cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 01 (2019): July" : 5 Documents clear
RANCANG BANGUN OVEN UNTUK PRODUKSI SALE PISANG DENGAN SUMBER PANAS DARI TUNGKU TRADISIONAL Kastiawan, I Made; Ahmad T, Remo; Salamun, Khoirul
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 01 (2019): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.239 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i01.2708

Abstract

Sale adalah salah satu makanan tradisional yang terbuat dari pisang yang di iris tipis. Pisang yang telah diiris tersebut di keringkan dibawah sinar matahari selama 2 sampai 3 hari. Saat ini sale pisang berkualitas rendah karena tibanya musim penghujan yang menyebabkan proses pengeringan terhambat sehingga terpaksa menggunakan oven tradisional yaitu dengan cara seperti di panggang. Resiko yang terjadi ketika menggunakan oven tersebut adalah hasil produksi terkontaminasi polusi asap dan debu dari pembakaran.Melihat permasalahan diatas, dengan ini kami membuat oven dengan sumber panas dari tungku tradisional, hal ini bisa dilakukan dengan cara membuat lubang pada tungku tradisional yang disalurkan ke oven pengering. Dengan begitu, kita dapat mengoperasikan tungku dan oven secara bersamaan sehingga dapat membuat pengerjaan lebih efektif dan penghematan bahan bakar. Sedangkan untuk menentukan suhu dan waktu yang sesuai dalam proses pengeringan, kami melakukan pengujian dengan cara mengukur kadar air awal hingga kadar air pada 7 jam, tiap jam kami ukur dengan menggunakan alat pengukur kadar air dengan variasi suhu pada ruang pengering 60-70 oC, 70-80 oC, 80-90 oC. Setelah proses pengeringan, dilakukan uji pencemaran polusi dengan mikroskop. Setelah pengujian selesai, data hasil pengujian di analisa untuk menentukan suhu dan waktu yang sesuai dengan yang diharapkan.Dari analisa data hasil pengujian didapatkan suhu dan waktu yang sesuai adalah pada suhu 70-80oC dengan waktu 4-5 jam, karena pada saat itu kadar air yang didapat sudah menunjukkan 15-20%, sale matang sempurna dan terhindar dari polusi asap dan debu dari proses pengeringan.
EFEK PERLAKUAN PANAS T6 TERHADAP STRUKTURMIKRO (UKURAN BUTIR) DAN KEKERASAN PELAT KOMPOSIT ALUMUNIUM 2075-ABU DASAR BATUBARA Seputro, Harjo; Amanuddin, Aris
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 01 (2019): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.915 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i01.2709

Abstract

Dalam aplikasinya komponen harus mempunyai sifat mekanis yang keras, agar komponen tidak mudah rusak dan umur dari komponen tersebut bisa lebih panjang. Kekerasan dipengaruhi oleh strukturmikro yang ada dalam bahan. Dan untuk memperoleh sifat mekanik yang keras maka harus merubah strukturmikro dengan melalui proses perlakuan panas yang diberikan terhadap bahan tersebut. Bahan yang digunakan adalah komposit alumunium 2075 - abu dasar batubara. Tujuan dari penelitihan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur aging 100°C, 125°C, 150°C dan waktu aging 45 menit, 60 menit, dan 75 menit pada perlakuan panas T6 terhadap kekerasan dan strukturmikro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengujian dan pengamatan di laboratorium. Dari hasil analisa yang dilakukan, pada rentang temperatur dan waktu aging yang diterapkan, bahwa semakin tinggi temperatur dan waktu aging kekerasan yang diperoleh semakin tinggi dan ukuran butir yang dihasilkan semakin kecil, hal ini disbabkan oleh jumlah presipitat yang diperoleh semakin banyah sehingga menghambat pertumbuhan butir. Nilai kekerasan terendah terletak pada temperatur aging 100°C dengan waktu aging 45 menit menghasilkan nilai kekerasan 45HRA. Meningkatnya temperatur aging dan waktu aging menyebabkan ukuran butir semakin kecil. Butiran terkecil terdapat pada temperatur aging 150°C dengan waktu aging 75 menit dengan diameter rata-rata 88,714μm. Butiran terbesar terdapat pada temperatur aging 100°C dengan waktu aging 45 menit dengan diameter rata-rata 137,756μm.
ANALISA PENGARUH WAKTU PEMANFAATAN SOLAR CELL & LUAS HEADSINK TERHADAP SUHU Martini, Ninik; Suyono, Suyono; Ramadani, Tony; Firmansyah, Hendra
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 01 (2019): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.719 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i1.2705

Abstract

Kotak pendingin atau juga dikenal cooler box adalah tempat tempat untuk menyimpan es batu atau minuman dingin. Saat didalam rumah kita bisa memanfaatkan kulkas untuk menyimpan es batu atau minuman dingin. Namun saat kita beraktivitas diluar rumah sering kebingungan untuk menjaga es batu atau minuman dingin tersebut,maka dari itu cooler box hadir untuk menunjang aktivitas diluar rumah serta jauh dari sumber listrik.Disebabkan kotak pendingin berguna untuk menyimpan es atau minuman, banyak orang-orang menggunakan kotak tersebut untuk berbagai macam diantaranya untuk menyimpan daging,ikan,dan lain sebagainya.Tingkat kesegaran ikan akan semakin cepat menurun atau ikan akan mudah membusuk pada suhu tinggi namun sebaliknya jika suhu rendah dapat menghambat pembusukan(Suparno et al.1993).Maka dari pada itu banyak orang – orang berangsur menggunakan kotak pendingin untuk menyimpan ikan,karena didalam kotak pendingin dapat mengurangi bakteri pembusukan di suhu badan ikan.Dalam penelitian ini kami membuat kotak pendingin yang terbuat dari sytrofroam dengan bantuan alat seperti solar cell,battery,fan,heatsink,dan thermoelectric atau peltier.Kami menganalisa heatsink variable 8 x 10cm,9 x 10 cm, serta 10 x 12 cm selama 1 jam, 2 jam, serta 3 jam.Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini pada variable 8 x 10 cm dengan waktu 1 jam,dengan waktu tersebut menghasilkan 𝑄 konveksi yang sama dengan 𝑄 radiasi.sehingga variable 8 x 10 lebih efektif dari pada variable yang lainnya.
OPTIMISASI DESAIN PLANAR MANIPULATOR SIMETRIS 5R Marliana, Eka
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 01 (2019): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.427 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i01.2706

