cover
Contact Name
Irma Antasionasti
Contact Email
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Phone
+6282197285302
Journal Mail Official
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Editorial Address
PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : https://doi.org/10.35799/pmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember. Tujuan pernebitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. Jurnal ini menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan
Articles 47 Documents
AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA PTEROKARPAN DARI Erythrina fusca L. Anggreini, Novi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.57 KB) | DOI: 10.35799/pmj.1.1.2018.19645

Abstract

AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA PTEROKARPAN DARI Erythrina fusca L. Novi Anggreini1), Ratih Dewi Saputri1), Tjitjik Srie Tjahjandarie1), Mulyadi Tanjung1*)1)Natural Products Chemistry Research Group, Organic Chemistry Division,Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, Universitas Airlangga, Surabaya 60115, Indonesiamulyadi-t@fst.unair.ac.id  ABSTRACT Two pterocarpans  namely as sandwicensin (1)  dan phaseollin (2) were isolated from  the stem bark of. Erythrina fusca L. Their structures were determined  based on spectroscopic data such as UV, IR, MS, 1D and 2D NMR. Compounds 1–2 were evaluated for their anticancer against murin leukemia P-388 cells showing their IC50 were 1.20 and 1.05 µg/ml, respectively and very high activity. Keywords : Erythrina fusca L., sandwicensin, phaseollin, anticancer  ABSTRAK Dua senyawa pterokarpan yakni sandwisensin (1)  dan paseollin (2) telah diisolasi dari kulit batang Erythrina fusca L. Struktur senyawa pterokarpan ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi UV, IR, MS, 1D dan 2D NMR. Uji aktivitas antikanker senyawa 1–2 terhadap sel murin leukemia P-388 memperlihatkan IC50 1,20 dan 1,05 µg/ml yang dikategorikan sangat aktif. Kata kunci : Erythrina fusca L., sandwisensin, paesolin, antikanker  
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ALGA HIJAU (Ulva sp.) DARI PANTAI SORIDO BIAK TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Liswandari, Melisa Selly
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.933 KB) | DOI: 10.35799/pmj.1.1.2018.19646

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ALGA HIJAU (Ulva sp.) DARI PANTAI SORIDO BIAK TERHADAP BAKTERI Escherichia coli  DAN Staphylococcus aureus Melisa Selly Liswandari1), Daniel Lantang2), Septriyanto Dirgantara1)1)Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura2)Jurusan Biologi, Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura, Kampus UNCEN Waena. Jl Perumnas III Waena Jayapura 99351 PapuaEmail*: melisa.sellyfarmasi@gmail.com  ABSTRACT The green algae (Ulva sp.) are potentially as antibacterial agent because it contains triterpenoids, flavonoids, and saponins. The objective of this research are to know antibacterial activity of green algae (Ulva sp.) extracts using different levels of solvent polarity and the most effective concentration inhibits the growth of bacterial Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Green algae (Ulva sp.) extracted by stratified soxletation method using solvent, eq diethyl ether, ethyl acetate, and ethanol 96%. Test antibacterial activity using the disc diffusion method. This research using the of CRD (Completely Randomize Design) with 7 treatments was concentration of 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm, positive control (ciprofloxacin 5µg) and negative control (aquades steril) with 3 repetitions. The data was analyzed using ANOVA and continued by HSD (Honestly Significant Difference) test with 95% confidence level. The result was demonstrated that extract green algae (Ulva sp.) the most effective to inhibits the growth of bacterial Escherichia coli is ethyl acetate extract with concentration 250 ppm (9,26 mm) and bacterial Staphylococcus aureus is ethanol 96% extract with concentration 750 ppm (9,57 mm). Keywords : Ulva sp., antibacterial agent, Escherichia coli, Staphylococcus aureus. ABSTRAK             Alga hijau (Ulva sp.) berpotensi sebagai antibakteri karena mengandung triterpenoid, flavonoid, dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak alga hijau (Ulva sp.) yang menggunakan tingkat kepolaran pelarut berbeda dan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Alga hijau (Ulva sp.) diekstraksi dengan metode sokletasi bertingkat menggunakan pelarut dietil eter, etil asetat, dan etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Penelitian ini menggunakan RAL dengan 7 perlakuan yaitu konsentrasi 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, 1000 ppm, kontrol positif (ciprofloxasin 5µg) dan kontrol negatif (akuades steril) dengan 3 pengulangan. Data analisis menggunakan ANOVA dan dilakukan uji lanjut BNJ dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak alga hijau (Ulva sp.) yang paling efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah ekstrak etil asetat dengan konsentrasi 250 ppm (9,26 mm) dan bakteri Staphylococcus aureus adalah ekstrak etanol 96% dengan konsentrasi 750 ppm (9,57 mm). Kata kunci : Ulva sp., antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus. 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ALGA COKLAT JENIS Padina sp. DARI PANTAI SORIDO BIAK TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Shigella dysenteriae Nuzul, Putri
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.698 KB) | DOI: 10.35799/pmj.1.1.2018.19647

