cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 01 (2016): July" : 5 Documents clear
STRUKTUR MIKRO BAHAN PROPELLER DARI KOMPOSIT ALUMINIUM 6061-ALUMINIUM OXIDE DENGAN METODE SQUEEZE CASTING Santoso, Edi; Faizin Aswanto, Muhammad; Rigi Santoso, Achmad
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 01 (2016): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.69 KB) | DOI: 10.12345/jm.v2i01.2692

Abstract

The composite is a combination of two or more materials that form a bond, in which eachmaterial has different elements and forms a new material. One way to improve themechanical properties of composite materials is by heat treatment T6 consisting of threestages: 1. Solution treatment, 2. Quenching, 3. Artificial aging. The purpose of this study isas a comparison between the influence of type variations and temperature of cooling mediato the change of shape, dimensions, distribution of hardness and microstructure after andbefore T6 process of composite material aluminum 6061-aluminum oxide by squeeze castingmethod. In the process of T6 is done solution heat treatment at temperature 530℃ for 2 hoursand aging at temperature 180 ℃ for 2 hours. Specimen 9 with variations of coolant mediatype (water, brine, and oil SAE 40) and variations of coolant media temperature (roomtemperature, 70℃, dan 110℃). From the result of measurement and testing conducted showthat, changes in shape and dimensions are irregular due to non-uniform cooling rates. Thevalue of hardness increases after the heat treatment process and the value of hardness thatexist in the variation of the type and temperature of irregular cooling media, because it isinfluenced by the internal condition of the material. XRD microstructure testing showed thatall specimens in the compound candidate (Al, MgO, Si, and O) had a percentage value andthe compound formed differently. But the MgO compound affects changes in shape anddimension, If the value of MgO percentage is low then the change of shape and dimensionhas the biggest difference value. While the MgO is high then the change of shape anddimension has the smallest difference value
ANALISA PENGARUH VARIASI JENIS MATERIAL PROPELLER DAN JARAK PROPELLER DI DALAM AIR TEHADAP PERFORMANSI MESIN MOTOR PERAHU NELAYAN Martini, Ninik; Hendra, Alfedo; Pasha, Crysna; Alfian, Itmi
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 01 (2016): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.558 KB) | DOI: 10.12345/jm.v2i01.2688

Abstract

Perkembangan industri komponen alat transportasi di dalam negeri semakin marak. Hal itumendorong permintaan akan jenis komponen yang beragam juga semakin tinggi sehinggamembuka peluang yang tidak kecil bagi para pelaku industri terutama industri otomotif dantransportasi senantiasa berupaya meningkatkan produktifitas dan efisiensi guna mendukungdan mencapai pertumbuhan yang dipersyaratkan. Kegiatan penelitian kali ini difokuskan padaanalisa performansi mesin perahu nelayan menggunaan propeller yang terbuat dari bahankomposit matrik logam berbasis Al-abu dasar batubara, aluminium, dan stainless steel. Denganvariable jarak propeller tehadap permukaan air. Langkah – langkah dalam penelitian inimeliputi studi literature, studi lapangan, persiapan alat dan bahan, pengujian, analisa data, danpengambilan kesimpulan. Variasi yang dilakukan adalah menggunakan propeller yang terbuatdari material komposit matrik logam berbasis Al-abudasar batu bara, aluminium, dan stainlessstell dengan kondisi tidak dimasukan ke dalam air, 50cm di bawah permukaan air, dan 80cmdi bawah permukaan air. Sedangkan untuk mesin motornya adalah motor bensin 4 langkahdengan nomor mesin 7DH2-3000378. Hasil dari pengujian ini dengan menggunakan propellerkomposit dapat lebih meningkatkan efisiensi panas ƞth. Hal ini dapat dilihat melaluipeningkatan parameter-parameter yang dihasilkan dari pengujian ketiga jenis materialpropeller tersebut. Peningkatan efisiensi panas mesin terbesar terjadi pada putaran mesin 2500rpm pada propeller aluminium berada di dalam air sedalam 50cm yaitu sebesar 78%, konsumsibahan bakar spesifik Sfc sebesar 0,076 dalam waktu 40,9 detik.
ANALISA PENGARUH KEDALAMAN POTONG DAN KECEPATAN POTONG TERHADAP KERATAAN PERMUKAAN BAJA AISI 1045PADA MESIN MILLING CNC Mufti, Mohammad; Zulfi, Aqly
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 01 (2016): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.72 KB) | DOI: 10.12345/jm.v2i01.2689

