cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Nomor 2 September 2019" : 12 Documents clear
Factors Related to Type of Endometrial Cancer in RSUP Dr. M. Djamil Padang Shylvia Helmanda; Yusrawati Yusrawati
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.437 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.122

Abstract

Objective: This study aims to determine the relationship of risk factors with type of endometrial cancer.Method: This study used a cross sectional design in patients with endometrial cancer. Sampling uses total sampling technique, with a total sample of fifty six people. Data were obtained from the anatomical pathology section and medical records of Dr. RSUP M. Djamil Padang from 2016 until 2018. Analysis of data using Chi-Square test and logistic regressionResult: In this study, type I endometrial cancer is 75% cases while type II is 25% cases. Age, parity, diabetes mellitus, hypertension, genetics history and exclusive breastfeeding have no association with the type of endometrial cancer. The age of menarche and BMI have a relationship with the type of endometrial cancer. The dominant factor associated with the type of endometrial cancer is BMI (p = 0.042; OR = 6.547; 95% CI = 1.067-40.169), age (p = 0.037; OR = 4.854; 95% CI = 1.096-21.493), and age of menarche (p = 0.054; OR = 4.590; 95% CI = 0.974-21.635).Conclusion: On this research, BMI, age and age of menarche are the most dominant factor associated with the type of endometrial cancer.    Faktor yang Berhubungan dengan Tipe Kanker Endometrium di RSUP Dr. M. Djamil PadangAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan tipe kanker endometrium.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada penderita kanker endometrium. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang. Data diperoleh dari bagian patologi anatomi dan rekam medik RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2016 – 2018. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistic.Hasil: Pada penelitian ini ditemukan 75% kasus merupakan kanker endometrium tipe 1 dan 25% kanker endometrium tipe II. Usia, paritas, diabetes mellitus, hipertensi, riwayat genetik dan pemberian asi eksklusif tidak memiliki hubungan dengan tipe kanker endometrium. Usia menarche dan IMT memiliki hubungan dengan tipe kanker endometrium. Faktor yang dominan berhubungan dengan tipe kanker endometrium adalah IMT (p = 0,042; OR = 6,547; 95% CI = 1,067-40,169), usia (p = 0,037; OR = 4,854; 95% CI = 1,096-21,493), dan usia menarche (p = 0,054; OR = 4,590; 95% CI = 0,974-21,635).Kesimpulan: Pada penelitian ini, IMT, usia dan usia menarche merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi tipe kanker endometriumKata kunci: Kanker Endometrium, Faktor Risiko.
Karakteristik Pasien Bersalin dengan HIV Positif dan Tingkat Keberhasilan Pemberian ARV Profilaksis pada Bayi Baru Lahir Syntia Ambelina; Roza Sri Yanti
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.223 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.120

