cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 02 (2017): December" : 5 Documents clear
PERANCANGAN PERANGKAT MONITORING KETINGGIAN AIR TANDON SKALA RUMAH BERBASIS SENSOR ULTRASONIK MELALUI INDIKATOR LAMPU, ALARM, DAN LCD Mastuki, Mastuki; Santoso, Santoso
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 02 (2017): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v3i02.1468

Abstract

Penelitian perancangan perangkat monitoring ketinggian air tendon rumah tangga berbasis sensor ultrasonik melalui indokator lampu, alarm, dan LCD telah mulai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu sistem untuk mendeteksi atau memonitoring ketinggian air dalam tandon rumah tangga dengan sensor ultrasonik dan membuat suatu sistem untuk memberikan informasi atau peringgatan dini apabila air pada tandon sudah mulai habis dan sudah akan penuh. Komponen-komponen yang perlu disiapkan adalah mikrokontroler atmega 16, sensor ultrasonik, LCD, relay, buzzer, kabel USB dan jumper, lampu, dan beberapa elemen pendukung lainnya. Dari analisa hasil, disimpulkan bahwa alat detektor ketinggian air tandon bekerja dengan baik dan dapat dirancang dengan mikrokontroller ATMega 328 sebagai kontrolernya dan sensor ultrasonik sebagai detektor ketinggian air tandon serta lampu dan alarm sebagai indikator ketinggian. Alat detektor masih skala lab dan masih dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan dan sebagai sistem otomasi dari pompa dengan menyelaraskan pada indikator lampu.Kata kunci: sensor ultrasonik, mikrokontroller, ketinggian air tendon.
PENGARUH SALINITAS AIR LAUT TERHADAP LAJU KOROSI BETON BERTULANG DENGAN METODE ICCP Kusminah, Imah Luluk; Adziimaa, Ahmad Fauzan
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 02 (2017): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v3i02.1469

Abstract

Beton bertulang adalah material komposit yang terdiri dari beton dan baja tulangan yang diaplikasikan pada bangunan dan struktur jembatan. Berdasarkan kegunaannya, beton bertulang terletak pada media yang sangat korosif yaitu di air laut, karena pH, suhu, dan salinitas. Salinitas air laut berkisar antara 32 - 37 0/00. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh salinitas air laut terhadap laju korosi beton bertulang dengan metode ICCP. Penelitian ini dibagi menjadi tiga kondisi lingkungan dengan 3,2%, 3,4%, dan 3,6% NaCl, menggunakan elektroda referensi Cu / CuSO4 dengan standar potensial proteksi -350 mV (ASTM C 876-91) dan stainless steel 304 sebagai anoda. Laju korosi pada 3,2% NaCl adalah 5,2 mpy, laju korosi 3,4% NaCl adalah 6,8 mpy, dan laju korosi pada 3,4% NaCl adalah 17,9 mpy. Berdasarkan uji weight loss dan tabel perbandingan mpy dengan tingkat korosi metrik setara (NACE International, 2002) tingkat korosi pada tiga kondisi salinitas termasuk tingkat yang baik dengan kisaran antara 5-20 mpy.Kata kunci: Laju Korosi, Beton Bertulang, ICCP, Salinitas, Stainless Steel 304.
ANALISA PENGARUH KEDALAMAN POTONG DAN KECEPATAN POTONG TERHADAP KERATAAN PERMUKAAN BAJA AISI 1045 PADA MESIN BUBUT CNC Sulistyono, Djoko; Anif, Muhammad Nur
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 02 (2017): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v3i02.1470

