cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 445 Documents
PELATIHAN PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN IPA BAGI GURU-GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI YAYASAN PERGURUAN BIRRUL WAALIDAIN Syofyan, Herlinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe success of a learning process in the classroom is directly affected by the teacher. By using the strategies, approaches and methods are appropriate and in accordance with the state of the class would help teachers to deliver learning materials that you want to serve and students will also be very easy to understand the material .. In the delivery of material by a teacher will also greatly affect the interest of students taught. Elementary School teacher often teaches almost all fields of study there, it makes learning less effective. Students tend to be passive in following the lessons in the classroom so that students are less able to understand what is presented by the teacher because the teacher can not focus on one area of study. In teaching in an elementary school teacher should have their own skills that will make students become interested and active in class. In addition to the lecture method there are some interesting methods used in science learning is the method of question and answer, the experimental method, the method of the study tour, the method of recitation. As a teacher who teaches a variety of materials every day, then they should have to have a variety of methods can be controlled so that the process can create a fun learning and learning objectives expected to be achieved. Since the method of learning is the means used by teachers to apply the learning strategies that have been determined to achieve learning objectives have been set out in the applicable curriculum. Benefits of using a variety of methods will facilitate students who have diverse learning styles, modeling creativity of the students, the students have a deep understanding, to encourage students to be more active. For achievement of socializing the use of methods that are diverse in learning science, the role of Higher Education through Education Tridharma height is implementing Education, Research and Community Service. One form of liability and those concerns then as Lecturer or are based at the Faculty of Teacher Training and Education Esa Unggul University, carrying out Community Service through extension methods in training methods in learning to achieve the goal of learning for teachers in Education Foundation Birrul Waalidain, Semplak Bogor. Keywords: teaching methods, IPA, learning outcomes AbstrakKeberhasilan suatu proses belajar mengajar di dalam kelas dipengaruhi langsung oleh guru yang mengajar. Dengan menggunakan strategi, pendekatan dan metode yang tepat dan sesuai dengan keadaan kelas akan sangat membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran yang ingin di sajikan dan murid juga akan sangat mudah memahami materi tersebut.. Dalam penyampaian materi oleh seorang guru juga akan sangat berpengaruh terhadap minat siswa yang diajar. Di Sekolah Dasar seorang guru seringkali mengajar hampir semua bidang studi yang ada, hal ini menjadikan pembelajaran kurang efektif. Siswa cenderung pasif dalam mengikuti pelajaran didalam kelas sehingga siswa kurang dapat memahami hal yang disampaikan oleh guru dikarenakan seorang guru tidak dapat fokus terhadap satu bidang studi. Dalam mengajar di Sekolah Dasar seorang guru seharusnya memiliki keterampilan sendiri yang akan membuat siswa menjadi tertarik dan aktif dalam kelas.  Selain metode ceramah ada beberapa metode yang menarik dipakai dalam pembelajaran IPA yaitu metode tanya jawab, metode eksperimen, metode study tour, metode resitasi. Sebagai guru yang mengajar berbagai materi setiap hari, maka selayaknya mereka harus memiliki berbagai metode dapat dikuasai agar proses pembelajaran yang menyenangkan dapat tercipta dan tujuan belajar yang diharapkan dapat tercapai. Karena metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru untuk mengaplikasikan strategi belajar yang sudah ditentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang berlaku. Manfaat penggunaan metode yang beragam akan memfasilitasi siswa yang memiliki beragam gaya belajar, memodelkan kreativitas siswa, siswa kan memiliki pemahaman yang mendalam, dapat mendorong siswa agar lebih aktif.Untuk tercapainya sosialisasi penggunaan metode yang beragam dalam pembelajaran IPA, maka Peran Perguruan Tinggi melalui Tridharma Perguruan Tinggi adalah melaksanakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Salah satu bentuk kewajiban dan kepedulian tersebut maka  sebagai Dosen Tetap atau berpangkalan pada Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Esa Unggul, melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat melalui metode  penyuluhan dalam Pelatihan Metode dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran untuk Guru-guru di Yayasan Perguruan Birrul Waalidain, Semplak Bogor. Kata Kunci :  metode pembelajaran, IPA, hasil belajar