Abstract

Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien bersalin dengan HIV positif dan pencapaian pemberian anti retro viral (ARV) profilaksis pada bayi baru lahir di RSUP M. Djamil Padang.Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan  di bagian kebidanan RSUP M. Djamil Padang periode 1 Januari 2017−31 Desember 2018  dengan melakukan penelusuran rekam medis pasien obstetri HIV positif. Sampel penilitian ini adalah seluruh pasien dengan HIV positif yang bersalin dalam rentang periode 1 Januari 2017−31 Desember 2018.Hasil: Selama periode penelitian didapatkan total 1068 pasien bersalin di RSUP M. Djamil Padang. Didapatkan dua puluh sampel dengan HIV positif, dimana 5 sampel (25%) merupakan pasien yang berasal dari rujukan Puskesmas di Kota Padang, dan sisanya dari rujukan berbagai rumah sakit kabupaten di Sumatera Barat. Mayoritas sampel berusia 20-35 tahun (85%), pendidikan SMA (40%), menikah satu kali (60%), multigravida 2-4 (80%), dan dilakukan terminasi kehamilan pada usia kehamilan 37−42 minggu (100%). 85% sampel  merupakan pasien dengan status HIV yang telah dikenal dan mendapat terapi ARV sebelumnya. 5% sampel bersalin secara spontan dan 95% sampel bersalin secara seksio sesarea. Seluruh bayi baru lahir dari ibu dengan HIV positif mendapatkan ARV profilaksis pada empat jam pertama pasca persalinan.Kesimpulan: Prevalensi persalinan dengan HIV positif di RSUP M. Djamil Padang adalah 1,87%, dan pencapaian pemberian ARV profilaksis pada bayi baru lahir adalah 100%. Characteristics of Maternity Patients with HIV Positive and Achieving Provision of ARV Prophylaxis in NewbornsAbstractObjective: To determine the characteristics of HIV positive maternity patients and the achievement of prophylactic anti retro viral (ARV) provision in newborns at M. Djamil Hospital Padang.Method: This is a descriptive study using a cross sectional study design. The study was conducted in department of M. Djamil Hospital Padang period January 1st, 2017−December 31st, 2018 through the search of medical records of HIV positive obstetric patients. This research sample is all HIV positive patients who deliver within period January 1st, 2017-December 31st, 2018.Result: There were 1068 patients gave birth during the study period. Twenty samples were found to be HIV positive, of which 5 samples (25%) patients came from referrals of primary health care in Padang, and the remainder were referrals from various district hospitals in West Sumatra. The majority of the sample were 20−35 years of age (85%), high school education (40%), married once (60%), multigravida 2−4 (80%), and termination of pregnancy at 37-42 weeks of gestation (100%). 85% of the samples were patients with known HIV status and were previously treated with ARVs. 5% of spontaneous maternity samples and 95% of samples delivered by cesarean section. All newborns from HIV-positive mothers get prophylactic ARVs in the first four hours postpartum.Conclusion: The prevalence of HIV positive labor in M. Djamil Hospital Padang is 1.87%, and the achievement of prophylactic ARV administration at newborns is 100%.Key words: HIV Positive, ARVs, Pregnant Women, Newborn
Karakteristik Hipertensi pada Kehamilan di Rumah Sakit Daerah Klungkung Tahun 2017 Anak Agung Gde Marvy Khrisna Pranamartha; Ida Bagus Made Sukadana; I Gede Sudiarta
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.021 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.129

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien hipertensi pada kehamilan di RSUD Klungkung tahun 2017.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cros-sectional deskriptif yang dilakukan di unit bersalin RSUD Klungkung selama periode Januari hingga April 2017. Analisis data dilakukan secara deskriptifHasil: Kejadian hipertensi pada kehamilan lebih banyak terjadi pada ibu usia 20-24 tahun, didapatkan kejadian preeklamsia ringan tinggi pada kehamilan multigravida, kejadian preeklamsi berat cukup tinggi pada usia kehamilan preterm, kejadian preeklamsi ringan tinggi pada ibu dengan BMI kriteria overweight, persalinan sectio cesaria cukup tinggi pada ibu hamil dengan preeklamsi berat, terdapat kejadian bayi lahir mati sebanyak 3 bayi pada ibu dengan preeklamsi berat.Pembahasan: Hipertensi pada kehamilan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor selain dari pada faktor karakteristik itu sendiri, faktor imunologi juga memiliki peranan penting terhadap terjadinya hipertensi pada kehamilan.Kesimpulan: Kejadian preeklamsi ringan masih mendominasi dari keseluruhan kasus hipertensi pada kehamilan, kemudian luaran klinis bayi lahir mati cederung terjadi pada kasus preeklamsi berat.Characteristics of Hypertension in Pregnancy in Kungkung Regional General Hospital 2017AbstractObjective: To determine the characteristics of hypertensive patients in pregnancy in Klungkung Hospital in 2017Method: This research was a descriptive cross-sectional study conducted at the maternity unit of Klungkung Hospital during the period of January 2017 to April 2017. Data analysis was carried out descriptivelyResult: Gestational hypertension is more common in women aged 20-24 years, there is a high incidence of mild preeclampsia in multigravida pregnancies, the incidence of severe preeclampsia is quite high at preterm pregnancy, the incidence of mild preeclampsia in mothers with BMI overweight criteria, high rate cesarean delivery pregnant women with severe preeclampsia, there were 3 babies born to birth in mothers with severe preeclampsia.Discussion: Hypertension in pregnancy is strongly influenced by many factors other than the characteristic factors themselves, immunological factors also have an important role in the occurrence of hypertension in pregnancy.Conclusion: The incidence of mild preeclampsia still dominates from all cases of hypertension in pregnancy, and the clinical outcome of infant mortality is likely to occur in cases of severe preeclampsia. Key words: Hypertension, Pregnancy, Outcome, Characteristics.
Preeklampsia Berat, Sindrom HELLP, dan Eklampsia Terhadap Luaran janin (Fetal outcome) di RSUD Ulin Banjarmasin Yohanes Adhitya Prakasa Sukoco Putra; Bambang Abimanyu; Pudji Andayani
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.009 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.145

