cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Technopreneur (JTech)
Published by Politeknik Gorontalo
ISSN : 22524002     EISSN : 2548558x     DOI : -
Jurnal Technopreneur (Technology & Entrepreneur) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian dan pengetahuan sistematis tentang rekayasa dan teknologi, dalam bidang teknologi pertanian dan teknik mesin, Teknik Informatika dan Teknologi Hasil Pertanian. Terbit pertama kali tahun 2012 dengan terbitan 2 kali setahun pada bulan Mei dan bulan November.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)" : 10 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN MIE RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) STUDI KASUS DI DESA TIHENGO KABUPATEN PONELO KEPULAUAN, GORONTALO UTARA Larasati Sukmadewi Wibowo
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.733 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.31

Abstract

Potensi di Desa Tihengo Kabupaten Gorontalo Utara memiliki potensi yang besar untuk pengembangan rumput laut berbasis skala usaha. Salah satu cara adalah dengan pembuatan mie rumput laut yang dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat Ponelo Kepulauan juga mengawetkan rumput laut dengan cara diubah menjadi produk mie rumput laut. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut bahwa penjualan mie rumput laut dapat memberikan peluang usaha. Modal usaha sebesar Rp 2.709.267,00 dengan jumlah produksi mie rumput laut sebanyak 210 bungkus mie basah akan menghasilkan keuntungan Rp 890.733,00 per bulan. Apabila diusahakan oleh masing-masing individu ibu rumah tangga maka keuntungan perhari bisa mencapai 28.000. Analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa usaha mie rumput laut dapat menguntungkan dengan jangka waktu balik modal hanya selama 3 bulan saja setelah menjalani usaha.
REKAYASA TURBIN IMPULSE ”CROSS FLOW” DENGAN MENGGUNAKAN ALTERNATOR 12 VOLT 0,5 AMPERE (IMPULSE TURBINE ENGINEERING “CROSS FLOW” BY USING ALTENATOR OF 12 VOLT 0.5 AMPERE) Yunita Djamalu
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.671 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.22

Abstract

Topografi di Indonesia sangat berpotensi maka energi air yang berlimpah perlu dimanfaatkan. Turbin adalah salah satu solusi dalam pemanfaatkan air menjadi energi listrik. Turbin impulse crossflow bukan hal yang baru lagi, tetapi bagaimana merencanakan turbin yang sesuai untuk mencapai putaran yang dibutuhkan oleh alternator 12 volt 0,5 ampere sehingga mampu menghasilkan tegangan dan arus yang dibutuhkan oleh alternator. Hal utama dalam merencanakan turbin impulse crossflow adalah kontruksi dari turbin tersebut yang terbagi dari, rangka sudu, luas penampang sudu, poros, rangka turbin dan sistem penggeraknya transmisi, bantalan. Maka dengan mengasumsikan debit air, kecepatan aliran air dan luasan pada sudu turbin yang dibutuhkan untuk mencapai putaran yang kita dapatkan. Dari hasil analisa turbin impulse crossflow. Massa jenis air, 60o ketinggian aliran air energi potensial adalah 48,94 watt, sedangkan massa jenis aliran air, 1,72 meter/detik kecepatan aliran air energi kenetik adalah 6,08 watt. Maka dengan putran 111 rmp dan luas penampang sudu 90 mm2 maka daya mekanis turbin adalah 6,08 watt dengan daya elektrik 1,1 watt
STUDI PENGEMASAN TUNA EKOR KUNING (Thunnus albacares) DI CV. CAHAYA MANDIRI DESA BOTU BARANI KELURAHAN BONE PANTAI PROVINSI GORONTALO Wila Rumina Nento
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.969 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.32