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ALGA COKLAT JENIS Padina sp. DARI PANTAI SORIDO BIAK TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Shigella dysenteriae Putri Nuzul1), Daniel Lantang2), Septriyanto Dirgantara3)1)Program Studi Farmasi, FMIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura-Papua2)Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, JayapuraKampus UNCEN Waena. Jl Perumnas III Waena Jayapura 99351 PapuaEmail*: putrinuzulkabaret@gmail.com ABSTRACT Infections that drug resistant especially with bacterial involvement are still major challenges. Therefore, it is essential to discover new antibiotic compounds from marine resources such as algae. There are numerous of compounds derived from algae with a broad range of biological activities, incluiding antibacterial agent. The objective of this research are to know antibacterial activity of Padina sp. from different solvents on Staphylococcus aureus and Shigella dysenteriae and to know the extract of Padina sp. which most effectively inhibits development of Staphylococcus aureus and Shigella dysenteriae. Stages of this works includes: manufacturing crude drug, extraction by stratified maceration method using solvent, eq diethyl ether, ethyl acetate, and ethanol 96%, screening phytochemical and exameration of antibacterial activity using disc diffusion method. The result was demonstrated that antibacterial activity of extract brown algae Padina sp. have ability to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Shigella dysenteriae. Several solvent in extraction of Padina sp. provides different antibacterial activity in which antibacterial activity with the better inhibitory zone against Staphylococcus aureus is with ethyl acetate solvent and antibacterial activity with the best inhibitory zone against Shigella dysenteriae with ethanol 96% solvent. The most effective brown algae extract (Padina sp.) on Staphylococcus aureus bacterial is ethyl acetate solvent with 100 ppm concentration of 12,66 mm and Shigella dysenteriae bacterial is ethyl acetate solvent with 250 ppm concentration that is 10,69 mm. Keywords: Antibactery agents, Padina sp., Staphylococcus aureus, Shigella dysenteriaeABSTRAKInfeksi yang resistan terhadap obat terutama dengan keterlibatan bakteri masih merupakan tantangan besar. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan senyawa antibiotik baru dari sumber laut termasuk alga. Alga merupakan sumber laut yang kaya akan ragam metabolit sekunder. Ada banyak senyawa yang berasal dari alga yang didukung dengan berbagai aktivitas biologis, termasuk antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibakteri Padina sp. dari pelarut yang berbeda terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae dan untuk mengetahui ekstrak Padina sp. yang paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae. Tahapan kerja meliputi: pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut dietil eter, etil asetat, dan etanol 96%, identifikasi senyawa fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak alga coklat jenis Padina sp. mampu menghambat pertumbuan bakteri Staphylococcus aureus dan Shigella dysenteriae. Perbedaan pelarut pada ekstraksi Padina sp. memberikan aktivitas antibakteri yang berbeda dimana aktivitas antibakteri dengan zona hambat terbaik terhadap bakteri Staphylococcus aureus yaitu dengan pelarut etil asetat dan aktivitas antibakteri dengan zona hambat terbaik terhadap bakteri Shigella dysenteriae yaitu dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak alga coklat (Padina sp.) yang paling efektif untuk bakteri Staphylococcus aureus adalah pelarut etil asetat dengan konsentrasi 100 ppm yaitu 12,66 mm dan bakteri Shigella dysenteriae adalah pelarut etil asetat dengan konsentrasi 250 ppm yaitu 10,69 mm. Kata Kunci: Antibakteri, Padina sp., Staphylococcus aureus, Shigella dysenteriae
UJI AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG EKSTRAK ETANOL DAUN SUJI (Dracaena angustifolia (Medik.)Roxb. ) SECARA IN VITRO Handayani, Nestri
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.263 KB) | DOI: 10.35799/pmj.1.1.2018.19648

