cover
Contact Name
Agung Dwi Juniarsyah
Contact Email
juniarsyahagungdwi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsainskeolahragaan2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan)
ISSN : 24771791     EISSN : 26548860     DOI : -
Core Subject : Health,
JSKK adalah jurnal yang bergerak di bidang olahraga dan kesehatan. Dengan tujuan menjadi wadah publikasi ilmiah di bidang olahraga dan kesehatan untuk para peneliti, dan menjadi pusat informasi untuk masyarakat luas di bidang olahraga dan kesehatan. Dikelola oleh Kelompok Keilmuan Olahraga, Sekolah Farmasi ITB. Terbit setahun dua kali, pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2021)" : 10 Documents clear
Evaluasi Penggunaan Produk Suplemen Pada Atlet Taekwondo Jawa Barat Geraldi Novian
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.9

Abstract

Produk suplemen sudah menjadi hal yang lazim digunakan oleh para atlet untuk membantu performa olahraga. Namun sayangnya, tidak semua atlet memiliki pengetahuan yang baik tentang penggunaan produk suplemen. Bahkan, tidak sedikit juga atlet yang cenderung salah kaprah akan penggunaan supplement products. Hal ini akan sangat mengkhawatirkan jika terus menerus dibiarkan karena akan berpengaruh pada performa olahraga atlet itu sendiri. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan dan pengetahuan tentang produk suplemen pada atlet taekwondo (TKD). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan memberikan kuesioner kepada sampel sebanyak satu kali. Sampel dalam penelitian ini adalah 18 atlet taekwondo provinsi Jawa Barat yang diambil menggunakan teknik total sampling dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% atlet putra dan putri menggunakan produk suplemen. Jenis produk suplemen yang digunakan sampel adalah protein powder (90%), creatine (10%) untuk atlet putra, sedangkan protein powder (75%), vitamin (12.5%), dan mineral (12.5%) untuk atlet putri. Diketahui bahwa informasi terkait supplement products pada atlet putra 100% diperoleh dari pelatih dan pada atlet putri 62.5% diperoleh dari pelatih, 12.5% diperoleh dari pharmacist dan 25% diperoleh dari yang lain. Alasan terbesar atlet putra (70%) dan putri (50%) menggunakan produk suplemen adalah untuk meninggkatkan performa olahraganya, alasan lainnya adalah untuk membentuk tubuh (30%) atlet putra dan (25%) atlet putri dan meningkatkan imunitas tubuh (25%) atlet putri. Penggunaan produk suplemen pada atlet TKD memiliki tujuan yang baik, namun sangat disayangkan mayoritas atlet belum memiliki pengetahuan yang baik terkait penggunaan produk suplemen. Maka dari itu, penting bagi atlet memiliki pengetahuan yang baik terkait penggunaan produk suplemen dan juga melakukan evaluasi secara berkala agar tujuan penggunaan bisa tercapai lebih maksimal.
Penurunan Indeks Massa Tubuh: Latihan Continous Run Pada Atlet Judo Kota Bogor Ira Purnamasari
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.7

