cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HARMONI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25991795     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni (E ISSN 2599-1795) merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga bidang keilmuan yaitu Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jurnal Harmoni dikelola oleh Departemen Linguistik Universitas Diponegoro dalam hal ini Program Studi Sastra Inggris dan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Patchwork as A Tool to Build Creativities in Semarang’s Orphanage Elizabeth Ika Hesti Aprilia Nindia Rini
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.86 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.20-23

Abstract

This activities goal is to remind the importance of educating children about life skills and to develop their creativity in order to be able to create and produce functional goods that have economic value so that children may also learn entrepreneurship. Through this community service activity (pengabdian kepada masyarakat), children are encouraged to create ideas and develop their imagination, and skills to create patchwork. This PKM that designed to contain educational, entertainment and attractive elements are expected to foster self-confidence, independence, constructive social abilities and stimulate entrepreneurial  spirit.Keywords: patchwork, life skills education, entrepreneurship. 
PENGENALAN ONIGIRI DAN PROSES PEMBUATANNYA Budi Mulyadi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAK Onigiri merupakan salah satu jenis makanan Jepang yang sudah dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia. Onigiri yang awalnya adalah sebuah bekal yang dibawa oleh para prajurit ketika berangkat ke medan perang, kini telah menjadi camilan utama yang dikonsumsi masayrakat Jepang. Bentuk onigiri yang dikenal oleh masyarakat dunia dewasa ini merupakan warisan yang dimulai pada masa Heian. Meskipun bentuk onigiri yang umum adalah segitiga, namun dalam perkembangannya selain bentuknya yang bervariasi menjadi bulat, lonjong dan sebagainya, varian rasanya pun bertambah. Tidak hanya rasa yang merupakan ciri khas makanan Jepang namun juga dikreasikan dengan varian rasa adaptasi dari makanan modern yang masuk ke negara Jepang.Untuk lebih mengenalkan jenis makanan Jepang pada masyarakat luas, maka  pada tanggal 31 Maret 2018, Program Studi D3 Bahasa Jepang FIB Universitas Diponegoro Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk menjelaskan serta mempraktekan pembuatan onigiri.Tujuan dari diselenggarakannya Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertemakan onigiri sebagai bagian dari masakan Jepang agar makanan Jepang yang mulai digemari oleh anak muda di Indonesia ini dapat pula dikenal luas oleh masyarakat pada umumnya, tidak hanya secara informasi namun juga secara praktek pada proses pembuatannya. Sehingga diharapkan bisa menjadi lahan bisnis sampingan bagi para peserta yang mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini.Hasil dari kegiatan ini tercapainya suatu pemahaman yang mendalam mengenai onigiri sehingga selain memperkaya khazanah pengetahuan tentang masakan Jepang juga membuka peluang kreatifitas para peserta untuk mengembangkan varian onigiri yang lebih disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.Kata kunci :  budaya, onigiri,masakan Jepang ABSTRACT Onigiri is one of Japanese food  that is  known and consumed by people in many country around the world. Onigiri, originally a stock brought by the soldiers when heading off  to the battlefield, has now become the main dishes consumed by Japanese society. The form of Onigiri known to the world community today is a legacy that began in the Heian era. Although the common form of onigiri is a triangle, but  in modern era  its varied not only  into round, oval form  but  the variants taste was increased. The varians of Onigiri f not only the flavor of the Japanese food  taste but also added  with variants of the taste which adaptation from the modern foods .To introduce Japanese food to the wider community, on March 31, 2018, D3 Japanese Language Program FIB Diponegoro University held acommunity service to explain and  practice the making of Onigiri.The purpose of  that activities are introduce the Japanese food especially onigiri to the public so that  knowledge can also be widely known by the public in general, not only information but also in practice in the process of making of Onigiri itself. We expected that  the participants can use the information of  the Onigiri making to make  their own Onigiri’s creation.                The result of this activity achieves a deep understanding of Onigiri so that in addition to enriching the treasures of knowledge about Japanese cuisine also opens the creativity opportunities of the participants to develop Onigiri variant that is more adapted to the tastes of the people of Indonesia.Keywords : culture ; onigiri ; Japanese Dishes 
ETIKA BERKOMUNIKASI BAGI PENGEMUDI BECAK SEBAGAI PELAKU PARIWISATA DI YOGYAKARTA Sri Sudarsih; Iriyanto Widisuseno; Reny Wiyatasari; Budi Mulyadi; Yuliani Rahmah
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.388 KB) | DOI: 10.14710/nmjn.v%vi%i.17205