Abstract

UJI AKTIVITAS FAGOSITOSIS  MAKROFAG  EKSTRAK ETANOL  DAUN SUJI (Dracaena angustifolia (Medik.)Roxb. ) SECARA  IN VITRONestri Handayani 1,2*), Subagus Wahyuono2), Triana Hertiani2), Retno Murwanti2)1)Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Sebelas Maret Surakarta2)Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta*Email : nestri.uns@gmail.com  ABSTRACT Immunomodulatory activity has been carried out on ethanol extract of suji leaf (Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb with in vitro macrofag phagocytosis method. . Suji is a plant that is often used as a food coloring and has long been used medicinally. This study aimed to test in vitro macrophage phagocytosis on ethanol extract of suji leaf. The suji leaves are extracted by maceration method. The obtained viscous extract was then tested for Thin Layer Chromatography (TLC) and in vitro macrophage phagocytosis test. The parameters used are Phagocytosis Index and Macrophage Capacity. The results of in vitro macrophage phagocytosis test with 4 concentrations of 10.25,50 and 100 microgram / ml, showed for the largest average Fagocytosis (IF) Index shown at concentration 10 mcg / ml, while concentrations 25 and 50 mcg / ml showed values The same phagocytic (KF) capacity. Keywords :  Suji leaf, Phagocytic Macrophage Activity,  ethanolic  extract   ABSTRAKUji aktivitas imunomodulator telah dilakukan terhadap ekstrak etanol  daun suji (Dracaena angustifolia (Medik.)Roxb..  Suji merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai pewarna makanan dan telah lama digunakan untuk obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji fagositosis makrofag in vitro terhadap ekstrak etanol daun suji. Daun suji diekstraksi dengan metode maserasi. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian dilakukan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan uji fagositosis makrofag in vitro. Parameter yang digunakan adalah Indeks fagositosis dan Kapasitas makrofag. Hasil uji fagositosis makrofag in vitro dengan 4 konsentrasi sebesar 10,25,50 dan 100 mikrogram/ml, menunjukkan untuk Indeks Fagositosis (IF) rata-rata terbesar ditunjukkan pada konsentrasi 10 mcg/ml, sedangkan konsentrasi 25 dan 50 mcg/ml menunjukkan nilai  Kapasitas Fagositosis (KF) yang sama besar. Kata kunci : Daun suji, fagositosis makrofag, ekstrak etanol    
DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS Ilkafah, Ilkafah
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.911 KB) | DOI: 10.35799/pmj.1.1.2018.19649

