cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08537291     EISSN : 24067598     DOI : -
Core Subject : Science,
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences (IJMS) is dedicated to published highest quality of research papers and review on all aspects of marine biology, marine conservation, marine culture, marine geology and oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan" : 7 Documents clear
Respon Larva Tiram Mutiara Pinctada maxima (Jameson) Terhadap Berbagai Tingkaf Intensitas Cahaya Tjahjo Winanto; Dedy Soedharma; Ridwan Affandi; Harpasis S. Sanusi
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 13, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.45 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.13.4.197-202

Abstract

Intensitas cahaya berpengaruh terhadap fungsi fisiologis dan struktur larva bivalvla. Penelitiaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap distribusi, pertumbuhan dan sintasan larva tiram mutiara Pinctada maxima. Rancangan acak lengkap dengan empatperlakuan intensitas cahayayaitu 0 (ditutup rapat), 200, 500, dan 800 lux, masing-masing dengan tiga ulangan diterapkan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi larva dipengaruhi oleh intensitas cahaya, sedangkan intensitas cahaya optimum untuk sintasan dan pertumbuhan larva adalah 0-200 lux.Kata kunci : Larva, Pinctada maxima, respon, intensitas cahaya, distribusi, sintasan, pertumbuhan
Timun Laut Teluk Medana, Lombok Barat: Pola Sebaran dan Kelimpahan Pradina Purwati; Pitra Widianwary; S. A. P. Dwiono
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 13, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.01 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.13.4.219-226

Abstract

Timun laut di Teluk Medana, Lombok Barat dimonitor tiap dua minggu, mulai April sampai Juni 2006. Hasilnya berupa peta sebaran komunitas timun laut yang menunjukkan adanya 5 mikrohabitat yang tersebar di da/am teluk, dan periode terbaik untuk melakukan pengamatan in situ. Kedua informasi ini kemudian dipakai untuk menghitung jumlah timun laut di teluk tersebut. Pada Juli 2006, penghitungan jumlah nil individu timun laut diiakukan dengan bantuan Global Positioning System (GPS) untuk merekam posisi geografis setiap individu timun laut yang ditemukan. Hasilnya menunjukkan 16 spesies (dan 1 grup juvenil) dengan jumlah total 715 individu. Mikrohabitat dengan jumlah individu terbanyak adalah area padat lamun (M2 dan M3) dimana Holothuria albiventer, H. scabra, H. fuscocinerea dan Bohadschia similis menyusun >60% dari komunitas timun laut daerah tersebut. Seratus sepuluh H.atra menempati area yang relatif terbuka (M4 dan M5) secara eksklusif. H.erinaceus dan H.arenicola berbagi habitat di daerah dengan substrat pasir yang padat, dengan kepadatan 11 individu/m2. Hasil penelitian inl menunjukkan bahwa potensi timun laut di Teluk Medana diperkirakan dapat mencapai 3000 individu. Peta agregasi inijuga membuka pintu bagi penelitian karakter spesidk mikrohabitat yang dibutuhkan masing-masingpopulasi timun laut, yang mengarah ke konsep kompetisi antarpopulasi.Kata kunci: timun laut, sebaran lokal, kelimpahan, Teluk Medana, Lombok Barat
Analisis Sinyal El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Hubungannya dengan Variabilitas Arus Lintas Indonesia di Selat Lifamatola Ajeng P. P. Oktaviani; Nining Sari Ningsih; Irsan S. Brodjonegoro; Anastasia R. T. D. Tisiana
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 13, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.846 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.13.4.209-218

Abstract

Di dalam makalah ini dijelaskan analisis transpor Arlindo yang melalui Selat Lifamatola dengan data IOS yang merepresentasikan ENSO. Selat Lifamatola merupakan salah satu jalurbagian timur Arlindo yang memiliki sill di kedalaman sekitar 1940 m. Data yang digunakan adalah kecepatan arus yang diperoleh dari mooring INSTANTpadaperioda waktu 2004-2006dan data IOS. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode low pass filter, analisis spektral, dan korelasi silang. Kecepatan arus di Selat Lifamatola pada kedalaman 1000-1300 m dominan ke arah baratlaut, sedangkan pada kedalaman 1400-2000 m ke tenggara yang merepresentasikan Arlindo. Hasil studi memperlihatkan adanya korelasi antara kecepatan arus (transpor Arlindo) di Selat Lifamatola dengan fenomena ENSO, yaitu adanya pelemahan/penguatan transpor Arlindo ke arah tenggara yang berkaitan dengan fenomena El Nino/La Nina. Nilai korelasi silang kecepatan arus dan data IOS adalah r(2-7)=0,3718-0,7040pada kedalaman 1000-1500m dengan time lag antara 2-7 bulan dan pada kedalaman 1600-2000m diperoleh nilai korelasi r(-11) = 0,5022-0,5538 dengan time lag 11 bulan.Kata kunci : Arlindo, ENSO, La Nina, El Nino, korelasi silang, IOS, Selat Lifamatola
Komposisi dan Fotostabilitas Pigmen Rumput Laut Padina australis Hauck. dari Kedalaman yang Berbeda Dian Ridwan Nurdiana; Leenawati Limantara; A. B. Susanto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 13, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.74 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.13.4.233-240