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecepatan potong yaitu 70 m/ min 89m/ min 103 m/ min, dengan kedalaman potong 0,1 0,2 0,3 mm terhadap tingkat kerataanpermukaan benda kerja baja AISI 1045 pada mesin milling CNC. Untuk Proses permesinanmilling cnc di lakukan di smkn 5 dan pengujian kekasarannya dilakukan di blk Surabaya danalat ukur yang digunakan surface teaster oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untukmengetahui tingkat kekasaran permukaan hasil permesinan milling terhadap pengaruh variasikecepatan pemotongan dan kedalaman pemotongan untuk medapatkan hasil yang terbaik. Danberdasarkan hasil penelitian yang didapatkan pada proses pengujian kerataan tersebut didapatkenaikan kecepatan potong dengan kedalaman potong yang sama dapat menghasilkan kerataanterhalus
STUDI EKSPERIMENTAL PROSES PIROLISIS LIMBAH SISA PRODUKSI SANDAL DITINJAU TERHADAP LAJU PANAS DAN WAKTU Sumadhijono, Pramoda Agung; Junianto, Junianto
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 01 (2016): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.567 KB) | DOI: 10.12345/jm.v2i01.2690

Abstract

Limbah sandal spon dari industri rumah tangga mempunyai potensi untuk dikembangkanmenjadi sumber energi alternatif terbarukan melalui proses pirolisis. Namun demikian,pemahaman mengenai karakteristik termal proses pirolisis dari limbah ini masih belum banyakdiketahui. Dalam penelitian ini, dilakukan analisa temperatur dan waktu dari komponenkomponentunggal limbah sisa produnsi sandal yaitu berupa bahan karet busa (spons)Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh laju panas dan waktu terhadap massalimbah sandal yang terurai serta menghitung rendemen dari produk yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen sangat dipengaruhi oleh waktu dan suhupirolisis. Semakin lama waktu proses, maka hasil dari karbon arang akan semakin menurun.Tetapi jika waktu pirolisis cepat maka bahan tidak terproses secara sempurna. Begitu juga padavariasi suhu, semakin tinggi suhu yang digunakan maka semakin kecil pula rendemennya.Tetapi karbon arang akan menjadi abu jika suhu telah mencapai lebih dari 275°C. Sedangkanpada suhu 225° sudah terdapat karbon tapi masih banyak bahan dalam bentuk cairan. Atasdasar besarnya rendemen yang terjadi, maka proses pirolisis limbah sisa produksi sandal harusada pada suhu dan waktu yang tepat. Sehingga dapat menghasilkan karbon arang sesuai denganyang diinginkan. Rendemen karbon arang yang dihasilkan dari eksperimen ini adalah antara29,2 % - 48% dengan hasil rata-rata 40,16%.
ANALISA STRUKTUR MIKRO TERHADAP PADUAN AL-CU HYPEREUTEKTIK Ismail, Ismail; Surya Wijaya, Adhi
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 01 (2016): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.278 KB) | DOI: 10.12345/jm.v2i01.2691

Abstract

The cooling rate of the material with a permanent mold of its cooling rate begins on the mold walltowards theinner or middle of the mold. This study analyzes the temperature of casting and moldtemperature which must have an effect on the existing structure of the material. Hyperutectic aluminumalloys are aluminum and copper alloys with eutectic phases which have the advantage of melting andpouring (especially around the eutectic region) at 548 ° C. The foundry used is gravity casting usingpermanent mold that is easy to dismantle. Starting from the process of composition of Aluminum andCooper according to Cu eutectic point of 32.7%, here Cooper composition is more dominant than Al-Cu hypoeutectic composition. Pouring temperature 600 ° C, 650 ° C, and 700 ° C as the first variationwhile room temperature temperature temperature, 100 ° C, and 200 ° C as the second variation. At thetime of the process the specimen cut is divided into A, B, and A '' codes. The influence of the pouringtemperature and the temperature of the mold affects the microstructure formed. The higher the pouringtemperature, the more clearly visible the structure, is clearly visible at the pouring temperature of 700° C while the smaller the mold temperature the rougher the structure, the more outward the direction ofthe structure, and it can be said that a dendrite is formed. Codefication B can be called the core or themidpoint of the mold is the furthest point from the cooling rate process, the structure contained in theB-code is clear, bold and coincident.

Page 1 of 1 | Total Record : 5