Abstract

DAUN KERSEN  (Muntingia calabura L.) SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS Ilkafah1)1)Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin ABSTRACT               Gout is a disease that is often suffered by the elderly. Pain is a commonly reported and is caused by increasing uric acid in the blood. Allopurinol is one of the drugs choice for people with gout but that has some side effects so it needs other alternative treatments. Herbal therapy is one type of complementary therapies in nursing, one of which is Muntingia calabura L. The aim of this study was to see the difference in effectiveness of Muntingia calabura L. and allopurinol in reducing uric acid and pain scale in gout patients in Tamalanrea Makassar. This study used an experimental design, randomized two-group design by giving Muntingia calabura L. on 22 respondents and allopurinol 100 mg (twice in one day) in 22 respondents selected by simple random sampling with criterion of sample were pain scale on 1-6 and uric acid value were > 6.5 mg / dl (for female); > 7.5 mg / dl (for male). Giving Muntingia calabura L. for 3 weeks drunk twice in one day. Measurement of pain using Visual Analog Scale (VAS). Uric acid level were measured using laboratory tests. The data were analyzed by paired sample t-test for each intervention and by independent t-test to see the effectiveness difference of both therapies with significant level α <0,05. The statistical results showed a decrease in joint pain scale in cherry leaf group (p = 0,00), but no decrease of pain in allopurinol administration (p = 0.07). Both interventions had an effect on decreasing uric acid value (p = 0,00 ) There was a difference in decreasing the pain scale of both interventions but there was no difference to the decrease in uric acid value.It requires further research upon the benefits of Muntingia calabura L. Keywords: Gout, Muntingia calabura L., Pain Scale, Uric Acid Level ABSTRAKGout merupakan penyakit yang sering diderita oleh lansia. Nyeri merupakan keluhan yang sering dilaporkan. Nyeri tersebut diakibatkan tinginya asam urat dalam darah. Allopurinol salah satu obat pilihan bagi penderita gout tetapi obat tersebut memiliki beberapa efek samping sehingga diperlukan terapi lain selain obat. Terapi herbal adalah salah satu jenis terapi komplementer dalam keperawatan, salah satunya adalah daun kersen. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan efektivitas daun kersen dan obat allopurinol dalam menurunkan nilai asam urat dan skala nyeri pada penderita gout di Tamalanrea Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah Experimental Design, rancangan penelitian Randomized Two-group Design dengan cara memberikan rebusan daun kersen pada 22 responden dan obat allopurinol 100 mg (2x sehari) pada 22 responden yang dipilih melalui teknik acak yaitu simple random sampling dengan kriteria sampel skala nyeri 1-6 dan nilai asam urat >6,5 mg/dl (bagi wanita); >7,5 mg/dl (bagi pria). Pemberian air rebusan daun kersen selama 3 minggu diminum 2x sehari. Pengukuran nyeri sendi menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Kadar asam urat diukur menggunakan pemeriksaan laboratorium. Analisis penelitian untuk setiap intervensi menggunakan uji Paired Sample T-test dan untuk melihat perbedaan efektivitas kedua terapi menggunakan independent t-test dengan tingkat signifikan α < 0,05. Uji statistik menunjukkan ada penurunan skala nyeri sendi pada kelompok rebusan daun kersen  (p = 0,00), tetapi tidak ada penurunan nyeri pada pemberian allopurinol (p=0,07. Kedua intervensi berpengaruh terhadap penurunan nilai asam urat (p = 0,00). Ada perbedaan penurunan skala nyeri dari kedua intervensi tetapi tidak ada perbedaan untuk penurunan nilai asam urat. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai manfaat tanaman kersen Kata Kunci : Daun karsen, Gout, Nilai Asam Urat, Skala Nyeri 
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI FLAVONOID BEBAS ANDROGRAFOLID DARI HERBA SAMBILOTO(Andrographis paniculata) Nur Rachmani, Eka Prasasti; Pramono, Suwijiyo; Nugroho, Agung Endro
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.761 KB) | DOI: 10.35799/pmj.1.2.2018.21642

Abstract

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI FLAVONOID BEBAS ANDROGRAFOLID DARI HERBA SAMBILOTO(Andrographis paniculata)Eka Prasasti Nur Rachmani1,2*), Suwijiyo Pramono1), Agung Endro Nugroho1)1)Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta2)JurusanFarmasi, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman,Purwokerto, Jawa TengahCorresponding author: ekasholehah@yahoo.com081391280002 ABSTRACTThis study aims to determine the antioxidant activity of andrographolide-free flavonoid fraction (FFBA) from bitter herbs (Andrographis paniculata). FFBA is a fraction that contains flavonoids and the andrographolide compounds has been removed. The antioxidant activity of FFBA was tested using the method of reducing free radicals from DPPH (1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazil) and using quercetin as a standard. The results showed that FFBA has antioxidant activity with strong activity with IC50 value of 88.98 μg / mL while quercetin has a very strong activity with IC50 value of 3.42 μg / mL.Key Words : antioxidant, Andrographis paniculata, DPPH, flavonoidABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada fraksi flavonoid bebas andrografolid (FFBA) dari herba sambiloto (Andrographis paniculata). FFBA merupakan fraksi yang mengandung flavonoid dan sudah dihilangkan kandungan senyawa andrografolid. Aktivitas antioksidan FFBA diuji dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas dari DPPH (1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazil) dengan baku pembanding kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FFBA memiliki aktivitas antioksidan dengan aktivitas yang kuat yaitu dengan nilai IC50sebesar88.98 μg/mL sedangkan kuersetin memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu dengan nilai sebesar 3,42 μg/mL.Kata kunci :antioksidan, Andrographis paniculata, DPPH, flavonoid
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER WAJAH GEL PEEL OFF EKSTRAK METANOL BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Pratiwi, Liza; Wahdaningsih, Sri
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.38 KB) | DOI: 10.35799/pmj.1.2.2018.21643