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu kekayaan hayati laut Indonesia, yang belum dimanfaatkan secara optimal terutama dari jen is rumput laut coklat. Kandungan pigmen pada rumput laut sangat dipengaruhi oleh Faktor lingkungan tempat tumbuhnya. Perbedaan kedalaman menyebabkan intensitas cahaya matahari bervariasi pada setiap zona perairan sehingga menyebabkan perbedaan pada komposisi dan kestabilan pigmen pada tumbuhan laut tersebut. Penelitian komposisi dan fbtostabilitas pigmen pada Hauck dilakukan untuk mengetahui peran cahaya da/am mempengaruhi komposisi dan stabilitas pigmen dari kedalaman yang berbeda. Berdasarkan hasil analisa KCKT dan spektrofotometer Varian Cary 50 menunjukkan perbedaan kandungan pigmen pada perbedaan kedalaman. Pada kedalaman 3 m didominasi oleh klorofil a 36,13%, klorofilid a 22,54% dan total fukoxantin 31,97%; sedangkan pada kedalaman 6 m diperoieh klorofil a 34,78%, klorofilid a 20,26% dan total fukoxantin 27,79%. Perbedaan kandungan pigmen merupakan respon adaptasi terhadap lingkungan. Sedangkan fbtostabilitas pigmen pada kedalaman 6 m lebih tahan terhadap perlakuan cahaya UV-C dan sinarpolikromatik dibandingkan pada kedalaman 3 m. Hal ini berkaitan dengan mekanisme fotoproteksi karotenoid, terhadap klorofil.Kata kunci: Fotostabilitas, Fukoxantin, Kloroffl, Rumput laut
Pola Sebaran Logam Herat Pb dan Cd di Muara Sungai Babon dan Seringin, Semaran Sri Yulina Wulandari; Bambang Yulianto; Sukristiyo Sukristiyo
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 13, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.852 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.13.4.203-208

Abstract

Logam beratmerupakan salah satu polutanyangsering ditemukan dan menyebar diperairan estuarin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran logam berat Pb dan Cd dalam kolom air di Muara Sungai Babon dan Seringin Semarang. Sampel air diambil di delapan stasiun dan dianalisa dengan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kolom air, rata-rata kandungan logam berat Pb sebesar 0,038-0,128 ppm, dan Cd sebesar 0,021-0,076ppm. Nilai ini sudah melampaui ambang batas baku mutu sebagaimana yang ditetapkan oleh Kep Men KLH Rl No 51/2004. Pola sebaran logam berat timah hitam (Pb) dan cadmium (Cd) cenderung menurun konsentrasinya pada perairan yang menuju ke arah lautKata kunci: Pb, Cd, air, pola sebaran
Kematangan Gonad Kepiting Bakau Scylla serrata pada Pemberian Pakan dengan Komposisi dan Ransum Harian Berbeda Ali Djunaedi
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 13, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.52 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.13.4.181-184

Abstract

Penyediaan Induk matanggonad sampaisaatinimasih merupakan kendala bagi pembenihan kepiting bakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kematangan gonad (IKG) kepiting bakau Scylla serrata dengan pemberian komposisi dan ransum harian pakan berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi dan ransum harian pakan berpengaruh nyata terhadap perkembangan gonad kepiting bakau. Indeks kematangan gonad tertinggi (16,71 %) dicapai pada perlakuan komposisi 25% pelet dan 75% cumi-cumi, serta ransum pakan 9% /hari. Sedangkan terendah (9,97%) pada perlakuan komposisi 100% pelet dan ransum pakan 3%/ hari. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kandungan nutrisi dan jumlah pakanyang diberikan secara sinergi dapat mempercepatperkembangan gonad kepiting bakau.Kata kunci: nutrisi, kepiting bakau (Scylla serrata), indek kematangan gonad (IKG)
Korelasi antara Struktur Komunitas Makroalgae dengan Gastropoda di Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa Suryanti Suryanti
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 13, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.31 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.13.4.227-232