PENYULUHAN PEMODELAN FASILITAS KOLAM RENANG SEBAGAI SARANA PENUNJANG MASYARAKAT PADA SEKTOR PARIWISATA PORSEA KABUPATEN TOBASA – SUMATERA UTARA Viter M, Jhon
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractProgress of a region is very good for the community, it is certainly demands a good development in various sectors of infrastructure built and continue to be developed. Through the implementation of community service, local people are given material counseling in developing tourism area in Porsea North Sumatera especially to be able to contribute and solve local community problems so as to create an opportunity to continuously improve local welfare level. In the method of implementation of this activity is done by providing knowledge mapping area of study location to the community, after that it performs the applied concept such as methods undertaken among others through observation and know the potential of the derah both from the work of craft and natural potential, while the application of methods of data analysis using analysis to solve the problem of tourism development in Porsea itself The application of the applied concept focuses on the segmentation of nature tourism, where nature tourism in Porsea is very potential and has a strong appeal to the people of Indonesia and foreign tourists who want to try the potential of the mountains and the exotic Toba lake and its facilities. The conclusion of the results of this activity is the application of the concept of design that is taught to the surrounding community to be applied in order to improve the quality of the flow layout and the interesting design to change the new paradigm and pengatahuan, namely by increasing the interest of visitors as supporting facilities and main attraction. This is the basis of dedication to the community through the application of the concept of a Facility as a media campaign, developed into the key to bring the identity as a tourist attraction and potential areas so that the area is able to contribute to the local community. Keywords: design, porsea North Sumatra, tourism AbstrakKemajuan suatu daerah sangatlah baik bagi masyarakat, hal ini tentunya menuntut adanya pengembangan baik diberbagai sektor infrastruktur yang dibangun dan terus dikembangkan. Melalui kegiatan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini, masyarakat setempat diberikan penyuluhan materi dalam mengembangkan daerah pariwisata di Porsea Sumatera Utara khususnya agar mampu berkontribusi dan memecahkan permasalahan masyarakat setempat sehingga menciptakan peluang untuk terus meningkatkan  taraf kesejahteraan daerah setempat. Dalam Metode pelaksanaannya kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan mapping daerah lokasi kajian kepada masyarakat, setelahnya itu melakukan konsep terapan seperti Metode yang dilakukan antara lain melalui observasi dan mengetahui potensi derah tersebut baik dari hasil karya kerajinan dan potensi alam tersebut, sedangkan penerapan metode analisis datanya menggunakan analisa untuk memecahkan masalah pengembangan penunjang pariwisata di Porsea  itu sendiri Penerapan konsep yang diterapkan berfokus pada segmentasi pariwisata alamnya, dimana wisata alam yang terdapat di Porsea  sangat berpotensi dan memiliki daya tarik yang kuat bagi masyarakat Indonesia dan para turis asing yang ingin mencoba potensi daerah pegunungan dan danau Toba  yang eksotis beserta sarana yang diberikan. Kesimpulan dari hasil kegiatan ini adalah adanya penerapan konsep perancangan yang diajarkan kepada masyarakat sekitar untuk diterapkan supaya meningkatkan kualitas flow tataletak dan desain yang menarik merubah paradigma dan pengatahuan yang baru, yaitu dengan meningkatkan minat pengunjung sebagai penunjang sarana dan daya tarik utama.   Inilah yang menjadi dasar pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan konsep suatu Fasilitas sebagai media promosi, yang dikembangkan menjadi kunci memunculkan identitas sebagai daya tarik pariwisata dan potensial daerah tersebut sehingga daerah tersebut mampu berkontribusi bagi masyarakat setempat. Kata kunci: desain, porsea Sumatera Utara, pariwisata
PENGEMBANGAN MEDIA BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI WORDPRESS DI LINGKUNGAN PESANTREN DAERAH GUNUNG BUNDER Widayanti, Riya