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di CV. Cahaya Mandiri, Desa Botu Barani, Kelurahan Bone Pantai, Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 Januari – 1 Februari 2011. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara langsung proses pengolahan dan pengemasan serta ekspor ikan tuna ekor kuning (Thunnus albacares) di CV Cahaya Mandiri Pantai Desa Botu Barani, Kabupaten Bone Pantai, Provinsi Gorontalo.Proses pengemasan ikan tuna ekor kuning menggunakan plastik PP untuk produk saku dan plastik PE untuk produk loin, ground meat dan tail. Proses pengemasan ikan tuna ekor kuning meliputi penerimaan bahan baku, pencucian, penimbangan I, pemotongan, pembentukan loin, saku dan tail, pembuangan kulit, pembuangan daging gelap, penimbangan II, pemberian gas CO dan pendinginan, pengecekan, pengemasan primer, pemvakuman, pembekuan, penimbangan, pengemasan sekunder dan pelabelan, penyimpanan beku, pemuatan (stuffing) dan terakhir ekspor. Demi menghasilkan produk yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi, CV. Cahaya Mandiri menerapkan sanitasi dan hygiene pada bahan baku, air, peralatan yang digunakan, karyawan, lingkungan dan produk akhir.
ANALISIS PENGARUH FUNGSI MEKANIK KINCIR SUDU TERBUKA PADA PLTMH 50 kVA DI DESA MONGIILO KABUPATEN BONE BOLANGO Burhan Liputo
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.876 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.23

Abstract

Desa Mongiilo terdapat sistem PLTMH berkapasitas 50 kVA yang pernah dimanfaatkan oleh warga setempat untuk keperluan listrik rumah tangga dan penerangan akses jalan desa. Sistem PLTMH ini sudah tidak beroperasi lagi karena sering mengalami gangguan dan kerusakan pada komponen bagian sistem PLTMH. Diantara gangguan yang terjadi adalah sabuk transmisi sering putus, tegangan dan frekuensi yang dihasilkan tidak mencapai standar parameter normal. Salah satu penyebabnya adalah fungsi kerja parameter sistem mekanik penggerak tidak berfungsi dengan baik, sehingga telah berpengaruh pada kinerja sistem PLTMH. Akibatnya adalah sistem pembangkit tidak dapat dioperasikan lagi, sementara kondisi desa belum mendapatkan distribusi tenaga listrik dari pihak PLN setempat. Oleh sebab itu perlu dilakukan evaluasi fungsi kerja parameter sistem mekanik untuk mendapatkan data acuan dalam melakukan redesain sistem mekanik PLTMH sehingga dapat menghasilkan kinerja sistem yang optimal.
ANALISIS MUTU KECAP AIR KELAPA DENGAN PENAMBAHAN KEDELAI DAN JAGUNG Syaiful Umela
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.531 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.34

Abstract

Air kelapa merupakan hasil sampingan dari pengolahan buah kelapa untuk memproduksi kopra, minyak, santan, dan kelapa parut kering (desicated coconut). Kandungan volume air kelapa matang umur 11 – 12 bulan mencapai 300 – 400 ml per butir, Sampai saat ini produk pangan dari pengolahan air kelapa yang sudah dibuat dan berkembang di masyarakat adalah nata de coco (sari kelapa). Air kelapa ini dapat dimanfaatkan untuk membuat kecap dengan penambahan kedelai dan jagung. Penelitian ini untuk menguji kualitas kecap air kelapa dengan beberapa parameter pengamatan yaitu kadar protein, kadar gula dan tingkat kesukaan mencakup warna, aroma, rasa, dan tekstur. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan untuk setiap parameter. Perlakuan penelitian yaitu Perlakuan P1 = 5 lt air kelapa + 500 g kedelai, Perlakuan P2 = 5 lt air kelapa + 500 g jagung, dan Perlakuan P3 = 5 lt air kelapa + 500 g kedelai + 500 g jagung. Hasil penelitian kualitas kecap air kelapa menunjukkan bahwa kecap dengan perlakuan P1 dengan kadar protein 10,05 % dan kadar gula 47,80 % sudah memenuhi rekomendasi SNI (01-2543-1999). Sedangkan hasil uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan kecap dengan perlakuan P1 (air kelapa + kedelai) adalah lebih disukai.
PENGARUH PENDIDIKAN, PENGALAMAN, DAN KETERBUKAAN PADA INFORMASI TERHADAP PRODUKTIVITAS USAHA TERNAK AYAM PEDAGING Syaiful Umela
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.29 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.15

