cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Kandai
ISSN : 1907204X     EISSN : 25275968     DOI : -
Kandai was first published in 2005. The name of Kandai had undergone the following changes: Kandai Majalah Illmiah Bahasa dan Sastra (2005) and Kandai Jurnal Bahasa dan Sastra (2010). Since the name of journal should refer to the name that was registered on official document SK ISSN, in 2016 Kandai started publish issues with the name of Kandai (refer to SK ISSN No. 0004.091/JI.3.02/SK.ISSN/2006 dated February 7th, 2006, stating that ISSN 1907-204X printed version uses the (only) name of KANDAI). In 2017, Kandai has started to publish in electronic version under the name of Kandai, e-ISSN 2527-5968.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
SISTEM FONOLOGI BAHASA TAE (The Phonology System of Tae Language) NFN Suparman; NFN Nurliana
Kandai Vol 18, No 1 (2022): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v18i1.3450

Abstract

This study aims to identify and describe qualitatively the phonological system of Tae Rongkong dialect in North Luwu Regency, South Sulawesi. The analysis was carried out on 200 Swadesh vocabularies carried out in the field. The results of the study were analyzed in four categories. The categories in question are phoneme identification, phoneme distribution, phoneme clusters and tribal patterns in the Tae Rongkong dialect. In the phoneme identification carried out by researchers in the Tae dilaek Rongkong language, 5 vowel phonemes were found, including vowel phonemes [u], [a], [e], [O], and [o], and 9 consonant phonemes. which include consonant phonemes [m], [l], [s], [r], [b], [k], [d], [t], [n] obtained. In the distribution of phonemes in Tae language dialect rongkong found 9 vowel phonemes which include vowel phonemes [a], [i], [u], [I], [e], [é], [o], [ U] and [O], each of which occupies the position of a vowel sound in the Tae Rongkong dialect. In the distribution of consonant phonemes found 15 consonant phonemes in the Tae Rongkong dialect found consonant phonemes consisting of consonant phonemes [b], [d], [g], [j], [k], [l], [ m], [n], [ŋ], [p], [r], [s], [t], [v] and [?].; also found 5  vowel phoneme clusters /ai/, /ia/, /ua/, /ei/, and /oa/; and in the consonant phoneme group found 1 consonant phoneme /ŋk/; The tribal patterns found by researchers in the Tae Rongkong dialect consist of trisyllabic patterns with monosyllabic V, polysyllabic K.V, V.K, trisyllabic K.K.KV and four-syllabic KK.K.K.V.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan secara kualitatif sistem fonologi bahasa Tae dialek Rongkong di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Analisis dilakukan pada 200 kosakata Swadesh yang dilakukan di lapangan. Hasil penelitian dianalisis dalam empat kategori. Kategori yang dimaksud ialah identifikasi fonem, distribusi fonem, gugus fonem, dan pola persukuan dalam bahasa Tae dialek Rongkong. Pada identifikasi fonem yang dilakukan peneliti pada bahasa Tae dilaek Rongkong ditemukan 5 fonem vokal di antaranya fonem vokal [u], [a], [e], [O], dan [o] dan 9 fonem konsonan di antaranya fonem konsonan [m], [l], [s], [r], [b], [k], [d], [t], dan [n]. Pada distribusi fonem yang ada pada bahasa Tae dialek Rongkong ditemukan 9 fonem vokal di antaranya fonem vokal [a], [i], [u], [I], [e], [é], [o], [U], dan [O] yang masing-masing menempati posisi keberadaan bunyi vokal pada bahasa Tae dialek Rongkong. Pada distribusi fonem konsonan ditemukan 15 fonem konsonan dalam bahasa Tae dialek Rongkong dan ditemukan lagi fonem konsonan yang terdiri atas fonem konsonan [b], [d], [g], [j], [k], [l], [m], [n], [ŋ], [p], [r], [s], [t], [v], dan [?]; ditemukan pula 5 gugus fonem vokal /ai/, /ia/, /ua/, /ei/, dan /oa/; dan pada gugus fonem konsonan ditemukan 1 fonem konsonan /ŋk/; pola persukuan yang ditemukan peneliti dalam bahasa Tae dialek Rongkong terdiri atas pola persukuan bersuku satu V, bersuku dua K.V, V.K, bersuku tiga K.K.KV, dan bersuku empat KK.K.K.V.
MEMANG JODOH: PEMBERONTAKAN MARAH RUSLI TERHADAP TRADISI MINANGKABAU Dian Nathalia Inda
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.015 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.228

