cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : 19074174     EISSN : 26210681     DOI : -
Core Subject : Social,
ALQALAM : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan (P-ISSN: 1907-4174 ; E-ISSN: 2621-0681) merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan yang memuat tulisan dari dosen, tenaga kependidikan, pemerhati pendidikan dan lain sebagainya. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan isu ke-Islaman yang berhadapan dengan isu sosial seperti pendidikan, sejarah, komunikasi, sosial politik, hukum, ekonomi, dan lainnya. Scope ini dijabar dalam fokus isu per edisi yang membahas isu sosial kontemporer seperti, kearifan lokal, urban dan multikultural.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)" : 30 Documents clear
Moral Education Based On Religion, Philosophy, Psychology And Sociology Murjani Murjani; Ujang Nurjaman
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.815

Abstract

Permasalahan krisis moral dikalangan para remaja belakangan ini telah menjadi masalah yang cukup serius dimana hasil penelitian membuktikan angkanya selalu bertambah. Dari fakta-fakta yang muncul, permasalahan yang terjadi para kalangan muda dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan, sekolah dan keluarga dimana dalam permasalahan ini peranan orang tua sangat penting untuk melakukan tindakan preventif atas perilaku yang bersifat normatif dan hal ini pun harus ditanamkan sejak dini agar fase-fase pertumbuhan emosional, sosial, bahasa dan moral seorang anak dapat terkontrol. Pendidikan moral bertujuan Tujuan pendidikan moral adalah untuk pembentukan karakteryang terwujud dalam kesatuan esensial antara si subjek dengan perilaku dansikap hidup yang dimilikinya. Substansi dari pendidikan moral adalah membentuk kepribadian yang paripurna bagi setiap anak.Perlu dipahami bahwa semuanya harus berorientasi pada fungsi pendidikan yaitu sebagai fungsi adaptasi, fungsi pengembangan dan fungsi bermain dan didasari pada 6 prinsip, yaitu prinsip pengamatan, peragaan, bermain sambil belajar, otoaktivitas, kebebasan dan prinsip keterkaitan dan keterpaduan.
Kesadaran Santri Pondok Pesantren Al-Aqobah Dalam Menerapkan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 Arizki Dwi Prasetyo; Agus Machfud Fauzi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.759

Abstract

Sejak pandemi covid-19 kegiatan masyarakat menjadi lumpuh, termasuk juga kegiatan pembelajaran di Pondok Pesantren Al-Aqobah Jombang. Sejak bulan agustus 2020 kegiatan pembelajaran berjalan kembali namun dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan yang sesuai dengan arahan pemerintah. Penerapan protokol kesehatan tidak dapat berjalan tanpa adanya kesadaran dari masing-masing individu yang menjalankan kegiatan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana kesadaran santri saat menjalankan kegiatan pembelajaran pesantren di masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif, dengan melakukan wawancara pada santri pondok pesantren al-aqobah yang menjalankan kegiatan pembelajaran di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan perspektif teori interaksi simbolik blumer. Hasil dari penelitian ini yaitu kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di masa pandemi wajib menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk. Jika ada santri yang tidak menggunakan masker pihak yayasan tidak mengizinkan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, kesadaran para jamaah dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi terbentuk karena tiga faktor yaitu, pertama peraturan pihak pemerintah maupun pengurus pondok pesantren, kedua sosialisasi yang rutin diberikan, ketiga dorongan dari orang tua dan masyarakat sekitar. Selain menerapkan protokol kesehatan, santri juga memahami apa yang dimaksud dengan protokol kesehatan serta cara penerapan yang baik dan benar agar terhindar dari virus covid-19.
Kecerdasan Interpersonal dan Urgensinya Bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) M. Afiqul Adib
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.693