Abstract

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER WAJAH GEL PEEL OFF EKSTRAK METANOL BUAH PEPAYA (Carica papaya L.)Liza Pratiwi1), Sri Wahdaningsih1)1) Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianakemail : lyza_pratiwi@yahoo.com/085643182838ABSTRACTGel peel off facial mask is one of the alternative dosage that can improve the comfort to use and is expected to increase antioxidant activity from papaya fruit. Papaya has antioxidant activity due to antioxidant components such as beta-carotene, vitamin C, lycopene. The purpose of this research is to know that methanol extract of papaya fruit can be formulated into gel peel off facial mask preparation, determining polivinyl alkohol (PVA) that used for gelling agent gel peel off facial mask concentration with physical, chemical, and antioxidant activity with the best IC50 value. The method used in the extraction is maceration with methanol solvent. PVA used with concentration are 2,5%; 8,75%; and 17,5%. The Physical test include organoleptic test, adhesion test, spreading test and the chemical test with pH test. Based on the result of the research, it can be concluded that the methanol extract of papaya fruit can be formulated into gel face mask preparation, the formula with PVA concentration of 8,75% fulfill organoleptic rules, with adhesion test 20,16 seconds ± 2,90, spreading test 10,2 cm ± 1,28, pH value 7,13 ± 0,06 with the physical and chemical properties of gel peel off facial mask methanol extract of papaya fruit, and formula with concentration 8,75% PVA has the highest antioxidant activity with IC50 value 80,52 µg/mL that include as strong antioxidant. Keywords: gel peel off facial mask, methanol extract of papaya fruit, PVA, IC50.ABSTRAKMasker gel peel off merupakan salah satu alternatif sediaan yang dapat meningkatkan kenyamanan penggunaan dan diharapkan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan buah pepaya. Pepaya memiliki aktivitas antioksidan karena komponen-komponen antioksidan seperti betakaroten, vitamin C, likopen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa ekstrak metanol buah pepaya dapat diformulasikan menjadi sediaan masker wajah gel peel off dan menentukan konsentrasi polivinyl alkohol (PVA) yang merupakan bahan dasar masker gel peel off yang memiliki sifat fisik, kimia, dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 terbaik. Metode yang digunakan pada ekstraksi adalah maserasi dengan pelarut metanol. PVA yang digunakan dengan konsentrasi 2,5%; 8,75%; dan 17,5%. Uji sifat fisik meliputi uji organoleptis, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji sifat kimia menggunakan uji pH. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa ekstrak metanol buah pepaya dapat diformulasikan menjadi sediaan masker wajah gel peel off, formula dengan konsentrasi PVA 8,75% memenuhi persyaratan organoleptik, daya lekat sebesar 20,16 detik ± 2,90, daya sebar sebesar 10,2 cm ± 1,28, nilai pH 7,13 dengan nilai IC50 80,52 µg/mL yang termasuk antioksidan kuat.Kata kunci: masker wajah gel peel off, ekstak metanol buah pepaya, PVA, IC50. 
PENGARUH CARA PENGERINGAN SIMPLISIA DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) TERHADAP AKTIVITAS PENANGKAL Purwanti, Nera Umilia; Yuliana, Sri; Sari, Novita
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.115 KB) | DOI: 10.35799/pmj.1.2.2018.21644

