cover
Contact Name
Nuristiqamah Awaliyahputri B
Contact Email
jurnaltazkiya@uinsu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltazkiya@uinsu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20731)
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20864191     EISSN : 28073959     DOI : 10.30829
Core Subject : Religion, Education,
Focuses on providing opportunities for researchers in the field of education, especially the results of research and research that are relevant to Islamic Education to be published. As for the scope of Islamic Education that is meant is: Islamic Education Islamic Education Management History of Islamic Education Islamic Education Curriculum Islamic Education Institutions Islamic Educational Psychology Character Education in Islam Learning Process Etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 107 Documents
PENDEKATAN ISLAM TERHADAP MANAJEMEN Nurhaizan Sembiring
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.934 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.574

Abstract

Manajaemen merupakan suatu kegiatan yang di dalamnya terdapat unsur mengatur yakni merencanakan kegiatan demi kegiatan untuk dapat terlaksana dengan baik, teratur dan tertata dengan sistematis. Managemen merupakan suatu ilmu pengetahuan yang bersifat Hablun minan Nas, artinya hubungan sesama manusia. Manajemen diambil dari bahasa Latin, dengan asal kata Mamus (tangan) dan Angere (melakukan) sehingga digabungkan menjadi Managere, yakni menangani.Pernyataan tersebut mengandung makna, bahwa managemen tersebut adalah suatu langkah dalam menangani, mengurus, tentunya dalam hal ini adalah manusia, dengan bagaimana mengatur langkah-langkah dalam pencapaian tujuan yang diharapkan. Terkait dengan kata menangani, berhubungan erat dengan kata mengurus dan langkah-langkah (tahapan), maka dalam hal ini adalah perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan disertai pengendalian dinyatakan sebagai proses dari tahapan managemen tersebut secara umum.Dalam memenege ataupun mengelola pendidikan tersebut, bertindak lembaga sebagai pengelola dengan menggunakan beberapa prinsip manajemen sesuai Alquran, diantaranya pemimpin haruslah menegakkan prinsip amar ma’ruf nahi mungkar, dengan menjunjung tinggi nilai kebenaran serta memberikan amanah (pekerjaan) kepada seseorang yang sesuai dengan keilmuan dan profesinya.Hal ini bertujuan bahwa dalam melaksanakan kegiatan apapun tetap berpegang teguh pada prinsip prinsip Islami yang mampu membawa manusia ke ranah yang lebih terarah.Kata Kunci : Pendekatan Islam, manajemen
PENANAMAN NILAI KARAKTER MENURUT IMAM AL-GHAZALI DALAM KITAB MINHAJUL ABIDIN Asnil Aidah Ritonga; Latifatul Hasanh RKT
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.254 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.568

Abstract

Penanaman nilai karakter dizaman sekarang mutlak diperlukan dikarenakan banyaknya peerilaku yang sudah menganggap hal-hal yang tabuh dan tidak patut untuk ditiru untuk mendorong pendidikan menjadi jalan untuk memperbaiki dan menanamkan nilai-nilai karakter terhadap peserta didik. Namun dari hal tersebut perbedaan perilaku orang dizaman sekarang dengan yang terdahulu dapat dinilai sama atau tidak dengan mengkaji lagi kitab-kitab terdahulu sehingga memberikan solusi untuk mengatasi masalah dizaman sekarang. Oleh karena itu, alGhazali sebagai tokoh terkenal dizaman memberikan penjelasan-penjelasan yang mengarahkan pada penanaman nilai karakter. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui nilainilai karakter yang terkandung dalam kitab Minhajul Abidin serta untuk mengetahui penanaman nilai yang terdapat dalm kitab Minhajul Abdin karangan Imam al-Ghazali. Tulisan ini menggunakan literatur-literatur yang mendukung pembahasan yakni seputar nilai-nilai karakter dan penanaman nilai karakter dan menggunakan buku atau data primer kitab Minhajul Abidin karangan Imam al-Ghazali serta menggunakan buku dan sumber literaturnya dengan menggunakan kitab lain sebagai bahan kekayaan dalam pengembangan skripsi tentang masalah yang terkait, seperti Tanqihul Qaul (Pribadi Muslim), Kitab Syarah Ta’limu Muta’allim, Hifzul Lisan & Penuntun Akhlak Keluarga (Min Kunuzis Sunnah Fil Akhlaqi Was Suluki Wa Usrati), adab-adab Penuntut Ilmu dan Pengajar (Adab ad-Darsi wal Mudarris) serta buku-buku lainnya. Tulisan ini adalah Library Research atau tempat penelitiannya di perpustakaan UIN-SU Medan dengan kajian content analisis atau kajian isi dengan konsentrasi studi tokoh dan tentu saja penelitian ini adalah metodologi kualitatif. Hasil penelitian ini mangungkapkan bahwa ada 20 nilai karakter dalam kitab Minhajul Abidin karangan Imam al-Ghazali yaitu : bersyukur, religiusitas, sabar, menuntut ilmu, ikhlas, raja’ dan khauf, demokrasi, tawakkal, rajin, teladan, suka menolong, tahan ujian, bergaul/bersahabat dengan yang lain, tanggungjawab, bersungguh-sungguh, taqwa, menjaga lisan, uzlah, menjaga pendengaran, nasihah tawaquf mukaddimah ta’anni tanni. Dalam penanaman nilai karakternya terdapat enam tahapan yaitu : adanya pendidik/pembimbing, menanamkan iman dalam hati, memberikan pengarahan tentang kisah-kisah nabi dan orang-orang terdahulu, introspeksi diri/muhasabah, mampu membedakan mana yang baik dan buruk, memberikan lingkungan yang mendukung mengaplikasikan nilai karakter. Kata Kunci : Penanaman Nilai Karakter, Imam al-Ghazali, Minhajul Abidin
LEKTUR KEPENDIDIKAN ISLAM: GENRE ADAB (Sebuah Penelusuran Literatur Klasik Tentang Etika Akademis) Junaidi Arsyad
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.281 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.573