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan continous run terhadap penurunan indeks massa tubuh atlet judo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan One Grup Pre-Tes Post-Tes Design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes awal/pre-tes kepada satu kelompok yang disebut kelompok eksperimen. Kemudian diberikan perlakuan/treatment dengan metode latihan continous run. Teknik pengolahan data menggunakan dua cara yaitu uji deskriptif dan uji T Paired Sample. Penelitian dilakukan selama 6 minggu. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa latihan continous run memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan indeks massa tubuh atlet judo kota Bogor . Jadi dapat disimpulkan bahwa metode latihan continous run memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan indeks massa tubuh atlet judo kota Bogor.
DETRAINING PADA PEMAIN SEPAK BOLA PASCA TURNAMEN Santika Rentika Hadi; Yandika Fefrian Rosmi; Riga Mardhika
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecepatan lari pemain Sepak Bola selama latihan menghadapi turnamen Piala Menpora tahun 2019 dan melihat kondisi setelah periode detraining pasca turnamen. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, menggunakan pendekatan Observational methods. Subjek penelitian adalah pemain PS UNIPA Surabaya yang tergabung dalam team inti untuk mengikuti turnamen Piala Menpora yang berjumlah 18 pemain. Data yang diperoleh diolah melalui analisis data kuantitatif dengan bantuan program spss, dan analisis persentasi dari hasil observasi pemain sepak bola. Data yang diperoleh berupa data kecepatan berlari dengan jarak tempuh 50 meter pada pretest (5,7322±0,43042) dan posttest (5,5933±0,43042) diolah melalui uji t dengan hasil p<0,05 (0,001<0,005). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara rata-rata pretest dengan posttest, bila membandingkan mean, dapat terlihat adanya peningkatan kecepatan pemain PS UNIPA Surabaya. Data berikutnya adalah data posttest setelah periode detraining (5,6906±0,42926). Bila dibandingkan dengan posttest setelah periode latihan dengan diolah melalui uji t diperoleh hasil p<0,05 (0,005<0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara rata-rata pretest dengan posttest, bila membandingkan mean, dapat terlihat adanya penurunan kembali kecepatan pemain sepak bola setelah periode detraining. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1). Ada peningkatan kecepatan pemain sepak bola dalam mempersiapkan Turnamen antar Mahasiswa Piala Menpora Tahun 2018 di Bandung; 2) Terjadi penurunan kecepatan pemain sepak bola setelah periode detraining pasca Turnamen antar Mahasiswa Piala Menpora Tahun 2018 di Bandung; 3). Penurunan performa dan kecepatan pemain sepak bola setelah periode detraining pasca Turnamen Antar Mahasiswa Piala Menpora di Bandung Tahun 2018-2019 tidak sampai kembali pada kondisi awal sebelum latihan persiapan.
ANALISIS KADAR HEPCIDIN PADA OBESITAS DAN NON OBESITAS SENTRAL Ida Mawadda Rasyid
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.8

Abstract

Obesitas telah menjadi permasalahan dunia bahkan World Health Organization (WHO) mendeklarasikan obesitas sebagai masalah epidemik. Obesitas sentral adalah penumpukan lemak dalam tubuh bagian perut yang dapat diukur dengan menggunakan indikator Lingkar Pinggang (LP). Salah satu dampak yang dapat terjadi akibat obesitas sentral adalah penurunan kadar besi dalam tubuh. Hepcidin merupakan pengatur utama homeostasis zat besi secara sistemik. Tujuan penelitian untuk menganalisis kadar hepcidin pada obesitas sentral dan non obesitas sentral. Telah dilakukan penelitian dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek merupakan laki-laki dan perempuan usia ≥18–40 tahun dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari kadar hepcidin kelompok obesitas sentral dan non obesitas sentral (p=0,142). Hasil uji korelasi Sperman menunjukkan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara LP dengan hepcidin (r=0,076, p=0,643). Kesimpulan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar hepcidin antara subjek obesitas sentral dibandingkan dengan subjek non obesitas sentral dan tidak terdapat korelasi bermakna antara LP dengan kadar hepcidin pada subjek dengan obesitas sentral.
Aktivitas Fisik Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Selama Bulan Ramadhan Nugroho Agung Supriyanto; Abdul Azis
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.2

Abstract

The month of Ramadan is a month that requires Muslims to fasting from the sunrise until the sun sets. The month of Ramadan changes the pattern of physical activities. The aim of this study was to determine the level physical activity of STKIP PGRI Sumenep students during the month of Ramadan. This study uses a descriptive quantitative with the percentage method (%). The research subjects were 97 students. The results showed that 53 students (54.64%) were at the light level, 38 students (39.18%) were at the moderate level and 6 students were at the vigorous level (6.19%). Most students are at the light level because students also increase their level of worship during the month of Ramadan.
EFFECT OF SWEET POTATOES (Ipomoea batatas (L.)) CONSUMPTION ON REDUCING LACTIC ACID LEVELS IN RUGBY ATHLETS: SWEET POTATOES (Ipomoea batatas (L.)) Rini Syafriani; Yufiany Ayustin; Samsul Bahri; Nia Sri Ramania; Bagus Winata
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.3

