cover
Contact Name
Agung Dwi Juniarsyah
Contact Email
juniarsyahagungdwi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsainskeolahragaan2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan)
ISSN : 24771791     EISSN : 26548860     DOI : -
Core Subject : Health,
JSKK adalah jurnal yang bergerak di bidang olahraga dan kesehatan. Dengan tujuan menjadi wadah publikasi ilmiah di bidang olahraga dan kesehatan untuk para peneliti, dan menjadi pusat informasi untuk masyarakat luas di bidang olahraga dan kesehatan. Dikelola oleh Kelompok Keilmuan Olahraga, Sekolah Farmasi ITB. Terbit setahun dua kali, pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
PENINGKATAN KETERAMPILAN GERAK DASAR (FUNDAMENTAL MOTOR SKILLS) ANAK MELALUI PENDEKATAN BERMAIN MURID TAMAN KANAKKANAK KOTA PADANG Komaini, Anton
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.021 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2017.2.2.6

Abstract

Permasalahan yang dihadapi pada penelitian ini adalah masih rendahnya keterampilan gerak dasar anak di Kota Padang Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian tahun 2017 yang menyebutkan bahwa 32,26% murid taman kanak-kanak di Padang Utara mendapat skor keterampilan gerak dasar di bawah rata-rata. permasalahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain minimnya model pembelajaran gerak dasar murid, rendahnya aktivitas bermain anak, dan minimnya sarana prasarana pengembangan gerak di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar anak melalui peningkatan aktivitas bermain anak selama di Sekolah. Jenis Penelitian ini adalah quasi eksperimen, Populasi Penelitian adalah murid TK Quwwatul Ummah, sampel diambil kesluruhan jumlah murid yaitu 25 orang murid. Data keterampilan gerak dasar anak diambil dengan menggunakan tes keterampilan gerak dasar anak. Hasil Analisis data dan pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji t dengan taraf signifikan α = 0,05, dari analisis data dapat diperoleh hasil Terdapat pengaruh pendekatan bermain terhadap kemampuan motorik kasar murid dengan perolehan Thitung 27,17>Ttabel 1,71. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan bermain dapat meningkatkan keterampilan gerak dasar anak.
KARAKTERISTIK FISIOLOGI PEMAIN FUTSAL PROFESIONAL DALAM DUA PERTANDINGAN BERTURUT-TURUT Juniarsyah, Agung Dwi; Apriantono, Tommy; Adnyana, I Ketut
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.568 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2017.2.2.1

Abstract

Futsal sangat diminati oleh berbagai kalangan di zaman ini. Banyak orang memainkan olahraga ini untuk prestasi maupun rekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisiologi diantaranya denyut jantung, kadar asam laktat, pengeluaran energi, dan jumlah langkah para pemain futsal profesional dalam dua pertandingan berturut-turut. Sebanyak 8 pemain futsal profesional yang berasal dari salah satu klub futsal di Indonesia (22,50±0,25 tahun, 61,90±1,66 kg, 171±6,14 cm, 13,81±2,92 % lemak) dengan rata-rata pengalaman bermain 3 tahun, berpartisipasi dalam penelitian. Para pemain bertanding dua kali dalam dua hari. Pengambilan data antropometri dan VO2 max (di luar pertandingan) serta pemantauan denyut jantung, kadar asam laktat, pengeluaran energi, dan jumlah langkah. Pengukuran VO2 max menggunakan bleep test. Denyut jantung dan pengeluaran energi menggunakan polar RC3 GPS. Kadar asam laktat menggunakan accutrend plus portable Jumlah langkah menggunakan step pedometer. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata VO2 max pemain profesional 53,96±4,25 ml/kg/min. Rata-rata denyut jantung pemain profesional pada pertandingan hari pertama 167±4 denyut per menit dan hari kedua 166±5 denyut per menit. Kadar asam laktat sesudah pertandingan hari pertama 6,50±2,38 mmol/L dan hari kedua 6,30±2,60 mmol/L, pengeluaran energi hari pertama 500±81,01 kkal dan hari kedua 505±66,69 kkal, serta jumlah langkah hari pertama 3839±705,48 kali dan hari kedua 3620±579,77 kali. Dari hasil penelitian tersebut tidak terdapat perbedaan signifikan. Maka pertandingan futsal termasuk dalam aktivitas yang sangat berat, bagi pemain profesional pertandingan yang dilaksanakan secara berturut-turut tidak berpengaruh besar, akan tetapi membutuhkan kebugaran fisik yang sangat baik agar tidak terjadi kelelahan yang berlebih.
PENGGUNAAN TES LAPANGAN 1,6 KM METODA ROCKPORT UNTUK PENGUKURAN KEBUGARAN JANTUNG-PARU DENGAN BAKU EMAS TREADMILL METODA BRUCE Budiman, Iwan; Aprijana, Ijan; Iskandar, Dody
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.157 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2017.2.2.2