Abstract

Perkembangan peradaban Islam sejak zaman awal dinasti Abbasiyah telah banyak melahirkan literatur yang merumuskan mengenai etika dalam profesi terutama dalam hal profesi kependidikan di antaranya terkait moralitas pendidik dan peserta didik yang biasa dikenal dengan istilah etika akademis. Penulisan ini bertujuan menyingkap serta menelusuri literatur klasik terkait dengan etika akademik. Survei terhadap literatur tersebut dilakukan terhadap lima kitab klasik yang membahas etika akademik. Etika akademik merupakan tonggak yang harus dimiliki setiap orang yang berprofesi sebagai pendidik maupun peserta didik agar terjamin keberkahan ilmu pengetahuan dan keberlangsungan kegiatan ilmiah sepanjang masa sebagaimana yang telah dicontohkan serta ditulis para ilmuwan Muslim sejak abad pertengahan itu.Kata Kunci: adab, etika akademik, literatur
MANUSIA PERTAMA DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Abd Halim Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1597.345 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.577

Abstract

There are some hypotheses tried to describe the origin of human, but there is no the certainty of how the homo erectus was born. The only sources which is agreed by expert that homo sapiens came from homo erectus. In the Islamic belief, the humans are created particularly to serve Allah SWT and had role as khalifah in the world. The creating of basyar (the first human) is from clay which is derived from altered black mud, then Allah make his ancestry from sperm-drop. The creating of first human is from the process till perfection (tasawiyyah), not directly to be perfect as a human. It is understood from the word of tasawwiyah from sawwa means make perfection, the performing of something from the part until perfection. The process of creating the first human is said in the holy Quran with the verb like kun fayakun, nasy’, nabat and sawar. Adam as the Abu al-Basyr (the father of human) is the first human not as the successor or substitute of the previous human explicitly and implicitly, but as the first generation which is created by Allah as khalifah in the world.The keywords: human, perspective and Quran
UIN-IAIN-STAIN: Perkembangan Epistemologi dan Institusi Perguruan Tinggi Islam Indonesia Muhammad Rapono
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.491 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.572

Abstract

Pendidikan Islam merupakan hal yang pokok di masyarakat Islam khususnya  di Indonesia, perkembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia dimulai dari IAIN,STAIN dan UIN. Gagasan pendidikan Islam sebenarnya sudah muncul pada tahun 1930an pada masa penjajahan. Dan diresmikan di Jakarta pada tanggal 8 juli 1945. Perbedaan antara STAIN, IAIN dan UIN adalah STAIN hanya menjalankan program pendidikan akademik dalam lingkup satu disiplin ilmu saja, sedangkan IAIN menjalankan program pendidikan akademik dalam sekelompok disiplin ilmu, dan UIN Menjalankan program pendidikan akademik dalam sejumlah disiplin ilmu. Perkembangan pendidikan Islam secara epistemologi sangat dipengaruhi oleh letak strategisnya, seperti Jogjakarta dan Jakarta. Kemerosotan pendidikan Islam sangat dipengaruhi oleh Sumber daya manusia sebagai tenaga pendidik dan kependidikan.Kata Kunci : Pendidikan Islam, IAIN, STAIN, UIN dan  Perkembangan Epistemologi.
MODERNISASI PENDIDIKAN PADA MUHAMMADIYAH Afrahul Fadhila Daulai
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.422 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.576