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractLearning is a process of self-development is done anytime, anywhere and anyone without exception. Rapidly growing information technology and provide convenience for human civilization. Each region has a different potential that needs to be excavated and processed in order to compete to be featured which ultimately provide the solution of the problems that exist. Builders of information and communication technology infrastructure slowly spreads, and provide value to society. This devotion is implemented with training for local people and especially the managers of boarding schools. Training and sincerity from all parties to help the people of Mount Bunder in understanding the importance of the application for media wordpress blog with learners. The method used in this service is a training method after previously. The result achieved is a blog that can be used to accommodate public information that can explore the potential of Gunug Bunder area. Applications that use is wordpress blog, chosen because it is easy and not paid. The difficulties encountered are technology and infrakturuktur inadequate, uneven Internet network in the area and the limited computer to explore the application. In addition to these factors, more fundamental difficulty is the reluctance of people to explore the technology. It needs to be trained continuously in order to welcome and provide benefits to the development of the region itself. Keywords: learning media, wordpress, blog  AbstrakBelajar adalah sebuah proses pengembangan diri yang dilakukan kapan saja, dimana saja dan siapa saja tanpa kecuali. Teknologi informasi tumbuh dan pesat memberikan berbagai kemudahan bagi peradaban manusia. Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda yang perlu digali dan diolah agar dapat bersaing menjadi unggulan yang akhirnya memberikan solusi dari masalah-masalah yang ada. Pembangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi perlahan menyebar, dan memberikan value bagi masyarakat.  Pengabdian ini dilaksanakan dengan pelatihan untuk warga sekitar dan terutama pengelola pesantren. Pelatihan dan kesungguhan dari seluruh pihak untuk membantu masyarakat Gunung Bunder dalam pemahaman akan pentingnya aplikasi blog dengan wordpress untuk media pembelajar. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah metode pelatihan setelah sebelumnya. Hasil yang dicapai adalah sebuah blog yang nantinya dapat digunakan untuk menampung informasi umum yang dapat menggali potensi daerah Gunug Bunder. Aplikasi blog yang digunakan adalah wordpress, dipilih karena mudah dan tidak berbayar. Kesulitan yang dihadapi adalah teknologi dan infrakturuktur yang belum memadai, jaringan internet yang belum merata di daerah tersebut dan terbatasnya komputer untuk mengeksplorasi aplikasi. Selain faktor tersebut, kesulitan yang mendasar lainnya adalah keenganan masyarakat untuk mendalami teknologi. Hal tersebut perlu dilakukan pelatihan terus menerus agar dapat diterima dan memberikan kemanfaatan bagi perkembangan daerah itu sendiri. Kata kunci: media pembelajar, wordpress, blog
STRATEGI PERANCANGAN PROMOSI PARIWISATA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) WARUNG GO-SIP DI PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA Lucius, Christophera
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn 2002 Pulau Untung Jawa where located in Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, the government proclaimed as Desa Wisata Nelayan. Tourism in Pulau Untung Jawa is an attractive alternative for people in Jakarta and Tangerang requiring sights on weekends or on holidays. Pulau Untung Jawa residents also participate in the tourism program by providing a wide range of tourist facilities. One of the facilities is a favorite eating place in Pulau Untung Jawa, namely WARUNG GO-SIP. Although visitors quite crowded, especially on weekends and holidays, but visitors who come do not get the information about the communicative WARUNG GO-SIP. It is necessary for the design strategy of tourism promotion of UKM WARUNG GO-SIP is focused on the field of Visual Communication Design in the implementation of this program Community Services. The design strategy is based on the 5D Methodology of Design: Phase Discover, Define Phase, Design Phase, Phase Develop and Deliver Phase. The output of the print and visual media digital visual media that has been handed over to the owner WARUNG GO-SIP. Keywords: tourism promotion, UKM Pulau Untung Jawa, warung go-sip.AbstrakPada tahun 2002 Pulau Untung Jawa, yang terletak di Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, oleh pemerintah dicanangkan sebagai Desa Wisata Nelayan. Pariwisata di Pulau Untung Jawa merupakan alternatif yang menarik bagi penduduk di wilayah Jakarta dan Tangerang yang membutuhkan tempat wisata di akhir pekan atau di hari-hari libur. Para penduduk Pulau Untung Jawa juga ikut berperanserta dalam program pariwisata tersebut dengan menyediakan berbagai fasilitas wisata. Salah satu fasilitas itu adalah tempat makan favorit yang ada di Pulau Untung Jawa yaitu WARUNG GO-SIP. Meskipun pengunjungnya cukup ramai terutama pada akhir minggu dan hari-hari libur, tetapi pengunjung yang datang tidak mendapatkan informasi yang komunikatif tentang WARUNG GO-SIP. Untuk itu diperlukan strategi perancangan promosi pariwisata UKM WARUNG GO-SIP yang difokuskan pada bidang Desain Komunikasi Visual dalam pelaksanaan program Pengabdian pada Masyarakat ini. Strategi desain tersebut didasarkan pada 5D Methodology of Design: Discover Phase, Define Phase, Design Phase, Develop Phase, dan Deliver Phase. Output yang dihasilkan berupa media visual cetak dan media visual digital yang telah diserahkan kepada pemilik WARUNG GO-SIP.Kata kunci: promosi pariwisata, UKM Pulau Untung Jawa, warung go-sip