Abstract

Kebugaran jantung paru merupakan komponen kebugaran jasmani utama yang menunjang aktivitas fisik harian. Dalam pengukuran kebugaran jantung paru sebagai baku emasnya adalah treadmill diagnostik yang menggunakan Tes Treadmill metoda Bruce (tes Bruce). Di Indonesia belum semua pusat kebugaran menggunakan tes Bruce dalam mengukur kebugaran. Hal tersebut oleh karena mahalnya biaya operasional dan tenaga yang kompeten dalam melaksanakannya. Oleh karena itu diperlukan tes lain yang lebih efisien sehingga masyarakat awampun dapat mengukur tingkat kebugaran jasmani, diantaranya tes lapangan metoda Rockport. Tes Rockport merupakan tes jalan dan atau lari sepanjang 1,6 Km tanpa berhenti.Tes Rockport sudah disosialisasikan Kementerian Kesehatan ke Puskesmas- Puskesmas dan digunakan dalam mengukur kebugaran jantung paru, namun sampai saat ini belum diketahui validitas dari tes tersebut. Subjek penelitian adalah mahasiswa Ilmu Keolahragaan UPI Bandung usia 18 – 25 tahun sebanyak 110 orang. Survey analitik digunakan untuk validasi VO2 Max hasil tes rockport terhadap VO2 Max hasil tes bruce. Validitas data diukur dengan koefisien korelasi Pearson. Reliabilitas diukur dengan metode Alpha Cronbach (agreement) yaitu : Bland Altman Plot serta menghitung persamaan regresi. Dari hasil penelitian ini didapatkan rata – rata VO2 Max tes Rockport sebesar 44.94 ml/kg bb/menit dan rata – rata VO2 Max tes Bruce 56.18 ml/kg bb/menit, didapatkan hasil koefisien validitas = 0.694 (p < 0.01), yang artinya tes Rockport valid terhadap tes Bruce sebagai baku emas. Sedangkan koefisien reliabilitas = 0.795, tes Rockport reliabel, yang artinya tes Rockport ini mantap, yaitu diulang berapa kalipun hasilnya tetap sama. Begitu juga untuk mengetahui agreement kedua tes Rockport dan Tes Bruce menggunakan Bland Altman Plot didapatkan hanya ada 3 data atau 2.7% yang berada di atas 95% Limit Of Agreement (LOA). Hubungan antara tes Rockport dan tes Bruce didapatkan persamaan garis regresi Bruce = 13.247 + 0.955 Rockport. Kekuatan hubungan Bruce-Rockport dinyatakan dengan koefisien korelasi r Pearson = 0.694 (p < 0.01). Kekuatan hubungan ini sedang ke arah kuat (g) Dengan persamaan regresi ini , maka VO2 Max yang diukur dengan tes Rockport dapat dihasilkan VO2 Max seperti diukur langsung dengan tes Bruce. Kesimpulan : (a) Rata-rata VO2 Max yang diukur dengan metode Rockport adalah 44.94 ml/kg bb/menit dengan kriteria Baik. (b) Rata-rata nilai kebugaran yang diukur dengan metode Bruce adalah 56.18 ml/kg bb/menit dengan kriteria Baik, (c) Data Rockport valid terhadap data Bruce dan pengukuran dengan Rockport “Agree” terhadap Bruce (d) Data Rockport valid terhadap data Bruce dan Tes Rockport reliabel(e) Bruce dan Rockport berhubungan dengan bentuk hubungan persamaan garis regresi linier sederhana , yaitu : Bruce = 13.247 + 0.955 Rockport, (f) Kekuatan hubungan Bruce-Rockport dinyatakan dengan koefisien korelasi r Pearson = 0.694 (p < 0.01). Kekuatan hubungan ini Sedang ke arah Kuat. (g) VO2 Max yang diukur dengan tes Rockport dapat dihasilkan VO2 maks seperti diukur langsung dengan Tes Bruce.
PENGARUH ZUMBA TERHADAP VO2MAX, INDEKS MASSA TUBUH, DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH Hasan, Muhamad Fahmi; Ramania, Nia Sri; Bahri, Samsul
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.318 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2017.2.2.3