Abstract

Tugas utama guru sejatinya sangat berhubungan dengan sosial. Seorang guru akan berinteraksi dengan muridnya ketika pembelajaran berlangsung, dan keberhasilan sebuah proses pembelajaran akan sangat dipengaruhi oleh cara guru dalam menjalin pola hubungan yang baik. Kemampuan tersebut akan bisa didapati jika guru mengembangkan kecerdasan interpersonal. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang kecerdasan interpersonal, serta menjawab beberapa hal, seperti: Bagaimana peran seorang guru PAI? Dan mengapa guru PAI harus memiliki kecerdasan interpersonal? Metode Penelitian yang pakai dalam membedah atau menganalisi kajian ini adalah Library research atau penelitian pustaka. Setelah diperolah data yang cukup, kemudian dilakukan pemeriksaan ulang serta penyusunan sesuai dengan konsep yang ditentukan untuk memudahkan membaca dan diperoleh kesimpulan. Hasil penelitian ini didapatkan beberapa hal, yakni kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan untuk mengetahui apa yang dinginkan orang lain, mulai dari hasrat, tekanan, ego, kecemasan, keinginan, serta emosi lainnya sehingga bisa memberikan respons yang sesuai dengan subjek yang dituju, bukan menyesuaikan dengan diri sendiri. Kemampuan ini akan membuat hubungan sosial seseorang menjadi kuat karena orang di sekitarnya menjadi lebih bahagia ketika berhubungan.
Makna Simbolik Dan Nilai-Nilai Buddhis Pada Tradisi Pemberian Nama Orang Jawa (Suatu Tinjauan Semiotik) Sudarto Sudarto
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.860

Abstract

This study aims to: (1) To describe the Njengakno ritual tradition in Tunahan Village, Keling District, Jepara Regency (2) To find out the symbolic meaning contained in the Njengakno ritual tradition in Tunahan Village, Keling District, Jepara Regency (3) To describe the Buddhist values that contained in the ritual tradition of Njengakno in Tunahan Village, Keling District, Jepara Regency This research model uses a qualitative descriptive research method using a semiotic analysis approach. Data collection techniques in this study used participatory observation, in-depth interviews with elders, religious leaders and actors involved in the naming ceremony (Njengakno). The instrument of this research was the researcher himself with interview notes, photos and writing instruments. Data analysis used is continuous categorization and comparison. The validity of the data was obtained through triangulation of sources and methods. The results of this study indicate that (1) the symbolic meaning contained in the Njengakno ritual tradition in Tunahan Village, Keling District, Jepara Regency, is the meaning of each offering presented in the njegakno ceremony, the offerings are: a) Snacks market with the meaning of fortune, health , safety to always accompany, b) white porridge and brother porridge have the meaning marked as the birth of a child, c) Kupat lepet its symbolic meaning is the philosophy of always admitting mistakes (Lepat) While lepet covers mistakes that have been forgiven, d) Wedhang buthek (Coffee) and Wedhang clear (white water) Its symbolic meaning is a symbol of a brotherhood e) Bananas have a symbolic meaning giving the meaning that all those who guard (pamomong) protect and sustain life, f) Candles, Its symbolic meaning is as a light in a life, g) Incense, The symbolic meaning of humans can give a fragrance, conditioning and give good advice good, h) Kembang (flower) The symbolic meaning of the flower is that the baby's name and family remain fragrant, i) Dekem (ingkung) the symbolic meaning of a baby who is still clean and pure as an attitude of surrender and surrender to the power of God Almighty. (3) The Buddhist values contained in the Njengakno ritual tradition in Tunahan Village, Keling District, Jepara Regency explain that Buddhist values in the njengakno ceremony tradition can be interpreted as having a positive impact, on the other hand as a form of our devotion to our ancestors in accordance with Parrita Tirokuda sutta
Model Kepemimpinan Pendidikan Masa Depan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi dan Sosiologi Muhidin Arifin; Ujang Nurjaman
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.818

Abstract

Dewasa ini, dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu memimpin dan menjadi teladan bagi bawahannya untuk bersama melakukan perubahan ke arah positif. Kepemimpinan merupakan suatu hal yang dinamis, berubah, dan berkembang sesuai masanya sehingga banyak konsep gaya kepemimpinan yang berkembang. Permasalahan dalam makalah ini adalah Dari uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan dalam makalah ini, yaitu: Bagaimana Model kepemimpinan pendidikan masa depan berbasis agama, filsafat, psikologi, dan sosiologi. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahuii, menganalisis dan mendapatkan informasi model kepemimpinan pendidikan masa depan berbasis agama, filsafat, psikologi, dan sosiologi. Hasil kajian ini menyebutkan bahwa model kepemimpinan berbasis agama meletakkan dasar teologis yaoitu Alquran yang relative banyak memberikan karakteristik kepemimpinan, dari aspek filsafat kepemimpinan mengacu dalam beberapa prinsip Filsafat ini mengakui bahwa yang abadi adalah nilai-nilai dan bukan sesuatu yang kelihatan. Kehidupan manusia adalah perwujudan dari nilai-nilai yang abadi. Dalam filsafat nilai yang terpenting adalah esensi dari kehidupan manusia. Dari basis pskiologis kepemimpinan bersinggungan dengan optimism dan harapan, sedangkan dari basis sosiologis Pemimpin merupakan figur sentral dalam kelompok sosial atau masyarakat, sesuai dengan posisi yang ditempatinya dia memegang peran penting dalam mengatur kelangsungan hidup kelompok, seperti membina hubungan antar peribadi, menciptakan suasana yang harmonis, mengatasi ketegangan dan konflik.
Pengambilan Keputusan Dalam Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi, dan Sosiologi H. Ahmad Maki; Ujang Nurjaman
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.813