Abstract

Tujuan: Mengetahui hubungan antara preeklampsia berat, sindrom HELLP, dan eklampsia terhadap luaran janin (kecil masa kehamilan, asfiksia, dan prematuritas) di RSUD Ulin BanjarmasinMetode: Menggunakan metode potong lintang berdasarkan data sekunder yang diambil dari rekam medis. Sampel yang diambil merupakan total sampel yaitu seluruh rekam medis ibu yang melahirkan dan luaran janin di kamar bersalin RSUD Ulin Banjarmasin pada bulan Januari - Desember tahun 2017. Penelitian ini mendapatkan sampel sebanyak 1.259 sampel. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square yang dilanjutkan dengan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p<0,05 untuk analisis statistik.  Hasil: Penelitian ini mendapatkan 1.259 sampel dari total sampel yang adalah seluruh ibu yang melahirkan di kamar bersalin RSUD Ulin tahun 2017. Preeklampsia berat, sindrom HELLP, dan eklampsia masing-masing terdapat 156, 32, 30 sampel sedangkan luaran janin kecil masa kehamilan, asfiksia, dan prematuritas masing-masing terdapat 225, 32, dan 30 sampel. Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara preeklampsia berat, sindrom HELLP, dan eklampsia terhadap luaran janin. Analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik mendapatkan kecil masa kehamilan sebagai luaran janin yang paling berhubungan dengan preeklampsia berat dan sindrom HELLP.Kesimpulan: Preeklampsia berat, sindrom HELLP, dan eklampsia mempunyai hubungan terhadap luaran janin. Preeklampsia berat dan sindorm HELLP paling berhubungan terhadap hasil luaran janin kecil masa kehamilan. Severe Preeclampsia, HELLP Syndrome, and Eclampsia against Fetal Outcome at Banjarmasin Ulin HospitalAbstractObjective: To study the correlation between severe preeclampsia, HELLP syndrome, and eclampsia on fetal outcome (small gestational age, asphyxia, and prematurity) at Ulin Banjarmasin General Hospital. Method: This study used cross-sectional method using secondary data obtained from medical record. The sampling method used was total sampling which involved all medical records of mothers giving birth and fetal outcomes in Ulin General Hospital delivery room in January – December 2017. This study obtained a total of 1259 samples. The data undergone bivariate analysis using chi-square test proceeded by multivariate analysis using logistic regression with significance value p <0,05 for statistical analysis.Result: This study obtained 1,259 samples from the total samples of mothers giving birth in Ulin General Hospital delivery room in 2017. Severe preeclampsia, HELLP and eclampsia each have 156, 32, 30 samples while the fetal outcome was small gestational age, asphyxia, and prematurity each have 225, 32, and 30 samples. Chi-square analysis showed a significant relationship between severe preeclampsia, HELLP syndrome, and eclampsia on fetal outcomes. Multivariate analysis using logistic regression showed small gestational age as the fetal outcome that has the most significant correlation with severe preeclampsia and HEELP syndrome.Conclusion: Severe preeclampsia, HELLP syndrome, and eclampsia have a correlation with fetal outcome. Severe preeclampsia and HELLP syndrome are most correlation fetal outcome of a small gestational age.Key words: Severe Preeclampsia, HELLP Syndrome, Eclampsia, Fetal Outcome, Ulin General Hospital
Multiparitas sebagai Faktor Risiko Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau I Putu Pramana Sanitya Dharma
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1808.094 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.160