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang diberikan oleh zumba terhadap VO2max, Indeks Massa Tubuh, dan Persentase Lemak Tubuh. Populasi dalam penelitian ini adalah member aktif S Fitness Center Bandung, dengan total sampel 10 untuk kelompok zumba. Desain penelitian menggunakan One Group Prestest-Postest Design. Satu kelompok menggunakan eksperimen latihan zumba, penelitian dilakukan selama 12 minggu, dengan tiga kali latihan dalam seminggu. Data yang diolah pada penelitian ini adalah data pre-test dan post-test untuk mengetahui seberapa besar peningkatan dari program penelitian yang telah dilaksanakan. Dari data yang telah diolah menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan terhadap VO2max (p < 0.05), untuk indeks massa tubuh pun terjadi penurunan yang signifikan (p < 0.05), dan terjadi penurunan juga pada persentase lemak tubuh (p < 0.05). Penulis menyimpulkan bahwa zumba dapat dijadikan metode latihan inti maupun selingan untuk meningkatkan VO2max, dan memperbaiki Indeks Massa Tubuh serta Persentase Lemak Tubuh.
GAYA MENGAJAR, KETERAMPILAN MOTORIK DAN HASIL BELAJAR LARI CEPAT Sobarna, Akhmad
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.594 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2017.2.2.4

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari efektivitas gaya mengajar terhadap hasil belajar keterampilan lari cepat dilihat dari keterampilan motorik Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain treatment faktorial 2x3. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa sekolah STKIP Pasundan Cimahi tingkat I yang yang berjumlah 12 kelas, terdiri atas 360 orang. Sampel dipilih secara random menggunakan teknik simple random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 orang mahasiswa STKIP Pasundan Cimahi tingkat I. Penelitian dilakukan selama 16 kali pertemuan yang dilakukan tiga kali satu minggu. Instrumen penelitian menggunakan tes kecepatan lari cepat dan rubrik penampilan lari cepat. Analisis data yang digunakan adalah uji independent t test. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan keterampilan lari cepat antara gaya mengajar inklusi, latihan dan resiprokal secara keseluruhan, (2) Terdapat perbedaan keterampilan lari cepat antara kemampuan motorik tinggi dan kemampuan motorik rendah secara keseluruhan, (3) Terdapat interaksi antara gaya mengajar dan kemampuan motorik terhadap keterampilan lari cepat secara keseluruhan.
PERBANDINGAN METODE CPET (CARDIO PULMONARY EXERCISING TEST) DENGAN METODE TES LARI COOPER 2400 METER DALAM PENGUKURAN VO2MAX Robianto, Agung; Apriantono, Tommy; Kusnaedi, Kusnaedi
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.385 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2017.2.2.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara metode tes laboratorium menggunakan CPET(Cardio Pulmonary Exercising Test) dengan metode tes lapangan menggunakan tes lari cooper 2400 meter. Subjek adalah 14 orang laki-laki sehat usia (20 ± 1,24) dengan tingkat aktifitas fisik aktif. Subjek melakukan tes pengukuran VO2max metode tes laboratorium menggunakan CPET dan metode tes lapangan menggunakan tes lari cooper 2400 meter dengan interval antar tes minimal dua hari. Setiap pelaksanaan tes dilakukan pengukuran nilai VO2max, kadar asam laktat darah, denyut jantung maksimal, kalori, dan rating of perceived exertion (RPE). Nilai VO2max, denyut jantung maksimal, kadar asam laktat darah, dan nilai RPE yang dihasilkan tes lari cooper 2400 metertidak memiliki perbedaan yang siginifikan dengan tes laboratorium.

Page 1 of 1 | Total Record : 6