Abstract

Tulisan ini membahas novel terakhir Marah Rusli yang berjudul Memang Jodoh. Memang Jodoh adalah novel yang menceritakan kehidupan perkawinan sang pengarang sendiri. Sebagian besar peristiwa yang terjalin di dalam cerita adalah hal yang dialami oleh Marah Rusli di kehidupan nyatanya. Dalam kaitan itu, bukan sebuah anomali jika novel Memang Jodoh  merupakan suatu bentuk pemberontakan Marah Rusli terhadap tradisi yang membelenggunya. Pemberontakan itu  diamati dari rangkaian peristiwa yang terjalin di dalam cerita. Oleh sebab itu, penelitian ini membahas pemberontakan Marah Rusli terhadap tradisi Minangkabau  di dalam Memang Jodoh. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan  bentuk pemberontakan Marah Rusli berkenaan  tradisi Minangkabau yang tertuang di dalam Memang Jodoh. Sumber data berasal dari novel Memang Jodoh. Data berupa kalimat-kalimat di dalam novel yang dianalisis menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik kajian pustaka. Data ini dianalisis menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil analisis menunjukkan Marah Rusli melakukan pemberontakan terhadap tradisi Minangkabau yang berkenaan dengan sistem matrilineal, sistem waris, perjodohan, dan poligami.
PAKKIOK BUNTING DALAM ADAT PERKAWINAN SUKU MAKASSAR DI GOWA: KAJIAN NILAIBUDAYA NFN Rahmawati
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.533 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.314

Abstract

Penuturan syair Pakkiok Bunting dalam penyambutan pengantin adat perkawinan suku Makassar di Kabupaten Gowa semakin jarang dilakukan sehingga syair Pakkiok Bunting nyaris terlupakan. Penelitian ini mengangkat permasalahan bentuk dan nilai budaya yang terdapat dalam syair Pakkiok Bunting dan bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan menganalisis nilainilai budaya yang terkandung dalam syair Pakkiok Bunting. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari penutur syair Pakkiok Bunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair Pakkiok Bunting sarat dengan nilai-nilai budaya yang sangat penting untuk diketahui, dipahami, dan dijadikan sebagai pegangan dalam kehidupan berumah tangga. Nilai-nilai tersebut meliputi nilai tanggung jawab, saling menghargai, kesederhanaan, dan  kedermawanan
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM GELAR WICARA “SENTILAN SENTILUN” DI METRO TV Wiwiek Dwi Astuti
Kandai Vol 13, No 2 (2017): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.475 KB) | DOI: 10.26499/jk.v13i2.306

Abstract

Attitudes and ideas conveyed through verbal forms may not necessarily be attitudes and meanings, but can be different or even contrary to what is stated. Submission of intent is what is known as the implicature of conversation. The utterances are analyzed to describe (1) the function of the conversation implicature in talk show of sentilan sentilun episode of ‘Siapa Ikut Gerobak’, and (2) the violation of cooperative principle and/politeness principle in the talkshow. ’The method used is listening and note taking. The findings related to the function of implicature is the use of representative (assertive), directive (imposive), expressive, commisive, and declarative utterance. The violation of cooperative principle with all the maxims is clearly seen in encountering and language games (joke). 
KOHESI GRAMATIKAL DALAM RAGAM BAHASA PERUNDANGUNDANGAN Sry Satriya Tjatur Wisnu Sasangka
Kandai Vol 12, No 1 (2016): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.088 KB) | DOI: 10.26499/jk.v12i1.72

Abstract

Jenis dan bentuk kohesi dalam bahasa Indonesia sangat banyak, tetapi dalam bahasa perundang-undangan kohesi yang digunakan hanya terbatas pada beberapa jenis dan bentuk tertentu. Karena belum ada yang membahas masalah itu, artikel ini akan mengupas kohesi gramatikal dalam ragam bahasa perundang-undangan. Tujuannya adalah mendeskripsikan jenis dan wujud kohesi dalam bahasa perundang-undangan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif inferensial yang bukan hanya memaparkan bentuk dan ciri kohesi gramatikal. dalam bahasa perundang-undangan melainkan juga menganalisisnya. Hasilnya diketahu bahwa kohesi gramatikal dalam bahasa perundangundangan sedikit berbeda denga ragam bahasa yang lain, terutama dalam hal pengacuan. Pengacuan yang bersifat anaforis lebih dominan daripada pengacuan yang bersifat kataforis, baik pengacuan yang berupa pronomina persona terikat (klitik -nya), pemarkah takrif (dimaksud, tersebut, dan ini), maupun penyulihan atau substitusi (dia atau ia). Frasa sebagaimana dimaksud dalam digunakan untuk mengacu frasa nominal, klausa, atau kalimat yang berbentuk pasal, sedangkan frasa sebagaimana dimaksud pada digunakan untuk mengacu frasa nominal, klausa, atau kalimat yang berbentuk ayat.
POTRET URBAN DALAM CERPEN “ANJING-ANJING MENYERBU KUBURAN” KARYA KUNTOWIJOYO Yeni Mulyani Supriatin
Kandai Vol 11, No 1 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.548 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i1.219