Abstract

Yogyakarta merupakan kota pariwisata dengan kekayaan budayanya. Pariwisata dikembangkan secara meneyeluruh dengan berbasis pada budaya. Artinya pengembangan pariwisata yang tetap didasarkan pada nilai-nilai budaya Yogyakarta. Becak sebagai alat transportasi tradisional merupakan salah satu icon pariwisata di Yogyakarta. Desain becak dengan pengemudinya turut serta menentukan perkembangan pariwisata di Yogyakarta. Salah satu hal terpenting adalah etika berkomunikasi dengan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Etika komunikasi harus dikedepankan karena menentukan makna pariwisata secara keseluruhan. Komunikasi yang mengedepankan etika akan menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan damai sehingga para wisatawan merasa ingin berlama-lama berwisata di Yogyakarta. Harapan ke depannya adalah wisatawan yang datang ke Yogyakarta akan meningkat dari tahun ke tahun.Kata kunci : etika, komukasi, pengemudi becak, icon pariwisata, budaya, pariwisataYogyakarta is a tourism city with riches culture.Tourism developed thoroughly withbased on culture.It means the development of tourism continue to be based on culture value ofYogyakarta.Pedicabs as a traditional transportation is one of tourism icon in Yogyakarta.Design of pedicabs with the driver also as well as to determine improving tourism inYogyakarta. One of the things it is all about ethics communicate with tourists both domestic andforeign.Ethics communication should be put forward because determine the meaning oftourism as a whole. Communication that puts forward standard ethics going to create a moodthat safe comfortable and peaceful so that the tourists felt like linger traveled in Yogyakarta.Hope in the future is tourists who come to Yogyakarta will increase from year to year.Keywords : Ethics, communication, the pedicab driver, a tourism icon, culture, tourism
PELATIHAN CHANOYU UPACARA MINUM TEH JEPANG UNTUK MENGGALI NILAI-NILAI BUDAYA SERTA MANFAAT YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA Yuliani Rahmah; Iriyanto Widisuseno; Reny Wiyatasary; Budi Mulyadi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.931 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Chanoyu is one of the most famous Japanese culture. Chanoyu is a traditional Japanese tea ceremony to honor the guests. This tea ceremony began in Japan in the Edo period. The most of  Japanese learners knew that Chanoyu was just a tea ceremony which held to honor guests. They do not know about the culture values as well as the benefits and purposes of that tea ceremony.To know the cultural values, benefits and objectives of chanoyu ceremony, on October 14, 2017  Japanese Language Diploma Faculty of Humanities of Diponegoro University held a Community Service activity by inviting expert from The Japan Foundatioan Jakarta to practice and explain about the Chanoyu.The purpose of the Community Service devotion with the theme of chanoyu is that the Japanese language learners and the general public know more about the cultural values, benefits and objectives of the chanoyu ceremony.The result of this activity attains the knowledge of chanoyu which is not understood by Japanese language learners but by the public who interest of Japanese culture in general. With the knowledge of Chanoyu,we can understand about the philosophy in a cultural activity and the cultural values .
PEMANFAATAN SENI KERTAS LIPAT SEBAGAI BENTUK ANTISIPASI DEMENSIA PADA MASYARAKAT LANJUT USIA DI DESA SEKARJALAK Dewi Saraswati Sakariah
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