PERENCANAAN PENCAHAYAAN BUATAN UNTUK RUANG MEMBATIK DI PERUSAHAAN BATIK PLENTONG YOGYAKARTA Fauzi, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWith the increasing demand of Batik Plentong increasingly sharp so that the company is overwhelmed to serve the demand from domestic consumers and foreign consumers. On the other hand, batik plentong companies have an increase in workers therefore there is a need for comfort and safety factors for workers as applied to the law on the standardization of proper facilities. The process of batik using canting requires precision and high precision, thus requiring facilities or facilities that support the activity. Artificial lighting conditions in the batik "Batik Plentong" is less than ideal and does not meet the lighting for the work field so that the discomfort of batik becomes a serious problem factor. In dedication to the community here aims to provide input and simultaneously examine the facilities of artificial batik especially artificial so that it can solve the solution for Batik Plentong with the result of the ideal artificial lighting design. This method of execution is done with the introduction of the material knowledge of artificial lighting and the result of the design presented with the manager of Batik Plentong. The result of this community service activity is to increase the input about artificial lighting to Batik Plentong. This strategy of observing community service is using Phenomenology which is aimed to guide research in the realm of design including architecture and interior through deeply relying on intuition and intellectuality of researcher to understand lighting problem, done by experiencing spat directly from all possible direction. Results The conclusion of this activity is the input in standardization of artificial lighting for the batik room that had not been noticed by the batik or the manager so that the future can minimize the risk to batik.Keywords: plentong batik, design, artificial lighting AbstrakDengan meningkatnya permintaan Batik Plentong yang semakin tajam sehingga perusahaan kewalahan melayani permintaan dari konsumendomestic maupun konsumen mancanegara.Di sisilain, Perusahaan batik plentong memiliki peningkatan pekerja oleh karena itu perlu adanya faktorkenyamanan dan keamanan bagi pekerja sebagaimana diterapkan undang-undang mengenaistandarisasi fasilitas yang layak. Proses membatik menggunakan canting ini memerlukan ketelitiandan kepresisian yang tinggi, sehingga membutuhkan sarana atau fasilitas yang mendukung kegiatantersebut. Kondisi pencahayaan buatan di ruang membatik “Batik Plentong” kurang ideal dan tidakmemenuhi pencahayaan untuk bidang kerja sehingga ketidaknyaman pembatik menjadi faktorpermasalahan serius. Dalam pengabdian kepada masyarakat disini bertujuan untuk memberi masukandan sekaligus meneliti mengenai fasilitas pembatik khususnya Pencahayaan buatan sehingga dapatmemcahkan solusi untuk Batik Plentong dengan hasil rancangan pencahayaan buatan yang ideal.Metode pelaksanaan ini dilakukan dengan pengenalan tentang materi pengetahuan tentang pencahayaan buatan dan hasil rancangan dipresentasikan dengan pengelola Batik Plentong.Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dapat meningkatkan masukan tentang pencahayaan buatan terhadap Batik Plentong.Strategi pengamatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan Fenomenologi yang ditujukan untuk membimbing penelitian di ranah desain termasuk arsitektur dan interior  dilalui secara mendalam bersandar intuisi dan intelektualitas peneliti untuk memahami permasalahan pencahayaan, dilakukan dengan mengalami keruangan secara langsung dari segala arah yang memungkinkan. Hasil Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya masukan dalam standarisasi pencahayaan buatan untuk ruang membatik yang selama ini tidak diperhatikan oleh pembatik maupun pengelola sehingga kedepannya dapat meminimalisasikan resiko terhadap pembatik. Kata kunci: batik plentong, desain, pencahayaan buatan
PELATIHAN DAN INSTALASI JARINGAN LAN (LOCAL AREA NETWORK) UNTUK GURU-GURU DI YAYASAN PERGURUAN BIRRUL WAALIDAIN SEMPLAK BOGOR Irawan, Bambang