Abstract

Fenomena manusia urban pada abad modern yang diangkat sebagai tema dalam sebuah cerita pendek merupakan hal yang menarik untuk dikaji. Salah satu pengarang  karya prosa yang mengangkat tema tersebut adalah Kuntowijaya dalam salah satu cerpennya yang berjudul “Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan”. Tema manusia urban dalam cerpen tersebut digambarkan melalui sosok tokohnya (seorang lelaki) yang termarjinalkan dalam kehidupan masyarakat urban. Masalah menarik yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana potret manusia urban  tergambarkan dalam cerpen “Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan” karya Kuntowijoyo. Penulisan ini bertujuan mendeskripsikan potret manusia urban dengan berbagai persoalan yang dihadapinya. Penelitian tentang kehidupan manusia urban yang tergambar dalam cerpen “Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan” dilakukan dengan menggunakan pendekatan tradisi-modernitas dengan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan data secara faktual, akurat, dan   apa adanya sesuai dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai manusia urban yang secara sosiokultural termarjinalkan, tiada pilihan lain bagi tokoh protagonis dalam cerpen selain melakukan upaya klenik melalui jalan pesugihan untuk memperoleh kekayaan. Hal itu mengimplikasikan bahwa meskipun  hidup pada zaman modern, pengaruh tradisi masih kuat sehingga seseorang yang “kalah” dalam berhadapan dengan arus modernitas cenderung mencari kekuatan tradisi.
LATAR CERPEN-CERPEN MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT PADA ERA REFORMASI Yulitin Sungkowati
Kandai Vol 9, No 2 (2013): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.738 KB) | DOI: 10.26499/jk.v9i2.302

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan latar cerita pendek berbahasa Jawa di majalah Panjebar Semangat pada era reformasi dengan teori pengkajian fiksi. Sumber data penelitian ini adalah cerpen-cerpen majalah Panjebar Semangat yang terbit pada era reformasi, tahun 2000—2010. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa cerpen pada tahun 2000—2005 masih cukup banyak menghadirkan latar pedesaan, tetapi pada tahun 2006—2010 terjadi pergeseran ke arah latar perkotaan secara seimbang. Latar waktu didominasi oleh waktu sezaman, yaitu tahun 2000—2010. Latar waktu tersebut tidak selalu diungkapkan dengan angka tahun secara jelas, tetapi ditunjukkan dengan adanya keterkaitan dengan waktu secara faktual. Latar sosial budaya tidak lagi didominasi oleh latar sosial masyarakat kelas bawah, tetapi juga kelas menengah atas perkotaan.
ARKETIPE KOMERING DALAM CERPEN “JANGAN TATAP SUKUKU” KARYA OKSA PUKO YUZA (Komering Archetype in “Jangan Tatap Sukuku” By Oksa Puko Yuza) Budi Agung Sudarmanto
Kandai Vol 13, No 1 (2017): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v13i1.161

Abstract

Archetype is a form of universal thought (idea) that contains of huge emotion. Archetype constitutes a permanent deposit or collective unconsciousness in psyche (soul) from the constantly repeated for many generations. Archetype consists of persona, anima and animus, and shadows. The short story “Jangan Tatap Sukuku” describes archetype of Komering society (tribe). By using psychological literature approach, those archetypes are found. Persona is related to the general description of Komering society represented by Yuza. Anima and animus are the interchangeable side of Yuza’s femininity and Risti’s masculinity. Shadows relates to the stereotype of Komering society as collectivity, and some individual cases as individual representation of Komering tribe. 
Daftar Abstrak Bahasa Indonesia J M
Kandai Vol 12, No 2 (2016): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.069 KB) | DOI: 10.26499/jk.v12i2.699

Abstract

IMPLEMENTASI NILAI BUDAYA SARAPATANGUNA DALAM KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN DI KOTA BAUBAU, PROVINSI SULAWESI TENGGARA Ishak Bagea
Kandai Vol 12, No 2 (2016): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.57 KB) | DOI: 10.26499/jk.v12i2.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan implementasi nilai-nilai budaya sarapatanguna dalam kepemimpinan pemerintahan di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai budaya sarapatangunadalam kepemimpinan pemerintahan di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu: 1) di Kota Baubau telah diimplementasikan nilai-nilai budaya malu melalui ungkapan pomae-maeaka, 2) di Kota Baubau telah diimplementasikan nilai-nilai budaya saling memelihara melalui ungkapan popia-piara, 3)di Kota Baubau telah diimplementasikan nilai-nilai budaya saling menyayangi melalui ungkapan poma-masiaka, serta 4)di Kota Baubau telah diimplementasikan nilai-nilai budaya saling menghargai melalui ungkapan poangkaangkataka. Nilai-nilai budaya sarapatanguna tersebut telah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta telah di implementasikan dalam kepemimpinan pemerintahan di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, sehingga tercipta suasana harmonis, aman, tentram dan damai.

Page 1 of 21 | Total Record : 204