The form of service’s activity to society is a training for the elderly group with the theme "The Use of Folding Paper as Anticipation of Dementia for Elderly Group at Sekarjalak Village". The reasons for choosing this theme are 1) The importance of academic being an extension of the government to support the health care program in elderly groups, 2) The elderly group is susceptible to degenerative diseases of brain function, and 3) The elderly group in the village is rarely choosen as  the target of the Student KKN Team program. The art of folding paper (origami) Japan has been a therapy to storm brain function for elderly in Japan that can be applied by elderly Indonesia. In addition as a form of therapy is also able to provide strengthening of the brain, cognitive and motoric functions. The activity takes place with the practice method of making the work in accordance with the patterns in the manual. Although there are time constraints for elderly people who are sick on some parts of the body, but the activity went well and smoothly to the end. All participants took an active and enthusiastic role following the instructions of the devotion team. Hope in the future is the elderly group can become one of the mandatory targets for the servants of society later. Keywords: Sekarjalak village, dementia, origami
EFEKTIVITAS PELATIHAN ANALISIS WACANA KRITIS UNTUK TEKS MEDIA BAGI KOMUNITAS PERCIK SALATIGA Nurhayati Nurhayati; Herujati Purwoko; I.M. Hendrarti; Octiva Herry Chandra
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.365 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Paper ini bertujuan untuk menjelaskan efektifitas pelatihan penerapan ancangan analisis wacana kritis dalam menganalisis teks media yang ditujukan kepada kelompok lembaga independen Percik Salatiga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dengan menggunakan metode ceramah dan kerja kelompok dalam penyampaian materi, pelatihan ini cukup efektif. Bahan pelatihan dikemas dalam bentuk power point untuk memudahkan peserta mencerapi konsep teoretis. Para peserta sangat tertarik pada pelatihan ini dan mereka merasa pelatihan ini sangat penting dan bermanfaat. Namun Karena keterbatasan waktu, peserta tidak dapat tuntas dalam mempraktikkan penerapan ini.Kata kunci :  Analisis Wacana Kritis, Wacana Media, Praksis Sosial, Praksis Wacana, Peristiwa Sosial
PELATIHAN MEMBUAT SUSHI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENCETAK WIRAUSAHAWAN Fajria Noviana; Trahutami S.I.; Elizabeth Ika Hesti ANR; Lina Rosliana
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

ABSTRACT Enterpreneurship workshop that matched with what have been learned in college is an effort to grow creative and enterpreneurhip spirit in students. Therefore, sushi making workshop for the students of Japanese Department in Diponegoro University Faculty of Humanities, is an example of that effort. This workshop can be some way to open new job vacancies, as well lessens the number of educated unemployment.Keywords : entrepreneurship, food, Japan, sushi
AMPLIFIKASI PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN LAGU DI KELAS 3C SDN UNGARAN 01 KABUPATEN SEMARANG Ariya Jati
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAKArtikel ini berkenaan dengan penggunaan lagu untuk mengamplifikasi pengajaran Bahasa Inggris di kelas 3C SDN Ungaran 01 Kabupaten Semarang. Lagu turut digunakan dengan pertimbangan bahwa pengajaran Bahasa Inggris di SDN tersebut belum menggunakannya sebagai amplifikasi. Tujuan amplifikasi ini adalah adanya variasi dalam pengajaran Bahasa Inggris, yakni dengan menggunakan lagu berbahasa Inggris yang dinilai sesuai dengan materi Bahasa Inggris untuk kelas 3 Sekolah Dasar. Amplifikasi ini menerapkan metode engage, study, and activate (ESA), dengan data yang diperoleh melalui classroom observation. Luaran yang dihasilkan dari penelitian ini adalah lembar kerja untuk satu tema ajar. Dalam pelaksanaannya, amplifikasi dengan menggunakan metode ESA ini dapat dipraktekkan dengan mudah. Diharapkan amplifikasi ini dapat digunakan oleh setiap dosen yang mempunyai minat terhadap pengajaran bahasa Inggris. Kata kunci: children songs, receptive and productive skills, ESA model, classroom observation, worksheet  
PEMBELAJARAN PENERJEMAHAN MELALUI FOLKLOR UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA Siswo Harsono
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.2.1.%p