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCommunity service is an activity that must be carried out by a professor in the activities of tri dharma college, which aims to implement the knowledge they have for enhancing the welfare of society both directly and indirectly. One reason community service is done in Yayasan Pendidikan Birrul Walidain Semplak Bogor is because the foundation is guided village Esa Unggul University. Besides this foundation has three laboratories with each lab contains 20 computers. Computers in the lab is still not connected to one another. In this case the method of training activities for teachers in which training for network construction and technology komputer.Perkembangan computer network so quickly following the development of other computer hardware. Although demikan in principle the basics of computer networks has not changed too much. The initial step is to learn the computer network knowing the definition and background of computer networks made followed by the types of computer networks viewed from various angles. At first the computer is not made to communicate with each other. Computer network technology has developed rapidly, thanks to the participation of academic and industrial. Various types of computer networking technology appears to meet the needs of industry that continues to grow. So that a group of computers can connect to each other through a media and communicate with each other or exchanging data. The results and conclusions of these activities provide a basic knowledge of network installation to teachers in the Education Foundation Birrul Waalidain Semplak Bogor as well as the need for more in-depth training that teachers can better regulate the network management in governance. Keywords: networking, computers, media, exchanging dataAbstrakPengabdian masyarakat adalah suatu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh seorang dosen dalam kegiatan tri dharma perguruan tinggi, yang bertujuan untuk mengimplementasikan  ilmu yang dimilikinya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Salah satu alasan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di Yayasan Pendidikan Birrul Walidain Semplak Bogor adalah karena Yayasan tersebut merupakan desa binaan Universitas Esa Unggul.Selain itu Yayasan ini mempunyai 3 laboratorium dengan masing-masing laboratorium berisi 20 unit komputer. Komputer pada laboratorium masih belum saling terhubung satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini kegiatan dengan metode pelatihan kepada guru-guru di yaitu pelatihan bagi pembangunan jaringan komputer.Perkembangan jaringan komputer dan teknologinya demikian cepat mengikuti perkembangan perangkat keras komputer lainnya. Meskipun demikan pada prinsipnya dasar-dasar jaringan komputer tidak berubah terlalu banyak. Langkah awal mempelajari jaringan komputer adalah mengetahui definisi dan latar belakang dibuatnya jaringan komputer diikuti dengan jenis-jenis jaringan komputer ditinjau dari berbagai sudut pandang. Pada awalnya komputer tidak dibuat untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Teknologi jaringan komputer telah berkembang pesat, berkat peran serta pihak akademik dan industri. Berbagai jenis teknologi jaringan komputer muncul untuk memenuhi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. Sehingga sekelompok komputer dapat saling terhubung melalui suatu media dan saling berkomunikasi atau bertukar data. Hasil dan kesimpulan dari kegiatan ini memberikan pengetahuan dasar mengenai instalasi jaringan kepada guru-guru di Yayasan Perguruan Birrul Waalidain Semplak Bogor serta perlu adanya pelatihan yang lebih mendalam agar para guru lebih dapat mengatur management jaringan yang di kelolanya.Kata kunci: jaringan,komputer,media,bertukar data
UPAYA PENINGKATAN PERSEPSI RISIKO KESELAMATAN BERKENDARA PADA MAHASISWA PENGGUNA KENDARAAN RODA DUA Handayani, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractRisk Perception is one of important factor to develop safety behaviour. The aim of this activity was to improve the perception of safety risk remains low drive that was originally to be better. Risk perception is assessed by psychometric paradigm. The study was conducted on 150 respondents on July 2016 using cross-sectional design, the primary data in the form of questionnaires, and supporting data in the form of interviews. The parameters used are Likert scale numbers 1 - 4. The results showed that prior to the activity, the perception of the respondents have been quite good (intermediate category) but there is still need for improvement. Dimensions voluntariness perceived high compared with 8 other dimensions, meaning that workers willing to accept all the risks that exist during driving. Having conducted outreach activities increased scores on each dimension, there are changes in the highest score on the dimensions of knowledge. In order to create safety cultured behavior then takes a strong commitment from respondents related road safety, training and dissemination of information about the applicable safety and participation of the whole society to always prioritize safety.Keywords: safety risk, perception, studentsAbstrak Persepsi risiko merupakan faktor penting dalam terbentuknya perilaku keselamatan.  