Abstract

Ayam broiler, adalah ayam pedaging cepat tumbuh yang mampu mencapai bobot badan 1100 – 1.160 gram pada umur 30 hari. Untuk dapat mencapai tingkat produksi seperti ini diperlukan pengelolaan / pemeliharaan yang baik dengan menerapkan teknik beternak ayam pedaging yang benar. Masalah utama yang dihadapi oleh peternak ialah kelemahan peternak dalam pengetahuan (knowledge) dan pengalaman (experience) akan ketiga faktor pengelolaan usaha ternak, yaitu ; 1) Pemuliaan (breeding), 2) Makanan (feeding), dan 3) Tata laksana (management). Masalah bibit ternak untuk saat ini telah dapat di atasi dengan tersedianya berbagai jenis bibit ternak unggul dan pakan ternak di pasaran, namun masalah pengelolaan/tatalaksana belum dikuasai dengan baik. Hal ini terlihat dari besarnya keragaman penampilan usaha peternakan ayam pedaging dari satu peternakan ke peternakan lain dan dari satu daerah ke daerah lain. Selain pendidikan dan pengalaman peternak, faktor keterbukaan peternak pada berbagai informasi baru adalah faktor penting dan perlu ditambahkan pada penelitian ini. Tujuan yang ingin dicapai oleh penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan, pengalaman, dan keterbukaan pada informasi terhadap produktivitas usaha peternakan ayam pedaging di Kota Gorontalo. Metode analisis data yang digunakan untuk menduga fungsi produktivitas usaha ternak yaitu dengan model fungsi regresi linier berganda. Variabel terpilih diuji dengan uji sidik ragam (Anova) dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen atau a = 5 persen (0,05). Untuk melihat variabel mana yang lebih besar pengaruhnya digunakan uji korelasi parsial. Sedangkan untuk melihat kemampuan model regresi dalam memprediksi/meramal variabel dependen (Y) dijelaskan dengan koefisien determinasi (R2) atau R-Square. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama pendidikan responden, pengalaman responden, dan keterbukaan responden pada informasi berpengaruh nyata terhadap produktivitas. Secara parsial, pendidikan memberikan pengaruh tidak nyata, sedangkan untuk pengalaman dan keterbukaan pada informasi memberikan pengaruh nyata terhadap produktivitas. Model fungsi regresi yang diperoleh memiliki daya ramal/prediksi yang tinggi terhadap produktivitas peternak.
STUDI EKSPERIMEN EFEK KONVEKSI PAKSA PADA PENGERINGAN IKAN ASIN TIPE SURYA KOLEKTOR Evi Sunarti Antu
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.306 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.27

Abstract

Untuk mengeringkan hasil tangkap dan hasil panen, nelayan dan petani masih mengandalkan pengeringan dengan sinar matahari. Namun pengeringan seperti ini memiliki kekurangan karena sangat tergantung musim. Jika musim penghujan maka prores pengeringan terganggu. Oleh karena itu diperlukan suatu alat teknologi tepat guna berupa alat pengering multi komoditas untuk membantu para nelayan dan petani dalam proses pengawetan/pengeringan agar para nelayan dan petani tidak mengalami kerugian akibat hasil tangkapan dan panen mengalami proses pembusukan. Salah satu alternatif pengeringan yang bekerja saat ini yaitu dengan menggunakan sistem surya kolektor, dimana pada alat tersebut terdapat oven pemanas sebagai tempat untuk menaruh ikan yang akan dikeringkan dan kolektor surya sebagai alat untuk menyerap serta mengumpulkan energi panas matahari, kemudian energi panas tersebut ditransfer kedalam oven pemanas dengan dua buah blower. Dari hasil yang didapat, massa awal ikan asin sebelum dilakukan proses pengeringan adalah 5 kg dan mengalami penurunan hingga 3,4 kg dan untuk penurunan kadar air akhir ikan asin dari kadar air awal 68.7 % menjadi kadar air 40 % dalam 7 jam pengeringan. Ini lebih efisien dibandingkan dengan pengeringan secara konvensional yang membutuhkan waktu 3-4 hari dalam pengeringan.
PEMANFAATAN POTENSI LIMBAH TONGKOL JAGUNG SEBAGAI BRIKETARANG MELALUI PROSES KARBONISASIDIWILAYAH PROVINSI GORONTALO Siradjuddin Haluti; Ridho Hantoro
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.921 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.16