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran penerjemahan melalui folklor penting untuk mengembangkan pariwisata setempat. Penelitian terapan ini dilakukan untuk mempelajari penerjemahan folklor Semarang untuk pengembangan pariwisata Semarang. Penelitian ini menggunakan metode belajar-mengajar dan menerjemahkan. Metode belajar-mengajar diterapkan untuk membuat desain pengajaran; dan metode penerjemahan diterapkan untuk membuat desain material. Subyek penelitian ini adalah siswa SMK Jayawisata, Semarang. Menerjemahkan folklor  Semarang ke dalam bahasa Inggris sangat penting untuk diterapkan dalam pembelajaran penerjemahan bagi para siswa untuk mengembangkan pariwisata Semarang. Pembelajaran penerjemahan melalui folklor juga sangat penting bagi para siswa untuk mengetahui warna lokal dari wisata folklor. Kata kunci: folklor, pembelajaran, penerjemahan, pengembangan pariwisata  AbstractLearning translation through folklore is important to develop local tourism. This applied research is done to learn the translation of Semarang folklore to develop Semarang tourism. This research uses teaching-learning and translating methods. Teaching-learning method is applied to make a course design; and translating method is applied to make a material design. The subjects of this research are the students of SMK Jayawisata, Semarang. Translating Semarang folklore into English is significant to apply in teaching-learning of translation for the students to develop Semarang tourism. Teaching-learning of translation through folklore is also significant for the students to know the local color of folklore tourism. Keywords: Folklore, teaching-learning, translation, tourism development
PEMBUATAN BUKLET TRIBAHASA UNTUK PROMOSI PARIWISATA DI DESA WISATA KANDRI Siswo Harsono; Atrinawati Atrinawati
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.324 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

ABSTRAK Buklet tribahasa penting dibuat untuk media promosi pariwisata Desa Wisata Kandri di Semarang. Tiga bahasa yang dipilih untuk buklet tersebut adalah bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Bahasa Jawa dipilih karena ia merupakan bahasa asli masyarakat Kandri; bahasa Indonesia dipilih karena ia merupakan bahasa resmi nasional bangsa Indonesia; dan bahasa Inggris dipilih karena ia merupakan bahasa internasional. Penerapan tersebut berdasarkan teori penerjemahan tiga bahasa dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bahasa-bahasa sasaran. Buklet tribahasa dapat dibaca oleh wisatawan setempat, wisatawan domestik, dan wisatawan mancanegara. Dengan demikian, buklet tribahasa tersebut dapat mempertahankan bahasa Jawa sebagai bahasa asli masyarakat Kandri, serta mengembangkan promosi pariwisata secara nasional dengan menggunakan bahasa Indonesia dan secara intenasional dengan menggunakan bahasa Inggris. Dapat disimpulkan bahwa buklet tiga bahasa sangat efektif untuk dijadikan salah satu media promosi pariwisata.Katakunci: Buklet tribahasa; penerjemahan tribahasa; media promosi pariwisata ABSTRACT Trilingual booklet is important to create as tourism promotion in Kandri tourism village in Semarang. Three languages chosen for the booklet are Javanese, Indonesian, and English. Javanese is chosen because it is the native language of Kandri people; Indonesian is chosen because it is an official language of Indonesian people; and English is chosen because it is an international language. This application based on the theory of trilingual translation from Javanese as source language into Indonesian and English as target languages, the trilingual booklet can be read by local, national, and international tourists. Trilingual booklet can maintain Javanese as the native language of Kandri people, and develop the tourism promotion nationally by using Indonesia and internationally by using English. It can be inferred that trilingual booklet is effective to be one of tourism promotion media.Keywords: Trilingual booklet; trilingual translation; tourism promotion media

Page 1 of 12 | Total Record : 115