrak Desa Bandengan merupakan desa yang berada di samping utara kota Jepara, dimana mayoritas penduduknya adalah nelayan yang memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mencari ikan di laut. Dengan menjadi seorang nelayan, masyarakat di desa Bandengan Jepara tidak memiliki keahlian lain selain mencari ikan. Pada saat hasil tangkapan ikan meningkat, maka hasil penjualan ikan juga meningkat, tetapi ternyata dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan maka tidak hanya pendapatan nelayan saja yang meningkat, tetapi juga adanya permasalahan mengenai meningkatnya hasil tangkapan ikan yang tidak habis terjual. Mayoritas nelayan membuang hasil tangkapan ikannya yang tidak laku terjual. Hal ini dikarenakan ikan membusuk, walaupun sudah di disimpan dalam cool box. Untuk itu tim pelaksana kegiatan Pengabdian Masyarakat STIMART ”AMNI” Semarang, berinisiatif memberikan ketrampilan pengolahan hasil tangkapan ikan menjadi produk siap saji untuk meminimalkan kerugian yang diakibatkan oleh membusuknya ikan yang tidak laku terjual. Beberapa program telah disusun untuk kelompok nelayan desa Bandengan dalam mengantisipasi permasalahannya. Diantaranya adalah dengan memberikan ketrampilan membuat ‘nugget’ dari ikan sekaligus metode pemasarannya melalui media on line system. Tujuan khusus yang ingin dicapai pada program Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan kemampuan kelompok nelayan agar mampu mengolah hasil ikan yang tidak terjual, menjadi produk siap saji dan dapat memasarkannya melalui berbagai media berbasis On Line. Kata Kunci : Kelompok Nelayan, Desa Bandengan, Pengolahan Hasil Laut, Produk Siap Saji
Analisis Jaringan Komunikasi Koalisi Partai Pemilihan Umum Presiden 2014 dan 2019 Abraham Wahyu Nugroho; Andreas Pandiangan
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 2, No 1: September 2019
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v2i1.2293

Abstract

Indonesia is a democracy country with multiparty system. This situation encourages the emergence of party coalitions to be able to compete in political contestation, especially in general elections. This research aims to describe the structure of political party coalitions and the process of forming a coalition by political elites in presidential elections in 2014 and 2019. This research uses data sources from the news clippings of Gatra Magazine, edition March 24 - June 11, 2014 and July 25 - September 5, 2018. The data was analyzed by communication network analysis (CNA) method by using UCINET software. Based on CAN method, the coalition of political parties in the presidential election in 2014 and 2019 is not solid and tend to conflicts, because the political elites prioritize more on the number of relationships than cohesiveness of coalition networks. The other finding is Jokowi becomes popular political actor who has important role to form political party networks in presidential elections in 2014. Susilo Bambang Yudhoyono still has important role in forming political party networks in presidential elections in 2019.
Fungsi dan Peran Karya Sastra dari Masa ke Masa Yosep Bambang Margono Slamet
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 1, No 1: September 2018
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v1i1.1609

Abstract

Paper ini membicarakan tentang fungsi dan peran karya sastra dalam masyarakat Indonesia dari masa ke masa. Fungsi dan peran sastra terkait erat dengan kondisi masyarakat dan pemerintahan. Dalam masyarakat Indonesia kontemporer saat ini, fungsi dan peran sastra semakin penting karena sastra bisa menjadi alat pemersatu bangsa. Melalui sastra setiap masyarakat dengan latar belakang etnis dan budaya berbeda bisa belajar memahami kelompok masyarakat lain untuk menumbuhkan empati, simpati, dan rasa menghargai.