Abstract

Dalam ubi terdapat beberapa kandungan Polyphenols yang dapat bermanfaat bagi sistem metabolisme tubuh. Oleh karena itu, tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas konsumsi ubi pada penurunan asam laktat atlet rugby. Total 30 peserta dibagi ke dalam 3 group, yaitu: Group 1 berisikan (n = 10) yang mengonsumsi ubi cilembu, Group 2 berisikan (n = 10) yang mengonsumsi roti tawar, dan Group 3 (n = 10) yang mengonsumsi hanya air mineral saja. Seluruh peserta melakukan pengukuran anthropometry sebelum melakukan pengujian. Pengukuran Pre-test dan Post-test meliputi pengukuran asam laktat sebelum dan sesudah pertandingan rugby. Seluruh atlet diwajibkan untuk mengonsumsi sesuai dengan tugas yang diberikan oleh setiap group selama 7 hari lamanya. Hasil statistik menunjukkan bahwa hanya pada group 1 (konsumsi ubi cilembu) yang memiliki penurunan asam laktat yang signifikan antara pre-test dan post-test (p = 0.04), Sedangkan tidak ada perbedaan signifikan pada group 2 (p = 0.07) dan group 3 (p = 0.08) pada laktat setelah pertandingan. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi ubi Ipomoea batatas (L.) Lam yang berasal dari cilembu, dapat menurunkan kadar asam laktat setelah selesai bertanding lebih cepat dibandingkan dengan konsumsi roti tawar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP PENGUASAAN TEKNIK DASAR RENANG GAYA DADA Yayan Wardiyanto
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.4

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di lapangan terdapat fakta bahwa dalam proses pembelajaran khususnya materi renang gaya dada, sebagian siswa terlihat kurang aktif, takut dengan air dan takut tidak bisa melakukannya sementara siswa yang lainnya bisa mengikuti pembelajaran, sehingga perlu ada solusi untuk menerapkan model pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi belajar sehingga tercapainya peningkatan penguasaan teknik dasar renang gaya dada. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TGFU terhadap penguasaan teknik dasar renang gaya dada. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk One Group Pretest Posttest Design. Populasi 110 siswa kelas VIII A, B dan C SMP Sindangjawa Kabupaten Cirebon. Sampel 17 siswa putra dengan teknik pengambilan sampel random yang homogen. Hasil Penelitian pada Pretest diperoleh rata-rata untuk kelompok eksperimen yaitu 51,87, Posttest diperoleh rata-rata untuk kelompok eksperimen yaitu 37,28 dan hasil latihan diperoleh rata-rata 14,59. Teknik analisis data dengan menggunakan uji hipotesis melalui uji signifikansi dengan hasil bahwa t hitung lebih besar dari pada t tabel dimana t hitung > t tabel = 27,528 > 2,583. Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran TGFU memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penguasaan teknik dasar renang gaya dada.Kata kunci: model
Effects of The Covid-19 Pandemic on Physical Activity, Diet, and Psychology in The First Year of Studying at ITB: Covid-19 Nia Rahmania; Rini Syafriani; Raisa Ganeswara
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.1

Abstract

Aktivitas fisik, pola makan, dan faktor psikologi terpengaruh dalam situasi pandemik Covid-19 ini. tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran data melalui kuesioner terkait efek pandemik pada mahasiswa tahun pertama belajar, yang terfokuskan pada tiga variable yaitu aktivitas fisik, pola makan, dan psikologi. Pada penelitian deskriptif kuantitatif ini, melibatkan (n = 776) mahasiswa-mahasiswi tahun pertama yang belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang terdiri dari putra (n = 357), dan putri (n = 419). Seluruh peserta diwajibkan untuk mengisi kuesioner tentang aktivitas fisik mengacu pada physical activity International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF), pola makan selama masa pandemik mengacu pada Short Diet Behaviours Questionnaire for Lockdowns (SDBQL), dan untuk psikolgy pada masa pandemik mengacu pada Short Mood and Feelings Questionnaire (SMFQ). Pada aktivitas fisik, mahasiswa-mahasiswi menjawab 57% melakukannya kurang dari dua kali per-minggu. Pada pola makan, 58.2% mahasiswa-mahasiswi mengatakan bahwa mereka menyadari akan meningkatnya jumlah konsumsi makanan, dan 82.7% daripada mereka mengetahui bahwa mereka mengkonsumsi makan-makanan ringan yang dinilai rendah akan nilai gizinya. Pada psikologi, 56.2% mahasiswa-mahasiswi mengalami ketakutan dan kekhawatiran dalam masa pandemik ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya angka melakukan aktivitas fisik, terdapat perubahan pola makan selama masa pandemik ini, dan tingginya level kecemasan akan pandemik Covid-19 pada mahasiswa-mahasiswi Tahap Persiapan Bersama ITB.
Potensi Ketergantungan Mahasiswa Terhadap Konsumsi Minuman Berenergi Kusnandar Anggadiredja; Triantri Kartika Putri; Sophi Damayanti
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.6