Abstract

Makroalga merupakan makanan bagi beberapa hewan laut, tempat berlindung (nurseryground) dan tempat bertelur bagi bermacam-macam hewan laut (spawning ground). Sedangkan gastropoda memanfaatkan makroalgae sebagai salah satu sumber makanannya serta sebagai tempat berlindung. Gastropoda juga berperan dalam perkembangbiakan makroalga. Makroalgae merupakan habitat bagi beberapa macam hewan dari kelas Gastropoda seperti Strombus sp. dan Cypraea sp. Makroalgae maupun gastropoda memberikan manfaat bagi manusia sebagai bahan konsumsi atau menjadi bahan baku industri obat-obatan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji hubungan antara struktur komunitas makroalgae dengan gastropoda di Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2,31 ind/m2 gastropoda dari 8 spesies yang berkorelasi dengan makroalgae. Berdasarkan substrat tempat tumbuh makroalgae, ditemukan 0,61 ind/m2 gastropoda pada pasir, 1,15 indv/m2 gastropoda pada pecahan karang, 0,51 ind/m2 dan 0,04 ind/m2 gastropoda masing-masingpada karang mati dan karang hidup. Kerapatan dan penutupan terbesar dihasilkan oleh Padina crassa yaitu 515 individu dan seluas 15,95 m2. Hasil analisis menunjukkan bahwa substrat dasar berpengaruh nyata terhadap kelimpahan makroalgae dan terdapat hubungan yang erat antara kerapatan makroalgae dengan kelimpahan gastropoda (r=0,955), penutupan makroalgae dengan kelimpahan gastropoda (r=0,990) dan frekuensi makroalgae dengan kelimpahan gastropoda (r = 0,879).Kata kunci: Makroalgae, gastropoda, substrat

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2022): Ilmu Kelautan Vol 26, No 4 (2021): Ilmu Kelautan Vol 26, No 3 (2021): Ilmu Kelautan Vol 26, No 2 (2021): Ilmu Kelautan Vol 26, No 1 (2021): Ilmu Kelautan Vol 25, No 4 (2020): Ilmu Kelautan Vol 25, No 3 (2020): Ilmu Kelautan Vol 25, No 2 (2020): Ilmu Kelautan Vol 25, No 1 (2020): Ilmu Kelautan Vol 24, No 4 (2019): Ilmu Kelautan Vol 24, No 3 (2019): Ilmu Kelautan Vol 24, No 2 (2019): Ilmu Kelautan Vol 24, No 1 (2019): Ilmu Kelautan Vol 23, No 4 (2018): Ilmu Kelautan Vol 23, No 3 (2018): Ilmu Kelautan Vol 23, No 2 (2018): Ilmu Kelautan Vol 23, No 1 (2018): Ilmu Kelautan Vol 22, No 4 (2017): Ilmu Kelautan Vol 22, No 3 (2017): Ilmu Kelautan Vol 22, No 2 (2017): Ilmu Kelautan Vol 22, No 1 (2017): Ilmu Kelautan Vol 21, No 4 (2016): Ilmu Kelautan Vol 21, No 3 (2016): Ilmu Kelautan Vol 21, No 2 (2016): Ilmu Kelautan Vol 21, No 1 (2016): Ilmu Kelautan Vol 20, No 4 (2015): Ilmu Kelautan Vol 20, No 3 (2015): Ilmu Kelautan Vol 20, No 2 (2015): Ilmu Kelautan Vol 20, No 1 (2015): Ilmu Kelautan Vol 19, No 4 (2014): Ilmu Kelautan Vol 19, No 3 (2014): Ilmu Kelautan Vol 19, No 2 (2014): Ilmu Kelautan Vol 19, No 1 (2014): Ilmu Kelautan Vol 18, No 4 (2013): Ilmu Kelautan Vol 18, No 3 (2013): Ilmu Kelautan Vol 18, No 2 (2013): Ilmu Kelautan Vol 18, No 1 (2013): Ilmu Kelautan Vol 17, No 4 (2012): Ilmu Kelautan Vol 17, No 3 (2012): Ilmu Kelautan Vol 17, No 2 (2012): Ilmu Kelautan Vol 17, No 1 (2012): Ilmu Kelautan Vol 16, No 4 (2011): Ilmu Kelautan Vol 16, No 3 (2011): Ilmu Kelautan Vol 16, No 2 (2011): Ilmu Kelautan Vol 16, No 1 (2011): Ilmu Kelautan Vol 15, No 4 (2010): Ilmu Kelautan Vol 15, No 3 (2010): Ilmu Kelautan Vol 15, No 2 (2010): Ilmu Kelautan Vol 15, No 1 (2010): Ilmu Kelautan Vol 14, No 4 (2009): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 14, No 3 (2009): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 14, No 2 (2009): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 14, No 1 (2009): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 13, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 13, No 3 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 13, No 2 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 13, No 1 (2008): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 12, No 4 (2007): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 11, No 4 (2006): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 10, No 4 (2005): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 10, No 3 (2005): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 10, No 2 (2005): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 10, No 1 (2005): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 9, No 4 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 9, No 3 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 9, No 2 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 9, No 1 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 7, No 3 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan Vol 6, No 4 (2001): Jurnal Ilmu Kelautan More Issue