Abstract

Tujuan: untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Metode: penelitian observasional analitik ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Biduk-Biduk Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018 dengan 121 sampel yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil: penelitian dari 121 ibu hamil didapatkan 28 ibu hamil (23,2%) memiliki usia berisiko, 33 ibu hamil (27,3%) memiliki paritas lebih dari 2 kali, dan 23 ibu hamil (19%) mengalami KEK. Uji Regresi Logistik didapatkan hubungan signifikan antara paritas (0−2) dengan kejadian KEK pada ibu hamil dengan OR 10,535 95% CI 1,336-83,085 sedangkan pada variabel usia terhadap kejadian KEK tidak didapatkan hubungan signifikan. Kesimpulan: penelitian didapatkan hubungan antara paritas ibu hamil (0−2) dengan kejadian KEK di wilayah Puskesmas Biduk-Biduk dengan peningkatan risiko hingga l0 kali lipat dibandingkan ibu hamil dengan paritas lebih dari 2.Parity as Risk Factor of Chronic Energy Deficiency Incidence on Pregnant Women at Biduk-Biduk Subdistrict Berau RegencyAbstractObjective: to analyze factors that related to Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women. Method: in this analytic observational research used was a cross sectional design. The population were all pregnant women in working area of Biduk-Biduk Community Health Centre in 2018 with 121 samples which had been taken by consecutive sampling technique. Data was analyzed by means of Logistic Regression statistic test. Result: from 121 pregnant women, there were 28 pregnant women (23.2%) with age at risk, 33 pregnant women (27.3%) with parity more than two, and 23 pregnant women (19%) suffered CED. There is a significant relationship between parity (0 to 2) with CED in pregnant women (OR 10.535 95% CI 1.336−83.085), however there is no significant relationship between age and CED. Conclusion: parity in pregnant women (0−2) has significant relationship with CED with increased risk to ten fold compared to pregnant women with parity more than two.Key words: Parity, Age, Chronic energy deficiency (CED)
Phaleria Macrocarpa’s Extract Inhibits Autophagy Probably Through TNF-α in HUVEC Cell Culture Leo Jumadi Simanjuntak; M. Fidel Ganis Siregar; Johanes C. Mose; Sarma N. Lumbanraja
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2084.573 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.130

Abstract

Objective: This study aimed to determine the effects of Phaleria macrocarpa’s extract on TNF-α and LC3-II level and their correlation in preeclampsia-induced HUVEC. Method: This study used HUVEC culture as an in vitro model and Phaleria macrocarpa’s extract, widely used as an anti-inflammation and antioxidant.Result: Phaleria macrocarpa’s extract reduce TNF-α level siginificantly at concentration of 7.813μg/mL and at 62.5μg/mL reduce TNF-α level to normal level. There was no significant decrease and  reduction to normal level in LC3-II. TNF-α has a strong positive correlation with LC3-II (r=0.958), that reduced TNF-α level will decrease LC3-II levels, where a decrease in TNF-α level of 1pg/mL will reduce LC3-II levels by 0.413pg/mL.Conclusion: Thus, Phaleria macrocarpa’s extract might be used to overcome endothelial dysfunction and autophagy in preeclampsia.Ekstrak Phaleria macrocarpa Menghambat Otofagi Melalui TNF-α Pada Kultur Sel HUVECAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak Phaleria macrocarpa pada inflamasi dan otofagi pada sel endotel dengan mengukur kadar TNF-α dan LC3-II pada HUVEC yang diinduksi serum preeklampsia.Metode: Penelitian ini menggunakan kultur HUVEC sebagai model in-vitro yang banyak digunakan untuk memelajari patogenesis preeklampsia. Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl juga dikenal sebagai Mahkota Dewa secara luas digunakan sebagai anti-inflamasi dan antioksidan Hasil: Hasil menunjukkan ekstrak Phaleria macrocarpa menurunkan kadar TNF-α secara signifikan pada konsentrasi 7.813 μg/mL dan konsentrasi 62.5 μg/mL menurunkan kadar TNF-α ke kadar normal. Tidak terdapat penurunan signifikan rerata kadar LC3-II antara kontrol dan model PE dan dibutuhkan ekstrak Phaleria macrocarpa pada konsentrasi lebih dari 250 μg/mL untuk menurunkan kadar LC3-II pada model preeklamsia ke kadar hamil normal. Kadar TNF-α memiliki korelasi positif yang bermakna dengan LC3-II dengan tingkat korelasi sangat kuat (r = 0.847), dimana penurunan kadar TNF-α sebesar 1 pg/mL akan menurunkan kadar LC3-II sebesar 0.413 pg/mL.Kesimpulan: Dengan demikian, ekstrak Phaleria macrocarpa dapat digunakan untuk mengatasi disfungsi endotel dan otofagi pada preeklampsia.Kata kunci: Phaleria Macrocarpa, Preeklampsia, HUVEC, TNF-α, LC3-II
Luaran Maternal dan Neonatal pada Preeklampsia Berat Perawatan Konservatif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Wijayanti Wijayanti; Ernawati Ernawati
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.88 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.143