Abstract

Kegiatan organisasi sekolah berkaitan dengan kegiatan yang melibatkan kelompok untuk mengambil sebuah keputusan. Hal ini berkaitan dengan alokasi, wewenang, dan koordinasi kegiatan. Setiap fungsi memiliki keahliannya sendiri- sendiri untuk menjalankan tugasnya. Umumnya di dunia pendidikan ada jenjang wewenang dari seorang pengawas hingga guru. Timbulnya banyak permasalahan karena sebuah sekolah yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah tidak mempunyai sebuah keputusan yang tepat dalam hal mengelola. Seorang kepala sekolah hendaknya terampil dalam mengambil keputusan, tentu banyak hal-hal yang perlu dipertimbangkan. Peran pemimpin dalam mengambil keputusan adalah sentral dan strategis. Salah satu fungsi manajemen, dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa desicion maker memiliki gaya tersendiri. Biasanya gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh pemimpin ada beberapa yang sering menjadi pola dalam pengambilan keputusan. Seringkali seorang manajer menggunakan dua atau tiga gaya dalam pengambilan keputusan. Kekuatan dan kelemahan pembuat keputusan ditentukan pada Gaya yang digunakan oleh pemimpin atau manajer. Informasi yang sama akan dievaluasi dan diambil keputusannya dengan gaya kepemimpinan yang berbeda. Hal ini membantu menjelaskan mengapa manajer yang berbeda membuat keputusan yang berbeda. Secara keseluruhan, analisis gaya pembuat keputusan berguna dalam memberikan pemikiran mengenai bagaimana menghadapi berbagai gaya pengambilan keputusan. Seorang pemimpin dalam suatu organisasi dapat mengambil keputusan yang tepat dan menerapkan gaya kepmimpinan sesuai dengan situasi dengan berbagai pertimbangan yang telah diperhutungkan secara matang.
Pengaruh Disiplin dan Motivasi Terhadap Kinerja Guru Di SMP Negeri 2 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang Rasman Rasman; Sofyan Sofyan; Dedy Suhery; Syarifah Hanim
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.836

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh disiplin terhadap kinerja Guru di SMP Negeri 2 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, (2) untuk mengetahui dan menganlisis pengaruh motivasi terhadap kinerja Guru di SMP Negeri 2 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, (3) untuk mengetahui pengaruh disiplin dan motivasi terhadap Kinerja Guru di SMP Negeri 2 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan jumlah populasi di SMP Negeri 2 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang adalah 32 orang. Sampel pada penelitian ditentukan dengan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel adalah 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode non tes, dengan instrumen penelitian angket dan studi perpustakaan. Analisis data menggunakan SPSS dengan analisis deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Disiplin terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 2 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 0,797 terhadap Kinerja Guru sehingga dapat di simpulkan Disiplin yang memadai  dapat  menentukan Kinerja Guru juga akan tinggi walaupun  ada variable lain yang mendukung untuk melihat hasil kinerja seorang Guru. Terdapat pengaruh  positif tetapi tidak  signifikan  Motivasi  terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 2 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 0,022 terhadap Kinerja Guru sehingga dapat di simpulkan Motivasi  yang  memadai dapat menentukan Kinerja Guru juga akan tinggi walaupun ada variabel lain yang mendukung untuk melihat hasil kinerja seorang Guru. Secara simultan dapat dilihat bahwa variabel independen Disiplin dan  Motivasi memiliki nilai signifikan α (0,000 < 0,05 dan nilai fhitung > ftabel (89,277 > 3,32). Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Disiplin dan Motivasi berpengaruh secara signifikan dan simultan terhadap Kinerja Guru. Sehingga hal ini berarti semakin tinggi Disiplin dan Motivasi semakin baik pula Kinerja Guru. Dan sebaliknya semakin rendah Disiplin dan Motivasi maka Kinerja Guru  semakin kurang baik.
Multikulturalisme dan Politik Identitas di Indonesia Mentari Mentari; Hardi Alunaza
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.810