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan persepsi risiko keselamatan berkendara yang semula masih rendah menjadi lebih baik. Persepsi risiko dinilai berdasarkan paradigma psikometri. Penelitian dilakukan terhadap 150 responden pada bulan Juli  2016 menggunakan desain cross-sectional, data primer berupa kuesioner, dan data pendukung berupa wawancara. Parameter yang digunakan adalah skala Likert angka 1 – 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan kegiatan, persepsi responden telah cukup baik (kategori menengah) namun masih perlu adanya peningkatan. Dimensi penerimaan secara sukarela dipersepsikan tinggi dibandingkan dengan 8 dimensi yang lain, berarti bahwa pekerja mau menerima segala risiko yang ada selama berkendara. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan terjadi peningkatan skor pada masing-masing dimensi, perubahan skor tertinggi terdapat pada dimensi pengetahuan. Agar tercipta perilaku berbudaya keselamatan maka diperlukan komitmen yang kuat dari responden terkait keselamatan berkendara, pelatihan dan penyebaran informasi tentang keselamatan yang aplikatif dan partisipasi dari seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan.Kata kunci: risiko keselamatan, persepsi, mahasiswa
PENINGKATAN KETERAMPILAN MANAJEMEN PROSES PEMBELAJARAN INOVATIF DAN INTERAKTIF DI SMP St. ANDREAS, JAKARTA Susanto, Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe problems of national education which are the focus of the Community Service Program (AbdiMas) to schools are based on: (1) the tendency of learning on teacher activities, (2) identical use of lecture and demonstration methods in teacher activities, and (3) learning materials that emphasize more on concepts rather than competencies. So it is needed the skills of management of innovative and interactive learning process as teacher pedagogic competence.. Implementation of training is given to educators at SMP St. Andreas, Jakarta. using presentation methods, lectures, and active participation of participants in discussions, questions and answers, demonstrations and practices and simulations. The data presentation is done by using quantitative and qualitative analysis. By using Talent Search Matrix the results show that: (1) 62.5% of teachers are in a position to exceed the standard / exceed expectations in building innovative and interactive learning in total from the overall dimensions of social constructivism as well as the use of teaching methods and tools; (2) 25% of teachers have occupied the position of meeting the potential standards and performance of innovative and interactive learning process through the dimension of social constructivism, the use of teaching methods and tools; (3) 12.5% of teachers are in sufficient position to facilitate innovative and interactive learning. The conclusion is that partner schools are ready to design future roles in innovative and interactive learning. Keywords: management skills process learning, innovative, interactive AbstrakPermasalahan pendidikan nasional yang menjadi fokus program Pengabdian bagi Masyarakat (AbdiMas) kepada sekolah berdasar pada: (1) kecenderungan pembelajaran atas aktifitas guru, (2) identiknya penggunaan metode ceramah dan demonstrasi dalam aktifitas guru, dan (3) materi pembelajaran yang lebih menekankan pada konsep daripada kompetensi. Proses pembelajaran ini berlangsung menjadi sebuah warisan budaya sebuah ruang kelas. Maka sangat dibutuhkan keterampilan manajemen proses pembelajaran inovatif dan interaktif sebagai kompetensi pedagogik guru. Pelaksanaan pelatihan diberikan kepada para pendidik di SMP St. Andreas, Jakarta. dengan menggunakan metode presentasi, ceramah, dan partisipasi aktif peserta dalam diskusi, tanya jawab, demonstrasi serta praktek dan simulasi. Penyajian data dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif . Dengan menggunakan Talent Search Matrix diperoleh hasil bahwa: (1) 62,5% guru menempati posisi melampaui standar/melebihi harapan dalam membangun pembelajaran yang inovatif dan interaktif secara total dari keseluruhan dimensi konstruktivisme sosial maupun penggunaan metode dan alat pengajaran; (2) 25% guru telah menempati posisi memenuhi standar potensi dan kinerja proses pembelajaran yang inovatif dan interaktif melalui dimensi konstruktivisme sosial, penggunaan metode dan alat pengajaran; (3) 12,5% guru berada pada posisi cukup dalam memfasilitasi pembelajaran inovatif dan interaktif. Kesimpulan yang diperoleh adalah sekolah mitra siap untuk merancang peran masa depan dalam pembelajaran inovatif dan interaktif. Kata kunci : keterampilan manajemen proses pembelajaran, inovatif, interaktif