Abstract

PENGARUH CARA PENGERINGAN SIMPLISIA DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) TERHADAP AKTIVITAS PENANGKAL RADIKAL BEBAS DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL)EFFECT OF DRYING METHODS OF PANDAN LEAVES (Pandanus amaryllifolius) TOWARDS SCAVENGING FREE RADICAL ACTIVITY DPPH (2,2-DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL) METHODNera Umilia Purwanti1), Sri Luliana1), Novita Sari1)1) Department of Pharmacy, Tanjungpura University, West BorneoABSTRACTPost harvest processing plant can determine the quality of the raw materials of medicinal plants. The main factors that contribute in post harvest processing of medicinal plants is a drying method. Drying is the most important step to keep the compound stability in simplisia especially the compounds that have antioxidant activity. The objective of this research is to know the effect of drying method in gaining of antioxidant activity extract methanol Pandanus amaryllifolius leaves. The drying methods tested were oven-drying at 40ºC, direct sunlight-drying (SML), indirect sunlight-drying (SMTL), air-drying at ±25ºC (KA) and fresh samples without drying as control. In the result of analysis with Kruskall-Wallis test show that the drying method of simplisia can influence significantly of percent inhibition extract methanol Pandanus amaryllifolius leaves against DPPH, the highest percent inhibition were by oven-drying of 64,553%, then followed on samples dried with SML, SMTL, KA and fresh samples respectively of 61,73; 58,81; 56,14 dan 55,13%. Drying method of simplisia can influence antioxidant activity extract methanol Pandanus amaryllifolius, which the optimal drying for the samples were dried in ovenKey Words : Antioxidant, Pandanus amaryllifolius, drying methods, DPPH.ABSTRAKPengolahan pasca panen tanaman dapat menentukan kualitas bahan baku tanaman obat. Faktor utama yang sangat berperan dalam pengolahan pasca panen tanaman obat adalah proses pengeringan. Pengeringan merupakan tahapan penting dalam menjaga kestabilan senyawa dari simplisia terutama senyawa yang mempunyai aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan simplisia terhadap aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun pandan (Pandanus amaryllifolius). Metode pengeringan yang diuji adalah pengeringan oven pada suhu 40ºC, pengeringan sinar matahari langsung (SML), pengeringan sinar matahari tidak langsung (SMTL), pengeringan kering angin pada suhu ±25ºC (KA) serta sampel segar tanpa pengeringan sebagai kontrol. Hasil analisis menggunakan Uji Kruskall-Wallis menunjukkan bahwa metode pengeringan simplisia dapat berpengaruh secara signifikan pada persen inhibisi ekstrak metanol daun pandan terhadap DPPH, yang mana persen inhibisi tertinggi yaitu pada sampel yang dikeringkan dengan oven sebesar 64,55%, kemudian diikuti pada sampel yang dikeringkan dengan SML, SMTL, KA dan segar masing-masing sebesar 61,73; 58,81; 56,14 dan 55,13%. Metode pengeringan simplisia dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun pandan (Pandanus amaryllifolius), dimana pengeringan yang optimal yaitu pada sampel yang dikeringkan dengan oven. Kata Kunci : Antioksidan, daun pandan wangi, metode pengeringan, DPPH. 
MIKROENKAPSULASI EKSTRAK BUAH BUNI SEBAGAI FOOD SAFETY COLOURING Syamsinar, Syamsinar; Saputri, Nawalu; Risnayanti, Risnayanti; Nisa, Michrun
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.689 KB) | DOI: 10.35799/pmj.1.2.2018.21654

Abstract

MIKROENKAPSULASI EKSTRAK BUAH BUNI SEBAGAI FOOD SAFETY COLOURINGSyamsinar1), Nawalu Saputri1), Risnayanti1), Michrun Nisa1)1)Akademi Farmasi Kebangsaan MakassarJln. Perintis Kemerdekaan KM 13,Daya,Makassar 90242Email : mnmichrunnisa84@gmail.comABSTRACTDyes in food can increase consumer acceptance of a product, but many synthetic dyes can cause damage to body organs if consumed continuously. Therefore the use of natural ingredients as food coloring needs to be developed. Anthocyanins in Bunny fruits are dyes that can be used as an alternative to synthetic dyes that are safe for health. In this study 3 formulas were made with extract concentrations of 1%, 2% and 3% using 10% maltodextrin. The lack of anthocyanin stability is formulated into microencapsulation which can provide protection against anthocyanins. The resulting micrograph has almost the same color characteristics as the Buni fruit, which is red to purple. The best stability of microcapsules can be seen in formulas with 1% extract concentration, absorption efficiency value is 78.26%, after SEM analysis a uniform pore microstructure is obtained compared to other formulas.Key Words : Anthocyanins, microencapsulation, buni fruits, frezee drying, maltodextrinABSTRAKPewarna dalam makanan dapat meningkatkan penerimaan konsumen terhadap suatu produk, namun banyak pewarna sintesis dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh jika dikonsumsi terus menerus. Oleh sebab itu pemanfaatan bahan alami sebagai pewarna makanan perlu dikembangkan. Antosianin dalam buah Buni merupakan zat warna yang dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti pewarna sintetis yang aman bagi kesehatan. Pada penelitian ini dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak 1 %, 2 % dan 3 % dengan menggunakan maltodekstrin 10 %. Kurangnya stabilitas antosianin maka diformulasi kedalam bentuk mikroenkapsulasi yang dapat memberikan perlindungan pada antosianin. Mikrograf yang dihasilkan memiliki karakteristik warna yang hampir sama dengan buah Buni yaitu berwarna merah hingga ungu. Kestabilan dari mikrokapsul yang paling baik dapat dilihat pada formula dengan konsentrasi ekstrak 1 %, nilai efisiensi penyerapan sebesar 78,26%, setelah analisis SEM diperoleh bentuk mikrostruktur pori yang seragam dibandingkan dengan formula yang lain. Kata kunci : antosianin, mikroenkapsulasi, buah Buni, frezee drying, maltodekstrin 
ISOLASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN LEILEM (Clerodendrum minahassae Teijsm dan Binn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ISOLATION AND CHARACTERIZATION ETHANOL EXTRACT OF LEILEM LEAVES (Clerodendrum minahassae Teijsm and Binn) WITH METHODS SPECTROPHOTOMETRIC Utami, Yuri Pratiwi; Imrawati, Imrawati; Rasyid, Abd
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.007 KB) | DOI: 10.35799/pmj.1.2.2018.21655