Abstract

Tujuan: Mengetahui luaran maternal dan neonatal pada PEB perawatan konservatif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Metode: Deskriptif observational retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis mulai Januari 2012 sampai dengan Desember 2017. Kriteria inklusi: semua pasien preeklampsia berat usia  kehamilan < 34 minggu yang dilakukan perawatan konservatif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama periode tersebut. Kriteria eksklusi: data pasien tidak lengkap, pasien dengan sindroma HELLP saat pertama kali didiagnosis PEBHasil: Lama perawatan terpanjang pada usia kehamilan 24−<28 minggu dengan rerata 18,24 hari. Komplikasi maternal tersering adalah sindroma HELLP, edema paru sebanyak 13 pasien dan 10 pasien. Rerata berat bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan <24 minggu sampai usia kehamilan 32-<34 minggu adalah 572,22 g; 1.072,49g; 1.301,75g; 1.551,42g; 1.886,47g. Survival rate neonatus yang dilahirkan usia <24 minggu sampai 32−<34 minggu adalah 11,11%; 40,00%; 63,16%; 82,09%; 92,48%. IUFD terbesar pada usia kehamilan <24 minggu, yaitu 11,11%.Kesimpulan: Perawatan PEB konservatif dapat memberikan manfaat untuk janin pada saat usia kehamilan 28 minggu. Survival rate pada luaran neonatal >28 minggu lebih dari 50%. Komplikasi maternal tersering adalah sindrom HELLP dan edema paru.Maternal and Neonatal Outcomes in Severe Preeclampsia Patient with Conservative Treatment at Dr. Soetomo Surabaya HospitalAbstractObjective: To describe the maternal and neonatal outcome in severe preeclampsia patient with conservative treatment at Dr. Soetomo Surabaya HospitalMethod: This study is a retrospective observational study using secondary data from medical record from January 2012 to December 2017. Inclusion criteria: all severe preeclampsia patients with <34 weeks gestastional age who cared conservatively at Dr. Soetomo Surabaya Hospital during that period. Exclusion criteria: incomplete data and patients who were diagnosed with HELLP syndrome in the first visitResult: The longest duration of treatment at 24-<28 weeks gestation with average of 18.24 days. The most common maternal complications were HELLP syndrome and lung edema with 13 and 10 patients. The mean of baby bormn weight at gestational age <24 weeks to 32-<34 weeks is 572,22g; 1.072,49g; 1.301,75g; 1.551,42g; and 1.886.47g with survival rate is 11,11%; 40%; 63,16%; 82,09%; and 92,48%. IUFD is the most common complication in neonatal side with <24 weeks gestational age.Summary: Conservative treatment can give a benefit to fetus at 28 weeks gestation. Survival rate for neonatal outcome >28 weeks is more than 50%. The most maternal complication in Dr. Soeotmo Surabaya Hospital is HELLP syndrome and lung edema.Key words: Preeclampsia, Conservative Treatment.
Prevalensi Kejadian Infeksi Virus HbsAg pada Bayi Baru Lahir dari Ibu dengan HbsAg Positif Rengga Pradipta; Roza Sri Yanti
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.219 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.123