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menepis pandangan terkait multikulturalisme dan politik identitas yang sering dipandang sebagai dua hal yang saling berlawanan dan memiliki posisi yang berbeda. Melalui studi kepustakaan dengan analisis buku, tulisan ini ingin menjawab bahwa makna dan tujuan multikulturalisme dan politik identitas adalah untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang modern, kuat, demokratis, dan makmur sesuai amanah undang-undang. Kesalahpahaman terkait kedua istilah ini dapat menimbulkan di kursus yang menjadi penyebab konflik di tengah masyarakat. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa multikulturalisme hadir sebagai respons dari keberagaman budaya serta sikap toleransi yang harus dijunjung tinggi. Secara rinci tulisan ini terbagi ke dalam dua bagian penting. Pertama, makna dan pendekatan yang digunakan dalam menjelaskan multikulturalisme. Kedua, model respons dan perdebatan terhadap multikulturalisme dan politik identitas yang mampu merawat perbedaan dari sentimen serta dampak negatif bagi keutuhan keberagaman di Indonesia. Politik identitas harus dijaga agar sejalan dengan keberagaman Indonesia yang kaya akan budaya, ras, suku, dan bahasa demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Masjid Subulussalam Dalam Bingkai Pluralisme (Studi Analisis Fungsi Edukasi Masjid Terhadap Perilaku Keagamaan Masyarakat di Samarinda) Misbahul Khairani; Susanto Susanto
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.680

Abstract

Masjid menjadi salah satu pusat terpenting pengembangan Islam kultural yang menghasilkan banyak warisan (legacy) Islam Indonesia. Begitu pula perkembangan Islam dibumi Etam Kalimantan Timur yang mempunyai beragam suku, bahasa, adat dan budaya yang banyak mewariskan khazanah keislaman. Islam masuk di bumi Etam saat itu pada abad ke-16 yang diperkenalkan melalui ulama dari Sumatra yaitu Tuanku Tunggang Parangan dan berkembang pada abad ke-18 melalui kerajaan atau kesultanan Kutai Kartanegara yang termasuk kerajaan tertua di Indonesia. Masjid Subulussalam salah satu masjid yang yang berdiri di bumi Etam yang memiliki masyarakat majmuk multicultural. Penelitian ini menggunkan metode deskriptif kualitatif, Adapun upaya untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, Masjid Subulussalam merupakan contoh masjid publik yang menjadi contoh pusat pendidikan bagi masyarakat Kampung Subulussalam di Samarinda. Dengan prinsip masjid dibangun dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan fungsinya untuk masyrakat dimana ia dapat mengembangkan diri dan lingkungannya secara bersamaan. Adapun misi yang dijalankan adalah ta’awwun (tolong-menolong), tawazun (gotong royong), tawasuth (tidak memihak), tasyawur (musyawarah), dan adl (adil). Fungsi edukasi masjid subulussalam sebenarnya untuk pengembangan nilai-nilai humanis dan kesejahteraan Umum dan itu terbingkai dalam pluralisme. Kata Kunci: Masjid Subulussalam dan Pluralisme
Eksistensi Pendidikan dan Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Pra dan Pasca Kemerdekaan Sofyan Sofyan
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i1.856

Abstract

Sejarah pendidikan di Indonesia mengalami pergerakan yang sangat signifikan dari jumlah maupun eksistensinya di masyarakat. Pendidikan tidak hanya dianggap sebagai sebuah keperluan pemenuhan hak-hak masyarakat, akan tetapi sudah berkembang menjadi sebuah gaya hidup bagi masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ialah agar mengetahuai hadirnya pendidikan dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia pra dan pasca kemerdekaan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan jenis penelitian analaisis sejarah. Metode pengumpulan data menggunakan pelacakan sumber literatur sejarah dari buku dan video sejarah pendidikan di Indonesia. Pencarian data menggunakan library research dengan mengumpulkan tulisan yang berkaitan dengan judul ini dari berbagai sumber dan dianalisis dengan content analysis. Hasil penelitian menegaskan bahwa pendidikan Islam pra kemerdekaan dimulai dari pendidikan Islam pada masa Belanda dan Jepang. Pendidikan Islam pasca kemerdekaan meliputi pendidikan Islam era orde lama, orde baru dan era reformasi. Penelitian ini berkontribusi terhadap kajian pendidikan Islam di Indonesia khususnya tentang perkembangan lembaga pendidikan Islam pra dan pasca kemerdekaan.  

Page 1 of 3 | Total Record : 30