Abstract

ISOLASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN LEILEM (Clerodendrum minahassae Teijsm dan Binn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRIISOLATION AND CHARACTERIZATION ETHANOL EXTRACT OF LEILEM LEAVES (Clerodendrum minahassae Teijsm and Binn) WITH METHODS SPECTROPHOTOMETRICYuri Pratiwi Utami1), Imrawati1), Abd.Rasyid.D1)1)Program studi sarjana farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MakassarJl. Perintis Kemerdekaan KM.13,7 Daya telp/fax. 0411-583190 Makassar 90242yuri_pratiwi@yahoo.co.idABSTRACTLeilem leaf (Clerodendrum minahassae Teijsm .And Binn.) have been reported in traditional medicine for the treatment of various deseases such as stomatch ache and ascariasis. In Minahassa, leilem leaf generally consumed as vegetables. The present study revealed that leilem leaf can inhibit the growth of escherhia coli because of the presence of flavonoid that can demage bacterial cell membranes. This study at characterization of isolated compounds from ethanol extract of leilem leaves (Clerodendrum minahassae Teijsm and Binn). Extraction was done maceration using 70% ethanol with the percentage of rendement was 10,19%. The phytochemical analysis of ethanol extract of leilem leaves showed a positive result of alkoloid, flavonoid, streroid and tanin. The ethyl acetate extract was selected and 2 grams of it was taken to continued to second conventional column chromatography and 5 fractions were obtained. Fraction 2 was choosen and continued to preparative and result 2 isolates. Isolate 2 that showed one spot on tlc with rf 0,66. Was continued for spectrofotometri uv-vis and ftir analysis. The spectrophotometer uv-vis maximum wavalength at 269,0 nm and 333,0 nm. The ftir data indicated the presence of functional O-H, C-H, C=C and C-O which is suspected ad flavonoid.Keywords : Isolation, Characterization, leilem leaf (Clerodendrum minahassae Teijsm and Binn)ABSTRAKDaun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm dan Binn.) dilaporkan yaitu sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti sakit perut dan Ascariasis. Daun leilem biasanya dikonsumsi sebagai sayuran oleh masyarakat di Minahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil (karakter) senyawa yang diisolasi dari ekstrak etanol daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm dan Binn.) ekstrak diperoleh dari proses maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dengan persen rendamen 10,19%. Hasil uji kandungan kimia ekstrak etanol daun leilem positif mengandung alkaloid, flavonoid, steroid dan tanin. Ekstrak etil astetat dipilih dan diambil 2 gram dilanjutkan untuk dilakukan pemisahan menggunakan komatografi kolom konvensional dan menghasilkan 5 fraksi. Fraksi 3 dipilih dilanjutkan kromatografi kolom konvensional kedua dan didapatkan 5 fraksi. Fraksi 2 dipilih dan dilanjutkan ketahapan kromatgrafi lapis tipis preparatif dan menghasilkan 2 isolat. Isolat 2 yang menunjukkan 1 noda tunggal pada profil KLT dengan niliai Rf 0,66 dilanjutkan untuk dianalisis dengan spektofometri UV-Vis dan FT-IR. Hasil analisis spektrofotometri UV-Vis isolat 2 mempunyai serapan maksimal pada panjang gelombang 269,0 nm dan 333,0 nm-1. Data FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi O-H, C-H, C=C dan C-O yang diduga merupakan senyawa flavonoid. Kata kunci: Isolasi, karakteriksasi, Daun Leilem(Clerodendrum minahassae Teijsm and Binn).