Abstract

Jagung merupakan komoditi unggulan Propinsi Gorontalo. Walaupun mengalami fluktuasi tidak mempengaruhi produksi jagung di Provinsi Gorontalo.dalam beberapa tahun terakhir kebutuhan jagung makin meningkat, dengan meningkatnya kebutuhan jagung berdampak pada tingginya limbah tongkol jagung yang dihasilkan, tentunya ini akan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Limbah tongkol jagungSalah satu sektor yang belum dimanfaatkan di provinsi Gorontalo secara maksimal dalam meningkatkan nilai ekonomis, lebih efisien dan efektif penggunaannya. Diantaranya pemanfaatan briket tongkol jagung sebagai energi bahan bakar alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah(1) Mengetahui produksi limbah tongkol jagung yang bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif bahan bakar briket. (2)Mengetahui massa briket dan nilai kalor pada bahan bakar briket sebagai pemanfaatan dari limbah tongkol jagung. Metode yang dilakukan adalah pengumpulan data produksi jagung untuk mengetahui potensi limbah tongkol jagung yang bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif. dan menghitung massa briket dan nilai kalor pada bahan bakar briketdari pemanfaatan limbah tongkol jagung.Dari hasil perhitungan potensi briket yang dapat dihasilkan dari pemanfaatan limbah tongkol jagung pada masing-masing wilayah di Provinsi Gorontalo yaitu: Kab. Boalemo sebesar 1.550.990 ton massa briket dan nilai kalori 4.516.482 MJ, kab. Gorontalo sebesar 1.225.170 ton massa briket dan nilai kalor 3.567.695 MJ, kab. Pohuwato sebesar 2.724.295 ton massa briket dan nilai kalor 7.933.147 MJ, Kab. Bone Bolango sebesar 136.500 ton massa briket dan nilai kalor 397.488 MJ, kab. Gorontalo utara sebesar 381.675 ton massa briket dan nilai kalor 1.111.437 MJ, dan kota Gorontalo sebesar 3,92 ton massa briket dan nilai kalor 14.151MJ. Sehingga untuk wilayah Provinsi Gorontalo dapat mencapai 6.018.643 ton massa briket. Nilai ini dapat memberikan energy kalor total sebesar 17.537.664 MJ. Dengan demikian potensi energy kalor memiliki karakteristik yang baik jika memanfaatkan potensi limbah tongkol menjadi bahan bakar briket di Gorontalo.
OPTIMASI PROSES DAN FORMULA PADA KARAKTERISTIK KELENGKETAN MI SAGU Adnan Engelen
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.693 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.29

Abstract

Untuk menghasilkan mi sagu dengan karakteristik kelengketan yang mempunyai nilai minimum. Mi sagu dihasilkan melalui optimasi proses menggunakan twin screw extruder dan penambahan glycerol monostearate (GMS) serta isolated soybean protein (ISP). Optimasi proses dilakukan menggunakan response surface methodology (RSM) dengan tiga variabel proses yaitu suhu ekstruder (65-80oC), konsentrasi GMS (0-5%), dan ISP (0-10%). Penelitian ini terdiri atas tiga tahapan yaitu 1) penetapan kisaran variabel proses dan formula, 2) optimasi proses dan formula, 3) verifikasi hasil optimasi, Kondisi proses optimum diperoleh pada suhu 80oC, GMS (4.5%), dan ISP (3,7%). Kondisi optimum menghasilkan mi yang memiliki kelengketan 235.10 gf.
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH SPONS Yunita Djamalu
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.941 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.17

Abstract

Perencanaan mesin pencacah spons ini merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna, untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya yaitu dengan jalan menggunakan bahan-bahan yang sudah tidak dimanfaatkan lagi (di buang) seperti halnya spons dari sisa mebeler yang telah tidak terpakai. Selain itu juga secara tidak langsung kita juga turut serta dalam menjaga kelestarian alam dengan mengurangi sampah dari jenis spons.Konstruksi mesin pencacah spons ini terbagi dari, hoper sebagai tempat masukan spons, sistem pisau pencacah yang terdiri dari poros, pisau gerak, serta pisau penahan. Sedangkan untuk sistem penggeraknya terdiri dari motor penggerak, pulley, belt, pasak, bantalan.Dari hasil perancangan mesin pencacah spons didapatkan kapasitas pencacah 2,25 kg/jam , dengan putaran pisau pencacah 1050 rpm, daya motor penggerak 1 HP menggunakan motor listrik. Dengan mesin ini, proses pencacahan spons bisa dilakukan dengan sederhana dan mudah, serta waktu proses, yaitu waktu pencacahan menjadi lebih singkat. Dengan waktu proses yang lebih singkat, maka laju produksi per satuan waktu menjadi lebih besar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10