Abstract

Minuman berenergi merupakan suplemen makanan yang terdiri dari multivitamin, makronutrien, taurin, kafein dengan tambahan herbal seperti ginseng dan jahe dengan bentuk sediaan cairan dalam kemasan botol, serbuk dan tablet yang dilarutkan menjadi minuman, yang dalam setiap kemasannya mengandung energi minimal 100 kkal. Penggunaannya adalah untuk menambah tenaga, stimulasi metabolisme, memelihara kesehatan dan stamina, yang diminum saat bekerja keras atau setelah olahraga. Konsumsi minuman berenergi meningkat sejak merk minuman berenergi terkenal mulai diperdagangkan tahun 1997. Penelitian di Amerika menunjukkan, 51% mahasiswa dari 496 mahasiswa yang diteliti mengonsumsi minuman berenergi lebih dari satu kali dalam sebulan. Dilihat dari kepopuleran minuman berenergi pada mahasiswa, diperlukan adanya ukuran untuk menilai potensi ketergantungannya. Penelitian ini bertujuan mempelajari mengenai potensi ketergantungan mahasiswa terhadap minuman berenergi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengumpulan data berdasarkan pengisian kuesioner yang diisi oleh responden pada Maret 2017 sampai Juli 2017. Data dianalisis dan untuk memperoleh informasi derajat ketergantungan tiap responden menggunakan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder V (DSM V). Jumlah total responden adalah 184 responden. Hasil menunjukkan 58% responden adalah perempuan dan 42% responden adalah laki-laki. Dari 6 merk minuman berenergi, merk E adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi. Dua puluh tujuh persen responden mengonsumsi minuman berenergi satu kali dalam sebulan. Berdasarkan kriteria DSM V, 53% responden tidak mengalami ketergantungan, 30% mengalami ketergantungan ringan, 10% mengalami ketergantungan sedang dan 7% mengalami ketergantungan berat. Walaupun lebih dari setengah jumlah responden tidak mengalami ketergantungan, namun ketergantungan minuman berenergi pada mahasiswa tetap harus diperhatikan karena terdapat 47% potensi ketergantungan minuman berenergi pada mahasiswa yang diteliti.
Understanding of Injuries to Coaches in KONI, Serang City, Banten Province: Pemahaman Cedera Para Pelatih Dan Pegiat Olahraga Di Lingkup KONI Kota Serang Provinsi Banten Ida Zubaida; Sendy Mohamad Anugrah
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2021.6.1.10

Abstract

Cedera merupakan penghalang serius bagi seorang atlet dan/atau tim dalam upaya dan tujuannya meraih hasil yang optimal. Resiko cedera yang terjadi pada atlet bisa dikurangi dengan penerapan strategi pencegahan yang tepat. Namun, kurangnya peran pelatih dari strategi ini telah diidentifikasi sebagai penghalang substansial untuk pencegahan cedera. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman cedera para pelatih dan pegiat olahraga di lingkup KONI Kota Serang Provinsi Banten. Populasi dari penelitian ini adalah pegiat dan pelatih di lingkup KONI Kota Serang. Metode penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para pelatih di lingkup KONI Kota Serang merupakan lulusan SMA sebanyak 68%, 75% tidak memiliki lisensi pelatih, dan minim pelatihan cedera. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemahaman dan keterampilan pelatih kurang mengenai cedera. Hal ini harus menjadi perhatian khusus intansi terkait agar seminar mengenai cedera harus sering diadakan di lingkup KONI Kota Serang agar para pelatih lebih memahami tentang cedera sehingga nantinya atlet bisa terhindar dari resiko cedera.

Page 1 of 1 | Total Record : 10