Pembekalan Pengetahuan tentang Identifikasi Jenis Ular Berbisa dan idak Berbisa serta Cara Penanganannya di Yayasan Al Wathoniyah 19 Cakung Jakarta Timur ISSN 2406-8365 Tyas, Ari Anggarani Anggarani Winadi Prasetyoning; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUlar merupakan reptil yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya, oleh sebab itu jenis dan penyebarannya sangat banyak dibandingkan dengan jenis reptile maupun binatang lainnya. Beberapa jenis ular hidup diberbagai habitat seperti di hutan, gunung, sungai, semak belukar, gorong-gorong, serta di laut. Oleh sebab itu tidak mengherankan bila banyak dijumpai ular yang masuk kedalam pemukiman warga. Namun sayangnya keberadaan ular di masyarakat belum dapat diterima keberadaannya karena adanya pengetahuan yang kurang tepat, sehingga tidak mengherankan jika ada warga yang bertemu ular mereka ada yang menghindar atau bahkan membunuhnya. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengenalan identifikasi jenis ular berbisa dan tidak berbisa di  yayasan Al Wathoniyah 19 cakung Jakarta Timur. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari dua sesi, yang pertama adalah pengenalan melalui slide menggunakan proyektor dan kedua adalah dengan membawa jenis-jenis ular tersebut secara langsung, sehingga para audiens dapat melihatnya secara langsung bahkan untuk jenis ular tidak berbisa mereka dapat menyentuh dan melilitkan ular tersebut ke badannya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya penyerapan pengetahuan oleh audiens terhadap berbagai jenis ular yang ada disekitar lingkungannya dan sering mereka jumpai. Secara perilaku audiens, hasil yang didapat adalah mereka mulai berani mendekat dan menyentuh ular yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh audiens. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya transformasi pengetahuan baru dapat merubah pandangan dan paradigma yang sebelumnya diakui kebenarannya selama bertahun-tahun. Perubahan ini memang tidak secara instan dapat diperoleh, ada yang memerlukan waktu cukup lama dan ada juga yang secara cepat. Perubahan secara cepat dapat didapatkan dengan pengalaman yang diperoleh sendiri baik dengan cara melihat dan juga merasakan secara langsung. Setelah adanya kegiatan P2M ini, para guru dan siswa telah mengetahui jenis-jenis ular dan penanganannya ketika mereka bersinggungan dengan ular. Kata kunci: paradigm, phobia, pengetahuan jenis ular
PENYULUHAN STRATEGI PENGUASAAN PEMROGRAMAN DI SMK CITRA NUSANTARA Malabay, Malabay
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractImplementation of Community Service aimed at Vocational High School in Tangerang Banten region, precisely SMK Citra Nusantara Panongan aims to share knowledge or transfer knowledge about mastery strategy programming through programming language. Programming Language (programming language) is a computer instruction to perform certain functions. The programming language is a set of terms of syntax, logic and semantics used to define computer programs. The methods used in the implementation of community service are counseling, discussion and implemantation, to enable Students to understand and master programming techniques. The implementation of community service can be considered successful, because the material matching with the needs of the participants, the good response from the participants and the wishes of the participants and the foundation where the counseling is a continuity of topics that can support the success or successful mastery of programming in Vocational High School (SMK) Citra Nusantara. Keywords: Counseling, Mastery Strategy, Programming. AbstrakPelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang ditujukan di   Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah  Tangerang  Banten, tepatnya  SMK  Citra Nusantara Panongan  bertujuan  untuk  berbagi pengetahuan atau transfer knowledge mengenai strategi penguasaan pemrograman melalui bahasa pemrogramannya. Bahasa Pemrograman (programming language) merupakan sebuah instruksi komputer agar menjalankan fungsi tertentu. Bahasa pemrograman merupakan himpunan dari ketentuan sintaks, logika dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Metoda yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan, diskusi dan implemantasi, untuk memungkinkan Siswa memahami dan menguasai teknik pemrograman. Pelaksanaan pengabdian masyarakat bisa dibilang berhasil, karena kecocokan materi dengan kebutuhan pesertanya, tanggapan yang baik dari peserta serta keinginan dari peserta dan yayasan tempat berlangsungnya penyuluhan adalah kesinambungan topik yang bisa mendukung kesuksesan atau keberhasilan penguasaan pemrograman di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Citra Nusantara. Kata kunci: Penyuluhan, Strategi Penguasaan, Pemrograman.

Page 1 of 45 | Total Record : 445


Filter by Year

2014 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 04 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 4 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas More Issue