Abstract

One of the components or parts that are required to have a low surface roughness, namely the shaft. Thus in line with these developments are also components (shaft) or parts produced in CNC lathe machining processes must have a good level of surface roughness. This study aims to determine the effect of depth of cut and cutting speed in the process of material AISI perautan in 1045. The experimental design used is variasi speed cutting with a depth of cut of each tested three times objects. From the analysis of the cutting speed and depth of cut affects the surface flatness surface cutting results where (Ra) is the lowest. In the AISI 1045 material obtained to cutting with cutting speed 93 m/min with a cutting depth of cut 0.1 mm average price obtained for the surface flatness is 1.16 µm. For the depth of cut 0.2 mm average price obtained for the surface flatness is 1.21 µm. For the depth of cut 0.3 mm average price obtained for the surface flatness is 1.31 µm. To cutting with cutting speed 79 m/min with a cutting depth of cut 0.1 mm average price obtained for the surface flatness is 1.23 µm. For the depth of cut 0.2 mm average price obtained for the surface flatness is 1.27 µm. For the depth of cut 0.3 mm average price obtained for the surface flatness is 1.32 µm. To cutting with cutting speed 79 m/min with a cutting depth of cut 0.1 mm average price obtained for the surface flatness is 1.25 µm. For the depth of cut 0.2 mm average price obtained for the surface flatness is 1.28 µm. For the depth of cut 0.3 mm average price obtained for the surface flatness is 1.35 µmKeywords: AISI 1045, Cut Speed, Ingestion thickness, surface flatness
ANALISA PENGARUH BENTUK PIPA KAPILER DAN KECEPATAN UDARA EVAPORATOR TERHADAP EFEKTIVITAS MESIN PENDINGIN AIR COOLER 1PK Priyo Utomo, Gatut; Santoso, Teguh
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 02 (2017): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v3i02.1471

Abstract

Air cooling machines has become a secondary requirement in major cities. This is because the air temperature continues to rise each year. Cooling machine has the central point in use they can be used as air-conditioning, food preservatives, and others - others. The impact that often occurs in using of cooling machine is continuously increasing the risk of damage to the cooler. Damage often occurs in the compressor of the cooling machine. The compressor itself is the heart of the cooling system. The cause damage to the compressor is usually due to inhibition of the capillary tube crust. In this study, the writer uses a shape variation of the capillary tube like spirals, triangles, rectangles and evaporator air velocity of 2.5 m/s, 4 m/s, 5 m/s, but with the same diameter capillary tube which is 0,54 mm. Based on the results of research that is conducted the best to form a capillary tube is evaporator spiral with air speed of 4 m/s, it is marked by the largest price of COP 10.5. This is due to compression levels fell to 18.6%, the effectiveness of the cooling machine would rise. Keywords: Air velocity, COP (Coefficient of Performance), effectiveness of the machine, Shape of capillary tube
PENGARUH KERAPATAN PARANET TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT PENANGKAP KABUT DI DUSUN NGLURAH WONODADI KULON KAB. PACITAN Nafi, Maula; Aziz, Muhammad
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 02 (2017): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v3i02.1467

Abstract

Beberapa daerah di Indonesia, khususnya di daerah dataran tinggi masih dikategorikan sebagai daerah kekurangan air. Hal tersebut dikarenakan kontur tanah yang merupakan bebatuan, dan sumber air tanah yang terlalu dalam, lebih dari 50 meter, sehingga sumber air yang digunakan warga pada umumnya hanya dari sumber mata air. Hal yang bertolak belakang, di daerah dataran tinggi mempunyai potensi kabut yang sangat tinggi. Pada dasarnya, kabut adalah butiran air yang mengumpul dan belum menguap ke udara. Penelitian kali ini bertujuan untuk memanfaatkan paranet dan difabrikasi sebagai alat penangkap kabut, sehingga air dari kabut tersebut dikumpulkan dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Penelitian dikhususkan di Dusun Nglurah, Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Alat penangkap kabut dibuat di dua titik dengan potensi kabut tertinggi, kemudian diambil data berapa air yang dapat ditampung selama lima bulan. Hasil menjanjikan dapat dilihat pada alat penangkap kabut pertama, karena lokasinya memang lebih tinggi dan mempunyai potensi kabut lebih banyak. Rata-rata produktivitas pada alat penangkap kabut pertama adalah 3,6 liter/m2/hari, dibandingkan dengan alat penangkap kabut kedua yaitu 3,2 liter/m2/hari. Secara umum, prototype alat penangkap kabut berfungsi dengan baik..Kata kunci: air, alat penangkap kabut, paranet, produktivitas kabut

Page 1 of 1 | Total Record : 5