cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : 19074174     EISSN : 26210681     DOI : -
Core Subject : Social,
ALQALAM : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan (P-ISSN: 1907-4174 ; E-ISSN: 2621-0681) merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan yang memuat tulisan dari dosen, tenaga kependidikan, pemerhati pendidikan dan lain sebagainya. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan isu ke-Islaman yang berhadapan dengan isu sosial seperti pendidikan, sejarah, komunikasi, sosial politik, hukum, ekonomi, dan lainnya. Scope ini dijabar dalam fokus isu per edisi yang membahas isu sosial kontemporer seperti, kearifan lokal, urban dan multikultural.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018" : 7 Documents clear
FATHERING ADVERSITY MANAGEMENT Husin Husin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.606 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.73

Abstract

Peran ayah dalam sebuah keluarga sangatlah penting dalam membentuk kepribadian anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Perannya tidak hanya sebagai sosok yang kuat sebagai penopang perekonomian keluarga, akan tetapi juga pembentuk karakter pantang menyerah (Adversity Quotient) yang sangat berguna bagi masa depan anak. Kajian tentang mengembalikan posisi ayah kepada yang penulis maksudkan sangatlah penting untuk diteliti dalam sebuah kajian tekstual (ayat-ayat Alqura>n) dan dalam kontekstual kekinian. Metodologi penelitian yang digunakan bersifat library research dengan mengetengahkan ayat-ayat dialog antara ayah dan anak dalam Alqura>n, serta menggali pendapat dari tokoh-tokoh pendidikan anak yang kemudian proses content analysis menjadi pilihan peneliti ketika menganalisisnya. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa ada 14 dialog antara ayah dan anak dalam Alqura>n, sehingga menjadi sebuah pelajaran besar bagi seorang ayah bagaimana menempatkan posisinya dalam sebuah keluarga yang juga harus bisa menjadi imam, teman, pendidik dan mengajarkan kepada anak bagaimana menjadi pribadi yang tangguh, sabar, tidak mudah menyerah yang kemudian penulis sebut dengan FAM (Fathering Adversity Management).
PENGELOLAAN MADRASAH PADA PESANTREN DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERA BANJARBARU Muhamad Ramli
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.435 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.47

Abstract

This study aims to reveal about the management of madrasah in pesantren in Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru in terms of organizing, implementation of education and curricular programs, and supervision. This research uses qualitative approach with research subject are leader of Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Head of Madrasah every education level held at Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, that is Head of Madrasah Aliyah Al Falah Putera, Head of Madrasah Tsanawiyah Al Falah Putera, board of curriculum , student affairs officers, administrative division, teachers and students at madrasah in Pondok Pesantren Al Falah Putera. Data collection is done by observation, interview and document analysis. The validity of data is done by extending the time of research and triangulation. Data analysis technique used is with interactive analysis model. The results showed that; The management of madrasah at pesantren in Pondok Pesantren Al Falah Putera viewed from the organizing aspect, this pesantren has organizational structure from the top level to the bottom with accompanied by clear delegation of authority and responsibility so that every member can work efficiently. The delegation has also been running well so that the organization can use its resources efficiently. As for the management of madrasah in pesantren in Pondok Pesantren Al Falah Putera viewed from curricular exercise, in this pesantren curricular program development has been going well, because between curricular madrasah with curricular pesantren has been systematized in accordance with the basic framework of pesantren development since its inception. With systematized every activity undertaken concerning curricular program between madrasah and pesantren become easily synchronized, so that can minimize conflict which can disrupt work climate and organization of boarding school. Then viewed from the aspect of supervision, boarding school Al Falah can easily control and supervise all activities of the santri, because between boarding activities with madrassas have been well structured, according to ladder and time. There are four elements that conduct supervision for the smoothness of learning activities in this pesantren, the four elements are; leader of Pesantren, coordinators/head of Madrasah, ustadz/teachers, seneor santri/students.
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB IAIN SAMARINDA 2018 Edy Murdani Z
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.538 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.59

Abstract

This study aims to explore information about the implementation of learning strategy of Arabic education program IAIN Samarinda, the object of this study are lecturers who teach on arabic education study program that is determined by using purposive sampling, in this study, researchers used interview techniques, observation and documentation, while the research desainused is a qualitative approach with the result of a description that aims to find the pattern of information obtained in the field In this case, the result of the research is (1) Impelementation of learning strategy in IAIN Samarinda arabic study program runs well which is normative implementation, it is shown by the implementation of learning that has been done by the lecturer of course runs according to its function, such as preparing syllabus and learning tools, using strategies and techniques in teaching, and evaluating at the end of the course. (2) The strategy used in learning in IAIN Samarinda arabic education program is active learning for speaking skill, cooperative learning for skill, qowaid wa tarjamah for learning element of language of nahwu, shorof and tarjamah, and for reading skill is qiraah shomitah and jahriyah, drill and awlawiyat for writing skills. (3) Factors supporting the implementation are: a. Able to prepare instructional devices at each meeting b. Pengampu determine appropriate strategies and techniques in adjusting teaching materials c. The availability of learning media well (4) The inhibiting factor of the implementation is the learning is a. Qualification of students, so the implementation of the strategy must be really on target and adjust the cognitive level of students b. Distribution of courses not all speak Arabic
PENDIDIKAN ISLAM DAN PENGAJARAN BAHASA ARAB PADA MASA DINASTI UMAYYAH Farid Permana
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.273 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.74

