cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan" : 13 Documents clear
GHGUMPIAN KOMPOSISI MUSIK DENGAN PENDEKATAN TRADISI Ahmad Wanda; Ediwar Ediwar; Alfalah Alfalah
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.772

Abstract

Karya ini bersumber dari kesenian gamolan pekhing yang terdapat di desa Sekala Brak, Kabupaten Lampung Barat. Gamolan pekhing ini merupakan sebuah instrumen tunggal yang tergolong ke dalam perkusi melodis. Gamolan pekhing ini mempunyai sebuah repertoar lagu yang berjudul Tabuh Jakhang Kenali, keunikan dari tabuhan ini mempunyai ritme yang sama pada melodi pertama dan ketiga. Pada karya ini, pengkarya menggarap bentuk dasar ritme tersebut ke dalam komposisi musik dengan pendekatan tradisi. Dalam penggarapannya, bentuk dasar ritme ini dikembangkan ke dalam bentuk pengembangan ritme yang dihadirkan ke dalam bentuk melodi. Melodi-melodi yang dihasilkan dari pengembangan ini merupakan hasil kerja kreatif pengkarya dalam mengembangkan materi dasar yang telah ada menjadi sebuah materi baru dan menggarapnya sesuai dengan imajinasi pengkarya
IMBAUAN RABAB PASISISA SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN KOMPOSISI GITIAK MAMBAO RASO Bayu Eka Saputra; Yunaidi Yunaidi; Darmansyah Darmansyah
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.765

Abstract

Penciptaan komposisi pada masa lalu sering dilakukan secara kolektif dan ditujukan untuk kepentingan bersama dalam satu masyarakat atau komunitas.Seiring dengan perkembangan zaman penciptaan komposisi karawitan telah menghadirkan keberadaan musik tradisi yang ada sebagai sumber penciptaan. “Gitiak Mambao Raso” merupakan karya komposisi baru yang berangkat dari motif-motif imbauan Rabab Pasisia yang memakai nada Le (6/). Dalam penggarapan komposisi “Gitiak Mambao Raso” terjadi exsplorasi terhadap musik tradisi, denga melakukan pengolahan menjadi tekhnik-tekhnik musik konvensional dan penggabungan pengolahan sumber tradisi baik secara lebih leluasa terjadi pengolahan terhadap materi musikal Imbauan Rabab Pasisia, baik melalui pengembangan bunyi, tempo terikat dengan sumber tradisi.
EKSISTENSI SULING BAMBU DI DESA KOTO LUA KEC. SIULAK MUKAI KAB. KERINCI Wiwin Ardia; Syafniati Syafniati; Sriyanto Sriyanto
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.773

Abstract

Suling bambu adalah salah satu kesenian tradisi yang ada di desa Koto Lua Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci. Awalnya kesenian suling bambu ditampilkan menggunakan satu instrumen yaitu satu buah suling yang terbuat dari bambu. Fungsi kesenian suling bambu untuk menghibur diri sendiri di saat lelah bekerja di sawah, di ladang, bergembala ternak dan pada saat pesta panen. Seiring perkembangan zaman, suling bambu sudah berkembang dan tidak lagi digunakan pada saat pesta panen, melainkan sudah berubah fungsi sebagai acara hiburan seperti: prosesi pernikahan, turun mandi, sunatan rasul, kendurisko, Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK), dan penyambutan tamu di instasi-instasi pemerintah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pertunjukan suling bambu, perkembangan suling bambu dan pandangan masyarakat terhadap suling bambu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan melihat langsung pertunjukan. Hasil yang ditemukan menunjukan bahwa suling bambu telah mengalami perkembangan baik dari segi alat dan segi kegunaannya. Pada awalnya alat yang digunakan terdiri dari satu buah suling dan kemudian ditambah dengan beberapa instrumen lainnya seperti tambur, gendrang, cer, ketuk dan corong. Masyarakat memandang pertunjukan suling bambu adalah pertunjukan yang tidak boleh ditinggalkan pada acara arak-arakan penganten, FMPDK, penyambutan tamu di instasi-instasi pemerintah dan kenduri sko.
RITUAL NGAYUN LUCI DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI ASEK LUCI Rike Denia Pratama; Adjuoktoza Rovylendes; Indriyetti Indriyetti
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.766

