cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2020): December" : 6 Documents clear
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH DERAJAT KEVAKUMAN ANTARA PENUTUP KACA DENGAN ABSORBER PADA PEMANAS AIR TENAGA SURYA PELAT ABSORBER TIPE SINUSOIDAL Firdaus, Royyan; Insani, Djatmiko
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v6i2.4473

Abstract

Di era sekarang, krisis energi menjadi sorotan karena banyak dari kita sangat mengandalkan energi fosil seperti bahan bakar minyak dan gas, sehingga apabila sumber bahan bakar habis maka segala proses kehidupan juga akan berhenti. Oleh sebab itu perlu adanya pergesaran sumber energi terbarukan yang salah satunya yaitu memanfaatkan energi matahari. Dalam jurnal ini penulis ingin meneliti bagaimana menganalisa dan membuat pemanas air tenaga surya yang efektif dan efisien sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh banyak orang sebagai alat pemanas air, akan tetapi masih terdapat kekurangan dalam memaksimalkan energi matahari tersebut. Itu semua tergantung rancagan dan analisa alat. Melalui jurnal-jurnal yang pernah ada, peneliti mengambil aspek penting yang perlu untuk di telaah yaitu dengan variasi tingkat kevakuman. Untuk tingkat kevakuman sendiri adalah -40 cm.Hg, -60 cm.Hg, dan -80 cm.Hg. Dengan pemvariasian tingkat kevacuman di antara pelat absorber dan kaca penutup, diharapkan dapat memperkecil koefisien kehilangan, temperatur absorber naik, dan temperatur kaca penutup turun. Sehingga dapat meningkatkan performansi dan efisiensi kolektor. Kata kunci: energi matahari, alternatif, sinusoidal absorber, kolektor efektif
ANALISA PENGARUH WAKTU PEMANFAATAN SOLAR CELL & LUAS HEADSINK TERHADAP SUHU Martini, Ninik; Sulistyorini, Elisa
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v6i2.4474

Abstract

Kotak pendingin atau juga dikenal cooler box adalah tempat tempat untuk menyimpan es batu atau minuman dingin. Saat didalam rumah kita bisa memanfaatkan kulkas untuk menyimpan es batu atau minuman dingin. Namun saat kita beraktivitas diluar rumah sering kebingungan untuk menjaga es batu atau minuman dingin tersebut,maka dari itu cooler box hadir untuk menunjang aktivitas diluar rumah serta jauh dari sumber listrik. Disebabkan kotak pendingin berguna untuk menyimpan es atau minuman, banyak orang-orang menggunakan kotak tersebut untuk berbagai macam diantaranya untuk menyimpan daging,ikan,dan lain sebagainya.Tingkat kesegaran ikan akan semakin cepat menurun atau ikan akan mudah membusuk pada suhu tinggi namun sebaliknya jika suhu rendah dapat menghambat pembusukan. Maka dari pada itu banyak orang – orang berangsur menggunakan kotak pendingin untuk menyimpan ikan,karena didalam kotak pendingin dapat mengurangi bakteri pembusukan di suhu badan ikan. Dalam penelitian ini kami membuat kotak pendingin yang terbuat dari sytrofroam dengan bantuan alat seperti solar cell,battery,fan,heatsink,dan thermoelectric atau peltier.Kami menganalisa heatsink variable 8 x 10cm,9 x 10 cm, serta 10 x 12 cm selama 1 jam, 2 jam, serta 3 jam. Berdasarkan hasil yang  diperoleh  dari penelitian ini pada variable 8 x 10 cm dengan waktu 1 jam,dengan waktu tersebut menghasilkan  konveksi yang sama dengan radiasi.sehingga variable 8 x 10 lebih efektif dari pada variable yang lainnya. Kata kunci : Kotak Pendingin, head sink, solar cell
ANALISA PENGARUH VARIASI PENGELASAN ULANG DAN VARIASI KUAT ARUS PADA PLAT BAJA TERHADAP CACAT LAS DAN SIFAT MEKANIK Santoso, Edi; Mastuki, Mastuki
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v6i2.4475

Abstract

Perkembangan dalam dunia perindustrian pada saat ini mulai mempertimbangkan material baja untuk bahan utama dalam proses produksinya. Baja salah satu logam ferro yang banyak dipergunakan di dunia teknik,misalnya digunakan dalam bidang kontruksi, membuat alat-alat perkakas,alat-alat pertanian,komponen otomotif,dan semua struktur logam akan terkena pengaruh gaya luar yaitu berupa tekanan dan gaya tegangan gesek. Perbedaan paling mendasar adalah terdapat nilai keuletan pada logam las tersebut,dimana nilai keuletan logam las besi selalu lebih tinggi jika di bandingkan dengan logam induk. Proses pengelasan ulang atau repair dapat terjadi apabila material yang mengalami kerusakan atau cacat akibat kesalahan dalam pekerjaan di lapangan dan pengulangan pekerjaan. Karena terjadi proses pengelasan ulang ini maka akan mengakibatkan perubahan sifat mekanik dan struktur mikro pada suatu material. Pada umumnya sifat logam las besi lebih ulet,sehingga perlu dilakukan pengujian ketangguhan material untuk mengetahui sampai berapa kali pengelasan ulang atau repair dapat di lakukan. Maka berdasarkan hal tersebut di Tugas Akhir ini akan menganalisa pengaruh pengelasan ulang pada besi karbon terhadap nilai kekerasan serta terjadinya cacat di bawah permukaan yang mungkin terjadi akibat dilakukanya pengelasan ulang. Dari variasi tegangan dapat mempengaruhi hasil pengelasan. Terdapat beberapa hasil cacat las yang timbul yaitu incomplete penetration dan incomplete fusion. Terdapat kategori cacat las yang berbeda-beda pada hasil pengelasan normal dan repair. Pengujian hardness menunjukan bahwa nilai kekerasan dapat berubah disebabkan karena pengaruh perubahan deformasi pada saat pengelasan. Dari hasil tegangan 80 amper menghasilkan nilai kekerasan diangka maksimum 2,6 HRA sedangkan tegangan 160 volt menghasilkan nilai kekerasan minimum 0,5 HRA.Kata kunci: bahan ST42,kekerasan (Rockwell),metalografi,radiografi,SMAW.
Analisa Pengaruh Variasi Putaran Dan Coolant Terhadap Performa Mesin Diesel Isuzu 4JB1 mufti, mohammad; Wahid, Ichlas
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v6i2.4472