Abstract

Kemajuan pendidikan Islam dan pengajaran Bahasa Arab di masa silam adalah bagian sejarah penting dalam dunia Islam. Hal tersebut berguna sebagai refleksi memperbaiki kualitas pendidikan di masa mendatang. Semakin maju zaman maka semakin kompleks juga masalah pendidikan Islam dan Pengajaran bahasa Arab. Artikel ini bertujuan untuk menelaah kembali sejarah pendidikan Islam dan Pengajaran bahasa Arab di zaman dinasti Umayah dipandang dari tiga aspek filsafat yaitu ontologi (isi materi), epestimologi (pendidikan sebagai sistem) dan aksiologi (tujuan pendidikan). Kajian ini berkesimpulan bahwa Pendidikan Islam pada masa dinasti Umayyah telah mengalami perkembangan dari masa sebelumnya yaitu masa khulafa al-Rasyidin. Perkembaangan itu terjadi pada berbagai aspek pendidikan diantaranya adalah aspek kurikulum, materi, metodologi dan aspek kelembagaan yang semakin bertambah ragam dan kuantitasnya. Pengajaran bahasa Arab pada masa itu berorientasi pada pendalaman agama Islam sebagai motivasi beragama dan pendalaman syair-syair Arab melalui disiplin ilmu Nahwu. Hasil dari telaahan ini mengisyaratkan adanya dorongan terhadap umat muslim untuk menegaskan kembali sistem pendidikan Islam dan bahasa Arab kepada perkembangan kuliatas melalui kerjasama antar masyarakat muslim dan Negara.
EFEKTIVITAS METODE UMMI TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MEMBACA ALQURAN SISWA TPA DESA PUGAAN KECAMATAN PUGAAN Ahmad Rifa'i; Muhammad Nasir
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.126 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membandingkan keefektifan metode Ummi dan metode Iqra untuk meningkatkan motivasi belajar Al Qur‘an Siswa TPA di Kec. Pugaan, dan (2) mengukur tingkat perubahan motivasi belajar Al Qur‘an Siswa TPA di Kec. Pugaan yang menggunakan metode Ummi. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan angket motivasi awal dan akhir. Sampel terdiri atas dua unit kelas yaitu kelas eksperimen yang merupakan kelompok siswa yang diberikan perlakuan menggunakan metode Ummi, dan kelas kontrol yaitu kelompok siswa yang diberikan metode Iqro‘. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, angket, dan wawancara. Analisis data dengan menggunakan analisis uji-t satu pihak (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas peningkatan motivasi belajar membaca Alquran menunjukkan ada peningkatan signifikan antara penggunaan metode Ummi dibandingkan dengan metode konvensioanal. Pada hasil uji-t menggunakan independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0,004 < 0,05. Dengan demikian, pembelajaran dengan menggunakan metode Ummi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar membaca Alquran.
MANUSIA, AKAL DAN KEBAHAGIAAN (Studi Analisis Komparatif antara Al-Qur’an dengan Filsafat Islam) Mohamad Nursalim Azmi; Muhammad Zulkifli
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.43 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.75

Abstract

Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT dari intisari tanah yang dijadikan nuthfah dan disimpan ditempat yang kokoh, kemudian nuthfah itu dijadikan darah beku, dari darah beku itu dijadikan mudgah, mudgah dijadikan tulang, dari tulang dibalut dengan daging yang kemudian dijadikan Allah SWT. Akal adalah Setiap orang menyadari bahwa ia mempunyai akal, akal berpusat di otak, hasil rumusan akal (pikiran) dapat dirasakan dan diyakini kebenarannya, hasil kerja akal dapat memberikan rasa kenikmatan tersendiri pada diri individu dan Kebahagiaan adalah seseorang mencapai sesuatu nikmat, nikmat itu adalah sesungguhnya kebahagiaan adalah tujuan hidup manusia, bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Metode penelitian dalam jurnal ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur. Pengumpulan data dilakukan dengan pencarian sumber-sumber buku referensi terkait. Setelah data diperoleh kemudian data di analisis dan beberapa tambahan dari peneliti. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan beberapa hasil dan kesimpulan dalam bahasan Manusia, akal dan kebahagiaan, yaitu: Pertama, Berbagai teori tentang asal usul manusia terbantahkan dengan dalil Al-Qur’an. Kedua, Proses penciptaan manusia sangat jelas diterangkan dalam Al-Qur’an yang saat itu belum ada penelitian biologi. Ketiga, Akal merupakan hal pembeda dengan makhluk lainnya. Keempat, Agama merupakan jalan terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan. Kata Kunci : Manusia, akal, kebahagiaan, nuthfah, dan mudgah.
ANALISIS PENDIDIKAN ISLAM DI INDIA DAN PERBANDINGANNYA DENGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Agus Setiawan
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.361 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.60