Abstract

Karya tari berjudul “Asek Luci” adalah karya tari yang terinspirasi dari bagian prosesi ritual Ngayun Luci, yaitu menghantarkan luci ke sawah. Konsep tari ini disusun berdasarkan hasil riset pengkarya terhadap budaya yang masih diyakini dan dilaksanakan masyarakat Desa Koto Lua Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Untuk menvisualisasikan ide garapan ke dalam karya tari pengkarya menggunakan gerak-gerak tradisi Kerinci, musik pengiring karya tari ini mengunakan alat musik yang mampu mendukung suasana dan juga menghadirkan vokal-vokal tradisi Kerinci, serta setting dan properti pun juga membangun suasana yang ingin dihadirkan. Dalam karya tari ini terdapat tiga bagian, pada bagian pertama menghadirkan suasana sebelum terlaksanakannya ritual, bagian kedua menghadirkan Prosesi Ritual Ngayun Luci yaitu menghantarkan luci ke sawah, bagian ke tiga menghadirkan suasana suka cita masyarakat telah melakukan Ritual Ngayun Luci tersebut. Adapun pijakan gerak karya tari Asek Luci berupa gerak tari tradisi Kerinci yaitu tari rangguk.
PENYUTRADARAAN LAKON ORANG GILA DIATAS ATAP KARYA KIKUCHI KAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN REALISME SUGESTIF Ambar Febriani; Yusril Yusril; Sahrul N
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.698

Abstract

Artikel berjudul Penyutradaraan Lakon Orang Gila di Atas Atap karya Kikuchi Kan menggunakan pendekatan realisme sugestif. Lakon merupakan karangan dari seorang penulis Jepang yang kritis terhadap situasi yang sedang terjadi masyarakat.  Alasan pengkarya memilih naskah ini karena naskah Jepang ini jarang dipentaskan di Indonesia dan tema yang diangkat dalam lakon sangat dekat dengan pengkarya sehingga memudahkan analisis terhadap lakon. Pengkarya menggunakan pendekatan realisme sugestif dalam  untuk mewujudkan lakon ke atas pentas. Pendekatan ini pengkarya gunakan guna memberikan peluang baru dalam pencapaian artistik dan bloking aktor tanpa menghilangkan makna dari lakon.Set panggung yang di jelaskan dalam naskah Orang Gila di Atas Atap adalah sebuah rumah dan halaman belakangnya.  Seiring berjalannya proses penyutradaraan lakon Orang Gila di Atas Atap karya Kikuchi Kan menggunakan pendekatan realisme sugestif, banyak kemungkinan-kemungkinan positif yang bisa ditemukan seperti bloking aktor yang tidak membelakangi penonton, panggung bisa dibagi menjadi beberapa titik namun masih dalam satu peristiwa dan panggung bisa digunakan lebih luas sehingga bloking aktor bisa lebih lebar. Dapat disimpulkan bahwa realisme sugestif bisa memberikan efek tontonan  yang menarik untuk sebuah pertunjukan teater
TARI JERAMBAH PATAH SEBAGAI REFLEKSI KEINDAHAN MASYARAKAT RANTAU PANJANG KAB. MERANGIN, PROV. JAMBI Elsa Arina; Erlinda Erlinda; Asmaryetti Asmaryetti
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.774

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan utama yaitu mengetahui bentuk penyajian dan estetika pada tari Jerambah Patah. Tari Jerambah Patah menceritakan muda-mudi yang menjalin hubungan kasih dengan harapan tidak berakhir dan berlanjut hingga ke pernikahan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai ajang mengingatkan kembali tradisi yang ada pada masyarakat Rantau Panjang yakni batandang dan magih tando ditampilkan dalam acara adat memantai. Teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu teori tentang estetika oleh A.A.M Djelantik dan teori bentuk oleh Alma M.Hawkins.
SILEK GALOMBANG SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN TAMU PADA MASYARAKAT PAGARUYUNG TANAH DATAR SUMATERA BARAT Syara Apprellisa; Adriana Gusti; Nurmalena Nurmalena
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas Silek Galombang sebagai tari penyambutan tamu pada masyarakat Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu seluruh data yang diperoleh baik data lapangan dihimpun dan dijabarkan kemudian dianalisis sesuai dengan permasalahan penelitian. Teori yang digunakan adalah teori bentuk oleh Y. Sumandio Hadi. Berdasarkan data lapangan, Silek Galombang hanya ditampilkan saat acara-acara adat seperti Batagak Gala dan Batagak Panghulu. Silek Galombang memiliki keunikan dan menjadi identitas masyarakat setempat yang berbeda dengan tari penyambutan tamu yang terdapat di daerah lainnya. Penarinya hanya terdiri dari laki laki saja dengan jumlah 11 orang.
PENCIPTAAN TOKOH GUSTI BIANG DALAM LAKON BILA MALAM BERTAMBAH MALAM KARYA PUTU WIJAYA Desi Susanti; Nanik Yuliani
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.699