Abstract

Dalam jurnal ini akan dibahas tentang proses optimisasi desain dari planar manipulator simetris 5R, khususnya untuk mekanisme dalam mode kerja “+-’’ dan konfigurasi “Up”. Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk mendapatkan ukuran link dari planar manipulator simetris 5R yang mampu menghasilkan indeks performa tinggi, khususnya Global Conditioning Indeks (GCI). Dalam proses optimisasi ini dipertimbangkan juga workspace dari mekanisme (teoritikal, usable dan Maximal Inscribed Workspace) dan Global Conditioning Index-nya. Untuk mendapatkan kombinasi terbaik dari pparameter panjang non-dimensional, Global Conditioning Index (GCI) telah dihitung untuk setiap kombinasi dari parameter non-dimensional. Desain mekanisme dengan GCI yang optimum telah didapatkan dengan menggunakan Matlab optimization tools. Dalam hal ini, workspace yang diinginkan memiliki radius 0.125 meter. Usable Workspace tidak bisa diinterpretasikan sebagai workspace mesin yang sesungguhnya karena Local Conditioning Index (LCI) dalam usable workspace nilainya bervariasi dari nilai kecil hingga besar. Sehingga perlu didefinisikan sebuah Good Conditioning Workspace (GCW) yang dibatasi oleh nilai spesifik dari Local Conditioning Index (LCI). Lingkaran terbesar didalam Good Conditioning Index (GCW) dapat digunakan sebagai untuk menghitung faktor dimensional yang berguna untuk mengkonversi parameter non-dimensional optimum menjadi parameter optimum dengan dimensi tertentu. Selanjutnya dilakukan identifikasi karakteristik dari desain tersebut dengan menggunakan Matlab Simulink dan Simscape Multibody. Didalam simulasi ini diasumsikan link tidak memiliki massa dan titik massa tunggal berada pada end-effector mesin. Titik massa ini merepresentasikan tangan manusia pada aplikasi mesin yang akan datang dan dikembangkan dari desain ini. Simulasi ini menghasilkan beberapa output yang penting, seperti koordinat x dan y dari end-effector, sudut, kecepatan angular, percepatan angular dan torsi yang dibutuhkan pada joint. Hasil simulasi ini digunakan untuk menetukan ukuran dan kapasitas aktuator pada mesin tersebut.
KAJI EKSPERIMENTAL RADIASI API DARI PENGARUH VARIASI TEKANAN BIOGAS DAN LAJU ALIRAN KONSTAN PADA PROSES PEMURNIAN DAN TANPA PEMURNIAN Sumadhijono, Pramoda Agung; Seputra, Yasika; Baidhowi, Achmad; AP, Sukma
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 01 (2019): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.652 KB) | DOI: 10.12345/jm.v5i01.2707

Abstract

Biogas merupakan bahan bakar non fosil yang bersifat renewable (dapat diperbaharui)yangdapat dijadikan bio energi alternatif. Namun biogas memiliki kandungan pengotor-pengotoryang cukup tingi pula seperti CO2 yang dapat menurunkan nilai kalor pembakaran serta H2Syang berpotensi mencemari lingkungan. Untuk menghilangkan senyawa pengotor-pengotordan meningkatkan nilai kalor pembakaran diperlukan pemurnian biogas denganmenggunakan zeolit alam. Pada penelitian kali ini bertujuan untuk Mengkaji karakteristikBiogas setelah proses pemurnian dan tanpa pemurnian dengan pengaruh tekanan dan lajualiran konstan ditinjau dari analisa perpindahan kalor secara radiasi. Penelitian ini dilakukandengan cara mengukur temperatur api yang dihasilkan biogas setelah proses pemurnian dantanpa pemurnian. Hasil pengukuran temperatur api menunjukkan bahwa temperatur apibiogas setelah proses pemurnian menghasilkan temperatur yang lebih tinggi dibandingkantanpa pemurnian pada laju aliran 3 lpm dengan tekanan 20 Psi. Dari proses pemurniandidapat temperatur yang paling tinggi yaitu 6150C dan menghasilkan radiasi api 517,09 Wsedangkan biogas tanpa pemurnian didapat temperatur yang paling tinggi yaitu 5360C danmenghasilkan radiasi api 370,46 W. Kemudian pada tekanan biogas 30 Psi dengan laju aliran3 lpm dengan proses pemurnian didapat temperatur yang paling tinggi yaitu 6530C danmenghasilkan radiasi api sebesar 517,34 W. Sedangkan biogas tanpa pemurnian didapattemperatur paling tinggi yaitu 6010C dan menghasilkan radiasi api 460,32 W. Dari hasiltersebut menunjukkan bahwa proses pemurnian biogas dapat meningkatkan temperatur danradiasi api biogas. Dan dari pengaruh tekanan menunjukkan bahwa semakin tinggi tekananpada proses pemurnian makan semakin baik proses pemurniannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5