Abstract

Sistem pendinginan pada mesin diesel berfungsi untuk menurunkan temperatur pada mesin yang terjadi dari proses pembakaran. Proses pembakaran selanjutnya akan menghasilkan tenaga mekanis yang kemudian akan menggerakkan mesin. Akibat lain dari proses pembakaran adalah adanya panas yang apabila tidak didinginkan akan merusak komponen dari mesin itu sendiri. Sistem  pendinginan (cooling system) adalah suatu rangkaian untuk mengatasi terjadinya over heating pada mesin agar tetap bekerja secara optimal. hasil pembakaran pada motor bakar yang menjadi tenaga mekanis hanya sekitar 23% sebagian panas keluar menjadi gas bekas dan sebagian lagi hilang melalui proses pendingin Kata kunci: sistem pendingin, diesel, performa mesin, analisa, coolant, radiator
Pengaruh kecepatan putar flywheel pada uji Stabilitas Hull Kapal dengan Aplikasi Gyro Stabilizer Prijo Utomo, Gatut; Tri Utomo, Setyo; Sumantri, Agus; Ali, Baharuddin
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v6i2.4637

Abstract

Reduksi gerakan rolling pada kapal dapat meningkatkan keamanan operasional kapal. Stabilizer pada kapal dapat didefinisikan sebagai suatu alat untuk mereduksi gerakan rolling daripada kapal saat berada di atas laut berombak. Performa stabilizer eksternal dinilai kurang baik saat kecepatan rendah jika dibandingkan dengan stabilizer internal. Disamping itu potensi bahaya yang ditimbulkan oleh penambahan stabilzer eksternal kemungkinan juga akan lebih besar dikarenakan diperlukan penambahan dimensi untuk instalasinya. Internal stabilizer system seperti gyro stabilizer tidak mempengaruhi penambahan dimensi keseluruhan kapal dikarenakan pemasangan bersifat built-in, serta tidak memerlukan dry docking pada saat pemeliharaan berlangsung. Objektif dari penelitian ini adalah untukmerancang bangun penggunaan gyro stabilizer pada sebuah replika hull kapal dan menganalisanya dengan metode pengujian Decay Roll Test. Dengan memberikan variasi kecepatan putar dari flywheel pada mekanisme gyro stabilizer sebesar 0 RPM, 5000 RPM, 10000 RPM, dan 15000 RPM, terhadap simpangan rolling dari kapal. Proses perekaman grafik rolling dilakukan dengan rotational sensor pada perangkat berbasis sistem operasi android.Hasil pembacaan grafik roll time trace didapatkan periode rolling bertambah panjang seiring dengan penambahan kecepatan putar flywheel, dengan periode terpanjang T? = 1.4858 detik pada putaran 15000 RPM. Sementara dengan metode Froude dan Bertin, didapatkan kenaikan nilai koefisien roll damping tertinggi 62% pada kecepatan putar flywheel 10000 RPM dari kondisi flywheel 0 RPM (Kondisi gyro off). Kata Kunci: Gyro stabilizer, kecepatan putar flywheel, pergerakan rolling, periode, roll damping, decay roll test.
Analisa Kekerasan dan Strukturmikro Material Gear Sprocket pada Proses Pressing dan Perlakuan Panas Hardening Quenching dengan Variasi Temperatur dan Waktu Penahan Nafi, Maula; Sulistiyono, Djoko
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jm.v6i2.1999

Abstract

Di Indonesia pengguna sepeda motor lumayan masih banyak, yang mana untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satu spare part sepeda motor yang sering diganti adalah Gear Sprocket. Dalam sistem kerja mesin sepeda motor, rantai selalu bersinggungan dengan Gear Sprocket. Dari singgungan tersebut menyebabkan berkurangnya umur pemakaian dan keausan maka dibutuhkan kekuatan dan kekerasan Gear Sprocket  yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan hardening pada Gear Sprocket imitasi yaitu dengan cara memanaskan Gear Sprocket hingga temperatur 800, 850900 dengan tungku pemanas dan holding time selama 5, 10, 15 menit kemudian didinginkan cepat dengan menggunakan media pendinginan oli. Kemudian spesimen di-pressing dengan menggunakan metode kekerasan Rockwell  pada skala B karena material pada baja karbon rendah, serta diuji mikrostrukturnya. Dari hasil pengujian memperoleh kekerasan Gear Sprocket setelah hardening yang paling tinggi sebesar  88,8 HRB sedangkan kekerasan Gear Sprocket tanpa hardening sebesar 73,2 HRB. Diambil kesimpulan jika semakin besar temperatur dan holding time pada proses hardening Gear Sprocket dapat meningkatkan sifat mekaniknya. Dan semakin besar suhu dan waktu penahan pada uji mikrostruktur dapat meningkatkan strukturmikronya dari ferrit mendominasi menjadi martensit yang mendominasi.Kata kunci: perlakuan panas, media pendingin, kekerasan, strukturmikro, gear sprocket

Page 1 of 1 | Total Record : 6