Abstract

Pemeranan merupakan proses kreatif yang dilalui pemeran untuk mewujudkan tokoh ke atas panggung. Pemeranan tokoh Gusti Biang adalah proses perwujudan tokoh dalam naskah menuju panggung pertunjukan. Daalam proses perwujudan tokoh Gusti Biang berlandaskan pada analisis penokohan dan analisis terhadap naskah drama. Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya tergolong naskah yang bergaya realisme. Akting realis adalah upaya meyakinkan penonton dengan laku yang natural. Untuk memerankan tokoh Gusti Biang, diperlukan metode yang mampu memproyeksikan suatu keaktoran dan menyatukan karakter pemeran dengan kebutuhan karakter tokoh yang diperankan. Metode yang paling relevan untuk mewujudkan tokoh dalam naskah realis adalah to be yang digagas oleh Stanislavsky
BAKAYAIK DALAM UPACARA KEMATIAN MAATUIH HARI DI NAGARI ANDURING KEC. 2X11 KAYUTANAM KAB. PADANG PARIAMAN Irma Yeni Oktavia; andar indra sastra; Desmawardi Desmawardi
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.775

Abstract

Bakayaik adalah suatu seni vocal bernafaskan Islam yang rutin dilakukan saat upacara memperingati seratus hari meninggalnya seseorang, dalam masyarakat Nagari Anduring Kecamatan 2X11 Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman. Pada malam maatuih hari dipertunjukan kesenian badikie dan ratik tagak kemudian dilanjutkan dengan bakayaik dan diakhiri dengan do’a mauluik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bakayaik dalam maatuih hari, dengan metode kualitatif memakai pendekatan sosial antropologis. Aspek-aspek yang dikaji meliputi konteks dan teks serta gaya bakayaik dalam kebudayaan Minangkabau, khususnya seni bernuansa Islam dalam masyarakat “kaum kuno” di Padang Pariaman. Hasil penelitian ini adalah terbentuknya suatu kelompok musik bakayaik disebabkan adanya waktu luang diantara lagu-lagu yang ada atau panjangnya jedah dalam pertunjukkan dikie mauluik pada upacara kematian maatuih hari. Ditinjau dari struktural pertunjukkannya bakayaik adalah menceritakan riwayat Nabi Muhammad Salallahu’Alaihi Wa Sallam mulai dari dalam kandungan ibunya sampai dengan perjuangan Nabi meneggakkan Islam. Adapun teks dari bakayaik tersebut terdiri dari bahasa Arab dan bahasa Minang.
PENCIPTAAN KOMPOSISI MUSIK TRILOGI OF SI JOBANG Arief Rahman; Ferry Herdianto; Nofridayati Nofridayati
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.769

Abstract

Trilogi of Si Jobang merupakan sebuah komposisi musik yang terinspirasi dari salahsatu kesenian tradisi payakumbuh Kabupaten 50 Kota yaitu, Si Jobang. Komposisi ini merupakan bentuk lagu tiga bagian (three part song form) yang dirajut untuk formasi orkestra. Pengkarya mengambil tiga motif melodi dan pola ritme dari kesenian lisan Dendang Si Jobang yang hidup di masyarakat nagari Sungai Talang Kecamatan Guguak Kabupaten 50 Kota, Payakumbuh. Motif yang di ambil dari musikal kesenian tradisi Si Jobang ini dilakukan pengolahan kembali, sehingga menjadi sebuah komposisi bentuk baru dengan menggunakan teknik penggarapan komposisi musik seperti; sequen, diminusi, augmentasi, canon, dan modes terwujudnya karya ini dapat dijadikan sebagai salah satu upaya pelestarian kesesenian tradisi di Payakumbuh Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Page 1 of 2 | Total Record : 13