Abstract

Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian penularan infeksi virus HbsAg pada bayi baru lahir dari ibu dengan HbsAg Positif.Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Data diambil dari rekam medik pasien dari ibu yang melakukan persalinan dengan pemeriksaan HbsAg positif. Data yang diambil adalah identitas pasien, sosioekonomi keluarga dan hasil laboratorium yang melakukan persalinan baik secara pervaginam maupun perabdominam di RSUP Dr. M. Djamil Padang, selama periode Januari 2017-Desember 2018. Data yang dicatat: anamnesa riwayat antenatal, riwayat penyakit sebelumnya, dan hasil pemeriksaan HbsAg baik pada ibu maupun pada bayi yang baru lahir dari ibu yang mempunyai HbsAg positif. Hasil: Terdapat 1068 ibu hamil yang melakukan persalinan. Didapatkan 42 ibu yang melahirkan dengan hasil positif HbsAg, terdapat 4 ibu dengan positif HbsAg melahirkan secara pervaginam dan 38 ibu dengan positif HbsAg melahirkan dengan seksio sesaria. Kejadian infeksi Hepatitis B pada bayi baru lahir dari ibu positif HbsAg di RSUP Dr. M Djamil Padang Yaitu 0% (0/42) dengan riwayat pemberian vaksin HB0 <12 jam dan pemberian Immunoglobulin Hepatitis B mencapai sebesar 100%.Kesimpulan: Tidak ada penularan secara vertikal dengan 100% riwayat pemberian vaksin HB0 dan pemberian immunoglobulin Hepatitis BPrevalence of HbsAg Virus Infection in Newborns Infants from Mothers with HBsAg Positive AbstractObective: This study aims to determine the incidence of transmission of HBsAg virus infection in newborns infant from mothers with HbsAg positive.Method: Statistic analysis is a descriptive study. The data was taken from the medical record of patients from mothers who gave birth with positive HBsAg examination. The data is the patient’s identity, family’s socioeconomics and laboratory results from mother that had delivery both vaginally and caesarean section in RSUP dr. M. Djamil Padang, during the period of January 2017-December 2018. Data recorded: history of antenatal history, previous history of disease, and results of HBsAg examination both in the mother and in newborns of mothers who have HBsAg positive.Result: There were 1068 pregnant women who gave birth. There were 42 mothers who gave birth with positive HBsAg results, there were 4 mothers with HBsAg positive who giving birth by vaginal delivery and 38 mothers with positive HBsAg giving birth with cesarean section. The incidence of Hepatitis B infection in newborns from mothers who have positive for HbsAg examination in RSUP Dr. M Djamil Padang is 0% (0/42) with a history of HB0 <12 hours vaccine administration and Hepatitis B immunoglobulin reaches 100%.Conclusion: There is no vertical transmission with 100% history of HB0 vaccine administration and Hepatitis B immunoglobulin administrationKey words: Hepatitis B, HBsAg, Pregnant Women
Efektivitas Pil Oral Kombinasi Dosis Rendah dalam Pengelolaan Perdarahan Uterus Abnormal pada akseptor DMPA Rabiah Adawiyah; Inu Mulyantoro
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.126 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.161