Abstract

Pendidikan Muhammadiyah bersimbol Matahari terbit bersinar 12 telah melakukan modernisasi pendidikan sejak era penjajahan Belanda dan hingga kini. Latar belakang munculnya modernisasi tersebut karena dalam pandangan K.H. Ahmad Dahlan metode pendidikan pesantren kurang mampu menyahuti arus perkembangan modern dan bukan berarti metode itu buruk. Tujuan modernisasi pendidikan yakni agar pendidikan Islam maju dan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Aspek-aspek yang dimodernisasi  meliputi pendirian sekolah-sekolah model Belanda, perubahan nama-nama sekolah, pembaruan kurikulum, tujuan pendidikan, metode pendidikan, media pendidikan dan manajemen pendidikan.
AKTIVITAS AKADEMIK MAHASISWA DALAM MEMBENTUK PENDIDIK BERKOMPETENSI PROFESIONAL DI PRODI PAI FITK UIN SUMATERA UTARA Mahariah Mahariah; Fitri Ramadhani
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.773 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Bagaimana aktivitas akademik mahasiswa prodi PAI FITK UIN Sumatera Utara Medan dalam membentuk pendidik berkompetensi profesional (2)Faktor pendukung dan penghambat aktivitas akademik mahasiswa prodi PAI FITK UIN Sumatera Utara Medan. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Fenomonologi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Agama Islam stambuk 2015/2016, 2016/2017, dan 2017/2018. Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengunakan model dari Miles dan Huberman yang terdiri dari (a) reduksi data (b) penyajian data (c) kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan di prodi Pendidikan Agama Islam FITK UIN Sumatera Utara Medan menunjukkan sebagian mahasiswa aktif dan sebagian mahasiswa lainnya masih kurang aktif. Faktor pendukungnya adalah motivasi internal mahasiswa, dukungan positif dari pihak kampus, terjalankannya sistem penghargaan apresiasi, dan beragamnya lembaga-lembaga pendukung. Faktor penghambatnya adalah munculnya sikap apatis dan minder pada diri mahasiswa, mengedepankan alasan belum memadainya sarana dan prasarana pendukung aktivitas akademik. Kata Kunci: Kompetensi Profesional, Aktivitas Akademik Mahasiswa
PESANTREN: KARAKTERISTIK DAN UNSUR-UNSUR KELEMBAGAAN Sangkot Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.453 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.575

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan dan tempat penyebaran Islam, lahir dan berkembang sejajar dengan perkembangan Islam di Nusantara. Tujuan awalnya adalah pendidikan agama secara mendasar dan khalam Alquran. Perkembangan pesantren ditanah air berkembang sesuai dengan zaman dimana menuntut pesantren untuk berbenah diri dan memperbaharui kurikulumnya dan pada akhirnya bukan ilmu agam saja yang diberikan tetapi juga ilmu pengetahuan umum. Tulisan ini membahas tentang karakteristik pesantren dan unsur-unsur kelembagaan.
KONSEP ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DAN PENERAPANNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Studi Pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas) MUSLEM MUSLEM
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.488 KB) | DOI: 10.30829/taz.v8i2.571

Abstract

Gagasan islamisasi ilmu pengetahuan pertama sekali disampaikan oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas pada konferensi pertama pendidikan Islam Internasional di Makkah tahun 1977. Gagasan tersebut merupakan respon atas pemahaman dan penyebaran ilmu pengetahuan Barat yang telah mengangkat keraguan sebagai sarana epistemologi yang cukup baik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan khusunya dalam bidang pendidikan. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan konsep islamisasi ilmu pengetahuan dari Syed al-Attas. Jenis penelitiannnya adalah kepustakaan, dengan menggunakan studi dokumentasi atas berbagai tulisan Syed al-Attas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan worldview menjadi sesuatu yang fundamental untuk menafsirkan kebenaran dan realitas. Pembentukan worldview juga dipengaruhi dari saluran-saluran ilmu sebagai epistemologi, yaitu: (1) al-hawas al-khamsah, (2) al-‘aql al-salim, (3) al-khabar al-shadiq, dan (4) ilham yang dimiliki Islam. Karena perbedaan epistemology inilah kemudian membedakan proses pencapaian ilmu yang disebut dengan arrival of meaning to the soul dan arrival of the soul at meaning. Maka, konsep ta’dib harus diterjemahkan dalam pendidikan, begitu juga pemahaman atas dua sisi manusia baik jasmaniyah dan bathiniyah, proses pencapaian ilmu, dan materi-materinya. Keyword: Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islamisasi Ilmu Pengetahuan, Pendidikan Islam
RASA PERCAYA DIRI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Sangkot Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.782 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.202

Abstract

Rasa percaya diri (zelfvertrouwen) adalah kesadaran seseorang terhadap kemampuan atau potensi yang dimilikinya untuk dapat melakukan sesuatu. Rasa percaya diri atau yang sering disebut dengan kepercayaan pada diri sendiri memegang peranan yang penting dalam perjuangan untuk mencapai sukses.

Page 1 of 11 | Total Record : 107