Abstract

India mempunyai universitas pertama di dunia dengan 1000 dosen berdiri Pada abad 6 dan 7. Di India memiliki perpustakaan yang buka 24 jam. Sehingga kapanpun bisa belajar atau membaca di perpustakaan tersebut. Ada banyak pelajaran di luar ruangan kuliah. Pendidikan Islam saat ini di India, mengalami masa-masa yang sulit, karena dianggap minoritas dan dianaktirikan oleh pemerintah. Namun dengan semangat dari minoritas muslim ini, maka sebagian mendesak untuk mereformasi pendidikan Islam di India. Faktanya bahwa pendidikan Islam di India seperti di Madrasah telah berkembang dengan kolaborasi kurikulum madrasah kepada kurikulum modern, sehingga banyak siswanya yang belajar disana. Tercatat tidak hanya siswa muslim yang belajar, namun kebanyakan malahan siswa beragama Hindu yang belajar disana. "Meskipun disebut madrasah (sekolah Islam), orang-orang di daerah melihatnya seperti sekolah reguler yang baik. Seperti Madrasah Orgram yang terletak 125 km utara ibukota negara bagian, Kolkata, mengatakan bahwa sebagian besar kurikulum modern telah membuat lembaga semakin populer dalam masyarakat mayoritas Hindu. "Orang-orang biasa percaya bahwa madrasah adalah tempat di mana siswa diajarkan hanya pelajaran agama, dan hal itu tidak ada hubungannya dengan pendidikan modern. Pengakuan dari guru disana bahwa selama beberapa tahun telah bekerja untuk mengubah gagasan mereka. Di India berbeda dengan di Indonesia ketika anak selesai sekolah/belajar di sekolah. Di India ketika guru pulang mengajar, tidak langsung pulang ke rumah. Tetapi, Guru diundang oleh orang tua siswa untuk menginap/berkunjung ke rumah orang tua siswa. Untuk mengajarkan pelajaran tambahan di rumah siswanya. Guru dilayani dengan baik oleh keluarga siswa diberikan pelajaran dengan cara memanggil guru ke rumah. Untuk memberikan pelajaran tambahan. Sistem pendidikan India sedikit berbeda dengan Indonesia, setidaknya dilihat dari usia pendidikan tingkat SD sampai Menengah. Di India menggunakan sistem 10 tahun pembelajaran. Terbagi dalam 3 jenjang, yaitu primary (5 tahun), upper primary (3 tahun), dan secondary (2 tahun). Struktur pendidikan sekolah yang seragam tersebut telah di adobsi oleh seluruh Negara bagian dan teritori India. Ini juga berlaku untuk pendidikan konvensionalnya dan pendidikan Islamnya. Karena keduanya di bawah kebijakan Nasional pemerintah India. Berbeda dengan Indonesia yang mewajibkan 6 tahun di SD, 3 tahun di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 3 tahun di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Adapun untuk pendidikan tingginya yaitu pada jurusan, baik teknik maupun bisnis menetapkan pola pendidikan Ghandi, yaitu pembentukan manusia yang berkepribadian utuh, kreatif dan produktif. Ada istilah S1, S2 dan juga S3 di India. Ini berlaku sama perguruan tinggi di Indonesia. Hanya saja sistem perkuliahannya yang berbeda juga tugas akhirnya. Kalau di India S1 tidak dituntut untuk menyelesaian akhir seperti Skripsi, sedangkan yang diwajibkan hanya pada tingkat S3 yaitu ada tugas wajib pembuatan Disertasi. Terdapat perbedaan yang signifikan tentang orientasi berfikir dan pola studi mahasiswa India dengan mahasiswa Indonesia. Bagaimana tidak, mahasiswa di India nyaris tak punya waktu untuk mengurusi hal-hal yang tidak berkaitan dengan persoalan akademik. Setiap hari, waktu mereka terkuras untuk mengamati huruf-huruf dalam susunan beratus-ratus kertas bahkan beribu-ribu halaman tebalnya. Membaca yang awalnya merupakan suatu kewajiban dengan sendirinya terkonversi menjadi satu kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. Pada umumnya mahasiswa menghabiskan waktu 12 hingga 20 jam perhari untuk berkonsentrasi dengan materi-materi kuliah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7