Abstract

Tujuan: Untuk mengeksplorasi Efektivitas Pil Oral Kombinasi (POK) dalam Pengobatan Perdarahan Uterus Abnormal pada akseptor DMPA.Metode: Kami melakukan percobaan untuk menyelidiki efek pil oral kombinasi dosis rendah dalam pengelolaan PUA pada akseptor DMPA. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental. Dua puluh dua  akseptor DMPA diberikan terapi POK dosis rendah sekali sehari selama 28 hari (satu siklus), kemudian subjek dievaluasi untuk durasi perdarahan selama perawatan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian POK dosis rendah dan variabel dependen adalah jumlah hari perdarahan.Hasil: Terdapat penurunan bermakna rata-rata hari perdarahan  pada akseptor DMPA dengan PUA antara sebelum dan sesudah terapi POK dosis rendah dari 22,2(4,48) menjadi  9,2 (6,16) hari  (p=0,0001). Persentase dari subjek penelitian yang pendarahannya berhenti dalam minggu pertama setelah pengobatan adalah sebesar 45,5 %. Hanya terdapat satu orang yang mengeluhkan efek samping berupa pusing dan mual selama pengobatanKesimpulan: Pil Oral Kombinasi Dosis rendah  dapat mengurangi hari perdarahan pada akseptor DMPA Low Dose Oral Contraceptive Pills Efficacy in the Treatment of Abnormal Uterine Bleeding Secondary to DMPAAbstractObjective: To explore the effectivity of  Low Dose Oral Contraceptive Pills (LDOCP) in managing AUB in DMPA users. Method: We performed the study to investigate the effect of LDOCP in managing AUB in DMPA users. This study was performed in Dr. Kariadi Hospital Semarang, Indonesia. The study design is pre experimental. Twenty two subjects received LDOCP once a day for 28 day (one menstrual cycle). Subjects then evaluated for bleeding length during treatment. Independent variable in this study is LDOCP treatment and the dependent variable is the bleeding days.Result: The mean bleeding days in DMPA users with AUB were significantly reduced after LDOCP therapy from 22,2(4,48) days to  9,2 (6,16) days (p=0,0001). The precentage of subjects in whom bleeding was stopped during the first week initial treatment was 45,5 %. The mild side effects, such as dizziness and nausea, were experienced by only one subject.Conclusion : LDOCP significantly reduced  bleeding days in DMPA users with AUBKey words: OCP, PUA, DMPA, bleeding days
Prenatal Diagnosis dan Penatalaksanaan Gastroskisis William Alexander Setiawan
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 2 Nomor 2 September 2019
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.903 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v2n2.125

Abstract

Gastroskisis merupakan defek kongenital yang terjadi pada dinding abdomen janin. Kejadian yang dilaporkan di seluruh dunia berkisar antara 4-5 per 10.000 kelahiran hidup. Mortalitas pada bayi yang lahir dengan gastroschisis telah menurun selama bertahun-tahun tetapi morbiditas masih tetap tinggi. Diperlukan prenatal diagnosis yang optimal agar proses melahirkan bisa dipersiapkan sebaik mungkin. Pada prenatal diagnosis dilakukan penilaian defek kongenital lainnya agar hasil klinis lebih baik dengan manajemen lebih awal, selain itu dilakukan juga penilaian untuk menentukan adanya kelainan kromosom atau tidak. Apabila kelainan tersebut bersifat isolated, maka hasil klinis akan lebih baik dibandingkan gastroschisis dengan kelainan kromosom. Metode persalinan dan waktu persalinan yang direkomendasikan yaitu pada usia kehamilan 37 minggu dengan metode sectio caesarea. Manajemen neonatal meliputi persalinan di fasilitas kesehatan tersier dan manajemen bedah paska kelahiran yaitu penutupan bedah primer, penutupan bertahap dengan silo, atau penutupan umbilikal tanpa jahitan.Prenatal Diagnosis and Management of GastroschisisAbstractGastroskisis is a congenital defect that occurs in the fetal abdominal wall. Events reported throughout the world range from 4-5 per 10,000 live births. Mortality in infants born with Gastroskisis has declined over the years but morbidity is still high. An optimal prenatal diagnosis is needed so that the labor can be prepared as well as possible. Prenatal diagnosis is done by assessing other congenital defects so that clinical results are better with earlier management, in addition assessment is also done to determine whether there is a chromosome abnormality or not. If the abnormality is isolated, the clinical results will be better than Gastroskisis with chromosomal abnormalities. The recommended method of delivery and labor time is 37 weeks gestational age with the sectio caesarea method. Neonatal management includes delivery in tertiary health facilities and management of postnatal surgery namely primary surgical closure, staged reduction with silo and sutureless umbilical closure.Key words: Congenital Defect, Gastroskisis, Prenatal Diagnosis

Page 1 of 2 | Total Record : 12